Anda di halaman 1dari 11

Peristiwa Terang Doa Rosario

Sabtu, 26 Januari 2013

Peristiwa Terang Doa Rosario


Browse Home Rosario Peristiwa Terang Doa Rosario

Peristiwa Terang Doa Rosario

Yesus Dibabtis di Sungai Jordan

Sesudah dibabtis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit erbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarah suara dari surga mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat 3:16-17). Bapa, kamipun Engkau beri misi sebagai anak-Mu dan pengikut Yesus. Buatlah kami menerima tugas itu dengan hati terbuka dan penuh suka cita.

Yesus Menyatakan Diri-Nya dalam Pesta Pernikahan di Kana

Atas permintaan Maria, bunda-Nya, Yesus mengatasi kekurangan anggur. Hal itu dilakukan Yesus sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya (Yoh 2:11). Bapa, tolonglah kami mampu menghadapi setiap masalah hidup ini dengan tenang sambil mengandalkan kasih-Mu kepada kami.

Yesus Memberitakan Kerajan Allah dan Menyerukan Pertobatan

Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea, Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu (Mat 4:17,23). Bapa, pertobatkanlah kami. Ampunilah dosa kami. Jadikanlah kami mampu mengampuni orang yang telah menyakiti kami.

Yesus Menampakan Kemuliaan-Nya

Yesus berubah rupa di sebuah gunung yang tinggi. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari. Allah bersabda kepada tiga rasul Yesus, "Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia" (Mat 17:2,5). Bapa, ajarlah kami mendengarkan Yesus dan sepenuhnya menerima ajaran-Nya. Izinkanlah kami semakin mengenal Dia, terutama dalam sengsara-Nya.

Yesus Menetapkan Ekaristi

Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecahkan-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, "Ambilah, inilah tubuh-Ku". Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka. Ia berkata, "Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagi banyak orang" (Mar 14:22-24). Bapa, Sucikan dan kuduskanlah kami pada saat kami menerima Tubuh dan Darah Putra-Mu yang terkasih; pakailah kami sekehendak-Mu.

Ratu Rosario
"Berdoalah Rosario setiap hari... Berdoa, berdoalah sesering mungkin dan persembahkanlah silih bagi para pendosa... Akulah Ratu Rosario... Pada akhirnya Hatiku yang Tak Bernoda akan menang." Pesan Bunda Maria dalam penampakan kepada anak-anak di Fatima Apa itu Rosario? Asal-usul Rosario 7 Oktober : Pesta SP Maria Ratu Rosario 15 Janji Maria

APA ITU ROSARIO?


Rosario berarti "Mahkota Mawar". Bunda Maria menyatakan kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mendaraskan satu Salam Maria, mereka memberinya sekuntum mawar yang indah dan setiap mendaraskan Rosario secara lengkap mereka memberinya sebuah mahkota mawar. Mawar adalah ratu semua bunga, jadi Rosario adalah ratu dari semua devosi, oleh karenanya rosario adalah devosi yang paling penting. Rosario dianggap sebagai doa yang sempurna karena di dalamnya terkandung warta keselamatan yang mengagumkan.

