Anda di halaman 1dari 11

BAB 9 PENGENDALIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

A. OVERHEAD PABRIK : DIRENCANAKAN, AKTUAL DAN PEMBEBANAN Overhead pabrik adalah bahan baku tidak langsung dan tenaga kerja tidak langsung serta biaya tidak langsung lainnya yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke produk selesai atau tujuan akhir biaya. Istilah lain yang dapat digunakan untuk overhead pabrik adalah biaya produksi, atau biaya tidak langsung. B. KARAKTERISTIK BIAYA OVERHEAD PABRIK Dua karakteristik yang perlu dipertimbangkan tersebut adalah : 1. Hubungan overhead pabrik dengan [roduk atau volume produksi. Pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk perlu diperhitungkan karena overhead pabrik adalah bagian dari biaya produk, tetapi pembebanan overhead pabrik sulit diperhitungkan karena biaya tersebut tidak dapat ditelusuri secara langsung kepada produk selesai seperti pembebanan biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Oleh karena itu, untuk membebankan overhead pabrik yang sewajarnya dibebankan kepada produk perlu mempertimbangkan hubungan overhead pabrik tersebut dengan produk atau volume produksi. 2. Overhead pabrik berurusan dengan elemen-elemen biaya yang berhubungan dengan perubahan biaya overhead pabrik terhadap perubahan volume produksi. Apabila overhead pabrik tersebut dihubungkan dengan perubahan volume produksi maka biaya overhead pabrik dapat dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. C. FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM PENENTUAN TARIF OVERHEAD PABRIK Faktor yang dapat mempengaruhi dalam penentuan tarif overhead pabrik adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Dasar yang digunakan Pemilihan tingkat aktivitas Memasukkan atau tidak memasukkan overhad pabrik tetap Menggunakan tarif tunggal atau beberapa tarif Menggunakan tarif yang berbeda atau untuk aktivitas jasa.

1.

Dasar yang digunakan Penentuan dasar tarif ditujukan untuk : a. Memastikan apakah sumber daya pabrik tidak langsung yang digunakan oleh perusahaan, produk dan pekerjaan yang dilakukan sudah mebebankan overhead pabrik secara wajar. b. Untuk meminimalkan biaya dan usaha klerikal, yaitu dengan cara memilih dasar yang paling sederhana dan paling mudah diukur. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan tarif overhead pabrik adalah : 1) Keluaran fisik 2) Bahan baku langsung 3) Tenaga pekerja langsung 4) Jam kerja langsung 5) Jam mesin Keluaran fisik (output fisik) Keluaran fisik adalah membagi anggaran atau estimasi overhead pabrik dengan estimasi keluaran fisik. Faktor ini adalah yang paling sederhana digunakan dalam membebankan biaya overhead pabrik kepada produk. Rumus : Overhead Pabrik per-unit = Biaya bahan langsung Biaya bahan langsung adalah membagi anggaran atau estimasi atau estimasi overhead pabrik dengan estimasi bahan baku langsung. Penggunaan tarif overhead pabrik yang didasarkan pada bahan langsung ini berbeda dengan penentuan tarif berdasarkan unit, jam kerja langsung maupun dengan berdasarkan jam mesin, dimana pada metode ini tarif overhead pabrik didasarkan pada prosentase per bahan langsung yang sama dengan metode berdasarkan jam tenaga kerja langsung. Dasar ini tepat digunakan jika operasi perusahaan lebih banyak menggunakan bahan baku langsung.

Rumus : = Jam Kerja Langsung Jam kerja langsung adalah membagi anggaran biaya overhead pabrik dengan jumlah jam kerja langsung. Metode ini digunakan untuk menyempurnakan metode berdasarkan pekerja langsung. Penggunaan dasar jam kerja langsung ini harus didasarkan pada : 1) Hubungan langsung antara jam kerja langsung dengan biaya overhead pabrik. 2) Adanya pekerjaan yang berbeda menyebabkan tariff upah yang berbeda karena perbedaan dari pada keahlian dan bukan karena pertambahan output. Metode jam kerja langsung dapat digunakan sebagai dasar dalam membebankan biaya overhead pabrik ke pekerjaan atau produk secara tepat dan adil apabila operasi para pekerja marupakan faktor yang utama dalam proses produksi. Rumus : = x 100%

Jam Mesin Jam Mesin adalah membagi anggaran biaya overhead pabrik dengan anggaran jam mesin. Metode jam mesin ini dapat digunakan membebankan biaya overhead pabrik ke pekerjaan atau produk apabila suatu perusahaan dalam operasi produksi lebih banyak menggunakan mesin, maka dasar yang paling tepat digunakan dalam menetapkan tarif biaya overhead pabrik kepada produk ataupun pekerjaan adalah menggunakan jam mesin. Rumus : =

2.

