Anda di halaman 1dari 15

WILAYAHEMARANG & PURWOKERTO

PEMELIHARAAN/UJI KAPASITAS RECTIFIER & BATTERY

PEMELIHARAAN RECTIFIER DAN BATTERY PERIODE TAHUN 2004

I. PENDAHULUAN
Pekerjaan Operation and maintenance merupakan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi beserta fasilitas pendukungnya, salah satu fasilitas pendukung utama adalah perangkat rectifier dan batere, pekerjaan ini guna menyangkut masalah pemeliharaan disertai dengan uji umur dan unjuk kerja maksimum. Sedangkan uji pembebanan batere. Pekerjaan pemeliharaan catu daya disini dimaksudkan memperoleh pembebanan batere disamping untuk mengetahui kapasitas batere saat itu, juga berfungsi untuk memberikan pelatihan kepada batere agar dapat mengisi (charging-rate I5/C5) dan membuang (discharging-rate I5/C5) muatan listriknya dengan arus yang konstan menurut standar waktu tertentu (mis, C5 = 5 jam). Uji pembebanan batere dapat dilakukan secara berkala 6 bulanan atau 1 tahun sekali, sedangkan pemeliharaan dapat dilakukan secara berkala dengan periode triwulanan maupun semesteran. I. Prosedur Pemeliharaan Catu Daya 48 VDC. Sebelum melangkah pada pelaksanaan pekerjaan, petugas pemeliharaan harus mengkoordinasikan Telekomunikasi) di pekerjaannya ruang kontrol dengan DIVOP petugas sesuai DATEL form (Pengendali SOP pedoman

Pemeliharaan Rectifier dan Batere 48 VDC terlampir. I.1. Pelaksanaan Pemeliharaan Rectifier 48 VDC. Pembersihan kotoran debu. Pembersihan kontak korosi dan pengencangan baut-baut kontak. Pengukuran tegangan "Ripple Voltage Charging" ( 200 mV dengan milivolt AC Digital//RP=1k, 5W). Pengukuran tegangan dan Pengujian Auto-Floating, High Rate dan Manual.

I.2. Pelaksanaan Pemeliharaan Batere 48 VDC.


Pembersihan ruang ventilasi, rak dan batere dari kotoran debu dan korosi. Pemberian vaseline seperlunya pada kontak pool batere.

Penambahan aquades hingga mencapai level 85 %. Pemeriksaan kondisi penghantar dan pengencangan baut inter cell batere. Gunakan Form Pemeliharaan batere : Pengukuran tegangan tiap sel dan tegangan total batere. Pengukuran berat jenis dan level elektrolit tiap sel, serta suhu ruang dan suhu batere. Jika dijumpai perbedaan tegangan persel 0,1V dari rata-rata (VAV = VTOTAL / Sel), lakukanlah

pemberian tegangan equalizing / boosting (High rate 1,5 V / Cell x 38 Cell = 57 V) pada batere. Jika diperoleh beberapa batere tegangan perselnya dan Rekondisi (Uji Kapasitas Batere) pada 1,45 Volt batere pada saat akhir charging (High rate), lakukanlah Proses Pelatihan seluruh tersebut.

II. Uji Kapasitas Batere 48 VDC.


Pelaksanaan uji kapasitas batere umumnya dilakukan satu tahun sekali. Uji kapasitas batere juga dapat memberikan efek yang baik bagi batere, khususnya bagi batere yang jarang mengalami pengosongan muatan listriknya (discharging to load). Sehingga uji kapasitas, dimana didalamnya terdapat pemuatan listrik (charging) dan pembebanan (discharging) dengan arus yang konstan maka batere akan terangsang sel-sel aktifnya untuk membangun energi baru yang lebih baik daripada sebelumnya. Pada periode yang sama uji kapasitas batere masih dapat diperkenankan 5 kali berturutturut jika prosentase kapasitas batere belum memenuhi kriteria standar tegangan 1 Volt nominalnya, yaitu per cell batere (baru) harus memiliki

setelah 5 jam pembebanan ( I5 / C5 ; ref. IEC - 623), atau minimalnya 80% (untuk batere yang telah dipergunakan) dari kapasitas nominal yang dimilikinya (ref. Vendor Batere).

II.1. Uraian Pelaksanaan Uji Kapasitas Batere.


