Anda di halaman 1dari 3

1.

AIR
Air merupakan salah satu unsur penting dalam bahan makanan. Meskipun bukan merupakan sumber nutrisi, tetapi air sangat essensial dalam kelangsungan proses biokimiawi organisme hidup. Beberapa alasan pentingnya analisis kadar air adalah: - Standar mutu - Pengawasan mutu - Penanganan bahan Ada beberapa teknik analisis kadar air, antara lain thermogravimetri, thermovolumetri, cara kimia (asetil khlorida, Karl Fisher), cara fisika ( pengukuran daya hantar listrik), pengukuran secara langsung (moisture tester). 1. Penentuan Kadar Air dengan Cara Thermogravimetri Prinsip : Menguapkan air yang ada dalam bahan dengan jalan pemanasan. Kemudian menimbang bahan sampai berat konstan yang berarti semua air dalam bahan sudah diuapkan. Berat konstan artinya = selisih penimbangan berturut-turut kurang dari 0,2 mg. Alat: Botol timbang, Eksikator, Oven dan Penjepit Cara Kerja: 1. Botol timbang yang telah bersih dikeringkan dalam oven pada suhu 105o C dengan tutup dibuka selama 1 jam. Kemudian didinginkan dalam eksikator dalam kondisi tertutup. Setelah dingin, botol ditimbang ( C ) 2. Timbang sampel yang telah dihaluskan sebanyak 1 2 g ( D ) dalam botol timbang yang telah diketahui beratnya. 3. Kemudian keringkan dalam oven pada suhu 105oC dengan tutup dilepas selama 8 - 24 jam tergantung bahannya. Kemudian dinginkan dalam eksikator dan ditimbang. Panaskan lagi dalam oven 30 menit, dinginkan dalam eksikator dan ditimbang. perlakuan ini diulangi sampai tercapai berat konstan (E). Berat konstan artinya = selisih penimbangan berturutturut ( 0,2 mg). 4. Pengurangan berat merupakan banyaknya air dalam bahan. Perhitungan : Berat air % Air (wb) = ---------------------Berat sample basah x 100 %

Berat air % Air (db) = ---------------------- x 100 % Berat sample kering

% kadar air + % berat kering = 100 % 2. Penentuan Kadar Air secara THERMOVOLUMETRI Cara Distilasi toluene. (AOAC, 1970) Timbang bahan padat yang telah dipotong-potong kecil atau berupa bubuk secukupnya yang lebih kurang mengandung 2 5 ml air, dan pindahkan ke dalam labu distilasi. Tambahkan kurang lebih 75 100 ml toluene atau xylene dan pasang labu distilasi pada alat distilasi khusus dengan penampung air yang menguap Bidwell Sterling. Atur pemanasan distilasi sampai kira-kira 4 tetes toluene jatuh dari kondensor setiap detik. Lanjutkan distilasi sampai semua air menguap dan air dalam penampung tidak bertambah lagi (lebih kurang 1 jam). Bacalah volume air dan hitung % air dari berat contoh.

Volume air (ml) % Air (wb) = ---------------------- x 100 % Berat sample (gr) 3. CARA KIMIA a. CALCIUM CARBIDA : Reaksi:

CaC2

H2O
sample

C2H2
asetilene

+ CaO

Calciumcarbida 1 mol = 22,4 lt

Vol asetiline --- mol asetiline b. KARL FISHER :

--- mol H2O --- gr H2O

Prinsip : Sample ( H2O ) dititrasi dengan larutan Iodin dalam Methanol, selama masih ada air, reaksi terus berlanjut, tetapi bila air sudah tidak ada, Iodin akan bebas dan titrasi dihentikan. Iodine bebas .memberikan warna kuning coklat. Untuk memperjelas titik akhir titrasi maka ditambah metilene blue sehingga terbentuk warna hijau.

Reagen yang digunakan : Iodin, methanol, SO2, piridin Methanol & piridin : untuk melarutkan Iodin dan mengikat asam sulfat yang terbentuk sehingga akhir titrasi menjadi lebih jelas dan tepat SO2 agar reaksi dengan air menjadi lebih baik Reaksi yang terjadi : I2 + SO2 + 2 C6 H5N Iodin piridin C6 H5 N I2 + C6 H5 N SO2

C6 H5 N I2 + C6 H5 N SO2 + C6 H5N + H2O 2C6 H5 NH I + C6 H5 N SO3 Piridin air C6 H5 N SO3 + C H3 OH C6 H5 N H SO4 CH3 methanol I2 + metilene blue hijau c. ASETIL CHLORIDA : Prinsip : asetil chloride + air asam dititrasi dengan basa / Na OH aksi : H2O + C H3 CO Cl Air asetil chloride C H3 CO OH + HCl asam asetat

V. N basa = V . N asam = m grek asam = m mol asam = m mol H2O mgr H2O % kadar air = berat air (mgr ) x 100 % Berat sample ( mgr )

4. METODE FISIK : Metode ini didasarkan pada sifat daya hantar listrik dapat diukur dari tetapan dielektrikum, daya hantar listrik / konduktivitas, resonansi nuklir Magnetik /NMR = Nuclear Magnetik Resonance