Sesungguhnya, dengan Rosario kita merenungkan peristiwa-peristiwa gembira, sedih dan mulia dalam kehidupan Yesus dan Maria. Rosario adalah doa yang sederhana, sangat sederhana seperti Maria. Rosario adalah doa yang dapat kita doakan bersama dengan Bunda Maria, Bunda Tuhan. Dengan Salam Maria kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Bunda Maria senantiasa mengabulkan permohonan kita. Ia menyatukan doanya dengan doa kita. Oleh karena itu, rosario menjadi doa yang ampuh sebab apa yang Bunda Maria minta, ia pasti menerimanya. Yesus tidak pernah menolak apa pun yang diminta BundaNya. Di setiap penampakan, Bunda Surgawi meminta kita untuk mendaraskan Rosario sebagai senjata ampuh melawan kejahatan, dan sarana pembawa damai sejahtera. Dengan doamu digabungkan dengan doa Bunda Surgawi, kamu dapat memperoleh rahmat yang besar untuk menghasilkan pertobatan. Setiap hari, melalui doa, kamu dapat mengusir dari dirimu sendiri dan dari tanah airmu banyak bahaya dan kejahatan. Tampaknya, Rosario hanyalah doa yang diulangulang, tetapi sesungguhnya Rosario itu seperti dua orang yang saling mengasihi yang setiap kali saling mengucapkan: "Aku mengasihimu" Keseluruhan Rosario terdiri dari lima belas misteri. Dalam satu misteri didaraskan sepuluh Salam Maria untuk menghormati suatu misteri dalam kehidupan Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Biasanya kita mendaraskan lima misteri sekaligus sambil merenungkan suatu peristiwa. Misteri-misteri dapat didoakan sebagian untuk kemudian dilanjutkan kembali, hingga satu peristiwa lengkap didaraskan dalam hari yang sama. Di setiap misteri yang terdiri dari sepuluh Salam Maria, meditasi dapat dilakukan di setiap manik-manik yang mewakili satu Salam Maria.

ASAL USUL ROSARIO


Karena Rosario dirangkai -terutama dan pada hakekatnya- dari Doa Yesus dan Salam Malaikat, yaitu Bapa Kami dan Salam Maria, maka tanpa raguragu kita mengakui doa itu sebagai doa utama sekaligus devosi utama umat beriman. Doa itu telah dipakai berabad-abad lamanya semenjak zaman para rasul dan murid-murid hingga sekarang ini. Namun baru pada tahun 1214, Gereja menerima dan mengakuinya dalam bentuknya yang sekarang ini, serta mendaraskannya menurut metode yang kita pakai sekarang ini. Doa ini diwariskan kepada Gereja oleh St. Dominikus, pendiri Ordo Para Pengkotbah, yang menerimanya langsung dari Bunda Perawan Terberkati sebagai sarana yang ampuh untuk mempertobatkan kaum bidaah Albigensia dan pendosa-pendosa lainnya. Sehubungan dengan itu saya mau

menceritakan kepada anda kisah St. Dominikus menerima Rosario Suci itu. Kisah ini ditemukan di dalam buku termasyhur Beato Alan de la Roche berjudul De Dignitate Psalterii. Menyadari bahwa gawatnya dosa-dosa umat merintangi pertobatan kaum bidaah Albigensia, Santo Dominikus mengasingkan diri ke sebuah hutan dekat kota Toulouse. Di sana ia berdoa tak henti-hentinya selama tiga hari tiga malam. Selama itu, ia tidak berbuat apa-apa selain berdoa sambil menangis, dan dengan tekun mengusahakan penebusan dosa demi meredakan kemurkaan Allah yang Mahakuasa. Ia berdoa dan bermatiraga dengan pengendalian diri yang sungguhsungguh sehingga badannya menjadi lemah dan rapuh. Akhirnya ia jatuh sakit parah. Pada saat itulah Bunda Maria, didampingi oleh tiga malaikat, menampakkan diri kepadanya dan berkata: "Dominikus yang terkasih! Tahukah engkau senjata ampuh yang dipakai Tritunggal Mahakudus untuk membaharui dunia ini?" Jawab Santo Dominikus, "Oh, Ibu, engkau tahu senjata itu jauh melebihi saya, karena di samping Puteramu Yesus Kristus, engkau sudah selalu menjadi sarana utama keselamatan kami." Lalu Bunda Maria menjawab: "Aku mau engkau mengetahui bahwa dalam peperangan semacam ini, alat pelantak yang ampuh itu ialah Salam Malaikat, yang merupakan batu fundasi Perjanjian Baru. Oleh karena itu, kalau engkau mau menemui jiwa-jiwa kaum beriman yang bersikap keras, dan memenangkan mereka bagi Allah, wartakanlah mazmurku." Dominikus merasa terhibur lalu bangun. Terbakar oleh semangatnya untuk mempertobatkan orang-orang di daerah itu, ia mendirikan sebuah katedral. Pada suatu hari, malaikat-malaikat yang tak kelihatan membunyikan lonceng-lonceng untuk mengumpulkan orang-orang di daerah itu. Lalu Dominikus mulai berkhotbah kepada mereka. Pada awal khotbahnya terdengar letusan halilintar yang menggemparkan, bumi bergoncang, matahari tak bersinar, dan guntur serta halilintar menggelegar sambung-menyambung membuat semua orang ketakutan. Mereka semakin takut tatkala memandang gambar Bunda Maria mengangkat tangannya ke surga sebanyak tiga kali untuk menurunkan murka Allah atas mereka apabila mereka tidak mau bertobat, tidak mau merobah hidup mereka, dan tidak mau mencari perlindungan dari Bunda Allah yang kudus. Dengan cara ajaib ini Tuhan bermaksud menyebarluaskan devosi baru kepada Rosario Suci, dan membuatnya lebih dikenal oleh semua orang. Karena doa Dominikus, halilintar itu mulai reda berangsur-angsur, sehingga ia dapat melanjutkan kotbahnya. Dengan tegas dan mendesak, ia menjelaskan nilai dan pentingnya rosario suci sehingga hampir semua orang Toulouse memeluknya dan berjanji untuk meninggalkan kepercayaan mereka yang salah. Dalam waktu yang begitu singkat terjadilah perubahan besar di kota itu. Umat mulai menghayati kehidupan Kristiani, dan menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk mereka.