Gunakan Form Uji Kapasitas Batere (form Charging / Discharging) dan ikuti alur pedoman SOP-DIVOP. CATU DAYA GANDA (Double Mode / Redundant Power Supply).

A.

Charging Manual, untuk memaksimumkan muatan listrik yang tersimpan 1. Padamkan Rectifier-1 (rect-1 = OFF), maka otomatis beban akan dipikul oleh rectifier-2. 2. Buka F3 (F3 = OFF) pada Rectifier-1, untuk memisahkan beban dengan rectifier & batere-1. 3. Pindahkan sakelar S-2 dari posisi 1 (AUTO) ke posisi 3 ( S-2 = MANUAL), aktifkan kembali rectifier-1 (rect-1 = ON). Maka batere-1 akan termuati muatan listrik (charging-manual). 4. Jika lampu LED monitor indikasi upper level telah menyala (umumnya batere yang telah mencapai tegangan floating = 53,2 V maka setelah dilakukan pemberian cahrging manual 10 s/d 30 menit, LED protection maxi V akan menyala), padamkan Rectifier-1 (rect-1 = OFF). 5. Diamkan batere-1 selama beberapa saat, agar suhunya turun pada standar normal (20
o

dalam batere.

C hingga 30

C).

Jika suhu batere belum mencapai nilai

standar, sebaiknya jangan dipaksa untuk uji pembebanan batere. B. Discharging DC Dummy Load , proses ini dilaksanakan setelah batere telah mencapai suhu standar yaitu untuk uji pembebanan batere selama 5 jam (standar C5) dengan arus beban konstan sebesar I5 . Atau jika waktunya sempit, lakukan dengan kurva C3 dengan I3 (lihat form spesifikasi batere-nya). 1. Ukur tegangan total batere dan tegangan per-Cellnya sebelum dilaksanakan uji pembebanan. 2. Periksa nilai F4, jika lebih kecil dari arus I5 gantilah F4 dengan nilai 1,4 x I5. Jika F4 lebih besar dari arus I5 maka uji pembebanan batere dapat dilakukan uji pembebanan batere, ukur tegangan total konstan, agar ketelitian uji kapasitas batere dapat dimulai. 3. Pada jam awal dipertahankan batere dan tegangan per-Cellnya. Arus pembebanan batere harus selalu dipertanggung-jawabkan. 4. Pada 10 hingga 15 menit kemudian, catat kembali tegangan total batere dan tegangan per-Cellnya. Data ini diperlukan untuk memperoleh besaran kurva "STEADY STATE" arus pembebanan batere. Lakukan kembali pengukuran tegangan total batere dan tegangan per-Cellnya pada tiap 1/2 jam untuk standar C3 (3 jam), maupun untuk standar C5 (5 jam). 5. Jika standar waktu pembebanan belum usai, tapi diperoleh per-Cell batere bertegangan = 0,2 s/d 0,3 Volt, maka batere tersebut harus segera di "SHORT CIRCUIT" dengan kabel khusus "JUMPER CELL" agar polaritas batere-nya tidak terbalik , sehingga batere menjadi cepat rusak. Jika

standar waktu pembebanan belum usai, tapi 50% dari total cell batere telah di "SHORT CIRCUIT", maka uji pembebanan batere boleh dihentikan. Karena batere dapat dipastikan berkapasitas sangat buruk dan harus segera dilakukan serangkaian pelatihan dan rekondisi yang lebih "INTENSIF" untuk mempertimbangkan ganti elektrolit ataupun ganti cell batere dengan yang baru. 6. Pada saat standar waktu (nominal) pembebanan batere telah usai, maka "DISCHARGING" harus dihentikan dan kumpulan data-data pengukuran batere diolah untuk memperoleh kurva grafik per-Cell dari total batere dengan standar tegangan akhir (end voltage) sebesar = 1 Volt. Selanjutnya dari kurva grafik ini dapat diperoleh kapasitas rata-rata, yaitu kemampuan rata-rata dalam menyimpan dan membuang muatan listrik dari total cell-batere yang diuji, yaitu: 7. Kapasitas Aktual = [Waktu aktual (1V End Voltage Discharge) / Waktu nominal] x AH (nominal batere).

