Anda di halaman 1dari 30

Kode: KKN-PPM UGM - 13

LAPORAN RENCANA KEGIATAN


(Sub Unit)
KULIAH KERJA NYATA
PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN: 2011
SUB UNIT
UNIT
KECAMATAN
KABUPATEN
PROVINSI

:
:

SELILING
44
:
ALIAN
:
KEBUMEN
JAWA TENGAH

Disusun oleh:
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama Mahasiswa
Teger Ivo Bangun
Syarif Hidayat
Gagah Aji Prambudi
Fransiska Vena Agustiningrum
Prima Yustitia Lukitasari
Banu Prasetyo
Arysthina Arysanto

No. Mahasiswa
08/267208/SP/22809
08/268255/TK/33944
08/268292/EK/17117
08/268456/EK/17166
08/268475/EK/17172
08/268568/FI/3450
08/270489/TP/09322

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN


PELAYANAN MASYARAKAT
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA

HALAMAN PENGESAHAN
Dengan telah selesainya rencana kegiatan KKN-PPM UGM yang kami
kerjakan, maka kami:
NO

NAMA MAHASISWA

NO MAHASISWA

TANDA
TANGAN

1.
2.

Teger Ivo Bangun


Syarif Hidayat

08/267208/SP/2280
9
08/268255/TK/3394

3. Gagah Aji Prambudi

4
08/268292/EK/171

4. Fransiska Vena

17
08/268456/EK/171

Agustiningrum
5. Prima Yustitia Lukitasari

66
08/268475/EK/171
72

6.
7.

Banu Prasetyo

08/268568/FI/3450

Arysthina Arysanto

08/270489/TP/0932
2

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Telah menyelesaikan laporan kegiatan kami selama di lokasi KKN-PPM


UGM.

Seliling, 11 Juli 2011


Mengetahui/Menyetujui

Mengetahui/Menyetujui

Muh. Anas
Kepala Dusun

Drs. Agastya, MBA


Dosen Pembimbing Lapangan

Mengetahui/Menyetujui

Sumadi, S.Sos
Kepala Kecamatan

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
ridho-Nya sehingga usaha pembuatan Laporan Rencana Kegiatan ini
dapat berjalan dengan lancar. Kepada seluruh tim penyusun Laporan
Rencana Kegiatan diucapkan terima kasih.
Laporan Rencana Kegiatan (LRK) adalah laporan yang disusun oleh
mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat
Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM). Laporan Rencana Kegiatan
disusun oleh setiap mahasiswa setelah melakukan sosialisasi program
kegiatan di lokasi KKN-PPM.
Laporan Rencana Kegiatan disusun mahasiswa dalam lingkup
subunit. Adapun, lokasi KKN-PPM UGM yang berjudul Optimalisasi Proses
Produksi, Integrasi Pemasaran dan Pemasyarakatan Batik Kebumen di
desa Seliling, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, terbagi menjadi
tiga subunit, yaitu subunit Seliling di desa Seliling kecamatan Alian,
subunit Tanuraksan di desa Tanuraksan kecamatan Kebumen, dan subunit
Jemur di desa Jemur kecamatan Pejagoan.
Di subunit Seliling, pengrajin batik tulis terdapat di pedukuhan
Pegandulan dan Beji sehingga untuk program utama, yang kaitannya
dengan masalah batik, dari subunit Seiling lebih berpusat di kedua
pedukuhan tersebut. Untuk subunit Seliling, berikut ini adalah Laporan
Rencana Kegiatan yang telah kami susun.
Harapan kami, semoga LRK subunit Seliling ini dapat berguna bagi
peningkatan

kualitas

program

KKN-PPM

UGM

dan

kesejahteraan

masyarakat bersama.

Juli 2010
Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN
PENGESAHAN ...............................................................................................
......

KATA
PENGANTAR .................................................................................................
..............

DAFTAR
ISI .................................................................................................................
..........

IDENTIFIKASI
PERMASALAHAN ...........................................................................................
.

PRIORITAS PEMILIHAN
PERMASLAHAN ............................................................................... 7
RENCANA PROGRAM KKNPPM ...........................................................................................

16

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Sumber

Permasalahan

Lokasi

(P/M/D)
*

Saintek
1.

Minimnya penerangan jalan utama di Dusun

Pegandulan

2.

Pegandulan.

Pegandulan

Renovasi masjid yang belum selesai


3.

menjelang bulan Ramadhan.

Pegandulan

4.

Belum adanya papan informasi di Dukuh

Pegandulan

Pegandulan

Pegandulan

M&D

Pegandulan
Belum adanya petunjuk jalan menuju jalan5.

jalan utama atau perangkat desa setempat


dan tempat-tempat umum.