(Sumber: Rahasia Rosario, judul asli: The Secret of the Rosary by St Louis-Marie Grignion de Montfort, diterjemahkan oleh B. Mali, Penerbit Obor)

7 OKTOBER : PESTA SANTA PERAWAN MARIA RATU ROSARIO


Pada tanggal 7 Oktober 1571 terjadi suatu pertempuran armada laut yang dahsyat di Laut Tengah, dekat pantai Yunani. Tempat itu disebut Lepanto. Turki memiliki angkatan laut yang paling kuat di bawah pimpinan Halifasha. Sebelum pertempuran ini, Turki telah menyerang semua pelabuhan Katolik di Eropa. Paus Pius V yang pada waktu itu duduk di Tahta St. Petrus di Roma menyerukan supaya semua orang Katolik di Eropa bersatu dan bertahan terhadap serangan armada Halifasha. Kemudian Paus menunjuk Don Yuan dari Austria menjadi komandan armada gabungan Eropa yang akan menghadapi armada Turki. Don Yuan terkenal memiliki devosi yang sangat kuat kepada Bunda Maria. Ketika tentara Katolik naik ke kapal untuk diberangkatkan ke medan perang, mereka masing-masing diberi rosario di tangan kanan, sementara tangan kiri mereka memegang senjata. Paus yang menyadari armada ini tidak ada artinya dibandingkan dengan armada Turki yang jumlahnya tiga kali lipat, meminta agar seluruh penduduk Eropa berdoa rosario. Di mana-mana orang berdoa rosario selama 24 jam terus-menerus. 7 Oktober 1571 pukul 11.30 kedua armada itu mulai bertempur dengan dahsyat hingga baru berakhir keesokan harinya pukul 5.30 sore. Mukjizat terjadi di sana. Ketika pertempuran sedang berlangsung sengit, tiba-tiba angin berubah arah sehingga menguntungkan pihak armada Katolik. Armada Turki berhasil dikalahkan. Halifasha mati terbunuh. Karena kemenangan rosario ini, maka tanggal 7 Oktober ditetapkan sebagai Hari Raya Rosario.

