BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan, dimana mempunyai peranan sebagai prasarana transportasi barang maupun penumpang. Untuk mendukung kegiatan perdagangan, baik antar pulau dalam wilayah Indonesia maupun luar negeri diperlukan sarana pendukung lainnya, seperti angkutan laut dan pelabuhan beserta fasilitasnya. Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat kapal sandar, berlabuh, naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta berbagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi. Pelabuhan yang dimaksud disini adalah pelabuhan laut, bukan pelabuhan sungai, danau atau penyeberangan. Aktivitas perdagangan mempengaruhi perkembangan pelabuhan, jenis kapal, dan lalu lintas kapal yang melewati wilayah pelabuhan. Berkembangnya lalu lintas angkutan laut, teknologi bongkar muat, serta meningkatnya perdagangan antar pulau dan luar negeri, menuntut pelabuhan dalam meningkatkan kualitas peran dan fungsinya sebagai terminal point bagi barang dan kapal.

1

2

Meningkatnya tuntutan pelanggan diharapkan mampu memperbaiki mutu pelayanan guna mengimbangi laju pertumbuhan kegiatan ekonomi dan perdagangan dari tahun ke tahun. Hal ini mendorong setiap negara untuk membangun dan mengembangkan pelabuhannya sesuai dengan tingkat keramaian dan jenis perdagangan yang ditampung oleh pelabuhan tersebut. Sehingga, perkembangan pelabuhan akan selalu seiring dengan perkembangan ekonomi negara. Dengan demikian, kegiatan serta aktivitas pelabuhan yang sangat komplek memerlukan adanya pembagian tugas secara seimbang sesuai kebutuhan, baik kuantitas maupun kualitas sumber daya manusianya. Dengan diberlakukannya Undang-undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang telah mengubah PT Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) sebagai Terminal Operasi dituntut untuk menyediakan sebuah pelayanan yang prima dan optimal kepada setiap pelanggan. Pelayanan yang optimal tentunya diharapkan oleh semua pelanggan yang telah mempercayakan kegiatan bongkar muatnya (dalam hal ini khususnya kegiatan bongkar muat CPO) kepada kita selaku terminal operator. Oleh karena itu sebagai terminal operator membutuhkan sebuah sistem, sarana dan prasarana untuk menunjang sebuah pelayanan yang baik dan optimal kepada semua pengguna jasa.
1.2

Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah dalam penyusunan makalah berjudul “Optimalisasi Handling Curah Cair Khususnya CPO di Terminal Operasi I Cabang Pelabuhan Tanjung Priok ”, yaitu :
a. b.

Terjadinya tumpukan antrian truck losing yang menunggu kapal sandar didermaga Tingginya tingkat Idle Time yang terjadi selama proses Bongkar Muat Crude Palm Oil di Terminal Operasi 1

3

c. d. 1.3

Terbatasnya olah gerak armada truk yang ada di dermaga Kinerja yang tidak tercapai karena TGH yang jauh dari standart Key Performance Indicator (KPI) yang telah ditetapkan.

Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengoptimalkan kegiatan bongkar muat Crude Palm Oil (CPO) di Terminal Operasi 1 dengan meminimalisir tumpukan truck didermaga, mengurangi idle time sehingga dapat sesuai dengan standart KPI yang telah ditetapkan dengan cara penggunaan Tank storage khusus CPO.

1.4 Batasan Masalah Batasan masalah yang penulis kaji didalam makalah ini adalah hanya mencakup manfaat tank storage guna memperlancar arus bongkar Crude Palm Oil (CPO) di Terminal Operasi 1 ditinjau dari segi operasional.. 1.5 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, antara lain sebagai berikut :
a.

Observasi lapangan Mengamati langsung fasilitas pelabuhan, mengunjungi dermaga lebih obyektif. dan melihat alat-alat bongkar muat yang ada di PT.

Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) Cabang Tanjung Priok di Terminal Operasi 1 guna mendapatkan gambaran data yang

dan buku-buku sebagai sumber informasi. d. Browsing Mencari data penunjang dari internet guna menambah referensi tentang manfaat cpo dari segi operasional. e. seperti divisi Terminal Operasi 1. Studi Literatur Dalam metode studi literatur ini penulis mengumpulan data berdasarkan dari bahan–bahan kepustakaan maupun keputusan direksi. datadata perusahaan. Wawancara Menanyakan langsung kepada Terminal. c. . pihak-pihak terkait. Diskusi Membahas bersama-sama data dan informasi yang telah diperoleh dari metode-metode sebelumnya.4 b. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) Cabang Tanjung Priok serta wawancara dengan PBM. Operasi dan Usaha Pengendalian kinerja dan PFSO di PT. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) Cabang Tanjung Priok. Teknik. Keuangan dan SDM. ketentuan peraturan perusahaan yang berlaku PT.

struktur organisasi. Menguraikan permasalahan dan kondisi sesungguhnya yang sedang terjadi. metode pengumpulan data dan sistematika penulisan. kegiatan kerja perusahaan. identifikasi masalah. BAB III : ANALISIS & PEMECAHAN MASALAH Bab ini menguraikan unsur-unsur judul sesuai dengan fakta yang ada sekarang.5 1. tujuan. batasan masalah.6 Sistematika Penulisan Penulisan kertas kerja ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang. visi misi perusahaan. . Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) Cabang Tanjung Priok. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menguraikan profil perusahaan. strategi perusahaan. sehingga berdampak merugikan perusahaan atau produktivitas tidak optimal atau masih adanya potensi-potensi pendapatan yang belum tergali dengan maksimal. Serta analisis terhadap masalah yang terjadi serta pemecahan masalah yang ada BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari hasil analisis dan pembahasan serta saran-saran untuk perusahaan berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada PT.

Salah satu unit adalah Perum Pelabuhan II. Pelabuhan Indonesia didirikan sebagai bagian dari keputusan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1960 untuk mendirikan pelabuhan milik negara. atau BPP. atau Perum. Pada tahun 1983. yang akan dilakukan oleh operator pelabuhan. Perum Pelabuhan dibagi menjadi empat unit untuk menutupi empat zona operasional. Perum menjadi bertanggung jawab hanya untuk mengelola pelabuhan komersial umum. Akibatnya. pemerintah mengeluarkan peraturan baru tentang pengelolaan pelabuhan.1 Profil Perusahaan PT. mengubah BPP menjadi perusahaan publik. Pengelolaan pelabuhan non-komersial menjadi tanggung jawab langsung dari unit pelaksana teknis di bawah Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. . Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15/1983 dan Peraturan Pemerintah Nomor 5/1985. bernama PN Pelabuhan I sampai VIII. Keputusan ini diresmikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1/1960 tentang Pengelolaan Pelabuhan Umum. Pemerintah juga menyederhanakan jumlah badan pengelolaan pelabuhan komersial. untuk mengelola pelabuhan di seluruh negeri.6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

PT. Bengkulu Pelabuhan di Bengkulu. Tanjung Priok dan Kelapa Sunda pelabuhan di Jakarta. Perubahan ini disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 14 Januari 1998. Sumatera Barat. . Keputusan ini berdasarkan akta notaris oleh Imas Fatimah. Perum menjadi PT Pelabuhan Indonesia I sampai IV (PERSERO). PT. Indonesia Kendaraan Terminal. Banten. untuk memenuhi persyaratan UU No 1/1995 tentang perseroan Terbatas. tanggal 6 Oktober 1998. Integrasi Logistik Cipta Solusi. Multi Terminal Indonesia (MTI). Sumatera Selatan. Tanjung Pandan dan Pangkal Balam pelabuhan di Bangka -Belitung. Cirebon Pelabuhan di Jawa Barat. Pelabuhan Boom Baru di Palembang. PT. Terminal Petikemas Koja (TPK Koja). Energi Pelabuhan Indonesia. Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia.98. PT. Jakarta International Container Terminal (PT JICT). PT.01. SH pada tanggal 1 Desember 1992. Perum Pelabuhan Indonesia II otomatis menjadi PT Pelabuhan Indonesia. dan Pontianak Pelabuhan di Kalimantan Barat.7 Status ini kemudian direvisi lagi. Perubahan ini juga disetujui oleh Menteri Kehakiman melalui Keputusan No C2-17612 HT. PT Pelabuhan Indonesia bertanggung jawab untuk daerah operasional meliputi 10 provinsi. Pengembangan Pelabuhan Indonesia. dan diaktakan oleh Imas Fatimah. Lampung. Banten Pelabuhan di Serang. Rumah Sakit Pelabuhan (PT RSP). PT. Perusahaan mengelola 12 pelabuhan komersial: Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Pada tahun 1992. Electronic Data Interchange Indonesia (PT EDII). Akta tersebut menyatakan bahwa perusahaan telah berubah dari perusahaan publik (Perum) menjadi Perseroan Terbatas (PERSERO). PT. PT. SH. Jambi Port di Jambi. Pelabuhan Panjang di Bandarlampung. Pelindo ini memiliki anak perusahaan yaitu PT. TH. Dengan kantor pusat di Jakarta.01-. melalui akta tertanggal hari yang sama.