Pemilihan Tingkat Aktivitas Kapasitas atau Aktivitas adalah ukuran pabrik dan mesin serta sejumlah personalia yang bersifat tetap yang telah ditentukan sebelumnya oleh manajemen. Sedangkan Volume merupakan ukuran atas kegiatan perusahaan. Tingkat aktivitas yang dapat digunakan dalam menentukan tarif biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada pekerja ata produk adalah : 1) Tingkat Aktivitas Teoritis 2) Tingkat Aktivitas Praktis 3) Tingkat Aktivitas Aktual 4) Tingkatan Aktivitas Normal Aktivitas Teoritis Aktivitas Teoritis merupakan aktivitas untuk memperoduksi pada kecepatan penuh tanpa berhenti (100%) dari aktivitas yang ditetepkan. Perusahaan dianggap mampu bekerja pada tingkatan yang maksimum tanpa memperhitungkan adanya hambatan baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Tarif biaya overhead pabrik yang didasarkan pada kapasitas teoritis dapat dihitung dengan cara membagi anggaran biaya overhead pabrik dengan kapasitas teoritis. Rumus : Tarif Overhead Pabrik =

Aktivitas Praktis Aktivitas Praktis merupakan aktivitas yang memperhitungkan adanya kelonggaran untuk gangguan yang tidak dapat dihindarkan seperti; waktu yang tersita untuk reparasi, ketidak effisienan, kemacetan, pemasangan, kegagalan, pemogokkan, penanggulangan atau keterlambatan. Aktivitas ini merupakan aktivitas teoritis dikurang dengan hambatan-hambatan yang bisa terjadi yang diperkirakan berkisar antara 15% sampai dengan 20%. Tarif biaya overhead pabrik yang didasarkan pada aktivitas praktis ini dapat dihitung dengan cara membagi anggaran biaya overhead pabrik dengan aktivitas praktis.

Rumus : Tarif Overhead Pabrik =

Aktivitas Aktual Aktivitas Aktual merupakan kemampuan aktual yang bisa diharapkan operasi yang akan datang. Aktivitas ini juga merupakan aktivitas yang diharapkan didasarkan pada pendangan jangka pendek atau bersifat musiman, perubahan pada pasar dan mode. Tarif biaya overhead pabrik yang didasarkan aktivitas aktual ini dapat dihitung dengan membagi anggaran biaya overhead dengan aktivitas aktual. Rumus : Tarif Overhead Pabrik =

Aktivitas Normal Aktivitas Normal merupakan pemanfaatan mesin dan tenaga kerja pada tingkatan rata-rata yang konstan selama jangka waktu panjang sehingga cukup dapat menetralisir gejolak naik turunnya produksi. Tarif biaya overhead pabrik yang didasarkan pada aktivitas normal ini dapat dihitung dengan cara membagi anggaran biaya overhead pabrik dengan aktivitas normal. Rumus : Tarif Overhead Pabrik =

3.

Memasukkan atau tidak memasukan overhead pabrik tetap Metode harga pokok penuh atau Full Costing suatu metode dalam penentuan harga pokok dengan memasukkan seluruh unsur biaya produksi, baik biaya yang bersifat variabel maupun yang bersifat tetap. Tarif biaya overhead pabrik total dapat dihitung dengan cara memperhitungkan biaya overhead pabrik tetap dan biaya overhead pabrik variabel.

Metode harga pokok variabel atau Variabel Costing suatu metode dalam penentuan harga pokok hanya memasukkan biaya produksi yang bersifat variabel saja. Biaa overhead pabrik tetap tidak diperhitungkan dalam penentuan harga pokok. Tarif biaya overhead pabrik tanpa memasukan unsur biaya overhead pabrik tetap, atau hanya memasukkan unsur biaya overhead pabrik saja. 4. 5. Menggunakan tarif tunggal atau beberapa tarif Menggunakan tarif yang berbeda atau untuk aktivitas jasa.

