Anda di halaman 1dari 67

Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah

Pusat Pengembangan Dan Penataran GuruTeknologi


Bandung

Paket Pembelajaran & Penilaian Kode :TEDC - FH-04.

ELEKTRO HIDROLIK

Disusun oleh : Drs.Sisjono,BE ( 2009 )

Lembar Informasi

Lembar Informasi

HO 1

ELEKTRO-HIDROLIK

Nama Peserta / Maha Siswa :.

Group: ... 1.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Lembar Informasi

HO 2

01. Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik


Telah kita ketahui bersama bahwa listrik adalah salah satu sumber energi yang sangat penting di dunia ini. Dengan arus listrik kita dapat berbuat banyak hal. Demikian juga di dalam sistem hidrolik, listrik dapat dimanfaatkan dengan cukup luas terutama dalam sistem kontrolnya. Dengan terintegrasikannya sistem hidrolik dan teknologi elektrik ini telah dapat memainkan peran yang sangat penting di dalam pengembangan sistem otomatisasi di industri dan meningkatkan efisiensi produksi. Peran komponen elektrik di dalam sistem elektro-hidrolik adalah : Sebagai pengidera atau penangkap informasi (sensing information). Sebagai pemroses informasi (processing information). Kemampuan pengiriman isyarat (signal) dapat mencapai jarak jauh (sangat panjang). Waktu pengiriman isyarat sangat singkat (cepat). Packaging. Feeding Metering Door and hopper control Materials transfer Turning or inverting parts Components stacking Stamping, shearing dan embossing parts Clamping Shifting Positioning Orienting

Keuntungan Elektro-hidrolik :

Penggunaan elektro-hidrolik secara umum di industri antara lain :

Penggunaan dalam material handling antara lain :

1.1 Pembangkitan Arus Listrik


Di dalam teknik listrik kita kenal ada listrik arus bolak-balik ( Alternating current = AC ) dan ada listrik arus searah ( Direct current = DC ). Kedua jenis arus listrik ini cara pembangkitannya berbeda dan berikut ini penjelasan secara singkat.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Lembar Informasi

HO 3

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Pembangkit listrik arus bolak-balik ( AC ) Mesin pembangkit disebut Alternator atau dynamo atau generator. Konstruksi alternator terdiri atas sebuah stator dari magnet permanen dan sebuah rotor atau kumparan armature dari kawat tembaga. Bila rotor diputar dan memotong medan magnet maka akan timbul tegangan listrik. Semakin tinggi putaran rotor akan semakin tinggi pula tegangan listrik yang timbul. Perhatikan gambar berikut.( Gambar 1 )

Gambar I : Alternator Pembangkit arus searah ( DC ) Arus searah dibangkitkan dengan cara elektrolisis. Alat elektrolisis terdiri atas bak larutan garam ( saline solution ) dan ke dalamnya dicelupkan pelat tembaga dan pelat seng sebagai eletroda. Maka terjadi reaksi kimia dan hasilnya menyebabkan pelat seng bertambah muatan elektronnya dari larutan sehingga membuatnya bermuatan negatif. Pada saat yang sama pelat tembaga cenderung kehilangan beberapa elektronnya, sehingga menyebabkan pelet tembaga bermuatan positif. Jika kedua pelat itu dihubungkan dengan kawat tembaga yang merupakan konduktor yang baik, elektron dari pelat seng akan mengalir melalui kawat tembaga ke pelat tembaga dan kembali ke pelat seng melalui larutan. Gerakan elektron dari benda bermuatan negatif ke benda bermuatan positif (kekurangan elektron) melalui konduktor inilah yang disebut arus listrik dan lintasan tempat dia mengalir disebut rangkaian (circuit). Arus listrik semacam ini disebut listrik arus searah (DC = direct current) dan konstruksi semacam ini disebut baterai. (gambar 2 ) Para peneliti terdahulu mengakui bahwa arus listrik adalah gerakan muatan negatif (elektron) sepanjang konduktor. Karena arah aliran arus pada waktu dulu belum diketahui, sayangnya dipilih secara sebarang yaitu arah aliran dari positif ke negatif.

HO 4
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 3

Lembar Informasi

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Kesepakatan ini telah benar-benar ditetapkan sehingga tetap digunakan sampai saat ini. Jadi arah arus listrik secara konvensional (kesepakatan) diambil dari positif ke negatif walaupun sekarang ini telah diketahui bahwa arah aliran elektron yang secara aktual merupakan aliran listrik, adalah dari negatif ke positif.

Gambar 2 : Baterai Alat-alat sensor atau alat kontrol pada elektro-pneumatik/hidrolik biasanya menggunakan listrik arus searah. Power-supply yang bekerja dengan listrik arus bolak-balik ( AC ) akan memberikan keluaran ( out-put ) arus searah, karena di dalam power supply terdapat rectifier yang mengubah arus AC menjadi arus DC. Power supply ini harus diletakkan atau dipasang pada bagian mesin atau sistem yang cukup ventilasi dan jangan sampai justru menularkan panasnya ke bagian yang sensitif terhadap panas . Perhatikan gambar 3 berikut ini.

Gambar 3 : DC power supply

HO 5

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 4

Lembar Informasi

1.2 Arus dan tahanan


Berikut ini ditunjukkan suatu diagram Sirkuit elektrik yang bekerja dengan arus searah dari sebuah baterai. Arus yang keluar dari baterai mengalir melalui kawat yang disebut konduktor. Selama mengalir, arus mendapat hambatan atau tahanan dari konduktor itu sendiri dan lampu. Besarnya tahanan dari konduktor tergantung jenis bahan. Logam adalah penghantar (konduktor) yang baik, artinya hambatannya terhadap listrik sangat kecil. Sedangkan plastik, gelas dan porselin adalah bahan-bahan yang hambatannya sangat besar sehingga dinamakan insulator (bahan isolasi). Besar tahanan dalam Sirkuit tergantung pada panjang konduktor dan jumlah lampu ( lampu juga sebagai tahanan ). Di dalam elektro-hidrolik dan elektrik pada umumnya, tahanan dapat berupa solenoid, elektro-motor, atau alat-alat audio dan hal ini diberi simbol RL = Resistance load atau disingkat L. dan pada gambar 4 berikut ini diberi tanda H .

