Anda di halaman 1dari 6

Batik print merupakan salah satu jenis batik yang baru muncul.

Tidak diketahui pasti kapan mulai dikenal, tetapi kini menjadi produksi batik dengan jumlah paling banyak jika dibanding batik cap apalagi batik tulis. Teknik pembuatan batik print relatif sama dengan produksi sablon, yaitu menggunakan klise(kassa) untuk mencetak motif batik di atas kain. proses pewarnaannya sama dengan proses pembuatan tekstil biasa yaitu dengan menggunakan pasta yang telah dicampur pewarna sesuai keinginan, kemudian diprintkan sesuai motif yang telah dibuat. Jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan seperti batik pada umumnya, hanya saja motif yang dibuat adalah motif batik. oleh karena itu batik print merupakan salah satu jenis batik yang fenomenal, kemunculannya dipertanyakan oleh beberapa seniman dan pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik. Secara kasat mata kita dapat membedakan batik print dan batik tulis/cap dengan melihat permukaan di balik kain, biasanya kain batik print warnanya tidak meresap ke seluruh serat kain, dan hanya menempel pada permukaan kain, sehingga di balik kain masih terlihat sedikit berwarna putih. Belakangan muncul perkembangan baru pada batik print, dengan adanya metode print malam.Metode ini dapat dikatakan perpaduan antara sablon dan batik. pada print malam, materi yang di printkan pada kain adalah malam (lilin) dan bukan pasta seperti batik print konvensional. setelah malam menempel, kemudian kain tersebut melalui proses pencelupan seperti pembuatan batik pada umumnya. Batik print adalah jenis sablon atau cetak kain menggunakan gambar motif batik tradisional sebagai gambar yang akan dicetak. Dalam hal ini sama dengan sablonan biasa seperti sablonan kaos, bedanya corak atau gambar yang digunakan adalah motif ornamen yang terdapat pada teknik batik tradisional. Jadi batik print sesungguhnya hanyalah istilah dikalangan penyablon bukan istilah resmi. mengenai apa itu batik sebenarnya, silahkan anda cari sendiri referensinya di internet. Batik print Ciri-ciri: Umumnya mencontoh desain batik yang sudah ada, dari batik tradisional hingga batik modern. Warna batik printing kebanyakan tidak tembus karena proses pewarnaannya satu sisi saja yaitu bagian depan kain. Menggunakan berbagai macam kain namun jarang menggunakan kain sutra atau kain mori. Harganya cenderung murah. Batik Printing Dalam perkembangannya, muncul batik printing, yaitu batik yang proses pembuatannya melalui proses sablon. Beberapa hal yang membedakan batik printing dengan batik tulis dan batik cap, adalah: 1. Dicetak menggunakan kasa, dengan pewarna tekstil atau pasta yang telah dicampur pewarna. Proses dan jenis pewarna tersebut membuat keberadaan batik print dipertanyakan eksistensinya sebagai jenis batik. Seniman dan pecinta batik lebih suka menyebutnya sebagai kain bermotif batik. 2. Proses cetak yang cepat membuat batik printing dapat diproduksi dalam jumlah banyak sekaligus. 3. Warna tidak meresap ke seluruh kain batik, hanya di bagian permukaannya saja. Bagian belakang kain berwarna agak putih. 