15 JANJI BUNDA MARIA BAGI MEREKA YANG SETIA BERDOA ROSARIO


1. Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendaraskan Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna. 2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka semua yang mendaraskan Rosario. 3. Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan memenaklukkan kesesatan. 4. Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan bagi jiwa belas kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan segala kesia-

siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal abadi. Oh, betapa jiwajiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana ini. 5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa Rosario tidak akan binasa. 6. Ia yang mendaraskan rosario dengan khusuk, dengan merenungkan misterimisterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak bagi kehidupan kekal. 7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja. 8. Mereka yang dengan setia mendaraskan Rosario, sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran pada kudus di surga. 9. Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi Rosario, dari api penyucian. 10. Putera-puteri Rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di surga. 11. Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendaraskan Rosario. 12. Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan Rosario Suci dalam segala kebutuhan mereka. 13. Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur Rosario akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal. 14. Mereka semua yang mendaraskan Rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus. 15. Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang luhur.

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS Bacaan pertama: Kel 25:3-48 Bacaan kedua : Ibr 9:11-15 Bacaan Injil : Mrk 14:12-16.22-26

Hari Raya Tubuh dan Darah kristus Ini tubuh-Ku. Ini darah-Ku. Makan dan Minumlah

Pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, bacaan-bacaan yang akan kita dengarkan, secara khusus bacaan Injil mengingatkan kita kembali akan perjamuan terakhir yang dilakukan oleh Yesus bersama murid-murid-Nya. Dalam perjamuan tersebut, Yesus melambangkan tubuh dan darah-Nya dengan roti dan anggur, yang dipecah-pecahkan lalu dibagikan kepada murid-murid-Nya. Salah satu hal yang menarik dari peristiwa ini, yakni pesan Yesus untuk mengingat itu sebagai kenangan akan diri-Nya. Ketika merenungkan bacaan Injil yang akan kita dengarkan pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, ada dua hal yang ingin saya bagikan. Pertama, tindakan Yesus memberikan diri-Nya kepada para murid, dalam hal ini kita semua yang menjadi pengikut-Nya menandakan terjadinya suatu pengosongan diri dan di sisi yang lain terjadi suatu pemenuhan diri. Dalam konteks ini, pengosongan diri yang dimaksud

terjadi dalam diri Yesus Kristus sendiri. Melalui Ekaristis, Yesus memberikan diri-Nya secara penuh kepada kita. Akan tetapi, peristiwa pengosongan diri Yesus di lain sisi menjadi kepenuhan bagi kita yang menyambut-Nya. Hal kedua yang ingin saya bagikan, yakni kerinduan akan Ekaristi itu sendiri. Sebagai pengikut Kristus yang setia, kita sering aktif dalam kegiatan-kegiatan menggereja. Akan tetapi, kita harus melihat juga apa motivasi dibalik semangat yang menggebu-gebu itu. Hal yang ingin saya tekankan di sini, yakni kerinduan kita akan perayaan Ekaristi. Jangan sampai kita jatuh dalam pemikiran bahwa Ekaristi merupakan kewajiban yang harus saya lakukan sebagai seorang Katolik. Menurut saya, hal utama yang harus kita lakukan agar Ekaristi menjadi bermakna bagi kehidupan kita, yakni dengan menjadikan Yesus sebagai sahabat kita. Bertolak dari dua buah permenungan di atas, kita dapat bertanya dalam diri kita masing-masing. Sejauh mana kita menghayati Ekaristi dalam kehidupan kita? Atau apa manfaat dari Ekaristi bagi peziarahan kita di dunia ini? Melalui teladan yang diberikan oleh Yesus, kita seharusnya berani untuk dipecah-pecahkan lalu dibagi-bagikan untuk sesama kita. Sebagai anggota Gereja, kita seharusnya berbangga hati karena peristiwa Ekaristi yang menjadi ciri khas kita terus diperbaharui setiap hari. Melalui Ekaristi, kita diajak untuk ikut merasakan kehadiran Yesus di dalam hati kita masing-masing. Dengan menyambut Tubuh dan Darah Kristus, kita menyatakan Ya untuk turut ambil bagian dalam keterpecah-pecahan Yesus Kristus untuk dibagi-bagikan kepada orang lain.

Oleh Fr Febrianus A. S. Fauk