Anda di halaman 1dari 32

PENYAKIT JARINGAN KERAS GIGI SULUNG

ORAL BIOLOGI

DEFINISI
Karies adalah suatu keadaan dimana gigi kehilangan mineral secara berlanjut dan kronik dari email di mahkota atau permukaan akar gigi yang disebabkan oleh flora bakteri dan produknya.

karies rampan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan terjadinya kerusakan yang sangat cepat pada beberapa gigi yang sering melibatkan permukaan gigi yang biasanya relatif bebas karies.

ETIOLOGI
Substrat
Mikroorga nisme

Host / gigi KARIES

Waktu

MEKANISME
karies rampan terjadi pada anak anak yang mengkonsumsi susu dalam dot atau botol. Posisi tidur bayi dengan dot atau botol dalam mulut, maka cairan manis akan membasahi permukaan gigi sulung, terutama gigi insisivus atas, molar atas, dan molar bawah. Pada keadaan tersebut, jumlah aliran saliva menurun dan kualitasnya mengental, sehingga efek pembersihannya berkurang. Lingkungan akan meningkatkan kuantitas bakteri kariogenik.

Hasil fermentasi antara sukrosa dengan bakteri akan menurunkan pH saliva, sehingga lingkungan mulut menjadi asam. Permukaan gigi yang peka akan mengalami demineralisasi dan akhirnya menjadi karies.

MEKANISME NYERI
Ada 3 teori mekanisme nyeri, yaitu : 1. Teori Persarafan Langsung 2. Teori Persarafan Odontoblas 3. Teori Hidrodinamik

IMUNOPATOGENESIS
Humoral Non-spesifik Selular Respon imun Humoral Spesifik Selular Limfosit T Saliva

Sel-sel fagosit, PMN, Monosit, Makrofag, dan sel mast.

Limfosit B

Bakteri

Plak

Saliva dan mukosa (enzim , komplemen, sel mast)

Permeabilitas kapiler meningkat dan eksudasi cairan serta pmn

Vasodilatasi

Vasokonstriksi

Fagositos

Karies batal

HISTOPATOLOGI

REAKSI PULPA-DENTINAL KOMPLEKS


1. Sklerosis tubular 2. Dentin reaksioner 3. Inflamasi pulpa

KONSERVASI & IKGA

KLASIFIKASI KARIES
Menurut GV. Black

Menurut GJ. Mount dan WR. Hume

Site

Size

Site 1 Site 2
Site 3

Size 1 Size 2
Size 3 Size 4

DIAGNOSIS KLINIS
Penilaian riwayat pasien meliputi, umur, jenis kelamin, asupan alkohol, kebiasaan merokok dan diet, status ekonomi dan pendidikan. Pemeriksaan klinis akumulasi plak, peradangan jaringan lunak, kebersihan jaringan mulut yang kurang, terlepasnya tambalan juga berpengaruh terhadap resiko potensial untuk pengembangan karies.

Analysis karies asupan sukrosa sering berpengaruh terhadap aktivitas karies, penyebab langsung dari aktivitas karies adalah keasaman. Analysis saliva memberikan informasi yang penting mengenai kelayakan dari jumlah sekresi dan buffer, serta angka dari MS dan lactobacilli. Pemeriksaan radiograf ini berguna untuk mengetahui tingkat keparahan dari karies dan langkah pengobatan selanjutnya.

PERAWATAN NON-INVASIF
DHE (Dental Health Education) OP (Oral Prophylaxis) Kontrol Diet TAF Pit dan Fisssure Sealant

PERAWATAN INVASIF
Oklusal Amalgam Kompomer Proksimal RMGI Kompomer Proksimal , Lingual, Facial SSC Mc Kompomer Strip Crown

URUTAN ERUPSI GIGI DECIDUI DAN GIGI TETAP

MENGHITUNG INDEKS PLAK


Gigi yang diperiksa adalah gigi insisivus atas kanan dan bawah kiri (mewakili gigi anterior), dan gigi molar dua pada semua kuadran (mewakili gigi posterior) Metode: Gigi yang terpilih dioles dengan zat pewarna (disclosing solution) Kemudian anak disuruh berkumur

Cara menentukan skor sesuai dengan Green-Vermilion (1964), yaitu: Skor 0 tidak terlihat warna merah Skor 1 hanya terlihat warna merah di permukaan sepertiga servikal Skor 2 warna merah terlihat sampai duapertiga permukaan gigi Skor 3 terlihat warna merah sampai permukaan sepertiga oklusal

Kriteria kebersihan mulut berdasarkan indeks plak, yaitu:


INDEKS PLAK <1 1 1,9 > 1,9 KETERANGAN Baik Sedang Buruk

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KARIES


Primer Modifikasi

PENDEKATAN PSIKOLOGIS PADA ANAK


1. Tell Show Do (TSD) 2. Menggunakan kata Verbal dan Nonverbal 3. Memberikan pujian atau hadiah 4. Modelling 5. Melakukan perawatan dengan cepat 6. Mengalihkan perhatian 7. Desistensi

RADIOLOGI

INTERPRETASI RADIOGRAF PADA KARIES RAMPAN


a. Lokasi karies pada gigi (interproksimal, oklusal, fasial, lingual, pulpa root atau sementum). b. Karies sekunder (daerah yang pernah mengalami restorasi). c. Karies yang terlihat (oklusal dan permukaan interproksimal).