Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH MIKROBIOLOGI PERAN BAKTERI DI BIDANG INDUSTRI TEKSTIL

OLEH:

Siti Nur Khasanah (F1B010035) Indah Puspita Sari (F1B010030) Dexon Hastomi (F1B010034)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGEETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BENGKULU

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini masalah lingkungan terasa semakin memburuk. Akibat dan dampak dari berbagai aktivitas manusia banyak mengakibatkan degradasi lingkungan karena tidak diimbangi dengan langkah-langkah penyelamatan lingkungan. Dampak buruk ini rupanya memancing gerakan sosial berupa penyelamatan lingkungan semakin marak. Dampak negatif terhadap lingkungan yang dimaksud berupa sampah. Masalah sampah merupakan masalah yang dihadapi manusia dari jaman dahulu hingga sekarang. Sampah menurut jenisnya dapat dibedakan menjadi dua yakni sampah organik dan sampah non-organik. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan dekomposer, sehingga jika didiamkan saja akan menimbulkan bau yang tidak sedap, contohnya adalah sampah dapur dan sampah kebun. Dekomposisi bahan organik menghasilkan berbagai jenis gas, dan pencemaran air karena perlakuan yang tidak tepat. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroba saprofit, sehingga sering mengakibatkan pencemaran pada lingkungan pada waktu yang lama. Sampah sering di buang begitu saja, sehingga akan muncul TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dimana-mana. Timbunan sampah akan menimbulkan banyak permasalahan, sampah berdampak menimbulkan wabah penyakit dan bau tidak sedap yang dapat mengganggu kesehatan lingkungan. Padahal jika diolah dengan baik sampah dapat memberikan keuntungan tersendiri. Pengelolaan sampah harus benar-benar direncanakan dan dikelola dengan baik.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Mikrobiologi Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (biasanya kurang dari 1 mm) sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. (Kusnadi, dkk, 2003). Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista dan alga renik. Fungi (jamur), terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. Enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk pengolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada. Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tembat yang besar, mudah

ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni, 2001). karena aktivitasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.

2.2 Peran Mikroorganisme dalam Bidang Industri Tekstil Sekilas makna praktis dari mikroorganisme disadari tertutama karena kerugian yang ditimbulkannya pada manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya dalam bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang pathogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. Walaupun di bidang lain mikroorganisme tampil merugikan, tetapi perannya yang menguntungkan jauh lebih menonjol. Beberapa peranan merugikan yang dimliki mikroorganisme antara lain seperti penyebab penyakit baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan, penyebab kebusukan makanan, penyebab keracunan makanan serta menimbulkan

pencemaran. Adapun peranan menguntungkan dari mikroorganisme antara lain seperti dalam bidang pertanian, mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2, siklus nutrien, dan peternakan hewan. Selain itu, mikroorganisme ini juga dapat digunakan sebagai agen pembusuk alami, yang akan mendekomposisi sampah-sampah organik menjadi materi inorganik sehingga dapat mengurangi kuantitas sampah, menyuburkan tanah dan dapat menjadi sumber nutrisi bagi tumbuhan. Peran lain mikroba dalam bidang pertanian antara lain dalam teknologi kompos bioaktif dan dalam hal penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi tanaman(biofertilizer). Kompos

bioaktif adalah kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoslulotik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia hayati pengendali penyakit tanaman. Teknologi kompos bioaktif ini menggunakan mikroba biodekomposer yang mampu mempercepat proses pengomposan dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja. Mikroba akan tetap hidup dan aktif di dalam kompos, dan ketika kompos tersebut diberikan ke tanah, mikroba akan berperan untuk mengendalikan organisme.

Mikrobiologi industri biasa digunakan pada industri pangan, industri tekstil,dan lain lain. Salah satu yang berkebang pesat adalah industri tekstil, yang selain memberikan manfaat seperti tersediaanya kebutuhan sandang juga menimbulkan adanya pencemaran terutama yang berasal dari limbah air buangan industri. Air buangan yang dihasilkan dari industri tekstil pada umumnya memiliki karakteristik warna dan kekeruhan yang tinggi, bersifat alkalin, memiliki kandungan organik dan anorganik tinggi serta mengandung bahan-bahan sintetik seperti zat warna yang sulit diuraikan secara mikrobiologis. Pencemaran air dari industri tekstil dapat berasal dari buangan air proses produksi, sisa-sisa pelumas dan miyak, bahan-bahan kimia sisa proses produksi, sampah potongan kain dan lainya. Limbah cair industri tekstil dapat diaamati dengan mudah, karena limbah cairnya memiliki warna yang pekat. Warna ini berasal dari sisa-sisa zat warna yang merupakan suatu senyawa kompleks aromatik yang sukar diuraikan oleh mikroba. Perombakan zat warna secara biologi menggunakan proses anaerobik dan aerobik yang berfungsi untuk menurunkan zat warna dan zat organik. Limbah cair tekstil dapat diolah secara biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme, dalam keaadaan aerob dan anaerob. Mikroorganisme yang bermanfaat untuk mengolah atau mendegradasikan warna limbah cair antara lain : Enterobacter agglomerans Streptococcus viridans Pseudomonas rudinensis Pseudomonas diminutah

