PEDOMAN PENCAHAYAAN

DEPARTEMEN KESEHATAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN MEDIK DIREKTORAT INSTALASI MEDIK

PEDOMAN PENCAHAYAAN Dl RUMAH SAKlT

DEPARTEMEN KESEHATAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN MEDIK DIREKTORAT INSTALASI MEDIK

SAMBUTAN

Pedoman pencahayaan di Rumah Sakit, sudah lama diharapkan, karena pencahayaan merupakan salah satu parameter kesehatan lingkungan dirumah sakit yang hams memenuhi persyaratan dan nilai tertentu. Pencahayaan yang kurang cukup dapat mengganggu pelayanan kesehatan dirumah sakit dan lebih jauh dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan. Pencahayaan sebagai salah satu faktor hospital engineering merupakan parameter yang sangat penting dalam menyelenggarakan dan meningkatkan mutu pelayanan dirumah sakit. Terbitnya pedoman pencahayaan dirumah sakit ini, dapat dipergunakan sebagai petunjuk atau pedoman untuk memperhitungkan kebutuhan daya listrik yang dipergunakan sebagai penerangan lingkungan rumah sakit sesuai dengan maksud dan keperluannya. Lebih lanjut, pedoman inidapat dipergunakan sebagaidasar perencanaan, penyusunan anggaran, perkiraan pemeliharaan dan penggantian fasilitas penerangan dirumah sakit. Tentunya pedoman pencahayaan ini masih terdapat kekurangan atau hal-ha1yang tidak sesuai dilapangan karena perkembangan teknologi perurnah sakitan, maka diharapkan saran-saran dan kritik demi penyempurnaan pedoman ini. Jakarta, Januari 1992 DIREKTUR JENDERAL PELAYANAN MEDIK

D R BROTO WASISTO MPH. NIP. 140022724

KATA PENGANTAR
Pedoman Pencahayaan dirumah sakit ini disusun atas dasar Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI No. : 385/Yanmed/Instmed/VI/1990. Pedoman pencahayaan ini dimaksudkan untuk dapat membantu pengelola rumah sakit dalam rangka merencanakan, menyediakan, memasang instalasi listrik untuk pencahayaan dirumah sakit. Kriteria yang terdapat dalam pedoman ini didasarkan atas pertimbangan norma-norma kesehatan lingkungan rumah sakit dan hospital engineering. Dengan demikian, diharapkan bila kriteria pencahayaan dirumah sakit diterapkan dan dipenuhi oleh pengelola rumah sakit akan dapat memperlancar dan meningkatkan pelayanan dirumah sakit dan menambah citra rumah sakit dari segi kualitas lingkungan sebagai tempat yang nyaman, terang dan aman. Sesuai dengan teknologi dibidang pencahayaan, kemajuan teknologi pelayanan medik dan perkembangan perumah sakitan yang cenderung maju dan berubah dengan pesat, kiranya pedoman ini akan selalu mengikuti perkembangan tersebut. Dengan demikian, karena kererbatasan kemampuan dan kekurangan informasi tentunya masih banyak hal-hal yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu masukan dari para pembaca dan terutama para ahli dalam bidang pencahayaan sangat kami harapkan. Jakarta, Januari 1992 Kepala Direktorat Instalasi Medik

IR. SUDIMAN
NIP : 140018756

KATA SAMBUTAN

..............................................................

I

KATA PENGANTAR

............................................................ III
1
3

I.
I1.

PENDAHULUAN

................................................................

THEORI PENCAHAYAAN

.........................................
........................................

I11. . PELAYANAN RUMAH SAKIT

17
25

IV.

KATAGORI PENCAHAYAAN PADA RUANGAN

...........

LAMPIRAN ............................................................................. 41 DAFTAR PUSTAKA

.......................................................

48

G. agar tidak mengalami kesulitan dalam ha1 pengukuran pencahayaan dilapangan serta batasan luas bidang kerja yang diukur.BAB I.berasal dari PLN atau pembangkit tenaga listrik yang dimiliki rumah sakit.D. b. Untuk menghitung keperluan penerangan dirumah sakit. c. Peningkatan kecermatan. d. pencahayaan yang baik hams memperhatikan hal-ha1 berikut : a. Pemilihan sistem penerangan yang sebaiknya dipergunakan. ditentukan oleh beberapa faktor antara lain : a. Biaya penggantian instalasi termasuk penggantian lampu-lampu. Intensitas penerangan umum dalam ruangan. PENDAHULUAN Pencahayaan dirumah sakit pada umumnya menggunakan sumber energi listrik yang. Suasana yang lebih nyaman. B. efektif. Katagori pencahayaan diberikan nilai dengan notasi huruf A. Pencahayaan mengkonsumsi energi dan memberikan pengaruh besar pada fungsi penggunaan ruang suatu bangunan. . Kesehatan yang lebih baik.I.F.H. nyaman untuk penglihatan. Pedoman pencahayaan dirumah sakit ini memuat beberapa penjelasan dan theori pencahayaan serta katagori pencahayaan pada ruangan-ruangan dirumah sakit yang disesuaikan dengan bidang kerjanya. c. Biaya pemakaian energi. e. C. b. d. Dalarn pedoman pencahayaan ini kita coba memahami sedikit mengenai sistem satuan. tidak menghambat kelancaran kegiatan.E. Biaya instalasi. Keselamatan pasien dan tenaga medis/paramedis. Sistem pencahayaan hams dipilih yang mudah penggunaannya. Intensitas penerangan dibidang ke rja. tidak mengganggu kesehatan terutama dalam ruang-ruang tertentu dan menggunakan energi yang seminimal mungkin.

000 2.000 C D E F G ' H I .500 15.000 5.000 diharapkan 30 Maksimal 50 100 200 500 1.000 A B 75 150 300 700 1. - LUX Katagori Penerangan Minimum 20 50 100 200 500 1.000 10.000 20.000 5.000 7.500 3. yang diharapkan dan maximal.000 10.Masing-masing notasi huruf mempunyai nilai intensitas penerangan 3 (tiga) macam yaitu nilai minimal.OOO 2.

radio. Gambar 1 : Dispensasi Wama . Jadi cahaya itu suatu gejala getaran.420 mili . Pengertian Cahaya 1. Gelombang-gelombang ini hanya berbeda frekwensi saja.BAB I1 TEORI PENCAHAYAAN 1. Kecepatan rambat V gelombang-gelombang elektromagnetik diruang bebas sama dengan 3. 1 rnikro (1 mikro) = lo3 mm. Jika frekwensi sama dengan f dan panjang gelombang adalah (lamda) maka berlaku rumus X = V/f. Karena sangat kecil. 1 mili rnikro (lmm) = lo6 mm.1. Setiap daerah memiliki suatu warna tertentu : Ungu Biru Hijau Kuning Jingga Merah = = = = = = 380 420 495 566 589 627 .'780 mili mikro. Panjang gelombang berkisar antara 380 . televisi. Cahaya adalah smtu gqala f a i s . Suatu sumber cahaya memancarkan energi.566 mili .495 mili . Gejala-gejala getaran yang sejenis dengan cahaya ialah gelombanggelombang panas. Perambatan cahaya di ruang bebas dilakukan oleh gelombanggelombang elektro magnetik. sebagian dari energi ini diubah menjadi cahaya tampak. radar dan sebagainya.105 km per detik. panjang gelombang cahaya dinyatakan dalam satuan mikro atau milimeter.589 mili - mikro mikro mikro mikro 627 mili mikro 780 mili mikro 1 spektrum warna Warna-warna tersebut diatas disebut spektrum warna.

