Anda di halaman 1dari 19

tugas geologi indonesia

Geologi regional cekungan melawaiketungau Kalimantan barat


oleh : Eko agung H.S (410010029) Steffi permatasari (410010017) Ira asnawati (410010037) M.farhan (410010044)

Peta cekungan indonesia

Sumber : Badan Geologi Indonesia

geologi regional kalimantan


Kalimantan merupakan daerah yang memiliki tektonik yang kompleks. Adanya interaksi konvergen antara 3 lempeng utama, yaitu: 1. Lempeng Indo-Australia 2. Lempeng Pasifik 3.Lempeng Asia yang membentuk daerah Timur Kalimantan (Hamilton, 1979). Kerangka tektonik Pulau Kalimantan oleh Nuay (1985) dibagi menjadi 12 unit, yaitu: paparan sunda Cekungan melawi-Ketungau pegunungan mangkalihat Cekungan Kalimantan Barat Laut paternosfer platform Cekungan Tarakan tinggian kucing Cekungan Barito tinggian meratus Cekungan Asam-

Bagian Barat daya dari Kalimantan merupakan bagian dari continental passive margin, yang terbentuk pada zaman Kapur Awal sebagai bagian dari lempeng Asia Tenggara yang dikenal sebagai Sunda land. Pada zaman Tersier, terjadi peristiwa interaksi konvergen yang menghasilkan beberapa formasi akresi pada daerah Kalimantan.

Selama zaman Eosen, daerah Sulawesi berada di bagian Timur kontinen dataran Sunda. Pada pertengahan Eosen, terjadi interaksi konvergen antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Asia yang mempengaruhi makin terbukanya busur belakang samudra, Laut Sulawesi, dan Selat Malaka. Cekungan Kutai merupakan salah satu cekungan yang dihasilkan oleh perkembangan regangan cekungan yang besar pada daerah Kalimantan.

Peta Tektonik regional kalimantan

Peta Tektonik Regional Kalimantan, Hartono (1984, 1985),

Fisiografi cekungan melawai


Fisiografi secara umum terdiri dari Dataran Rendah Melawi di bagian utara dan Dataran Tinggi Schwaner di bagian selatan. Fisiografi rincinya dibedakan lagi dengan adanya Dataran Tinggi Beturan dan Pelataran Alat di bagian Timurlaut yang kemenerusannya terputus oleh Dataran Rendah Melawi. Di bagian selatan Dataran Rendah Sayan, dicirikan oleh cekungan antar gunung membentuk fisiografi yang khas dan berkembang di sepanjang Sungai Pinoh di Pegunungan Schwaner. Tektoniknya dibangun oleh rangkaian sedimen Tersier Awal pada cekungan asimetris, yaitu Cekungan Melawi yang dialasi oleh batolit granit berumur Kapur dan metamorf regional Pinoh.

Fisiografi cekungan ketungau


Cekungan Ketungau yang berada di wilayah bagian utara propinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia mempunyai fungsi yang strategis dalam pengelolaan potensi sumberdaya geologi. Berdasarkan pemetaan Gaya Berat yang telah dilakukan oleh Pusat Survei Geologi, cekungan ini membentang berarah barat-timur mengikuti batas wilayah antara Indonesia dan Malyasia.

Sumber : Badan geologi Indonesia

tatanan geologi cekungan melawai-ketungau


Secara tektonik, Cekungan Melawi-Ketungau merupakan cekungan yang terletak pada paparan sunda,pembentukan cekungan-cekungan sedimen tersier di daerah kalimantan sebelah barat di pengaruhi oleh proses subdaksi dari lempeng Eurasia yang mengarah ke selatan sebelum terjadi tumbukan (Hutchison,1996). pergerakan lempeng kerak samudra dari laut Cina Selatan yang berarah ke selatan menunjam kerak Benua Sundaland(Schwaner Core),kemudian diikuti tumbukan Luconian Platform yang mendesak lempeng kerak samudra.pada energi maksimum,penunjaman ini menyebabkan kerak samudra patah sehingga membentuk graben-graben yang selanjutnya diisi oleh sedimen sebagai awal mula terbentuknya cekungan Melawi-Ketungau. lempeng Eurasia yang bergerak selama kapur hingga Tersier awal menghasilakan tektonik komplek pada daerah Cekungan MelawaiKetungau.Aktivitas tektonik pra-Tersier mengawali konfigurasi cekungan yang dibatsi oleh tinggian (basement high) granit,basalt,sekis dan filit pada Formasi Semitau pada umur Triassic-Jura.Kejadian tektonik pada kapur akhir menghasilkan tinggian dan rendahan,tinggian yang terdiri dari granit kapur ini memisahkan Subcekungan Melawai bagian pada selatan dan

Secara umum perkembangan sesar-sesar di Cekungan Melawai-Ketungau dipengaruhi oleh adanya gerak sesar mendatar (sesar melawai timur) dan gerak sesar mendatar dari sesar Adang. Sistem deformasi sesar Melawi Timur ditandai dengan gerak mendatar menganan yang berarah barat laut tenggara. Sesar ini diprediksi terbentuk pada zaman pratersier, sistem deformasi sesar Adang ditandai dengan gerak menganan yang berarah barat timur laut timur tenggara. Deformasi sesar Adang diperkirakan berlangsung sejak Pra-Tersier akibat adanya tumbukan mikrokontinen sunda dengan lempeng eurasia.
Sistem deformasi Sesar Boyan ditandai dengan gerak sesar naik berarah timurbarat. Sesar ini berkembang disekitar tinggian Semitau membentuk jalur lurus yang membatasi sub cekungan melawai di sebelah utara. Sistem ini diperkirakan berumur oligosen akhir. Konfigurasi cekungan Melawai Ketungau dikontrol oleh beberapa aktivitas tektonik selama kapur awal dan paleosen. Batuan yang tersingkap di Cekungan Melawai - Ketungau terdiri dari batuan Pra-Tersier berupa batuan metamorf filit dan skiss., batuan beku Basalt, granit dan granodiorit serta sedimen klastik kapur.