C. Recharging Batere & Normal Load, untuk memaksimumkan kembali penyimpanan suhu standar. 1. Pindahkan sakelar S-2 dari posisi 3 (MANUAL) ke posisi 2 (HIGH RATE). Sekering F4 sesuai standar. 2. Aktifkan Rectifier-1 (rect-1 = ON), maka batere mulai terisi muatan listrik dari rect-1 (HIGH RATE). Amati besaran arus awal (initial current), tidak boleh melampaui batas kemampuan meter panel rect-1. Jika terjadi ketidak-normalan periksalah sebabnya (biasanya kondisi MANUAL tidak mau reset ditandai dengan slalu bekerjanya relay pembatas thermal F6), matikan rect-1 dan lepaskan modul A1, A4 dan A14). Pengisian secara "HIGH RATE" dilakukan maksimal selama 5 jam atau dapat dipindahkan sakelar S-2 dari posisi 2 (HIGH RATE) ke posisi 1 (AUTO) jika waktu dinas tidak mencukupi. Umumnya pengisisan batere dengan AUTO tanpa beban apapun, maka kapasitas maksimal batere akan terpenuhi (LED hijau, FLOATING menyala) pada ke-esokan harinya. 3. Setelah dapat dipastikan bahwa batere telah mencapai kapasitas maksimalnya dengan pengisian AUTO, sekering F3 dimasukkan kembali (F3 = ON). Maka sistem catu daya redundant (rect-1 & rect-2 = interkoneksi ) otomatis "NORMAL LOAD" yaitu pendistribusian arus DC pada beban 48 Vdc telah terpenuhi. muatan listrik dalam batere setelah dilaksanakan uji pembebanan. Proses recharging dilaksanakan setelah suhu batere kembali ke

CATU DAYA TUNGGAL (Single Mode Rectifier & Batere). Pelaksanaan proses charging manual, discharging DC dummy load, recharging batere dan normal load (FOT-JWOTS) adalah sama seperti yang telah diuraikan pada catu daya ganda (redundant). Namun ada konsekuensi yang harus ditangani pada pekerjaan uji kapasitas batere, yaitu diperlukannnya alat bantu guna mengantisipasi dampak terputusnya sistem komunikasi selama pekerjaan berlangsung. seperti gambar berikut. Alat bantu tersebut terdiri dari satu unit BLOCKING DIODE & FILTER dan BENCH SUPPLY 48 Vdc ,

PLN
AUTO

BENCH SUPPLY-1
MCB1

BENCH SUPPLY-2
MCB2

RECTIFIER

S2

HIGH RATE MANUAL

D1

D2 1/2 L

Diode Blocking + Filter

F4 F3

C
MCB3

1/2 L

LOAD FOT-JWOTS
(20 - 70 Vdc)

battery 48 Vdc

HEATER DUMMY LOAD (HDL - 48 V)

Gambar 1. Diagram piranti uji kapasitas battery 48 Vdc - catu daya tunggal. Bench Supply dipergunakan sebagai pengganti catu daya selama pekerjaan pemeliharaan berlangsung.

Uraian Pelaksanaan Uji Kapsitas Batere Pada Catu Daya Tunggal.


Gunakan Form Uji Kapasitas Batere (form Charging / Discharging) dan ikuti alur pedoman SOP-DIVOP. 1. Pasang BENCH SUPPLY dan operasikan pada tegangan 53,2 Volt + 0,7 Volt 54 Volt. 2. Hubungkan BENCH SUPPLY 54 Vdc pada terminal input alat BLOCKING DIODE & FILTER.

3. Periksa tegangan keluaran pada terminal output alat BLOCKING DIODE & FILTER 53,2 Volt. Tegangan ini adalah sama besar dengan tegangan

