Anda di halaman 1dari 88

ANALISA KERUSAKAN INJECTION PUMP

TIPE INLINE DAN DISTRIBUTOR


PADA PRODUK MITSUBISHI

TUGAS AKHIR

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat


Untuk Memperoleh Gelar Diploma III (Ahli Madya)
Pada Politeknik Negeri Padang

Oleh :

EDI SUSANTO
03 081 031

JURUSAN TEKNIK MESIN


PROGRAM SPESIALIS MAINTANANCE
POLITEKNIK NEGERI PADANG
SEPTEMBER 2006
TUGAS AKHIR

ANALISA KERUSAKAN INJECTION PUMP


TIPE INLINE DAN DISTRIBUTOR
PADA PRODUK MITSUBISHI

Disusun oleh :
Nama : Edi Susanto
No. Bp : 03 081 031
Jurusan : Teknik mesin
Program Spesialis : Maintenance

Telah Lulus Sidang pada Tanggal 25 Agustus 2006

Disetujui oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Yuli Yetri. MSi Yazmendra Rosa. ST. MT


Nip. 132 884 488 Nip. 131 206 688

Disahkan Oleh :

Ketua jurusan Ketua Program Spesialis


Maintenance

Ir. MAIMUZAR. MT HENDRA. ST


Nip. 131 789 161 Nip. 131 789 163
Tugas Akhir ini telah diuji dan dipertahankan di depan team penguji
Tugas Akhir Diploma III Jurusan Teknik Mesin
Politeknik Negeri Padang

Ketua Sekretaris

Ir. Maimuzar. MT Adriansyah. ST


Nip. 131 789 161 Nip. 132 163 642

Anggota Pendamping

Ir. M. Elfian Hadi Dra. Yuli Yetri. MSi


Nip. 132 061 887 Nip. 131 884 488
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
Maka apabila kamu sudah selesai ( Dengan satu urusan )
Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain
Ini hanya kepada Allah hendaknya kamu berharap
(Qs : Alam Nasrah 1-8)

Ya Allah berikanlah aku ilmu untuk tetap mensyukuri nikmatmu


Yang telah engkau anugerahkan kepadaku
Dan kepada kedua ibu bapakku
Dan untuk mengerjakan amal shaleh yang engkau ridho
Dan masukanlah aku dengan rahmatmu ke dalam
Golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh
(Qs : An-Nahl : 19)

Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum


Sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka
Hingga ditetapkannya pada mereka
Apa yang harus mereka jauhi
sesungguhnya Allah Maha mengetahui
Segala sesuatu
(Qs : At Taubah : 115)
Ya Allah…….
Dalam ungkapan rasa syukurku
Kumohon dalam do’aku pada-Mu
Jiwa yang selalu bersyukur pada-Mu
Jiwa yang merasa cukup dengan pemberian-Mu
Jiwa yang engkau lindungi dari ingkar kepada-Mu
Jiwa yang dirindukan oleh surga-Mu

Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta justru kamu yang akan


menjaganya
Pemilik harta banyak musuh, pemilik ilmu banyak teman
Harta mengeraskan hati, sedangkan ilmu menyinari hati
Jika engkau dikenal orang maka menulislah
Atau berbuat sesuatu yang bisa ditulis
Akal setipis rambut, tebalkan dengan ilmu
Hati serapuh kain, kuatkan dengan iman
Perasaan selembut sutera, hiasilah dengan akhlak

Hari ini……
Seiring rasa syukurku kepada-Mu Ya Allah
Dari lubuk hati yang paling dalam
Kupersembahkan setetes keberhasilan ini
Kepada ayahanda
Yang telah memberikan semangat dan kasih sayang kepadaku
Kepada ibunda
Yang telah melahirkan, membesarkan serta mendidik dan
membimbingku
Hingga aku menjadi orang yang berguna
Dalam curahan kasih sayangmu
Telah kuraih sepenggal cita
Dan berjuta asa yang pernah ada
Ya Allah rangkullah Ia dalam rahmat dan karunia-Mu
Dan tempatkanlah Ia ditempat yang baik disisi-Mu
Amin…… ya rabbal alamin.

Thaks to :

The second my parents, Papa n ibu tersayang yang telah


berjuang untuk masa depan e-die dan juga telah mengantarkan
e-die pada langkah awal perjalanan hidupk e-die (Mgkn apa
yang e-die dapat blm bias memuaskan, tapi e-die harap mama
dan papa bisa ngerti kl emg segitulah batas kemampuan e-die).
buat kakak2 koe walau udah mandiri jgn lp in yang bungsu n
Adek2 koe tercinta yang selalu mengiringi akoe dengan do’anya.
Cici n stefan rajin2 sakolah rajin2 berajarY, jgn ngecewain mama
n papa kalau bisa tetap rangking, Jangan sia2 in pengorbanan
dan kasih sayang orang mama n papa. Buat Smua keluarga
Terima kasih atas dukungan morill, spirituil dan materilnya.
For “My Honesty Lady”
Thanks bgt ya Ka atas dukungannya selama ini. e-die g tau apa
yg bakalan terjadi pada e-die tanpa ada dorongan dari moe. Ka
lah yg menjadi motivasi e-die sampai jadi seperti ini.
Pengorbanan Ta g bakalan bisa e-die lupa in. Ta, e-die harap
Ta sll bs syg ma e-die, Ta selalu bisa sabar utk ngehadapin e-
die. Mgkn e-die emg bukan yang terbaik, tapi e-die akan tetap
berusaha untuk menjadi yang terbaik for U. Klo dalam
ngehadapin mslh jgn terlalu dimasukin ke dalam hati, n cblah
utk jangan mangatasi suatu mslh dengan tangisan, krn
tangisan tdk akan menyelesaikan mslh. N cobalah
menyelesaikan mslh dengan slalu bertawakal kepada-Nya, Insya
allah kita akan sll dilindungi-Nya.
Yg penting bagi e-die skrg akan sll syg ma Ta n Ta jg sll syg ma
e-die, e-die hrp apa yg mjd komitmen kt buat tuk thn2 kedepan
bisa terwujud. Maybe, you will become my wife, again I tell I
very greatful get you. Amin………….
Ajo lubuak aluang…..n jack cengkeh thanks for U komputerY, jo
thank jg buat pinjaman motorY Val, Pajok n Iwan kt sama2 urus
TA k B’ Yuli n P’ Men, inget waktu cc laporan samo B’ Yuli,
wakatu itu awak sama2 ala pasrah wisuda bulan April n we
marasa kecewa, but tuhan berkehendak lain we bisa sidang
untuk wisuda September, wan thank atas pinjaman sepatu n ali
thank atas baju putiah atas sepatu n baju putiah tu aq dapet
gelar A.Md. Val Tank atas pinjaman kepeng waktu aq perlu
bana. Ayah Fairus when main billiard ajak2lah aq walau belum
bisa betul, Andi inget wkt CC laporan ke pariaman?..n kapan aq
diajak Ali kpn parik malintang musim durian kasih tau e-die !!!
Jack thanks U tmn curhat gw S-Pulung kpn kt k baso jgn lp bw
aq!!! r@y thank atas pinjaman motorY n tank atas tumpanganY
salama ini. Ambo (bisuak ko jan talambek2 juo pai kuliah tu !!!
ujuang2Y wisuda j yang akan lambat, sorry yo mbo awak ndak
bs wisuda samo. Dina (sanok) bilo ka wisuda baju merah ??? jan
lp undang e-die…!!! , Leni you are my best friend thanks on
support n do’a. Me2y… sorry bgt wkt itu… tp ingat ya jangan
ada yang tau tentang kt n thank for everyting I always miss U
forever, for my friend yang di Basecamp Ajo Izoer FC, sorry yang
ndak tersebutin atu -atu . Tank banget buat rental Fendi
tampek awak mulai mambuek laporan PKL, proposal TA sampai
pembuatan TA koe, Alumni 1 B / 2 B sore (kpn kt photo
basamo), kawan-kawan 3 M B sore (kpn photo basamo ), Thank
banget buat keluarga besar Teknik Mesin Politeknik Universitas
Andalas.

Senja yang mulai terhanyut k ufuk barat, Kuseret langkahku


satu persatu
Menapaki jalan berliku, yang penuh dengan kerikil-kerikil tajam
Tapi citaku belum tercapai, ini awal dari perjalananku
Aku akan terus melangkah mencari yang terbaik
Tuk diriku, keluargaku dan bangsaku
Tuhan ……..
Tuntunlah aku kejalan-mu
No. Alumni Edi Susanto No. Alumni Fakultas
Universitas

BIODATA

(a) Tempat / Tgl Lahir : Sedayu / 08 Mei 1984 (b) Nama Orang Tua : Suyitno dan
Karyati (c) Fakultas : Politeknik (d) Jurusan :Teknik Mesin Maintenance (e) No. BP
: 03 081 031 (f) Tanggal Lulus : 25 Agustus 2006 (g) Prediket Lulus : ……
…. (h) IPK :……… (i) Lama Studi : 3 Tahun (j) Alamat Orang Tua : Perumahan PT
Tidar Kerinci Agung (PT. TKA) kec. Sangir, kab. Solok selatan.

Analisa Kerusakan Injection Pump tipe Inline dan Distributor


pada produk Mitsubishi
Tugas Akhir D-III Oleh : Edi Susanto
Pembimbing I, Hj. Dra. Yuli Yetri. MSi Pembimbing II Yazmendra Rosa, ST. MT

ABSTRAK

Pompa injeksi (injection pump) dan nozzle (alat pengabut) untuk menyemprotkan bahan bakar yang diperlukan
dalam sistem motor diesel guna untuk melakukan pembakaran. Bahan bakar ini harus berupa minyak ringan
yang memungkinkan dapat terbakar dengan sendirinya (self ignition). Injection Pump terbagi atas dua macam
yaitu Injection Pump tipe Inline dan Distributor. Pada Injection pump tipe Inline, setiap silinder mengunakan
satu buah pompa injeksi untuk melakukan penyemprotan bahan bakar. Sedangkan Injection Pump tipe
Distributor, hanya mengunakan sebuah pompa dimana bahan bakar disalurkan dengan tekanan tinggi ke dalam
akumulator oleh pompa tersebut, dari sini disalurkan lagi kebeberapa nozzle melalui Distributor yang merupakan
sistem kontrol terhadap jumlah dan besar tekanan minyak. Akumulator dilengkapi dengan katup pengaman untuk
memelihara agar tekanan tetap konstan. Cara kerja Injection Pump : bahan bakar dari fuel tank masuk ke fuel
filter, feed pump, masuk ke Injection Pump, dari Injection Pump diteruskan ke nozzle dan masuk ke ruang
silinder, selanjutnya bahan bakar yang tidak sempat disemprotkan akan dikembalikan ke fuel tank. Tujuan dari
analisa ini adalah mengidentifikasi perbedaan, kerusakan yang sering terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya
serta cara melakukan perawatan pada kedua tipe tersebut. Kerusakan yang sering terjadi Plunger yang tergores,
biasanya diakibatkan oleh adanya pemakaian bahan bakar yang telah terkontaminasi dengan bahan lain (air), dan
dapat juga diakibatkan oleh kotoran yang mengendap pada fuel tank yang terbawa oleh bahan bakar saat bahan
bakar dipompakan dimana fuel filter tidak bekerja dengan semestinya.

Tugas Akhir ini telah dipertahankan didepan sidang penguji dan dinyatakan lulus pada tanggal 25 Agustus
2006 abstrak telah disetujui penguji :

Tanda Tangan 1 2 3 4

Nama Terang Ir. Maimuzar, MT Adriansyah, ST Ir. M. Elfian Hadi Hj. Dra. Yuli Yetri. MSi

Mengetahui :
Ketua Jurusan Teknik Mesin : Ir. Maimuzar, MT Tanda Tangan
Alumnus telah mendaftar ke Fakultas / Universitas Andalas dan mendapatakan nomor alumnus :
Petugas Fakultas / Universitas
Nomor Alumni Fakultas Nama Tanda Tangan

Nomor Alumni Universitas Nama Tanda Tangan


LEMBARAN TUGAS AKHIR
POLITEKNIK NEGERI PADANG

Nama : Edi Susanto


No. Bp : 03 081 031
Program Konsentrasi : Maintenance
Jurusan : Teknik Mesin
Judul Tugas Akhir :Analisa Kerusakan Injection Pump tipe Inline dan Distributor
pada Produk Mitsubishi

Uraian Tugas : …….……………………………………………………….


……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..
…………………………………………………………......
……………………………………………………………..
……………………………………………………………..

Dimulai tanggal : ………………………….


Selesai tanggal : ..………………………...

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Hj. YuliYetri. Msi Yazmendra Rosa. ST. MT


Nip. 131 884 488 Nip. 132 206 688

LEMBARAN ASISITENSI TUGAS AKHIR


POLITEKNIK NEGERI PADANG

Nama : Edi Susanto


No. Bp : 03 081 031
Program spesialis : Maintenance
Jurusan : Teknik Mesin
Judul Tugas Akhir : Analisa Kerusakan Injection pump tipe Inline dan Distributor
pada produk Mitsubishi.

No Hari / Uraian Paraf


Tanggal

KATA PENGANTAR
Asssalamu′alaikum Wr. Wb.
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis diberikan kesempatan untuk
menyelesaikan tugas akhir ini.
Analisis kerusakan Injection Pump tipe Inline dan Distributor pada produk
Mitsubishi merupakan tugas akhir untuk menyelesaikan pendidikan pada Politeknik
Negeri Padang, khususnya jurusan teknik mesin dengan spesialis maintenance.
Sembah sujud penulis aturkan kepada ayahanda dan ibunda tercinta, serta kepada
adik yang tiada hentinya berdo`a untuk kesuksesan penulis, semoga angan dan cita-cita
terwujud dalam kehidupan nyata.
Dalam pembuatan tugas akhir ini penulis banyak mendapat kesulitan, tetapi
Alhamdulillah berkat bantuan dari berbagai pihak penulis dapat menyelesaikan segala
kesulitan tersebut. Oleh karena itu, sudah selayaknya penulis dengan rasa hormat
mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Ir. Suhendrik Hanwar. MT, Selaku Direktur Politeknik Negeri Padang
2. Bapak Ir. Maimuzar. MT, Selaku Kepala Jurusan Teknik Mesin
3. Bapak Hendra. ST, Selaku Koordinator Program Studi Maintenance
4. Ibu Hj. Dra. Yuli Yetri. MSi, Selaku Pembimbing I dalam penulisan tugas akhir.
5. Bapak Yazmendra Rosa. ST, MT selaku pembimbing II dalam penulisan tugas
akhir.
6. Bapak dan Ibu staf pengajar Politeknik Negeri Padang
7. Rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun
materil yang telah membantu dalam proses penyelesaian tugas akhir ini.