4. Karena dapat diproduksi masal, harganya bisa jauh lebih murah. Saat ini terdapat teknik baru pembuatan batik printing, yaitu teknik print malam. Malam dicetak aau disablonkan pada kain. Setelah tercetak, dilakukan proses pewarnaan lazimnya mewarnai batik. Batik Sablon atau Batik Printing adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang teknis pembuatannya melalui proses sablon manual (seperti pembuatan spanduk / kaos), atau printing mesin pabrik. Jika anda pernah melihat teknik pembuatan spanduk, nah batik sablon ini tidak jauh beda dari itu. Cuman bahan warna yang digunakan jelas beda kualitas dan mutunya. Berbeda dengan batik cap, batik sablon printing ini hanya satu sisi kain mori saja yang mengalami proses pewarnaan. Sehingga warna dari batik sablon printing ini relatif lebih mudah pudar. Kelebihan dari batik sablon printing adalah kecepatan dalam produksinya, karena sekali cetak satu warna hanya membutuhkan waktu 5 menit dengan hasil sesuai dengan ukuran plangkan yang digunakan. Selain itu motif batiknya juga bisa lebih detail. Teknik batik sablon printing umumnya digunakan oleh produsen batik untuk memenuhi seragam dalam jumlah yang cukup besar, sehingga biaya produksinya bisa lebih hemat. Proses pembuatan batik sablon printin adalah sebagai berikut : Siapkan desain dalam ukuran satu bahan, kurang lebih ukuran 2 x 1 meter Cetak film desain dalam plankan (plankan yang digunakan untuk batik, pori-porinya lebih besar dibandingkan dengan plankan yang biasa digunakan untuk spanduk atau kaos). Jumlah plankan yang dibutuhkan adalah sesuai dengan jumlah warna yang akan digunakan. Siapkan kain mori dasar yang akan disablon, dengan posisi kain mori yang kencang. Letakkan plankan di atas kain, lalu tuangkan pewarna dan tarik pewarna dari ujung plankan ke ujung plankan lainnya dengan valet. Keringkan kain mori yang telah diberikan warna. Ulangi langkah di atas, untuk setiap perbedaan warna dan desain. Ciri-ciri batik sablon printing adalah : Motif bisa tidak berulang Desain bisa lebih detail Warna pada kain hanya tebal di salah satu sisi

Batik printing atau batik sablon adalah jenis batik baru yang mana teknis pembuatannya melalui proses sablon manual atau printing mesin pabrik. Seperti namanya, teknik pembuatan batik ini sama seperti teknik pembuatan spanduk hanya saja bedanya adalah pada bahan warna yang digunakan. Berikut ini adalah peralatan yang digunakan: 1. desain dalam ukuran satu bahan, dengan ukuran 21 meter 2. plankan (sejenis alat cetak). Plankan yang digunakan untuk batik adalah plankan dengan pori-pori lebih besar, berbeda dengan plankan untuk spanduk atau kaos. 3. pewarna 4. kain mori 5. valet Berikut ini langkah-langkah pembuatannya: 1. Siapkan desain 2. cetak desain dalam plankan. Jumlah plankan yang dibutuhkan adalah sesuai dengan jumlah warna yang akan digunakan. 3. Siapkan kain mori dasar yang akan disablon, dengan posisi kain mori yang kencang. 4. Letakkan plankan di atas kain, lalu tuangkan pewarna dan tarik pewarna dari ujung plankan ke ujung plankan lainnya dengan valet. 5. Keringkan kain mori yang telah diberikan warna. 6. Ulangi langkah di atas, untuk setiap perbedaan warna dan desain.

Berbeda dengan batik cap, batik sablon printing ini hanya satu sisi kain mori saja yang mengalami proses pewarnaan. Sehingga warna dari batik sablon printing ini relatif lebih mudah pudar. Dengan teknik pembuatan yang bisa dikatakan tidak rumit, maka jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan seperti batik pada umumnya. Kelebihan dari batik sablon printing adalah kecepatan dalam produksinya, karena sekali cetak satu warna hanya membutuhkan waktu 5 menit dengan hasil sesuai dengan ukuran plangkan yang digunakan. Selain itu motif batiknya juga bisa lebih detail. Teknik batik sablon printing umumnya digunakan oleh produsen batik untuk memenuhi seragam dalam jumlah yang cukup besar, sehingga biaya produksinya bisa lebih hemat. Adapun tahapan-tahapannya adalah : a. Pembuatan Gambar Disain / Trace Langkah Kerja : 1) Mempersiapkan dan menggambar motif yang akan digambar dengan menggunakan rapido pada kertas astralon / mika yang sebelumnya telah diukur dengan millimeter dan diberi kros untuk mempermudah menggambar sesuai dengan motif yang diinginkan. 