operasi CATU DAYA 48 Vdc ( 53,2 Volt). 4. Interkoneksikan CATU DAYA 48 Vdc (53,2 V) pada salah satu terminal beban cadangannya (misal terminal rectifier No. 81, sedangkan F12 = OFF / kondisi terbuka) dengan BENCH SUPPLY + BLOCKING DIODE & FILTER (53,2 V). 5. Masukkan sekering F12 (F12 = ON), maka terminal dicatu dengan catu daya redundant buatan. 6. Buka sekering F3 (F3 = OFF), guna mengisolir CATU DAYA 48 Vdc dengan peralatan. Maka sistem komunikasi tidak akan terputus, karena dicatu dari BENCH SUPPLY + BLOCKING DIODE. 7. Lakukan pekerjaan CHARGING MANUAL, DISCHARGING DC DUMMY LOAD dan RECHARGING BATERE seperti yang telah diuraikan pada Catu Daya Ganda (double mode / redundant Power Supply). 8. Setelah dilakukan pekerjaan recharging batere, masukkan kembali sekering F3 (F3 = ON). Maka catu daya redundant buatan terbentuk kembali. 9. Buka sekering F12 (F12 = OFF) untuk memisahkan CATU DAYA 48 Vdc dengan BENCH SUPPLY + BLOCKING DIODE (sistem komunikasi tidak boleh terputus). 10. Matikan BENCH SUPPLY (Power = OFF) dan yang terakhir adalah melepaskan kabel-kabel koneksi pada rectifier. III. Perhitungan Kapasitas Batere. Perhitungan kapasitas batere dimaksudkan guna mengetahui kapasitas sebenarnya dari batere yang diuji, yaitu kemampuan dalam menyimpan dan meluahkan muatan listriknya menurut standar waktu tertentu. Dengan diketahuinya kapasitas sebenarnya itu, maka dapat diketahui pula kapasitas operasi dari batere tersebut, yaitu melalui analisa aliran arus beban dengan interval waktu tertentu hingga batere tersebut mencapai batas tegangan kritis minimum peluahan (Nicad = 1V ; Lead Acid = 1,7 V minimum discharge voltage or end voltage of discharge). Dari uraian di atas, kapasitas batere dapat dinyatakan sebagai jumlah arus (konstan) yang mengalir pada beban hingga batere tersebut mencapai tegangan kritis minimum menurut interval waktu tertentu. Kapasitas batere dinyatakan dalam satuan Amper Jam (AH). Misal : Sebuah batere jenis Nicad (type, SBL 131). Dimana pada lembaran data teknis tertulis, End Voltage 1 V; C5 = 131 AH. Maksudnya adalah bahwa batere tersebut berkapasitas nominal (rated) = 131 AH menurut standar

waktu selama 5 jam (waktu nominal adalah indeks subscript pada C = capacity, dikodekan angka 5 pada C5). Maka jumlah arus nominal ( I5 ) yang mampu dikeluarkan oleh batere tersebut kepada bebannya dapat dihitung sebagai berikut : I5 = 131 AH / 5 Hour = 26,2 Amper. Jika, batere tersebut hanya mengeluarkan arus sebesar 13,1 Amper kepada bebannya, maka lamanya waktu untuk mencapai tegangan kritis minimum 1 V / cell, adalah: H = 131 AH / 13,1 A = 10 Jam. Akan tetapi jika batere tersebut dipaksa untuk mengalirkan arus kepada bebannya sebesar 131 Amper, maka lamanya waktu untuk mencapai tegangan kritis minimum 1 V / cell menurut perhitungan adalah : H = 131 AH / 131 A = 1 Jam = 60 menit. Sedangkan dalam lembaran data teknis tertulis bahwa, jika SBL 131 mengalirkan arus 127 Amper, maka lamanya waktu untuk mencapai tegangan kritis minimum 1 V / cell adalah jam (=30 menit). Sehingga dalam prakteknya untuk mengalirkan arus 131 Amper, maka lamanya waktu untuk mencapai tegangan kritis minimum 1 V / cell, niscaya lebih kecil dari 30 menit. Hal tersebut terutama disebabkan bahwa pada batere terdapat tahanan dalam (internal resistance) yang menimbulkan kerugian (losses), jika nilai tahanan beban mendekati nilai tahanan dalam tersebut, maka batere akan mengeluarkan arus listrik sangat besar dan menimbulkan panas yang berlebihan di dalam elektroda-batere sehingga proses netralisasi elektrolyte semakin cepat dan kapasitas batere menurun drastis. Oleh karena itu pada aliran arus 131 Amper, maka waktu yang ditempuh batere untuk mencapai tegangan kritis minimum 1 V / cell adalah sangat cepat, kurang dari 30 menit. Uraian di atas 131 AH). Pada kasus dimana batere telah lama dipergunakan dan kurang pemeliharaan, pelatihan dan rekondisi maka kapasitas batere tersebut akan adalah perlakuan pada batere baru yang prosentasi kapasitasnya masih 100% sesuai dengan nilai standar nominalnya (SBL 131 = = C5 / 131 A = C5 / 13,1 A = C5 / 5 H

sangat menurun. Sebagai misal adalah Batere-1, di lokasi PT. PLN (Persero) PPE, type SBL 131 topik utama kurva grafiknya dilukiskan dibawah ini :

V/Cell (volt)
Tegangan awal (no load) Initial drop-short voltage a few minutes first

Tegangan berbeban

0,925 Jam Kurva standar C3


Tegangan kritis minimum (1V end voltage)

Kurva uji tegangan peluahan sebenarnya

0,5

1,5

2,5

t (jam)

Grafik uji tegangan peluahan battery (arus beban I3 = 42,3 A) hingga mencapai tegangan kritis minimum (1V end voltage)

Arus pembebanan konstan (I3) Waktu nominal (standar C3) batere-1; kurva C3, PLN PPE).

