ASMA BRONKIALE
Dr. Yulius P. Danuady
DEFINISI
Gangguan inflamasi kronik saluran nafas Melibatkan banyak sel-sel dan elemennya Menyebabkan hiperresponsif saluran nafas Gejala episodik berulang mengi, sesak nafas, dada terasa berat dan batuk-batuk Terutama malam dan atau dini hari
Faktor-faktor resiko lingkungan (penyebab)
Inflamasi hiperesponsif saluran nafas Pencetus Obstruksi jalan nafas Gejala
PATOGENESIS
Mekanisme imunologik inflamsi saluran nafas Berhubungan dengan manifestasi tetapi melalui mekanisme IgE dependent Sel sel yang berperan * Limfosit T-helper : T-CD4 + mengeluarkan sitokin Interleukin (IL-3) IL-4, IL-5, IL 13 Granulocyte macrophage colony stimulating factor (GM CSF) * Eosinofil * Sel epitel * Sel mast * Makrofag mediator antara lain leukotrien PAF, sejumlah sitokin
PATOGENESIS
Inflamasi akut Inflamasi kronik Airway remodeling
Gejala
(Bronkokonstriksi)
Exacerbations non-spesific hyperreactivity
Obstruksi persisten aliran udara
Hubungan antara inflamasi akut, kronik dan airway remodeling dengan gejala klinis
PATOGENESIS
Perubahan struktur yang tejadi : - Hipertropi dan hiperplasi otot polos - Hipertropi dan hiperplasi kelenjar mukus - Penebalan membran retikuler basal - P. darah meningkat - Matriks ekstraseluler fungsinya meningkat - Perubahan struktur parenkim - Peningkatan fibrogenik growth factor menjadikan fibrosis
Airway Remodeling Proses inflamasi kronik kerusakan jaringan proses penyembuhan
perbaikan pergantian sel-sel yang rusak melibatkan jaringan yang sama dan jaringan penyambung (scar)
Mekanisme yang timbul - heterogen - sangat kompleks - sangat dinamis Konsekuensi klinis airway remodeling terjadi peningkatan gejala : - hiperreaktifitas - distensibility - obstruksi jalan nafas
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi total dunia : 7.2% (6% dewasa, 10% anak) Penelitian ISAAC (International Study of Asthma and Alergy in Children)
Fase I 1996 : 56 negara, 155 senter, usia 6-7 thn dan 13-14 thn Indonesia usia 6-14 thn : 1.6% Inggris : 36.8%
Penelitian AIRE (Asthma Insight and Reality in Europe) meliputi 73,880 rumah tangga berjumlah 213,158 orang current asthma : 2.7% Di Indonesia :
Yunus F (Jakarta) 2001 13-14 thn : 11.5% Kartasasmita CB (Bandung) 2002 6-7 : 3.0% 13-14 : 5.2% Rahajoe NN (Jakarta) 2002 13-14 : 6.7%
FAKTOR RESIKO
Bakat yang diturunkan - Asma - Atopi / Alergik - Hiperreaktivitas bronkus - Faktor yang memodifikasi penyakit genetik Pengaruh lingkungan - Alergen - Infeksi pernafasan - Asap rokok / polusi - Diet - Status ekonomi
Asimptomatik atau Asma dini
Manifestasi klinik asma (perubahan irreversibel pada struktur dan fungsi jalan nafas Interaksi faktor genetik dan lingkungan pada kejadian asma
DIAGNOSIS dan KLASIFIKASI
Riwayat penyakit dan gejala - Episodik sering reversibel dengan / tanpa pengobatan - Batuk, sesak nafas, rasa berat di dada, berdahak - Gejala timbul / memburuk terutama malam / dini hari - Diawali faktor pencetus - Respon terhadap bronchodilator
Hal-hal
lain : - riwayat keluarga - riwayat alergi / atopi - penyakit yang memberatkan - perkembangan penyakit dan pengobatan
Pemeriksaan Jasmani
Expirium memanjang mengi Serangan yg sangat berat silent chest asma berat, disertai tanda-tanda sianosis, gelisah, takikardia, hiperinflasi, penggunaan otot-otot bantu nafas, sukar bicara
Faal Paru
Spirometri - pemeriksaan obyektif faal paru - menyamakan persepsi - parameter obyektif Menilai : - obstruksi jalan nafas - reversibiliti - variabiliti variasi diurnal Yang diukur : - Kapasitas Vital Paksa (KVP) - Arus Puncak Ekspirasi (APE) - Volume ekspirasi detik pertama (VEP1)