Gambar 4 : Sirkuit elektrik Hubungan antara kuat arus, besar tahanan dan tinggi voltage (tegangan) dirumuskan dalam hukum Ohm dengan rumus sebagai berikut : Dimana I = kuat arus V= R.I V = tegangan R = tahanan Sedangkan daya listrik dapat dihitung dengan rumus berikut : Dimana : P = daya listrik P= V.I V = tegangan I = kuat arus Bila diketahui V = 10 V R=5 Maka kuat arus I = V / R = 10 / 5 = 2 A. dan daya P = 10 . 2 = 20 W

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Lembar Informasi

HO 6

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Perhatikan gambar 5 berikut ini :

Amp.meter

Amp.meter

Gambar 5 : Aplikasi Hukum Ohm

1.3 Simbol-simbol kelistrikan


Simbol-simbol kelistrikan berfungsi untuk memudahkan penggambaran rangkaian (Sirkuit) kelistrikan. Pada prinsipnya elektrik sebagai sumber energi akan berfungsi apabila listrik tersebut mengalir sampai ke pemakai. Untuk itu diperlukan komponen-komponen penyambung dan pemutus atau switch dan relay serta komponen penggeraknya. Gambar berikut ini merupakan simbol-simbol yang dimaksud.

HO 7
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 6

Lembar Informasi

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Simbol kelistrikan umum

Alat ukur Listrik

HO 8

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 7

Lembar Informasi

Switching Element

Relay coil dan kontak relay

HO 9

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Simbol blok untuk proximity sensor
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 8

Lembar Informasi

HO 10

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Simbol-simbol Suplai energi listrik

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Lembar Informasi

1.4. Penyearah Arus (Rectifier)


Untuk mengoperasikan Sirkuit elektro hidrolik memerlukan listrik arus searah (DC current), sedangkan listrik yang tersedia di bengkel-bengkel biasanya listrik arus bolak-balik (AC current). Oleh sebab itu pada mesin yang menggunakan sistem elektro hidrolik perlu ditambahkan dengan catu daya (power supply) arus searah (DC power supply) seperti terlihat pada gambar 3. Prisip pengubahan arus AC menjadi DC pada DC power supply adalah menggunakan rectifier seperti gambar 6 di bawah ini. Tegangan AC diturunkan menjadi tegangan yang diperlukan misalnya 24 Volt melalui tranformator, kemudian baru dimasukkan ke rectifier . Rectifier terdiri atas dioda yang berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi DC dan capacitor berfungsi untuk lebih meratakan arus.

Gambar 6

HO 11

Dasar Kelistrikan Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


1.5 Pengukuran Listrik
Mengukur Tegangan. 10 V

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

10

Lembar Informasi

Gambar 7a

Gambar 7b

Gb.7a mengukur pada skala 10 V Gb.7b mengukur pada skala 100 V Gb.7c penempatan multi meter Mengukur Kuat Arus Gambar 7c

Gb.8 menunjukkan pengukuran kuat arus menggunakan ampere meter. Penempatan ampere meter seperti pada gambar.

Gambar 8

HO 12

02. Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik


2.1 Penyusunan Diagram Sirkuit
Di dalam sistem elektro-hidrolik diagram Sirkuit dikembangkan secara terpisah tetapi akan terhubungkan dengan adanya simbol-simbol di dalam setiap diagram Sirkuit tersebut. Dengan demikian cara penggambaran diagram Sirkuitnya pun dibuat terpisah. Metoda penggambaran diagram Sirkuit hidrolik dan diagram Sirkuit elektrik akan dijelaskan berikut ini . Metoda penggambaran diagram Sirkuit hidrolik :

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

11

Lembar Informasi

Lay-out Sirkuit, agar mengikuti aliran signal (isyarat) pada rantai kontrol yaitu dari sumber energi, signal input sampai ke final signal dan disusun dari bawah ke atas. Silinder dan katup-katup digambar mendatar, kemudian cara kerja silinder dari kiri ke kanan.( lihat gambar 9 ). Lay-out Sirkuit, agar disusun mengikuti aliran signal elektrik pada rantai kontrol yaitu dari kutup positif ke negatif dan dari atas ke bawah. Sirkuit yang menggunakan kontrol-kontrol relay dapat dibagi atas bagian kontrol dan bagian daya ( power ) serta komponennya disusun dari kiri ke kanan sesuai dengan urutan operasi. Ini hanya merupakan suatu anjuran bila mungkin disusun seperti itu. (lihat gambar 10 b ) Tenaga hidrolik digambar pada posisi ON . Tenaga listrik digambar pada posisi OFF

Metoda penggambaran diagram Sirkuit elektrik :

Diagram Sirkuit elektro hidrolik digambar pada posisi berikut :

Hal ini berarti bahwa Sirkuit hidrolik telah siap dioperasikan karena semua bagian dari sistem telah berisi tekanan fluida.Tetapi katup-katup berada pada posisi netral belum dioperasikan. Control loop system. Apabila Sirkuit hidrolik terdiri atas beberapa aktuator sehingga sistem kontrolnya cukup kompleks, maka penggambarannya perlu dibagi-bagi menjadi beberapa individual control loop system dengan catatan sebagai berikut : Setiap satu aktuator bersamaan dengan sistem kontrolnya dibuat satu control loop system. Control loop system berikutnya digambar secara berurutan dari kiri ke kanan dan diberi tanda dengan nomor urut Apabila memungkinkan, control loop system ini digambar berurutan sesuai dengan urutan geraknya.

HO 13

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

12

Lembar Informasi

Gambar 7 : Susunan Sirkuit elektrik

Gambar 9

Jadi hal penting dalam sistem operasi adalah pengembangan dan pemeliharaan dokumendokumen yang menyediakan informasi-informasi yang komplit dan akurat tentang : Urutan kerja dari sistem. Informasi ini akan digunakan baik oleh desainer maupun oleh maintener ( Petugas pemeliharaan ). Sambungan antar komponen di dalam Sirkuit. Instalatur dan pemakai perlu memahami cara kerja Sirkuit. Ini perlu wiring diagram yang menunjukkan nomor dan titik sambungan.