6.

Kondisi pemakaman di Dukuh Pegandulan


yang kurang terawat.

7.

dan Beji

Tidak ada petunjuk jelas mengenai lokasi

Pegandulan

Pegandulan

M&D

dimana saja batik seliling berada.


Kurangnya kepedulian warga terhadap
kebersihan lingkungan
9.
Agro

dan Beji

Masyarakat

kurang

memiliki

pengetahuan

0.

yang cukup tentang tata cara pengelolaan

Pegandulan

dan Beji

limbah batik yang benar.


Kurangnya pengetahuan para pengrajin batik

Pegandulan

tentang tata cara penguatan warna pada

dan Beji

1.

batik menggunakan pewarna alami.


Belum

dilakukannya

upaya

optimalisasi

produksi dalam proses pembuatan batik.

2.

Warga tidak dapat menciptakan desain batik


sendiri, masih bergantung pada satu orang.

Pegandulan

M
M

dan Beji
Pegandulan

M&D

dan Beji
Pegandulan

Kurangnya pengetahuan tentang bahaya

3.

limbah batik bagi lingkungan.


Adanya inefisiensi dalam proses produksi

dan Beji
Seliling

produksi mebel yang baik.

Pegandulan

Sosio-Humaniora

Pegandulan

Perlu adanya tambahan keterampilan bagi

Seliling

M`& D

ibu-ibu rumah

Seliling

M&D

tangga.

Pegandulan

Masih terdapat warga yang buta huruf.

Pegandulan

6.

Organisasi Karang Taruna telah lama vakum.

batik dengan menggunakan minyak tanah,

4.

baik dari sisi limbah maupun biaya.


Perajin kayu di Seliling belum memiliki teknik

1
5.

Tingkat pendidikan rendah (rata-rata hanya


1

sampai SMP)

7.

Kurangnya usia produktif karena banyak yang

merantau.

8.

Kurangnya minat remaja pada pelestarian

batik.

9.
2

Minimnya promosi batik kebumen khususnya

0.

pada para

pengusaha butik batik.

1.

Kurangnya pengetahuan promosi batik via

dan Beji
Kebumen

Kebumen

M&D

Pegandulan

M&D

Pegandulan

dan Beji
Kebumen

P&M

Pegandulan

media cetak.
2
2.

Matinya perkumpulan pemuda sebagai wadah

dan Beji

berkumpul dan berkreasi.


2

Kurangnya kesadaran pemuda akan wawasan

3.

berkendara.

Pegandulan

M&D

Pegandulan

Tidak ada organisasi atau lembaga seperti


2

koperasi

yang

dapat

membantu

terkait

4.

permodalan dan suplai bahan baku batik,


serta

sebagai

berkumpul

5.

batik.

dan

wadah

pengrajin

mengusahakan

untuk

kemajuan

masih

mengandalkan

pemasaran

batik,

pengepul

dalam

6.

mengetahui metode pamasaran baru berbasis

warga

tidak

internet.
serta

Pegandulan

pendidikan
rendahnya

remaja
motivasi

masih
remaja

untuk

meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih

7.

tinggi.
batik

masih

dan Beji
Pegandulan

dan Beji
Pegandulan

Pegandulan

Pegandulan

kurang

Penjualan

dan Beji
Pegandulan

Pengrajin

Tingkat

dan Beji

cenderung

dan Beji

menguntungkan sisi pengepul saja.


2

Rendahnya tingkat kepedulian generasi muda

Pegandulan

8.

untuk meneruskan kerajinan batik.


Banyaknya kreasi batik dari pengrajin yang

Pegandulan

tidak didaftarkan hak paten.

Pegandulan

Belum adanya pencatatan yang jelas terkait

dan Beji

9.

pemasukan dan pengeluaran produksi oleh

Pegandulan

pengrajin.
terealisasinya

dan Beji

Belum

pendirian

koperasi

0.

simpan pinjam yang telah direncanakan sejak


dua tahun yang lalu.

Kurangnya kesadaran pemuda akan wawasan

1.

berkendara
Belum adanya pengetahuan dan pendataan

pembatik mengenai jaringan pemasok,

2.

distributor, dan konsumen produk.


Masih tingginya angka buta aksara,

Pegandulan

dan Beji
Kebumen

P&M

Pegandulan

dan Beji
Kebumen

P&M

khususnya pada masyarakat berusia lansia.

3.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan

Pegandulan

pendidikan anak.

Pegandulan

Kurangnya pengetahuan pengrajin batik

4.

tentang cara pemasaran produk batik yang


dibuatnya

Tingginya harga bahan baku dan bahan

5.

penolong untuk pembuatan batik tulis

dan Beji
Pegandulan

dan Beji
Pegandulan

Kurang lengkapnya database pengrajin batik

Pegandulan

M&D

dan kelompok pembatik yang ada di Seliling

dan Beji

Siswa-siswi sekolah menengah di Kebumen

6.

yang belum begitu memahami keberadaan

Pegandulan

M&D

Seliling

M&D

Kebumen

Seliling

Pegandulan

dan potensi batik Kebumen


3

Belum adanya pengetahuan tentang

7.

bagaimana mengolah limbah serta bahaya

yang ditimbulkan dari limbah batik.

8.

Kurangnya pengetahuan promosi batik via


media cetak terutama di lokasi-lokasi

strategis.

9.

Kurang adanya kegiatan anak-anak saat


bulan ramadhan.

Kurangnya pengetahuan mengenai format

0.

surat-surat resmi
Tidak adanya database mengenai penjulan

batik untuk daerah seliling.

1.

Pola pikir masyarakat yang lebih berorientasi


pada mencari pekerjaan.
Belum adanya pencatatan yang jelas terkait

suplayer bahan baku pembuatan batik tulis

2.

untuk wilayah Pegandulan dan Beji.


PAUD yang baru saja dirintis dan belum
memiliki kegiatan.

Kurangnya keterampilan pada siswa sekolah

3.

dasar.
Kurangnya promosi batik dan sosialisasi batik

Kebumen pada masyarakat.

4.
4

Kesehatan-Kedokteran

5.

Kurangnya

perhatian

dan

pengetahuan

masyarakat mengenai pentingnya kecukupan


4

gizi balita

6.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan


kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar.

4
7.
4
8.

4
9.
5
0.
5
1.

5
2.
5
3.
*P: Perangkat Desa, M : Masyarakat, D: Dinas Instansi Vertikal /
Stakeholder

PRIORITAS PEMILIHAN PERMASALAHAN


N
o.
1.

Permasalahan
Saintek
Tidak adanya organisasi dan
kegiatan pemuda di Dukuh
Pegandulan dan Beji.

2.

Renovasi masjid yang belum


selesai menjelang bulan
Ramadhan.

3.

Kurangnya kepedulian warga


terhadap kebersihan
lingkungan.

4.

Kondisi pemakaman di
Dukuh Pegandulan yang
kurang terawat.

Alasan Pemilihan*

Berdasarkan analisis KUWAT,


program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan partisipasi
masyarakat, khususnya pemuda
dalam kegiatan-kegiatan
bermasyarakat.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
memudahkan masyarakat ketika
menyambut bulan ramadhan yang
membutuhkan lahan yang lebih luas
untuk beribadah.
Berdasarkan
analisis
KUWAT,
program ini memungkinkan untuk
diangkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan
masyarakat
dan
perangkat
desa
akan
sangat
membantu
dalam
upaya
pelaksanaan program ini. Dengan
dilaksanakannya
program
ini
diharapkan
kesehatan
dan
lingkungan
Dukuh
Pegandulan
menjadi semakin bersih dan sehat.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini
menjadikan kondisi pemakaman

5.

Tidak ada petunjuk jelas


mengenai lokasi dimana saja
batik seliling berada.

6.

Belum adanya papan


informasi di Dukuh
Pegandulan

7.

Agro
Masyarakat kurang memiliki
pengetahuan yang cukup
tentang
tata
cara
pengelolaan limbah batik
yang benar

8.

Kurangnya
pengetahuan
para perajin batik tentang
tata cara penguatan warna
pada batik menggunakan
pewarna alami

9.

Belum dilakukannya upaya


optimalisasi produksi dalam
proses pembuatan batik .

yang kurang terawat menjadi


terawat dan bersih.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah letak
keberadaan pengrajin batik seliling
jelas.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar
penyelesaian masalah ini dapat
memudahkan masyarakat untuk
menuju/mencapai tempat pengerajin
batik di seliling.
Berdasarkan analisis KUWAT, hal ini
memungkinkan untuk di angkat
menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat, perangkat
desa, dan dinas lingkungan hidup
setempat cukup besar.
Penyelesaian masalah ini akan
membantu masyarakat (perajin
batik) dapat turut serta dalam
menjaga kelestarian lingkungan.
Berdasarkan analisis KUWAT,
masalah ini memungkinkan untuk
diangkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan dari masyarakat,
perangkat desa, dan Balai Besar
Kerajinan dan Batik cukup besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
membantu para perjain batik agar
dapat menghasilkan batik pewarna
alami yang lebih optimal.
Berdasarkan analisis KUWAT,
memungkinkan untuk diangkat
menjadi program KKN-PPM.

Dukungan dari masyarakat,


perangkat desa, dan dinas
perindustrian cukup besar.
Penyelesaian masalah ini akan
membantu masyarakat
mengoptimalkan proses kerja
produksi sehingga dapat menekan
biaya produksi dan meningkatkan
margin keuntungan para perajin
batik Kebumen.
10 Adanya inefisiensi dalam
Berdasarkan analisis KUWAT,
. proses produksi batik dengan program ini memungkinkan untuk di
menggunakan minyak tanah, angkat menjadi program KKN-PPM.
baik dari sisi limbah maupun Dukungan masyarakat dan perangat
biaya.
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan efisiensi produksi
batik perajin, khususnya dari sisi
biaya.
11 Belum adanya pengetahuan
Berdasarkan analisis KUWAT,
. tentang bagaimana
program ini memungkinkan untuk di
mengolah limbah serta
angkat menjadi program KKN-PPM.
bahaya yang ditimbulkan
Dukungan masyarakat dan perangat
dari limbah batik.
desa setempat sangat besar.
Penyelesaikan masalah ini
menyadarkan masyarakat akan
pentingnya pengolahan limbah
sehngga tidak mencemari
lingkungan.
Sosial-Humanora
12 Minimnya
promosi batik Berdasarkan analisis KUWAT,
. kebumen khususnya pada masalah ini memungkinkan untuk
para pengusaha butik batik
diangkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat, perangkat
desa, dan dinas perdagangan cukup
besar.
Penyelesaian masalah ini akan
membantu para perajin batik
Kebumen untuk memperluas
jaringan pasar yang dicakup
sehingga dapat berimbas pada
kenikan omzet para perjain batik
Kebumen.

13
.

14
.

15
.

16
.

17
.

Perlu
adanya
tambahan Berdasarkan analisis KUWAT,
keterampilan bagi ibu-ibu memungkinkan untuk diangkat
rumah tangga.
menjadi program KKN-PPM.
Dukungan dari masyarakat dan
perangkat desa sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
membantu para ibu rumah tangga
dalam mengisi waktu luang untuk
kegiatan yang bermanfaat
Kurangnya pengetahuan
Berdasarkan
analisis
KUWAT,
promosi batik via media
program ini memungkinkan untuk di
cetak.
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa
setempat
sangat
besar.
Adanya langkah promosi batik akan
membuat mudah dikenal dalam
pemasaran.
Kurangnya minat remaja
Berdasarkan analisis KUWAT,
pada pelestarian batik.
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan kesadaran para
remaja untuk melestarikan lokal
wisdom, terlebih mengembangkan
batik sebagai komoditas ekonomi.
Belum adanya koperasi
Berdasarkan
analisis
KUWAT,
sebagai wadah pengrajin
program ini memungkinkan untuk di
untuk berkumpul dan
angkat menjadi program KKN-PPM.
mengusahakan kemajuan
Dukungan masyarakat dan perangat
batik.
desa
setempat
sangat
besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan
produksi
dan
pemasaran batik.
Tidak ada organisasi atau Berdasarkan
analisis
KUWAT,
lembaga seperti koperasi program ini memungkinkan untuk
yang
dapat
membantu diangkat menjadi program KKN-PPM.
terkait
permodalan
dan Dukungan masyarakat, perangkat
suplai bahan baku batik.
desa, dan Dinas Perindustrian,
Perdagangan dan Koperasi sangat
membantu
usaha
pendirian
organisasi
berbasis
koperasi

18 Tingkat pendidikan remaja


. masih kurang serta
rendahnya motivasi remaja
untuk meneruskan
pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi.

19 Rendahnya
tingkat
. kepedulian generasi muda
untuk meneruskan kerajinan
batik.

20 Banyaknya kreasi batik dari


. pengrajin
yang
tidak
didaftarkan hak paten.

21
.

Belum adanya pengetahuan


dan pendataan pebatik
mengenai jaringan pemasok,
distributor, dan konsumen

tersebut. Namun begitu mahasiswa


KKN
harus
berusaha
untuk
meyakinkan Yayasan Batik Sakti
sebagai salah satu penyandang
modal yang besar. Dengan adanya
program tersebut maka akan ada
organisasi yang membantu dalam
permodalan dan suplai bahan baku
secara terintegrasi.
Berdasarkan
analisis
KUWAT,
program ini memungkinkan untuk
diangkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan
masyarakat
dan
perangkat desa sangat membantu
dalam
meningkatkan
tingkat
pendidikan remaja. Dengan adanya
program tersebut maka kualitas
sumber daya manusia di desa
Seliling akan meningkat. Hal ini
tentu akan berimbas pada kualitas
desa serta pendapatan lokal desa.
Berdasarkan
analisis
KUWAT,
program ini memungkinkan untuk
diangkat menjadi program KKN-PPM.
Pentingnya
menjaga
dan
mengembangkan
local
wisdom
menjadi hal yang mendesak di
Kebumen. Adanya dukungan dari
pemerintah daerah dan masyarakat
akan
sangan
membantu
terlaksananya program tersebut.
Berdasarkan
analisis
KUWAT,
program ini memungkinkan untuk
diangkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan
masyarakat
dan
perangkat
desa
akan
sangat
membantu dalam upaya pelatihan
administrasi warga dalam rangka
pengajuan hak paten.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat

produk.

22
.

Belum adanya pencatatan


yang terpadu mengenai
pemasukan dan pengeluaran
perajin batik setempat.

23
.

Tidak adanya organisasi dan


kegiatan pemuda di Dukuh
Pegandulan dan Beji.

24
.

Kurangnya kesadaran
masyarakat akan pendidikan
anak

25
.

Kurangnya pengetahuan
pengrajin batik tentang cara
pemasaran produk batik
yang dibuatnya

desa setempat sangat besar.


Adanya database mengenai jaringan
pemasok, distributor, dan pelanggan
dapat mempermudah pemasaran
produk batik tersebut.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan kemampuan
pengurus paguyuban dalam teknis
pencatatan dan pengelolaan
keuangan.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan partisipasi
masyarakat, khususnya pemuda
dalam kegiatan-kegiatan
bermasyarakat.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
membuat masyarakat desa,
khususnya orang tua sadar akan
pentingnya pendidikan bagi anak.
Berdasarkan analisis KUWAT, hal ini
memungkinkan untuk diangkat
menjadi program KKN-PPM.
Dukungan penuh didapat dari dinas
perdagangan, pengrajin, dan
perangkat desa. Program ini akan
membantu pengrajin batik dalam
mempromosikan hasil karyanya dan
pada akhirnya nanti akan dapat

26
.

27
.

28
.

29
.

meningkatkan penghasilan yang


diterimanya.
Kurang lengkapnya database Berdasarkan analisis KUWAT, hal ini
pengrajin batik dan
memungkinkan untuk diangkat
kelompok pembatik yang ada menjadi program KKN-PPM. Program
di Seliling
ini didukung penuh oleh dinas
perindustrian, pengrajin, dan
perangkat desa setempat. Adanya
program ini akan membantu dalam
pemberian bantuan pada pengrajin,
pemberian informasi seputar
pengrajin pada pihak eksternal, dan
kegiatan lainnya yang
membutuhkan database pengrajin
batik.
Siswa-siswi sekolah
Berdasarkan analisis KUWAT, hal ini
menengah di Kebumen yang memungkinkan untuk diangkat
belum begitu memahami
menjadi program KKN-PPM. Kegiatan
keberadaan dan potensi
ini didukung penuh oleh
batik Kebumen
masyarakat, dinas perindagkop, dan
pengrajin. Program ini membantu
memasyarakatkan batik Kebumen
pada masyarakat, terutama usia
muda, sehingga mereka dapat
menyadari potensi hasil karya
kerajinan batik di daerahnya.
Kurangnya kegiatan
Berdasarkan analisis KUWAT, hal ini
pemuda/pemudi dan tidak
memungkinkan untuk diangkat
adanya organisasi pemuda
menjadi program KKN-PPM. Program
ini didukung secara penuh oleh
perangkat desa dan masyarakat.
Dengan adanya penggiatan kembali
kegiatan-kegiatan anak-anak
maupun remaja di Pegandulan,
maka akan menjadi inisiasi bagi
terbentuknya organisasi pemuda di
padukuhan ini.
Belum terealisasinya
Berdasarkan analisis KUWAT, hal ini
pendirian koperasi simpan
memungkinkan untuk diangkat
pinjam bagi masyarakat
menjadi program KKN-PPM. Kegiatan
setempat sejak dua tahun
ini didukung secara penuh oleh
yang lalu
perangkat desa dan masyarakat.
Koperasi simpan pinjam ini nantinya

30
.

Kurangnya pengetahuan
promosi batik via media
cetak terutama di lokasilokasi strategis.

31
.

Kurang adanya kegiatan


anak-anak saat bulan
ramadhan.

32
.

Kurangnya pengetahuan
mengenai format surat-surat
resmi.

33
.

Tidak adanya database


mengenai penjulan batik
untuk daerah seliling

34

Kurangnya pengetahuan

akan dapat membantu masyarakat


Pegandulan untuk memenuhi
kebutuhan finansial bagi konsumsi
maupun usahanya, dengan bunga
yang rendah, sehingga pendirian
koperasi ini benar-benar harus
direalisasikan sesegera mungkin.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini
memperbanyak orang yang tahu
akan keeradaan batik kebumen.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini anak-anak
yang tadinya tidak ada kegiatan dan
hanyya main-main jadi ada kegiatan
yang bermanfaat.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
Penyelesaian masalah ini dapat
mengatasi masalah dan
memberikan solusi mengenai syarat
administratif dalam surat-surat
resmi.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
penyelesaian masalah ini dapat
memberikan informasi mengenai
data transaksi penjualan batik.
Berdasarkan analisis KUWAT,

siswa-siswi SMA mengenai


keberdaan dan potensi batik
kebumen.

35
.

Pola pikir masyarakat yang


lebih berorientasi pada
mencari pekerjaan

36
.

Belum adanya pencatatan


yang jelas terkait suplayer
bahan baku pembuatan batik
tulis untuk wilayah
Pegandulan dan Beji.

37
.

PAUD yang baru saja dirintis

38
.

Kurangnya keterampilan

39
.

Kurangnya promosi batik dan

dan belum memiliki kegiatan

pada siswa sekolah dasar

sosialisasi batik Kebumen


pada masyarakat.

program ini memungkinkan untuk di


angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar.
penyelesian masalah ini dapat
meningkatkan kesadaran dan
kecintaan siswa-siswi SMA di
Kebumen mengenai batik dan
potensinya.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar
penyelesaian masalah ini dapat
merubah pola pikir masyarakat
untuk menciptakan pekerjaan.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan kemampuan
pengurus paguyuban dalam teknis
pemilihan suplayer bahan baku batik
yang tepat.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan kesiapan anak-anak
untuk memasuki dunia sekolah.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan soft-skill yang dimiliki
siswa sekolah dasar dan menambah
kreativitas.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan potensi pemasaran

batik Kebumen sehingga dapat


meningkatkan penjualan.
40
.

41
.

Kesehatan-Kedokteran
Kurangnya perhatian dan
pengetahuan
masyarakat
mengenai
pentingnya kecukupan gizi
balita

Kurangnya kepedulian warga


terhadap kebersihan
lingkungan

Berdasarkan analisis KUWAT,


memungkinkan untuk diangkat
menjadi program KKN-PPM.
Dukungan dari masyarakat,
perangkat desa, dan Posyandu
setempat cukup besar. Penyelesaian
masalah ini akan meningkatkan
kesadaran masyarakat akan
pentingnya kecukupan gizi balita
dalam kaitannya meningkatan SDM
di masa depan.
Berdasarkan analisis KUWAT,
program ini memungkinkan untuk di
angkat menjadi program KKN-PPM.
Dukungan masyarakat dan perangat
desa setempat sangat besar
penyelesaian masalah ini dapat
meningkatkan kesadaran dan
kepedulian warga terhadap
kebersihan lingkungan.

RENCANA PROGRAM KKN-PPM UGM


N
o

Nama Program

No.
Sektor

Bahan

Volume

Saintek
Pembuatan lapangan voli
dan olah raga voli rutin.

15.1.2.
04

Konsumsi,
net voli,
alat
bangunan

15 m2
3x3
jam

2.

Pembuatan papan informasi


di dukuh Pegandulan

15.1.2.
06

Konsumsi
dan
material

10 unit
2x3
jam

3.

Kerja bakti renovasi Masjid

15.1.2.
11

Konsumsi,
bahan
bangunan
(swadaya)

5 unit
8x3
jam

4.

Pembuatan/pengadaan tong
sampah

15.1.3.
06

Konsumsi
dan
peralatan

9 unit
1x4
jam

5.

Bersih-bersih pemakaman

15.1.3.
09

Konsumsi
dan alat
bersih-

20 m
2x3
jam

1.

Sumber
Dana
Swd
=
60
Stkhdr =
0
Mhs
=
20
Lain2 =
0
Total =
80
Swd
=
20
Stkhdr =
0
Mhs
=
75
Lain2 =
0
Total =
69
Swd
=1000
Stkhdr =
0
Mhs
=
10
Lain2 =
0
Total
=1010
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
250
Lain2 =
0
Total =
250
Swd
=
50
Stkhdr =

bersih

6.

7.

Perbaikan saluran
pembuangan air limbah

Agro
Pengenalan kompor listrik

15.1.3.
10

Komsumsi
dan
peralatan

30 m
1x2
Jam

01.1.1.
02

Konsumsi,
modul,
kompor
listrik

30 unit
1x2
jam

8.

Demo dan praktik bersama


pengelolaan limbah batik

01.1.1.
55

Limbah
batik,
kapur
tohor

30
orang
2X3
Jam

9.

Penyuluhan penggunaan
pewarna alami dan indigo

01.1.1.
55

Konsumsi,
modul

30
orang
1X2
jam

0
Mhs
=
20
Lain2 =
0
Total =
70
Swd
=
250
Stkhdr =
0
Mhs
=
0
Lain2 =
0
Total =
250
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
225
Lain2 =
0
Total =
225
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
200
Lain2 =
0
Total =
200
Swd
=
0
Stkhdr =
100
Mhs
=
0
Lain2 =

10 Penyuluhan pengolahan
. limbah batik

01.1.1.
55

Konsumsi
dan modul

30
orang
2X1
Jam

Sosial-Humaniora
11 Promosi via media cetak
.

05.4.2.
03

Artikel dan
Transporta
si

3 orang
4X2
Jam

12 Pengadaan Pameran Kecil


. Batik Kebumen pada Bazar
di Asrama Haji

05.4.2.
03

Kertas,
Buku
Tamu,
Meja Kursi,
Konsumsi

100
orang
6x4
jam

22 Pembuatan database
. pengrajin batik dan
kelompok batik yang ada di
desa Seliling

05.4.2.
03

Kuesioner

100
orang
1 X 0.5
jam

13 Promosi di rest area.


.

05.4.2.
03

kendaraan
dan
pamflet

7 orang
5X2
jam

0
Total =
100
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
60
Lain2 =
0
Total =
60
Swd
=
20
Stkhdr =
50
Mhs
=
0
Lain2 =
0
Total =
70
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
0
Lain2 =
50
Total =
50
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
20
Lain2 =
0
Total =
20
Swd
=
0
Stkhdr =
70
Mhs
=

14 Penyuluhan teknis
. pemasaran

05.4.2.
03

Konsumsi
dan modul

5 orang
1X2
Jam

15 Sosialisasi dan pelatihan


. pengelolaan database
perajin dan konsumen

05.4.9.
55

Konsumsi
dan modul

3 orang
3X2
Jam

16 Penyuluhan mengenai
. syarat administratif dan
format surat-surat resmi

05.4.9.
55

Konsumsi
dan modul

10
orang
3X2
Jam

17 Penyuluhan teknis
. administrasi paguyuban
(bidang akuntansi)

05.4.9.
55

Konsumsi
dan modul

10
orang
4X2
jam

18 Pembentukan link dengan


. pemilik butik batik

05.4.9.
99

Internet,
pulsa

5 unit
5X3
jam

0
Lain2 =
0
Total =
70
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
40
Lain2 =
0
Total =
40
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
60
Lain2 =
0
Total =
60
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
60
Lain2 =
0
Total =
60
Swd
=
0
Stkhdr =
70
Mhs
=
0
Lain2 =
0
Total =
70
Swd
=
0
Stkhdr =
125

19 Pendekatan kelompok
. pengrajin batik untuk
bergabung pada koperasi
yang akan dibentuk.

05.4.9.
99

Konsumsi,
modul, dan
kompor
listrik

3 unit
7X2
jam

20 Penyuluhan teknis pendirian


. koperasi simpan pinjam

05.4.9.
99

Modul

20 unit
1x2
jam

21 Pembuatan database
. mengenai penjualan batik
daerah seliling.

05.4.9.
99

Transportasi

7 unit
6X2
jam

22 Pendekatan Koperasi Batik


. Sakti Kebumen Untuk
Merintis Koperasi Produksi

05.4.9.
99

Proposal,
transport
dan Leaflet

10 unit
3X3
Jam

24 Pembuatan database
. mengenai suplayer batik

05.4.9.
99

Transportasi

10 unit
5X1

Mhs
=
0
Lain2 =
0
Total =
125
Swd
=
10
Stkhdr =
50
Mhs
=
30
Lain2 =
0
Total =
90
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
30
Lain2 =
0
Total =
30
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
10
Lain2 =
0
Total =
10
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
100
Lain2 =
0
Total =
100
Swd
=
0

daerah seliling.

jam

25 Pemberian keterampilan
. siswa Sekolah Dasar

11.1.1.
02

Alat-alat
keterampil
an

30
orang
2x2
jam

26 Pendidikan Anak Usia Dini


. (PAUD)

11.2.1.
01

Kertas dan
Konsumsi

20
orang
3x1
jam

27 Sosialisasi batik pada siswa


. SMP 5 Kebumen

11.3.9.
55

Transporta
si dan
materi

100
orang
1x3
jam

28 Sosialisasi batik Kebumen


. pada siswa SMK 1 Kebumen

11.3.9.
55

Modul dan
perlengkap
an

100
orang
1X1
jam

29 Sosialisasi mengenai

11.3.9.

Transport

80

Stkhdr =
0
Mhs
=
10
Lain2 =
0
Total =
10
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
150
Lain2 =
0
Total =
150
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
90
Lain2 =
0
Total =
90
Swd
=
0
Stkhdr =
150
Mhs
=
0
Lain2 =
0
Total =
150
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
50
Lain2 =
0
Total =
50
Swd
=

potensi batik kebumen ke


SMA

55

dan modul

orang
1X1
jam

30 Pertandingan olah raga


. remaja dan anak-anak

11.4.2.
01

Konsumsi
dan hadiah

20
orang
1x3
jam

31 Penyuluhan/motivasi kepada
. siswa SMP/SMA untuk

11.4.9.
55

Transporta
si,materi
dan
Laporan

30
orang
1x3
jam

32 Nonton Bareng (Nobar)


. Pemuda-Pemudi Desa
Seliling

11.4.9.
55

LCD dan
Konsumsi

20
orang
1x3
jam

33 Penyuluhan/motivasi
. kepada masyarakat untuk
berwirausaha

13.1.1.
02

melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi

Konsumsi

30
orang
1 x 1,5
jam

0
Stkhdr =
0
Mhs
=
50
Lain2 =
0
Total =
50
Swd
=
20
Stkhdr =
0
Mhs
=
100
Lain2 =
0
Total =
120
Swd =
0
Stkhdr =
50
Mhs
=
0
Lain2 =
0
Total =
50
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
100
Lain2 =
0
Total =
50
Swd
=
50
Stkhdr =
15
Mhs
=
0
Lain2 =
0
Total =
65

34 Penyuluhan pendidikan
. anak pada orang tua

13.1.1.
02

Konsumsi
dan
material

20
orang
1x2
jam

35 Peningkatan keterampilan
. ibu ibu rumah tangga

13.3.1.
01

Konsumsi,
modul

30 unit
3x3
jam

36 Penyuluhan urgensi batik


. pada remaja

13.3.9.
56

Konsumsi
dan modul

10
orang
4 X 2,5
jam

37 Lomba kaligrafi anak-anak


. TPQ

15.1.1.
01

Kertas dan
hadiah

6 orang
7x2
jam

38 Kegiatan Ramadhan untuk


. anak-anak dan remaja

15.1.1.
03

Perlengkap
an dan
hadiah

30
orang
2x2
jam

Swd
=
50
Stkhdr =
0
Mhs
=
5
Lain2 =
0
Total =
55
Swd
=
30
Stkhdr =
0
Mhs
=
120
Lain2 =
0
Total =
150
Swd
=
10
Stkhdr =
50
Mhs
=
20
Lain2 =
0
Total =
80
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
75
Lain2 =
0
Total =
75
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
70
Lain2 =
0

39 Pembuatan peta sederhana


. lokasi pembatik seliling.

16.5.2.
04

laptop

4 unit
5x3
jam

40 Penyuluhan tentang
. pendaftaran hak cipta motif
batik

17.2.3.
55

Konsumsi
dan modul

50
orang
1x2
jam

13.1.1.
58

Konsumsi,
modul

30
orang
1X2
jam

42 sosialisasi pentingnya tong


. sampah untuk kebersihan
lingkungan

13.1.3.
01

Konsumsi

20
orang
2x2
jam

43 Penimbangan bayi dan


. balita di Posyandu

13.1.3.
17

Konsumsi

30
orang
3x2
jam

KesehatanKedokteran
41 Penyuluhan pentingnya
. kecukupan gizi pada balita

Total =
70
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
50
Lain2 =
0
Total =
50
Swd
=
100
Stkhdr =
0
Mhs
=
50
Lain2 =
0
Total =
150
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
50
Lain2 =
0
Total =
50
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=
200
Lain2 =
0
Total =
200
Swd
=
0
Stkhdr =
0
Mhs
=

60
Lain2 =
0
Total =
60