Makalah Tentang Tawuran Pelajar

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kehadirat- Nya yang telah memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada saya sehingga makalah ini dapat saya selesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Berikut ini akan saya persembahkan sebuah makalah yang berjudul “ Perilaku Sosial Tawuran antara Kelompok Pelajar “ . Saya menyadari sekali bahwa makalah ini jauh dari ketidaksempurnaan baik dari segi bentuk penyusunannya ataupun secara keseluruhannya. Apabila terdapat salah penulisan dalam makalah ini saya mohon maaf yang sebesarnya karena saya juga masih dalam tahap belajar. Dengan demikian, saya ingin mengucapkan terimakasih untuk para pembaca yang telah ,membaca makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk kita semua.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................ BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................... B. Tujuan ............................................................................... C. Sasaran ............................................................................... BAB II PERMASALAHAN Pengertian Tawuran ........................................................... 4 Faktor – faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran.. 4 Contoh Kasus Tawuran Antar Pelajar ............................... 6 Cara Mencegah Tawuran Antar Pelajar ............................. 8 Penjelasan Materi Makalah dengan menggunakan Analisis Swot BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................ B. Rekomendasi ..................................................................... DAFTAR PUSTAKA

i ii

1 1 2

A. B. C. D. E.

9

11 11

B. Di mata mereka nyawa tidak ada harganya. Berharap supaya kita semua saling bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia. C. Perilaku pelajar yang anarkis berasal dari banyak faktor yang mempengaruhi baik faktor internal ataupun eksternal. Latar Belakang Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Beberapa minggu yang lalu siswa SMAN 6 Jakarta meninggal dunia karena terbacok oleh siswa SMAN 70 Jakarta. Sehingga para pelajar setiap harnya selalu bersemangat untuk menimba ilmu pengetahuan di sekolahnya masing – masing. merubah sistem pendidikan yang lebih baim agar siswa – siswi merasa nyaman belajar di sekolah. hapuslah kekerasan dalam citra bangsa kita. Tujuan : Karya tulis ini bertujuan agar para pelajar menyadari bahwa tindakan asusila tawuran adalah tindakan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pelajar. Perlikau tawuran pelajar bukan hanya mengakibatkan kerugian harta benda atau korban cidera tetapi bisa sampai merenggut nyawa orang lain. . Mengahapus tindakan kekerasan pada jiwa seseorang yang menimbulkan dampak negatif untuk orang lain ataupun dirinya sendiri.BAB I PENDAHULUAN A. Apakah ini hasil dari pendidikan untuk bangsa kita? Oleh karena itu . Jika kita ingin menjadi orang yang sukses. dalam makalah ini saya akan membahas secara keseluruhan tentang aksi tawuran pelajar. Sasaran : Pelajar Para pelajar harus memahami bahwa masa depan yang cerah ada di tangan kita sendiri. Tawuran saat ini juga sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat. Banyaknya tawuran antar pelajar yang terjadi di kota – kota besar di Indonesia merupakan sebuah fenomena yang menarik untuk di bahas. bahkan mereka merasa bangga jika berhasil membunuh pelajar sekolah lain yang mereka anggap musuh mereka. Hal ini terbukti dengan terjadinya peristiwa – peristiwa tawuran para pelajar yang saat ini sedang maraknya terjadi. Karena jika hal ini terus dibiarkan maka bangsa kita akan semakin hancur. Memajukan bangsa kita agar lebih baik dari bangsa lain dengan cara mencetak prestasi – prestasi yang membanggakan.