853 meter. perusahaan juga telah menjalin hubungan dengan beberapa mitra dari sektor swasta. terminal minyak. yaitu Terminal Operasi (TO) I beroperasi menangani general cargo. 76 tempat berlabuh. terminal bahan kimia dan tiga terminal kontainer. Perusahaan ini juga mengoperasikan dalam bisnis terkait lainnya seperti menyewakan tanah. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) sebagai Terminal Operator yang dituntut untuk menyediakan sebuah pelayanan yang prima untuk setiap pelanggan yang telah mempercayakan penanganan objek pendapatannya kepada kita. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang telah merubah kita PT. curah cair. Pelabuhan Jakarta memiliki 20 terminal: kargo umum. Terminal Operasi (TO) II beroperasi menangani Container dan General Cargo.8 Dalam menjalankan operasinya. terminal serbaguna. bangunan dan pelayanan jasa kepelabuhanan sarana penunjang lainnya.468 ton. terminal curah kering. terminal memo. curah kering. sebuah dermaga panjang 16. Terminal Operasi (TO) III bergerak di bidang Container dan General Cargo. Container (multi purpose). . Ro-Ro. Dengan adanya Undang-undang No. terminal curah cair . 2. Terminal Operator di Pelabuhan Tanjung Priok dibagi menjadi 3 terminal. total area penyimpanan dari 661. termasuk kerja sama dalam operasi terminal.822 m2 dan kapasitas penyimpanan sebesar 401. manajemen kapal tunda dan port manajemen gudang. terminal penumpang.2 Visi Misi Perusahaan Visi Perusahaan: Memberikan layanan berkualitas handal dan pelabuhan kelas dunia.

3. komunitas pelabuhan dan karyawan. berorientasi layanan dan bangga perusahaan dan budaya. Untuk kepentingan nasional: Meningkatkan kualitas perusahaan secara profesional sebagai cara untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. Untuk mitra kami dan pelanggan pelayanan jasa kepelabuhanan: Menyediakan dan mengoperasikan layanan berkualitas handal dan pelabuhan kelas dunia 2. pelanggan. dan untuk memastikan pekerjaan kesejahteraan dan kepuasan kerja bagi seluruh karyawan. berkualitas. . ramah. Kepada karyawan perusahaan: Mengembangkan sumber daya manusia yang loyal. 4. Untuk masyarakat port: Mempromosikan pengembangan masyarakat lokal di sekitar wilayah pelabuhan untuk mendorong kerja sama dan rasa kepemilikan bersama. Komitmen Perusahaan: 1. optimis. pemegang saham.9 Misi Perusahaan: Mengimplementasikan visi perusahaan dengan memperkuat komitmen perusahaan kepada mitra. kepentingan nasional.

Penumpukan 3. air 2. Pelayanan Kapal : a. Tambat c. Alat bongkar muat . Alat & rupa-rupa usaha: a. Pelayanan Barang: a. Dermaga b. Telepon. Jasa Pelabuhan 1. Pandu d.10 2. Labuh b. 3 Bisnis Inti dan Bidang Usaha Pelabuhan Bisnis Inti PT Pelabuhan Indonesia II: I. Tunda e.

Stevedoring Kegiatan membongkar barang dari kapal ke dermaga/tongkang/truk atau memuat barang dari dermaga/tongkang/truk ke dalam kapal sampai dengan tersusun dalam palka kapal dengan menggunakan derek kapal atau derek darat. Receiving/ delivery Kegiatan memindahkan barang dari timbunan/tempat penumpukan di gudang/lapangan penumpukan dan menyerahkan sampai tersusun di atas kendaraan di pintu gudang. Cargodoring Kegiatan melepaskan barang dari tali/jala di dermaga dan mengangkut dari dermaga ke gudang/lapangan penumpukan barang selanjutnya menyusun di gudang/lapangan penumpukan barang atau sebaliknya. Pas. Stuffing Kegiatan muat barang ke dalam container. Stripping . Jasa bongkar / Muat 1.lapangan penumpukan atau sebaliknya. 3.11 b. 2. 5. Tanah dan bangunan c. listrik umum d. Air. 4. telepon. imbalan jasa alat B/M II.