Fungsi dari Sirkuit disajikan tanpa tambahan-tambahan informasi yang tak perlu. Apabila Sirkuit cukup kompleks maka informasinya perlu didapat dari kombinasi antara Sirkuit diagram dan wiring diagram.

HO 14

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


2.2 Diagram Sirkuit Elektrik

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

13

Lembar Informasi

Untuk pengembangan Sirkuit elektro-hidrolik kita awali dengan pengembangan diagram Sirkuit elektrik. Untuk menggambarkan diagram Sirkuit elektrik kita ikuti pedoman berikut : Terminal Kontak Penggambaran untuk terminal peralatan kontak (switching devices) penggambarannya seperti pada gambar 10 berikut ini. Nomor-nomor kontak untuk NO, NC dan change over ditetapkan seperti gambar.

Gambar 10 a Terminal relay Untuk terminal relay penggambarannya seperti pada gambar 11. Nomor-nomor kode berati sebagai berikut : Digit pertama adalah nomor urut yang menunjukkan nomor koil relay. Digit kedua menunjkkan fungsi kontak seperti pada gambar 10

Gambar 10 b

HO 15

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


2.2.1 Diagram Sirkuit direct control. Apabila push button switch S1 (gambar 11, kiri) ditekan, arus akan mengalir dari kutub
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 14

Lembar Informasi

positif (+24 V ) melalui terminal 3 yang kontak dengan terminal 4 terus ke solenoid Y1. Solenoid bekerja mengubah posisi katup pengarah (dalam hal ini shut off valve) pada Sirkuit hidrolik, maka bekerjalah katup tersebut. Apabila push button dilepas, arus terputus, solenoid tidak bekerja lagi dan mungkin pegas katup mengembalikan ke posisi semula. (2) 2.2.2 Diagram Sirkuit indirect control.

Sirkuit ( rangkaian ) terdiri atas push button switch S1, coil relay K1, kontak relay K1 dan tahanan Y1 berupa solenoid (Gambar 11, kanan). Arus tidak langsung dari push button ke solenoid tetapi melalui coil relay yang mengaktifkan kontak relay, yang menhubungkan terminal13 dan14 sehingga arus mengalir ke solenoid. Maka dari itu Sirkuit ini disebut indirect control. Coil relay adalah sebuah elektro magnetik yang apabila dialiri arus akan terjadi medan magnet yang mampu menggerakkan kontak relay untuk menyambung (ON) atau putus ( OFF ).

Gambar 11

HO 16

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidroilk (Lanjutan)


Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 15

Lembar Informasi

Contoh diagram Sirkuit elektrik

Gambar 12

HO 17

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

16

Lembar Informasi

Diagram simbol kontak Simbol-simbol kontak yang biasanya ditempatkan di bawah gambar saluran listrik menunjukkan bahwa koil relay mengoperasikan kontak-kontak relay pada saluran mana saja. Misalnya angka 7 pada gambar 13 berikut menunjukkan bahwa kontak relay NC ada pada saluran 7.

Gambar 13

2.3 Diagram Fungsi Urutan fungsi-fungsi pengendali mekanik, hidrolik, pneumatik maupun elektrik, perlu ditunjukkan di dalam suatu diagram yang disebut diagram fungsi Diagram fungsi ini terdiri atas : Displacement step diagram ialah diagram yang menunjukkan urutan kerja unit penggerak.(lihat gambar 14)

Gambar 14

HO 18

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Displacement time diagram menunjukkan waktu yang diperlukan untuk menjalankan proses kerja setiap step (langkah ) kerja. (lihat gambar 15)

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

17

Lembar Informasi

Gambar 15

Control diagram menunjukkan status kontak dari switching element dalam memberikan isyarat baik isyarat masukan (signal input) maupun isyarat pemroses (processing signal). Sebaiknya control diagram ini disatukan dengan step diagram. (lihat gambar 16)

Gambar 16

HO 19

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Contoh diagram fungsi

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

18

Lembar Informasi

Diagram sirkuit hidrolik sebagai diagram practical assembly

Gambar 17

HO 20

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


2.3 Sirkuit Hidroliksirkuit Aktuator tunggal Diagram elektrik dengan sebagai Sirkuit hidrolik aktuator tunggal ialah Sirkuit hidrolik yang hanya Yang dimaksud diagram practical menggunakan satu aktuator. Bentuk Sirkuit maupun aktuatornya dapat bermacam-macam. assembly Sirkuit hidrolik dengan silinder kerja tunggal direct control Bentuk diagram Sirkuitnya dapat dilihat pada gambar 18 berikut ini.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

19

Lembar Informasi

Gambar 18

HO 21

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik(Lanjutan)


Sirkuit hidrolik dengan silinder kerja tunggal indirect control Bentuk diagram Sirkuitnya dapat dilihat pada gambar 19 berikut ini.

Practical assembly, hidrolik

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

20

Lembar Informasi

Practical assembly, electrical

Gambar 19

HO 22

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik(Lanjutan)


Sirkuit hidrolik dengan silinder kerja ganda direct control Diagram sirkuit hidrolik Diagram practical assembly , hidrolik

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

21

Lembar Informasi

Diagram sirkuit elektrik

Diagram practical assembly,elekrik

Gambar 20a Gambar 20b

HO 23

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik(Lanjutan)


Sirkuit hidrolik dengan silinder kerja ganda indirect control Diagram sirkuit hidrolik Diagram practical assembly, hidrolik

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

22

Lembar Informasi

Diagram sirkuit elektrik

Diagram practical assembly, elektrik

Gambar 21a

Gambar 21b

HO 24

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik(Lanjutan)


2.4 Operasi Logika (Logic Operations) Operasi logika adalah fungsi-fungsi yang berhubungan dengan isyarat binary yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan aljabar Boolean. Ada 4 dasar operasi logika sebagai berikut : Identity Negation(NOT) isyarat masukan dan keluaran mempunyai status yang sama. isyarat keluaran berlawanan dengan isyarat masukan.