Seperti . Selalu memberikan reward untuk siswa – siswi yang berprestasi. Jangan sampai harus terjatuh korban terlebih dahulu. Pemerintah Pemerintah seharusnya memberikan ketegasan dalam masalah hukum untuk para pelajar yang melakukan tindakan tawuran. Pihak Kepolisian Kepolisian harus selalu mengawasi di setiap sekolah yang rawan terjadi tawuran. Guru atau Pihak Sekolah Pihak sekolah beserta guru – guru harus memberikan tekhnik pengajaran yang kreatif. Menghapus tindakan kekerasan guru terhadap murid yang terjadi di sekolah. Sehingga anak melampiaskannya kepada orang lain dan selalu menyelesaikan masalah dengan emosi atau tindakan yang kasar. kurang perhatian dari kedua orang tuanya. Mengadakan kegiatan yang lebih bermanfaat di waktu senggang setelah sekolah. sikap orang tua yang selalu menyelesaikan masalah dengan tindakan kekerasan menyebabkan pola pikir anak menjadi tidak baik. yang membuat siswa merasa nyaman di lingkungan sekolah.Orang tua Para pelajar yang sering melakukan tindakan asusila biasanya karena pelajar yang sering menghadapi konflik di keluarganya. baru polisi muncul dan bertugas menyelesaikan kasus tersebut. . Memberikan hukuman yang sesuai dengan apa yang sudah mereka lakukan supaya mereka merasa jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Faktor keluarga Jika keluarga tidak bahagia. 2. Kekompleksan seperti keberagaman budaya. Faktor – faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran 1. ia akan menyerahkan diri secara total tanpa memiliki kepribadian dan prinsip yang kuat. tidak mengijinkan siswa untuk bertindak kreatif. Sebagian besar hidup remaja juga dihabiskan di sekolah. bahkan ada kekerasan dalam rumah tangga akan berdampak pada mental psikologis anak.BAB II PERMASALAHAN A. . menyalahkan orang lain dan memilih cara instan untuk memecahkan persoalan membuat rasa frustasi semakin mengendalikan emosi pelajar yang labil. remaja akan meniru pola yang ia lihat di dalam keluarganya. Tak heran jika sekolah sering disebut sebagai rumah kedua. terlalu mengekang dan otoriter juga menjadi pengaruh. Anak yang terlalu dilindungi orangtuanya (dimanja) juga akan sama saja. Saat bergabung dalam kelompok sosialnya di sekolah. Secara tidak langsung. 3. Terutama pada remaja yang mentalnya masih labil dan masih dalam pencarian jati diri dan tujuan hidup. Penyesuaian emosional yang kurang memadai ditambah dengan kelompok sosial yang tidak benar semakin memungkinkan terjadinya tawuran antar pelajar. dalam diri mereka butuh pengakuan. rasa putus asa. kemampuan ekonomi dan pandangan tidak bisa diterima sehingga dilampiaskan lewat kekerasan. Faktor internal Ketidakmampuan/kurang mampunya beradaptasi dengan lingkungan sosial yang kompleks menimbulkan tekanan pada setiap orang. B. Saat tidak mampu beradaptasi. tempat ia belajar sekaligus mengekspresikan dirinya. Pengertian Tawuran Tawuran merupakan suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Faktor sekolah Kebosanan di dalam ruang belajar mengajar seperti tindak belajar mengajar yang monoton. Ketidakpekaan terhadap perasaan sesamanya mengakibatkan pelajar tega menganiaya hingga membunuh sesamanya. Sebenarnya.

. pihaknya masih menelusuri pelajar yang terlibat tawuran ini. nyawa warga Jalan Angkasa Kecil 12. Kepala Unit Reserse Kriminal Kemayoran Ajun Inspektur Satu Iswantoro mengatakan. ”Penyelidikan masih dilakukan. Rasa solidaritas yang diberikan remaja. Sejumlah teman yang melihat Ahmad terkapar penuh darah segera membawa korban ke rumah sakit. kekerasan pelajar yang dilakukan dalam tawuran antarpelajar di kawasan Gunung Sahari. Jika diruntut dari faktor lingkungan. Guru sekolah dinilai sebagai pihak otoriter yang gemar menghukum siswanya ketimbang mendidik dalam arti yang sebenarnya.” ucap Iswantoro. media cetak dan ketidakpuasan atas negara atau fasilitas negara.30. C. media televisi. Masih ingat dengan kasus perkelahian dewan yang terhormat? Media yang menampilkan dan oknum yang berbuat juga bisa dipersalahkan karena memberi teladan yang buruk. Sebaiknya perlu ditekankan ulang akan pentingnya mengendalikan rasa solidaritas dengan akal pikiran sehat dan jiwa toleransi antar manusia yang tinggi. Rabu (16/12) pukul 09. pelajar SMKN 1 Jakarta. 17 Desember 2009 | 04:40 WIB Jakarta. Senjata tajam inilah yang digunakan melukai punggung dan leher Ahmad. Tawuran terjadi ketika Ahmad dan teman-temannya terlibat saling ejek dengan rombongan pelajar lain di dalam bus yang melintas di kawasan tersebut. Kemayoran. Sampai sekarang belum diketahui identitas sekolah pelajar yang tawuran selain SMKN 1. tewas disabet senjata tajam oleh pelaku yang juga berstatus pelajar. 4. Namun. Pelajar dari dalam bus ada yang membawa senjata tajam. Faktor lingkungan Faktor ini jauh lebih luas daripada lingkungan rumah remaja. menyebabkan Ahmad Supratman (15). Kompas . seringkali berada di jalur yang salah.Aksi kekerasan yang dilakukan pelajar belum berhenti. Saling ejek itu berlanjut dengan saling melempar batu.Siswa yang bosan akan memilih untuk bersenang-senang di luar sekolah. media-media dan teladan pemerintah juga menjadi sorotan atas tawuran pelajar. ini tidak tertolong. Kemayoran. Bahkan. Solidaritas tidak selalu ikutikutan dalam hal buruk. Lingkungan ini juga berbicara sekolah. Contoh Kasus Tawuran Antar Pelajar : Kamis.