2) Melakukan proses kontak film untuk mengubah gambar positif pada kertas astralon menjadi gambar negatif atau kebalikannya, serta proses kontak ini bisa digunakan untuk memperbanyak gambar yang akan dimounting atau digabungkan. 3) Proses mounting, proses ini yaitu proses penggabungan gambar yang telah diperbanyak pada mesin kontak kemudian digabungkan dengan menyemprotkan spray mount di kertas astralon sesuai dengan ukuran yang diinginkan. 4) Memisahkan warna sesuai banyaknya warna yang diminta, proses ini dilakukan di atas meja kaca yang di sinari lampu agar motif dapat dilihat dengan sempurna, pemisahan warna ini caranya menggambar desain setiap satu warna digambar sendiri-sendiri pada kertas astralon sesuai jumlah warnanya dengan bantuan kros. Proses Auto Film Langkah Kerja : 1) Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti; gunting, kertas film, developer, fixer dan air. 2) Melakukan proses kontak, dengan memadukan kertas film dan kertas mika yang bermotif pada meja kontak kemudian menyalakan lampu untuk penyinaran sesuai kebutuhan. 3) Memasukkan kertas film yang telah dikontak ke balok yang berisi cairan developer agar kertas film yang telah dikontak dapat timbul gambar negatifnya (kebalikan dari gambar yang ada di kertas astralon), dengan perbandingan 1 liter developer : 6 liter air. 4) Kemudian memasukkan kertas film ke balok yang berisi cairan fixer, agar motif yang dihasilkan menjadi lebih tajam, dengan perbandingan 1 liter fixer : 10 liter air. 5) Kemudian membilas dengan air hingga bersih, selanjutnya dikeringkan dan siap untuk proses selanjutnya. Proses Afdruk Langkah Kerja : 1) Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti; plangkan screen, koter, emulsi (ulano TZO+air), disain gambar kertas astralon. 2) Mengolesi plangkan screen dengan emulsi (ulano TZO+air) dengan koter, kemudian didiamkan selama kurang lebih 3 jam. 3) Memasang disain gambar kertas astralon di atas meja mesin afdruk kemudian ditumpangi dengan plangkan screen yang telah diolesi emulsi kemudian ditumpangi dengan bantalan hitam. 4) Menyalakan mesin afdruk yang bisa melakukan penyinaran karena di dalamnya terdapat 50 lampu masing-masing 40 watt selama kurang lebih 1,5 menit. 5) Mengambil plangkan screen dan membawa ke tempat penyemprotan, kemudian menyemprotkan air ke plangkan screen agar emulsi yang sebelumnya tertutup motif dapat luntur sehingga dapat tertembus air.

6) Mengeringkan plangkan screen dan siap untuk proses printing. Proses Komposisi Warna Langkah Kerja : 1) Mengamati desain motif dan mengatur warna yang sesuai dengan karakter motif dan warna yang sedang trend di pasaran. 2) Membuat Stock Thickening (pengental). 3) Menimbang zat warna dan zat bantu sesuai dengan resep, kemudian di mixer agar tercampur sempurna. 4) Memasang dan mencap kain sesuai motif pada screen, disesuaikan dengan jumlah warna yang diinginkan. 5) Mengeringkan kain dengan pemanas kompor dan melakukan proses steamer selama kurang lebih 20 menit, dengan suhu 100-102 derajat. 6) Mencuci kain yang sudah di steam dengan air dingin. 7) Kemudian kain dicuci dengan air panas dan teepol (sabun) selama kurang lebih 10 menit, teepol berfungsi menghilangkan zat warna dan zat bantu lainnya yang tidak terpakai. 8) Hasilnya berupa sampel- sampel warna motif kurang lebih 30 kombinasi berbentuk kotak-kotak seukuran kurang lebih 5 x 106 cm untuk diajukan ke PT. Danar Hadi pusat dan biasanya dipiliih 7 komposisi warna untuk diproduksi dalam skala besar. Proses Pembuatan Obat untuk Produksi Langkah Kerja : 1) Penentuan warna pada motif sesuai dengan komposisi warna 2) Menimbang zat warna dan zat bantu lainnya sesuai dengan resep. 