Penulis menyadari dengan sedalam-dalamnya bahwa tugas akhir ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya saran dan kritikan yang
bersifat membangun agar dapat tercapainya kesempurnaan tugas akhir ini.
Akhir kata penulis kembali mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan tugas akhir ini, semoga tulisan ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dalam menambah ilmu pengetahuan.

Padang, Agustus 2006

EDI SUSANTO
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................. v
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... ix

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.......................................................................... 1
I.2 Pembatasan Masalah.................................................................. 1
1.3 Tujuan....................................................................................... 1
1.4 Metode Pengumpulan Data....................................................... 2
1.5 Sistematika Penulisan............................................................... 2

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Gambaran Umum...................................................................... 3
2.2.1 Komponen Utama Sistem Bahan Bakar Motor Doesel 4
2.2 Engine Kontrol......................................................................... 12
2.3 Fuel Tank................................................................................. 12

BAB III TINJAUAN UMUM PERAWATAN


3.1 Teori Dasar Perawatan............................................................. 13
3.1.1 Ruang Lingkup Perawatan dan Perbaikan ...................... 13
3.1.2 Pelaksanaan Perawatan dan Perbaikan............................ 13
3.2 Pengertian Perawatan dan Perbaikan....................................... 14
3 2.1 Tujuan Perawatan dan Perbaikan ................................... 14
3 2.2 Faktor Penentu Keberhasilan Perawatan dan Perbaikan.. 14
3.3 Hubungan Berbagai Bentuk Pemeliharaan ............................. 15
3.3.1 Pemeliharaan terencana................................................. 17
3.3.1 Pemeliharaan tak terencana.................................................23
3.4 Faktor Penentu Keberhasilan Perawatan................................. 25
3.5 Perbaikan.................................................................................. 26
BAB IV ANALISA KERUSAKAN INJECTION PUMP TIPE INLINE
DAN DISTRIBUTOR PADA PRODUK MITSUBISHI
4.1 Injection Pump......................................................................... 27
4.1.1 Untuk tipe Inline ............................................................ 27
4.1.2 Untuk tipe Distributor..................................................... 28
4.2 Analisa Kerusakan Yang Sering Terjadi pada Kedua tipe
Injection Pump Tersebut ......................................................... 29
4.2.1 Untuk Injection Pump tipe Inline ................................... 29
4.2.2 Untuk Injection Pump tipe Distributor............................ 30
4.3 Urutan pembongkaran Injection Pump ..... ............................. 31
4.3.1 Langkah-langkah Pembongkaran Injection Pum
tipe Inline....................................................................... 32
4.3.2 Pemeriksaan Terhadap Komponen-komponen Injection
Pump tipe Inline ............................................................ 35
4.3.3 Memasang Injection Pump tipe Inline............................ 37
4.3.4 Langkah-langkah Pembongkaran Injection Pump
tipe Distributor................................................................ 41
4.2.1 Pemeriksaan Terhadap Komponen-komponen Injection
Pump tipe Inline.............................................................. 49
4.2.2 Memasang Injection Pump tipe Distributor.................... 51

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan.......................................................................... 58
5.2 Saran.................................................................................... 59

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Sistem Aliran Bahan Bakar…………………….…………………. 3


Gambar 2.2 Sistem aliran bahan bakar pada Injection Pump tipe Inline…….… 4
Gambar 2.3 Sistem aliran bahan bakar pada Injection Pump tipe Distributor ... 4
Gambar 2.4 Cara kerja plunger pada Injection Pump tipe Inline……………… 5
Gambar 2.5 Cara kerja Plunger pada Injection Pump tipe Distributor ...……... 6
Gambar 2.6 Cara kerja Delivery Valve..………………………..……………… 7
Gambar 2.7 Komponen-kompone Automatic Timer.…………………………... 8
Gambar 2.8 Cara kerja Automatic Timer Injection Pump tipe Inline………….. 9
Gambar 2.9 Cara kerja Automatic Timer Injection Pump tipe Distributor ……. 9
Gambar 2.10 Cara kerja Feed Pump pada Injection Pump tipe Inline…………... 10
Gambar 2.11 Cara kerja Feed Pump pada Injection Pump tipe Distributor ..…... 11
Gambar 2.12 Komponen-komponen Injection Nozzle...…………….………….. 11
Gambar 2.13 Komponen-komponen Fuel Pump.…………………...…………... 12
Gambar 2.14 Komponen-komponen Fuel Tank. ………………….……………. 12
Gambar 3.1 Hubungan antar perawatan………………...…………………….... 16
Gambar 3.2 Memasang Injection Pump tester...………………………………... 18
Gambar 3.3 Memasang measuring devive…….….…………………………….. 18
Gambar 3.4 Melepas Delivery spring……………..…………………………….. 19
Gambar 3.5 Memasang prestroke Measuring device…………..……………… 19
Gambar 3.6 Minyak tetap mengalir jika prestroke belum ditemukan………… 19
Gambar 3.7 Minyak berhenti jika prestroke telah di temukan………...……….. 20
Gambar 3.8 Memasang Injection Pump pada Tester Stand…...………………… 21
Gambar 3.9 Mengukur Prestroke………….……………………………………. 22
Gambar 3.10 Pemasangan pipa-pipa Injeksi………….……………………….... 22
Gambar 3.11 Menyetel stopper bolt kecepatan maksimum…..………………... 22
Gambar 3.12 Menyetel full load Adjusting screw…….……………………….. 23
Gambar 3.13 Memasang measuring Device…………………………………….. 23
Gambar 4.1 Bagian-bagian dari Injection Pump tipe Inline………………..…… 32
Gambar 4.2 Memasang Injection Pump pada mounting base dan melepas
Priming Pump………….…………………………..……………… 32
Gambar 4.3 Mengukur kontrol sliding……………………….………………… 33
Gambar 4.4 Memutar Camshaft untuk mengetahui nilai resistensi…..……… 33
Gambar 4.5 Mengukur end play…………..……………………………………. 33
Gambar 4.6 Melepas camshaft…………………………………….……………. 34
Gambar 4.7 Melepas Tappet………………………………..…………………… 34
Gambar 4.8 Melepas valve holder…………..……………………………….…... 34
Gambar 4.9 Melepas Delivery valve……..……………………………………… 35
Gambar 4.10 Memasang plunger barrel….………….…………..……………... 35
Gambar 4.11 Memeriksa kondisi Plunger….………….………………………... 35
Gambar 4.12 Memeriksa kondisi Delivery Valve……………………………….. 36
Gambar 4.13 Melepas Bearing…….……………………………………………. 36
Gambar 4.14 Memasang kontrol Rack………………………..………………... 37
Gambar 4.15 Memasang Plunger barrel……………...………………………... 37
Gambar 4.16 Memasang Delivery Valve dan stoper...…………...…………….. 37
Gambar 4.17 Memasang kontrol pinion dan kontrol sleeve.……….…………... 38
Gambar 4.18 Memasang Plunger. ………………………….…………………. 38
Gambar 4.19 Memasang Tappet……………………...………………………… 38
Gambar 4.20 Melepas Tappet Insert……………………………………………. 39
Gambar 4.21 Mengencangkan Delivery Valve…………………………………. 39
Gambar 4.22 Cara Memasang roller Bearing...………………………………… 39
Gambar 4.23 Mengukur end play…………………………………….……….... 40
Gambar 4.24 Bagian-bagian dari Injection Pump tipe Distributor………...…… 40
Gambar 4.25 Memasang Pompa Injeksi pada bracket………….……………… 41
Gambar 4.26 Memberikan tanda posisi pemasangan kontrol Lever…..……… 41
Gambar 4.27 Melepasa kontrol Lever………………………......……………… 41
Gambar 4.28 Melepas full load Adjusting Screw ………………………………. 41
Gambar 4.29 Melepas Screw……………………………………………………. 42
Gambar 4.30 Melepasa governor Cover……………….…..…………………… 42
Gambar 4.31 Melepas Control Shaft…………….……………………………... 42
Gambar 4.32 Melepas Govenor Spring……..…………………...……………… 42
Gambar 4.33 Mengendurkan Nut….……………….…………….……………... 43
Gambar 4.34 Melepas Flyweight Holder……………………………………….. 43
Gambar 4.35 Melepas Delivery valve holder ………….………………………. 43
Gambar 4.36 Melepas Delivery valve…………………………...……………... 44
Gambar 4.37 Melepas magnet valve……………….…………………………... 44
Gambar 4.38 Melepas Distributor head...……..……………………………….. 44
Gambar 4.39 Melepas Plunger.……………………………….………………... 44
Gambar 4.40 Melepas guid pin. ………………………………….……………. 45
Gambar 4.41 Melepas pivot bolt.………………………………….…………… 45
Gambar 4.42 Melepas governor lever………………………….………………. 45
Gambar 4.43 Melepas cam disc……………………...…………………………. 45
Gambar 4.44 Melepas disc dan spring...…………………...…………………… 46
Gambar 4.45 Melepas timer spring…………………………………..……….... 46
Gambar 4.46 Melepas chip…………....………………………………………... 46
Gambar 4.47 Melepas roller holder…………………………………………….. 46
Gambar 4.48 Melepas timer piston…………………..…………………………. 47
Gambar 4.49 Melepas roller assembly………………………..………………... 47
Gambar 4.50 Melepas drive shaft………..……………………………………... 47
Gambar 4.51 Melepas gear..…………………………………...……………….. 47
Gambar 4.52 Melepas regulating valve.………………………………………... 48
Gambar 4.53 Melepas baut feed pump……………….…………………………. 48
Gambar 4.54 Membuka feed pump cover……………..………………………… 48
Gambar 4.55 memeriksa katup delivery…………………...……………………. 49
Gambar 4.56 Memeriksa keadaan plunger………………………..……………. 49
Gambar 4.57 Mengukur penyimpangan pegas...…………...…………………… 49
Gambar 4.58 Mengukur panjang pegas……………………………………….... 50
Gambar 4.59 Pemeriksaan terhadap solenoid berfungsi atau tidak……..……… 50
Gambar 4.60 Membuka perapat oli………..….………………………………… 50
Gambar 4.61 Merakit feed pump……………………………..………………… 51
Gambar 4.62 Memasang drive shaft…...…………………………….………… 51
Gambar 4.63 Memasang baut feed pump…...…………………………….…….. 51
Gambar 4.64 Memasang washer dan woodruff key…...…………….…………. 52
Gambar 4.65 Mengabungkan drive shaft dan housing………..……..….………. 52
Gambar 4.66 Merakit roller holder…………..……………...……..…………… 52
Gambar 4.67 Memasang roller holder…………..……………...……………… 53
Gambar 4.68 Merakit timer piston…………………..…………………………... 53
Gambar 4.69 Menghubungkan timer, memasang cover, shim dan O-ring……… 53
Gambar 4.70 Memasang regulating valve dan disk….……………...…………... 54
Gambar 4.71 Memeriksa gerakan ball pin………………...…………………….. 54
Gambar 4.72 Memasang kontrol rack………………..…………………………. 54
Gambar 4.73 Pemasangan plunger, measang guid pin, shim dan O-ring. .……. 55
Gambar 4.74 Memasang Distributor head.……………………..……………… 55
Gambar 4.75 Mengencangkan baut Distributor…..……………………………. 55
Gambar 4.76 Mengencangkan plug dan memasang delivery valve……………. 56
Gambar 4.77 Merakit magnet valve...……………………..…………………… 56
Gambar 4.78 Memasang flyweight assembly, dan governor shaft…….……...... 56
Gambar 4.79 Mengukur kerenggangan flyweight dan pin…….………………... 56
Gambar 4.80 mengencangkan governor shaft………………………………….. 57
Gambar 4.81 Memasang govenor spring…………………………….…………. 57
Gambar 4.82 Memasang kontrol shaft…………………………………………... 57
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Angket Pertanyaan…………………………………….…………… 61


Lampiran 2 Tabel Trubleshooting pada Injection Pump……………………...… 67
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sekarang ini, banyak perusahaan otomotif mengeluarkan produk-produk terbarunya
untuk bersaing dalam dunia industri otomotif. Oleh karena itu Mitsubishi motor merupakan
salah satu perusahaan pembuat kendaraan bermerek Mitsubishi mengeluarkan produk
berupa mobil pengangkut barang atau truk yang memiliki daya angkut besar, sedang dan
kecil. Kendaraan ini memiliki keunggulan dalam beberapa bidang diantaranya kemampuan
angkut dari kendaraan tersebut dan juga pada kemampuan dari mesin tersebut.
Namun dari keunggulan tersebut terdapat kekurangan yaitu pada sistem injeksi dari
bahan bakarnya. Berdasarkan kekurangan ini penulis bermaksud mengambil data dari
bengkel resmi Mitsubishi untuk diangkat menjadi TA (tugas akhir), dengan tujuan
mengetahui perbedaan antara Injection pump tipe Inline dan Distributor, gangguan
kerusakan pada kedua tipe injection pump, dan bagaimana cara mengatasinya serta cara
perawatan injection pump tersebut.

1.2 Batasan Masalah


Injection pump tipe Inline dan Distributor pada produk Mitsubishi memiliki
perbedaan pada pemakaiannya seperti : Injection Pump tipe Inline banyak dipakai pada alat
transportasi yang mempunyai daya angkut yang lebih besar, sedangkan tipe Distributor
biasa digunakan pada alat transportasi yang memiliki daya angkut sedang. Maka dalam
penulisan laporan tugas akhir ini penulis akan menguraikan lebih rinci tentang perbedaan
kedua tipe tersebut. Tugas akhir ini selain membahas tentang perbedaan juga membahas
tentang kekurangan kedua jenis tipe ini.
Pada penulisan ini, untuk Injection Pump tipe Inline Mobil yang akan dibahas
adalah mobil colt diesel 135 PS dan untuk Injection Pump tipe Distributor mobil yang
akan dibahas adalah mobil L 300.