Tawuran pelajar dari kedua sekolah ini bukan yang pertama. tewas. Dimas dan Faruq. Selasa. korban. mereka bukan pelaku tawuran. (ART/NEL) Tawuran SMA 6 dan 70. karena menyangkut masa depan anak yang masih bisa diperbaiki. 25 September 2012. Meski bentrokan pelajar ini sering terjadi. siswa kelas I dihajar seniornya pada awal November lalu dan harus dirawat selama sepekan di Rumah Sakit Pusat Pertamina. dan keluarga sepakat tidak meneruskan kasus ke pengadilan. akhirnya mediasi antara pelaku. orangtua Ade Fauzan Mahfuza. Selasa 25 September 2012. Kebayoran Baru. Alawi Yusianto Putra. Marlin Anggraini. Kasus yang terakhir terkuak adalah kekerasan di SMAN 82. pelajar kedua sekolah beberapa kali terlibat tawuran. Seto menegaskan perlunya konsultasi psikologi rutin bagi korban ataupun pelaku dan bagi siswa sekolah yang memiliki tradisi bullying.Berdamai Kasus kekerasan antarsiswa termasuk tawuran antarsekolah dan kekerasan senior terhadap yuniornya sering terjadi di Jakarta. Hanya kasus penganiayaan siswa yunior kelas X SMA 34. berkeras menuntut pelaku diproses hukum. Agar tidak terulang. Kemendikbud juga tak menegur kepala sekolah kedua SMA itu. Kasus bullying di Jakarta yang terungkap sejak 2007 memang selalu berakhir damai. Awalnya. Ibnu Hamad saat berbincang dengan VIVAnews. Kepala Dinas Pendidikan DKI Tak Ditegur Satu pelajar tewas dan dua lainnya terluka akibat tawuran kemarin. tahun 2008. Dua temannya. yaitu Muhammad Fadhil Harkaputra Sirath (15). "Kami rasa tidak perlu menegur. terluka. Ade yang menjadi korban kekerasan seniornya kemudian pindah sekolah. Lima pelaku siswa kelas XII dihukum penjara 45 hari. . kasus kekerasan di SMAN 82 sudah berlangsung lama.” tutur Seto. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan. Satu pelajar dari SMAN 6. keputusan penghentian kasus ini sangat bijaksana. yang berakhir di persidangan. Jakarta Selatan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merasa tidak perlu menegur Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. 11:42 VIVAnews ." kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud. Kekerasan ini baru terungkap saat Ade. ”Sanksi harus diberikan bagi yang salah. Sebelumnya.Tawuran pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta kembali terjadi. meski alot. Menurut Seto. Namun.

Menurut Ibnu. Cara Mencegah Tawuran Antar Pelajar : 1. "Yang paling penting bagaimana kepala dinas mengkoordinasikan jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi. 5. yaitu agar tidak salah menempatkan diri di lingkungan masyarakat. Pihak yang berwenang haruslah tegas memberikan sanksi untuk pelaku tindak kekerasan. D. 3. Lakukan komunikasi dan pendekatan secara khusus kepada para pelajar untuk mengajarkan cinta kasih. Pengajaran ilmu beladiri yang mempunyai prinsip penggunaan untuk menyelamatkan orang dan bukan untuk menyakiti orang lain." katanya. Tindakan kekerasan pasti akan menular. 2. Meskipun tawuran pelajar kedua sekolah yang berdekatan ini terjadi beberapa kali. Para Siswa wajib diajarkan dan memahami bahwa semua permasalahan tidak akan selesai jika penyelesaiannya dengan menggunakan kekerasan. Ibnu sendiri mengakui bahwa Kemendikbud belum memiliki kajian khusus untuk mengatasi tawuran antara pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta ini. Ajarkan ilmu sosial Budaya. . saat ini yang paling penting bukan menegur dan saling menyalahkan. 4. ilmu sosial budaya sangat bermanfaat untuk pelajar khususnya.