Conjunction(AND) isyarat keluaran mempunyai nilai 1, apabila semua isyarat .. masukan mempunyai nilai 1. Disjunction(OR) isyarat keluaran akan mempunyai nilai 1 apabila paling tidak ada satu (1) isyarat masukan yang bernilai 1

Untuk operasi logika yang lain seperti : NAND, NOR, EXOR dan lain-lain merupakan pengembangan atau penggabungan dari dasar operasi logika tersebut di atas. Dalam implementasinya operasi logika menggunakan simbol-simbol yang disebut gerbang logika atau logic gate seperti yang terlihat pada gambar 22 di bawah ini. Ada model- model penggambaran simbol, yang dalam pemakaiannya harus memilih salah satu.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

23

Lembar Informasi

II Gambar 2222 Gambar

HO 25

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Fungsi Logika : Identity

Gambar 23

Fungsi logika : Negation (NOT)

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

24

Lembar Informasi

Gambar 24

HO 26

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Fungsi logika : Conjunction (AND Function)

Gambar 25

Fungsi logika : Disjunction (OR function)

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

25

Lembar Informasi

Gambar 26 Diagram logika EXOR

Gambar 27a

HO 27

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Fungsi logika :Exclusive OR (EXOR function)

Gambar 28a merupakan Gambar 27b diagram sirkuit hidrolik yang menggunakan 4/2.DCV., single solenoid , spring centred. Contoh : Untuk mengoperasikan Sirkuit elektro hidrolik menggunakan fungsi logika EXOR. solenoid Y1 digunakan sirkuit elektrik dengan fungsi logika EXOR karena diinginkan agar sirkuit dapat dioperasikan baik dengan tangan maupun dengan kaki (salah satu). Gambar 28b adalah salah satu alternatif bentuk sirkuit EXOR yang menggunakan switch change over dan gambar 28c Technical Education Development center merupakan alternatif lain.
Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

26

Lembar Informasi

Gambar 28a

HO 28

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Perhatikan gambar 28b. S0 dioperasikan berarti arus mengalir pada jaringan. Bila S1 dioperasikan, titik kontak 1 akan berhubungan dengan titik kontak 4, sehingga koil relay K1 bekerja mengoperasikan kontak relay K1(titik kontak 13 dan 14 bersambung) maka solenoid Y1 bekerja mengoperasikan katup. Agar Sirkuit ini bekerja maka salah satu dari S1 atau S2 yang dioperasikan. Bila kedua-duanya dioperasikan secara bersamaan Sirkuit tidak akan bekerja.

Gambar 28b Coba analisis cara kerja Sirkuit pada gambar 28c berikut ini.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

27

Lembar Informasi

Gambar 28c

HO 29

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


2.5 Sirkuit Saling mengunci (Inter locked) Maksudnya apa bila salah satu switch telah dioperasikan , switch yang lain terkunci dan tidak dapat dioperasikan. (perhatikan gambar 29b) Bila S1 dioperasikan (ditekan) maka arus akan mengalir melalui saluran 2 untuk , mengoperasikan koil relay K1 dan koil relay K1 mengoperasikan kontak relay K1 sehingga arus mengalir melalui saluran 4 dan mengoperasikan solenoid Y1. Piston bergerak maju. Selama S1 ditekan, kontak 11-12 terbuka sehingga walaupun S2 ditekan , arus tidak akan dapat mengalir pada saluran 3 sehingga koil relay K2 tidak bekerja. Demikian pula bila sebaliknya. Inilah yang dikatakan saling mengunci.

Gambar 29a

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

28

Lembar Informasi

Gambar 29b

HO 30

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


2.6 Sirkuit Mengunci Perhatikan gambar 30b. Apabila S1 dioperasikan ( S0 telah dioperasikan) maka arus akan mengalir pada saluran 2, mengoperasikan koil relay K1 dan koil relay K1 mengoperasikan kontak relay K1 pada saluran 3 dan juga kontak relay K1 pada saluran 4. Ini berarti arus mengalir ke solenoid Y1 (gambar 30a) sehingga Y1 bekerja mengoperasikan katup 4/2 DCV, single solenoid dan silinder hidrolik bergerak maju. Push button S1 sudah dilepas tetapi arus tetap mengalir melalui kontak relay K1 saluran 3. Inilah yang disebut mengunci. Untuk mematikan Sirkuit ini , operasikanlah push button S2.

Diagram sirkuit hidrolik

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

29

Lembar Informasi

Gambar 30a

HO 31

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Diagram sirkuit elektrik, practical assembly

Gambar 30b

Diagram Logika ( logic Diagram )

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

30

Lembar Informasi

Gambar 30c

HO 32

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


2.7 Sequence Control System Yang dimaksud dengan sequence control system ialah suatu rangkaian pengendali untuk mengendalikan urutan proses kerja yaitu bagian mana yang harus bekerja lebih dulu dan bagian mana yang kemudian. Untuk rangkaian listrik berarti switch yang mana menyambung lebih dulu dan yang mana kemudian. Berikut ini adalah salah satu contoh Sirkuit elektro hidrolik yang menggunakan Sirkuit berurutan yaitu : Step 1 o Katup pengarah pada posisi netral, piston pada posisi mundur di titik mati belakang, limit switch S1(NO) dalam keadaan tertekan oleh piston (tersambung). Master switch (SO) dioperasikan, koil relay K2 bekerja mengoperasikan kontak relay K2 pada saluran 2 (menyambung) dan membuka kontak relay K2 pada saluran 8. Start push button (S3) dioperasikan.

o Step 2 o

Pada waktu S3 dioperasikan koil relay K1 bekerja mengoperasikan kontak relay K1 pada saluran 3 untuk latching dan K1 pada saluran 10. Solenoid Y1 mendapat arus dan bekerja menggerakkan / mengubah posisi katup sehingga katup mengontrol piston untuk bergerak maju. Sambil piston bergerak maju tekanan fluida meningkat dan mengoperasikan pressure switch B1 untuk menyalakan lampu indikator. Piston mencapai titik mati depan dan menekan limit switch S2.(Catatan: pada waktu piston bergerak maju, limit switch S1 terbuka sehingga koil relay K2 mati dan kontak relay K2 pada saluran 8 menyambung lagi). Koil relay K4 mendapat arus dan bekerja mengoperasikan kontak relay K4 pada saluran 9 untuk mengunci (latching) serta kontak relay K4 pada saluran 2 (membuka). Arus pada koil K1 putus sehingga arus pada solenoid Y1 juga putus. Posisi katup kembali netral oleh pegas sehingga katup mengontroll gerakan piston mundur. Siklus gerakan piston ini dikatakan selesai apabila piston telah kembali ke posisi semula yaitu pada titik mati belakang.
31

o o

Step 3 o

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Lembar Informasi

Untuk mengoperasikan lagi maka start push button S3 harus dioperasikan kembali.