1.3 Tujuan
Mengidentifikasi perbedaan antara Injection Pump tipe Inline dan Distributor, dapat
menganalisa penyebab kerusakan, cara mengatasinya serta perawatan terhadap komponen -
komponen Injection Pump tersebut.
1.4 Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis mengambil referensi dari berbagai
sumber, seperti observasi, interview dan Studi Pustaka.

1.5 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN
Bab I, berisikan tentang latar belakang, batasan masalah, tujuan, dan metode
pengumpulan data, serta sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI


Bab II, membahas tentang landasan teori yang menyangkut Injection Pump tipe
Inline dan Distributor (definisi dan fungsi dari Injection Pump tipe Inline dan Distributor
serta komponen – komponen yang melengkapi tentang sistem Injection Pump tersebut)

BAB III TINJAUAN UMUM PERAWATAN


Bab III, Membahas perawatan secara umum.

BAB IV ANALISA INJECTION PUMP TIPE INLINE DAN DISTRIBUTOR PADA


PRODUK MITSUBISHI
Bab IV, membahas tentang perbedaan Injection Pump, menganalisa penyebab
kerusakan yang sering terjadi, dan cara mengatasi kerusakan serta cara perawatan terhadap
Injection Pump tersebut.

BAB V PENUTUP
Bab V, berisikan kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Gambaran Umum


Metode pembakaran bahan bakar dan pengatomisasian bahan bakar pada motor
diesel tidak sama dengan motor bensin. Di dalam motor bensin, campuran bahan bakar dan
udara dalam bentuk gas dimasukkan ke dalam silinder dan dibakar oleh nyala api listrik
yang diberikan oleh busi. Sebaliknya pada motor diesel torak hanya menghisap udara
untuk kemudian dimampatkan sampai mencapai tekanan dan suhu yang tinggi. Sesaat
sebelum torak mencapai titik mati atas (TMA), bahan bakar disemprotkan. Karena tekanan
dan suhu yang tinggi, partikel–partikel bahan bakar akan menyala dengan sendirinya dan
membentuk proses pembakaran.
Walau motor diesel ini tidak memerlukan sistem pengapian, tetapi sebagai gantinya
diperlukan pompa injeksi (injection pump) dan nozzle (alat pengabut) untuk
menyemprotkan bahan bakar. Bahan bakar ini harus berupa minyak ringan yang
memungkinkan dapat terbakar dengan sendirinya (self ignition).

Gambar 2.1 Sistim aliran bahan bakar

Sistem bahan bakar terdiri dari injection assembly Injection Pump proper, governor
feed pump, automatic timer, fuel filter, water separator, injection nozel, injection pipe dan
part-part lain. Bahan bakar dialirkan dari fuel tank masuk ke suction pipe, ke feed pump,
ke filter, ke Injection Pump dan Injection nozzle. Kelebihan bahan bakar dari pompa
injeksi dikembalikan ke tangki bahan bakar. Injection Pump berfungsi untuk memompakan
bahan bakar dari fuel tank dan membaginya kemasing-masing nozzle yang sesuai dengan
FO nya.
Injection Pump terbagi dua yaitu :
a. Jenis Inline (Independent System)
Pada sistem ini, setiap silinder mengunakan sebuah pompa injeksi

Gambar 2.2 Sistem aliran bahan bakar injection Pump tipe Inline

b. Jenis distributor (Common System)


Sistim ini hanya mengunakan sebuah pompa dimana bahan bakar disalurkan dengan
tekanan tinggi ke dalam akumulator oleh pompa tersebut. Dari sini disalurkan lagi
kebeberapa nozzle melalui Distributor yang merupakan sistem kontrol terhadap jumlah dan
besar tekanan minyak. Akumulator dilengkapi dengan katup pengaman untuk memelihara
agar tekanan tetap konstan

Gambar 2.3 Sistem aliran bahan bakar injection Pump tipe Distributor

2.1.1 Komponen utama sistim bahan bakar motor diesel.

Adapun komponen-komponen yang menunjang sistim bahan bakar pada motor


diesel adalah sebagai berikut :

A. Injection pump proper.


Injection pump tipe di atas mendorong bahan bakar masuk ke dalam injection
nozzle dengan tekanan dan dilengkapi dengan sebuah mekanisme untuk menambah atau
mengurangi jumlah bahan bakar yang dikeluarkan dari nozzle. Injection Pump memiliki
sebuah plunger dan sebuah delivery valve pada tiap-tiap silinder

Plunger didorong ke atas oleh camshaft dan dikembalikan oleh plunger spring,
plunger bergerak ke atas dan ke bawah di dalam plunyer barel dan pada jarak stroke yang
telah ditetapkan guna mensupplay bahan bakar dengan tekanan. Dengan naik dan turunnya
plunger berarti akan membuka dan menutup suction dan discharge ports sehinga mengatur
banyaknya injection bahan bakar.

Camshaf ditahan dengan dua buah taper roller bearing pada kedua ujungnya dan
dilengkapi dengan beberapa cam untuk mengerakkan plunger dan sebuah exsentrik sebagai
pengerak feed pump. Camshaft digerakkan oleh injection pump gear pada setengah putaran
engine.

Adapun komponen-komponen utama dari injecton pump proper adalah sebagai


berikut:

a. Plunger

Gambar 2.4 Cara kerja plunger pada Injection Pump tipe Inline

Plunger memiliki sebuah groove berbentuk potongan miring pada sisinya seperti
pada gambar 2.2 diatas. Pada bagian atas plunger terdapat lubang yang berhubungan
dengan groove tersebut. Plunger barrel mempunyai sebuah suction dan discharge
port. Bahan bakar disalurkan ke Injection Pump dengan tekanan seperti yang
diterangkan di bawah dengan gerak berputar dari camshaft atau gerakan turun naik
dari plunger. Dengan plunger pada posisi paling bawah (BDC) bahan bakar
mengalir melalui suction/discharge port ke plunger barel. Saat camshaft berputar
plunger bergerak keatas dan ketika kepala plunger berada pada posisi segaris
dengan suctio/discharge port maka bahan bakar mulai di kompresikan. Ketika
plunger bergerak ke atas lebih jauh, tekanan bahan bakar naik sampai delivery valve
terdorong ke atas melawan dan mengalahkan delivery valve spring. Saat delivery
valve terdorong ke atas bahan bakar mengalir masuk ke injection pipe untuk
dikompresikan pada nozzle. Ketika plunger bergerak lebih jauh ke atas dan
potongan groove pada plunger bertemu dengan suction/dicharge port, tekanan
bahan bakar yang tinggi mengalir melalui lubang pada plunger dan bergerak melalui
groove kembali ke suction/discharge port. Plunger stroke selama bahan bakar
dialirkan dengan tekanan yang disebut dengan efektif stroke. Fuel injection rate
akan meningkat atau menurun tergantung beban engine dengan memutar plunger
pada sudut yang pasti untuk merubah posisi dimana groove bertemu dengan lubang
(port) selama gerakan ke atas demikian akan menambah atau mengurangi efektif
stroke. Gambar 2.2 di atas menggambarkan suatu sistim yang merubah plunger
efektif stroke. Kontrol rack adalah terpasangan dengan floating lever pada governor,
saat kontrol rack bergerak ke kanan atau ke kiri dengan kerja dari kontrol pedal atau
govenor. Kontrol sleeve berhubungan dengan gerakan rack selama bagian bawah
kontrol sleeve berhubungan dengan kuku dari plunger, plunger bergerak dengan
kontrol sleeve dengan demikian efektif stroke dapat bervariasi baik penambahan
ataupun pengurangan fuel injection rate. Bila lebih jauh kontrol rack ditarik ke arah
govenor, maka efektif stroke dan fuel injection rate berkurang. Semua plunger
dihubungkan dengan sebuah kontrol rack maka masing-masing plunger akan
berputar dengan jumlah putaran yang sama.

- Plunger pada Injection Pump tipe Distributor

Gambar 2.5 Cara kerja plunger pada Injection Pump tipe Distributor

Drive shaft memutar feed pump, cam disk dan plunger secara bersama-sama
gerakan maju mundur plunger terjadi akibat gerakan dari bentuk permukaan cam
disk yang berputar terhadap roller assembly. Bila inlet slit dari plunger dan inlet
port dari plunger barrel yang dipasang di pres pada kepala distributor sejajar, bahan
bakar akan dihisap kedalam ruang tekan. Setelah inlet port barrel plunger telah
ditutup oleh plunger, plunger akan naik. Sesudah outlet slit plunger dan outlet port
sejajar, tekanan pada ruangan tekan telah melampaui tekanan sisa yang ada di
dalam saluran bahan bakar pipa injeksi dan delivery valve telah membuka, maka
bahan bakar akan mengalir ke pipa injeksi kemudian melalui nozzle diinjeksikan ke
silinder mesin. Setelah cut off port plunger telah sejajar dengan ujung permukaan
dari kontrol sleeve, pengiriman bahan bakar oleh plunger berakhir. Plunger barrel
hanya memiliki satu buah inlet port akan tetapi memiliki sebuah outlet port untuk
setiap silinder mesin. Walupun plunger memiliki inlet yang sama banyaknya
dengan jumlah silinder mesin, tetapi hanya memiliki satu outlet slit.

b. Delivery valve.

Gambar 2.6 Cara kerja Delivery Valve

Bahan bakar terkompresikan dengan tekanan tinggi oleh plunger mendorong


delivery valve ke atas dan bahan bakar menyembur keluar. Setelah fuel
terkompresikan dengan sempurna, delivery valve akan kembali pada posisi semula
karena dorongan dari valve spring untuk menutup lubang bahan bakar (fuel
passage). Dengan demikian dapat mencegah kembalinya fuel. Delivery valve
bergerak turun sampai permukaan valve saat ditahan dengan kuat. Selama langkah
ini bahan bakar ditarik kembali dari injection pipe seketika itu menurunkan residual
pressure antara delivery valve nozzle. Penarikan tersebut memperbaiki
penginjeksian sekaligus mencegah menetesnya bahan bakar selama penginjeksian.
Pada bagian delivery valve spring dipasangkan delivery valve stop/stoper membatasi
terangkatnya delivery valve dan mencegah terjadinya valve surging pada putaran
tinggi juga menurunkan dead valve antar delivery valve dan nozzle dengan demikian
akan didapat fuel injection yang stabil. Over flow dipasang pada bagian atas pump
menstabilkan temperatur pada injection pump tipe temperatur distribusi, untuk
memastikan bahwa jumlah bahan bakar yang diinjeksikan pada tiap-tiap silinder
selalu konstan. Valve bertipe seal ball, saat tekanan bahan bakar pada posisi
melebihi nilai yang telah ditetapkan, maka valve tertutup sehinga bahan bakar akan
kembali ke fuel tank.

B. Automatic timer.
a. Automatic timer pada Injection pump tipe Inline
Injection timming berubah-ubah secara otomatis sesuai dengan kecepatan putaran
engine. Automatic timer dipasangkan dengan kuat pada injection pump camshaft dengan
round nut sebagai pengikatnya dan digerakkan oleh idler gear yang dihubungakan dengan
injection pump gear. Pada tiap-tiap fly weight dilengklapi dengan sebuah lubang pada
bagian ujungnya dimana timer hub pin dipasangkan. Permukaan yang melengkung pada fly
weight akan berhubungan dengan injection pump gear pin. Timer spring dipasangkan pada
timer hub pin dan injection pump gear pin.

Ketika engine berputar pada kecepatan rendah tidak ada tenaga sentrifugal yang
disalurkan ke fly weight dan timer spring tetap dalam posisi memanjang. Ketika engine
berputar pada kecepatan tinggi, fly weight bergerak keluar akibat dari adanya tenaga
sentrifugal dimana timer hub pin saat itu didorong oleh permukaan yang melengkung dari
fly weight searah dengan penekanan dari timer spring.

Namun demikian injection pump gear pin tidak dapat bergerak sebab terpasang
dengan gear, dengan demikian time hub pin akan terdorong pada arah putaran selama
terdorong oleh timer spring yang mengerakkan camshaft pada arah putaran untuk merubah
injection timing.

Gambar 2.7 Komponen - komponen Automatic Timer


Gambar 2.8 Cara kerja Automatic Timer tipe Inline.

c. Automatic pada tiemer injection pump tipe Distributor

Gamabr 2.9 Cara kerja Automatic timer injection pump tipe Distributor.

Karena selang waktu saat pembakaran pada mesin diesel akan bertambah besar bila
kecepatan mesin bertambah, maka perlu adanya penyesuaian terhadap selang waktu
tersebut dengan mengembangkan saat injeksi. Untuk mengatasi sebuah timer dipasang
dibagian bawah pompa injeksi. Seperti terlihat pada gambar di atas, sebuah timer spring
dipasangkan didalam ruangan timer yang bertekanan rendah. Tekanan pada ruang pompa
melalui lobang piston akan bekerja pada sisi ruang yang bertekanan tinggi dari timer
piston. Lubang timer piston tersebut bekerja untuk mencegah gerak yang tidak pasti pada
tekanan bahan bakar yang berubah–ubah. Gerak dari timer piston akan mengakibatkan
bergeraknya pin roller holder assembly kearah yang berlawanan dengan putaran pompa.

Bila tekanan pada ruangan pompa telah melampaui gaya pegas tiemer spring
karena bertambahnya putaran pompa. Timer piston akan menekan timer spring dan
mengerakkan roller holder assembly ke arah yang berlawanan dengan arah putaran pompa.
Karena gerakan tersebut maka cam dari permukaan cam disk akan lebih cepat bertemu
dengan roller dari roller holder sehinga saat penginjeksian dikembangkan.
Bila kecepatan pompa berkurang maka gaya pegas tiemer spring akan melampaui
tekanan pada ruang pompa. Roller holder assembly bergerak untuk memundurkan saat
injeksi. Peralatan tambahan juga digunakan seperti solenoid tiemer cold start device dan
load tiemer untuk mengubah–ubah saat injeksi didalam wilayah kecepatan mesin dan
beban menurut spesifikasinya.