Satuan Satuan Satuan Satuan Satuan penting yang digunakan adalah : untuk intensitas cahaya : Candela (Cd) untuk flux cahaya : lumen (Im) untuk intensitas penerangan : lux (lx) untuk sudut ruang : steradian (sr) 2. tetapi energi radiasinya tidak merata.1. Kawat tahanan yang dialiri arus listrik akan berpijar dan memancarkan cahaya. Sinar-sinarnya dibiaskan sedemikian rupa sehingga terjadi suatu spektrum. Jumlah energi yang dipancarkan sebagai cahaya ke suatu jurusan tertentu disebut intensitas cahaya dan dinyatakan dalam satuan candela (cd) .Ultra ungu Ungu Biru Biru Hijau Hijau Kuning Jingga Merah Cahaya putih dapat diuraikan dengan menggunakan prisma kaca (Gambar 1). Intensitas Cahaya. sumber cahaya demikian. misal lampu pijar dinamakan pemancar lampu pijar memancarkan energi cahaya kesemua jurusan. Warna-warna Spektrum ini dinamakan cahaya satu warna atau cahaya monokrom. Warna-warna tersebut juga tampak pada pelangi yang terjadi karena pembiasan cahaya oleh titik-titik air hujan.

Sumber cahaya yang ditempatkan dalam bola (lihat gambar 1. Suatu sumber cahaya yang memancar sama kuat ke setiap jurusan dinamakan sumber cahaya serangan.Gambar : Garnbar 1. Satuanintensitas penerangan adalah lux (Lx) dan berlambang E. Jadi jumlah candela sama dengan jumlah lumen persteradim I = 2.3. Intensitas Pmrangan Intensitas penerangan atau ilumirasi pada suatu bidang ialah flux cahaya yang jatuh pada Zm2 bidangitu.) memancarkan cd ke setiapjurusan jadi permukaan haya akan mendapat penerangan merata. 1 lux = 1 lumen per m2 Gambar : Gambar 1. Atau dalam bentuk rumus : 0 / W cd dimana 0 (phi) adalah lambang untuk flux cahaya. . Contoh : Jika intensitas cahaya 1 cd melalui sudut ruang 1 sr akan mengalir flux cahaya lm.2.3.2.

Luminasi yang besar akan menyilaukan mata seperti sebuah lampu pijar tanpa armatur. Jumlah steradian suatu sudut ruang dinyatakan dengan lambang a (Omega).4. Dalam bentuk rumus : . maka sudut ruang yang dipotong dari bola oleh jari-jari ini disebut satu steradian. Karena luas permukaan bola sama dengan 4 R rSmaka disekitar titik tengah bola dapat diletakkan 47r sudut ruang yang masing-masing sama dengan satu steradian. Luminasi ialah satuan ukuran terang suatu benda.3" Contoh : Dari permukaan sebuah bola dengan jari-jari r ditentukan suatu bidang dengan luas r2 kalau ujung suatu jarijari kemudian menerangi tepi bidang itu. Gambar Lingkaran. = = 0/A lux 1000/10 = 100 lux Steradian Misal : Panjang busur lingkaran sama dengan jari-jarinya. Luminasi suatu sumber cahaya atau . 1 rad = 360°/2 n = 57.suatu permukaan yang memantulkan cahaya ialah intensitas cahayanya dibagi dengan luas semua permukaan. Kalau kedua. maka sudut antara dua jari-jari ini disebut satu radian disingkat rad. ujung busur itu dihubungkan as titik tengah lingkaran.Jika suatu bidang dengan luas A mPditerangi dengan 0 lumen maka intensitas penerangan rata-rata di bidang itu : E rata-rata = 0 / A l u x Bila 10 m2 diterangi dengan 1000 lumen diperoleh : E rata-rata 2.

Gambar 1. . Dimana : L = Luminasi dalam satuan cd/cm2 I = intensitas cahaya dal& satuan cd. As= luas semu permukaan ddam satuan cm2 kalau luminasinya sangat kecil dapat juga digunakan satuan cd/m2. 1 cd/cm2 = 10.000 cd/m2. Luminasi buku A lebih besar dari pada lurninasi meja B. Luas semua permukaan ialah luas proyeksi sumber cahaya pada suatu bidang rata yang tegak lurus pada arah pandang jadi bukan luas permukaan seluruhnya.4. Contoh : Luas semu permukaan dua bola.

3. Cara pemasangan biting didalam armatur. Cara pemasangannya pada dinding atau langit-langit.0796 cd/m2 Surya tidak menyrlaukan. S i s t i m Penerangan. Jika bola-bolanya 100% tembus cahaya dan I luminasi masing-masing bola sama dengan : Dari bola kecil : L L = = 1 cd. e. Luminasi armatur bola dan kaca putih susu umumnya tidak dibuat melebihi dari 0. c. Bola kecil dengan jari-jari r As = = 1m @ re = @ m2 D a r i bola besar dengan jari-jari r1 = 2 m.Armatur ditentukan oleh : a.Gambar. Penyebaran cahaya d q i suatu sumber cahaya tergantung pada konstruksi sumber cahaya itu sendiri dan pada konstruksi armatur yang digunakan. b. Pelindungan sumber cahayanya.318 cd/m2 Dari bola besar : = = 1/4 n = 0. lurninasi sumber cahaya tidak boleh terlalu besar. Sistim Penerangan dan Armatur 3. Penyebaran cahayanya. d.3 cd/cm2.4). (lihat gambar 1. . Penyesuaian bentuknya dengan lingkungan. Konstruksi. maka I/As I/Asl = l/?r = 0.1.

40% 0 . Penerangan langsung b. Berdasarkan konstruksinya atas armatur biasa. 4. 2. Klasifikasi Sistim Illuminasi.100% 60 . kedap rembesan air. armatur pancaran lebar dan pancaran terbatas. Penerangan tak langsung .Berdasarkan pembagian flux cahayanya oleh sumber cahaya dan armatur yang digunakan dapat dibedakan sistem penerangan dibawah ini.90% 80 40 . 4. Berdasarkanpenggunaannyaatas aimatur. . slang. Terutama penerangan tak langsung e. 3. Penerangan campuran atau penerangan besar d. sebagian langsung. Sistim Penerangan langsung kebidang kerja a. untuk penerangan langsung. difus sebagian besar langsung dan tak langsung. penerangan industri.80% 10 . kedap air. Berdasarkan sifat penerangannya atas armatur. yaitu : 1. Terutama penerangan langsung c.untukpenerangan dalam. Berdasarkan cara pemasangannya atas armatur langit-langit dinding gantung. 5. rak. Berdasarkan bentuknya atas armatur balon. penerangan luar. terdiri dari armatur gantung memakai pipa dan armatur gantung memakai kabel. penerangan dekorasi dan armatur yang di tanam didinding atau langitlangit yang tidak ditanam. pinggan. kedap letupan debu dan kedap letupan gas.10% - Armatur-armatur larnpu dibagi menurut beberapa cara.