Pemeriksaan Lain
Uji provokasi bronkus Pengukuran status alergi - Uji kulit - Pengukuran IgE spesifik
Diagnosis Banding
Dewasa : PPOK Bronkitis kronik Gagal jantung kongestif Batuk kronik akibat lain Disfungsi laring Obstruksi mekanik (misal : tumor) Emboli paru
Anak : Benda asing Laringotrakeomalasia Pembesaran kelenjar limf Tumor Stenosis trakea Bronkiolitis
Klasifikasi
Etiologi Berat
penyakit Keterbatasan aliran udara
KLASIFIKASI DERAJAT BERAT ASMA : Berdasarkan gambaran klinis
Derajat Asma
I. Intermiten
Gejala
Bulanan
- Gejala < 1x / minggu - Tanpa gejala di luar serangan - Serangan singkat
Gejala Malam
2x / bulan
Faal Paru
APE 80 %
VEP1 80% nilai prediksi APE 80 % nilai terbaik Variabiliti APE < 20%
II. Persisten ringan
Mingguan
- Gejala > 1x/mgg, tetapi < 1x/hari - Mengg. aktiviti & tidur
APE 80%
> 2x / bulan
VEP1 80% N.P APE 80% N.T Variabiliti APE 20-30%
III. Persisten sedang
Harian
- Gejala tiap hari - Mengg. aktiviti & tidur - Butuh BD tiap hr
VEP1 60-80% N.P > 1x / minggu
APE 60-80% N.T Variabiliti > 30%
IV. Persisten berat
Kontinyu
- Gejala terus menerus - Sering kambuh-aktivitas terbatas
APE 60% Sering
VEP1 60% N.P APE 60% N.T VAR : > 30%
Penatalaksanaan Asma
Tujuan - Menghilangkan dan mengendalikan asma - Mencegah eksersebasi akut - Meningkatkan dan mempertahankan faal paru seoptimal mungkin - Mengupayakan aktiviti normal termasuk exercise - Menghindari efek samping obat (ESO) - Mencegah keterbatasan aliran udara, ireversibiliti - Mencegah kematian akibat asma
Terkontrol bila : - Gejala minimal / tidak ada - Tidak ada keterbatasan aktivitas - Kebutuhan bronkodilator minimal / sebaiknya () - Variasi harian APE < 20 % - Nilai APE N / mendekati N - ESO tidak ada - Tidak ada kunjungan ke UGD
Meliputi 7 komponen : 1. Edukasi 2. Menilai dan monitor berat asma secara berkala 3. Identifikasi dan mengendalikan faktor pencetus 4. Merencanakan & memberi pengobatan jangka panjang 5. Menetapkan pengobatan pada serangan akut 6. Kontrol secara teratur 7. Pola hidup sehat
Medikasi Asma
Pengontrol (Controllers) - Kortikosteroid (KS) inhalasi - KS sistemik - Sodium kromoglikat - Nedokromil sodium - Metil santin (aminofilin, teofilin) - Agonis 2 kerja lama, inhalasi - Agonis 2 kerja lama, oral - Leukotrien modifier - Antihistamin generasi ke-2
Pelega (Reliever) - Agonis 2 kerja singkat - KS sistemik - Antikolinergik - Aminofilin - Adrenalin
Rute pemberian - Oral - Parenteral (subkutan, IM, IV) - Inhalasi : * Inhalasi dosis terukur (IDT) = Metered Dose inhaler (MDI) * IDT + * Breath actuated MDI * Dry powder inhaler (DPI) * Turbuhaler * Nebulizer
Pengobatan Sesuai Berat Asma
Semua tahapan : ditambahkan 2 agonis kerja singkat untuk pelega bila dibutuhkan tidak > 3-4 x / hari
Pengobatan Sesuai Berat Asma
Berat Asma
Asma Intermitent Asma Persisten Ringan Asma Persisten Sedang
Medikasi Pengontrol Harian
Tidak perlu KS inhalasi 200 400 g BD / hari Kombinasi inhalasi KS 400800 g BD / hr Agonis 2 kerja lama
Alternatif / Pilihan Lain
Teofilin lepas lambat Kromolin Leukotrien modifier a. KS inhalasi 400-800 g / hr BD b. Agonis 2 kerja lama oral atau a + Teofilin lepas lambat oral atau KS inhalasi dosis tinggi > 800 g BD atau KS inhalasi 400 800 g / hr + leukotrien modifier Prednisolon / metilprednisolon selang sehari 10 mg ditambah agonis 2 kerja lama oral, + teofilin lepas lambat
Alternatif Lain
-
Teofilin lepas lambat
2 agonis kerja lama oral
Asma Persisten Berat
Kombinasi KS (> 800 g BD / hr) & agonis 2 kerja lama + salah satu : teofilin lepas lambat, leukotrien modifier, KS oral
TERIMA KASIH
Selamat Belajar