C. Feed pump

a. Feed pump pada injection pump tipe Inline

Feed pump digerakkan oleh injection pump camshaft priming pump dapat
digerakakan secara manual untuk memompakan bahan bakar saat injection pump tidak
bekerja, dan dapat digunakan saat membuang angin (Air bleding) dari fuel sistem.

Gauze filter menyaring kotoran yang berbentuk kasar pada bahan bakar dari tank,
agar tidak terjadi penyumbatan pada feed pump.

Gambar 2.10 Cara kerja Feed Pump

Gauze filter harus selalu dibersihkan secara berkala. Ketika tappet B dan piston C
terdorong ke atas oleh camshaft A, bahan bakar pada suction chamber akan membuka out
late check valve D dan bahan bakar mengalir ke pressure chamber.

Saat camshaft A berputar dan cam tidak mendorong piston maka piston C didorong
kembali oleh piston spring E untuk menekan bahan bakar pada presure chamber ke fuel
filter. Saat itu pada suction chamber terjadi kevakuman menyebabkan inlate check valve F
terbuka dan bahan bakar masuk.
Saat tekanan pada fuel filter atau injection pump melebihi nilai yang telah
ditetapkan maka piston C menjadi tidak dapat kembali pada posisi semula, sebab piston
spring E menghentikan penekanan terhadap bahan bakar.

b. Feed pump pada injection pump tipe Distributor

Gambar 2. 11 Cara kerja feed pump

Feed pump terdiri dari sebuaha rotor, blade–blade dan liner. Putaran shaft diteruskan
oleh key ke rotor untuk memutar rotor. Bagian dalam dari permukaan liner tidak lurus
terhadap sumbu putaran rotor. Empat buah blade terpasang pada rotor tersebut. Pada
saat berputar, gaya sentripugal akan mendorong blade ke arah keluar sampai
menyentuh liner dan akan membentuk empat buah ruangan bakar. Volume dari
keempat ruangan tersebut akan bertambah kecil maka bahan bakar akan
dikompresikan.

D. Injection nozzle.

Gambar 2.12 Komponen-komponen Injection Nozzle

Bahan bakar dialirkan dari Injection Pump masuk ke nozzle hole. Ketika tekanan
bahan bakar melebihi tekanan yang telah ditetapkan, tekanan bahan bakar akan
mengalahkan kekuatan spring dan mendorong nedlee valve ke atas dan menyemprotkan
bahan bakar dari injection criffice pada bagian ujung nozzle kedalam silinder. Tekanan
penginjeksian dapat distel dengan menambah atau mengurangi jumlah washer pada spring.
E. Fuel filter.

Gambar 2.13 Komponen-komponen Fuel Filter

Bila telah tiba saat penggantian fuel filter maka filter dapat diganti secara tepat
waktu.

2.2 Engine Control.

Engine control mengatur operasi engine dengan cable yang dihubungkan dari
tempat duduk pengemudi dan terdiri dari throttle cable, accelerator control cable, stop
cable dan part-part lainnya. Dengan menekan accelerator pedal akan menyebabkan
accelerator control cable mengerakkan adjusting lever maju ke depan ke posisi langkah
penuh sehingga putaran engine naik.

Throttle button dihubungkan melalui throttle cable ke accelerator pedal. Dengan


memutar button akan mengerakkan adjusting lever ke posisi putaran idle yang sesuai.
Dengan menempatkan starter switch ke posisi ACC akan menyebabkan engine stop cable
mengerakkan stop lever, ke posisi engine berhenti.

2.3 Fuel Tank

Gambar 2.14 Komponen - komponen Fuel Tank

Saat fuel pump menghisap bahan bakar dari tangki, maka terbentuk negatif
pressure pada pipa dan tangki, hal ini dapat mengakibatkan tangki menjadi rusak.

Oleh karena itu breather tube memasukkan udara kedalam tangki agar tangki selalu
dalam keadaan bertekanan sama dengan udara bebas.

Fuel gauge dipasangkan pada bagian atas tangki sedangkan perlengkapan untuk
informasi jumlah bahan bakar dipasangkan pada spido meter.
BAB III
TINJAUAN UMUM PERAWATAN

3.1 Teori Dasar Perawatan


3.1.1 Ruang Lingkup Perawatan dan Perbaikan
Setiap perusahaan otomotif ingin selalu mendapatkan keuntungan. Kehilangan atau
penurunan jumlah produksi mengakibatkan kehilangan keuntungan atau kerugian. Dengan
merawat mesin dalam kondisi pengoperasian yang baik dapat menjaga dari kemungkinan
kerusakan dan menekan penurunan kerusakan seminimum mungkin.
Kelompok teknik perawatan di showroom atau bengkel bertanggung jawab untuk menjaga
produknya (mesin mobil), dan melayani kebutuhan pengoperasian, pengunaan dan
menjaga masalah yang timbul setiap hari.
Ruang lingkup pekerjaan perawatan dan perbaikan disetiap showroom atau bengkel
tidak sama tergantung dari produk yang dihasilkan, tergantung pada jenis dari perusahaan.
Umumnya, aktifitasnya dapat dikelompokan dalam dua klasifikasi :
1. Fungsi pokok diperlukan pekerjaan setiap hari oleh Perawatan dan perbaikan
- Merawat peralatan/perlengkapan bengkel.
- Pemeriksaan peralatan, pelumasan, pembersihan, check-up, dan overhaul.
- Kesiapan alat-alat.
- Perbaikan komponen-komponen peralatan dan mesin yang digunakan.
2. Fungsi tambahan
- Menjaga persediaan.
- Perlindungan bengkel.
- Pembuangan sisa (oli).
- Keselamatan pekerja.
- Gudang guna untuk menyimpan suku cadang.
3.1.2 Pelaksanaan Perawatan dan Perbaikan
a. Rasa hormat terhadap hukum yang dipakai, peraturan dan batasan-batasan ukuran.
b. Tidak pernah melalaikan kepentingan keselamatan kerja.
c. Harus memperhatikan instruksi dan buku manual sebelum membongkar mesin atau
peralatan/kelengkapannya, bacalah cara-cara menginstalasi, pengoperasian dan
perawatannya.
3.2 Pengertian Perawatan dan Perbaikan
Berdasarkan defenisi dikatakan bahwa pemiliharaan (perawatan dan perbaikan)
adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang
atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang baik seperti semula.
Tindakan pemiliharaan dari suatu mesin yang paling utama adalah menjaga supaya
komponen yang bergerak didalam mesin tersebut tidak cepat aus atau lelah dengan cepat.
Komponen yang telah aus atau lelah harus segera diganti dengan yang baru supaya tidak
mempengaruhi kondisi komponen-komponen yang lain dalam instalasi tersebut.
Untuk menghindari biaya yang tinggi akibat terlalu sering mengganti komponen,
langkah yang harus diambil adalah melakukan serangkaian tindakan perawatan dan
perbaikan sistem penginjeksian tersebut.

3.2.1 Tujuan Perawatan dan Perbaikan


Tujuan utama dari perawatan dan perbaikan adalah:
1. Untuk memperpanjang usia alat.
2. Untuk menjamin ketersediaan optinum peralatan yang dipasang untuk produksi
(jasa) dan mendapatkan laba investasi maksimum yang memungkinkan.
3. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam
keadaan darurat setiap waktu, misalnya : unit cadangan, unit pemadam kebakaran,
dan penyelamat.
4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana teresebut.

3.2.2 Faktor Penentu Keberhasilan Perawatan dan Perbaikan


Untuk mencapai keberhasilan dari suatu Perawatan dan perbaikan, maka diperlukan
beberapa faktor dibawah ini :
1. Kemampuan personil untuk merawat
Maksudnya adalah bahwa semua anggota yang terlibat dalam kegiatan perawatan dan
perbaikan harus benar-benar mempunyai keterampilan dan kemampuan serta
pengetahuan mengenai kegiatan baik secara teoritis maupun prakteknya.
2. Ketersediaan Data Mesin
Tersedianya data mesin yang lengkap akan berpengaruh sekali terhadap keberhasilan
perawatan dan perbaikan. Kita tidak mungkin melakukan suatu tindakan perawatan
dan perbaikan, apabila tidak adanya data yang dilengkapi dari mesin yang dirawat
dan diperbaiki. Untuk Injection Pump pelumasan didapat langsung dari oli mesin
sehinga data setiap pengantian oli mesin sangat memudahkan pengontrolan.
3. Keterbatasan Standar Pengerjaan
Standar pengerjaan ini dibutuhkan sebagai pedoman bagi teknisi perawatan dan
perbaikan atas tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan yang diharapkan atau
tidak, biasanya standar pengerjaan pada sebuah mesin dapat berpedoman pada buku
manual dari mesin tersebut.
4. Kemampuan, Kemauan Melakukan Perawatan
Dengan adanya suatu kemauan untuk membuat rencana perawatan dan perbaikan
maka akan diketahui pemakaian peralatan dengan baik, serta diketahui besarnya
biaya perawatan dan juga tentang bagian-bagian yang harus diperhatikan untuk
diganti karena umur dan kondisinya.
5. Kedisiplinan personil Perawatan
Setiap personil yang terlibat harus benar-benar menerapkan kedisiplinan dalam setiap
kegiatan yang dilaksanakan sehingga akan mengurangi resiko kegagalan suatu
tindakan perawatan dan perbaikan yang dilakukan akibat kecendrungan untuk tidak
disiplin.
6. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja intinya meliputi personil yang akan merawat dan
memperbaiki mesin maupun peralatan yang digunakan untuk melakukan perawatan
dan perbaikan. Dengan dipahaminya suatu kesehatan dan keselamatan kerja maka
resiko kecelakaan dapat dicegah.
7. Kelengkapan Fasilitas Kerja
Semakin lengkapnya fasilitas kerja seperti peralatan yang memadai, maka akan
semakin besar kemungkinan tindakan perawatan dan perbaikan akan berhasil, karena
dengan fasilits kerja kurang mendukung, pekerjan perawatan dan perbaikan akan
tergangu atau tidak lancar.

3.3 Hubungan Berbagai Bentuk Pemeliharaan


Pemeliharaan yang dilakukan dapat berupa yang terencana dan yang tidak
terencana. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut :
PERAWATAN
(MAINTENANCE)

Perawatan Terencana Perawatan Tak Terencana


(Planned Maintenance) (Unplanned Maintenance)

Perawatan Ramalan (Predictive Maintenance) Perawatan Pencegahan Perawatan Korektif


(Mengganti komponen dilakukan lebih awal dari (Preventive Maintenance) (Corrective Maintenance)
waktu terjadinya kerusakan)

Pembersihan (Cleaning) Pemeliharaan Berhenti


dan lubrication (Shutdown Manitenance) PERAWATAN
DARURAT

Inspeksi
(Inspection)
Mesin Rusak Yang Sudah Direncanakan Sebelumnya
(Breakdown Maintenance)

Penyetelan
Small Repairing

Minor
Running Maintenance Mayor Overhaul
Overhaul

Gambar 3.1 Hubungan antar berbagai perawatan


3.3.1 Pemeliharaan terencana
Pemeliharaan terencana adalah pemeliharaan yang ditentukan dan harus dilakukan
dengan pemikiran jauh ke depan, dengan tujuan untuk mengurangi kerusakan dan
mempertahankan fungsi aset yang tersedia.
Pemeliharaan ini dilakukan dengan berkala berdasarkan kondisi dan waktu yang
telah ditentukan sebelumnya, misalnya pemeliharaan yang dilakukan perjam, perhari,
perbulan dan pertahun. Yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan terencana di Injection
Pump ini seperti saringan minyak harus selalu dibersihkan setiap 10.000 kilometer dan
diganti setiap 40.000 kilometer atau tergantung dari pemekaian, cuaca, jarak tempuh, serta
kondisi jalan yang dilaluinya.
Pemeliharaan jenis ini dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)
Pemeliharaan jenis ini dilakukan menurut waktu yang telah direncanakan
dan ditujukan untuk mengurangi kemungkinan–kemungkinan adanya bagian–
bagian yang tidak memenuhi syarat kondisi yang dapat diterima. Pemeliharaan
pencegahan dilakukan berdasarkan “dilihat, dengar dan rasakan”, melakukan
penyetelan minor serta melakukan pengantian komponen minor yang ditemukan
saat melakukan pemeriksaan. Pemeliharaan pada Injection Pump disini
pemeriksaan yang bertujuan untuk pencegahan seperti adanya getaran, bunyi yang
diakibatkan adanya baut–baut yang longar pada saat mesin beroperasi, tindakan ini
dilakukan saat mesin dalam kondisi beroperasi dan lebih dikenal dengan istilah
perawatan berjalan (running maintenance).
Untuk pelumasan pada Injection Pump dilakukan secara langsung oli dari
mesin, keadaan oli harus tetap dicek kecukupannya serta diganti setiap 2500 – 3000
kilometer untuk oli pertamina, untuk oli khusus keluaran Mitsubishi (Mitsubishi
oil) diganti setiap 5000 kilometer dan tergantung dengan cuaca, jarak tempuh serta
kondisi jalan yang dilaluinya.
2. Pemeliharaan korektif
Pemeliharaan korektif adalah perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki suatu
bagian (termasuk penyetelan dan reparasi) yang telah terhenti sampai pada suatu
kondisi yang dapat diterima.
Pemeriksaan korektif meliputi perbaikan kecil terutama untuk rencana
jangka pendek yamg mungkin timbul diantara pemeriksaan termasuk penggantian
seluruh komponen yang rusak, terencana yang merupakan tindakan yang
direncanakan untuk jangka panjang sebagai tindakan dari hasil pemeriksaan
pencegahan. Pemeriksaan korektif berfungsi dalam menaikkan kembali daya guna
fasilitas.
Pemeliharaan korektif merupakan tindak lanjut dari pemeliharan
pencegahan yaitu pengantian beberapa komponen baru sehubung dengan inspeksi,
seperti adanya bunyi mesin yang tidak baik (merepet) hal ini biasa diakibatkan oleh
adanya saluran bahan bakar yang tersumbat, saringan yang kotor, plunger yang aus
sehinga tidak bekerja dengan baik, dan nozzle yang tersumbat. Hal ini dilakukan
saat mesin tidak berada dalam kondisi operasi dan dikenal dengan Shutdown
maintenance.
A. Pengetesan Penyemprotan Minyak Untuk Injection Pump tipe Inline.

