Anda di halaman 1dari 6

TEKNIK MENGUTIP

Kutipan Langsung

Apa yang dikutip sama persis dengan apa yang ada di buku. Kalimat yang dikutip ditulis dengan menggunakan huruf miring dan diapit oleh dua tanda kutip (...) Contoh: McCarthy (1991: 5) dalam bukunya Discourse Analysis for Language Teachers berkata, Discourse analysis is concerned with the study of the relationship between language and the context in which it is used.
Dalam buku Discourse Analysis for Language Teachers dijelaskan bahwa Discourse analysis is concerned with the study of the relationship between language and the context in which it is used (McCarthy, 1991: 5).

Apabila kalimat yang dikutip lebih dari dua baris maka akan membentuk paragraf sendiri. Contoh:

Cook (1994: 1) berkata,


Discourse analysis has focused very much upon the social nature of communication, stressing ontextual aspects of meaning which are interactive and negotiated, determined by the social relation and identities of the participants in communication. Discourse analysis has focused very much upon the social nature of communication, stressing ontextual aspects of meaning which are interactive and negotiated, determined by the social relation and identities of the participants in communication (Cook, 1994: 1)

Kutipan Tidak Langsung

Kalimat yang dikutip tidak sama persis dengan kalimat yang ada di buku. Pengutip hanya mengambil intinya saja. Kutipan tidak langsung tidak menggunakan huruf miring seperti kutipan langsung. Contoh: Jorgensen & Phillips (2007: 39) menjelaskan bahwa analisis wacana digunakan untuk menemukan apa yang benar-benar dimaksudkan orang ketika mereka mengatakan ini atau itu, atau menemukan realitas di balik wacana. Analisis wacana digunakan untuk menemukan apa yang benarbenar dimaksudkan orang ketika mereka mengatakan ini atau itu, atau menemukan realitas di balik wacana (Jorgensen & Phillips, 2007: 39).

Pengutip Sebagai Orang Ketiga

Dalam tesis Eduard tahun 2008 halaman 17, terdapat kutipan sebagai berikut: Jorgensen & Phillips (2007: 39) menjelaskan bahwa analisis wacana digunakan untuk menemukan apa yang benar-benar dimaksudkan orang ketika mereka mengatakan ini atau itu, atau menemukan realitas di balik wacana. Apabila Anda ingin mengutip pendapat Jorgensen & Phillips yang terdapat tesis Eduard tersebut maka cara pengutipannya adalah sebagai berikut.

Jorgensen & Phillips (melalui Eduard, 2008: 17) menjelaskan bahwa analisis wacana digunakan untuk menemukan apa yang benarbenar dimaksudkan orang ketika mereka mengatakan ini atau itu, atau menemukan realitas di balik wacana.
Teori lain menjelaskan bahwa analisis wacana digunakan untuk menemukan apa yang benar-benar dimaksudkan orang ketika mereka mengatakan ini atau itu, atau menemukan realitas di balik wacana (Jorgensen & Phillips melalui Eduard, 2008: 17)

Dalam daftar pustaka yang dicantumkan adalah buku/tesisnya Eduard bukan tulisan Jorgensen & Phillips.