Tantangan / Hambatan ( Threats ) a. Sikap polisi yang kurang siaga untuk kasus tawuran antar pelajar. b. Para pelajar melakukan tawuran bsa juga karena hal ingin membela teman yang pernah diserang oleh sekolah lain. Sering mengeluarkan kata – kata yang mengejek hanya karena hal yang kecil. d. Sekolah yang kurang begitu ketat mengadakan razia atau pemeriksaan terhadap siswa – siswinya. Atau bahkan hanya karena saling menatap secara pandangan yang sinis juga bisa menyebabkan terjadinya tawuran. b. Peluang ( Opportunity ) a. d. b.E. Kekerasan yang sering remaja lihat akan membentuk pola kekerasan di pikiran para remaja. 3. . Kekuatan ( Strenght ) a. Penjelasan Materi Makalah dengan menggunakan Analisis Swot Analisis permasalahan perilaku sosial tawuran antara kelompok pelajar dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek : 1. d. Tidak adanya kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang oleh para pelajar disekitar rumahnya juga bisa mengakibatkan tawuran. juga bisa memicu terjadinya perkelahian antar pelajar. dapat memicu terjadinya tawuran. Para pelajar yang melakukan tawuran akan mendapatkan hukuman dari pihak kepolisian. Sikap pelajar yang anarkis. Polisi yang selalu baru memunculkan dirinya setelah jatuhnya korban tewas karena aksi brutal pelajar. Pelajar cenderung menganggap tawuran sebagai cara memperoleh pengakuan dan status tinggi serta disegani dalam kelompoknya. c. Mendapatkan pengaruh yang tidak bak dari seorang profokator. c. Orang tua yang terlalu memberikan kebebasan untuk anaknya. 4. Bercanda yang terlalu berlebihan yang bisa menimbulkan emosi sampai akhirnya terjadi perkelahian. Lingkungan rumah dan lingkungan sekolah dapat mempengaruhi perilaku remaja. kurang mengawasi anaknya bisa membuat anak mencari jati dirinya di lingkungan luar dengan cara yang negatif. untuk menyerang sekolah lain. Pelajar menganggap kenakalan yang dilakukan hanya manifestasi simbolis aspirasi mereka karena sering diperlakukan tidak adil. 2. b. agar tidak diserang oleh sekolah lain. c. Pelajar ingin membela sekolahnya. membuat para orang tua mereka menjadi geram atas tingkah laku mereka yang sangat tidak pantas di usia mereka yang masih sangat remaja. Karena masalah rebutan seorang wanita. Orang tua juga bisa menjadi stress akibat perbuatan anaknya. Kelemahan ( Weakness ) a.

c. d. Membuat nama dan citra keluarga serta citra sekolah menjadi buruk di mata masyarakat. . Sekolah biasanya memberikan sanksi yang berat untuk pelajar yang melakukan tawuran.

2. Peningkatan kasus tawuran pelajar membuat KPAI ( Komisi Perlindungan Anak Indonesia ) menyatakan untuk segera mewujudkan “Sekolah Ramah Anak” .membuat pribadi manusia mengalami proses perubahan. Memberi kesempatan pada para remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat. Membuat prestasi yang bisa mengharumkan nama bangsa . dan pemerintah merupakan peran yang paling utama dan harus bertanggung jawab serta bekerjasama dengan baik untuk menanggulangi permasalahan ini. yang . Dan dari proses perubahan tersebut dapat mengarah ke dampak yang positif atau negatif. Para pelajar juga harus menyadari bahwa kita sebagai generasi muda diwajibkan untuk saling bahu membahu mengisi kemerdekaan. agar mereka tidak melakukan tindakan asusila seperti tawuran. Kepribadian setiap insan manusia pada dasarnya dalah sosok yang berbudi mulia. Agar memacu murid lain untuk mencetak prestasi yang jauh lebih baik lagi. Memberi kesempatan kepada para pelajar untuk mengembangkan bakatnya masing – masing. lingkungan . memajukan bangsa kita. Memberikan reward ( penghargaan ) terhadap siswa-siswi yang berprestasi. orang tua . 4. . 4. sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang dengan hal yang positif setelah kegiatan belajar di sekolah usai. B. 3. Kesimpulan 1. Tawuran pelajar adalah tindakan kriminal yang biasa terjadi di kota – kota besar di Indonesia. 2. 3. Sekolah . yang biasa terjadi karena di dasari alasan solidaritas sesama teman. Hanya saja karena adanya faktor – faktor internal ataupun eksternal. Rekomendasi 1. agar tidak semakin merajalela kasus tawuran pelajar ini.BAB III PENUTUP A.

id .com  Tutorialto.news.co.com  VIVA.com  Kompas.DAFTAR PUSTAKA  Shvoong.viva.com  Metronews.com  Okezone.

saya ingin mengucapkan terimakasih untuk para pembaca yang telah . . Dengan demikian. Apabila terdapat salah penulisan dalam makalah ini saya mohon maaf yang sebesarnya karena saya juga masih dalam tahap belajar.membaca makalah ini.Diposkan 5th October 2012 oleh triwijayanti yanti 0 Add a comment Makalah Tentang Tawuran Pelajar KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kehadirat.Nya yang telah memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada saya sehingga makalah ini dapat saya selesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Berikut ini akan saya persembahkan sebuah makalah yang berjudul “ Perilaku Sosial Tawuran antara Kelompok Pelajar “ . Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk kita semua. Saya menyadari sekali bahwa makalah ini jauh dari ketidaksempurnaan baik dari segi bentuk penyusunannya ataupun secara keseluruhannya.