Gambar 3.2 Memasang Injection Pump pada test stand

1. Dengan automatik timer dilepaskan pasang dan round nut (special tool) dan pasang
pada injection pump tester.

Gambar 3.3 Memasang measuring device

Lepaskan kontrol racks cover dan pasang position measuring device (special tool).
Kendorkan idling set bolt dan full speed set bolt. Dorong control rack ke arah
governor dengan penuh dan setkan posisi ini pada “O” dari rack position
measuring device (special tool).
2. Memeriksa langkah control rack.

Gambar 3.4 Melepas delivery spring

Lepaskan delivery valve spring dan stoper dari delivery valve holder. Beri oli pada
injection pump dan buang angin (air bleeding). Periksa control rack dari gerakan
kembalinya saat ditekan ke arah governor dengan penuh dan dilepaskan. Rack
dalam keadaan baik bila dapat kembali dengan baik dan lancar, serta stroke
pengembalian sesuai dengan ketentun yang ditetapkan.
3. Mengukur prestroke.

Gambar 3.5 Memasang prestroke measuring device.

Tempatkan posisi rack pada 21 mm dan setkan prestroke measuring devive (special
tool) pada tappet guide no.1 cylinder.

Gambar 3.6 Minyak tetap mengalir jika belum ditemukan Prestroke

Dengan memakai cylinder no.1 pada BDC alirkan fuel dengan tekanan kepada
Injection Pump dengan high pressuring pump dari pump tester. Biarkan nozzle
mengalir dari cover flow pipe pada nozzle.
Gambar 3.7 Minyak berhenti jika prestroke telah didapatkan.

Putar coupling pada tester perlahan-lahan sampai fuel berhenti mengalir dari cover
flow pipe.
Langkah plunger dari BDC hingga fuel benar-benar berhenti mengalir, hal ini
disebut dengan prestroke. Baca prestroke pada dial indikator.
Catatan: Pada saat mengukur prestroke, yakinkan bahwa adjusting lever pada
posisi full load. Bila prestroke diluar ketentuan, setel seperti berikut ini.
4. Menyetel prestroke.
Dengan tappet pada TDC, masukkan spring holder antara lower spring seat dan
tappet. Putar camshaft dan akan didapat clearence antara lower spring seat dan
tappet. Tambahkan atau kurangi ketebalan shim untuk dimasukkan pada clearence
guna penyetelan prestroke. Bila shim terlalu tebal maka stroke menjadi kecil,
sebaliknya bila shim terlalu tipis prestroke menjadi besar.
5. Mengukur injection timing interval
Bila injection star silinder nomor satu digunakan sebagai patokan, baca injection
interval dari tiap-tiap silinder sesuai dengan urutan penginjeksian dengan memakai
skala pada tester. Bila interval diluar dari ketentuam stel seperti penyetelan pada
prestroke. Urutan penginjeksian : 1 - 3 - 4 – 2.

6. Mengukur tappet clearence.


Pasang prestroke measung devide (special tool), putar camshaft agar tappet
mencapai TDC
Gunakan tappet clearence bar (special tool), dorong tappet ke atas dan ukur
terangkatnya sampai plunger flange bagian atas berhubungan dengan plunger
barrel. Bila tappet clearence delevery ketentuan, stel hingga batas limit yang
diperbolehkan dari ijection interval. Bila penyetean tidak dapat mendekati limit
yang diperbolehkan, stel kembali prestroke pada silinder no.1 denga maximal nilai
nominal.
7. Penyetelan injction rate.
Ukur injection rate pada posisi rack dan speed yang berbeda-beda. Bila injection
rate diluar ketentuan stel seperti berikut :
a. Kendorkan sedikit pinon clamp screw.
b. Dengan control rock dikunci putar control sleeve dengan adjusting rod.
c. Kencangkan pinion clamp screw.
Catatan: Berhati-hatilah melakukan penyetelan. Kesalahan atau tidak tepatnya
penyetelan akan mempengaruhi kemampuan engine.
Amati kondisi pengukuran dengan cermat penggunaan fuel pipe dan nozzle yang
berbeda akan merubah injection rate. Perbandingan tidak merata sama dengan
maximal injection rate dalam tiap silinder dikurangi minimum injction rate dalam
tiap silinder.
B. Pengetesan Penyemprotan Minyak Untuk Injection Pump tipe Distributor.
1. Pasang pompa injeksi pada fixing stand dan dihubungkan dengan test stand pompa
injeksi.

Gambar 3.8 Memasang Injection Pump pada test stand.


2. Penyetelan prestroke
a. Setelah melepas baut yang terpasang pada plug, pasang measuring device
beserta dial gauge, dan hubungkan pipa bahan bakar supply dan overflow
kepompa injeksi.
b. Aliran arus pada magnet valve guna untuk membuka aliran minyak pada
Injection Pump tersebut.
c. Letakkan dial gauge pada posisi “0” pada titik mati bawah plunger. Kemudian
putar pompa secara manual searah putaran seasuai dengan spesifikasinya,
kemudian ukurlah prestroke dari plunger melalui dial gauge hingga oil test
berhenti mengalir.
Gambar 3.9 Mengukur prestroke.

3. Hubungkan pipa bahan bakar dan pipa injeksi.

Gambar 3.10 Pemasangan pipa–pipa injeksi.

4. Tata cara penyetelan


a. Hidupkan magnet valve dengan memberi aliran arus listrik.
b. Putar pompa pada kecepatan (kira–kira 300 rpm) lalu periksa udara udara
yang terperangkap pada ruang bahan bakar keluar melalui overflow valve.
c. Stel tekanan minyak sesuai dengan spesifikasinya. Kemudian secara perlahan
naikkan putara pompa dengan menarik kontrol lever kearah kecepatan
maximum, posisikan kontrol lever melalui speed stopper bolt, agar
flyweight tidak mulai membuka pada kecepatan dibawah 1500 rpm, lalu
kencangkan pada posisi tersebut.
d. Putar pompa pada kecepatan 1000 rpm, bila keadaan pompa normal, biarkan
berputar hingga 10 menit. Bertujuan untuk melihat kerataaan penyemprotan
bahan bakar, kebocoran, dan mendengarkan apakah ada bunyi yang keras
saat pompa berputar.

Gambar 3.11 Menyetel stopper bolt kecepatan maximum.


5. Stel jumlah injeksi, letakkan kontrol lever pada posisi kecepatan maximum dan lihat
governor dapat berhenti bekerja pada saat kecepatan tertentu sesuai data kalibrasi.
Serta ukur jumlah injeksinya dengan cara menyetel full load adjusting screw.

Gambar 3.12 Menyetel full load adjusting screw

6. Dengan mengunakan pressure gauge yang cocok, lalu ukur tekanan ruangan pompa
pada kecepatan menurut standarnya. Bila tidak didapat tekanan plug dari regulating
valve mengunakan adjusting device.
7. Penyetelan idling, dengan cara bebaskan kontrol lever dari spring. Kemudian
pasang measuring device pompa injeksi untuk mengukur sudut dari kontrol lever.

Gambar 3.13 Memasang measuring device.

8. Stel jumlah injeksi kecepatan maximum dengan cara letakkan control lever pada
posisi kecepatan maximum, pada putaran pompa kecepatan maximum tanpa beban
hinga didapatkan injeksi yang diinginkan dengan menyetel maximum speed stopper
bolt.

3.3.2 Pemeliharaan tak terencana


Pemeliharaan tak terencana merupakan tindakan pemeliharaan yang waktunya
mendadak dan perlu segera dilaksanakan untuk mencegah akibat yang serius, hilangnya
waktu produksi, kerusakan besar pada peralatan dan untuk alasan keselamatan kerja.
Tindakan dalam pemeliharaan tak terencana ada beberapa macam :
1. Berdasarkan permintaan
Apabila ada permintaan untuk melakukan tindakan perawatan maka perawatan baru
akan dilakukan sesuai dengan ada atau tidaknya permintaan.
2. Troubleshooting
Troubleshooting adalah perbaikan darurat yang dilakukan bila terdapat kerusakan
yang terdeteksi pada peralatan. Perawatan ini harus segera dilaksanakan tanpa
penundaan lagi setelah terjadinya breakdown, biasa dikatakan bahwa troublle
shooting merupakan perbaikan darurat.
3. Penggantian sebagian
Penggantian sebagian dilakukan bila ada suku cadang yang rusak dan tidak
memungkinkan lagi untuk dilakukan perbaikan terhadap suku cadang tersebut, atau
biaya untuk melakukan perawatan terhadap suku cadang tersebut lebih besar dari
pada melakukan penggantian.
4. Penghapusan
Dilakukan dengan menyingkirkan fasilitas yang rusak dari tempat kerja dengan
pertimbangan yang matang, bahwa semua usaha pemeliharaan yang dilakukan tidak
mampu untuk mengembalikan fasilitas sampai kondisi yang dapat diterima dan bila
fasilitas telah sampai atau melewati batas usia pemakaian.
5. Unit siaga
Unit siaga adalah suku cadang peralatan yang sengaja disediakan untuk
menghadapai kejadian–kejadian yang tidak terduga. Unit siaga berfungsi
mengambil alih fungsi suku cadang aktif yang tiba–tiba berhenti beroperasi.
Berdasarkan atas Permintaan konsumen, Troubleshooting, pengantian sebagian,
Penghapusan dan unit siaga maka tugas dari Maintanance adalah melakukan apa yang
menjadi tuntutan dari konsumen dan mesin untuk mengembalikan mesin kepada keadaan
semula yang dapat diterima.
Kerusakan emergency yang terjadi pada Injection Pump tipe Inline adanya plunger
yang macet akibat adanya kotoran yang ikut terbawa oleh bahan bakar, bocornya sil stang
gas yang disebabkan oleh gesekan dengan as stang gas akibatnya terjadi kebocoran bahan
bakar dan dapat juga minyak bercampur dengan oli, hal ini diakibatkan oleh feed pump
yang rusak dan keausan pada plunger. Dikarenakan pada Injection Pump tipe Distributor
cocok untuk digunakan untuk kecepatan maka kerusaka emergency yang sering terjadi
adalah sering patahnya spring plunger yang diakibatkan oleh putaran tinggi.
3.4 Faktor Penentu Keberhasilan Perawatan
Untuk mencapai hasil maksimum suatu pemeliharaan maka beberapa faktor
dibawah ini harus dipenuhi :
1. Kemampuan personil untuk merawat
Semua anggota yang terlibat dalam kegiatan perawatan dan perbaikan memiliki
keterampilan dan kemampuan, baik secara praktis dan teoritis.
2. Ketersedian data mesin
Tersedia data lengkap dari sebuah mesin akan memudahkan dalam melakukan
perawatan dan perbaikan pada mesin karena acuan tidak ada, walaupun seorang
tenaga ahli dan berpengalaman yang melakukan, tetap saja membutuhkan waktu
yang lebih lama.
3. Keterbatasan standar pengerjaan
Syarat–syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan perawatan terhadap suatu
mesin harus tersedia special tool yang lengkap untuk pedoman bekerja.
4. Kemauan, kemampuan merencanakan perawatan
Kemauan dan kemampuan yang baik dalam membuat suatu rencana perawatan dan
perbaikan yang baik lengkap beserta peralatan dan perhitungan lainnya
menghasilkan pelaksanaan yang baik pula.
5. Kedisiplinan personil perawatan
Setiap personil yang terlibat harus menerapkan disiplin yang baik dalam melakukan
pekerjaanya sehingga dapat mengurangi resiko kegagalan dalam melaksanakan
perawatan dan perbaikan terhadap suatu mesin.
6. Kesehatan dan keselamatan kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja intinya untuk melindungi personil yang
melaksanakan perawatan dan perbaikan, walaupun pelaksanaanya tergantung pada
personil itu sendiri. Perusahaan harus menyediakan peralatan keselamatan agar bila
terjadi kecelakaan dapat disediakan dengan segera.
7. Kelengkapan fasilitas kerja
Semakin lengkap fasilitas kerja yang tersedia maka kerja perawatan dan perbaikan
yang dilakukan akan menjadi lebih mudah dan lancar.
3.5 Perbaikan
Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kemampuan kerja ke kondisi yang
dapat diterima, hal ini dilakukan bila peralatan atau mesin mengalami kerusakan baik yang
besar maupun yang kecil, atau merupakan upaya memperbaiki suatu komponen yang
dirasakan akan menganggu kerja komponen lain atau kerja mesin secara keseluruhan.
Langkah pertama yang dilakukan dalam melakukan perbaikan adalah dengan
menganalisa penyebab terjadinya kerusakan, untuk mengetahui seorang maintenance dapat
menggunakan panca indra atau dengan melihat, mendengar dan merasakan. Setelah
mengetahui dimana sumber kerusakan pada mesin maka barulah tindakan perbaikan dapat
dilakukan. Hal yang perlu disiapkan adalah peralatan yang akan membantu dalam
melaksanakan perbaikan.
BAB IV
ANALISA INJECTION PUMP TIPE INLINE DAN DISTRIBUTOR PADA
PRODUK MITSUBISHI

4. 1 Injection Pump
Pompa injeksi (injection pump) dan nozzle (alat pengabut) untuk menyemprotkan
bahan bakar yang diperlukan dalam sistem motor diesel. Bahan bakar ini harus berupa
minyak ringan yang memungkinkan dapat terbakar dengan sendirinya (self ignition). Yang
mana Injection Pump ini terbagi atas dua jenis yaitu :
1. Tipe Inline.
2. Tipe Distributor
Perbedaan antara kedua jenis menurut data yang diperoleh di lapangan yaitu bengkel
resmi Mitsubishi ini adalah:
4.1.1 Untuk Tipe Inline
A. Dilihat dari kontruksinya:
a. Kontrusinya lebih sederhana.
b. Suku cadangnya murah ditemukan.
c. Cara kerjanya sederhana.
d. Harga suku cadangnya mahal.
e. Penyetelan minyaknya lebih rumit (dilakukan satu persatu)
f. Memiliki empat buah plunger untuk mobil yang empat piston.
B. Dilihat berdasarkan pemakaiannya :
Dikarenakan tipe inline memiliki dan menghasilkan tekanan penyemprotan yang
tinggi maka tipe inline ini cocok digunakan untuk mobil tranportasi ukuran besar yang
memerlukan tenaga yang besar seperti colt diesel dan fuso.
C. Dilihat berdasarkan cara kerjanya:
Untuk tipe inline cara kerjanya secara langsung dimana bahan bakar disalurkan ke
Injectoin Pump dengan tekanan seperti yang diterangkan di bawah dengan gerak berputar
dari camshaft atau gerakan turun naik dari plunger. Dengan plunger pada posisi paling
bawah (BDC) bahan bakar mengalir melalui suction/discharge port ke plunyer barel. Saat
camshaft berputar plunger bergerak ke atas dan ketika kepala plunger berada pada posisi
segaris dengan suction/discharge port maka bahan bakar mulai di kompresikan. Ketika
plunger bergerak ke atas lebih jauh, tekanan bahan bakar naik sampai delivery valve
terdorong ke atas melawan dan mengalahkan delivery valve spring. Saat delivery valve
terdorong ke atas bahan bakar mengalir masuk ke injection pipe untuk dikompresikan pada
nozzle masuk kedalam silinder engine. Ketika plunger bergerak lebih jauh ke atas dan
potongan groove pada plunger bertemu dengan suction/dicharge port, tekanan bahan bakar
yang tinggi mengalir melaui lubang pada plunger dan bergerak melalui groove kembali ke
suction/discharge port.