Perhatikan gambar 31a, 31b dan 31c pada halaman berikut ini.

HO 33

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Diagram Sirkuit hidrolik

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

32

Lembar Informasi

Gambar 31a

HO 34

Pengembangan Sirkuit Elektro-Hidrolik (Lanjutan)


Diagram fungsi

Diagram sirkuit elektrik

Gambar 31b

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

33

Lembar Informasi

Gambar 31c

HO 35

03. Komponen Kelistrikan


3.1 Solenoid
Solenoid adalah penggerak katup yang prinsip kerjanya menggunakan sistem elektromagnetik yang akan menggerakkan torak katup atau pemandunya sehingga katup pengarah bekerja. Prinsip kerja dan aplikasi solenoid akan dibahas berikut ini. Prinsip Kerja Elektromagnetik Bila sebatang kawat konduktor dialiri listrik maka terjadilah medan magnet di sekitar kawat tersebut. Semakin besar arus yang mengalir, semakin besar pula medan magnet yang terjadi. Untuk meningkatkan besarnya medan magnet pada kuat arus yang sama, maka dibentuklah kawat tersebut menjadi bentuk lingkaran (kumparan), sehingga garis-garis gaya magnet terkumpul dan dikatakan medan magnet semakin besar (lihat gambar 32 kiri). Bila di dalam lingkaran terdapat besi lunak (iron core) maka besi tersebut akan menjadi magnet selama ada aliran listrik. Inilah yang disebut elektromagnet .

Gambar 32: Prinsip elektro-magnetik Prinsip Kerja Solenoid Pada prinsipnya solenoid terdiri atas kumparan kawat yang melilit pada besi lunak (iron core) dan angker (armature). Apabila kumparan kawat tembaga dialiri arus (DC) maka di dalam kumparan tersebut terjadilah medan magnet dan besi lunak juga menjadi magnet (elektromagnet). Dengan kekuatan magnet ini angker ditarik dan bergerak mendorong langsung torak-katup (spool) atau mendorong pemandunya (Gambar 34) Solenoid mempunyai dua posisi akhir yaitu : Posisi pertama yaitu pada waktu solenoid dialiri arus listrik dan disebut posisi kerja (posisi C gambar 33) Posisi kedua yaitu pada waktu solenoid tidak dialiri listrik (de-energised) dan disebut posisi netral (posisi A). Pada awalnya medan magnetik masih kecil sehingga belum mampu menggerakkan torak kecil (spool) katup pengarah (posisi B). Setelah medan magnetik mencapai cukup besar barulah solenoid bekerja dengan penuh (posisi C).
34

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Lembar Informasi

HO 36

Komponen Kelistrikan(Lanjutan)

Gambar 33

Macam-macam solenoid : Solenoid AC yaitu solenoid yang dioperasikan dengan arus bolak-balik (AC) Solenoid DC yaitu solenoid yang dioperasikan dengan arus searah (DC)

Solenoid DC ada dua macam bila ditinjau dari konstruksinya yaitu wet solenoid dan dry solenoid, sedangkan AC solenoid selalu dibuat dry solenoid. o o Wet solenoid yaitu apabila ruang armature berisi oli hidrolik.(gambar 34) Dry solenoid yaitu apabila solenoid diisolasi dari oli hidrolik (gambar 35)

Gambar 34

HO 37
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 35

Lembar Informasi

Komponen Kelistrikan(Lanjutan)

Gambar 35 Keuntungan penggunaan DC solenoid antara lain : Mudah dihidupkan ( switch on ) Tenaga untuk menghidupkan kecil Switching operation lembut Holding power rendah Tidak bising Lama service life mencapai 100 x 106 kali kerja.

Kekurangan penggunaan DC solenoid antara lain : Over voltages dapat terjadi selama cut-off Membutuhkan peredam bunga api. Switching time perlu waktu lama. Apabila yang ada arus AC maka diperlukan rectifier. Pada saat switch-off sering timbul kelebihan tegangan dan mengakibatkan titik kontak menjadi cepat aus.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut antara lain dengan memasang ARC quenching dengan kombinasi Resistor (R) dan capacitor secara seri ( gambar 36.a ) atau memasang diode (D) parallel dengan solenoid coil (L) . ( gambar 36.b )

HO 38

Komponen Kelistrikan(Lanjutan)
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 36

Lembar Informasi

Gambar 36a

Gambar 36b Penggunaan AC solenoid . Keuntungan : Switching time cepat Tenaga penarik besar Tidak terjadi bunga api Tidak perlu rectifier Kerugian : Dalam perakitannya, solenoid langsung disekrupkan pada bodi katup.(gambar 37). Hal ini untuk memudahkan penggantian apabila terjadi kelainan (malfunction) . Plug Connector untuk katup Solenoid Arus dialirkan melalui line socket dengan menggunakan captive chese head screw.
Technical Education Development center cam-macam . Gambar Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Benturan mekanik besar Perlu arus tinggi, kenaikan suhu tinggi Tidak awet Jumlah kali switching terbatas tergantung panjang langkah torak Berisik ( bising ) Sensitive terhadap overload.

HO 39

Komponen Kelistrikan (Lanjutan)

Bentuk housing dari line socket ada berma38 berikut ini menunjukkan beberapa contoh.

37

Lembar Informasi

Gambar 37

Gambar 38

3.2 Switch
Switch diinstal pada Sirkuit elektrik dan berfungsi untuk menyambungkan atau memutuskan arus dari sumber energi ke pemakai. Ditinjau dari cara mengoperasikannya switch dikelompokkan menjadi dua yaitu ; push button (tombol) dan control switch (saklar) . Pada kedua jenis ini menurut cara operasinya juga dapat dibedakan yaitu : Normally closed contacts. Normally open contacts. Changeover contacts

Push button (tombol) akan membuka atau menyambungkan arus sesaat saja yaitu selama tombol dioperasikan (ditekan). Control switch(saklar) akan membuka atau menyambung dengan mengunci yaitu posisi kontak akan terkunci selama saklar belum diubah posisinya.