.......................................... BAB I PENDAHULUAN A........................... DAFTAR PUSTAKA i ii 1 1 2 A........... 4 Faktor – faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran...................... 8 Penjelasan Materi Makalah dengan menggunakan Analisis Swot BAB III PENUTUP A........... Kesimpulan ............................................................................................... Sasaran .. B................. Tujuan ............... 9 11 11 ........................................................ Latar Belakang ..................................................... B................... 6 Cara Mencegah Tawuran Antar Pelajar ...................................... E........ C................... C..............................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............. D............. DAFTAR ISI ................................ B.. BAB II PERMASALAHAN Pengertian Tawuran .................................. 4 Contoh Kasus Tawuran Antar Pelajar ............. Rekomendasi ...................................................

Sasaran : Pelajar Para pelajar harus memahami bahwa masa depan yang cerah ada di tangan kita sendiri. Mengahapus tindakan kekerasan pada jiwa seseorang yang menimbulkan dampak negatif untuk orang lain ataupun dirinya sendiri. Berharap supaya kita semua saling bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia. Tawuran saat ini juga sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat. bahkan mereka merasa bangga jika berhasil membunuh pelajar sekolah lain yang mereka anggap musuh mereka. Karena jika hal ini terus dibiarkan maka bangsa kita akan semakin hancur. B. Hal ini terbukti dengan terjadinya peristiwa – peristiwa tawuran para pelajar yang saat ini sedang maraknya terjadi. Jika kita ingin menjadi orang yang sukses. Tujuan : Karya tulis ini bertujuan agar para pelajar menyadari bahwa tindakan asusila tawuran adalah tindakan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pelajar. Memajukan bangsa kita agar lebih baik dari bangsa lain dengan cara mencetak prestasi – prestasi yang membanggakan. Sehingga para pelajar setiap harnya selalu bersemangat untuk menimba ilmu pengetahuan di sekolahnya masing – masing. hapuslah kekerasan dalam citra bangsa kita.BAB I PENDAHULUAN A. Apakah ini hasil dari pendidikan untuk bangsa kita? Oleh karena itu . Perlikau tawuran pelajar bukan hanya mengakibatkan kerugian harta benda atau korban cidera tetapi bisa sampai merenggut nyawa orang lain. Perilaku pelajar yang anarkis berasal dari banyak faktor yang mempengaruhi baik faktor internal ataupun eksternal. Banyaknya tawuran antar pelajar yang terjadi di kota – kota besar di Indonesia merupakan sebuah fenomena yang menarik untuk di bahas. Di mata mereka nyawa tidak ada harganya. C. . Beberapa minggu yang lalu siswa SMAN 6 Jakarta meninggal dunia karena terbacok oleh siswa SMAN 70 Jakarta. dalam makalah ini saya akan membahas secara keseluruhan tentang aksi tawuran pelajar. Latar Belakang Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. merubah sistem pendidikan yang lebih baim agar siswa – siswi merasa nyaman belajar di sekolah.

Orang tua Para pelajar yang sering melakukan tindakan asusila biasanya karena pelajar yang sering menghadapi konflik di keluarganya. Menghapus tindakan kekerasan guru terhadap murid yang terjadi di sekolah. Guru atau Pihak Sekolah Pihak sekolah beserta guru – guru harus memberikan tekhnik pengajaran yang kreatif. Memberikan hukuman yang sesuai dengan apa yang sudah mereka lakukan supaya mereka merasa jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. baru polisi muncul dan bertugas menyelesaikan kasus tersebut. kurang perhatian dari kedua orang tuanya. Mengadakan kegiatan yang lebih bermanfaat di waktu senggang setelah sekolah. Pihak Kepolisian Kepolisian harus selalu mengawasi di setiap sekolah yang rawan terjadi tawuran. Pemerintah Pemerintah seharusnya memberikan ketegasan dalam masalah hukum untuk para pelajar yang melakukan tindakan tawuran. . Jangan sampai harus terjatuh korban terlebih dahulu. sikap orang tua yang selalu menyelesaikan masalah dengan tindakan kekerasan menyebabkan pola pikir anak menjadi tidak baik. Selalu memberikan reward untuk siswa – siswi yang berprestasi. Seperti . Sehingga anak melampiaskannya kepada orang lain dan selalu menyelesaikan masalah dengan emosi atau tindakan yang kasar. yang membuat siswa merasa nyaman di lingkungan sekolah.