3) Membuat pasta cap dengan mencampurkan semua zat kemudian di mixer hingga tercampur sempurna. 4) Hasilnya adalah obat warna yang siap digunakan untuk produks, warna yang sudah digunakan dalam proses produksi diarsipkan pada buku besar untuk merekap pengelluaran biaya penggunaan pasta warna. Proses Persiapan Barang (Gudang Bahan Kain) 1) Menerima kain yang datang dari pemasok dan memisahkan kain yang diperlukan di proses grounding (pemberian warna dasar) terlebih dahulu lalu disiapkan untuk diproses print. 2) Mengukur kain dalam satuan meter sesuai kebutuhan untuk diproses print (baik kain putih yang akan di grounding maupun kain yang sudah di grounding). 3) Mempersiapkan kain tersebut untuk siap diproses, 1 peaces biasanya 35 -40 meter, tergantung pajang meja rakel. Proses Pewarnaan Kain (grounding) Langkah Kerja : 1) Mengambil kain yang akan diberi warna dasar (grounding) dari gudang bahan kain. 2) Menjahit kain agar prosesnya lanjut (tidak berhenti). 3) Memasukkan obat warna ke mesin grounding sesuai dengan warna dasar kain yang diinginkan. 4) Menyalakan mesin dan mulai memasukkan kain yang ingin digrounding. 5) Membawa kain yang sudah digrounding ke gudang bahan baku. Proses Printing Langkah Kerja : 1) Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti; plangkan screen, rakel dan obat warna. 2) Melakukan penyetelan motif pada meja sesuai dengan lebar dari desain motif yang ada pada plangkan screen. 3) Mengambil kain yang sudah diberi warna dasar (grounding) dari gudang, kemudian memasangnya pada meja rakel dengan rapi dan rata. 4) Mengambil obat dan menuangkannya pada plangkan screen, kemudian mulai merakel. 5) Proses merakel dilakukan beberapa kali, disesuaikan dengan jumlah warna yang ada di desain motif. 6) Melakukan pengeringan awal dengan menggunakan kompor yang didorong manual, kemudian ditarih pada gantungan untuk diangin-anginkan. 7) Menggulung kain, kemudian membawa kain yang sudah diprint ke mesin curing. Proses Pengeringan (Curing) 1) Mengambil kain yang telah selesai di printing untuk dikeringkan dan dimasukkan ke mesin curing dengan tujuan untuk pengeringan yang lebih sempurna, dengan mengunakan suhu 120 derajat. 2) Melipat kain yang telah selesai dicuring, kemudian dibawa ke gudang bahan jadi untuk diproses steam, proses steam ini ada yang dilakukan di dalam perusahaan ada yang diluar, yang di luar dilakukan di PT. Kusumahadi Santosa. Proses steam Langkah kerja : 1) Menggulung kain yang akan disteam, biasanya kain yang di steam disini jenis kain sutra. 2) Memasukkan kain yang telah digulung kedalam drum yang suhunya 100 derajat kurang lebih 10-15 menit, tujuannya agar zat warna terikat atau merasap pada kain sehingga tidak luntur. 3) Mengambil kain yang sudah disteam, kemudian dicuci dengan air dingin. 4) Memasukkan kain ke dalam air panas dengan menggunakan obet (teepol + netzer) kurang lebih 10-15 menit, agar zat pembantu yang tidak terpakai hilang. 5) Mengambil kain yang sudah direndam kemudian dibilas dengan air dingin, kemdian dikeringkan di tempat penjemuran. Proses Penyimpanan Sementara Langkah Kerja : 1) Menyeleksi, mengelompokkan, memeriksa kain setelah proses printing untuk di finish sendiri atau dibawa ke luar, finish di luar biasanya dilakukan di PT. Kusumahadi Santosa. 2) Memisahkan kain yang cacat dan tidak, dan mengirim kain tidak cacat (kualitas bagus) ke kantor pusat dan menyimpan kain cacat untuk dikirim pada akhir tahun atau bulan lebaran, sebagai barang jelek.