4.1.2 Untuk tipe Distributor


A. Dilihat dari konstruksinya:
1. Komponennya sukar untuk ditemukan.
2. Harga suku cadangnya mahal.
3. Konstruksinya kecil dan ringan
4. Cocok untuk kecepatan tinggi.
5. Penyetelan minyak lebih murah (dilakukan sekali jalan)
6. Memiliki satu buah plunger untuk empat silinder.
7. Pelumasan langsung dilakukan oleh bahan bakar.
B. Dilihat berdasarkan pemakaianya:
Dikarenakan tipe ini dirancang untuk mobil yang tidak memerlukan tekanan yang
tinggi dan tenaga yang besar maka tipe ini cocok untuk kecepatan tinggi seperti mobil–
mobil angkutan ringan dan sedang seperti L300.
C. Dilihat berdasarkan cara kerjanya:
Drive shaft yang diputar oleh timing belt atau gigi dari mesin memutar cam disk
melalui sebuah cross coupling. Pin yang terpasangkan secara dipres pada cam disk
dipasangkan kedalam groove yang ada pada plunger bertujuan untuk memutar plunger.
Untuk mengerakkan plunger maju mundur cam disk dilengkapi pula dengan bagian
permukaan yang menonjol pada cam dalam jumlah yang sama banyaknya yang dirancang
dalam bentuk yang seragam mengelilingi tepi luar dari cam dengan jumlah yang sama
dengan jumlah silinder. Persentuhan dengan roller holder assembly karena cam disk dan
plunger ditekan ke arah roller holder assembly oleh kuat gaya pegas dari dua buah plunger
spring. Dengan demikian dapat mengikuti gerakan cam disk. Karena cam disk diputar
dengan drive shaft diatas roller holder assembly, gerakkan berputar yang bersamaan
dengan maju mundur dapat terjadi. Konstruksi roller holder assembly dibuat sedemikian
rupa agar dapat diputar pada suatu sudut tertentu yang sesuai dengan gerakan timer.
Untuk tipe Distributor cara kerjanya adalah: drive shaft memutar feed pump, cam
disk dan plunger secara bersama–sama gerakan maju mundur plunger terjadi akibat
gerakan dari bentuk permukaan cam disk yang berputar terhadap roller assembly. Bila inlet
slit dari plunger dan inlet port dari plunger barrel yang dipasang di pres pada distributor
head sejajar, bahan bakar akan dihisap kedalam ruang tekan. Setelah inlet port barrel
plunger telah ditutup oleh plunger, plunger akan naik. Sesudah outlet slit plunger dan
outlet port sejajar, tekanan pada ruangan tekan setelah melampaui tekanan sisa yang ada
didalam saluran bahan bakar pipa injeksi dan delivery valve telah membuka, maka bahan
bakar akan mengalir ke pipa injeksi kemudian melalui nozzle diinjeksikan ke silinder
mesin. Setelah cut off port plunger telah sejajar dengan ujung permukaan dari kontrol
sleeve, pengiriman bahan bakar oleh plunger berakhir. Plunger barrel hanya memiliki satu
buah inlet port akan tetapi memiliki sebuah outlet port untuk setiap silinder mesin.
Walupun plunger memiliki inlet yang sama banyaknya dengan jumlah silinder mesin,
tetapi hanya memiliki satu outlet slit.
Untuk masing–masing tipe untuk perawatan yang perlu dilakukan, disini yang perlu
dilakukan terhadap bagian–bagian pendukung dari injection pump tersebut diantaranya
dimulai dari tangki, water separator, saringan dan pipa penyalur bahan bakar tersebut
harus selalu bersih agar tidak ada ganguan terhadap aliran bahan bakar guna untuk
mendapatkan bahan bakar yang murni tidak terkontaminasi dengan bahan lain yang dapat
menyebabkan kerusakan terhadap komponen–komponen pompa injeksi tersebut. Dan
pelumasan terhadap komponen–komponen dalamnya, dimana untuk tipe Inline pelumasan
dilakukan langsung oleh oli dari mesin. Dan tipe Distributor pelumasan dilakukan
langsung oleh bahan bakar itu sendiri.

4.2 Analisa kerusakan yang sering terjadi pada kedua tipe Injection Pump
4.2.1 Untuk Injection Pump tipe Inline kerusakan yang sering terjadi adalah :
1. Pada plunger kerusakan yang sering terjadi yaitu tergores.
Penyebab: pemakaian bahan bakar yang terkontamiasi dengan bahan lain, adanya
kotoran yang mengendap pada tangki bahan bakar, saringan bahan bakar yang tidak
bekerja dengan baik (lama tidak diganti).
Perbaikan: bersihkan tangki bahan bakar dan bersihkan atau diganti saringan minyak
dengan yang baru.
2. Delivery valve yang aus.
Penyebab: dikarenakan Injection Pump tipe inline ini memiliki tekanan yang tinggi
dan pemakaian yang telah lama, maka katup delivery ini akan aus akibat fungsi
kerjanya untuk menahan tekanan yang dihasilkan.
Perbaikan: delivery valve ini jika terjadi keausan maka perbaikanya diganti dengan
yang baru.
3. Bearing aus.
Penyebab: adanya getaran, putaran kejut saat Injection Pump beroperasi.
Perbaikan: jika terjadi keausan pada bearing ganti dengan yang baru.
4. Sliding block yang aus.
Penyebab: fungsi dari sliding block mengatur keluarnya bahan bakar yang memiliki
gigi-gigi pinion yang berubungan dengan plunger barrel, jika pemakaiannya telah
lama gigi-giginya akan aus.
Perbaikan: ganti dengan yang baru.
5. Busing stang gas aus.
Penyebab: fungsi dari busing stang gas adalah untuk kedudukan as stang gas. Karena
telah lama dipakai dan adanya gesekan dengan as stang gas maka busing tersebut
akan aus.
Perbaikan: Ganti dengan yang baru.

4.2.2 Untuk Injection Pump tipe Distributor kerusakan yang sering terjadi:
1. O-ring menjadi keras.
Penyebab: karena panas yang di hasilkan Injection pump akan membuat O-ring
yang terbuat dari karet tersebut akan menjadi keras.
Perbaikan: setiap pembongkaran sebaiknya O-ring selalu diganti guna mencegah
terjadi kebocora pada Injection Pump.
2. Mesin tidak mau hidup.
Penyebab: tangki bahan bakar yang kosong, Pipa saluran bahan bakar yang
tersumbat, adanya udara yang terperangkap pada ruang bahan bakar, blade feed
pump macet, kabel magnet putus atau tidak mau bekerja.
Perbaikan: isi bahan bakar apabila kosong, bersihkan saluran bahan bakar jika
tersumbat, buang udara yang terperangkap pada ruang bahan bakar lakukanlah air
bleding dengan memompakan feed pump, Periksa kabel penghubung magnet
perbaikilah jika putus dan apabila feed pump tidak berfungsi berkemungkinan
blade feed pump macet, bongkar dan perbaiki.
3. Nozzle tidak bekerja.
Penyebab: nozzle atau nozzle holder tidak berfungsi atau rusak, kerusakan ini juga
terjadi pada Injection Pump tipe Inline.
Perbaikan: Periksa saluran bahan bakar dari Injection Pump (periksa saluran dari
kotoran yang menyumbat) setelah saluran bahan bakar baik, lakukan pengecekan
bila perlu lakukan pembongkaran pada nozzle bersihkan, jika nozzle tidak dapat
dipakai lagi ganti dengan yang baru.
4. Mesin tidak mencapai kecepatan maksimal.
Penyebab: Governor spring terlalu lemah, Control lever tidak dapat mencapai
posisi kecepatan maximum, dan penyemprotan bahan bakar tidak baik kerusakan ini
juga dialami oleh Injection Pump tipe Inline.
Perbaikan: Untuk spring governor bila telah lemah ganti dengan yang baru, aturlah
control lever dengan memutar adjusting lever dan periksalah saluran bahan bakar,
nozzle
4.3 Urutan Pembongkaran Injection Pump
Pertama kita lepaskan injection pump dari engine dengan cara : Tahan injection
pump dengan tangan, lepaskan lima buah baut pengikat injection pump flage plat.
Kemudian lepaskan injection pump ke arah belakang, gunakan alat khusus untuk
memudahkan pelepasan.

Gambar 4.1 Bagian–bagian dari Injection Pump tipe inline

4.3.1 Langkah-langkah Pembongkaran Ijection Pump tipe Inline.


1. Dengan auto timer telah dilepaskan, pasang injection pump pada mounting base
dan pump setting angle (special tool)
2. Gunakan box wrench untuk melepas feed pump.

Gambar 4.2 Memasang Injection Pump pada mounting base


dan melepas priming pump.
3. Lepaskan governor.
4. Ukur kontrol rack sliding resistance.

Gambar 4.3 Mengukur kontrol rack sliding resistance.

Putar camshaft untuk meyakinkan bahwa resistensi mencapai nilai yang telah
ditetapkan pada segala posisi.
Apabila melebihi nilai yang telah ditetapkan mungkin penyebabnya adaah :
1. Control rack atau giginya rusak
2. Gigi pinion rusak atau pinion yang berhubungan dengan housing rusak
3. Momen pengencangan pada delivery valve holder berlebihan.

Gambar 4.4 Memutar camshaft untuk mengetahui nilai resistance.

4. Lepaskan cover plate dan gunakan coupling dengan round nut serta holding
wrench. Putar camshaft dengan plunger pada tiap-tiap cylinder berada pada TDC,
pasang tappet insert pada lubang tappet satu persatu.

Gambar 4.5 Mengukur end play.

5. Pasang camshaft clereance gauge pada camshaft untuk mengukur end play.
Gambar 4.6 Melepas camshaft.

6. Lepaskan camshaft, pukul perlahan dengan hamer plastik dari sisi governor.
Catatan : Pastikan bahwa cam pada camshaft tidak menyentuh dengan tappet. Dan
pasang flyweight round nut pada ujung camshaft guna melindungi ulir dari
kerusakan.
7. Melepas tappet

Gambar 4.7 Melepas tappet.

Masukkan roller clamp untuk mendorong tappet keatas. Dengan tappet dalam
keadaan terdorong lepaskan tappet insert dan masukkan tappet clamp melalui
camshaft hole, lalu jepit tappet dan tarik keluar.
8. Masukkan plunger clamp (special tool) dari bagian bawah pompa dan cocokkan
ujung plunger clamp ke lower spring seat. Kemudian tarik plunger clam ke luar
maka plunger akan terlepas.
Catatan : Ketika melepas plunger, pastikan bahwa lower spring menghadap keatas
guna mencegah terjatuhnya plunger.

Gamabr 4.8 Melepas valve holder.


9. Lepaskan lock plate dan lepaskan delivery valve holder dengan box wrench
kemudian lepaskan stopper delivery valve dan spring.

Gambar 4.9 Melepas delivery valve.

10. Dengan mengunakan delivery valve extractor lepaskan delivery valve.

Gambar 4.10 Melepas plunger barrel.

11. Lepaskan plunger barrel.


Catatan: Tempatkan plunger pada plunger barrel.

4.3.2 Pemeriksaan terhadap komponen–komponen Injection pump tipe Inline.


1. Plunger dan barrel.

Gambar 4.11 Memeriksa kondisi plunger.

Setelah membersihkan dengan solar periksa apakah plunger bisa turun dengan
lembut pada barrel dengan sendirinya.
Dengan cara :
a. Miringkan barrel 600
b. Tarik plunger sekitar 10 – 15 mm dan lepaskan.
c. Putar plunger pada barrel apakah tidak mengalami sendat atau macet.
d. Ganti plunger bila tidak bisa turun dengan sendirinya.
2. Delivery valve.

Gambar 4.12 Memeriksa kondisi delivery valve.

Bersihkan delivery valve dan bersihkan dengan solar kemudian periksa dari
kerusakan. Tutup bagian bawah valve seat dengan jari dan tekan piston dengan jari
lain. Bila piston melambung kembali ketika jari-jari dilepaskan maka valve dalam
kondisi baik jika tidak kembali maka ganti valve.
3. Tappet
Pasang dial gauge pada teppet roller dan periksa clereance dengan menggerakkan
roller keatas dan kebawah rod. Bila clerence melebihi limit ganti tappet dengan
yang baru.