4. Illuminasi ini termasuk sistim langsung yang memancarkan separuh cahaya ke bawah dan separuh keatas dan tidak kurang ke arah mata kita. untuk dipantulkan kemudian menerangi keseluruhan bagian ruangan berupa cahaya diffus. 5. Illuminasi Dijfus.3. Pada illuminasilangsung90%. Bagian )rang diserap menimbulkan panas pada permukaan tersebut. 4. 4. Sebagian da-i cahaya yang mengenai suatu permukaan akan diserap oleh permukaan itu. Illuminasi semi tidak langsung. nluminasi langsung. Illuminasi tidak langsung : 90%-100% dari pada cahaya diarahkan ke arah langit-langit dan dinding bagian atas. . Masalah bayangan dan kesilauan masih terdapat pada sistim illuminasi ini. Illuminasi tidak langsung.4.2.1.4. 4. nluminasi semi tak langsung : 60%-90% dari pada cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas. llluminasi semi langsung. Absorpsi. dan sisanya ke bawah.100%dari pada cahaya diarahkan secara langsung pada permukaan yang perlu diterangi. Pada illuminasi semi langsung : 60%-90% dari pada cahaya diarahkan langsung kepada permukaan yang perlu diterangi. Langitlangit dan dinding serta objek-objek didalam ruangan perlu diberi warna-warna cerah supaya tampak menyegarkan. sedang selebihnya menerangiJdipantu1kan oleh langit-langit dan dinding. rnaka langit-langit perlu dibkri finishing dan pemeliharaan yang baik masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi. Plesteran putih mempunyai effisiensi pantulan 90% sedang cat putih (mat) antara 75 dan 90%.5.

5. 3. Untuk suatu rumah sakit. 4. 6. 3. Suasana kerja yang lebih nyaman. Intensitas Penerangan Intensitas penerangan E dinyatakan dalam satuan lux sama dengan jumlah (m/m4 jadi plux cahaya yang diperlukan untuk suatu bidang kerja seluas A m4 = 0 = E x A lm. 4. flux cahaya -yang &serap a = flux cahaya yang mengenai permukaan. Peningkatan kecermatan. Intensitas penerangannya di bidang kerja. Intensitas penerangan umumnya dalam ruangan. Biaya pemakaian energinya. Bagian flux cahaya yang diserap oleh suatu permukaan ditentukan oleh faktor absorpsi a permukaan itu. Kesehatan yang lebih baik.Permukaan yang gelap dan buram menyerap banyak cahaya.). . Cara perhitungan Pencahayaan Rumah Sakit. Keselamatan ke j a yang lebih baik. 2. Faktor yang mempengaruhi sistim penerangan : 1. 1. Biaya instalasinya. penerangan yang baik antara lain memberi keuntungan-keuntungan : 2. Biaya pemeliharaan instalasinya antara lain biaya penggantian ke lampu-lampu. Untuk menentukan plux cahaya diperlukan efisiensi atau 1 endemen : Efisiensi = 0g --- 00 dimana : 0g adalah flux cahaya yang dipancarkan oleh semua sumber cahaya yang ada dalam ruangan. 5. Peningkatan pelayanan.

Pertama-tama ditentukan jenis lampu dan armatur yang akan digunakan. langsung atau tak langsung setelah dipantulkan oleh dinding dan langitlangit.l . Faktor refleksi dindingnya (5) faktor refleksi langit-langit (rp)dan faktor refleksi bidang pengukuran (rm). =siensi atau rendemen armatur (v). b. Dan efisiensi penerangan dan 0g = E x A lm diperoleh rumus flux cahaya : Ex A 00= -----. Suatu ruangan gambar ukuran 8 x 16 cm dan tinggi 3. Indeks ruangannya.3 Warna gelap : 0.5 Warna sedang : 0. yaitu untuk : Warna putih dan warna sangat muda : 0.20 m. Untuk menentukan efisiensi penerangan harus diperhitungkan : a. c. hams diberi penerangan jumlah larnpu yang diperlukan ditentukan sebagai berikut : a. Untuk contoh dipilih armatur 4 x TL 40 W menurut tabel 2.00 adalah flux cahaya berguna yang mencapai bidang kerja. Flux cahayanya 4 x 3000 lumen per armatyr.7 Warna muda : 0. b. Kemudian ditentukan faktor-faktorrefleksinya berdasarkan warna dinding dan langit-langit ruangan.Im dimana : n A = luas bidang kerja dalam m2. E = intensitas penerangan yang diperlukan di bidang kerja eGsiensi dan endemen penerangan ditentukan oleh tabel-tabel.

rp.60 . Untuk contoh ini ditentukan : c. misalnya 55%. Nilai ini juga berlaku untuk arrratur yang digunakan untuk contoh ini. 2. Efisiensi penerangannya untuk k = 2.5 : n = 0.57 + --------.---------.45 72 e.59.59 = 0. dalarn praktek digunakan kipas warna dengan faktor-faktor refleksinya. Selanjutnya ditentukan indeks bentuknya.57 dan untuk k = 2..3 ditentukan dengan interpolasi : 2.3 .Untuk menentukan faktor refleksi suatu warna.90 m di atas.60. Karenalampu-lampu dipasang pada langit-langit. Kalau armatur yang digunakan memiliki efisiensi lain.2 Dalam tabel 2 efisiensi armaturnya sama dengan 72%. Untuk contoh ini digunakan 1250 lux. Dari tabel 2 dapat dibaca : untuk k = 2 : n = 0. rwdan rm seperti tersebut di atas. ditentukan efisiensi penerangannya dari tabel 2 dengan nilai-nilai k. bidang kejanya berada kira-kira 0.57) = 0. Jadi efisiensi penerangannya tetap 0.30(16 + 8) h (P 1) + d.x 0.30 m.(0. Jadi : PI 16 x 8 K = -------.5 .3.59 2. Flux cahaya yang diperlukan dapat dihitung dari : . Intensitas penerangan yang diperlukan ditentukan berdasarkan tabel 1. maka h = 2.= 2.0.2 Efisiensi = 0. efisiensi penerangannya akan menjadi : 55 --. kemudiar. f.

5. Kalau lampu-lampunya diperbaharui setiap 2 tahun. maka d = 0. a(-J= -----. Jadi : E = 1250 lux A = 8 x 16 = 128 m2 = 0. Jumlah armatur yangdiperlukan dapat dihitungsetelah ditentukan faktor depresiasinya.8 (lihat tabel 2).59 n sehingga n = 1250 x 128 -------------.3) n n = efisiensi.2 .28.s d 0 armatur = 12000 lumen = 0.-------------n = ------.12000 x 0. Untuk contoh ini dapat diperkirakan.. Untuk ini berlaku : 0 armatur = 4 x 3000 = 12000 lumen.8 .Ex A 00= Atau -----.59 c 0.untuk keadaan dipakai nxd Jumlah lampu atau armatur n yang diperlukan dapat juga ditentukan langsung dari : a untuk contoh ini 00 Ex A .= untuk keadaan barn (lihat 1.. bahwa hanya akan te rjadi pengotoran ringan.0 ExA lampu 0 lampu x n x d Atau 00 Ex A 0 armatur 0 armatur x n x d flux cahaya lampu atau armatur dapat dilihat dari buku katalog.