Lift Off Kegiatan menurunkan barang dari atas kendaraan ke gudang/lapangan. . Truck/ Barge Losing Proses bongkar muat tanpa melalui proses penumpukan dari kapal ke gudang maupun sebaliknya. 7. 8. Fasilitas untuk kapal bertambat serta melakukan bongkar muat barang dan hewan.12 Kegiatan bongkar barang ke dalam container. c. Overbrengen Proses pemindahan penumpukan sementara ketika tempat penumpukan (SOR YOR) sudah penuh. olah gerak kapal di dalam kolam serta jasa pemanduan dan penundaan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. b. 6. Bidang usaha PT Pelabuhan Indonesia II meliputi penyediaan dan pengusahaan : a. 9. Perairan dan kolam pelabuhan untuk lalu lintas pelayaran dan tempat kapal berlabuh. Pelayanan pemanduan dan penundaan kapal keluar masuk pelabuhan. Lift On Kegiatan menaikkan barang dari gudang/lapangan ke atas kendaraan.

Fasilitas pergudangan dan lapangan penumpukan. yaitu: 1. Pelabuhan Indonesia II memiliki 5 pokok strategi perusahaan. membuka kapasitas. f. air minum dan telepon untuk kapal dan umum di daerah lingkungan kerja pelabuhan. bangunan dan ruang perkantoran umum. memaksimalkan kas dari bisnis inti. Terminal penumpang untuk pelayanan embarkasi dan debarkasi penumpang kapal laut. Terminal konvensional. mengoptimalkan profitabilitas di pelabuhan . terminal petikemas. 2. g. Fasilitas listrik. fokus pada pelanggan utama. e. Pendidikan dan latihan yang berkaitan dengan kegiatan kepelabuhanan. Lahan untuk industri. i. h. 3. memperluas layanan di kunci komoditas massal. 4.13 d. 5. dan terminal curah untuk melayani bongkar muat komoditas sesuai jenisnya.

memberikan bulk handling & fasilitas penyimpanan (storage) pindah ke kegiatan pengolahan memperluas layanan di luar Pelindo II . streamline proses internal f. memaksimalkan lalu lintas kontainer di Tanjung Priok 3. merubah struktur insentif e. memperluas operasi kontainer c. mengoptimalkan proses eksternal 2. merekstrukturasi tata letak pelabuhan b. mengembangkan proposisi nilai komoditas utama: a. b.14 Sejalan dengan inti pokok strategi perusahaan. c. meningkatkan posisi Tanjung Priok sebagai pelabuhan hub-nasional: a. perusahaan ini mempunyai inisiatif perusahaan yang berupa: 1. memperoleh peralatan baru d. mengeksekusi efisiensi/ produktivitas perbaikan: a.

mengubah struktur harga mengeksekusi biaya program perbaikan . meningkatkan layanan pelanggan dan KAM: a. didirikan 'one-stop-shop' pengelolaan yang ditetapkan account key 7.15 4. mengoptimalkan harga dan struktur biaya: a. b. mengidentifikasi kemitraan yang ada baru dan optimisme: a. mengembangkan strategi baru kemitraan 5. b. mendukung pengembangan taman logistik memberikan nilai tambah layanan 6. b. menyediakan inti-bisnis jasa menambah: a.

terdapat gudang 005. Gambar 1. Untuk pembagian wilayah Nusantara II. lapangan 003. lapangan 005 selatan. lapangan 004 U. Dengan pembagian terdapat wilayah Nusantara I dan Nusantara II. gudang 007.4 Terminal Operasi 1 Terminal operasi I terletak di sebelah barat pulau Jawa. gudang 004. dan beaching point. gudang 006. dan lapangan 005x.16 2. Wilayah Nusantara I meliputi. gudang 002. gudang 001. gudang 003. Tampak atas pembagian terminal di Pelabuhan Tanjung Priok .

Wilayah Nusantara I .17 Gambar 2.

Wilayah Nusantara I .18 Gambar 3.