HO 40

Komponen Kelistrikan (Lanjutan)


Push button NC

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

38

Lembar Informasi

Gambar 39

Gambar di atas (gambar 39) adalah switch push button normally closed. Closed disini berarti terminal (titik-titik kontaknya) berhubungan sehingga arus listrik dapat mengalir ke Sirkuit. Push button NO

Gambar 40 Gambar 40 di atas adalah push button Normally open artinya dalam keadaan netral atau sebelum dioperasikan, terminal (titik kontak) belum tersambung; jadi arus belum dapat mengalir.

HO 41

Komponen Kelistrikan (Lanjutan)


Tombol Changeover

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

39

Lembar Informasi

Gambar 41

Gambar 41 di atas adalah tombol changeover yaitu apabila tombol ditekan akan memutuskan arus pada saluran yang satu tapi menyambungkan saluran yang lain. 3.3 Pengindera (Sensor) Pengindera atau sensor berfungsi untuk menangkap suatu informasi tentang status dari suatu sistem dan kemudian meneruskan informasi tersebut ke dalam sistem pengendalian (control sistem). Dalam sistem elektro hidrolik sensor digunakan sebagai berikut : Untuk mengukur dan memantau tekanan dan suhu fluida. Untuk mengindera posisi piston/aktuator. Ada bermacam-macam alat pengindera antara lain : Limit switch Biasanya limit switch ini dioperasikan secara mekanik yaitu oleh sentuhan piston pada roller.

Gambar 42

HO 42

Komponen Kelistrikan (Lanjutan)


Pressure switch Sensor ini bekerja apabila tekanan fluida telah mencapai preset pressure (tekanan yang telah disetel oleh baut penyetel). Lihat gambar 43

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

40

Lembar Informasi

Gambar 43 3.4 Pengindera tanpa kontak (Proximity sensor) Yang dimaksud dengan proximity sensor ialah bahwa dalam proses menangkap informasi tidak ada kontak langsung secara mekanik antara alat sensor dan yang disensor. Ada beberapa macam antara lain : Reed switch ialah sensor yang dioperasikan secara magnetis (Magnetically activated proximity sensor) Reed switch biasanya digunakan untuk mendeteksi posisi akhir (posisi tertentu) dari torak atau posisi sudut bagi rotary actuator

Gambar 44

HO 43

Komponen Kelistrikan (Lanjutan)


Inductive proximity sensor Sensor ini terdiri atas :oscilating circuit (1), trigering stage (2) dan amplfier (3). Pada waktu arus dialirkan, oscilating circuit membangkitkan medan elektro magnetic berfrekuensi tinggi yang dipancarkan pada sensor. Apabila ada logam yang mendekat dan masuk pada medan magnet maka trigering stage akan mengevaluasi isyarat(signal) dari oscilating circuit dan mengoperasikan switch melalui amplifier.lihat gambar 45

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

41

Lembar Informasi

Gambar 45

Capacitive proximity sensor Sensor ini digunakan untuk mengukur perubahan capacitance dalam capacitor elektrik apabila didekatkan pada obyek.

Gambar 46

HO 44

Komponen Kelistrikan (Lanjutan)


Optical proximity sensor Apabila sinar terputuskan oleh obyek maka switch akan membuka atau menyambung. Ada tiga tipe sensor ini yaitu : Through beam sensor ( Gambar 47a)

Gambar 47a
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 42

Lembar Informasi

Retro-reflective sensor (gambar 47b)

Gambar 47b Diffuse sensor (gambar 47c)

Gambar 47c

HO 45

Komponen Kelistrikan (Lanjutan)


3.5 Relay dan Kontaktor
Pada prinsipnya relay dan kontaktor mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk menyambungkan arus. Perbedaannya ialah bahwa relay untuk output dan arus yang relatif kecil sedangkan kontaktor untuk output dan arus yang relatif besar (tinggi). Gambar 48.a adalah konstruksi coil relay. Apabila arus masuk dalam kumparan maka terjadilah medan magnet pada inti besi lunak dan menarik armature . Armature join dengan titik kontak (terminal) sehingga dengan ditariknya armature maka kontak (1) akan bersambung dengan kontak (4) dan ini disebut sebagai posisi kontak (switching position). Bila arus diputus, lepas pula posisi kontak dan kontak(1) bersambung lagi dengan (2). Gambar 48 b secara simbolis menunjukkan sebuah coil relay mengoperasikan beberapa buah kontak relay normally open (NO).dan beberapa kontak relay normally closed (NC) Koil Relay

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

43

Lembar Informasi

Gambar 48a

Gambar 48b

HO 46

Komponen Kelistrikan (Lanjutan)


Kontaktor Cara kerja kontaktor dapat diuraikan sebagai berikut: Apabila arus dialirkan pada kumparan (koil) maka pada iron core timbul medan magnet atau dikatakan besi lunak tersebut menjadi magnet. Kemudian armatur ditarik oleh magnet dan terjadilah kontak listrik. Bila arus diputus hilanglah elektro magnet pada besi lunak dan armatur terlepas sehingga kontak listrik terputus. Perhatikan gambar 49 berikut.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

44

Lembar Informasi

Gambar 49

HO 47

04.Pemeliharaan Kelistrikan
4.1 Pra Pemeliharaan
Yang dimaksud dengan pra pemeliharaan ialah suatu kegiatan persiapan yang bertujuan agar nantinya pelaksanaan pemeliharaan berjalan lebih lancar . Kegiatannya antara lain : Penyiapan peralatan pemeliharaan, semakin lengkap akan semakin baik. Penyiapan bahan-bahan pemeliharaan terutama yang dipakai secara rutin sepertii bahan pembersih, bahan pelumas, bahan pencegah korosi dan lain-lain. Pemasangan mesin/peralatan pemeliharaan. yang memberi peluang untuk pelaksanaan

Instalasi tenaga baik tenaga listrik maupun tenaga fluida harus memenuhii persyaratan. Persiapan administrasi pemeliharaan termasuk dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan/dibuat.