= 42,3 Amper. = 131 AH / 42,3 A = 3 Jam.

Rata-rata waktu sebenarnya (1V end voltage, 38 cell) = 0,925 jam (lihat Maka prosentasi kapasitas = [Waktu sebenarnya / Waktu nominal] x 100 % = [ 0,925 / 3] x 100 % = 30,83 % Jadi, kapasitas batere (SBL 131 = 131 AH) yang sebenarnya, adalah = [ 30,83 / 100 ] x 131 40,4 AH. IV. Diagram Alir Diagram alir untuk pemeliharaan rectifier dan batere ini adalah sbb:

Mulai Perlengkapan K3 pelaksana: Masker anti uap H2 Pakaian anti elektrolit. Sarung tangan karet (berisolasi) Sepatu karet (berisolasi)

Lengkapi diri dengan perlengkapan Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3) Hubungi SPT bahwa pekerjaan akan dimulai

Periksa level cairan elektrolit battery cukup Pasang Bench Power Supply dan dioda blocking. Vbench = V rect single Apakah Rect. redundant atau single

kurang

Kondisi fisik Battery rusak?

ya

Ganti Battery

tidak Isi aquades (level 0,9max)

redundant Lepaskan beban rectifier ke beban (FOT) Rect & Batt #1 / #2 off B Beban dipikul rect dan batt #1 / #2 Rect & Batt #1 / #2 siap dipelihara Pembersihan kotoran/debu. Pembersihan kontak-kontak teroksidasi (korosi)

Pembersihan rect & batt

Charge Battery, manual boosting on

Periksa kondisi rectifier

tidak Rect. normal?

off

Monitor lampu indikasi upper level on

ya Periksa kondisi battery

Manual boosting off

Lepas rectifier pasang dc load bank

Discharge battery, ukur tegangan battery per cell setiap 30 menit

Arus <70A Pertahankan arus discharge konstan sesuai tabel spesifikasi battery. Maks. discharge 5 jam (sesuai tabel spek battery). Gunakan form Pengukuran Pembebanan Battery.

REV

DATE

ICON+ REFERENCE NO. Sheet : 1/2

APPROVED BY DESIGN ENGINEER DATE

CHECKED BY DESIGN ENGINEER DATE

STANDING OPERATION PROCEDURE PEMELIHARAAN RECTIFIER DAN BATERE 48VDC

10

ya

Teg. / cell battery < 0,3 Volt

ya

Tegangan < end voltage?

Shorted cell battery

tidak Ukur end voltage pada akhir waktu discharge yang ditetapkan

Cell rusak/lemah, ganti / rekondisi battery

ya

Tegangan < end voltage?

tidak

Battery baik. Lakukan pendinginan min. 1 jam

Lepas dc load bank

Recharge battery (rect on) sampai kondisi indikator floating on

Monitor Pemakaian arus pengisian battery. Posisi rect automatic.

ya Reset rectifier Rect. trip? B tidak ya Rectifier normal? Rect #1/#2 interkoneksi ke sistem Lanjutkan ke rectifier berikutnya

tidak Isi status pemeliharaan pada kartu gantung Periksa kondisi rectifier.

Hubungi SPT bahwa pekerjaan telah selesai

Selesai

REV

DATE

ICON+ REFERENCE NO. Sheet : 2/2

APPROVED BY DESIGN ENGINEER DATE

CHECKED BY DESIGN ENGINEER DATE

STANDING OPERATION PROCEDURE PEMELIHARAAN RECTIFIER DAN BATERE 48VDC

11

HASIL REKAP DATA DALAM RANGKA PEMELIHARAAN RECTIFIER DAN BATTERY DIV OPERASI DAN PEMELIHARAAN PERIODE BULAN JUNI TAHUN 2004

12

PENUTUP DAN KESIMPULAN.


