Anda di halaman 1dari 13

Makalah Metrologi Industri Metrologi Ulir

(TMS 2121)

OLEH: Kelompok 5 IZZUDDI !LI "!#! $ %&&'(&)'*+,.IL! . .U !/! %&&'(&&&+'01!I$ !.U . %&&'(&&,++,M "IZ/! %&&'(&&*)*5-

2"O."!M $3UDI $& 3EK IK ME$I #U"U$! 3EK IK ME$I

1!KUL3!$ 3EK IK U I4E"$I3!$ "I!U )'&)


PENGUKURAN ULIR 1. JENIS ULIR DAN FUNGSINYA Secara umum jenis ulir dapat dilihat dari gerakan ulir, jumlah ulir dalam tiap gang (pitch) dan bentuk permukaan ulir. Jenis ulir bisa juga dilihat dari standar yang digunakan, yaitu ulir Whitworth, ulir metrik. 1.1 Jenis Ulir Menurut Arah Gerakannya Menurut arah gerakannya, ulir dapat dibedakan menjadi dua macam ulir yaitu ulir kanan dan ulir kiri. Untuk mengetahui ulir kanan atau ulir kiri, bisa dilakukan dengan cara memutar pasangan dari komponen yang berulir, misalnya mur dan baut. Apabila sebuah mur dipasangkan pada baut yang kemudian diputar ke kanan (searah jarum jam) maka mur akan bergerak maju, maka ulir tersebut adalah ulir kanan. Sebaliknya, apabila mur diputar ke kiri (berlawanan arah jarum jam) maka mur akan bergerak maju, maka ulir tersebut adalah ulir kiri. Sedangkan ulir yang sering digunakan adalah ulir kanan. 1. Jenis Ulir Menurut Ju!lah Ulir "ia# Gan$ (Pitch) ilihat dari banyaknya ulir tiap gang (pitch) maka ulir dapat dibedakan menjadi ulir tunggal dan ulir ganda. Ulir ganda artinya dalam satu putaran (dari puncak ulir yang satu ke puncak ulir yang lain) terdapat lebih dari satu ulir. Ulir ganda ini dalam satu kali putaran dapat bergerak dengan jarak yang lebih panjang dari pada satu utaranulir tunggal.

"ambar #.#. Ulir $unggal dan Ulir "anda 1.% Jenis Ulir Menurut &entuk Sisi Ulir Melihat bentuk dari sisi ulir, ulir dapat dibedakan menjadi ulir segi tiga, segi empat, trapesium, dan parabol (knuckle). %entuik ulir juga ada kaitannya dengan standar yang digunakan.

Ulir Metrik (&S')

%ritish Standard Whitworth

Ulir Uni(ied

%ritish Association

)nuckle

%uttress *+,

A.M/ "ambar #.!. Jenis0Jenis Ulir Menurut %entuk Sisi Ulir

1.' Fun$si Ulir engan adanya ulir memungkinkan pengguna untuk menggabungkan atau menyambung beberapa komponen menjadi satu unit produk jadi. %erdasarkan hal ini maka (ungsi ulir secara umum dapat dikatakan sebagai berikut1 a. Sebagai alat pemersatu, artinya menyatukan beberapa komponen menjadi satu unit barang jadi. %iasanya yang digunakan adalah ulir0ulir segi tiga, baik ulir yang menggunakan standar &S', British Standard maupun American Standard. b. Sebagai penerus daya, artinya sistem ulir digunakan untuk memindahkan suatu daya menjadi daya lain misalnya sistem ulir pada dongkrak, sistem ulir pada poros berulir (transportir) pada mesin0mesin produksi. engan adanya sistem ulir ini beban yang relati( berat dapat ditahan2diangkat dengan daya yang relati( ringan. Ulir yang digunakan untuk hal tersebut adalah ulir segi empat. c. Sebagai salah satu alat untuk mencegah terjadinya kebocoran, terutama pada sistem ulir yang digunakan pada pipa. )ebanyakan yang dipakai untuk penyambungan pipa adalah ulir Whitworth. . IS"ILA( PADA ULIR 3enggunaan kata istilah di atas tidak untuk menunjukkan adanya arti0arti lain dari ulir, melainkan untuk menunjukkan adanya dimensi0dimensi yang penting untuk diketahui setiap kali membicarakan masalah ulir.

"ambar #.-. imensi 3enting dari Ulir #. !. -. imensi mayor (diameter luar) adalah diameter terbesar dari ulir. iameter minor (diameter inti) adalah diameter terkecil dari ulir. iameter pit (diameter tusuk) adalah diameter semu yang letaknya di antara diameter luar dan diameter inti. 3ada radius dari diameter tusuk inilah letaknya titik0titik singgung antara pasangan dua buah ulir sehingga pada titik0titik tersebutlah yang akan menerima beban terberat sewaktu pasangan ulir dikencangkan. *. Pitch (jarak antara pucak ulir) merupakan dimensi yang cukup besar pengaruhnya terhadap pasangan ulir. )arena apabila jarak antara puncak ulir yang satu dengan puncak ulir yang lain yang jarak puncak ulir masing0 masing adalah sama. )alaupun bisa tentu dengan jalan diaksa yang akhirnya juga akan merusak ulir yang sudah betul. Akibatnya pasangan dari komponen dalam satu unit pun tidak bisa bertahan lama. Jadi, dalam proses pembuatan ulir, jarak puncak ulir harus diperhatikan betul0betul, sehingga kesalahan yang terjadi pada jarak puncak ulir masih dalam batas0 batas yang diijinkan. +. Sudut ulir adalah sudut dari kedua sisi permukaan ulir yang satuannya dalam derajat. Untuk American Standard dan &S' sudut ulirnya adalah 4,,. Untuk ulir Whitworth sudut ulirnya ++,. 4. )edalaman ulir adalah jarak antara diameter inti dengan diameter luar. %. S"ANDAR &EN"UK ULIR 5ang akan dibicarakan di sini adalah ulir menurut &S' Metrik dan ulir Unified. Ulir Metrik satuannya dalam milimeter dan ulir Unified dalam inchi. 1. Ulir IS) Metrik Di!ana* p 6 jarak puncak ulir, dalam mm 7 6 kedalaman ulir, ,.844,-p

"ambar #.*. %entuk Ulir &S' Metrik

. Ulir Uni+ie, Di!ana* n 6 jumlah gang per inchi p 6 jarak puncak ulir, dalam inchi6

7 6 kedalaman ulir 6 ,.844,-p hb 6 kedalaman ulir luar 6 ,.-4#-*-p "ambar #.+. %entuk Umum Ulir Uni(ied hm 6 kedalaman ulir dalam 6 ,.+*#!9p /6 %. Per-an,in$an Ukuran Ulir IS) ,an Unified tusuk 6 mayor : ,.4*;+!p

3embuatan ulir bisa dilakukan dengan bermacam cara antara lain yaitu dengan1 mesin bubut, snei, tap, dan kadang0kadang bisa juga dengan mesin (reis. 5ang paling banyak dilakukan adalah dengan mesin bubut dan dengan snei atau tap. )arena pembuatan ulirnya sebagian besar dengan mesin maka kesalahan dalam pembuatan bisa saja terjadi.

'. .ARA PENGUKURAAN ULIR %agian0bagian yang penting dari ulir yang harus diukur antara lain adalah1 diameter mayor (luar), diameter minor (inti), diameter e(ekti( (tusuk2pit), sudut luar dan jarak puncak ulir. 1. Pen$ukuran Dia!eter May/r Ulir Untuk pengukuran secara kasar dapat dilakukan dengan menggunakan mistar ingsut2jangka sorong. Untuk pengukuran yang lebih teliti, dapat menggunakan mikrometer yang memang khusus untuk mengukur ulir, biasanya yang digunakan adalah mikrometer pana. Untuk mendapat hasil pengukuran yang lebih teliti lagi, baik dibandingkan dengan menggunakan mistar ingsut maupun dengan menggunakan mikrometer pana, adalah dengan menggunakan alat yang disebut Floating arriage (Bench) !icrometer. Untuk melakukan pengukuran diameter mayor ulir dengan menggunakan Bench !icrometer diperlukan poros atau silinder yang presisi sebagai silinder standar. Misalnya diameter silinder standar adalah
s

. Silinder standar diukur

diameternya dengan Bench !icrometer di mana jarum penunjuk (fiducial indicator) harus menunjukkan posisi nol. ari mikrometernya dapat dibaca besarnya diameter silinder menurut ukran Bench !icrometer, misalnya <#. )emudian silinder standar dilepas dan diganti dengan ulir yang akan diukur. engan cara yang sama kemudian dicatat harga pengukuran yang ditunjukkan

oleh skala mikrometer, misalnya <!. engan demikian dapat diperoleh besarnya diameter mayor ulir yang besarnya adalah sebagai1
m

= (<!0<#) mm

6 diameter mayor ulir

6 diameter silinder standar

<# 6 pembacaan mikrometer untuk pengukuran silinder standar <! 6 pembacaan mikrometer untuk pengukuran dia. mayor ulir . Pen$ukuran Dia!eter Min/r Ulir Alat ukur yang bisa digunakan untuk mengukur diameter minor (inti) ulir antara lain adalah mikrometer ulir yang ujung ukurnya berbentuk runcing dan Bench !icrometer. Jika menggunakan mikrometer yang ujungnya runcing, maka hasil pengukurannya langsung bisa dibaca. Apabila alat ukur yang digunakan adalah Bench !icrometer maka cara pengukurannya juga sama dengan pengukur0 an diameter mayornya. %. Pen$ukuran Dia!eter E+ekti+ 0"usuk1 Untuk melakukan pengukuran diameter e(ekti( ulir bisa dilakukan dengan menggunakan mikrometer ulir dan dengan metode dua atau tiga kawat. %.1 Pen$ukuran Dia!eter E+ekti+ ,en$an Mikr/!eter Ulir Alat yang digunakan adalah mikrometer biasa, namun ujung dari sensor0 nya mempunyai bentuk yang khusus sehingga dapat menyentuh muka ukur dengan posisi yang pas. engan adanya ujung kontak (sensor) yang khusus ini maka hasil pengukurannya dapat dibaca langsung pada skala ukur mikrometer yang digunakan. a. Sisi ujung yang diper0 pendek. %entuk ini sering dipakai. b. %entuk ujung penuh, sering digunakan untuk ulir dengan pitch yang kecil. c. %entuk ujung dengan sudut yang kecil, biasa untuk meng0 ukur diameter. "ambar #.4. %entuk Ujung Sensor Mikrometer 3engukuran iameter /(ekti( Ulir
8

%. . Mete,e Pen$ukuran ,en$an Dua Ka2at .ara pengukuran ini adalah dengan jalan meletakkan kawat dengan diameter tertentu masing0masing pada tempat yang berlawanan. engan meng0 gunakan perhitungan dari beberapa persamaan maka dapat dicari hubungan antara diameter kawat dengan sudut ulir dan diameter e(ekti(. e 6 7 = !>" e 6 diameter e(ekti( 7 6 ? : !d ? 6 ukuran2jarak bagian luar kawat d 6 diameter kawat "ambar #.9. 3engukuran dengan Metode ua )awat e 6 ? : !d = ! >"

Sekarang mencari besarnya ">, bisa dilihat pada hubungan antara beberapa garis di bawah sebelah kanan. %. merupakan garis diameter e(ekti(, %.6#2! pitch.

3adahal

Jadi, diameter e(ekti( ulir adalah1

3 6 jarak puncak ulir berikut1

@ 6 sudut ulir

Untuk menentukan besarnya diameter kawat yang terbaik dapat dihitung sebagai 3ada gambar di samping, A% 6 #2! diameter kawat %. 6 #2* pitch

imana1

d 6 diameter kawat terbaik p 6 jarak puncak ulir

@ 6 sudut ulir

alam prakteknya sehari0hari agak sulit memperoleh diameter kawat yang betul0betul tepat. Untuk mempermudah pengukuran maka perlu juga diketahui adanya diameter kawat maksimum dan minimum. %erdasarkan pengalaman maka dapat disusun suatu tabel tentang ukuran diameter kawat untuk pengukuran ulir. $abel #. Ukuran diameter kawat untuk pengukuran diameter e(ekti( ulir.

p 6 jarak puncak ulir %.%. Met/,e Pen$ukuran ,en$an "i$a Ka2at Untuk pengukuran diameter e(ekti( dengan metode tiga kawat juga dilakukan dengan perhitungan0perhitungan sehingga diperoleh persamaan0 persamaan tertentu. engan adanya persamaan0persamaan itu maka dapat dihitung hubungan antara diameter kawat dengan sudut ulir dan diameter e(ekti(. M 6 jarak luar kawat /d 6 dia. e(ekti( ulir d 6 diameter kawat @ 6 sudut ulir

"ambar #.8. 3engukuran dengan Metode $iga )awat

Jarak luar kawat 6 6

#,

Apabila persamaan M di atas dipakai untuk mencari diameter e(ekti( ulir metrik atau Whitworth maka dapat dihitung sebagai berikut1 )edalaman ulir 7 6 ,.4*;4p e 6 #0 7 Sudtt 6 4,,, maka

$elah ditemukan bahwa jarak luar kawat M1

Untuk ulir Whitworth juga dapat dilakukan dengan cara yang sama. )edalaman ulir 7 6 ,.4*p Sudut ulir 6 ++,, maka

##

Apabila harga M (jarak luar kawat) dan d (diameter kawat) diketahui maka harga dari diameter e(ekti( yang diukur dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan tersebut diatas. '. Pen$ukuran Su,ut ,an Jarak Pun3ak Ulir Untuk pengukuran sudut ulir dan jarak puncak ulir bisa digunakan alat ukur pembanding misalnya mal ulir, juga bisa digunakan proyektor bentuk (profile pro"ector). engan menggunakan mal ulir kita dapat mengecek langsung besarnya sudut dan juga besarnya jarak puncak ulir, terutama untuk ulir0ulir dalam ukuran kecil yang jarak puncak ulirnya berkisar antara ,.!+ : 4.,, mm bagi ulir metrik, dan antara !A 0 !8 gang per inchi untuk ulir inchi. "ambar #.;. adalah mal ulir metrik dengan jumlah bilah sebanyak !* buah dimana yang !- buah untuk mengecek jarak puncak ulir dan satu lagi untuk mengecek sudut. $ebal masing0masing bilah adalah ,.+ mm. "ambar #.#,. adalah gambar mal ulir menurut American #ational Standard yang satuannya dalam inchi. $erdiri dari !8 bilah, satu bilah khusus untuk mengecek sudut ulir dan !9 bilah lainnya untuk mengecek jarak puncak ulir. Standar 4. Pen$ukuran Ulir Dala! Untuk ulir0ulir bagian dalam (lubang0lubang yang berulir) pengukurannya adalah lebih sulit dari pada pengukuran ulir luar. Untuk memeriksa besar dan diameter inti biasanya digunakan alat ukur kaliber batas poros pengukur ulir (thread plug gauge) yang diberi batasan $% dan #%& $%. )aliber poros pemeriksa ulir ini mempunyai bentuk ulir yang agak kurus dengan sudut ulir yang agak kecil serta longgar pada diameter intinya. Untuk memeriksa diameter e(ekti( ulir dalam dapat digunakan kaliber poros pemeriksa ulir "' dan B' "'. 3ada bagian diameter puncak dan diameter pembuatannya dilonggarkan, namun masih tetap mempunyai sudut dan jarak kisar yang tepat. Sedangkan untuk memeriksa "ambar #.#,. Mal Ulir Menurut U.S. "ambar #.;. Mal Ulir &S' Metrik

#!

diameter kecilnya bisa digunakan kaliber poros yang lurus yang permukaannya rata dan halus, disebut juga kaliber poros lurus $% dan #%& $% (plug plain gauge). Untuk mengukur sudut dan jarak puncak ulir dapat dilakukan dengan jalan membuat suatu cetakan sehingga cetakan tersebut biasanya adalah lilin, belerang atau lak. 3engukuran yang dilakukan adalah terhadap cetakan yang kita buat dan alat ukur yang digunakan biasanya dengan proyektor bentuk. Untuk mencetak ulir dalam dengan lak maka tidak semua muka ulirnya dicetak tetapi cukup sepertiga0 nya saja. %ila bahan yang dibuat untuk cetakan adalah lilin maka sebaiknya lilin itu diberi pegangan, dimasukkan pada pipa yang dicowak (dikurangi sebaik permukaannya), kemudian lilin yang ada di ujung pipa tersebut ditekankan pada ulir. engan cara0cara tersebut akan diperoleh pro(il0pro(il dari ulir dalam yang kemudian dilakukan pengukuran seperti halnya mengukur ulir luar. "ambar #.##. menunjukkan contoh dari pembuatan cetakan dengan lilin dan lak.

"ambar #.##. Membuat .etakan untuk 3engukuran Sudut dan )isar Ulir alam

#-