D. PEMBEBANAN OVERHEAD PABRIK Pembebanan overhead pabrik kepada produk dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. 2. Penggunaan overhead pabrik berdasarkan yang sesungguhnya. Penggunaan overhead pabrik berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.

1) Penggunaan Overhead Pabrik Sesungguhnya (Aktual) Biaya overhead pabrik yang terjadi diakumulasikan atau dikumpulkan untuk tujuan : 1. Pelaporan kepada setiap kepala departemen yang mempunyai tanggung jawab atas semua biaya yang terjadi. 2. Membandingkan anggaran dengan tingkat operasi yang telah dicapai. Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik aktual adalah : Pengendali Biaya Overhead Pabrik Utang Usaha Beban Dibayar Dimuka Akumulasi Penyusutan XXX XXX XXX XXX

2) Penggunaan Tarif Overhead Pabrik Ditentukan Dimuka Tarif overhead ditentukan dimuka adalah tarif overhead pabrik ditentukan terlebih dahulu dengan membagi anggaran biaya overhead pabrik yang diharapkan akan terjadi di masa akan datang dengan total dasar alokasi biaya overhead pabrik yang dianggarkan.

E. OVERHEAD PABRIK YANG DIBEBANKAN Overhead pabrik yang dibebankan atau FOH Applied adalah pembebanan biaya overhead pabrik ke objek biaya dengan menggunakan tarif yang ditentukan dimuka. Rumus : BOP dibebankan = Trif Ditentukan Dimuka X Aktivitas Aktual Jurnal untuk mencatat overhead pabrik dibebankan : Produk Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Dibebenkan F. OVERHEAD 1. PABRIK SESUNGGUHNYA XXX XXX VS OVERHEAD PABRIK

DIBEBANKAN DAN ANALISIS VARIANS Overhead Pabrik Sesungguhnya vs Overhead Pabrik Dibebenkan Varians yang terjadi bisa mengakibatkan kelebihan atau kekurangan sebagai berikut : 1) Pembebanan terlalu tinggi (over applied) Pembebanan terlalu tinggi adalah varians yang timbul dimana biaya yang dibebankan terlalu tinggi dibandingkan biaya yang sesungguhnya terjadi. Saldo perkiraan akan dikredit apabila terjadi pembebanan overhead pabrik terlalu tinggi. 2) Pembebanan terlalu rendah (under applied) Pembebanan terlalu rendah adalah varians yang timbul dimana biaya dibebankan lebih rendah dibandingkan dengan biaya yang sesungguhnya terjadi. Saldo perkiraan akan didebit apabila pembebanan overhead pabrik terlalu rendah. 2. Analisis Varians Analisis varians yang dapat digunakan sebagai berikut : 1) Varians Pengeluaran (Spending Varians) Varians Pengeluaran atau varians anggaran merupakan penyimbangan yang terjadi antara biaya overhead pabrik aktual dengan anggaran fleksibel pada kapasitas aktual (anggaran yang disesuaikan untuk mencerminkan aktivitas). Jika biaya aktual lebih besar dari anggaran fleksibel pada aktivitas aktual maka penyimpangan tersebut dikatakan tidak menguntukngkan (unfavourable), sebaiknya apabila biaya aktual lebih kecil dari anggaran fleksibel pada aktivitas aktual maka penyimpangan tersebut dikatakan menguntungkan (favourable).

2) Varians Kapasitas Menganggur (Idle Capacity Varians) Varians Kapasitas Menganggur merupakan penyimbangan antara anggaran fleksible pada aktivitas aktual dengan jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan. Varians kapasitas mengenggur juga merupakan penyimpangan antara normal dengan aktivitas aktual dikalikan dengan tarif tetap. Rumus : Varians Pengeluaran (Spending Varians) BOP Aktual XXX Anggaran Fleksibel pada Aktivitas Aktual : Tetap : Aktivitas normal x tarif tetap XXX XXX ------- + XXX ------- XXX ==== Variabel : Aktivitas aktual x tarif variabel