B. Faktor keluarga Jika keluarga tidak bahagia. Ketidakpekaan terhadap perasaan sesamanya mengakibatkan pelajar tega menganiaya hingga membunuh sesamanya. Sebagian besar hidup remaja juga dihabiskan di sekolah. Terutama pada remaja yang mentalnya masih labil dan masih dalam pencarian jati diri dan tujuan hidup. dalam diri mereka butuh pengakuan. Faktor sekolah Kebosanan di dalam ruang belajar mengajar seperti tindak belajar mengajar yang monoton. remaja akan meniru pola yang ia lihat di dalam keluarganya. 2. 3. ia akan menyerahkan diri secara total tanpa memiliki kepribadian dan prinsip yang kuat. Kekompleksan seperti keberagaman budaya. kemampuan ekonomi dan pandangan tidak bisa diterima sehingga dilampiaskan lewat kekerasan. Tak heran jika sekolah sering disebut sebagai rumah kedua. Saat bergabung dalam kelompok sosialnya di sekolah. Anak yang terlalu dilindungi orangtuanya (dimanja) juga akan sama saja. Faktor – faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran 1. menyalahkan orang lain dan memilih cara instan untuk memecahkan persoalan membuat rasa frustasi semakin mengendalikan emosi pelajar yang labil. Saat tidak mampu beradaptasi. Penyesuaian emosional yang kurang memadai ditambah dengan kelompok sosial yang tidak benar semakin memungkinkan terjadinya tawuran antar pelajar. tempat ia belajar sekaligus mengekspresikan dirinya. rasa putus asa.BAB II PERMASALAHAN A. Secara tidak langsung. tidak mengijinkan siswa untuk bertindak kreatif. terlalu mengekang dan otoriter juga menjadi pengaruh. bahkan ada kekerasan dalam rumah tangga akan berdampak pada mental psikologis anak. Faktor internal Ketidakmampuan/kurang mampunya beradaptasi dengan lingkungan sosial yang kompleks menimbulkan tekanan pada setiap orang. Sebenarnya. . Pengertian Tawuran Tawuran merupakan suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat.

pihaknya masih menelusuri pelajar yang terlibat tawuran ini. tewas disabet senjata tajam oleh pelaku yang juga berstatus pelajar. Saling ejek itu berlanjut dengan saling melempar batu. Sebaiknya perlu ditekankan ulang akan pentingnya mengendalikan rasa solidaritas dengan akal pikiran sehat dan jiwa toleransi antar manusia yang tinggi. media televisi. Contoh Kasus Tawuran Antar Pelajar : Kamis. Namun.” ucap Iswantoro. Jika diruntut dari faktor lingkungan.Aksi kekerasan yang dilakukan pelajar belum berhenti. Kemayoran. Faktor lingkungan Faktor ini jauh lebih luas daripada lingkungan rumah remaja. kekerasan pelajar yang dilakukan dalam tawuran antarpelajar di kawasan Gunung Sahari. menyebabkan Ahmad Supratman (15). Lingkungan ini juga berbicara sekolah. 17 Desember 2009 | 04:40 WIB Jakarta. Kemayoran. . Senjata tajam inilah yang digunakan melukai punggung dan leher Ahmad. Pelajar dari dalam bus ada yang membawa senjata tajam. ini tidak tertolong. Kepala Unit Reserse Kriminal Kemayoran Ajun Inspektur Satu Iswantoro mengatakan. Solidaritas tidak selalu ikutikutan dalam hal buruk. media cetak dan ketidakpuasan atas negara atau fasilitas negara. media-media dan teladan pemerintah juga menjadi sorotan atas tawuran pelajar. Rasa solidaritas yang diberikan remaja. Guru sekolah dinilai sebagai pihak otoriter yang gemar menghukum siswanya ketimbang mendidik dalam arti yang sebenarnya.Siswa yang bosan akan memilih untuk bersenang-senang di luar sekolah. Sejumlah teman yang melihat Ahmad terkapar penuh darah segera membawa korban ke rumah sakit. 4. Kompas . seringkali berada di jalur yang salah. Rabu (16/12) pukul 09. Masih ingat dengan kasus perkelahian dewan yang terhormat? Media yang menampilkan dan oknum yang berbuat juga bisa dipersalahkan karena memberi teladan yang buruk. ”Penyelidi kan masih dilakukan. Tawuran terjadi ketika Ahmad dan teman-temannya terlibat saling ejek dengan rombongan pelajar lain di dalam bus yang melintas di kawasan tersebut. nyawa warga Jalan Angkasa Kecil 12. Sampai sekarang belum diketahui identitas sekolah pelajar yang tawuran selain SMKN 1. Bahkan. pelajar SMKN 1 Jakarta. C.30.

Selasa.Tawuran pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta kembali terjadi. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan. Dua temannya. "Kami rasa tidak perlu menegur. Marlin Anggraini. Kebayoran Baru. akhirnya mediasi antara pelaku." kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud. yang berakhir di persidangan. mereka bukan pelaku tawuran. Agar tidak terulang. Kasus bullying di Jakarta yang terungkap sejak 2007 memang selalu berakhir damai. orangtua Ade Fauzan Mahfuza. Kasus yang terakhir terkuak adalah kekerasan di SMAN 82. Jakarta Selatan. karena menyangkut masa depan anak yang masih bisa diperbaiki. keputusan penghentian kasus ini sangat bijaksana. . Kemendikbud juga tak menegur kepala sekolah kedua SMA itu. yaitu Muhammad Fadhil Harkaputra Sirath (15). Seto menegaskan perlunya konsultasi psikologi rutin bagi korban ataupun pelaku dan bagi siswa sekolah yang memiliki tradisi bullying. ”Sanksi harus diberikan bagi yang salah. Tawuran pelajar dari kedua sekolah ini bukan yang pertama. siswa kelas I dihajar seniornya pada awal November lalu dan harus dirawat selama sepekan di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Namun. Ibnu Hamad saat berbincang dengan VIVAnews.Berdamai Kasus kekerasan antarsiswa termasuk tawuran antarsekolah dan kekerasan senior terhadap yuniornya sering terjadi di Jakarta. Lima pelaku siswa kelas XII dihukum penjara 45 hari. terluka. tahun 2008. Sebelumnya. Selasa 25 September 2012. meski alot. Hanya kasus penganiayaan siswa yunior kelas X SMA 34. Ade yang menjadi korban kekerasan seniornya kemudian pindah sekolah. 11:42 VIVAnews . Awalnya. Dimas dan Faruq.” tutur Seto. Menurut Seto. Kekerasan ini baru terungkap saat Ade. Satu pelajar dari SMAN 6. dan keluarga sepakat tidak meneruskan kasus ke pengadilan. Kepala Dinas Pendidikan DKI Tak Ditegur Satu pelajar tewas dan dua lainnya terluka akibat tawuran kemarin. korban. Alawi Yusianto Putra. (ART/NEL) Tawuran SMA 6 dan 70. 25 September 2012. berkeras menuntut pelaku diproses hukum. Meski bentrokan pelajar ini sering terjadi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merasa tidak perlu menegur Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. pelajar kedua sekolah beberapa kali terlibat tawuran. kasus kekerasan di SMAN 82 sudah berlangsung lama. tewas.

D. Ajarkan ilmu sosial Budaya. . Lakukan komunikasi dan pendekatan secara khusus kepada para pelajar untuk mengajarkan cinta kasih. Tindakan kekerasan pasti akan menular. 5. 3. 2. Pihak yang berwenang haruslah tegas memberikan sanksi untuk pelaku tindak kekerasan. Meskipun tawuran pelajar kedua sekolah yang berdekatan ini terjadi beberapa kali." katanya. Para Siswa wajib diajarkan dan memahami bahwa semua permasalahan tidak akan selesai jika penyelesaiannya dengan menggunakan kekerasan. Cara Mencegah Tawuran Antar Pelajar : 1.Menurut Ibnu. Pengajaran ilmu beladiri yang mempunyai prinsip penggunaan untuk menyelamatkan orang dan bukan untuk menyakiti orang lain. saat ini yang paling penting bukan menegur dan saling menyalahkan. Ibnu sendiri mengakui bahwa Kemendikbud belum memiliki kajian khusus untuk mengatasi tawuran antara pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta ini. 4. "Yang paling penting bagaimana kepala dinas mengkoordinasikan jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi. yaitu agar tidak salah menempatkan diri di lingkungan masyarakat. ilmu sosial budaya sangat bermanfaat untuk pelajar khususnya.

Pelajar ingin membela sekolahnya. d. Pelajar menganggap kenakalan yang dilakukan hanya manifestasi simbolis aspirasi mereka karena sering diperlakukan tidak adil. c. b. Tidak adanya kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang oleh para pelajar disekitar rumahnya juga bisa mengakibatkan tawuran. Bercanda yang terlalu berlebihan yang bisa menimbulkan emosi sampai akhirnya terjadi perkelahian. untuk menyerang sekolah lain. dapat memicu terjadinya tawuran. Kelemahan ( Weakness ) a. b. Sering mengeluarkan kata – kata yang mengejek hanya karena hal yang kecil. d. Peluang ( Opportunity ) a. 2. Karena masalah rebutan seorang wanita. Para pelajar melakukan tawuran bsa juga karena hal ingin membela teman yang pernah diserang oleh sekolah lain. Atau bahkan hanya karena saling menatap secara pandangan yang sinis juga bisa menyebabkan terjadinya tawuran. d. b. . Kekerasan yang sering remaja lihat akan membentuk pola kekerasan di pikiran para remaja. agar tidak diserang oleh sekolah lain. Orang tua juga bisa menjadi stress akibat perbuatan anaknya. 4. membuat para orang tua mereka menjadi geram atas tingkah laku mereka yang sangat tidak pantas di usia mereka yang masih sangat remaja. Sekolah yang kurang begitu ketat mengadakan razia atau pemeriksaan terhadap siswa – siswinya. 3. kurang mengawasi anaknya bisa membuat anak mencari jati dirinya di lingkungan luar dengan cara yang negatif. Para pelajar yang melakukan tawuran akan mendapatkan hukuman dari pihak kepolisian. Pelajar cenderung menganggap tawuran sebagai cara memperoleh pengakuan dan status tinggi serta disegani dalam kelompoknya. Sikap pelajar yang anarkis. Kekuatan ( Strenght ) a. Polisi yang selalu baru memunculkan dirinya setelah jatuhnya korban tewas karena aksi brutal pelajar. Mendapatkan pengaruh yang tidak bak dari seorang profokator. c. Lingkungan rumah dan lingkungan sekolah dapat mempengaruhi perilaku remaja. Penjelasan Materi Makalah dengan menggunakan Analisis Swot Analisis permasalahan perilaku sosial tawuran antara kelompok pelajar dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek : 1. c.E. juga bisa memicu terjadinya perkelahian antar pelajar. Sikap polisi yang kurang siaga untuk kasus tawuran antar pelajar. Tantangan / Hambatan ( Threats ) a. b. Orang tua yang terlalu memberikan kebebasan untuk anaknya.

d. Sekolah biasanya memberikan sanksi yang berat untuk pelajar yang melakukan tawuran. Membuat nama dan citra keluarga serta citra sekolah menjadi buruk di mata masyarakat. .c.

Rekomendasi 1. lingkungan . 3. 3. Memberikan reward ( penghargaan ) terhadap siswa-siswi yang berprestasi. sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang dengan hal yang positif setelah kegiatan belajar di sekolah usai. Para pelajar juga harus menyadari bahwa kita sebagai generasi muda diwajibkan untuk saling bahu membahu mengisi kemerdekaan. dan pemerintah merupakan peran yang paling utama dan harus bertanggung jawab serta bekerjasama dengan baik untuk menanggulangi permasalahan ini. Dan dari proses perubahan tersebut dapat mengarah ke dampak yang positif atau negatif. . agar mereka tidak melakukan tindakan asusila seperti tawuran. Tawuran pelajar adalah tindakan kriminal yang biasa terjadi di kota – kota besar di Indonesia. Hanya saja karena adanya faktor – faktor internal ataupun eksternal. Memberi kesempatan kepada para pelajar untuk mengembangkan bakatnya masing – masing. yang biasa terjadi karena di dasari alasan solidaritas sesama teman. Membuat prestasi yang bisa mengharumkan nama bangsa . Agar memacu murid lain untuk mencetak prestasi yang jauh lebih baik lagi. memajukan bangsa kita.BAB III PENUTUP A. 4. 2. Kepribadian setiap insan manusia pada dasarnya dalah sosok yang berbudi mulia. Kesimpulan 1. agar tidak semakin merajalela kasus tawuran pelajar ini. B. orang tua . Peningkatan kasus tawuran pelajar membuat KPAI ( Komisi Perlindungan Anak Indonesia ) menyatakan untuk segera mewujudkan “Sekolah Ramah Anak” . 4. 2.membuat pribadi manusia mengalami proses perubahan. yang . Sekolah . Memberi kesempatan pada para remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat.

com  Kompas.com  Okezone.com  Tutorialto.co.viva.com  Metronews.com  VIVA.news.id .DAFTAR PUSTAKA  Shvoong.

Diposkan 5th October 2012 oleh triwijayanti yanti .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful