Anda di halaman 1dari 12

Jenis krisis berdasarkan warning time nya

:
Firsan Nova Krisis secara umum terbagi ke dalam dua jenis, sudden crisis dan smoldering crisis. • Krisis yang terjadi secara mendadak (Sudden Crisis) Krisis yang terjadi secara mendadak (sudden crisis) digambarkan sebagai: Suatu gangguan di dalam bisnis perusahaan yang terjadi tanpa peringatan dan mungkin menghasilkan berita dan berdampak pada: 1. 2. 3. 4. Karyawan perusahaan, investor, pelanggan, suppliers atau masyarakat luas. Relasi bisnis, pemegang hak paten (franchises) atau asset-asset bisnis lain Pendapatan perusahaan, laba bersih, harga saham, dan lain-lain. Reputasi perusahaan

Suatu krisis yang mendadak (Sudden Crisis ), dapat terjadi karena: a. Suatu kecelakaan yang terkait dengan bisnis yang mengakibatkan properti rusak dan mengganggu operasional bisnis secara normal. b. Kematian atau penyakit atau luka serius dari manajemen, karyawan, pemborong, pelanggan, pengunjung, dan lain-lain, sebagai hasil dari suatu kecelakaan yang terkait dengan bisnis perusahaan. c. Kegagalan/kekacauan pada momen–momen terakhir untuk mengakhiri proses bisnis, transaksi penjualan, perjanjian kerjasama atau karena ketidakmampuan seorang eksekutif. d. Penggunaan bahan-kimia yang penuh resiko atau bahan-bahan berbahaya lain di dalam suatu lingkungan e. f. Kecelakaan yang menyebabkan gangguan layanan Pengurangan yang signifikan di dalam fungsi-fungsi atau jasa penting yang diperlukan untuk melakukan suatu bisnis g. h. Setiap bencana alam yang mengganggu operasional dan membahayakan karyawan Human error yang tak diduga atau gangguan tenaga kerja

teknisi berwenang dengan bantuan staff lainnya.i. 2 Situasi yang dapat Mesin di pabrik tidak diatasi oleh staff yang dapat bekerja. Kekerasan/kekejaman di tempat kerja yang melibatkan para anggota karyawan/keluarga atau para pelanggan. Karyawan lain mungkin dipanggil untuk membantu. Mesin bermasalah serius dan membutuhkan spare part baru. 3 Situasi yang membutuhkan lebih banyak sumber daya lebih dari sekedar orang yang sedang bertugas atau staff mesin menelepon maintenance dan mereka segera mengirim staffnya untuk memperbaiki mesin tersebut. Teknisi mesin tersebut segera memperbaiki kerusakannya dalam waktu singkat tanpa bantuan orang lain. teknisi maupun staff maintenance tidak dapat mengatasi kerusakannya dan . Memprediksikan dampak buruk Sudden Crisis: Penggolongan-penggolongan krisis dibentuk untuk memastikan konsistensi penilaian tentang segala situasi krisis yang terjadi tiba-tiba (Sudden Crisis) sehingga bisa dihadapi dengan tingkat respon komunikasi yang baik. Tabel 2 : Contoh 1 Tingkatan-tingkatan Sudden Crisis: Jenis Krisis Sudden Crisis 1 Situasi yang dapat Sebuah mesin di pabrik Level Situasi Contoh diatasi oleh staff yang tidak dapat bekerja. sedang bertugas saat itu.

Spare part yang dimaksud tidak ada di kota tersebut sehingga dibutuhkan proses pembelian. 2 Suatu masalah internal Karyawan yang tidak puas menanggapi situasi seperti ini. . Tabel 3 : Contoh 2 Tingkatan-tingkatan Sudden Crisis: Jenis Krisis Sudden Crisis 1 Suatu masalah bisnis Contoh: Seorang Level Situasi Contoh internal atau gangguan karyawan yang tidak puas yang dapat ditangani dan dipecahkan oleh manajemen yang bertanggung jawab dengan perusahaan mengancam untuk menyingkapkan kebijakan-kebijakan internal yang melanggar hukum ke “pejabat yang berwajib” kecuali jika ia diberi kenaikan gaji. 4 Situasi yang tidak dapat dikontrol dan akan menimbulkan masalah serius pada keseluruhan bisnis. perusahaan memanggil konsultan mekanik. Beberapa pekerjaan mungkin tertunda karena hal tersebut. Mesin motor rusak dan ad aspare part yang harus diganti. Produksi terlambat dan pelanggan mulai merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut.perusahaan. Dibutuhkan mungkin bantan dari perusahaan lain atau konsultan.

