Anda di halaman 1dari 4

Status Ortodonti

Nama Pasien Sebagai panggilanagar kita mengenal pasien dengan baik. Pasien senang dipanggil nama. Sebagai sarana yang berhubungan dengan pengarsipan baik status maupun model pasien. Sebagai identitas dan keakraban antara operator dengan pasien. Jenis Kelamin Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara laki-laki dan perempuan. Untuk mengetahui prognosis keberhasilan perawatan. Tanggal Lahir / Umur Penting untuk menentukan perawatan ortodonti. Untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mengetahui suatu maloklusi bersifat sementara atau tetap. Alamat Untuk memudahkan komunikasi. Untuk memudahkan menghubungi pasien kembali dalm perawatan ortodonti. Nama dan Pekerjaan Orangtua Untuk mengetahui status ekonomi pasien yang ikut berperan dalam keberhasilan perawatan. Sekolah Untuk mengetahui tingkat pendidikan dan pemehaman pasien tentang perawatan ortodonti sehingga memudahkan penyampaian informasi. No.CMKG Merupakan nomor registrasi untuk keperluan rumah sakit dalam rekam medik. Nama Mahasiswa Operator yang melakukan perawatan ortodonti.

Anamnesis
Anamnesis Proses tanya jawab antara operator dengan pasien dan atau orangtua pasien mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pertumbuhan, perkembangan, kebiasaan, dan hal-hal yang berhubungan dengan kelainan di dalam mulut dan wajah pasien. Berhubungan dengan etiologi maloklusi.

Kesehatan Umum Pasien Keadaan kesehatan umum pasien yang penting dketahui untuk mendapatkan hasil perawatan baik. Dapat mengetahui sampai dimana pengaruhnya terhadap etiologi yang menimbulkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan rahang dan erupsi gigi. Riwayat Penyakit Penyakit yang pernah atau sedang diderita/ gejala sistemik/ riwayat pengobatan/ kebiasaan dan lingkungan keluarga (lingkungan pekerjaan, riwayat penyakit keluarga). Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, seperti pada penyakit yang menimbulkan demam tinggi. Faktorfaktor yang mempengaruhi ialah intensitas penyakit dan umur saat penyakit diderita. Keluhan Utama Keluhan/ masalah kesehatan gigi dan mulut yang menyebabkan pasien datang ke dokter gigi. Masalah yang sangat menganggu pasien sehingga mendorong pasien untuk datang berobat dan ingin dirawat oleh dokter gigi, apakah gangguan pengunyahan, bicara, atau estetik. Perawatan Rumah Sakit Perawatan yang pernah/ sedang dilakukan di rumah sakit . Operasi Riwayat operasi yang pernah dilakukan. Kelainan Congenital Kelainan penyakit bawaan sejak lahir yang berhubungan dengan morfologi gigi dan rahang. Penggunaan Obat Riwayat obat yang pernah/ sedang digunakan dan alergi terhadap golongan obat tertentu. Trauma Dental Riwayat mengenai trauma yang pernah terjadi pada gigi, muka, dan rahang. Trauma gigi sulung dapat merusak bentuk gigi tetap, serta perubahan tempat erupsi gigi tetap terganggu. Selain itu apabila pulpa gigi sulung mati, maka resorpsi akar gigi sulung tidak terjadi sehingga gigi sulung persistensi dan mengakibatkan posisi gigi tetap terganggu. Kebiasaan Buruk Kebiasaan yang berhubungan dengan kelainan gigi dan rahang. Menghisap ibu jari/ jari lain ataupun menggigit bibir, menyebabkan gigi protusive dan open bite. Gunakan alat plat orto dengan cangkolan adam dan labial bow. Bernafas memalui mulut, menyebabkan maksila tidak berkembang, rahang atas crowding, palatum tinggi dan sempit sehingga timbul gingivitis karena plak menumpuk. Hilangkan penyebab dengan oral screen. Menggigit bibir/ jari/ kuku, menyebabkan open bite, cheek biting, open bite posterior. Gunakan lip bumper.

Mendorong lidah, menyebabkan gigi protusive dan open bite. Gunakan plat lingual rahang bawah, berikan jarum kecil dengan pangkal bulat kecil. Berat ringannya suatu maloklusi yang disebabkan kebiasaan buruk tergantung pada umur dimulainya, intensitas, lamanya, dan frekuensi kebiasaan buruk dilakukan.