4. Lower spring seat


Periksa permukaan lower spring seat yang berhubungan dengan plunger dari
kerusakkan bila telah melebihi limit ganti lower spring seat.
5. Plunger spring dan delivery valve spring.
Perhatikan spring dan spring delivery valve bila tidak bagus ganti dengan yang
baru.
6. Menganti tappet roller bearing

Gambar 4.13 Melepas bearing.


Untuk melepas inner race dari camshaft gunakan gear puller. Dan untuk
memasang gunakan pipa atau metals block kemudian tekan dengan press.

4.3.3 Memasang Injection Pump tipe Inline.


1. Pasang control rack dan kencangkan rack guide screw.
Catatan: Pastikan bahwa rack dapat bergerak dengan lancar dan periksa juga untuk
memastikan rack tidak berputar.

Gambar 4.14 Memasang kontrol rack

2. Pada saat memasang plunger barrel yakinkan bahwa knock pin yang terpasang
pada housing dalam keadaan lurus dengan lokasi notch pada plunger barrel.
Pastikan bahwa tonjolan knock pin projection sekitar 0,7 mm dari housing. Apabila
tonjolan lebih kecil dari 0,7 mm, keluarkan sedikit dari housing.

Gambar 4. 15 Memasang plunger barrel.

3. Dengan gasket baru terpasang pada delivery valve masukkan valve pada tempatnya
hingga kuat dan bertemu dengan permukaan plunger barrel. Gunakan delivery
valve gasket installer. (special tool)

Gambar 4.16 Memasang delivery valve dan stopper.


4. Pasang delivery valve spring dan stopper pada tempatnya, kencangkan sementara
delivery valve holder.

Gambar 4.17 Memasang kontrol pinion dan kontro sleeve

5. Dengan control rack tepat ditegah-tengah pasang control pinion dan control sleeve.
6. Memasang plunger

Gambar 4.18 Memasang plunger.


Pasang plunger clamp (special tool) kedalam keadaan lower spring seat dan
pasangkan plunger kedalam lower spring seat. Masukkan plunger kedalam plunger
barrel dan hati-hati jangan sampai ujung plunger membentur dengan pump housing
dan plunger spring.

Gambar 4. 19 Memasang tappet.

7. Jepit tappet dengan tappet clamp dengan memakai tappet guide luruskan dengan
housing groove dan masukkan tappet kedalam rumah pompa.
Gambar 4.20 Melepas tappet insert.

8. Gunakan roller clamp dorong tappet pada TDC. Kemudian masukkan teppet insert
(special tool) dan lepaskan roller camp (special tool). Pastikan bahwa tanda dengan
part number pada plunger flange adalah terletak pada sisi cover plate. Untuk tiap-
tiap silinder, periksa kondisi gerakkan kontrol rack setiap kali tappet insert (special
tool) dimasukkan.

Gambar 4.21 Mengencangkan delivery valve.

9. Kencangkan delivery valve holder sesuai dengan ketentuan. Periksa juga gerakkan
control rack setip kali valve holder dikencangkan.

Gambar 4.22 Cara memasang roller bearing.

10. Pasang camshaft dengan tanda garis pada ujung picth (ulir) mengarah ke drive end
(camshaft gear).
Gambar 4.23 Mengukur end play

11. Dengan bearing cover terpasang sementara ukur end play pada camshaft dengan
menggunakan camshaft clearence gauge. Bila end play melebihi limit stel dengan
shim atau ganti bearing .
Catatan: Gunakan ketebalan shim yang mendekati sama pada sisi timer dan
governor.
Ketebalan shim pada sisi timer 0,10; 0,15; 0,30; 0,50
Ketebalan shim pada sisi governor 0,1; 0,12; 0,14; 0,16; 0,18; 0,50

12. Pasang governor


13. Pasang part berikut setelah penyetelan pump.
a. Control rack cover.
b. Feed pump.
c. Cover plate.
d. Automatic timer.

Gambar 4.24 Bagian–bagian dari Injection Pump tipe Distributor


4. 3.4 Langkah pombongkaran Injection pump tipe Distributor.
1. Pasanglah pompa injection pump pada bracket.

Gambar 4.25 Memasang pompa injeksi pada bracket.

2. Lepaskan nut spring washer kemudian bracket dan berikan tanda posisi pemasangan
pada control level serta control shaft untuk memudahkan dalam merakit kembali.

Gambar 4.26 Memberikan tanda posisi pemasangan control lever.

3. Lepaskan control level, kemudian spring yang berbentuk silindris berlubang dan
melingkar.

Gambar 4.27 Melepas control lever.

4. Lepaskan nut dan full load adjusting screw bersama dengan washer dan O-ring.

Gambar 4.28 Melepas full load adjusting screw.


5. Lepaskan keempat baut yang memegang govenor cover.

Gambar 4.29 Melepas screw.

6. Bautkan inserter pada control shaft, kemudian angkat dan pisahkan govenor cover
dan shaft dengan tepat memegang control shaft dengan inserter.

Gambar 4.30 Melepas govenor cover.

7. Lepaskan control shaft dari govenor spring bersama dengan O-ring dan washer.

Gambar 4.31 Melepas control shaft.

8. Lepaskan govenor spring dari retairing pin, kemudian lepaskan pin dan kedua
springnya.

Gambar 4.32 Melepas govenor spring.


9. Kendorkan nut dengan mengunakan adjusting device lalu lepaskan.

Gambar 4.33 Mengendurkan nut.

10. Pasang pompa injeksi pada universal vise menghadap keatas, kendurkan govenor
shaft dengan special tool, kemudian lepaskan. Lepaskan flyweight holder bersama
dengan flyweight, washer dan govenor sleeve.

Gambar 4.34 Melepas flyweight holder.

11. Kendorkan plug dengan mengunakan socket wrench, kemudian lepaskan bersama
dengan O-ring. Lepaskan delivery valve holder dengan mengunakan socket wrench,
kemudian lepaskan bersamaan delivery valve dan washer.

Gambar 4.35 Melepas delivery valve holder.

13. Lepaskan delivery valve.


Gambar 4.36 Melepas delivery valve

14. Lepaskan gasket dari delivery valve.


15. Lepaskan, magnet valve bersama dengan O-ring.

Gambar 4.37 Melepas magnet valve.

16. Lepaskan keempat baut dan distributor head dari rumah pompa.

Gambar 4. 38 Melepas distributor head.

17. Lepaskan plunger dari housing pompa bersama dengan control sleeve plunger
spring, spring seat, shim dan washer.

Gambar 4.39Melepas plunger.


18. Lepaskan guide pin dan distributor head bersama dengan shim dan spring seat.

Gambar 4. 40 Melepas guide pin

19.Kendorkan kedua pivot bolt yang berada pada housing pompa dengan mengunakan
socket wrench, dan lepaskan bersama dengan gasket.

Gambar 4. 41 Melepas pivot bolt.

20. Lepaskan govenor lever asembly yaitu starting lever, tersion lever dan corrector
lever dengan melepas masing–masing pivot bolt.

Gambar 4.42 Melepas govenor lever

21. Lepaskan cam disk bersama dengan shim.

Gambar 4. 43 Melepas cam disk.


22. Lepaskan disk bersama dengan spring.

Gambar 4. 44 Melepas dics dan spring.

23 Kendurkan ke empat baut lalu lepaskan timer cover bersama dengan timer spring
dan O-ring.

Gambar 4. 45 Melepas timer spring.

24. Gunakan tweezer (special tool) untuk melepas chip dan pin dari roller holder pin
yang menghubungkan timer piston dengan roller holder asembly.

Gambar 4. 46 Melepas chip.

25 Geserlah roller holder pin kearah tengah dari roller holder asembly.

Gambar 4. 47 Melepas roller holder.


26. Lepaskan timer piston bersama dengan sliding dan shim.

Gambar 4.48 Melepas timer piston.

27. Lepaskan roller assembly dengan menjepit bagian tengah roller holder dengan tang
yang berujung panjang kemudian ditarik secara perlahan.

Gambar 4. 49 Melepas roller assembly.

28. Putarlah drive shaft sampai keyway menghadap bagian atas pompa injeksi, kemudian
pasang oil seal pada drive shaft untuk mencegah jangan sampai keyway merusak oil
seal

Gambar 4.50 Melepas drive shaft.


29. Lepaskan gear, rubber damper dan oil seal guid dari drive shaft.

Gambar 4.51 Melepas gear


30. Kendorkan regulating valve dengan mengunakan socket wrench kemudian dilepaskan
bersama–sama dengan O-ring.

Gambar 4. 52 Melepas regulating valve.

31 Kendorkan kedua baut yang memegang feed pump cover, kemudian lepaskan.

Gambar 4. 53 Melepas baut feed pump.

32. Setelah melepas rumah pompa dari bracket, masukkan feed pump holder kedalam
rumah pompa dan balikan posisi dari pompa injeksi. Dengan mengetuk rumah
pompa dengan mengunakan palu plastik, lepaskan feed pump assembly bersama
dengan cover dengan menarik feed pump holder kearah bawah.
33. Ganti semua O-ring, gasket, oil seal seal ring.

Gambar 4.54 Membuka feed pump cover.


4.3.5 Pemeriksaan terhadap komponen–komponen Injection pump tipe Distributor.
1. Perikasa katup delivery.
Catatan: Jangan sampai menyentuh permukaan sliding dari plunger pompa dan
katup delivery. Tarik keluar katup, dan lepaskan. Cek bahwa katup bergerak masuk
dengan perlahan ke kedudukannya. Apabila kerja tidak sesuai spesifikasi ganti
katup satu set.

Gambar 4. 55 Memeriksa katup delivery.

5. Periksa plunger pompa, ring dan kepala Distributor.

Gambar 4.56 Memeriksa keadaan plunger.

6. Periksa pegas plunger dari adanya penyimpangan, dengan batas maksimal


penyimpangan 2,0 mm.

Gambar 4.57 Memeriksa penyimpangan pegas.

7. Periksa panjang pegas. Gunakan jangka sorong untuk mengukur panjang bebas dari
setiap pegas
Pegas katup delivery 24.4 mm / 0,961 inchi

Pegas plunger 30,0 mm / 1,181 inchi

Pegas kopling 16,6 mm / 0,654 inchi

Gambar 4.58 Mengukur panjang pegas.


8. Periksa solenoid pemutus bahan bakar. Gunakan omh meter untuk mengukur
tahanan antara terminal dan bodi solenoid. Tahanan pada suhu 20 0 C / 68 0
F
berkisar antara 9,5 – 11,9

Gambar 4.59 Pemeriksaan terhadap solenoid berfungsi atau tidak.

9. Gantilah perapat oli/seal dengan menggunakan kunci pas, ungkit keluar seal oli.
Dan berhati–hatilah jangan merusak bodi pompa.

Gambar 4.60 Membuka perapat oli.


4.3.6 Memasang Injection Pump tipe Distributor.
1. Merakit feed pump.
a. Feed pump assembly terdiri dari sebuah rotor dengan empat buah blade dan sebuah
liner. Pasanglah blade dengan bagian yang berlekuk menghadap ke arah rotor dan
letaknya harus terletak pada saat terakhir terpasang. Dan letakkan feed pump cover
kemudian pump assembly diatas feed pump holder.

Gambar 4.61 Merakit feed pump.

b. Geserlah housing pompa injection keatas feed pump assembly lalu tutupkan diatas
feed pump holder.

Gambar 4.62 Memasang drive shaft

c. Kencangkan feed pump assembly dengan dua buah baut.

Gambar 4.63 Memasang baut feed pump.

2. Merakit drive shaft.


a. Pasang gear pada drive shaft, pastikan bahwa bagian yang lekuk kedalam dari
bagian gear menghadap kegigi drive gear. Kemudian pasang rubber damper yang
baru pada gear.
b. pasanglah washer pada feed pump pada drive shaft.

Gambar 4.64 Memasang washer dan woodruff key

c. Sebelum memasang drive shaft pada housing pompa, pasanglah oil seal. Kemudian
putar feed pump dan gerakkan drive shaft hingga segaris dengan keyway dan
woodruff key. Bila telah segaris, pasanglah drive shaft pada housing pump.

Gambar 4.65 Mengabungkan drive shaft dan housing

3. Merakit roller holder.


a. Sewaktu merakit yakinkan bahwa permukaan yang cembung dari washer dari sisi
yang lebih miring dari roller harus menghadap kearah luar roller holder. Untuk
mengukur ketinggian masing–masing roller pada roller holder assembly periksa
perbedaan ketinggian antar masing–masing roller jangan sampai melebihi 0,02
mm. Dan pasang roller holder pin pada roller assembly dengan lubang pin
diletakkan kebagian dalam roller holder.

Gambar 4.66 Merakit roller holder

b. Pasang roller holder pada rumah pompa dengan roller holder pin diletakkan pada
sisi timer.
Gambar 4.67 Memasang roller holder.

4. Merakit timer.
a. Oleskan gemuk pada slide dan masukkan bersama dengan shim kedalam timer
piston. Dan setelah itu pasanglah timer piston pada rumah pompa.
b. Lalu letakkan piston timer dengan slide hole (yaitu lubang timer piston)
menghadap kearah letak roller holder pin.

Gambar 4.68 Merakit timer piston

c. Untuk menghubungkan timer, tekan roller holder pin yang tadi dimasukan
kedalam slide kedalam slilde kearah timer piston, kemudian pasanglah pin,
pasanglah chip pada pin, setelah dipasang periksa apakah timer piston dapat
digeser–geser dengan lancar. Pasang juga cover bersama dengan shim dan O-ring.

Gambar 4.69 Menghubungkan timer, memasang cover, shim dan O-ring.

5. Pasang regulating valve dengan mengunakan socket wrench bersamaan denga O-ring,
dan pasangkan pula disk pada drive shaft dengan diameter lubang tengah yang lebih
besar menghadap kearah distributor.
Gambar 4.70 Memasang regulating valve dan disk.