19 Gambar 4. lapangan dan gudang di Terminal Operasi I . Jumlah dermaga.

Struktur Organisasi Terminal Operation 1 BAB III . Ida SPV Peralatan Sofyan Budi SPV Bongkar Muat Rajamin Aman SPV Rendal Arif Budiman SPV Gudang dan Lapangan Budi Kurniawan PELAKSANA Gambar 5. Pemasaran dan Administrasi Prayitno Man.20 2. Dan Keuangan RR.5 Struktur Organisasi Susunan struktur organisasi yang terdapat di Terminal Operasi I meliputi: Deputi General Manager Operation Terminal 1 Supardi Man. Operasi Bongkar Muat Amir Indra S SPV Pemasaran Nelson SPV Adm.

Sesuai dengan amanat UU Pelayaran no 17 tahun 2008 dimana kita sebagai terminal operator diharapkan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggan kita. hal ini disebabkan akibat kualitas dan umur pompa. . salah satunya adalah menyediakan dermaga guna melayani kegiatan bongkar muat curah cair jenis Crude Palm Oil (CPO). Salah satunya yaitu mempercepat proses bongkar muat sehingga akan memperpendek masa tambat kapal sebagai contoh di dermaga 001 sempat terjadi penumpukan truk tangki yang menunggu bongkaran CPO dari Tongkang Royal Palma sempat menutup ruas jalan di dermaga 001 menggangu aktivitas kapal di depannya yang sedang bongkar muatan Pulp. hanya satu pipa yang digunakan dalam proses bongkar.21 ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH 3. armada yang akan mengambil bongkaran pulp tersebut tidak mendapat tempat untuk berolah gerak yang cukup. Proses bongkar muat yang ada sekarang di Terminal Operasi 1 saat ini masih menggunakan stegger dengan dua pipa sebagai media untuk menyalurkan muatan CPO dari kapal ke dalam tanki truk dengan pompa kapal sebagai alat pemompa CPO.1 Analisis Masalah Sebagai terminal operator Pelabuhan Cabang Tanjung Priok khususnya Terminal Operasi 1 selalu mengusahakan untuk memberikan pelayanan maksimal untuk memenuhi tuntutan agar kapal dapat sandar di pelabuhan dalam waktu yang singkat. Akan tetapi dalam kenyataannya. Fasilitas penunjang juga disediakan oleh pelabuhan.

86% dari seluruh kegiatan bongkar muat di Terminal Operasi 1 Pelabuhan Cabang Tanjung Priuk untuk tahun 2011 dan 36.24% untuk tahun 2012. dapat disimpulkan bahwa kegiatan bongkar muat CPO menyumbang 35. Hal ini disebabkan karena kegiatan bongkar muat CPO di Terminal Operasi 1 seluruhnya dilakukan dengan cara Truck Lossing. Bongkar muat CPO dengan sistem Truck Lossing ini terdapat banyak kegiatan yang menyebabkan idle time yang sangat tinggi. akan tetapi jika dilihat dari sisi kinerja operasional bongkar muat.22 Gambar 6. Proses Bongkar Muat CPO Menurut data realisasi bongkar muat untuk Terminal Operasi 1 Pelabuhan Cabang Tanjung Priuk. Dilihat dari throughput yang ada. setiap tahun kegiatan bongkar muat CPO selalu mengalami peningkatan di Terminal Operasi 1. kegiatan bongkar muat CPO di Terminal Operasi 1 belum mencapi target perusahaan atau standar KPI perusahaan. Dari hasil .

Waktu tunggu kapal di dermaga karena terjadinya traffic yang tidak menentu dari gudang asal sampai pelabuhan yang dituju untuk armada truck lossing tersebut. 3. sehingga jika ada trouble pada pompa maka proses bongkar muat akan terganggu. Hal ini menyebabkan penumpukkan truck di dermaga sehingga mengganggu ruang gerak dermaga terutama aktivitas kegiatan bongkar muat kapal lain yang sandar di dermaga. 4. . 6. diantaranya: 1. 2. Proses bongkar muat tergantung pada kualitas dan daya pompa yang ada di kapal. yaitu proses pembersihan muatan yang dilakukan manual oleh tenaga kerja bongkar muat yang membersihkan seluruh isi muatan kapal dan memastikan bahwa seluruh isi muatan kapal telah dibongkar ke dalam tanki truk. Proses ini membutuhkan waktu rata-rata 7 jam untuk setiap proses bongkar muat. Terdapat truck yang menunggu di dermaga akibat ketidakteraturan jadwal sandar kapal. Adanya kebijakan dari kapal yang mengangkut muatan bahwa proses bongkar muat hanya dapat dilakukan jika truck yang tersedia minimal 5 (lima) unit. Terbatasnya olah gerak dermaga karena adanya lahan didermaga yang dimultifungsikan menjadi lapangan penumpukan sementara.23 observasi yang dilakukan. Proses bongkar muat dengan truck lossing membutuhkan proses shipping. 5. penulis menemukan beberapa hal yang menyebabkan tingginya idle time di dalam proses bongkar muat CPO.