Jumlah ini dapat dibagi atas 4 deret. lebih banyak daripada 3000 lumen. misalnya untuk serambi depan. yaitu sama dengan : ---. Luas A selalu dihitung dari ukuran bujur sangkar. Pada waktu instalasi diserahkan. atau 3 deret dari 9 armatur. masing-masing dengan 7 armatur. intensitas penerangan akan jauh lebih tinggi. luas A atap dihitung dari panjang dan lebar bujursangkar.8 Ini berlaku kalau setiap tabung TL menghasilkan 3000 lumen. Sesungguhnya flux cahaya yang dihasilkan sebuah tabung TL 40 W selama 100 jam nyala pertama.1562. maka armatur di tempat ini ditiadakan. Juga kalau sebagian dariruangan digunakan untuk keperluan lain. 1250 ..5 lux 0. Kalau kemudian ternyata bahwa di tempat serambi itu tidak mungkin dipasang armatur. jadi dalam keadaan baru.

antara lain : Gedung administrasi rumah sakit. Kelompok ini ditunjang oleh sarana pelayanan sebagai pelengkap kegiatan kelompok tersebut. . Pelayanan penunjang medis. Instalasi Farmasi. antara lain : CSSD. Instalasi Pemeliharaan Sarana. 4. Genset. Kamar Jenazah.3. Instalasi Laboratorium. antara lain : ICCU. Jenis Pelayanan Rumah Sakit.1.BAB 111 PELAYANAN RUMAH SAKIT Pada pelayanan rumah sakit ini. Laundry. kegiatan kelompok pelayanan adalah sebagai berikut : 4. Obstetric & Gynocolog.1. 4. Patologi dan sebagainya. Bedah sentral (Central Operating Theater). ICU.1. Kegiatan utama suatu rumah sakit adalah penyembuhan pada din seseorang atau banyak orang.4. 4. Instalasi Gizi.1. maka kegiatan rumah sakit dibagi dalam beberapa kelompok pelayanan. Incenerator. Phisiotherapy. Selasar dan sebagainya. 4. Pelayanan Penunjang Non Medis. antara lain : Rawat jalan (Poliklinik). diuraikan jenis pelayanan dan sarana pelayanan rumah sakit.1. Rawat Nginap dan sebagainya. sehingga orang tersebut dapat kembali melakukan kegiatannya sehari-hari tanpa terganggu oleh keadaan kelainan atau tidak normalnya fungsi fisik atau jiwanya. 4. Pelayanan Medis. Oleh karena besar dan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu rumah sakit. dan sebagainya.1.5. Dengan berpedoman pada rumah sakit yang terlengkap. antara lain : Radiology. Pelayanan Administrasi.1.2. Halaman/parkir. Pelayanan Perawatan. Gawat darurat (Emergency). pendidikan dan latihan dan sebagainya.

Ruang Ruang .2.2.2. 4.Ruang penerimaan pasien.Ruang Patologi klinik memerlukan ruangan-ruangan. Ruang ingenerator .Gudang ATK . pengambilan specimen + toilet. Sarana Pelayanan Patologi.Ruang Patologi Anatomi memerlukan ruangan-ruangan.Ruang bank darah.Ruang . steril supply. .Ruang toilet karyawan/pasien penunggu. .1. Ruang Direktur/Wakil Direktur .Ruang . . gibs.Ruang Serba Guna .Koridor - 4. 4.Ruang Administrasi/Sekretariat .2.Ruang . .Sarana Pelayanan Gedung Administrasi memerlukan ruanganruangan. - - - Ruang Penerirnaan/loket pasien/specimen Ruang Kasir.2. kasir.Ruang Kepala Bidang .4. .Ruang staf/Dokter .2.Ruang Kepala UPF . 4.3. .Ruang tunggu. periksa specimen.Ruang obat.Ruang steril dan non steril.2.1. Ruang Tunggu.2.Ruang Rapat/Sidang .Ruang bed-pen/spoelhok. Sarana Pelayanan Rumah Sakit.Toilet . staff + Locker.Sarana Pelayanan Rawat Jalan memerlukan ruangan-ruangan.3. .Ruang - penerimaan/loket pasien/specimen.3. Ruang Staff + Locker. 4. Ruang periksa specimen. tunggu.

2.Ruang Pemeriksa Specimen . Pelayanan Radiologi 4.Ruang Penerimaan pasien/Loket .Ruang Baca Film .~uang Pemeriksaan . Kedokteran Nuklir memerlukan ruangan-ruangan .Ruang WC.4.Ruang Ganti Pakaian .Ruang Tunggu .Ruang Dekontaminasi room .2.4.Ruang Staff + Locker 4.Ruang WC.4.2.Ruang Simulator .1.Ruang Tunggu .Ruang Atopsi .Ruang Periksa (Poli) .Ruang Therapi 4.Ruang Mould .Ruang Tunggu . .2. Radiologi Diagnostik memerlukan ruangan-ruangan .Ruang Gelap.4.Radiologi Terapi memerlukan ruangan-ruangan .3.Ruang Isotop storage .Ruang Lab.Ruang Kasir .4.3 Ruang Patologi Forensik memerlukan ruang-ruang penerimaan .Ruang Aplikasi .2. (RIA) + System Waste disposal . .3.Ruang Pemeriksaan (deteksi) .Ruang Penerimaan pasien .Ruang Loket .Ruang Periksa X-Ray . 4.2.Ruang Penerimaan Loket .Ruang Staff (loker) .Ruang Tnuggu .

6.Ruang Stretcher .Ruang Obat .Ruang Medikal Gas Pelayanan ICU Pelayanan ICU memerlukan ruangan-ruangan .Ruang Instrument .Ruang Perawatan .Ruang Gas Medis .Ruang Persiapan .Ruang Obat .Ruang Steryl Supply .Ruang Anastesia .Ruang Steril Supply .Ruang Staff .Ruang Locker .Ruang Perawatan .Ruang Loket .Ruang Spoelhok .7.2.Ruang Steril Supply 4.Ruang Tunggu . PelayananBedah/COT Pelayanan Bedah/COT memerlukan ruangan-ruangan .Ruang Teknik . 4.Ruang Locker .Ruang Tunggu .Ruang Periksa PelayananICCU Pelayanan ICCU memerlukan ruangan-ruangan .Ruang Transfer of Patient .2.Ruang Tunggu .2.Ruang Recovery .5.Ruang Setup up .Ruang Loker .Ruang Cleaning .4. .Ruang Bedah .

Ruang Penerimaan Bahan . Pelayanan Redeat 4.Ruang Staff/Adrninistrasi .10.. Pelayanan Rehabilitasi Medik 4.Ruang Locker + WC .Gudang untuk alat-alat Medis.Ruang Sterilisasi .2.Ruang Film X-ray & Chemicals .Ruang Gas Medis .Ruang Toilet .Ruang Packing . Pelayanan Obstetric & Ginecologi 4. Instalasi Farmasi Instalasi Farmasi memerlukan ruangan-ruangan .Ruang Cuci alat/sarung tangan .Ruang Gudang Transito in .2. Pelayanan Renal Unit 4.13. .11.Ruang Staff .Ruang Bahan-bahan yang mudah terbakar (ether) .Ruang Periksa 4.Ruang Obat .8.Ruang Steam Boiler .Ruang Staff .2.Ruang Bahan-bahan linen.12. kapas .2.Ruang Gudang Transito out .2.Ruang Administrasi .Ruang Sterilisasi Storage .9.Ruang Obat .Ruang Pengambilan 4.2. Prasarana CSSD Prasarana CSSD memerlukan ruangan-ruangan .

Ruang Cuci/trolleys .Ruang Scrub/giles .Ruang Konsultasi .Ruang Gudang .14.Ruang Cold Storage .Ruang pemeras/extractor .Ruang Dapur susu/teh .Ruang Gudang alat .Ruang Desinfectant .Ruang Dapur Diet .Ruang Locker toilet/staff .Ruang Timbang .Ruang Cuci Mesin .4.Ruang Administrasi/staff .Ruang Penyimpanan Mayat .Ruang Seterika .2.Ruang Penerimaan/Administrasi .Doby/laundry Ruang Penerimaan bahan kotor .Ruang Distribusi - 4.Ruang Penerimaan Bahan . Instalasi Gizi Instalasi Gizi memerlukan ruangan-ruangan .Ruang Distribusi makanan + ruang kontrol .Ruang Persiapan/meracik/cuci .Ruang Precleaning . Instalasi Kamar Jenazah Instalasi Kamar Jenazah memerlukan ruangan-ruangan : .Ruang Tunggu .15.Ruang pengering .Ruang Gudang bersih .Ruang Cleaning + Disposal .Ruang Jahit .Ruang Kantin .Ruang Periksa Mayat .Ruang Dapur Utama .2.