6. Pasanglah cam disk. Sebelum memasang cam disk, putar drive shaft sehingga
keyway-nya menghadap kearah pompa. Selanjutnya arahkan pin yang terpasang pada
cam disk yang berhubungan dengan plunger hingga menghadap kearah yang sama
dengan keyway yaitu menghadap kearah bagian atas pompa.
7. Pasanglah Distriobutor head assembly.
8. Pasanglah distributor assembly. Gunakan socket wrench pasanglah govenor level
assembly pada rumah pompa dengan pivot bolt dan gasket–gasketnya.

Gambar 4.71 Memeriksa gerakan ball-pin.

9. Pasanglah plunger yang telah dirakit bersama dengan shim yang telah dirakit.
Dengan memasukkan ball pin dari lever assembly kedalam lubang control sleeve,
kemudian masukkan knock pin dari cam disk kedalam groove yang terletak pada
bagian bawah plunger.

Gambar 4.72 Memasang plunger.


10. Letakkan plunger spring pada spring seat. Pasang O-ring pada distributor head,
kemudian berikan gemuk dan pasang semua guide pin, shim dan spring seat pada
distributor head.

Gambar 4.73 Pemasangan plunger dan memasang guid pin, shim, dan spring seat.

11. Pasanglah distributor head yang telah dirakit pada rumah pompa sesudah meletakkan
spring dengan menghadap ke govenor lever, berhati–hati jangan sampai merusak O-
ring.

Gambar 4.74 Memasang distributor head.

12. Pasang distributor head pada rumah pompa dengan empat baut, kencangkan satu
persatu dengan kekuatan yang seragam.

Gambar 4.75 Mengencangkan baut distributor head.

14. Pasang O-ring pada plug yang baru kemudian pasang plug ke distributor head dan
pasang juga delivery valve.
Gambar 4.76 Mengencangkan plug dan memasang delivery valve.

15. Pasanglah magnet valve. Pasang spring dan armatur pada magnet valve lalu pasang
magnet valve bersama O-ring, Pada distributor head.

Gambar 4. 77 Merakit magnet valve.

16. Pasang flyweight, shim dan washer pada housing. Pasanglah govenor shaft dan O-
ring pada rumah pompa.

Gambar 4. 78 Memasang flyweight assembly, dan govenor shaft.

17. Gunakan thickness gauge, ukur kerenggangan antara ujung permukaan flyweight dan
pin yang dipress pada rumah pompa. Setelah kerengan antara 0,15–0,35 mm dengan
mengunakan shim yang berada pada bagian belakang dari flyweight holder.

Gambar 4. 79 Mengukur kerenggangan flyweight dan pin.


18. Pasang govenor shaft dengan mengencangkan nut mengunakan adjusting device

Gambar 4. 80 Mengencangkan govenor shaft.

19. Pasanglah govenur cover. Pasanglah pin bersama dengan spring keatas tersion lever,
lalu hubungkan retairing pin ke govenor spring. Pasang shim dan O-ring pada
control shaft lalu hubungkan govenor spring ke control shaft link.

Gambar 4.81 Memasang govenor spring.

20. Pasang juga seal ring pada govenor, serta insert kedalam lubang tempat memasang
control shaft yang ada pada govenor cover lalu bautkan pada bagian control shaft
yang akan dikencangkan.

Gambar 4.82 Memasang control shaft.


21. Pasang govenor cover, pasang juga control level pada control shaft bersama dengan
spring, bracket, washer kemudian rakitan dan pasang full load adjusting, serta
overflow valve.Injection Pump siap untuk di uji tekanan minyaknya.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil analisa yang penulis peroleh, maka penulis dapat mengambil kesimpulan
diantaranya adalah :

1. Plunger yang tergores, biasanya diakibatkan oleh adanya pemakaian bahan


bakar yang telah terkontaminasi dengan bahan lain, bisa juga diakibatkan
kotoran yang mengendap ditangki dan terbawa oleh bahan bakar saat bahan
bakar dipompakan dimana saringan minyak tidak bekerja dengan semestinya
dan pelumasan yang kurang baik.

2. Komponen-komponen yang sering bermasalah adalah seperti O-ring yang


menjadi keras, busing stang gas yang aus akibat pemakaian yang terlalu lama,
delivery akan aus, bearing yang aus dan sliding block yang goyang karena telah
aus yang diakibatkan oleh peakaian yang telah lama.

3. Tanda–tanda kerusakan dari Injection Pump dapat kita ketahui dengan cara
mengamati bunyi yang ditimbulkan oleh mesin pada saat dioperasikan seperti
bunyi mesin yang pincang atau merepet.

4. Dalam pembongkaran Injection Pump kita akan mengetahui adanya komponen–


komponen yang mengalami kerusakan dan perlu dilakukan pengantian guna
untuk menjaga kondisi dari mesin, suara yang ditimbulkan serta tenaga yang
dihasilkan
5.2 Saran - saran
Diakhir penulisan tugas akhir ini penulis ingin memberikan beberapa saran dalam
hal analisa kerusakan dan cara melakukan perawatan dan perbaikan pompa injeksi tipe
Inline dan tipe Distributor pada Colt diesel 135 PS dan L 300 diantarnya adalah :
1. Jangan coba–coba untuk melakukan pembongkaran sendiri, jika tidak benar – benar
menguasai teknik pembongkaran karena akan menyebabkan kerusakan kepada
komponen yang lainnya.
2. Jangan membeli bahan bakar disembarang tempat, karena bahan bakar yang dijual
(luar pertamina) biasanya dicampur dengan minyak lain yang akan mempengaruhi
sistim bahan bakar.
DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, Drs. Teknik Mobil. Bumi Aksara.


Dinar Dapersal, Darman, Ir. Teknik dan Manajemen Pemeliharaan Mesin –Mesin Industri.
Padang : Politeknik Universitas Andalas.
Mitsubishi Basic 2. Training Center Departement. Jakarta. PT. Kramayudha Tiga Berlian
Motor
Suharto, Ir. 1991.Manajemen Perawatan Mesin, Jakarta.
Suprapto, Otip. 1999.Motor Otomotif. Angkasa Bandung.
Trommelmans. J. 1993.Mesin Diesel, Jakarta. PT Rosda Jayaputra.
.
Work shop manual. Jakarta. PT. Kramayudha Tiga Berlian Motor.
Lampiran 1
ANGKET PERTANYAAN

Nama : Yudi sunarto


Umur : 26 tahun
Pekerjaan : Leader PT. Anadalas Berlian Motor

Pertanyaan:

1. Apa saja kerusakan - kerusakan yang sering terjadi pada Injection Pump tipe Inline
dan Distributor?

1.Pada plunger biasanya gores.


2. o-ring menjadi keras
3. Busing stang gas biasanya aus akibat pemakaian/umur yang telah lama
4. Delivery valve biasanya aus
5. sliding block biasanya goyang karena sudah aus

2. Bagaimana cara menentukan bahwa Injection Pump tersebut memang rusak atau
perlu dilakukan pembongkaran?
 Engine berbunyi pincang biasanya diikuti dengan adanya asab tebal atau tidak
sama sekali.
 Engine tidak hidup biasanya ini terjadi karena plunger yang telah aus.
 Engine merepet : a. minyak kotor
b. nozzle tersumbat
Lampiran 2 Angket Pertanyaan Lanjutan

3. Apa saja yang sering diganti pada saat pembongkaran Injection Pump?

a. Tipe Inline :
- Plunger
- O-ring
- Busing stang gas

b. Tipe Distributor :
- O-ring

4. Apa pengaruh yang ditimbulkan apa bila setelah pembongkaran tidak


dilakukanpenggantian terhadap komponen yang rusak?

a. Tipe Inline:
Jika telah diketahui bahwa komponen itu telah rusak dan tidak dilakukan
pengantian maka akan mempengaruhi sistem kerja mesin tersebut.

b. Tipe Distributor:

Untuk tipe distributor komponen-komponen yang sering diganti adalah O-ring


seat,dan jika tidak akan terjadi kebocoran.
Lampiran 3 Angket Pertanyaan Lanjutan

5. Kenapa tipe Inline digunakan pada kendaraan besar sedangkan, tipe Distributor
hanya digunakan pada mobil kendaraan sedang ?
a. Tipe Inline

Dikarenakan tipe Inline ini memiliki dan menghasilkan tekanan yang kuat
maka tipe ini cocok digunakan pada mobil-mobil besar yang memerlukan
tenaga yang besar.

b. Tipe Distributor

Untuk tipe distributor ini dirancang untuk kecepatan dimana tidak memerlukan
tekanan yang tinggi, maka tipe ini cocok untuk mobil sedang dan kecil.

6. Apa keunggulan dari Injection Pump tipe Inline ?

Keungulan dari tipe ini adalah memiliki tekanan yang tinggi pelumasan dengan
mengunakan oli mesin, covok untuk mobil yang memerlukan tenaga yang besar
bukan untuk kecepatan

7. Apa keunggulan Injection Pump tipe Distributor?

Untuk tipe ini keungulan yang dimilikinya dari konstruksi yang ringan
perawatannya, penyetalan minyak yang mudah (tidak diperlukan penyetalan satu
persatu seperti jenis Inline. Dan tipe ini cocok digunakan untuk mobil yang
memerlukan kecepatan tinggi.
Lampiran 4 Angket Pertanyaan Lanjutan
8. Apa perbedaan kedua tipe Injection Pump tersebut ?
a. Tipe Inline

Untuk tipe Inline memiliki konstruksi yang sederhanan suku cadang yang
murah ditemukan penyetelan minyak yang lama memiliki empat buah plunger
untuk mobil empat piston.

b. Tipe Distributor

Untuk tipe Inline memiliki konstruksi yang sederhana ringan cocok untuk
mobil kecepatan tinggi dan memiliki satu plunger (plunger tunggal) untuk
empat silinder.

9. Bagaimana cara menganalisa kerusakan yang terjadi pada Injection Pump tersebut?

Salah satu contoh mesin merepet. Analisa yang perlu dilakukan yang pertama kita
periksa dari tangki bahan bakar satuan bahan bakar kemudian saringan. Jika ini
semua baik, kita lihat nozzle (pengabut) biasanya tersumbat dan jika nozzle dalam
kondisi bagus maka kita lakukan pengecekan terhadap injeksi pump tersebut dan
lakukan pembokangkaran.
Lampiran 5 Angket Pertanyaan Lanjutan

10. Apa yang menyebabkan rusaknya komponen - komponen dari Ijection Pump
tersebut?

Yang menyebabkan rusaknya komponen-komponen Injection Pump Injection


Pump biasanya bahan bakar yang terkontaminasi dengan bahn bakar lain.
Pelumasan yang kurang baik , saringan minyak tidak bagius.
Lampiran 6
Troubleshooting Injection Pump

Gejala Kemungkinan penyebab Perbaikan


Engine tidak Ganguan pada feed pump Bersihkan
dapat hidup - Gauze filter kotor
- Check valve tidak bekerja Ganti
- Piston macet atau aus Ganti
- Push rod macet Ganti
- Tpet aus Ganti
Ganguan pada injection pump
- plunger macet atau aus Ganti
- Control rack macet Ganti
- Delivery valve Ganti
- Tapet aus Ganti
- Camshaft aus Ganti
Ganguan pada Injection Nozzle
- Needle valve macet Ganti
- Valve opening presure terlalu rendah
- Injection orifice tersumbat Ganti
- Nozzle bocor Bersihkan
Perbaiki atau ganti
Fuel tank kosong. Isi bahan bakar
Fuel pipe tersumbat atau bocor pada sambungan Perbaiki atau ganti
Perbaiki
Udara atau air terperangkat dalam fuel system Bersihkan atau
Fuel filter kotor ganti

Engine dapat Fuel pipe tersumbat Perbaiki atau ganti


hidup tetapi Keluarkan udara
kemudian mati Udara atau air terperangkap pada fuel system atau air yang
terperangkap atau
Feed pump tidak bekerja ganti
Lampiran 7 Troubleshooting Injection Pump
Engine knock Injection timing terlalu maju Stel
Ganguan pada injection nozzle
- Valve opening presure terlalu tinggi Stel
Engine exhaust Ganguan pada injection pump Stel
tersumbat dan - Injection timing tidak tepat
knocking - Plunger aus Ganti
- Kerusakn delivery valve seat Ganti
Mutu bahan bakar rendah Ganti
Ganguan pada injection nozzle
- valve opening presure terlalu rendah Stel
- Spring patah
- Injection orifice tersumbat Ganti
Bersihkan
Engine out put Ganguan pada injection pump
tidak setabil - Jangkauan gerak plunger tidak cukup Ganti
- Plunger spring patah
- Gerakkan control rack tidak Ganti
sempurna
- Tappet aus gerakkan tidak sempurna Perbaiki
- Delivery valve spring patah
- Delivery valve holder kendor Ganti
- Delivery valve tidak berfungsi denga Ganti
baik
Ganguan pada injection nozzle Perbaiki
- gerakkan needle valve tidak
sempurna Ganti
- Spring patah Ganti
- Valve opening presure tidak tepat Ganti
Ganguan pada feed pump
- Check valve tidak berfungsi dengan Stel
baik, Piston aus ganti

Lampiran 8 Troubleshooting Injection Pump


Engine tidak Valve opening pressure terlalu rendah stel
mencapai putaran
maksimum
Engine idling Ganguan pada injection pump
tidak stabil - plunger macet, bengkok atau aus Ganti
- Kedudukan plunger spring tidak
tepat Ganti
- Delivery valve holder terlalu kencang Perbaiki
- Plunger spring patah Stel
- Udara atau air terperangkap pada Keluarkan udara
fuel system atau air yang
terperangkap
Ganguan pada feed pump
- Kerusakan check valve Ganti
- Piston aus Ganti
- Gauze filter aus Bersihkan
Fuel filter kotor Ganti
Injection timing tidak tepat stel
Engine tidak Engine stop cable memanjang atau putus Ganti
dapat dimatikan Pemasangan engine stop cable tidak sempurna Stel
Mekanisme govenor stop rusak Ganti

Ganguan pada Keretakan mekanisme stop rusak Ganti


suplly bahan
bakar Sambungan water separator kendor Perbaiki