Salah satu contoh yang berhubungan dengan elektro-hidrolik adalah : Processor element seperti relay-relay dapat dipasang pada satu kontrol panel kemudian panel-panel dipasang pada control cabinet, yang mana orang dapat melaksanakan pemeliharaan seperti penyetelan atau penggantian komponen dan sebagainya . Konektor, pengawatan dan selang-selang udara yang masuk ataupun yang keluar dari cabinet perlu diberi tanda yang jelas dengan penomeran atau dengan warna sesuai dengan diagram Sirkuit . Kemudian control kabinet diberi pintu transparan (dari kaca) yang terkunci sehingga operator atau petugas yang terkait dapat melihat tetapi tetap aman. .

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

45

Lembar Informasi

Dalam menginstal atau memasang peralatan baik mekanik, elektrik, hidrolik, pneumatic maupun yang lain harus diperhatikan agar dapat mengurangi kesalahan-kesalahan dan bahkan mengurangi downtime. Hal ini dapat disebutkan sebagai berikut : Untuk kelistrikan : Kebutuhan suplai tenaga listrik harus mencukupi. Posisi pemasangan power suplai di dalam control cabinet harus memungkinkan masih mendapat pendinginan karena power suplai memancarkan panas. Atau pasanglah kipas angin ( fan) pada control cabinet. Pasang short circuit protection seperti fuses, circuit breakers, electronic load sensing, atau heat shrink tubing pada jaringan. Gunakan kabel-kabel berwarna dan pasang sesuai dengan aturan untuk memudahkan identifikasi. Diameter suplai line (selang utama) harus mencukupi untuk seluruh sistem. Unit tenaga harus diset pada tekanan hidrolik yang benar sesuai dengan desain. Katup-katup dan konektor harus dilabel secara jelas.

Untuk sistem hidrolik :

HO 48

Pemeliharaan Kelistrikan (Lanjutan)


Selang-selang penyambung (konduktor) diusahakan sependek mungkin. Tidak ada kebocoran-kebocoran dan kehilangan tenaga. Pemasangan komponen-komponen harus dimungkinkan untuk pemeriksaan dan penggantian.

4.2 Dokumentasi dalam elektro-hidrolik


Untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan pemeliharaan maka dokumen-dokumen berikut ini perlu dipersiapkan: Operating instructions ( Operation manual ) Instalations and maintenance manuals. Daftar spare parts terutama spare parts yang penting. Electic circuit diagram. Wiring diagram (electrical) Hydraulic Circuit diagram Desplacement step diagram Lembaran data komponen ( data sheets) Diagram lay out dari system yang lengkap dengan label-label pada katup dan lines
46

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Lembar Informasi

Dokumentasi trouble shooting.

Contoh :
Berikut ini adalah salah satu contoh diagram Sirkuit kelistrikan (electrical circuit diagram ) dengan desain pengawatan ( wiring diagram ) dan terminal alocations list. Lihat gambar 50a dan gambar 50b berikut ini.

HO 49

Pemeliharaan Kelistrikan (Lanjutan)


Diagram Sirkuit kelistrikan

Gambar 50a

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

47

Lembar Informasi

Daftar Alokasi Terminal

Gambar 50b

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

48

Tugas

Tugas-tugas Praktik

Task 1
Catatan : Untuk menyelesaikan tugas-tugas berikut dianjurkan setiap peserta bekerja individual pada setiap working station. Apabila hal itu tidak memungkinkan, dapat dilaksanakan kerja kelompok pada setiap working station, maksimum tiga orang setiap kelompok ( group.).

Tugas 1. ( Dasar Kelistrikan )


Coba identifikasi catu-daya (power supply) yang ada pada training unit anda. Perhatikan konstruksinya, kemudian selesaikan tugas-tugas berikut : 1.1 Nama-nama komponen di dalam catu daya adalah : . .. . .. .. .

1.2 Fungsi dari setiap komponen tersebut pada 1.1 adalah :

1.3 Dengan menggunakan alat-alat ukur listrik, periksa arus yang masuk ke power supply dan yang keluar dari power supply (output). 1.4 Kenali / perhatikan simbol-simbol kelistrikan yang ada pada power supply dan jelaskan simbol apa yang anda temui tersebut. .. .. . .. .

Task 2
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 49

Tugas

Tugas 2 (Direct control)


Gambar di samping adalah alat penyortir balok-balok besi yang berat. Pada waktu tombol ditekan, silinder mendorong balok besi dan bila tombol dilepas silinder kembali ke posisi semula. a. Sempurnakanlah gambar-gambar sirkuit berikut b. Sebutkan namanama komponen yang ada pada sirkuit tersebut. c. Jelaskan kerjanya. cara

d. Persiapkan komponenkomponen yang akan digunakan kemudian rakitlah sirkuit tersebut. e. Periksa rakitan sirkuit kemudian operasikan sirkuit itu.

Gambar berikut ini adalah diagram sirkuit elektro hidrolik. Bandingkan dengan tugas 2, kemudian selesaikan tugas berikut : a. b. Lengkapilah diagram-diagram tersebut ! Sebutkan komponen sirkuit. yang nama-nama ada pada

c. d.

Jelaskan cara kerjanya Persiapkan komponen yang sirkuit tersebut pada profile Periksa rakitan sirkuit tadi dan kemudian operasikan !
50

Taskdiperlukan 3 kemudian rakit pula


Tugas 3 (Indirect control) plate .
e.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Tugas

Task 4
Tugas 4 (Sirkuit mengunci)
Mesin stemping seperti gambar di bawah menggunakan sirkuit hidrolik dengan silinder kerja ganda tetapi dikendalikan dengan katup 3/2 single solenoid. Aliran fluida begitu keluar dari pompa diatur oleh flow control. Kecepatan piston maju diharapkan dapat ditingkatkan oleh fluida arus balik.
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 51

Tugas

Setelah membaca informasi tersebut selesaikanlah tugas-tugas berikut : Sempurnakanlah diagram-diagram sirkuit . Sebutkan nama-nama komponen yang digunakan Jelaskan cara kerja masing-masing Buatlah rakitan dari Sirkuit tersebut pada profile plate kemudian operasikan. Coba analisis efisiensi penggunaan katup 3/2 single solenoid untuk mengoperasikan silinder kerja ganda . Coba fikirkan bagaimana mengoperasikan silinder kerja ganda menggunakan katup 4/2 single solenoid.