Analisis Model Studi Arch Length Discrepancy (ALD) Tujuan analisi ALD Mengukur perbedaan pajang lengkung gigi dengan panjang lengkung rahang (Arch Length Discrepancy), sehingga diketahui berapa selisihnya, dan dapat ditentukan indikasi perawatannya. Langkah pertama dalam analisis ini adalah mengukur lebar mesial distal terbesar gigi menggunakan jangka berujung runcing/ jangka sorong. Analisis nance mengukur mesial distal setiap gigi yang berada di mesial gigi molar pertama permanen. Jumlah lebar total menunjukkan ruangan yang dibutuhkan untuk lengkung gigi yang ideal. Selanjutnya, panjang lengkung rahang diukur menggunakan kawat lunak seperti brasswire (kawat kuningan). Kawat ini dibentuk melalui mesial kontak molar pertama permanen kiri hingga kanan; geligi posterior melalui permukaan oklusalnya sedangkan gigi anterior melalui tepi insisalnya. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan ukuran panjang lengkung gigi dengan panjang lengkung rahang. Jika hasilnya negatif berarti kekurangan ruangan, jika hasilnya positif berarti terdapat kelebihan ruangan. Teknik lain untuk mengukur panjang lengkung rahang diperkenalkan oleh lundstrom, yaitu dengan cara membagi lengkung menjadi enam segmen untuk setiap dua gigi termasuk gigi molar pertama permanen. Setelah dilakukan pengukuran dan pencatatan pada keenam segmen selanjutnya dijumlahkan. Nilai ini dibandingkan dengan ukuran mesial distal 12 gigi mulai molar pertama permanen kiri hingga kanan. Selisih keduanya menunjukkan keadaan ruangan yang tersisa. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui panjang lengkung gigi dengan panjang lengkung rahang (Arch Lenght Discrepancy). Fungsi analisis ini adalah menganalisis ruang yang terdapat di dalam ronga mulut pada gigi dewasa. Cara pemeriksaan: 1. Mengukur panjang dan lengkung gigi (rahang atas dan rahang bawah) a. Tiap-tiap gigi diukur pada bagian terbesar mesiodistal (titik kontak) dimulai dari gigi M1 kanan hingga M1 kiri dengan menggunakan jangka berujung runcing. b. Pindahkan gigi yang telah diukur dengan menggunakan jangka tersebut ke garis lurus yang sudah dibuat terlebih dahulu. c. Jumlahkan ukuran mesiodistal gigi, maka didapat panjang lengkung gigi (hasil penjumlahan mesiodistal ukuran gigi diukur dengan mistar). Cara kerja: Pada garis lurus yang telah disediakan, pindahkan masing-masing pengukuran gigi M1, P2, P1, C, I2, I1 kanan dan kiri pada garis yang telah disediakan sesuai ukuran yang diperoleh. 2. Mengukur panjang dan lengkung rahang (rahang atas dan rahang bawah) a. Cara segmented, setiap sisi rahang dibagi tiga regio yaitu regio pertama dari I1 dan I2, regio kedua gigi C, regio ketiga dari P1, P2, dan M1.

Cara kerja: Ukur panjang lengkung rahang regio pertama dari mesial I1 sampai distal I2 dari arah labial pada serviks gigi dengan menggunakan jangka yang kedua ujung runcing. Kemudian pindahkan ke garis lurus yang telah disediakan. Ukur lebar lengkung rahang regio kedua dari distal insisif lateral ke mesial P1 dengan menggunakan jangka yang kedua ujungnya runcing. Kemudian pindahkan ke garis lurus yang telah disediakan. Ukur lebar lengkung rahang regio ketiga dari mesial P1 dari arah bukal pada bagian serviks gigi dengan menggunakan jangka berujung runcing. Kemudian pindahkan ke garis lurus yang telah disediakan. b. Dengan menggunakan kawat kuningan (brasswire). Mengukur lengkung rahang mulai dari distal gigi M1 melalui titik-titik kontak M dan P lalu melalui insisal gigi I sampai distal gigi M1 sisi lainnya. Catatan: pengukuran panjang lengkung rahang cara segmented lebih akurat dibandingkan dengan cara brasswire. Kesimpulan rencana perawatan berdasarkan hasil perhiungan ALD: Jika ALD -1 sampai dengan -2, dilakukan pro slicing. Jika ALD -3 sampai dengan -4, dilakukan pro ekspansi lengkung gigi. Jika ALD > -4 maka dilakukan pro ekstraksi.

Kepastian rencana perawatan bergantung pula pada analisis lainnya.