Varians Pengeluaran Varians Kapasitas Menganggur (Idle Capacity Varians) Anggaran Fleksibel pada Aktivitas Aktual BOP Dibebankan (Aktivitas aktual x tarif total) Varians Kapasitas Menganggur (AN A.Akt) Catatan : AN = Aktivitas Normal A.Akt = Aktivitas Aktual

XXX XXX ------- ====

Selanjutnya penjumlahan antara varians pengeluaran dengan varians kapasitas menganggur merupakan varians total biaya overhead pabrik. Apabila terjadi kelebihan/kekurangan overhead pabrik (over/undeh FOH applied) maka penyebab terjadi kelebihan/kekurangan tersebut dapat diakibatkan oleh karena adanya penyimpangan dari varians pengeluaran dan varians kapasitas menganggur. G. DISPOSISI VARIANS Disposisi varians merupakan penempatan atau distribusi terhadap varians ditimbulkan baik kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik.

Kelebihan atau kekurangan biaya overhead pabrik, pada akhir periode dapat diperlakukan dengan cara : 1. 2. Menutupkan ke Ikhtisar Laba/Rugi Menutup ke Harga Pokok Penjualan

Menutup Kelebihan / kekurangan ke Ikhtisar Lapa/Rugi. Jurnal untuk menutupkan kelebihan biaya overhead pabrik ke Ikhtisar Laba/Rugi adalah : Pengendali Biaya Overhead pabrik Ikhtisar Laba/Rugi XXX XXX

Jurnal untuk menutupi kekurangan biaya overhead pabrik ke Ikhtisar Laba/Rugi adalah : Pengendali Biaya Overhead pabrik Ikhtisar Laba/Rugi XXX XXX

Penyajian dalam Laporan Laba/Rugi. Penyajian kelebihan/kekurangan biaya overhead pabrik dalam Laporan Laba/Rugi dengan mengurangkan atau menambahkan langsung Kelebihan/Kekurangan biaya overhead pabrik pada Harga Pokok Penjualan pada aktivitas normal. PT. X Laporan Laba/Rugi Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006

Penjualan Harga Pokok Penjualan Kekurangan/Kelebihan BOP Dibebankan Laba Kotor Beban Operasi : Beban Pemasaran Beban Administrasi Laba Operasi

Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX (-/+) Rp. XXX Rp. XXX (-)

Rp. XXX Rp. XXX

Rp. XXX Rp. XXX

(-)

Menutupkan Kelebihan/Kekurangan ke Harga Pokok Penjualan Jurnal untuk menutupi Kelebihan/Kekurangan biaya overhead pabrik ke Harga Pokok Penjualan adalah : Harga Pokok Penjualan Pengendali Biaya Overhead Pabrik XXX XXX

Jurnal untuk menutup Kelebihan/Kekurangan biaya overhead pabrik ke Harga Pokok Penjualan adalah : Pengendali Biaya Overhead Pabrik Harga Pokok Penjualan XXX XXX

Penyajian dalam Laporan Laba/Rugi. Penyajian Kelebihan/Kekurangan biaya overhead pabrik yang ditutupkan pada Harga Pokok Penjualan dalam Laporan Laba/Rugi yaitu dengan memasukkan Kelebihan/Kekurangan itu sendiri dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan. PT. X Laporan Laba/Rugi Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006 Bahan Langsung yang Dipakai Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Total Biaya Produksi Persediaan Produk Dalam Peroses Awal Persediaan Produk dalam Proses Akhir Harga Pokok Produksi pada Aktivitas Normal Persediaan Produk Selesai Awal HPP Tersedia untuk dijual Persediaan Produk Selesai Akhir Harga Pokok Penjualan pada Aktivitas Normal Kekurangan Biaya Overhead Pabrik Harga Pokok Penjualan pada Aktivitas Aktual Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX

(+) (+) (-) (+) (-) (-/+)

Setelah diperhitungkan dalam Laporan Perhitungan Harga Pokok Penjualan, kemudian dimasukkan ke dalam Laporan Lab/Rugi sebagai berikut :

PT. X Laporan Laba/Rugi Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006 Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX

Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi : Beban Pemasaran Beban Administrasi dan Umum Laba Operasi

(-)

Rp. XXX Rp. XXX

(+)

Rp. XXX Rp. XXX

(-)