Berdasarkan hasil uji kapasitas battery yang telah dilaksanakan oleh team pemeliharaan battery, maka dengan ini kami dapat laporkan hasil uji kapasitas battery seperti terlampir. Adapun pengujian yang dilakuan adalah dengan menggunakan rumus I5 atau C5, Sehingga dapat diketahui kapasitas battery yang sebenarnya, dari hasil uji tersebut dapat dikelompokan seperti berikut :

1.

Kondisi battery yang performancenya antara 10% - 50% sebanyak 37 set

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Lokasi GI Bekasi GI Duri Kosambi GI Serang Batt. II Diklat Suralaya Cab. Cianjur GI Bogor Baru Cab. Majalaya Pikitdro Proring Timur GI Padalarang UPD Bandung ACC cigereleng Batt. 1 PLTA parakan Kondang

AH 269 59 59 37 205 59 37 37 37 269 131 366 59

Jml 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2

No 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Lokasi GI Arjawinangun GI sunyaragi, batt. II GI Kebasen GI Pekalongan, batt. II GI Weleri PLTGU Tambak Lorok Cab. Semarang UPJ Semarang Disjateng GI Krapyak Sektor Surabaya PJB Surabaya

AH 59 59 59 59 59 70 70 37 59 269 59 59

Jml 2 1 2 1 2 2 1 1 2 2 1 1

Rekap :
SBL 37 AH SBL 59 AH NAL 205 AH : 5 set : 19 set : 1 set SBL 70 AH SBL 131 AH SBL 269 AH : 3 set : 2 set : 6 set SBL 366 AH : 1 set

13

2.

Kondisi battery yang performnacenya antara 50% - 70%, sebanyak 13 set.

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Lokasi Cab. Kebayoran UPB Cawang PPE GI Priok Timur Cab. Serang Banten Sektor Bogor Cab. Bandung ACC Cigereleng Cab. Cirebon

AH 70 470 131 59 37 70 59 366 37

Jml 1 2 1 2 1 1 1 1 1

No 10 11

Lokasi APJ Pekalongan Cab. Salatiga

AH 37 37

Jml 1 1

Rekap : SBL
37 AH : 4 set SBL 59 AH : 3 set SBL 131 AH : 1 set SBL 470 AH : 2 set SBL 70 AH : 2 set SBL 366 AHH : 1 set

3.

Kondisi battery yang performancenya antara 70% - 100 %, sebanyak 35 set.

No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Lokasi
Cab. Kramat Jati Cab. Bekasi Cab. Kota Cab. Priok Timur Pusdiklat JL Wijaya LMK Duren Tiga Cab. Depok GI Mampang Gandul TNC Training Gandul TNC System P3B Gandul PLN Pusat PPE Battery II PLTU Muara Karang PLTGU Muara Karang GI Tangerang

AH
37 37 37 37 70 70 37 70 131 366 131 269 131 269 70 59

Jml No
1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Lokasi
Cab. Tangerang Repeater Tenjo Saguling Sektor Cab. Sukabumi Cab. Cibogo Cab. Cimahi Ktr. Distribusi Bandung Cab. Bogor Cab. Purwakarta Sektor Priangan Udiklat Semarang Pikitring Semarang Ungaran

AH
37 205 37 37 37 37 90 37 37 37 37 70 269

Jml
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2

Rekap : SBL 37 AH : 14 set SBL 70 AH : 5 set SBL 59 AH : 1 set SBL 131 AH : 5 set SBL 90 AH : 1 set SBL 269 AH : 6 set SBL 366 AH : 2 set SBL 205 AH : 1 set

14

Usul dan Saran


Untuk kondisi battery yang mengalami penurunan kapasitas yang sangat drastis dibawah 50%, kami mengusulkan untuk dilakukan penggantian dengan battery kering yang disesuaikan dengan kondisi Rectifier atau dengan melakukan re - setting system rectifier untuk dapat dipasang battery kering. Untuk battery yang kapasitasnya attar 50% samapai dengan 70%, kami menyarankan untuk dilakukan rekondisi, hal ini bertujuan untuk meningkatkan atau membangkitkan kapasitas battery tersebut dengan cara mengganti cairan elektrolit dan chargrer and Discharger Demikian laporan ini disampaikan semoga dapat menjadi acuan dan

perhatian dalam rangka menjaga kehandalan system komunikasi yang diselenggarakan oleh PT Indonesia Comnets Plus,

15