Mesin batik Cara kerja Mesin Cetak Batik (membatik) pada dasarnya adalah menutup permukaan kain batik dengan malam batik cair (wax) agar ketika kain dicelup kedalam cairan pewarna, kain yang tertutup malam batik tersebut tidak ikut kena warna. Teknik cetak batik seperti ini dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Wax-Resist Dyeing. Cara kerja Mesin Cetak Batik (membatik) pada dasarnya adalah menutup permukaan kain batik dengan malam batik cair (wax) agar ketika kain dicelup kedalam cairan pewarna, kain yang tertutup malam batik tersebut tidak ikut kena warna. Teknik cetak batik seperti ini dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Wax-Resist Dyeing. Jika proses membuat motif batik dilakukan dengan cara ditulis dengan menggunakan alat cetak yang disebut canting, maka batik tersebut dinamakan batik tulis. Istilah Batik berasal dari kosa kata bahasa Jawa yaitu Amba dan Titik. Amba artinya kain dan titik adalah cara memberi motif pada kain dengan menggunakan malam batik cair dengan cara di titik-titik. Ada juga jenis batik tradisional yang pembuatan motif batiknya menggunakan mesin cetak khusus batik yang terbuat dari logam dengan motif-motif batik tertentu. Batik yang dibuat dengan cara mirip stempel / cap seperti ini disebut sebagai batik cap atau batik stempel. Seiring dengan perkembangan jaman, dewasa ini ada juga batik yang dibuat dengan cara dicetak sablon dan dengan cetak masal menggunakan mesin cetak batik otomatis yang modern. Batik yang dihasilkan dengan cara seperti ini disebut sebagai batik printing. Mesin printing tekstil untuk industry yang banyak digunakan saat ini adalah mesin printing rotary dan mesin printing flat, sementara teknologi terbaru dalam industry printing adalah mesin printing digital. Mesin rotary: biasanya digunakan untuk mencetak motif-motif yang sambung menyambung panjang gitu, seperti motif garis. Juga motif yang geometris, kotak-kotak, polka dot. Keunggulan mesin ini,adalah sambungan motifnya halus, tapi ketajaman motifnya kurang halus, hal ini dikarenakan screen yang digunakan pada mesin rotary ini bentuknya mirip seng gitu deh. Jarak pengulangan motifnya rata-rata sih 60 cm, itu sudah paling besar screennya. Mesin Flat: pernah lihat orang nyablon kaos? Pakai film yang biru-biru gitu? Nah, mesin printing flat juga seperti itu, cuma lebih besar. Repetisi motif bisa sampai 90 cm, tapi jarang banget yang mau sampai sebesar itu, karena kemungkinan mengsle besar. Eh, tergantung berapa warna juga deng, kalau warnanya dikit ya bisa aja plus motif yang gak rumit, jalan juga dah di mesin flat. Keunggulan mesin flat ini adalah ketajaman motifnya, bisa jelas banget. Batik print merupakan salah satu jenis batik yang baru muncul. Tidak diketahui pasti kapan mulai dikenal, tetapi kini menjadi produksi batik dengan jumlah paling banyak jika dibanding batik cap apalagi batik tulis. Teknik pembuatan batik print relatif sama dengan produksi sablon, yaitu menggunakan klise(kassa) untuk mencetak motif batik di atas kain. proses pewarnaannya sama dengan proses pembuatan tekstil biasa yaitu dengan menggunakan pasta yang telah dicampur pewarna sesuai keinginan, kemudian diprintkan sesuai motif yang telah dibuat. Jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan seperti batik pada umumnya, hanya saja motif yang dibuat adalah motif batik. oleh karena itu batik print merupakan salah satu jenis batik yang fenomenal, kemunculannya dipertanyakan oleh beberapa seniman dan pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik. Secara kasat mata kita dapat membedakan batik print dan batik tulis/cap dengan melihat permukaan di balik kain, biasanya kain batik print warnanya tidak meresap ke seluruh serat kain, dan hanya menempel pada permukaan kain, sehingga di balik kain masih terlihat sedikit berwarna putih. Belakangan muncul perkembangan baru pada batik print, dengan adanya metode print malam.Metode ini dapat dikatakan perpaduan antara sablon dan batik. pada print malam, materi yang di printkan pada kain adalah malam (lilin) dan bukan pasta seperti batik print konvensional. setelah malam menempel, kemudian kain tersebut melalui proses pencelupan seperti pembuatan