1. Pseudomonas rudinensis dan Pseudomonas diminuta A. Klasifikasi Pseudomonas rudinensis

1. Kingdom :Bacteria 2. Phylum :Proteobacteria 3. Class :Proteobacteria 4. Ordo :Pseudomonadales 5. Family :Pseudomonadaceae 6. Genus :Pseudomonas 7. Species :Pseudomonas rudinensis Pseudomonas diminuta

1. Kingdom :Bacteria 2. Phylum :Proteobacteria 3. Class :Proteobacteria 4. Ordo :Pseudomonadales 5. Family :Pseudomonadaceae 6. Genus :Pseudomonas 7. Species :Pseudomonas diminuta B. Morfogi 1. Termasuk gram negatif;

2. Bakteri aerob; 3. Bergerak dengan flagel, katalase positif,serta merupakan oksidase positif; 4. Bakteri berbentuk batang, berukuran 0,6x2 m; 5. Tidak berspora

Peran bakteri dalam biodegradasi Monoclhorotrianziyl reaktif dalam pengolahan limbah cair tekstil. Awalnya mikroorganisme diisolasi dari lumpur yang tercemar oleh pembuangan limbah industri tekstil. Mikroorganisme diisolasi untuk menyesuaikan diri menggunakan senyawa Monochioromazynil dan kemudian terjadi proses fiksasi dan menghasilkan bakteri Pseudomonas rudinensis dan Pseudomonas diminuta. Biodegradasi Pseudomonas rudinensis dan Pseudomonas diminuta pada warna merah Monoclhorotrianziyl menujukkan bahwa kedua bakteri tersebut dapat menurunkan Monoclhorotrianziyl warna merah pada kondisi aerobik. Kondisi ini ditunjukkan oleh penurunan konsentrasi Monoclhorotrianziyl dari konsentrasi awal (10 mg/ 1,25 mg/ 1,50 MG/I dan 75 MG/I). Selama 108 jam waktu reaksi pada analisi kedua bakteri berhasil melakukan biodegradasi dengan menggunakan kromatografi gas spektrum massa (GC-MS) menunjukkan bahwa

Monoclhorotrianziyl memecah cincin reaktif dan mnghubungka cincin yang dilakukan oleh Pseuodomonas rudinensis. Setelah terjadi kerusakan cincin, cincin yang berfungsi sebagai pembawa warna ke dalam untuk senyawa, 2 Nahiumsulfonat 4-Metoxyaniline and 2 Amino 3-Natriumsulfonat alfanatol terjadi pencampuran oleh degradasi warna merah. Semua biodegradasi senyawa

Monoclhorotrianziyl digunakan sebagai karbon dan sumber energi untuk pertumbuhan bakteri.

2. Enterobacter agglomerans A. Klasifikasi


1. Kingdom :Bacteria 2. Phylum :Proteobacteria 3. Class :Proteobacteria 4. Ordo :Enterobacteriales 5. Family :Enterobacteriaceae 6. Genus :Enterobacter 7. Species :Enterobacter agglomerans

B. Morfologi 1. Bakteri berbentuk batang; 2. Termasuk bakteri gram negatif yang dapat membentuk rantai; 3. Tersebar luas pada tanaman, tanah, air, manusia, dan hewan. Berguna untuk mendegradasi zat warna AZO, CIRO 16, dan CIRR 3. Dalam prosesnya Enterobacter agglomerans menunjukkan degradasi secara bertahap melaui perombakan rantai alkana menjadi asam-asam lemak dan asamasam organik yang pada akhirnya dimineralisasi menjadi senyawa volatile termasuk metana, CO,CO2, dan asam-asam organic volatile lainnya. Enterobacter

agglomerans mempunyai toleransi terhadap kehadiran logam berat (Zn, Pb, Fe, dan Hg). 3. Streptococcus viridans A. Klasifikasi 1. Ordo :Enterobacteriales 2. Family :Lactobacillaceae 3. Genus :Steptococcus 4. Species :Streptococcus viridans B. Morfologi 1. Berbentuk kokus tunggal berebnetuk 2. Kokus membelah pada bidang tegak lurussumbu panjang rantai; 3. Tumbuh di media padat 4. Membentuk zona hemolitik tidak sempurna yaitu alfa hemolitik; 5. Pertumbuhannya tidak dihambat oleh optokin, dan koloninya tidak larut dalam empedu; Berguna untuk mendegradasi zat warna AZO, CIRO 16, dan CIRR 3. kondisi lingkungan (pH, konsentrasi kosubstrat, konsentrasi zat warna dan lama inkubasi) dianalisis menggunakan One-Way Anova. Dari analisis tersebut masingmasing bakteri mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam merombak zat warna azo dan efisiensinya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Berdasarkan hasil uji tersebut diperoleh 5 isolat masingmasing Aeromonas sp.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim3. 2007. Mikrobiologi Umum. Universitas Atma Jaya Yogya, Yogyakarta. Anonim4. 2008. Dekomposisi. (http://id.wikipedia.org/wiki/Dekomposisi),

diakses tanggal 25 Februari 2010. Dwidjoseputro, D. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit Djambatan, Jakarta. Iqbal. 2008. Peran Mikroorganisme. (http://iqbalali.com/2008/02/18/peranmikroorganisme-dlm-kehidupan/), diakses tanggal 25 Februari 2010. Suharmi, Theresia Tri. dkk. 2005. Mikrobiologi Lingkungan. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang, Malang. Sutedjo, Mulyani. dkk. 1991. Mikrobiologi Tanah. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.