Anda di halaman 1dari 4

Nama kelompok:

Petrus Waropen Ratnaningrum K. Selita V. Ullo Yericho B. Kolondam Yanthi P.K. Ayorbaba Martha Moby Suzannah Nakul Roles Rumengan Samsul Bachri Welmince Yanpiet R. Mirino Trisye N. Rumbarar Yanet K. Awak Nelce I. Weri

7 Elemen Pengindraan Jauh (Interaksi dengan Objek) Penginderaan jauh berasal dari kata Remote sensing memiliki pengertian bahwa Penginderaan jauh merupakan suatu ilmu dan seni untuk memperoleh data dan informasi dari suatu objek dipermukaan bumi dengan menggunakan alat yang tidak berhubungan langsung dengan objek yang dikajinya (Lillesand dan Kiefer, 1979). Jadi penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk mengindera/menganalisis permukaan bumi dari jarak yang jauh, dimana perekaman dilakukan di udara atau di angkasa dengan menggunakan alat (sensor) dan wahana. Perlu diperhatikan bahwa dalam mengenali obyek, tidak semua unsur perlu digunakan secara bersama-sama. Ada beberapa jenis fenomena atau obyek yang langsung dapat dikenali hanya berdasarkan satu jenis unsur interpretasi saja. Ada pula yang membutuhkan keseluruhan unsur tersebut. Ada kecenderungan pengenalan obyek penutup/penggunaan lahan pada citra membutuhkan lebih banyak unsur interpretasi seperti pada diskripsi. Suatu obyek dapat terlihat oleh sebuah citra dikarenakan adannya "penghantar informasi" yang berasal dari sumber energi ke sensor penerima. penghantar informasi ini adalah sinar matahari yang pada dasarnya adalah gelombang elektromagnetik. Pantulan sinar matahari dari benda di permukaan bumi ditangkap oleh kamera/sensor, tiap benda / obyek memberikan nilai pantul yang berbeda sesuai dengan sifatnya.

Atmosfer

Sebelum mengenai obyek, energy yang dihasilkan sumber tenaga merambat melewati atmosfer. Atmosfer membatasi bagian spectrum elektromagnetik yang dapat digunakan dalam penginderaan jauh. Pengaruh atmosfer merupakan fungsi panjang gelombang dan bersifat selektif terhadap panjang gelombang.

Sensor Tenaga yang datang dari obyek di permukaan bumi diterima dan direkam oleh sensor. Tiap sensor mempunyai kepeikaan tersendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik. disamping itu juga kepekaan berbeda dalam mereka obyek terkecil yang masih dapat dikenali dan dibedakan terhadap obyek lain atau terhadap lingkungan sekitarnya. kemampuan sensor untuk menyajikan gambaran obyek terkecil in disebut resolusi spasial. semakin kecil obyek yang dapat direkam oleh sensor menandakan semakin baik kualitas sensor tersebut. Interaksi antara tenaga dan obyek Objek adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam pengindraan jauh seperti atmosfer, biosfer, hidrosfer dan litosfer. Interaksi antara tenaga atau radiasi dengan objek yang terdapat di permukaan bumi dapatdikelompokkan menjadi 3 bentuk, yaitu: a. Absorption (A), yaitu proses diserapnya tenaga oleh objek b. Transmission (T), yaitu proses diteruskannya tenaga oleh objek c. Reflection (R), yaitu proses dipantulkannya tenaga oleh objek Interaksi antara tenaga atau energi dengan objek objek di permukaan bumi akan menghasilkan pancaran sinyal dan pantulan yang bersifat selektif. Ika karakteristik objek di permukaan bumi bertekstur halus, permukaan objek akan bersifat seperti cermin sehingga hampir semua energidipantulkan dengan arah yang sama atau disebut specular reflection. Adapun jika permukaan objek memiliki tekstur kasar, maka hampir semua tenaga dipentulkan ke berbagai arah atau disebut diffuse reflection. Tiap obyek mempunyai karakteristik tertentu dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Pengenalan obyek pada dasarnya dilakukan dengan menyidik karakteristik spectral obyek yang tergambar pada citra. Perekaman objek dapat dilakukan, karena tenaga dalam bentuk tenaga elektromagnetik yang dipancarkan

oleh matahari kesegala arah terutama ke permukaan bumi, tenaga tersebut dipantulkan dan dipancarkan oleh permukaan bumi. Tenaga pantulan dan pancaran tersebut direkam oleh alat yang disimpan oleh wahana. Karena itu untuk memperoleh data penginderaan jauh tersebut diperlukan komponen-komponen penginderaan jauh diantaranya ; tenaga, objek, sensor, detector dan wahana. Komponen tersebut saling mendukung dalam perekaman objek, karena setiap komponen harus saling berinteraksi. Akibat adanya interaksi tenaga dengan objek, tenaga terebut dipantulkan dan direkam oleh alat. Untuk memperoleh data penginderaan jauh, maka dalam perekaman objek dipermukaan bumi diperlukan adanya wahana (Platform), tenaga alami atau buatan, objek yang direkam, alat (sensor) dan deteksi (detektor). Tenaga yang memancar dari matahari ke permukaan bumi (objek) akan memantul maupun memancar kembali dan sebagian tenaga yang memantul maupun yang memancar direkam oleh alat (sensor). Pada sensor terdapat detektor yang ada di dalam alat yang dipasang pada wahana (seperti pesawat, balon udara). Komponen dari sistem penginderaan jauh ditunjukan pada gambar.

Komponen Sistem Penginderaan Jauh (Sutanto, 1986) Jenis pantulan spektral menunjukan perbedaan panjang gelombang yang membentuk suatu kurva. Pantulan spektrum tenaga elektromagnetik dari tumbuhan sehat dimanifestasikan pada pundak dan lembah dari suatu kurva. Chlorofil daun, secara kuat menyerap energi pada 0,45 0,65 m, sementara mata manusia menerima pantulan dari tumbuhan sehat dengan warna hijau. Kurangnya pantulan tenaga dari

chlorofil terletak pada saluran biru dan merah. Pantulan dari vegetasi sehat meningkat secara dramatik pada spektrum inframerah pada 0,7-1,3 m, karena pantulan tenaga dari daun sekitar 50 % meningkat pada energi yang sampai pada objek. Pantulan dari ke-3 jenis objek tersebut ditunjukan pada gambar di bawah ini.

Tipe Kurva Pantulan Spektrum Dari Tumbuhan, Tanah dan Air