batik pada umumnya. Plangkan Batik adalah sebuah alat yang menjadi dasar pola motif untuk proses pembuatan batik sablon printing. Plangkan terbuat dari bingkai kayu dengan kain kasa emulsi sebagai screennya. plangkan Di dalam teknik pembuatan spanduk sablon ataupun brosur leaflet sablon juga membutuhkan plankan seperti ini, namun ukurannya yang relatif lebih kecil. Jadi bagi Anda yang pernah melihat teknik pembuatan spanduk, atau kaos sablon, atau brosur leaflet sablon, akan lebih mudah memahami konsep pembuatan batik sablon printing. Walaupun sama-sama membutuhkan plangkan, namun jenis kain kasa emulsi yang digunakan sebagai screen untuk plangkan batik dan spanduk jelas sangat jauh berbeda. Kain kasa emulsi yang digunakan untuk plangkan batik mempunyai tingkat kerapatan pori-pori yang lebih padat, sehingga mampu menampilkan motif-motif batik yang kecil secara detail. Adapun proses pembuatan plangkan adalah sebagai berikut : Tentukan dulu motif batik yang akan diproduksi Gambar pola motif batik tersebut di atas kertas kalkir Pilih ukuran plankan yang sesuai dengan desain pola motif batik yang akan digunakan Cetak film di atas screen plangkan (cetakan plangkan yang pertama ini, akan dijadikan plangkan master) Cetak film pada plangkan berikutnya sesuai warna yang akan digunakan, caranya dengan melakukan copying plangkan master kepada plangkan warna dan menutup pola berdasarkan warna yang akan digunakan Sehingga akan dibutuhkan plangkan sejumlah warna yang akan digunakan Plangkan untuk batik biasanya berukuran 1,2 meter X 2,5 meter. Sedangkan ukuran mori yang digunakan untuk batik sablon printing biasanya berukuran panjang 23 meter. Panjang ini menyesuaikan dengan panjang meja yang digunakan sebagai dasar plangkan.

Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar, kayu, daun, biji ataupun bunga. Pengrajin-pengrajin batik telah banyak mengenal tumbuhan-tumbuhan yang dapat mewarnai bahan tekstil beberapa diantaranya adalah : daun pohon nila (indofera), kulit pohon soga tingi (Ceriops candolleana arn), kayu tegeran (Cudraina javanensis), kunyit (Curcuma), teh (Tea), akar mengkudu (Morinda citrifelia), kulit soga jambal (Pelthophorum ferruginum), kesumba (Bixa orelana), daun jambu biji (Psidium guajava). (Sewan Susanto,1973). Mori yang diwarnai dengan zat warna alam adalah yang berasal dari serat alam contohnya sutera, wol dan kapas (katun). Sedangkan mori dari serat sintetis seperti polyester , nilon dan lainnya tidak memiliki afinitas (daya serap) terhadap zat warna alam sehingga zat warna alam tidak bisa menempel dan meresap di mori sintetis tersebut. Bahan dari sutera pada umumnya memiliki afinitas paling bagus terhadap zat warna alam dibandingkan dengan bahan dari kapas. Salah satu kendala pewarnaan mori menggunakan zat warna alam adalah variasi warnanya sangat terbatas dan ketersediaan bahannya yang tidak siap pakai sehingga diperlukan proses-proses khusus untuk dapat dijadikan larutan pewarna mori. Oleh karena itu zat warna alam dianggap kurang praktis penggunaannya. Namun dibalik kekurangannya tersebut zat warna alam memiliki potensi pasar yang tinggi sebagai komoditas unggulan produk Indonesia memasuki pasar global dengan daya tarik pada karakteristik yang unik, etnik dan eksklusif. Untuk itu, sebagai upaya mengangkat kembali penggunaan zat warna alam untuk tekstil maka perlu dilakukan pengembangan zat warna alam dengan melakukan eksplorasi sumber- sumber zat warna alam dari potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui secara kualitatif warna yang dihasilkan oleh berbagai tanaman di sekitar kita untuk pencelupan tekstil. Dengan demikian hasilnya dapat semakin memperkaya jenis jenis tanaman sumber pewarna alam sehingga ketersediaan zat warna alam selalu terjaga dan variasi warna yang dihasilkan semakin beragam. Eksplorasi zat warna alam ini bisa diawali dari memilih berbagai jenis tanaman yang ada di sekitar kita baik dari bagian daun, bunga, batang, kulit ataupun akar . Sebagai indikasi awal, tanaman yang kita pilih sebagai bahan pembuat zat pewarna alam adalah bagian tanamantanaman yang berwarna atau jika bagian tanaman itu digoreskan ke permukaan putih meninggalkan