Task 5
Tugas 4 (Lanjutan)

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

52

Tugas

Task 6
Tugas 5 (Fungsi logika)
Pintu dapur boiler dioperasikan dengan double acting hydraulic cylinder yang dikendalikan oleh katup 4/2 single solenoid. Pintu dapat dibuka dengan tangan atau dengan kaki. Begitu tombol ditekan begitu pintu membuka dan begitu tombol dilepas pintu langsung menutup. Dari informasi tersebut selesaikan tugas-tugas di bawah ini: Gambarkan diagram Sirkuit hidrolik. Sempurnakan diagram Sirkuit elektrik .

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

53

Tugas

Sebutkan nama-nama komponennya Analisis cara kerja masing-masing Rakitlah Sirkuit elektro hidrolik tadi pada profile plate.

Task 7
Tugas 6 (Sirkuit berurutan )
Sebuah alat bantu perakitan menggunakan Sirkuit hidrolik dengan sebuah silinder kerja ganda dan sebuah motor hidrolik. Cara kerjanya adalah : Bila tombol start S1 ditekan , silinder bergerak maju untuk menekan bush plastik ke dalam benda kerja baja. Ketika tekanan di dalam ruang silinder mencapai 4,5 Mpa = 45 bar maka pressure switch B1 bekerja dan menggerakkan motor hidrolik untuk memutar baut dan mendrong pen ke dalam benda kerja. Ketika tombol S2 ditekan maka silinder bergerak mundur dan motor berhenti. Jelaskan cara bekerjanya melalui diagram fungsi dan diagram Sirkuit.
54

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Tugas

Rakitlah Sirkuit tersebut pada profile plate kemudian operasikan.

Task 8
Tugas 6 (Lanjutan)
Sirkuit hidrolik

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

55

Tugas

Sirkuit elektrik

Task 9
Tugas 7 (Sirkuit Otomatis)
Selesaikan diagram Sirkuit hidrolik dan Sirkuit elektrik di bawah ini, apabila cara kerja Sirkuit adalah sebagai berikut : Pada posisi awal seperti gambar, sensor switch NO yang dipasang pada akhir langkah mundur tersambung. Apabila switch ON/OFF di ON kan, piston bergerak maju. Pada akhir langkah maju limit switch NO ditekan oleh piston sehingga piston bergerak mundur. Gerak maju dapat diatur sedang gerak mundur dipercepat. Demikian seterusnya selama switch ON/OFF atau saklar dioperasikan, Sirkuit tetap berjalan. Setelah itu rakitlah sirkuit tersebut berdasarkan susunan anda kemudian operasikan

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

56

Tugas

Task 10
Tugas 8 (Sirkuit interloct)
Selesaikan diagram Sirkuit di bawah ini , untuk Sirkuit interlock, yaitu apabila salah satu solenoid masih diberi arus maka solenoid yang lain tidak dapat dioperasikan.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

57

Tugas

+ 24 V * * * *

0V

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

58

Tugas

Task 11
Tugas 9 ( Sirkuit elektro-hidrolik dengan dua silinder kerja ganda.)
Dengan menggunakan stasion pemindah hidrolis paket-paket benda kerja dipindahkan darii konveyor X yang jatuh pada silinder A , kemudian diangkat oleh silinder A . Paket pada posisi di atas kemudian silinder B mendorong paket tersebut jatuh ke konveyor Y. Setelah itu kedua silinder kembali ke posisi semula secara serempak. Perhatikan uraian di atas dan gambar-gambar serta diagram Sirkuit berkut kemudian selesaikan tugas-tugas ini. Analisis cara kerja Sirkuit elektro hidrolik tersebut. Pilih komponen-komponen seperti yang tercantum dalam daftar. Rakitlah Sirkuit tersebut pada profile plate. Operasikan Sirkuit tersebut dan analisis apakah sudah sesuai dengan desain. Setelah selesai desmantle ( bongkar ) Sirkuit tersebut dan bereskan dengan tertib semua alat dan komponennya.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

59

Tugas

Task 12
Tugas 9 (Lanjutan)
Diagram Fungsi Sirkuit hidrolik

Task 13

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

60

Tugas

Tugas 9 ( Lanjutan)
Diagram Sirkuit hidrolik

Diagram sirkuit elektrik

Task 14
Tugas 9 ( Lanjutan )
Diagram Sirkuit elektrik ( practical assembly )
Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc. 61

Tugas

Task 15
Tugas 10 (Komponen kelistrikan) Persiapkan komponen-komponen kelistrikan yang ada pada training unit anda, kemudian : Identifikasi konstruksi setiap komponen.
62

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

Tugas

Sebutkan nama-nama bagian setiap komponen Coba ditest dengan alat ukur listrik apakah komponen tersebut dalam keadaan baik. Catatlah kondisi setiap komponen.

Komponen-komponen tersebut antara lain : a. Switch-switch pada training unit b. Katup-katup Solenoid c. Box relay d. Pressure switch e. Reed switch

Task 16
Tugas 11 (Pemeliharaan kelistrikan)
a. Coba analisis apabila tugas nomor 8 terjadi troubel yaitu pada waktu piston mencapai titik mati depan dan menyentuh limit switch tetapi piston tidak kembali lagi.

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

63

Tugas

b. Lakukan fault tracing pada tugas nomor 9 bila permasalahannya adalah : silinder A maju kemudian disusul silinder B, tetapi silinder A tidak mau kembali.dan Sirkuit berhenti.

TUGAS
1. Sebutkan nama-nama komponen hidrolik dan komponen elektrik pada sirkuit elektro hidrolik berikut ini! 2. Jelaskan cara kerja sirkuit elektro berikut ini!

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

64

Tugas

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

65

Tugas

TUGAS
Perhatikan elektro gambar hidrolik sirkuit berikut,

kemudian kerjakan tugas: 1. Sebutkan namanama komponen hidrolik maupun komponen elektrik! 2. Jelaskan cara kerja sirkuit elektro hidrolik tersebut!

Technical Education Development center Sisjono / Paket Elektro Hidrolik .Doc.

66