Stratigrafi cekungan melawai-ketungau


Formasi Ingar (Tei) tersusun oleh perselingan batulumpur karbonatan, batulanau, batupasir fragmen gunungapi. Formasi ini berumur Eosen Atas dan diendapkan di lingkungan delta hingga estuarin. Formasi Payak (Teop) terdiri dari batupasir bersisipan batulumpur dan batulanau, konglomerat alas dan lapisan tipis batubara. Satuan ini terletak tak selaras di atas Fm. Ingar, umurnya adalah Eosen Atas - Oligosen Bawah dan diendapkan di lingkungan fluviatil. Formasi Tebidah (Tot) terdiri dari perselingan antara batupasir dan batulanau pasiran, dan batulumpur bersisipan batubara. Satuan ini terletak selaras di atas Fm. Payak, berumur Oligosen Atas dan diendapkan pada lingkungan estuarin dan dataran banjir. Batuan Terobosan Sintang (Toms) terdiri atas andesit, granodiorit, dasit, granit, riolit, dan diorit kuarsa. Batuan ini menerobos hampir semua batuan yang lebih tua, umurnya diperkirakan Oligosen Miosen. Endapan aluvial (Qa) berumur Kuarter menutup tak selaras seluruh batuan di bawahnya, terdiri dari material rombakan kerikil, pasir, lempung, bahan tetumbuhan dan emas.

Formasi Ingar (Tei) tersusun oleh perselingan batulumpur karbonatan, batulanau, batupasir fragmen gunungapi. Formasi ini berumur Eosen Atas dan diendapkan di lingkungan delta hingga estuarin. Formasi Payak (Teop) terdiri dari batupasir bersisipan batulumpur dan batulanau, konglomerat alas dan lapisan tipis batubara. Satuan ini terletak tak selaras di atas Fm. Ingar, umurnya adalah Eosen Atas - Oligosen Bawah dan diendapkan di lingkungan fluviatil. Formasi Tebidah (Tot) terdiri dari perselingan antara batupasir dan batulanau pasiran, dan batulumpur bersisipan batubara. Satuan ini terletak selaras di atas Fm. Payak, berumur Oligosen Atas dan diendapkan pada lingkungan estuarin dan dataran banjir. Batuan Terobosan Sintang (Toms) terdiri atas andesit, granodiorit, dasit, granit, riolit, dan diorit kuarsa. Batuan ini menerobos hampir semua batuan yang lebih tua, umurnya diperkirakan Oligosen Miosen. Endapan aluvial (Qa) berumur Kuarter menutup tak selaras seluruh batuan di bawahnya, terdiri dari material rombakan kerikil, pasir, lempung, bahan tetumbuhan dan emas.

Kolom stratigrafi Melawai-Ketungau

Gambar . Kolom stratigrafi Cekungan MelawiKetungau, Kalimantan Barat (Tim Studi Petroleum System Cekungan Melawi-Ketungau Kalimantan Barat, 2004)

Lokasi cekungan melawai-ketungau

Gambar. Cekungan Melawi-Ketungau,Kalimantan Barat (Hall, 2005)

peta geologi regional kalimantan

Peta Geologi Regional Kalimantan, Simanjuntak (1999)

peta geologi cekungan melawaI-ketungau

Badan Geologi Indonesia : Peta Geologi lembar Nanga Pinoh,kalimantan

potensi cekungan melawai-ketungau


Potensi hidrokarbon yang ada di Cekungan Melawi terdapat pada batulempung Fm. Ingar dan Serpih Silat sebagai batuan induk sedangkan batupasir pada Formasi Payak sebagai reservoir hidrokarbon. Potensi yang ada di Cekungan Ketungau ini antara lain potensi batubara pada Formasi Kantu yang berada di bagian utara cekungan Ketungau yang berbatasan dengan wilayah Malaysia. Serpih dan batubara Formasi Ketungau merupakan kandidat paling ideal untuk batuan induk di Cekungan Ketungau. Potensi Hidrokarbon di Cekungan Ketungau menunjukkan bahwa batuan sedimen halus Formasi Kantu sebagian besar termasuk ke dalam kerogen tipe III yang berpotensi menghasilkan gas (gas prone) dengan tingkat kematangan lewat matang (post mature). Sedangkan batuan sedimen halus Formasi Ketungau memiliki tipe bervariasi dari kerogen tipe II dan kerogen tipe III. Kerogen tipe II merupakan tipe kerogen yang dapat menghasilkan minyak maupun gas yang memiliki tingkat kematangan belum matang (immature) hingga awal matang (early mature).

KESIMPULAN
# Sejarah pembentukan Cekungan Melawi-Ketungau yang terletak di Kalimantan Barat meruopakan satu buah cekungan besar yang terpisah menjadi tiga(3) subcekungan,antara lain Subcekungan ketungau,Subcekungan Melawai Barat, dan Subcekungan Melawai Timur. # Dari informasi geologi menunjukan sesar yang berkembang di daerah penelitian didominasi oleh sesar naik yang memanjang dengan arah relatif timur-barat,yang salah satunya merupakan Sesar Boyan.selain itu terdapat sesar-sesar geser menganan dengan arah relatif barat laut-tenggara yaitu sesar Melawai Timur. # Cekungan Melawi-Ketungau sebagai salah satu cekungan yang berpotensi sebagai penghasil endapan potensi Batubara dan hidrokarbon di Indonesia.

terima kasih matur suwun thank you grazie obrigado danke arigato