bekas/goresan berwarna. Pembuatan zat warna alam untuk pewarnaan bahan mori dapat dilakukan menggunakan teknologi dan peralatan sederhana. Untuk itu pigmen pigmen alam tersebut perlu dieksplorasi dari jaringan atau organ tumbuhan dan dijadikan larutan zat warna alam untuk pencelupan bahan tekstil. Proses eksplorasi dilakukan dengan teknik ekstraksi dengan pelarut air. Proses pembuatan larutan zat warna alam adalah proses untuk mengambil pigmen pigmen penimbul warna yang berada di dalam tumbuhan baik terdapat pada daun, batang, buah, bunga, biji ataupun akar. Proses eksplorasi pengambilan pigmen zat warna alam disebut proses ekstraksi. Proses ektraksi ini dilakukan dengan merebus bahan dengan pelarut air. Bagian tumbuhan yang di ekstrak adalah bagian yang diindikasikan paling kuat/banyak memiliki pigmen warna misalnya bagian daun, batang, akar, kulit buah, biji ataupun buahnya. Screen atau kain saring yang biasanya terbuat dari bahan polyster atau nylon adalah kain berpori-pori yang berfungsi menyaring dan menentukan jumlah tinta yang keluar. Satuan kerapatan lubang pori-pori diberi kode T = Thick. Kerapatan lubang pori-pori kain ini dibagi 3 macam, yaitu: ~Screen kasar yang cocok untuk bahan kain seperti kaos, katun, spanduk, nomor kerapatannya antara 25T - 90T. ~Screen sedang, cocok untuk bahan seperti kertas, kulit, imitasi dengan kerapatan antara 120T - 150T. ~Screen halus, cocok untuk bahan seperti plastik PE PP HD, mika, yang kerapatannya antara 180T - 200T. Screen juga dijual dengan berbagai ukuran sesuai dengan ukuran media yang akan disablon. .Rakel Rakel adalah alat bantu untuk menurunkan tinta sablon pada kain screen, fungsinya seperti kuas, rakel terbuat dari bahan sintetik seperti Polyrethane dan Polyvyl yang cukup kuat terhadap kelembaban udara sehingga lebih awet. Ada 2 jenis rakel berdasarkan fungsinya : ~Rakel keras biasanya untuk tinta basis minyak untuk menyablon pada media kertas atau plastik agar hasil lebih detil dan halus. ~Rakel lunak biasanya untuk tinta basis air untuk menyablon pada media kain yang memerlukan banyak tinta. Selain fungsi diatas, rakel juga bisa digunakan untuk meratakan obat afdruk saat kita mengoleskannya di screen untuk membuat film sablon. Tinta diatas bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol. CAT RUBBER: Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan

warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.CAT TRANSPARAN: Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya. CAT EXTENDER: Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan. CAT SUPER WHITE: Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap. CAT PUFF/TIMBUL: Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul. CAT SOLVENBASE/PLASTISOL: Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan tshirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan Do not iron on design, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika. JENIS CAT PLASTISOL: CAT ALL PURPOSE: Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang. CAT HIGH OPACITY: Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density. Mengenal tinta sablon menjadi bagian penting dalam proses penyablonan. Berikut ini penjelasan singkat tentang tinta sablon. 1. Tinta Sablon Waterbase Tinta waterbase adalah tinta yang berbasiskan air sebagai mediumnya. Tinta waterbase bersifat ceoat kering dan memerlukan screen yang kerapatannya lebih lebar. Tinta waterbase ada 2 macam. a. Binder/Extender Tinta binder sifatnya encer dan menyerap di kain. Tinta binder terdiri dari : - Tinta Pigment : bersifat semi transparan - Tinta Super white : bersifat semi oppaque (menyerap di kain) b. Rubber/Pasta Tinta ruber sifatnya adalah menempel di permukaan dan sifatnya solid (kuat di kain)

2. Tinta Sablon Oil Base / Solvent Tinta oilbase adalah tinta yang berbasis minyak. Karena berbasis minyak maka tinta oil base tidak mudah kering. Sifat berikutnya adalah perlu kerapatan screen yang kecil (Raster 77 LPI) 3. Tinta Sablon Special Effect Sablon special effect adalah sablon yang tidak menggunakan water maupun oilbase untuk menimbulkan effect tertentu. Contoh sablon discharge atau cabut warna. Flocking dan sebagainya.