Ruang Sekretariat .Ruang Elektronik Medis dan Optik .2.2.1 7.2.Ruang Rapat/Diskusi .Ruang Locker 4.. Instalasi Pemeliharaan Sarana Instalasi Pemeliharaan Sarana memerlukan ruangan-ruangan . Prasarana Incenerator.Ruang Bengkel .Ruang Mekanikal .20.18.Sistem jaringan distribusi ke masing-masing yang terkait dengan sistem sentralisasi 4. Prasarana Laundry 4.Ruang Spare Part/Suku Cadang .2 1 .Ruang Upacara .Ruang Penyimpanan Peralatan 4. Genset 4.Ruang Kerja/Reparasi . .16. Pelayanan Gas Medis .Ruang WC .Ruang Penerimaan Laporan .Ruang Memandikan Jenazah .19.2.Ruang Elektrikal .2. Panel Utama PHB (Panel Hubung Bagi) 4.Ruang Gudang Peralatan .Ruang Kepala IPS .2.

U Perpustakaan Informasi Ruang Tunggu Gudang ATK Dapur Toilet Bidang Kej a Membaca.BAB I V KATAGORI PENCAHAYAAN PADA RUANGAN DENGAN BIDANG KERJANYA Pada Bab ini merupakan pedoman nilai pencahayaan pada bidang kerja dalam ruangan-ruangan tertentu. menulis & Pertemuan s. 13.a Membaca & menulis Penerimaan tamu/pengunjung Penyimpanan bahan/alat Pendistribusian makanan/minum Pencucian Katagori Pencahayaan D C D D D D C D D C C B 9. D. 4. 1. 8.d.a s. C. 3.a s. E. Gedung Administrasi No. 10.a s.d. C C . 5. F. mengetik & pengarsipan s. 11. Katagori pencahayaan pada masing-masing ruangan tersebut diberi kode A. B.d.a s.1. 14. G. 6.d.d. Hubungan kode katagori pencahayaan dengan besarnya lux adalah sebagai berikut : Katagori Pencahayaan A B C D E F G H I Pencahayaan Lux Footcandles 20-30-50 50-75-100 100-150-200 200-300-500 500-750-1000 1000-1500-2000 2000-3000-5000 5000-7500-10000 10000-15000-20000 2-3-5 5-7-10 10-15-20 20-30-50 50-75-10 100-150-200 200-300-500 500-750-1000 1000-1500-2000 5. H dan I. Nama Ruangan Direktur Wakil Direktur Sekretaris Rapat/Sidang Serba Guna Kepala Bidang Kepala UPF Administrasi T.d.a Membaca & menulis.a s. 12. 7. 2.d.

d.d. ray Pemeriksaan pasien Oral medicine Pengobatan pasien Konsultasi Pemeriksaan. mendis. Neuro-uptha emolog s.d. naik & Tanw tunln Membaca menulis & pengarsipan Sub Counter Menlbaca & menulis Dokter Para medik/Perawat s.a Pemeriksaan. membaca & menulis Injeksi Pengobatan pasien Exarninasi Pemeriksaan pasien Pain clanic Pengobatan pasien s.a X.r No.a Penerimaan pasien & C D D PenPtar Jalan penghubung Jalan penghubung.a Membaca & menulis Lecture Penyimpanan peralatan/barang Gudang Pengendalian udara bertekanan Kompresor Pencucian Ruang cuci ToiIet Pencucian D E E E E E E E E D B B C C .d.d. Nama Ruangan Entrance hall Administrasi Central Counter Ruang Tunggu Corridor Bidang Kerja Katagori Pencahayaan Penerimaan pasien Membaca.a Instalasi Pemeriksaan pasien Echo s.d.G.d. mengetik & Pengarsipan s.E.M.a s.d.G. s.a E.a Odotektomy Alveotektomy s.a E. pengobatan Oxondotia pasien Operative Dentistry s.d.

d. Paramedivperawat 8.d.a Pembuangan kotoran Persiapan bedah pasien Pembedahan pasien Penyimpanan baranglalat Pencucian Pendistribusian 111aka11an Pencucian D C F E C C C C D D E .ray Perawatan pasien Pengobatan pasien s. mengetik & pengarsipan Pengamatan laboratorium Pemindahan pasien s. Pertolongan pertarna 6 . 2.Gawat Darurat (Emergency) No.d.a Penyimpanan ganti pakaian Penyimpanan obat Pengamatan pasien Membaca. Locker 10. Wash stecher 5. Administrasi 1. Bidang Kej a Katagori Pencahayaan E C Laboratorium Koridor medik Koridor bedah Gas medik Mekanik X .ray Penyimpanan film X . Observasi 12. Narna Ruangan Ambulance intrance Ruang tunggu 3. Dokter 9. Informasi 4. Gudang obat 11.a Penyimpanan tabung gas medik Penyimpanan barang alat Pemeriksaan pasien Pemerosan film X .ray Karnar gelap Gudang Film Recovery Plaster Resusitasi Spoel hoek/disposal Preperation Kamar operasi Gudang Cuci Dapur Toilet Penerimaan pasien Penerimaan pasien & Pengantar Membaca & menulis Pencucian usungan Pengobatan Pemeriksaan pasien Membaca & menulis s. menulis.. Exarninasi 7.

Kepala UPF 6. Observasi Perawatan pasien 4. menulis.a s.a 7.a Pemeriksaan pasien Pengamatan pasien Pengobatan pasien s. Renal Unit & Luka Bakar Nama Ruangan Bidang Kerja Membaca.5.d. Recovery Membaca & menulis 5. mengetik & pengarsipan Membaca & menulis s.d. menulis. Locker Penyimpanwganti pakaian .d.d.Obstetric & Gynocolog (Kebidanan & Kandungan) I I Nama Ruangan Ruang tunggu Adrninistrasi Dokter PararnediYPerawat Observasi Isolasi/eclamapsi Melahirkan normal Melahirkan tidak normal Bedah Recovery Scrub up Rawat Ibu Rawat Bayi Locker Toilet Gudang Bidang Kerja Penerimaan Pasien & Pengantar Membaca. Asisten/dokter s. Paramedik Perawa s. mengetik & pengarsipan Membaca & menulis s.d. Tindakan Pengamatan pasien 3.a Penyirnpanan/ganti pakaian Pengobatan pasien Pencucian Katagori Pencahaym Kepala UPF Asisten Dokter Locker Ruang Renal Toilet Luka Bakar 1.a 8.a Perawatan Pencucian Perawatan Perawatan Penyimpanan/Ganti pakaian Pencucian Penyirnpanan barang Katagori Pencahaym C D C C E D E 5. Examinasi Pemeriksaan pasien Pengobatan pasien 2.d.

