Anda di halaman 1dari 3

Pengertian dan Indikasi Mahkota jaket adalah suatu restorasi yang di buat seluruhnya dari akrilik atau porselainyang

meliputi seluruh mahkota klinis gigi dan berakhir pada atau di bawah permukaan gusi (Martanto, 1982). Indikasi dari restorasi mahkota jaket adalah : 1. Gigi yang mengalami fraktur 2. Gigi yang mempunyai karies luas sehingga tidak bias di tambal secara konvensional. 3. Gigi berubah warna atau mengalami cacat permukaan seperti kalsifikasi yang tidak sempurna atau de kalsifikasi 4. Gigi yang mengalami malposisi 5. Gigi yang mengalami abrasi Disebutkan juga oleh Peter 2008, bahwa perawatan mahkota pada anak-anak perlu dilakukan apabila gigi susu telah mengalami karies yang cukup luas, gigi susu yang telah dirawat endodontic dan kehilangan banyak tonjol, hypoplastik gigi.

Sementasi Menurut kegunaannya , bahan sementasi di bidang kedokteran gigi adalah suatu bahan yang digunakan untuk merekatkan restorasi pada jaringan gigi. Bahan sementasi dibagi menjadi dua ketegori yaitu sebagai sementasi sementara dan psementasi permanen. Beberapa bahan sementasi dapat digunakan sebagai tambalan sementara maupun sebagai lining (John 2008). Menurut komposisinya, bahan sementasi dapat di kategorikan yaitu water based, oil based, dan resin based. 1. Water Based a. Glass Ionomer Cement b. Terdapat empat tipe dari GIC yaitu tipe 1 sebagai luting, tipe 2 sebagai restorasi, tipe 3 sebagai base/liner, tipe 4 sebagai core build up (J. A Von Fraunhofer). Glass Ionomer Cement tipe 1 dirancang sebagai bahan sementasi dengan bubuk lebih halus bila dibandingkan dengan GIC tipe 2 namun komposisi dan kimiawinya sama mengeras (Kenneth, 2004). Kekuatan tekan dan kekutan tarik GIC bisa disamakan dengan kompomer, hybrid ionomer, dan seng fosfat. GiC mempunyai daya antikariogenik karena di dalam bubuknya terdapat flour.Gic melekat pada gigi secara kimiawi. Ketebalan dari bahan sementasi ini umjumnya sebesar 25 m dengan konsistensi yan encer (John 2006).

c. Hybrid Ionomer Cement Hybrid Ionomer Cement I atau resin modified glass ionomer cements diindikasikan sebagai bahan sementasi permanen , core build up, serta bahan bondin ortodontik. Kekuatan dari bahan ini lebih baik dari pada water based cement lainnya namun tidak lebih kuat dibandingkan dengan resin semen (John, 2008). Bahan ini merupaka self cure dan light cure dengan kemasan liquid dan powder, pasta dan pasta, serta dlam kemasan kapsul. Ketebalan bahan sementasi dari hybrid ionomer cement dapat lebih tipis dibandingkan dengan GIC sehingga bahan restorasi dapat lebih presisi dan retentif (John 2006). d. Seng Polykarboksilat Seng polykarboksilat tidak lebih kuat bila dibandingkan dengan semen seng fosfat namun bahan ini tidak iritatif seperti semen seng fosfat. Kekuatan dari bahan semen ini termasuk rendah bila dibandingkan dengan jenis water based semen yang lainnya (John, 2008). Kekuatan kompresi dari semen ini lebih endah dibandingkan dengan semen seng fosfat, namun kekuatan tariknya sedikit lebih besar dibandingkan dengan semen seng fosfat. Modulus elastisitas semen ini kurang dari setengah seng fosfat. Semen Seng Polykarboksilat lebih mempunyai kerapuhan di atas semen seng fosfat sehingga sulit membuang kelebihan semen setelah mengeras (Kenneth, 2004). e. Semen Seng Fosfat Semen seng fosfat saat ini jarang digunakan, karena tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat mengganggu struktur gigi dan iritasi pulpa bila digunakan pada gigi yang masih vital (John, 2008). Semen seng fosfat cukup memerlukan ketebalan, sehingga memerlukan ruang yang cikup banyak bil;a digunakan sebagai bahan semntasi (John, 2006). 2. Oil Based Cements a. Seng Oksid Eugenol Semen seng oksid eugenol merupakan semen yang mempunyai efek sedative karena mempunyai kandungan eugenol. Semen seng oksid eugenol dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe 1 merupakan bahan sementasi semantara sedangkan tipe 2 sebagai sementasi permanen. 3. Resin Based Cements a. Esthetic Resin Cements

b. Esrthetic resin semen merupakan bahan sementasi yang mempunyai beberapa pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan warna gigi. Penggunaan bahan sementasi ini biasnya digunakan sebagai bahan sementasi restorasi full ceramic/porcelain dan indirek komposit. Terdapat dua cara polymerisasi yaitu light cure dan dula cure. Sebagai bahan sementasi, Esthetic Resin Cements tidak memerlukan ketebalan sehingga bahan restorasi dapat presisi serta lebih kuat bila dibandingkan dengan water based semen. Perlekatan ke gigi dan permukaan restoarsi kuat sehingga di anjurka pada kasus sementasi kasus yang membutuhkan kekuatan dan estetik (John, 2008). Semen berbasis resin ini digunakan apabila mengunggulkan kekuatan ikatan dengan dentin, namun tidak mengharapkan adanya anti kariogenik (Kenneth, 2004)..