Diperlukan sumber daya dari luar manajemen untuk menangani krisis yang terjadi. dan atau konsultan yang tidak puas mengetahui kliennya mempunyai dokumen yang memiliki tingkat rusak sangat tinggi karena menunjukkan aktifitas perusahaan yang tak pantas. LSM.yang dapat ditangani oleh mereka yang bertanggung jawab. dengan dukungan dari manajemen lainnya atau karyawan lain yang mungkin dapat menilai situasi dan membantu memecahkan masalah. pengacara penggugat. Suatu masalah internal Pengacara karyawan yang yang mempunyai potensi untuk menjadi konsumsi publik melalui pemberitaan media dan dapat membangitkan reaksireaksi negatif dari pejabat publik. pesaing. investor. dan lain-lain. Pengacara karyawan tersebut membuat salinan dari salah satu dokumen. Jika perusahaan mengikuti permintaan atau tuntutan karyawan tersebut maka dokumen itu tidak akan diungkapkan kepada media. diketahui publik dan dimulainya penyelidikan oleh pihak kepolisian. serikat buruh. dimana perusahaan tidak menghendaki masalah ini sampai ke media. sedangkan pengacara perusahaan akan memberikan pernyataan . penasehat hukum. 3 mengumpulkan dokumen dan menghubungi “pihak yang berwajib”. tidak sah atau melawan hukum. Bantuan ini bisa dari kantor pusat.

Situasi ini merupakan situasi yang sangat serius dan tidak akan diungkapkan di depan publik dalam waktu dekat. 4 Situasi tidak dapat dikendalikan dan menyebar ke daerah lain. kebijakan-kebijakan bisnis dan lain-lain.mengkhususkan diri dalam memecahkan masalah seperti ini. Dampak bagi keuangan perusahaan akan Perselisihan antara karyawan dengan perusahaan semakin meruncing dan tidak bisa diselesaikan. latar belakang perusahaan. Reputasi perusahaan akan turun dimata publik dan masyarakat mempunyai persepsi negatif terhadap perusahaaan dalam kurun waktu yang relatif lama. . bahwa mereka secara tidak sah memiliki dokumen tersebut. Pemberitaan media membuat pihak yang berwajib turun tangan untuk melakukan penyelidikan tentang indikasi pelanggaran hukum oleh perusahaan. Media mulai melakukan investigasi untuk mencari kebenaran informasi tentang tuduhan karyawan ke perusahaan. Aktifitas kantor harus dibatasi atau dihentikan dan karyawan dialihkan dari tugas mereka atau dipulangkan sampai masalah tersebut bisa diatasi.

penalti. kejaksaan dan lain-lain) dan indikasi tindakan hukum yang merugikan perusahaan. Penyelidikan oleh suatu badan/lembaga pemerintah atau alat Negara. . kepolisian. biaya diluar budget. tergantung dari seberapa serius masalahnya. Tindakan atau aktifitas perusahaan yang bisa melanggar hukum. • Smoldering Crisis Smoldering crisis digambarkan sebagai: setiap masalah bisnis serius yang tidak biasa terjadi di dalam perusahaan. Tim yang menghadapi krisis harus siaga terhadap setiap krisis yang terjadi secara tiba-tiba yaitu tingkat 3 atau 4. Masalah dengan pelanggan karena buruknya manajemen perencanaan. Perlakuan perusahaan yang tidak pantas terhadap konsumen. akibat hukum. 3. Krisis ini dapat menimbulkan pemberitaan negatif di media saat krisis diketahui oleh publik. Smoldering crisis dapat terjadi karena satu atau lebih sebab yang antara lain adalah: 1. Masalah internal yang tidak teridentifikasi sejak awal 2. atau mempunyai potensi untuk menjangkau tingkat tersebut. Krisis akan membawa konsekuensi kerugian. Klasifikasi merekomendasikan cara-cara untuk meminimalkan bahaya terbukanya informasi sampai ke telinga publik. Smoldering Crisis terbagi menjadi empat tingkatan.sangat terasa dan akan mempengaruhi keputusan operasional secara langsung atau tidak langsung. dan biaya lain-lain. pembayaran denda. Contoh-contoh dari smoldering crisis: • • • • Investigasi dari Media Massa. Kriteria dari kategori-kategori ini bersifat luas karena suatu krisis tingkat 1 atau 2 yang terjadi dengan cepat dapat meluas ke tingkat krisis yang lebih tinggi lagi. Investigasi dari badan pemerintah (KPK.