26. 25. 20.a Neorography Penyimpanan alat/bahan sterile Sterile storage Pencucian alat kej a Cleaningdisinfectan Pemrosesan film X-ray khusus Kamar gelap spesi Penerimaan pasien gawat Bed waiting Pengendalian alat X-ray Operator Dalam penghubung Koridor Jalan penghubung naik & turun Tanggd Penyimpanan peralatan Gudang Distribusi makanan Dapur Pencucian Toilet Ruang tunggu Administrasi . 27. 33. Nama Ruangan Bidang Kerja Katagori Pencahayaan C 1. 8. 24. 6.a Thorax s. 17. 4. mengetik & pengarsipan Ruang serba guna Aula Penerimaan pasien & pengantar R. 12. 5. 37. 3.d.a s. menulis. D C C E E C C B E A B C E C C C C C C C B B B B B B C C A C C B B B C C . 19. 35. 15. 13.d. Penerimaan bahan/alat Recieving Pemantauan Monitoring Pencucian darurat Emergency hall Pemeriksaan pasien Bucky Pembuangan limbah Waste disporsi Pemeriksaan pasien Mamography s. 32.d.d. 7. 18.a Tomography Angiocap diovasticular s. 21. 31. 9.a Staf Penyimpanan/ganti pakaian Locker Pemeriksaan pasien General examinasi Pemrosesan film X-ray Kamar gelap Penyimpanan film Gudang film Penyimpanan & Pengolahan bahan Barium Penyuntikan ke pasien Enema Persiapan peralatan kerja Aplikasi Pemeriksaan & persiapan alirt keja Storing isotor. 14. 2. 29.d. 16. 23. 22. 36. 11.a Card ography s. ' Penerimaan pasien & pengantar Membaca.d.a Measuring Membaca & menulis Kepala UPF s. sub tunggu Pemeriksaan pasien Examinasi s.Radiologi Diagnostik No. 10. 28. 34.d. 30.

r I Nama Ruangan I I I Bidang Keda Penerimaan pasien & pengantar Membaca.a Penyimpanan bahan/alat Ruang tunggu Adminishi Receptionis & Tile Bed waiting Examinasi Kepala UPF Sekretaris Asisten/radioterapy ParamediYperawat Perencanaan Data & arsip Photostudio Mask fitting Store mask Mould Chemotherapy Superfisual therapy Operator /Kontrol Pengobatan pasien s.a Jalan penghubung/gang Koridor Jalan penghubung. menulis.d. naik & turun Tangga Pengendalian listrik Panel listrik Persiapan radio aktif Penyiapan bahan radioaktip Pencucian & pens terilan Cuci & sterilisasi Penyimpanan bahan alat steril Store steril Pemeriksaan pasien Simulator Penyiapan pasien Aplikasi Perawatan pasien inap Kamar mandi Pengobatan pasien dengan Aller Pemrosesan film X-ray Kamar gelap Pembersihan pencucian Scrubbing Penyiapan pasien Preperation Pencucian Toilet .7. menge tik & pengarsipan s.a Membaca.d..5. Radioterpy/Kedokteran Nuklir I I No.a Penerimaan pasien Pemeriksaan pasien Membaca & menulis Membaca. menulis & mengetik Membaca & menulis s.a Pengendalian & pemantauan alat kerja radiasi Persiapan pas Therapy utama dengan Pengobatan pasien dengan Therapy utama tanpa s. menulis & pertemuan Membaca & menulis Pemeriksaan pasien s.d.d.d.

Kepal UPF s.a Staf Pengamatan laboratorium Tissue laboratory Periksa specimen Pengamatan & periksa specimen Penyimpanan & ke rja kimia Kimia Penyimpanan/ganti pakaian Locket Pencucian Toilet Ruang tunggu Administrasi C .d. Nama Ruangan Phatology Klinik Bidang Kerja Katagori Pencahayaan Penerimaan pasien & Pengantar Membaca.a 6. menulis & pengarsipan bket/kasir Penerimaan Specimen Penerimaan & pengumpulan specimen Meinbaca & menulis Kepal UPF s. Locker Pencucian 9. mengetik & pengarsipan Membaca. menulis & pengarsipan 3. Penerimaan Specimen Penerimaan & pengumpulan specimen Membaca menulis 5. Periksa specimen specimen Penyimpanan/ganti pakaian 8 . 2.- Pathologi Klinik 8c Photology Anatomy No. mengetik & pengarsipan Membaca. Ruang Tunggu Administrasi C D D D C C F B C Phatology anatomy Penerirnaan pasien & pengantar Membaca. menulis. Staf Pengamatan &' pemeriksa 7. menulis. b k e t Kasir 4.d. Toilet 1.

5. mengetik & pengarsipan 2. . 3.9. 13. . 9. 10. bahan yang mudah terbakar Penyimpanan bahan Penyirnpanan bahan Penyimpanan bahan berbahya Penyimpanan bahan kain/kapas Penyimpanan obat jadi Penyimpanan film & kimia Pengolahan bahan obat Penyimpanan tabung gas Penyimpanan alat medis Membaca. Tunggu Toilet 15. Katagori Pencahaym Gudang transito masuk Gudang transito keluar R.d. 7.Instalasi Farmasi No. Bahan linen/ kapas Gudang obat Gudang film X-ray & kimia 5. Narna Ruangan Bidang Kej a 1. 6. menulis & pengarsipan Membaca & menulis s. menulis. 8. Peracikan bahan 01 Gudang gas medis Gudang alat medis Administrasi Loket Kepala UPF Staf 11. 14. 4.a Penyerahan barang Pencucian 12. Membaca. R. R.

Surgely corridor C C C C B E B C D D D C B F B C C F F C C C C C C B B C B C 26.d. Penenmaan pasien & Pengantar Penyimpanan usungan pasien Pemindahan pasien Membaca.a Penyimpanan & ganti pakaian Pemantauan pasien Penyirnpanan usungan Perawatan pasien Pemantauan pasien Distribusi alat/bahan steril Pembiusan/perawatan pasien Membaca. Nama Ruangan . 13. BEDAH SENTRAL (CENTRAL OPERATING THEATER ) I No. 4. menulis. Medic corridor 25. 27. Ruang tunggu Bed saecher store Bed nansfer Administrasi . 3. 6. Minor Surgery 19. 30.a s. Air Lock 20.d. Mobile X-ray store 22. 10.10. 7.d. 11. 15. Equipment 18.5. 14. Preperation 23. 5. Bidang Kerja Katagori Pencahayaan 1. 34. menulis & pertemuan Penyimpanan peralatan Pembedahan kulit Pengendalian gas medis Pengamatan/kerja laboratorium Penyimpanan pesawat X-ray mobile Persiapan sebelum operasi Pembedahan besar Pemindahan pasien Pemindahan pasien PencuciaqlPembersihan pembuangan limbah Membaca & menulis Pengendalian listrik Pengendalian air panas Pengendalian air bersih Penyimpanan je& sementara Penyimpanan tabung gas medik Pencucian c C C D Kepala UPF Dokter Paramedik/perawat Staf Locker Monitor Bedpan Recovery Nurse station SteriU supply Anaestesi Perpustakaan/ kodrensi 17. 12. 31. mengetik. 8. Mayor Surgery 24. 2. 9. 33. Serub up Disposal Teknisi Mekanik Water heater Pump Mortmary Medical gas Toilet 33 . pengarsipan Membaca & menulis s. 29.a s. 32. 28. 16. Laboratorium 21.

Nama Ruangan Ruang tunggu Administrasi Kepala UPF Staf Bidang Kerja Pengantar Membaca. 8. menulis mengetik & pengarsipan Membaca & menulis s.5. 2.a Pemeriksaan Pencucian & pembersihan Pengamatan & pemeriksaan Penyimpanan Jenazah Penyimpanan alat pengangkut Pencucian alat kerja Penyimpanan barang/alat kerja Pencucian 3. 4. Penerimaan jenazah Kamar mandi jenazah Bedah forensik Ruang Jenazah Strecher Ruang Cuci Gudang Toilet 6. 1. 11. .1 1.d. 5. 10. 9. 12. 7. Kamar Jenazah/Bedah Forensik No.

1.a Penyimpanan tabung gas Penyimpanan peralatan Pencucian Autoclove/Sterilisasi Gudang obat Sentral monitor. R. mengetik & pengarsipan Penenmaan pasien Pemeriksaan pasien Perawatan pasien Pengawasan pasien.U. 2. Konferensi 7. 5.C. Bed pan store 4. membaca & menulis Membaca & menulis 6.d. Dokter Paramediyperawat . menulis & istirahat Pencucian usungan/tempat tidur Penyimpanan usungan/ tempat tidur Pensterilan bahan/peralatan Penyimpanan obat Pengawasanpasien.d. Minum/Istirahat & perpustakaan 8. menulis.C. I. menulis & pertemuan Membaca. Pasien Sentral monitor p s perawat Membaca. p s perawat & administrasi Ruang pasien Isolasi Gas medik Mekanikal Toilet I 1. menulis & membaca Perawatan pasien s. 3.a Penyimpanan/ganti pakaian Membaca. menulis. Bed pan washer 9. Adminismi Intermidiate patients R. mengetik & pengarsipan Membaca & Menulis s. 7. Jalan Penghubung/gang Membaca. Diagnosa R.C. Nama Ruangan Bidang Kerja 1.U Koridor Administrasi Dokter Pararnediy Perawat locker 6 .No.

mengetik & pengarsipan Penenmaan & pemenksaan pasien Membaca & menulis s. menulis.d. Periksa Dokter Perawat Locker Pasien Gudang Toilet Pengunjung pasien Membaca.Locker Gudang dbat R Minum/Istirahat & perpustakaan Autoclave/sterilisasi Gas medik Mekanik Bed pan waseer Dapur Cuci Toilet Penyakit Dalarn Penyimpanan/ganti pakaian Penyimpanan obat Membaca.a Penyimpanan/ganti pakaian Perawatan pasien Penyimpanan peralatan Pencucian . Tunggu Administrasi R. menulis 7 & istirahat Pensterilan bahan/perawatan Penyimpanan tabung g a s medik Penyimpanan peralatan Pencucian usungan/ tempat tidur Pendistribusian makanan Pencucian Pencucian R.

13. menulis. Administrasi Dokter Staf Locker Ruang tunggu Gymnasium Treatment Examinasi Physical & vocational therapy Exercise Hydratherapy Toilet Pompa/mekanik Physiotherapy Rehabilitasi Kecelakaan Bidang Kerja Membaca.a. mengetik & Penggarisan Membaca & menulis s. Pemeriksaan Pengobatan pasien Perawatan Pengobatan pasien Pencucian Pengendalian air bersih Pengobatan pasien Perawatan Katagori Pencahayaan I .d.5.a. Physiotherapy (Physical Rehabilitasi) I I I I No.d. Penyimpanan/ganti pakaian Penerimaan pasien & pengantar Perawatan pasien s.

5.D.D. mengetik & pengarsipan Membaca dc menulis Penyerahan bahan/alat steril C B C C B C C C C .a.S. menulis.d. Nama Ruangan Penenmaan bahan Precleaning Timbang Administrasi Gudang Cold storage Persiapan/meracik/cuci Dapur susu/teh Dapur utama Dapur diet Distribusi makanan & ruang kontrol Trolley & cuci Kepala UPF Staf Locker Kantin Konsultasi Bidang Kerja Penenmaan bahan Pencucian awal Penimbangan bahan Membaca. C C C D B B C C C C C C C C C C C .d. Penyaluran. Penenmaan Trolley Locker Delivery Gudang Wrapping Instrument Strelize Slerilisasi storagr Administrasi Staff Pengambilan Penenmaan barang bekas pakai Penyimpanan trolei Penyimpanan/ganti pakaian Penyerahan alat Penyimpanan bahan/alat Pembungkusan bahan/alat steril Pencucian alat Penstenlan bahan/alat Penyimpanan bahan/alat steril Membaca. No.S.S. Penyimpanan/ganti pakaian Makan. mengetik & pengarsipan Penyimpanan bahan Penyimpanan bahan Pengolahan bahan Pengolahan makanan cair Pengolahan bahan makanan s.14. C. rninum & pertemuan Membaca. menulis. menulis & wawancara Katagori Pencahayaan 1. Instalasi Gizi & C. pembagian makanan & pemantauan Penyimpanan & pemantauan trolei Membaca & menulis s.a.S.

menulis Pencucian Katagori Pencahayaan .15.a. Penyetrika/penggosokan Penjahit Penyimpanan bahan/alat s. Laundry No.a. Pengeringan s.' 5.d.d. Distribusi Staf Toilet Bidang Kerja Penerimaan bahan/pakaian kotor Pencucian s.a.d. mengetik pengarsipan Pengeluaran/penyaluran Membaca. Nama Ruangan Ruang penerimaan Desinfectan Scrub Mesin cuci Mesin peras Mesin pengeringan Ruang sterika Ruang jahit Gudang bersih Gudang alat Administ rasi R. Membaca.d. s. menulis.a.

a. . 13. 11. mengetik pengarsipan Pengeluaran/penyaluran Membaca. Laundry No. 6. menulis. 5. s. 12. Membaca. 1. 14. 4.a. Dis tribusi Staf Toilet Bidang Kej a Penerimaan bahan/pakaian kotor Pencucian s.d. menulis Pencucian Katagori Pencahayaan C C D C C C D D D C D 2. Penyetrika/penggosokan Penjahit Penyimpanan bahan/alat s.d. 9. Nama Ruangan Ruang penerimaan Desinfectan Scrub Mesin cuci Mesin peras Mesin pengeringan Ruang sterika Ruang jahit Gudang bersih Gudang alat Administrasi R. 8. 10.a.d.a. Pengeringan s. 7. 3.15.d.5.

menulis. 1. 2.d. Pehyimpanan peralatan Penyimpanan suku cadang Penyimpanan/ganti pakaian Pencucian Katagori Pencahayaan C D D D D E C 7.16. 10.d.a. 13. 4. Instalasi pemeliharaan sarana No. 5. Nama Ruangan Kepala IPS Sekretaris administrasi Rapat/diskusi Penerimaan laporan Kerjdreparasi Mekanik halus Mekanik kasar elektrik Elektronika medik & optik Bengkel Gudang peralatan Suku cadang Locker Toilet Bidang Kerja Membaca & menulis Membaca. D E C C 9. s. menulis & pengarsipan Perbaikan & perawatan peralatan s.a. 8. menulis & Pertemuan Membaca.a.d.a.d. 14. s. s. 11.5. 6.d. s. 12. D C C . 3.a. mengetik & pengarsipan Membaca.

poles) Pekerjaan biasa (pekerjaan bor. Mesjicl. mengukir) Pekerjaan halus (pekerjaan pemasangan halus. tangga. ruangan tunggu) 2. pemmelayani mesin-mesin kantor) Ruangan yang tidak digunakan terns-menerns untuk pekerjaan (rnanganarsip. suasana. Industri Pekerjaan sangat halus (pembuatanjam tangan. gang. Toko Ruangan jual dan pamer : toko-toko besar toko-toko lain Etalase : toko-toko besar toko-toko lain 5000 lux 2000 lux 1000 lux 500 lux 2500 lux 1000 lux 500 lux 250 lux 1000 lux 500 lux 2000 lux 1000 lux 250 lux 500 lux 250 lux 1000 lux 500 lux 125 lux 5. gereja. 1OOOlux 100 lux 500lux 50 lux . dun sebagainya 6. pemasangan biasa) Pekerjaan kasar (menempa dan menggiling) 4. bubut kasar. kempa halus.Tabel 1. Ruangan sekolah Ruangan kelas Ruangan gambar Ruangan untuk pelajaran jahit-menjahit 250 lux 500 lux 1000 lux 1000 lux 150 lux 250 lux 500 lux 500 lux 3. instrumen kecil dan halus. Kantor Ruang gambar Ruang kantor (untuk pekerjaan kantor biasa. KUAT PENERANGAN Sifat Pekerjaan penerangan pene rangan saneat baik baik 2000 lux 1000 lux 1000 lux 500 lux 1. Rumah tinggal Kamar tamu Penerangan setempat (bidang kerja) Penerangan umum.

tangga. 250 lux 500 lux 250lux 250 lux 125 lux 250 lux 125 lux 250 lux 125lux . gudang. kamar rias (penerangan setempat) Gang. garasi Penerangan setempat untuk pekerjaan-pekerjaan ringan (hobby. kamar mandi.Dapur Penerangan setempat Penerangan umum Ruangan-ruangan lain Kamar tidur. dan sebagainya) Penerangan umum 500 lux 250 lux 500 lux.

24 032 0.43 0.3 0.60 0.63 0.68 0.3 0.46 051 0.42 0.61 0.TABEL 2 ARMATUR PENERANGAN LANGSUNG (TL 40 W) efisiensi penerangan untuk keadaan baru - faktor deprasiasi untuk rnasa pemeliharaan - v rp k rw 0.39 0.5 r n m 0.50 0.19 0.56 0.39 0.80 0.27 036 0.64 0.59 0.l 0.54 0.1 0.1 0.19 0.23 0.24 032 0.46 0.5 03 0.22 0.27 032 0.54 0.1 0.5 0.80 0.1 0.66 0.59 0.64 0.43 0.66 0.40 0.48 0.62 0.49 0.62 0.44 0.6 0.3 0.70 x X .85 0.l 1 tahun 2 tahun 3 tahun arrnatur penerangan langsung % TBS 15 TCS 15 0.5 03 0.57 0.48 0.28 0.54 0.28 0.65 0.66 0.33 0.58 0.7 0.65 Pengotoran berat Pengotoran sedang Pengotoran rir~gan kisi la111el 1 0.

5 0.30 2 0.l 0.7 0.s 0.25 0.5 0.5 0.l 1 tahun 2 tahun 3 tahun armatur langsung k % rw 0.l 0.3 0.3 0.23 Pengotoranringan .s 0.28 0.16 0.14 roster sejajar 0.29 0.TABEL 4 ARMATUR TAK LANGSUNG (TL 40 W) efisiensi penerangan untuk keadaan baru faktor deprasiasi untuk masa pemeliharaan V rp 0.17 0.33 0.1 0.25 0.l 0.5 0.28 0.18 0.5 rm tak langsung GCB 0.1 0.15 0.26 0.19 0.22 0.20 0.3 0.

5 rnl 0.5 arnia~ur penerangan sebagian besar langsung % 0.3 0.l 0.l 0.1 0.l ltahun 2tahun3tahun CF X TLF 65 W .5 05 0.3 0.TABEL 3 ARMATUR PENERANGAN SEBAGIAN BESAR LANGSUNG (TL 65 W) efisiensi penerangan untuk keadaan baru v faktor depnsiasi untuk niasa pe~neliharaan 03 rp k rw0.s 0.1 0.7 0.l 0.

28 0.34 0.5 rnl 0.23 0.39 0.7 0.20 0.44 0.35 0.5 0.14 0.5 0.5 0.21 0.29 0.55 0.37 0.18 0.50 0.32 0.25 0.15 0.80 0.44 0.47 0.3 0.31 0.51 0.48 0.41 0.l 0.5 35 2 0.51 0.l 0.3 0.31 0.3 0.5 0.l l t a h u n 2tahun 3tahun armalur % NB 64 dengan lanipu pijar 300 W 0.17 0.45 O.28 0.41 0.25 0.16 0.48 0.43 0.41 0.21 0.41 0.37 0.32 0.6 0.56 0.19 0.TABEL 5 ARMATUR LAMPU PIJAR (300 W) efisiensi pcnerangan untuk keadaan baru faktor deprasiasi untuk masa pemeliharaan v rp k rw0.16 0.29 0.52 0.38 Pengotoran berat X X X 2.85 X 1 1 0.23 0.24 0.24 0.43 0.42 017 0.42 X 83 3 .20 0.35 0.12 0.14 0.18 Pengotoranringall 0.54 0.41 0.27 0.37 O.18 0.24 0.28 0.41 0.54 0.33 0.47 0.28 Pengotoran sedang 0.47 O.20 0.29 0.1 0.1 0.58 0.51 0.62 0.2 1.8 1 1.25 0.32 Op80 0.70 0.38 0.36 0.59 0.l 0.5 0.36 0.32 0.11 0.s 0.46 0.44 0.39 O.35 0.13 0.34 0.27 0.21 0.

20 0.11 0.58 0.06 0.11 0.04 0.11 0.11 0.11 0.22 0.14 0.11 0.5 03 0.12 0.11 0.l 0.13 0.15 0.08 0.25 0.27 0.17 0.05 0.27 0.07 0.1 0.7 0.10 0.16 0.06 0.28 0.lO 0.10 O.07 0.27 0.24 0.08 0.20 0.13 0.04 0.33 0.19 0. ----c 0.TABEL 6 ARMATUR PENERANGAN TAK LANGSUNG TL efisiensi penerangan untuk keadaan baru faktor deprasiasi untuk masa penleliharaan v rp k rw 0.06 0.08 0.17 0.3 0.09 O.09 0.18 0.19 0.28 0.24 0.14 0.17 0.5 0.14 0.12 0.19 0.05 0.14 0.07 0.09 0.04 0.26 0.070.18 0.2 1.05 0.09 0.l 0.06 0.5 70 2 2.09 0.lO 0.80 t 0..14 0.18 0.16 0.19 0.24 0.lO Pengotoransedang X X Pengotoranberat X X cP 4 .09 0.lO 0.13 0.21 0.05 0.3 0.08 0.17 0.13 0.09 0.18 0.l 6 bulan 1 tahun % rln Alur dengan TL p-g ____ .30 0.08 0.16 0.31 0.l O.5 0.6 0.30 0.3 0.04 0.21 0.06 Pengotoranringan 0.5 05 0.29 0.20 0.18 0.09 0.s 1 1.l 0.lO 0.08 0.11 0.03 0.06 0.5 70 3 0.21 0.17 0.

gedung Dit. 5. Instalasi listrik Arus kuat 2 oleh : P. E. Cipta kunja Dep.D m A R PUSTAKA 1. . Ies Lighting Handbook 1987 Application Volume 3. Van Harten Ir. Jen. Pu Referensi dari buku2 dan brosur dari Terbitan PT Philips Indonesia. Standard penerangan buatan didalam gedung . Seminar Kebijaksanaan Konservasi Energi pada Bangunan Gedung 4. Setiawan 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful