Anda di halaman 1dari 2

ABORSI MENURUT PANDANGAN MEDIS

Istilah aborsi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat luas atau kaum awam. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya aborsi diidentikan dengan tindakan yang melanggar bahkan menghilangkan hak hidup manusia. Tetapi, apakah sebenarnya aborsi itu menurut pandangan medis? Dokter Etty (bukan nama sebenarnya) yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Yogyakarta berpendapat bahwa aborsi adalah penghentian pra kehamilan yang kurang dari 22 minggu dan berat bayi di bawah 500 gram. Menurutnya aborsi dapat dlakukan dengan dua alasan. Pertama abortus provocatus artificialis, yaitu pengguguran kehamilan dengan alasan kehamilan tersebut membawa maut bagi sang ibu, misalnya ibu berpenyakit jantung, usia ibu sudah melebihi batas normal untuk hamil, atau terjadi pendarahan hebat pada sng ibu. Kedua abortus provocatus criminalis, yaitu pengguguran kehamilan tanpa alasan medis yang syah dan dilarang oleh hukum, misalnya kaum muda yang melakukan aborsi karena hamil di luar nikah.

Di dalam dunia medis ada kode etik yang mengatur tentang aborsi dengan tujuan agar para medis bekerja sesuai dengan aturan-aturan dalam kode etik tersebut. Oleh karena itu, dokter yang telah berprofesi di bidang medis selama kurang lebih 18 tahun ini kurang menyetujui adanya tempat-tempat praktik aborsi yang illegal. Selain itu, beliau juga berpendapat bahwa para calon ibu yang bersikeras melakukan aborsi karena hamil akibat di perkosa dapat dilakukan bila asalannya seperti terdapat dalam abortus provocatus artificialis. Tindakan aborsi yang gagal dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikiologis bagi calon ibu dan bayi yang selamat. Biasanya calon ibu akan bersikap over protectif terhadap anak,

sdangkan anak akan menjadi minder. Seiring dengan banyaknya kasus abortus provocatus criminalis, dokter yang sangat mencintai profesinya ini berharap agar kaum muda berhati-hati dalam berelasi dengan lawan jenisnya. Semoga saja tindakan aborsi tidak berlanjut dimasa yang akan datang.