Sabotase penggunaan peralatan. Kegagalan pemakaian peralatan utama. Perdebatan pemerintah mengenai peraturan setempat. Tuduhan-tuduhan yang tidak beralasan . Penuntutan perkara yang dipublikasikan. Protes masyarakat sekitar terhadap bisnis perusahaan. Ancaman pemerasan. • • • • • • • • • • • • • Tindakan-tindakan pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan public. • Indikasi-indikasi tindakan legal/judicial/regulatory yang berlawanan dengan bisnis perusahaan. • Penemuan permasalahan internal yang serius yang harus disingkap kepada karyawan. Desas desus yang beredar di masyarakat. dan/atau pejabat pemerintahan. Perusakkan komputer dan database perusahaan. • • • • • • • • • • Surat tuduhan dari karyawan. Penyalahgunaan dari produk-produk kimia.• Tindakan karyawan yang tidak puas seperti ancaman-ancaman atau pernyataan-pernyataan yang menyudutkan perusahaan. Surat dakwaan jaksa. . Putusan pengadilan. Pemasangan peralatan yang salah. Demonstrasi-demonstrasi. Permasalahan tenaga kerja. Informasi rahasia yang terungkap ke public. Tindakan-tindakan tidak sah (melawan hukum) yang dilakukan oleh karyawan. Tuduhan-tuduhan palsu. pelanggan. produk atau layanan. Keterlibatan karyawan pada suatu skandal. Mata–mata industry. Kematian karyawan atau luka serius. investor. supplier.

Serangan kelompok masyarakat tertentu. media dan investigasi internal lainnya mengenai penyebab krisis yang tidak terungkap permasalahan intinya.• • • • • Permasalahan keamanan. pengalaman menunjukkan bahwa krisis yang terjadi secara tiba-tiba juga menghasilkan “aftershocks”. 2 Masalah bisnis internal yang dapat dihadapi dan dipecahkan oleh pihak yang ditunjuk manajemen dengan bantuan pihak lain dari internal Karyawan disuatu unit atau departemen yang merasa diperlakukan tidak sama dengan karyawan di unit yang lain. Seperti yang terjadi di pemerintahan. Pernyataan tanpa bukti tentang pelecehan seksual. Ancaman atau tindakan terorisme. Dari setiap krisis bisnis yang terjadi. Karyawan memutuskan untuk memboikot pekerjaan sementara sampai masalahnya terpecahkan. Atasan langsung mereka dan manajemen yang lebih tinggi membicarakan Level Situasi Contoh . yang dapat dihadapi dan diselesaikan oleh penugasan manajemen kepada suatu pihak untuk merespon krisis. Mereka membicarakan hal ini dengan atasan mereka untuk mencari solusi. Cuaca buruk berdampak pada bisnis. Tabel 4 : Tingkatan-tingkatan Smoldering Crisis: Jenis Crisis Smolderin g Crisis 1 Masalah bisnis internal. Banyak dari “aftershocks” terjadi dalam daftar di atas.

Kita dapat . 3 Masalah bisnis internal yang berpotensi diketahui oleh publik melalui media atau pihak dari lembaga hukum resmi. bencana alam. Saat krisis sudah didepan mata. Keributan terjadi dan keseluruhan cerita diketahui oleh manajemen dan media. Bersama waktu. penyebab krisis adalah manajemen itu sendiri. Hal ini akan menimbulkan akibat langsung dan serius terhadap bisnis. Buruh memutuskan untuk berdemonstrasi sampai tuntutan mereka dipenuhi. 4 Situasi yang sangat serius yang akhirnya diketahui publik. lalu mereka mulai berbohong dan menolak krisis. jawaban mereka adalah: Kami menghadapi kesulitan dan menghentikan kegiatan operasional’. kapan saja. kesalahan manusia dan kecelakaan industri dapat menyebabkan suatu krisis. Karyawan memiliki tuntutan dan mereka tidak diberi kesempatan berdemonstrasi. Kadang-kadang. Tahapan-tahapan krisis Krisis dapat datang dari mana saja. Beberapa manajer malah salah mengartikan krisis dan mereka menyangkal adanya krisis. Para manajer mungkin bersikukuh bahwa mereka tidak menghadapi krisis. permasalahan menjadi terakumulasi dan menyebabkan situasi menjadi semakin parah. masalah yang ada dengan mereka. Mereka mengirimkan maksud tuntutannya kepada organisasi buruh untuk mengupayakan jalan keluar atas masalah mereka.perusahaan sebagai mediator. namun mereka memutuskan untuk tetap berdemonstrasi.