proses bongkar dialirkan langsung ke tank storage. dan hal ini dapat meningkatkan pendapatan pada pelayanan kapal. maka penumpukan truck di dermaga dapat diminimalisasi sehingga olah gerak ruang di dermaga dapat dimanfaatkan dengan optimal dan efektif./H yang baru tercapai adalah diangka 53. 3. Dengan terjadinya waktu tunggu kapal di dermaga berakibat pada semakin lamanya waktu kapal bertambat di dermaga maka hal ini akan berakibat pada tingginya cost operasional kapal yang harus dibayarkan oleh pengguna jasa yang akan berdampak pada citra pelayanan pelabuhan itu sendiri.7.Untuk menanggulangi semua kekurangan akibat ketidakoptimalan proses bongkar muat CPO yang ada saat ini penulis menyarankan untuk pengadaan tank storage guna mempercepat proses bongkar muat CPO dan sejenisnya serta meningkatkan produktifitas dari kegiatan bongkar muat tersebut. Proses bongkar CPO tergantung dengan suhu udara di kapal tempat CPO tersebut dimuat. maka muatan CPO tersebuta akan menggumpal dan membeku sehingga proses bongkar muatan tidak dapat dilakukan.2 Pemecahan Masalah Menurut kinerja pelayanan kapal dan barang. bongkar / muat hingga keluar pelabuhan menjadi lebih cepat. Dengan adanya tank storage. Jika suhu di dalam kapal tidak kondusif untuk muatan CPO. Adapun sistem bongkar muat CPO dengan menggunakan storage tank / tank storage yaitu mengalirkan CPO dari tangki kapal menuju ke tangki penimbunan / tank storage ataupun sebaliknya dengan menggunakan pompa kapal sebagai alat untuk . nilai tersebut masih jauh dibandingkan dengan target perusahaan yaitu 70.24 7. 8. selama tahun 2011 rata-rata kinerja T/G. Selain itu adanya tank storage meyebabkan efisiensi waktu kegiatan pada kapal mulai dari kapal tambat.

Berikut layout posisi storage tank yang penulis usulkan. . Selain itu penulis juga menyarankan adanya portable heater untuk menanggulangi CPO yang gumpal atau beku di dalam kapal karena kualitas heater di kapal yang tidak baik dan terdapat pula pompa di area sekitar tangki penimbunan yang berguna sebagai pompa cadangan jikalau terjadi trouble pada pompa kapal. dan di dalam tank storage terdapat heater yang dapat menjaga kualitas muatan CPO itu sendiri.25 mengalirkan CPO dari kapal ke tangki penimbunan.

Layout dan Tank storage .26 Gambar 7.

Dapat membantu proses pencarian akibat CPO yang menggumal akibat membeku 4. Memerlukan space tempat yang sesuai dengan peletakan tank storage 2. Mengurangi antrian kapal yang akan sandar di dermaga 3. Keuntungan dan Kerugian Adanya Storage Tank KEUNTUNGAN 1. Mempercepat arus bongkar muat 2. Tidak terjadi penumpukan armada truk tangki di dermaga 6. Dapat memprediksi dengan pasti waktu bongkar CPO 8. Proses bongkar tidak tergantung oleh cuaca dan perubahan suhu 9. Adanya biaya maintenance Storage Tank. Meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang telah diberikan KERUGIAN 1. dan peralatan pendukung 3.3 Manajemen Resiko Tabel 1. Menjadi lahan revenue baru bagi perusahaan 7. Bisa memaksimalkan fungsi dermaga 10. Kapal sandar dan lepas sesuai dengan waktu/target 5. Meningkatkan kinerja bongkar curah cari secara umum 11. Membutuhkan nilai investasi yang cukup besar .27 3.

Dengan pertimbangan keterbatasan lahan di dalam Terminal Operasi 1 dan kualitas pelayanan. yaitu lahan untuk penempatan tank storage / tanki penampungan itu sendiri.28 Dengan adanya tank storage / tanki penampungan. Akan tetapi ada beberapa kekurangan yang terjadi. maka penulis menyarankan bahwa disediakan tank storage khusus untuk masingmasing perusahaan pemilik barang sebanyak 3 (tiga) unit dan 1 (satu) unit untuk selain perusahaan-perusahaan yang telah . dapat dilihat bahwa banyak sekali keuntungan yang diperoleh perusahaan untuk jangka waktu pendek maupun dalam jangka waktu panjang ke depan.

PT MIKIE OLEO NABATI INDUSTRI PT MULTIMAS NABATI ASAHAN.022 Persentase Kegiatan 2.62% 0. PT DARMEX OIL & FATS.99% 5.001 98.65% 1. PT BERJAYA INDAH GEMILANG. PT INCASI RAYA.93% 8. SALIM IVOMAS PRATAMA.307 8.48% 20. Namun dengan investasi pada tank storage.021 85.651 160. MITRA ANEKA REZEKI PT.78% 10.PT DARMEX BIOFUELS. PT BINA KARYA PRIMA.00% 0. SARANA ULTRA LAYANAN KARGO.949 305.Tbk.483.081 208.385 1.TBK.03% 1.964 252.13% 0.092. PT Bongkar Muat Muatan CPO di TO1 Bongkar Muat Seluruh Muatan di TO1 Bongkar Muat CPO terhadap keseluruhan Muatan Bongkar 44.051 24.00% 7. PT PT.81% 100.00% 6.244 7.016 21.622 26. perusahaan mengeluarkan investasi yang cukup besar untuk pembuatan tank storage tersebut. SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY TBK.29 ditetapkan. Nama perusahaan terbanyak dan persentase muatan bongkar Dengan adanya tank storage.681 36.54% 1.068 4.63% 16.00% 117.24% Tabel 2. ROYAL INDUSTRIES INDONESIA PT.PT SINAR CITRA LESTARI PT.PT PANCA NABATI PRAKARSA. PT CAHAYA KALBAR. Pemilihan perusahaan tersebut dengan pertimbangan penulis adalah melihat throughput dari masing-masing perusahaan dan rutinitas kegiatan perusahaan itu sendiri.18% 0. Perusahaan-perusahaan yang dipilih adalah sebagai berikut: 2012 ANUGERAH GELOMBANG SAMUDERA JAYA.209 2. . Biaya yang dikeluarkan untuk maintenance tank storage juga dapat dikeluarkan rutin dalam jangka waktu tertentu karena untuk menjaga kualitas tank storage itu sendiri.98% 0.545 121.77% 0.PT JAKARTA JASA SAMUDRA. PT BINA SAMUDERA KARYA MAKMUR.48% 14. perusahaan dapat menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar dan kinerja perusahaan menjadi baik dan citra perusahaan sebagai pelabuhan yang memberikan pelayanan jasa standar internasional terpenuhi.

30 Sumber Resiko Resiko Resiko Eksternal Resiko Kelompok Resiko EKONOMI POLITIK Jenis Resiko Kondisi Perekonomian Kondisi Politik di Nasional Usaha / Bisnis Pentarifan CPO Kerjasama dengan PBM (Stakeholder) Pengelolaan dengan Pelanggan Pelayanan dan Operasional Administrasi Pelayaran Pelayanan B/M CPO Pengembangan Fasilitas Storage Tank Pengendalian Proyek Storage Tank Pemeliharaan Storage Tank Penerapan K3 Pengamanan Storage Tank Resiko Resiko Internal Resiko Operasional Teknik Dan Teknologi Resiko Keamanan dan K3 Tabel 3. Manajemen Resiko .

31 RENCANA PENANGANAN RISIKO Sumber Resiko Jenis Risiko Detail Risiko Penganan Resiko Melakukan koordinasi dengan Pemerintah dan Perusahaan CPO untuk menekan harga CPO Koordinasi dengan Menteri yang terkait dengan CPO Kondisi Perekonomian Resiko Eksternal Keadaan Politik Nasional Kenaikan Harga CPO Regulasi dan peraturan dari menteri yang terkait Adanya biaya tarif untuk penimbunan di storage tank Pentarifan CPO Kerjasama StakeHolder Pengelolaan Pelanggan Pelayanan dan Operasional Pelayanan B/M CPO Resiko Internal Pengembangan Fasilitas Pengendalian Proyek Storage Tank Pemeliharaan Storage Tank Pengamanan Storage Tank Penerapan K3 Membuat pemetaan tarif yang sesuai dengan kesepakatan antara pihak CPO dan pelabuhan Memutus mata rantai PBM di Mengalihfungsikan PBM di bagian lain operasional CPO dari operasional B/M Penolakan penggunaan Sosialisasi penggunaan storage tank storage tank Perbedaan kadar presentase pembuatan storage tank berbeda untuk CPO perusahaan CPO tertentu Penyediaan peralatan back-up untuk Gangguan Operasional. operasional. baik dalam pembangunan maupun diperlukan pemeliharaan Storage Tank Dibutuhkan budget untuk Koordinasi dengan divisi terkait. seperti : penyediaan pompa seperti . pemeliharaan storage tank mengenai pemeliharaan storage tank Penambahan jumlah pihak Kerusakan Storage Tank pengamanan di sekitar storage tank Membuat peraturan khusus mengenai Kecelakaan di Storage Tank storage tank Tabel 4. Pompa yang rusak back-up Fasilitas tambahan untuk koordinasi dengan divisi terkait untuk mendukung kinerja storage membangun storage tank tank Proyek Storage Tank yang Membuat sistem pengendalian yang diluar kondisi yang baik. Rencana Penanganan Risiko .

Karena sudah tidak adanya kegiatan Truck Lossing didalam dermaga. Sebagai contoh dermaga khusus kalijapat yang telah menyediakan fasilitas tank storage untuk kegiatan bongkar muat CPO yang sudah sesuai dengan standar Key Performance Indicator. Dengan optimalnya proses bongkar muat CPO diharapkan waktu pelayanan kapal menjadi efektif dan efisien atau sesuai dengan target yang ditetapkan sehingga tidak adanya delay jadwal kapal. Sehingga dengan adanya storage tank untuk tempat penimbunan sementara CPO diharapkan bisa mengatasi masalah akibat penumpukan truk di dermaga yang dapat menggangu aktivitas bongkar muat dari kapal lainya yang berada dalam satu dermaga. 2.32 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. 3. Kegitaan bongkar muat CPO didalam tahun 2012 menyumbang 36. Sehingga dengan adanya tank storage dapat percepatan proses bongkar muat CPO serta mengurangi iddle time selama kegiatan tersebut. .24% untuk keseluruhan kegiatan bongkar muat yang ada di Terminal Operasi 1 yang sema kegiatannya dilakukan dengan cara Truck Lossing.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan observasi yang telah dilakukan oleh penulis mengenai manfaat storage tank dalam memperlancar arus bongkar Crude Palm Oil (CPO) di Pelabuhan Tanjung Priuk Terminal Operasi 1 ditinjau dari segi operasional penulis mengambil kesimpulan dari permasalahan yang ada antara lain sebagai berikut : 1.

(Persero) Pelabuhan Indonesia II yaitu dengan meningginya tingkat kunjungan kapal yang akan melakukan kegiatan bongkar muat. 5. . dapat mempercepat pula proses kapal mulai dari berlabuh. Dalam hal ini akan sesuai dengan visi yang ada yaitu memberikan layanan berkualitas handal dan menjadi pelabuhan kelas dunia. tunda serta kegiatan bongkar muatnya yang akan membuat citra positif yang ada pada seluruh stakeholder. pandu. 2. Dengan adanya percepatan bongkar muat . Penyediaan tenaga professional didalam menangani operasional tank storage tersebut dengan diadakannya training secara berkala.2 Saran Adapun saran yang dapat penulis sampaikan berdasarkan judul makalah manfaat storage tank dalam memperlancar arus bongkar Crude Palm Oil Terminal Operasi 1 ditinjau dari segi operasional yaitu : 1. Diadakannya maintenance secara berkala untuk memaksimalkan umur pakai tank storage tersebut. Serta dapat menguntungkan dari pihak PT. 4. 3. Dengan adanya percepatan bongkar muat dapat membuat kapal yang sandar sesuai dengan planning kapal tersebut untuk sandar didermaga bahkan dapat mempersingkat lama waktu sandar kapal tersebut didermaga. Dapat dibangunnya tank storage dilihat berdasarkan manfaat yang ada dari tank storage khusus CPO tersebut. dalam hal ini dapat menguntungkan dari segi pemilik barang karena mengurangi cost operasional.33 4.