seperti aktifitas bisnis lainnya memiliki siklus kehidupan. menggunakan semua kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Krisis dapat dengan mudah muncul pada tahap ini karena ketakutan untuk menghadapi ‘badai’ atau ‘masalah’ dan menganggapnya tidak ada. atau ia dapat berkembang dan mulai menuju kepada kerusakan yang menyeluruh.mengkategorikan krisis berdasarkan asal terjadinya atau dengan kata lain berdasarkan waktu peringatan munculnya krisis. dan diakhiri dengan kemampuan untuk meminimalkan kemarahan atau ketakutan publik tanpa membahayakan cash flow ataupun reputasi perusahaan. Krisis. maka manajer tersebut telah membuktikan kapasitas dan kemampuannya. Jika seorang manajer berhasil mengatasi krisi tanpa diketahui oleh publik. Tahap Warning (peringatan): Tahap ini dianggap sebagai salah satu yang paling penting dalam daur hidup krisis bila tak mau dikatakan yang paling penting. Manajemen bertanggung jawab untuk mencari pemecahan masalah dari krisis yang timbul dengan menggunakan berbagai cara yang mungkin dilakukan. ‘Benih’ yang mulai tumbuh pada tahap ini dapat saja dianggap tidak ada atau tidak diperhatikan oleh perusahaan karena beberapa aspek dalam perusahaan seperti: kegiatan operasionalnya memang penuh resiko atau tidak adanya perencanaan menghadapi krisis. Di dalamnya. Lima tahapan dalam sikus hidup krisis adalah: 1. diawali dengan rasa percaya diri yang tinggi. Reaksi yang umum terjadi pada tahap ini adalah keterkejutan atau menyangkal dan merasa sudah aman. Tahap Pre-Crisis (sebelum krisis): Pre-crisis adalah kondisi sebelum sebuah krisis itu muncul. 2. . suatu masalah untuk pertama kalinya dikenali dan dapat dipecahkan atau diakhiri selamanya. Lamanya waktu untuk masing-masing tahapan tergantung dari seberapa efisien manajemen manghadapi krsis tersebut. Ia menunggu terjadinya suatu kesalahan kecil sehingga krisis dapat terjadi.

5. Saat ini adalah waktunya untuk memulihkan perusahaan dari kerugian dan atau setidaknya menyelamatkan apa-apa yang tersisa dari sisa produk (jika dapat diaplikasikan). Dan pastinya lebih baik daripada melakukan penyangkalan dihadapan . media dan tekanan publik serta litigasi. kesalahan manusia (human error). Saat inilah diketahui apakah staff telah disiapkan pengetahuan mengenai manajemen krisis atau tidak. krisis mulai terbentuk dan media (juga publik) mulai mengetahui adanya masalah. Dalam pemulihan. perusahaan dapat melihat dan belajar bagaimana krisis muncul dan memastikan hal tersebut tak akan pernah terulang lagi. maka sudah terlambat bagi manajemen untuk memulainya dan menyelesaikan masalahnya. Dari semua ini. Tahap Acute Crisis (akut): dimulai pada tahap ini. Jika tidak. Tindakan apapun yang dilakukan adalah lebih baik daripada tidak sama sekali. Jika perusahaan memenangkan kembali kepercayaan publik dan dapat beroperasi kembali dengan normal. atau masalah manajerial. 4.3. sulit dikontrol karena datangnya tiba-tiba. maka ia mulai menyerang perusahaan dan kerusakan mulai timbul. Terjadilah krisis (jika tidak dihentikan sejak awal). kinerja dan lini produksi. Untuk penyebab lainnya. apakah krisis dari alam. Bagian yang paling berbahaya dalam krisis adalah bila kita tidak tahu mengenai krisis atau tidak siap untuk menghadapinya. kegiatan operasional. Tahap Clean-up (pembersihan): Saat masalah melewati tahap Warning tanpa diselesaikan. dapat dihadapi dengan persiapan yang matang dan kadang-kadang persiapan yang telah didesain dapat juga menghadapi krisis yang terjadi karena faktor alam. Perusahaan dapat begitu saja menghindari atau tidak memberi perhatian pada masalah. reputasi. Penyebab krisis yang berasal dari alam. sebuah perusahaan harus menghadapi hal-hal yang terkait dengan hukum. Saat inilah berbagai dokumen dan modul untuk menghadapi krisis dikeluarkan dan digunakan. citra perusahaan. namun krisis sudah mencapai pada tahap ia harus dihadapi karena sudah mulai menimbulkan kerugian. maka krisis secara formal dapat dikatakan telah berakhir. Tahap Post-Crisis (sesudah krisis): Inilah tahap yang telah disebutkan sebelumnya dimana sebuah perusahaan seharusya bereaksi saat suatu krisis muncul ke tahap Warning.

Kemudian. . maka perusahaan telah menggali kuburannya sendiri karena publik akan kehilangan kepercayaan dan masalah menjadi berlipat ganda. Kesalahan lain yang lebih besar adalah berbohong untuk menyembunyikan krisis. Jika ini yang terjadi. investigasi penyebab krisis harus dilakukan guna mendapatkan penyebab awal krisis sehingga krisis yang sama dapat dihindari dimasa datang.publik dan media. Tindakan yang lebih baik adalah memilih juru bicara yang terlatih yang dapat memberikan berita buruk dengan cara yang ‘manis’ agar mendapat simpati publik dan pada saat yang sama tidak memberikan semua detil untuk dipublikasikan karena dapat merugikan.