Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN DENGAN CEDERA KEPALA BERAT

OLEH : NI PUTU MARLINA 1002105047

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2013

A K!"#$% D&#&' P$"(&)*+ 1 P$"",$'+*&" Cedera kepala adalah trauma mekanik pada kepala yang terjadi baik secara langsung atau tidak langsung yang kemudian dapat berakibat kepada gangguan fungsi neurologis, fungsi fisik, kognitif, psikososial, bersifat temporer atau permanent. (Irwana,2009 Cidera kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstiil dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak.(!udi,hendri,200" #enurut !rain Injury $ssosiation of $merica, cedera kepala adalah suatu kerusakan pada kepala, bukan bersifat congenital ataupun degeneratif, tetapi disebabkan oleh serangan%benturan fisik dari luar, yang dapat mengurangi atau mengubah kesadaran yang mana menimbulkan kerusakan kemampuan kognitif dan fungsi fisik.

E%*-$.*!/!,* &ecara global insiden cedera kepala meningkat dengan tajam terutama karena peningkatan penggunaankendaraan bermotor. '() memperkirakan bahwa pada tahun 2020 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab penyakit dan trauma ketiga terbanyak di dunia. *i $merika &erikat, kejadian cedera kepala setiap tahunnya diperkirakan mencapai +00.000 kasus. *ari jumlah tersebut, ,0- meninggal sebelum tiba di rumah sakit. .ang sampai di rumah sakit, "0- dikelompokkan sebagai cedera kepala ringan (C/0 , ,0- termasuk cedera kepala sedang (C/& , dan ,0- sisanya adalah cedera kepala berat (C/! . Insiden cedera kepala terutama terjadi pada kelompok usia produktif antara ,+122 tahun. /ecelakaan lalu lintas merupakan penyebab 2"-1+3- dari insiden cedera kepala, 20-12"- lainnya karena jatuh dan 3-1 9- lainnya disebabkan tindak kekerasan, kegiatan olahraga dan rekreasi (Irwana,2009 .

E+*!/!,* a. /ecelakaan 4alu 4intas /ecelakaan lalu lintas adalah dimana sebuah kenderan bermotor bertabrakan dengan kenderaan yang lain atau benda lain sehingga menyebabkan kerusakan atau kecederaan kepada pengguna jalan raya . b. 5atuh #enurut /!!I, jatuh didefinisikan sebagai (terlepas turun atau meluncur ke bawah dengan cepat karena gra6itasi bumi, baik ketika masih di gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah. c. /ekerasan #enurut /!!I, kekerasan didefinisikan sebagai suatu perihal atau perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik pada barang atau orang lain (secara paksaan .

&elain itu penyebab lain terjadinya trauma kepala (&melt7er, 200,822,09 4ong,,99:8203 , antara lain 8 , ;rauma tajam /erusakan terjadi hanya terbatas pada daerah dimana merobek otak, misalnya tertembak peluru atau benda tajam 2 3 ;rauma tumpul /erusakan menyebar karena kekuatan benturan, biasanya lebih berat sifatnya Cedera akselerasi <eristiwa gonjatan yang hebat pada kepala baik disebabkan oleh pukulan maupun bukan dari pukulan 2 + : > " /ontak benturan (=onjatan langsung ;erjadi benturan atau tertabrak sesuatu objek /ecelakaan lalu lintas 5atuh /ecelakaan industri &erangan yang disebabkan karena olah raga <erkelahian

M$)&"*#.$ 0$-$'& #ekanisme cedera % trauma kepala, meliputi 8 a $kselerasi 5ika benda bergerak membentur kepala yang diam, misalnya pada orang yang diam kemudian dipukul atau dilempar. b *eselerasi 5ika kepala bergerak membentur kepala yang diam, misalnya pada kepala yang terbentur. c *eformitas <erubahan atau kerusakan pada bagian tubuh yang terjadi akibat trauma, misalnya adanya fraktur kepala, kompresi, ketegangan atau pemotongan pada jaringan otak.

4 P&+!1*#*!/!,* <ada cedera kepala, kerusakan otak dapat terjadi dalam dua tahap yaitu cedera primer dan cedera sekunder. Cedera primer merupakan cedera pada kepala sebagai akibat langsung dari suatu ruda paksa, dapat disebabkan oleh benturan langsung kepala dengan suatu benda keras maupun oleh proses akselerasi1deselerasi gerakan kepala ( =ennarelli, ,99: dalam Israr dkk, 2009 . <ada trauma kapitis, dapat timbul suatu lesi yang bisa berupa perdarahan pada permukaan otak yang berbentuk titik1titik besar dan kecil, tanpa kerusakan pada duramater, dan dinamakan lesi kontusio. $kselerasi1deselerasi terjadi karena kepala bergerak dan berhenti secara mendadak dan kasar saat terjadi trauma. <erbedaan densitas antara tulang tengkorak (substansi solid dan otak (substansi semi solid menyebabkan tengkorak bergerak lebih cepat dari muatan intra kranialnya. !ergeraknya isi dalam tengkorak memaksa otak membentur permukaan dalam tengkorak pada tempat yang berlawanan dari benturan (countrecoup ((ickey, 2003 dalam Israr dkk,2009 . /erusakan sekunder terhadap otak disebabkan oleh siklus pembengkakan dan iskemia otak yang menyebabkan timbulnya efek kaskade, yang efeknya merusak otak. Cedera sekunder terjadi dari beberapa menit hingga beberapa jam setelah cedera awal. &etiap kali jaringan saraf mengalami cedera, jaringan ini berespon dalam pola tertentu yang dapat diperkirakan, menyebabkan berubahnya kompartemen intrasel dan ekstrasel. !eberapa perubahan ini adalah dilepaskannya glutamin secara berlebihan, kelainan aliran kalsium, produksi laktat, dan perubahan pompa natrium pada dinding sel yang berperan dalam terjadinya kerusakan tambahan dan pembengkakan jaringan otak. ?euron atau sel1 sel fungsional dalam otak, bergantung dari menit ke menit pada suplai nutrien yang konstan dalam bentuk glukosa dan oksigen, dan sangat rentan terhadap cedera metabolik bila suplai terhenti. Cedera mengakibatkan hilangnya kemampuan sirkulasi otak untuk mengatur 6olume darah sirkulasi yang tersedia, menyebabkan iskemia pada beberapa daerah tertentu dalam otak ( 4ombardo, 2003 .

K/&#*1*)&#* C$-$'& )$%&/& -*2&,* .$"3&-*: a. Cedera /epala terbuka 4uka kepala terbuka akibat cedera kepala dengan pencahnya tengkorak atau luka penetrasi. !esarnya cedera kepala pada tipe ini ditentukan oleh 6elositas, masa dan bentuk dari benturan. /erusakan otak juga dapat terjadi jika tulang tengkorak menusuk dan masuk ke dalam jaringan otak dan melukai durameter saraf otak, jaringan sel otak akibat benda tajam% tembakan. Cedera kepala terbuka memungkinkan kuman pathogen memiliki abses langsung ke otak b. Cedera /epala ;ertutup !enturan cranium pada jaringan otak didalam tengkorak ialah goncangan yang mendadak. *ampaknya mirip dengan sesuatu yang bergerak cepat, kemudian serentak berhenti dan bila ada cairan dalam otak cairan akan tumpah. Cedera kepala tertutup meliputi8 komusio (gegar otak , kontusio (memar , dan laserasi (!runner @ &uddarth, 200,9 4ong,,990 c. !erdasarkan ;ingkat /eparahan !iasanya Cedera /epala berdasarkan tingkat keparahannya didasari atas =C&. *imana =C& ini terdiri dari tiga komponen yaitu 8 0eaksi membuka mata (A 0eaksi membuka mata #embuka mata spontan !uka mata dengan rangsangan suara !uka mata dengan rangsangan nyeri ;idak membuka mata dengan rangsangan nyeri ?ilai 2 3 2 ,

0eaksi berbicara 0eaksi Berbal ?ilai + 2 3 2 ,

/omunikasi 6erbal baik, jawaban tepat !ingung, disorientasi waktu, tempat dan ruang *engan rangsangan nyeri keluar kata1kata /eluar suara tetapi tak berbentuk kata1kata ;idak keluar suara dengan rangsangan apapun

0eaksi =erakan lengan % tungkai 0eaksi #otorik ?ilai : + 2 3 2 ,

#engikuti perintah #elokalisir rangsangan nyeri #enarik tubuhnya bila ada rangsangan nyeri 0eaksi fleksi abnormal dengan rangsangan nyeri 0eaksi ekstensi abnormal dengan rangsangan nyeri ;idak ada gerakan dengan rangsangan nyeri

*engan =lasgow Coma &cale (=C& , cedera kepala dapat diklasifikasikan menjadi 8 a. Cedera kepala ringan ?ilai =C&8 ,31,+, kehilangan kesadaran kurang dari 30 menit. *itandai dengan nyeri kepala, muntah, 6ertigo dan tidak ada penyerta seperti pada fraktur tengkorak, kontusio%hematoma

b. Cedera kepala sedang

?ilai =C&8 91,2, kehilangan kesadaran antara 30 menit C 22 jam, dapat mengalami fraktur tengkorak dan disorientasi ringan (bingung c. Cedera kepala berat ?ilai =C&8 31", hilang kesadaran lebih dari 22 jam, meliputi8 kontusio serebral, laserasi, hematoma dan edema serebral ((udack dan =allo, ,99: 4 G$3&/& )/*"*# <erubahan kesadaran, letargi, hemiparese, ataksia, cara berjalan tidak tegap, kehilangan tonus otot. <erubahan tekanan darah atau normal (hipertensi , perubahan frekuensi jantung (bradikardi, takikardia, yang diselingi dengan bradikardia disritmia . <erubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis . Inkontinensia kandung kemih atau usus atau mengalami ganggua fungsi. #untah atau mungkin proyektil, gangguan menelan (batuk, air liur, disfagia <erubahan kesadaran bisa sampai koma. <erubahan status mental (orientasi, kewaspadaan, perhatian, konsentrasi, pemecahan masalah, pengaruh emosi atau tingkah laku dan memori . <erubahan pupil (respon terhadap cahaya simetris de6iasi pada mata, ketidakmampuan mengikuti. /ehilangan penginderaan seperti pengecapan, penciuman dan pendengaran, wajah tidak simetris, refleks tendon tidak ada atau lemah, kejang, sangat sensitif terhadap sentuhan dan gerakan, kehilangan sensasi sebagian tubuh, kesulitan dalam menentukan posisi tubuh. 'ajah menyeringai, respon pada rangsangan nyeri yang hebat, gelisah tidak bisa beristirahat, merintih. <erubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiper6entilasi , nafas berbunyi, stridor, terdesak, ronchi, mengi positif (kemungkinan karena aspirasi . Draktur atau dislokasi, gangguan penglihatan, kulit 8 laserasi, abrasi, perubahan warna, adanya aliran cairan (drainase dari telinga atau hidung (C&& , gangguan kognitif, gangguan rentang gerak, tonus otot hilang, kekuatan secara umum mengalami paralisis, demam, gangguan dalam regulasi tubuh. $fasia motorik atau sensorik, bicara tanpa arti, berbicara berulang C ulang. #erasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan. Cemas,delirium, agitasi, bingung, depresi, dan impulsif.

#ual, muntah, mengalami perubahan selera. /ehilangan kesadaran sementara, amnesia seputar kejadian, 6ertigo, sinkope, tinitus,kehilangan ketajamannya, pendengaran. <erubahan dalam penglihatan,seperti diplopia, kehilangan sebagian lapang pandang, fotopobia,

gangguan pengecapan dan penciuman. &akit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda, biasanya lama. <ada kontusio, segera terjadi kehilangan kesadaran, pada hematoma, kesadaran mungkin hilang, atau bertahap sering dengan membesarnya hematoma atau edema intestisium. 0espon pupil mungkin lenyap atau segera progresif memburuk. <erubahan prilaku, kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik timbul dengan segera atau secara lambat. (ematoma epidural dimanifestasikan dengan awitan yang cepat. (ematoma ini mengancam hidup dan dikarakteristikkan dengan detoriorasi yang cepat, sakit kepala, kejang, koma dan hernia otak dengan kompresi pada batang otak. (ematoma subdural terjadi dalam 2" jam cedera dan dikarakteristikkan dengan sakit kepala, agitasi, konfusi, mengantuk berat, penurunan tingkat kesadaran, dan peningkatan ;I/. (ematoma subdural kronis juga dapat terjadi.

<erubahan ukuran pupil (anisokoria ;riad Cushing (denyut jantung menurun, hipertenai, depresi pernapasan
Apabila meningkatnya tekanan intracranial, terdapat pergerakan atau posisi

abnormal ekstrimitas

P$'-&'&5&" (&", #$'*", -*+$.6)&" a. Apidural (ematoma ;erdapat pengumpulan darah di antara tulang tengkorak dan duramater akibat pecahnya pembuluh darah % cabang C cabang arteri meningeal media yang terdapat di duramater, pembuluh darah ini tidak dapat menutup sendiri karena itu sangat berbahaya. *apat terjadi dalam beberapa jam sampai ,12 hari. 4okasi yang paling sering yaitu di lobus temporalis dan parietalis. =ejala1 gejala yang terjadi8 penurunan tingkat kesadaran, nyeri kepala, muntah, hemiparesis, dilatasi pupil ipsilateral, pernapasan dalam cepat kemudian dangkal irreguler, penurunan nadi, peningkatan suhu. b. &ubdural (ematoma ;erkumpulnya darah antara duramater dan jaringan otak, dapat terjadi akut dan kronik. ;erjadi akibat pecahnya pembuluh darah 6ena % jembatan 6ena yang biasanya terdapat diantara duramater, perdarahan lambat dan sedikit. <eriode akut terjadi dalam 2" jam C 2 hari atau 2 minggu dan kronik dapat terjadi dalam 2 minggu atau beberapa bulan. ;anda1tanda dan gejalanya adalah 8 nyeri kepala, bingung, mengantuk, menarik diri, berfikir lambat, kejang dan udem pupil. <erdarahan intracerebral berupa perdarahan di jaringan otak karena pecahnya pembuluh darah arteri9 kapiler9 6ena. ;anda dan gejalanya8 nyeri kepala, penurunan kesadaran, komplikasi pernapasan, hemiplegia kontra lateral, dilatasi pupil, perubahan tanda1tanda 6ital. c. <erdarahan &ubarachnoid <erdarahan di dalam rongga subarachnoid akibat robeknya pembuluh darah dan permukaan otak, hampir selalu ada pad cedera kepala yang hebat. ;anda dan gejala 8 ?yeri kepala, penurunan kesadaran, hemiparese, dilatasi pupil ipsilateral dan kaku kuduk

P$.$'*)#&&" 1*#*) )bser6asi dan pemeriksaan fisik ,. /eadaan umum 8 4emah, gelisah, cenderung untuk tidur 2. ;;B 8 &uhu, nadi, tensi, 00, =C& a. <ernafasan ( !, 8 !reathing 1 1 1 (idung 8 (idung simetris , atau terdapat fraktur *ada 8 !entuk simetris kanan kiri, retraksi otot bantu pernafasan, ronchi *i seluruh lapangan paru, batuk produktif, irama pernafasan, nafas dangkal. Inspeksi 8 Inspirasi dan ekspirasi pernafasan, frekuensi, irama, gerakan cuping hidung, terdengar suara nafas tambahan bentuk dada, batuk Palpasi 8 <ergerakan asimetris kanan dan kiri, taktil fremitus raba sama antara kanan dan kiri dinding dada Perkusi 8 $danya suara1suara sonor pada kedua paru, suara redup pada batas paru dan hepar. Auskultasi 8 ;erdengar adanya suara 6esikuler di kedua lapisan paru, suara ronchi dan wee7ing. b. /ardio6askuler ( !2 8 !leeding Inspeksi 8 !entuk dada simetris kanan kiri, denyut jantung pada ictus cordis , Palpasi 8 Drekuensi nadi%(0, tekanan darah, suhu, perfusi dingin, berkeringat Perkusi 8 &uara pekak Auskultasi 8 Irama reguler, sistole%murmur, bendungan 6ena jugularis, oedema

c. <ersyarafan ( !3 8 !rain /esadaran, =C& /epala 8 !entuk o6ale, wajah tampak miring ke sisi kanan

#ata 8 /onjungti6a tidak anemis, sklera tidak icteric, pupil isokor, gerakan bola mata mampu mengikuti perintah.

#ulut 8 /esulitan menelan, kebersihan penumpukan ludah dan lendir, bibir tampak kering, terdapat afasia.

4eher 8 ;ampak pada daerah leher tidak terdapat pembesaran pada leher, tidak tampak perbesaran 6ena jugularis, tidak terdapat kaku kuduk.

d. <erkemihan1eliminasi urine ( !2 8 !ledder Inspeksi 8 5umlah urine, warna urine, gangguan perkemihan tidak ada, pemeriksaan genitalia eksternal, jamur, ulkus, lesi dan keganasan. Palpasi 8 <embesaran kelenjar inguinalis, nyeri tekan. Perkusi 8 ?yeri pada perkusi pada daerah ginjal.

e. <encernaan1eliminasi al6i ( !+ 8 !owel Inspeksi 8 #ulut dan tenggorokan tampak kering, abdomen normal tidak ada kelainan, keluhan nyeri, gangguan pencernaan ada, kembung kadang1kadang, terdapat diare, buang air besar perhari. Palpasi 8 (epar tidak teraba, ginjal tidak teraba, anoreksia, tidak ada nyeri tekan. Perkusi 8 &uara timpani pada abdomen, kembung ada suara pekak pada daerah hepar. Auskultasi 8 <eristaltik lebih cepat. $bdomen 8 ;idak terdapat asites, turgor menurun, peristaltik ususnormal. 0ektum 8 0ectal to see

f. ;ulang1otot1integumen ( !: 8 !one

/emapuan pergerakan sendi 8 /esakitan pada kaki saat gerak pasif, droop foot, kelemahan otot pada ekstrimitas atas dan bawah. /ulit 8 'arna kulit, tidak terdapat luka dekubitus, turgor baik, akral kulit.

P$.$'*)#&&" -*&,"!#+*)8%$"6"3&", a. <emeriksaan laboratorium $=* 8 untuk mengetahui adanya masalah 6entilasi atau oksigenasi perdarahan sub arakhnoid. /imia elektrolit darah 8 mengetahui ketidakseimbangan yang berperan dalam peningkatan ;I/ atau perubahan mental. b. 0adiology C; &can (tanpa atau dengan kontras mengidentifikasi adanya hemoragik, menentukan ukuran 6entrikuler, pergeseran jaringan otak. #0I 8 sama dengan C; &can $ngiografi serebral 8 menunjukkan kelainan sirkulasi serebral, seperti pergeseran jaringan otak akibat edema, pendarahan, trauma. AA= 8 untuk memperlihatkan keberadaan atau berkembangnya gelombang patologis. &inar E 8 untuk mendeteksi adanya perubahan struktur tulang ( fraktur , pergeseran struktur dari garis tengah ( karena perdarahan adanya fragmen tulang. !$A08 #engoreksi batas fungsi corteks dan otak kecil <A;8 #endeteksi perubahan akti6itas metabolisme otak &creen ;oFicologi8 Gntuk mendeteksi pengaruh kanan intrkrani obat sehingga menyebabkan penurunan kesadan. #yelogram 8*ilakukan untuk menunjukan 6ertebrae dan adanya bendungan dari spinal aracknoid jika dicurigai. ;horaF E ray 8Gntuk mengidentifikasi keadaan pulmo. c. Dungsi lumbal 8 C&&, dapat menduga kemungkinan adanya perdarahan sub arakhnoid. d. $!=s8 #endeteksi keberadaan 6entilasi atau masalah pernapasan (oksigenisasi jika terjadi peningkatan tekanan intracranial

e. &creen ;oFicologi8 Gntuk mendeteksi pengaruh kanan intrkrani obat sehingga menyebabkan penurunan kesadan. f. <emeriksaan fungsi pernafasan8 #engukur 6olume maksimal dari inspirasi dan ekspirasi yang penting diketahui bagi penderita dengan cidera kepala dan pusat pernafasan (medulla oblongata . 9 T5$'&%5( P$"&+&/&)#&"&&" <enatalaksanaan saat awal trauma pada cedera kepala selain dari factor mempertahankan fungsi $!C (airway, breathing, circulation dan menilai status neurologis (disability, eFposure , maka factor yang harus diperhitungkan pula adalah mengurangi iskemia serebri yang terjadi. &elain itu perlu pula dikontrol kemungkinan tekanan intracranial yang meninggi disebabkan oleh edema serebri. &ekalipun tidak jarang memerlukan tindakan operasi, tetapi usaha untuk menurunkan tekanan intracranial ini dapat dilakukan dengan cara menurunkan <aC)2 dengan hiper6entilasi yang mengurangi asidosis intraserebral dan menambah metabolisme intraserebral. $dapun usaha untuk menurunkan <aC)2 ini yakin dengan intubasi endotrakeal, hiper6entilasi. Intubasi dilakukan sedini mungkin kepala klien yang koma untuk mencegah terjadinya <aC)2 yang meninggi. <rinsip $!C dan 6entilasi yang teratur dapat mencegah peningkatan tekanan intracranial. <enangan khususnya pada klien dengan C/! yang mengalami perdarahan atau hematom di kepala baik pada bagian A*( maupun &*( dilakukan tindakan trepanasi. ;repanasi%kraniotomi adalah suatu tindakan membuka tulang kepala yang bertujuan mencapai otak untuk tindakan pembedahan definitif. Apidural (ematoma (A*( adalah suatu perdarahan yang terjadi di antara tulang dan lapisan duramater. /ontusio berat obser6asi dan tirah baring, dilakukan pembersihan % debridement dan sel1sel yang mati (secara bedah terutama pada cedera kepala terbuka Gntuk cedera kepala terbuka diperlukan antibiotika untuk mencegah terjadinya infeksi *ilakukan metode1metode untuk menurukan tekanan intracranial termasuk pemberian diuretic dan anti inflamasi 4akukan pengkajian neurologik a. Dungsi serebral ( kesadaran, orientasi, memori, bicara b. ;;B ( ;*, nadi

c. Dungsi motorik dan sensorik /aji adanya cedera lain, terutama cedera ser6ikal. 5angan memindahkan pasien sampai kemungkinan cedera ser6ikal telah disingkirkan % ditangani. ;inggikan kepala tempat tidur sampai 30 derajat jika tidak terdapat cedera ser6ikal. <antau adanya komplikasi a. <antau ;;B dan status neurologist dengan sering b. <eriksa adanya peningkatan ;I/ c. <eriksa adanya drainase dari hidung dan telinga.

10 K!.%/*)&#* a. K!.& <enderita tidak sadar dan tidak memberikan respon disebut coma. <ada situasi ini, secara khas berlangsung hanya beberapa hari atau minggu, setelah masa ini penderita akan terbangun, sedangkan beberapa kasus lainya memasuki 6egetati6e state atau mati penderita pada masa 6egetati6e statesering membuka matanya dan mengerakkannya, menjerit atau menjukan respon reflek. 'alaupun demikian penderita masih tidak sadar dan tidak menyadari lingkungan sekitarnya. <enderita pada masa 6egetati6e state lebih dari satu tahun jarang sembuh 2 S$*:6'$ <ederita yang mengalami cedera kepala akan mengalami sekurang1kurangnya sekali sei7ure pada masa minggu pertama setelah cedera. #eskipun demikian, keadaan ini berkembang menjadi epilepsy c. I"1$)#* Daktur tengkorak atau luka terbuka dapat merobekan membran (meningen sehingga kuman dapat masuk. Infeksi meningen ini biasanya berbahaya karena keadaan ini memiliki potensial untuk menyebar ke sistem saraf yang lain

- K$'6#&)&" #&'&1 Cedera pada basis tengkorak dapat menyebabkan kerusakan pada ner6us facialis. &ehingga terjadi paralysis dari otot1otot facialis atau kerusakan dari saraf untuk pergerakan bola mata yang menyebabkan terjadinya penglihatan ganda $ H*/&","(& )$.&.%6&" )!,"*+*1 !erfikir, akal sehat, penyelesaian masalah, proses informasi dan memori merupakan kemampuan kognitif. !anyak penderita dengan cedera kepala berat mengalami masalah kesadaran 11 P'!,"!#*# <ragnosa pasien cedera kepala akan lebih baik bila penatalaksanaan dilakukan secara tepat dan cepat. <asien meninggal karena beberapa factor yakni 8 <rolog hipoksia dan hipotensi, herniasi otak, komplikasi 1 komplikasi sistemik.

B K!"#$% D&#&' A#65&" K$%$'&;&+&" 1 P$",)&3*&"


a. Data subjektif :

Identitas (pasien dan keluarga%penanggung jawab meliputi8 ?ama, umur,jenis kelamin, suku bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, alamat, dan hubungan pasien dengan keluarga%pengirim . /eluhan utama8 !agaimana pasien bisa datang ke ruang gawat darurat, apakah pasien sadar atau tidak, datang sendiri atau dikirim oleh orang lainH 0iwayat cedera, meliputi waktu mengalami cedera (hari, tanggal, jam , lokasi%tempat mengalami cedera. #ekanisme cedera8 !agaimana proses terjadinya sampai pasien menjadi cedera. Allergi (alergi 8 $pakah pasien mempunyai riwayat alergi terhadap makanan (jenisnya , obat, dan lainnya.

Medication (pengobatan 8 $pakah pasien sudah mendapatkan pengobatan pertama setelah cedera, apakah pasien sedang menjalani proses pengobatan terhadap penyakit tertentuH Past Medical History (riwayat penyakit sebelumnya 8 $pakah pasien menderita penyakit tertentu sebelum menngalami cedera, apakah penyakit tersebut menjadi penyebab terjadinya cederaH Last Oral Intake (makan terakhir 8 /apan waktu makan terakhir sebelum cederaH (al ini untuk memonitor muntahan dan untuk mempermudah mempersiapkan bila harus dilakukan tindakan lebih lanjut%operasi. Event Leading Injury (peristiwa sebelum%awal cedera 8 $pakah pasien mengalami sesuatu hal sebelum cedera, bagaimana hal itu bisa terjadiH

P$",)&3*&" ABCD FGH $I0'$. Cek jalan napas paten atau tidak $da atau tidaknya obstruksi misalnya karena lidah jatuh kebelakang, terdapat cairan, darah, benda asing, dan lain1lain. *engarkan suara napas, apakah terdapat suara napas tambahan seperti snoring, gurgling, crowing. !0A$;(I?=

/aji pernapasan, napas spontan atau tidak =erakan dinding dada simetris atau tidak Irama napas cepat, dangkal atau normal <ola napas teratur atau tidak &uara napas 6esikuler, whee7ing, ronchi $da sesak napas atau tidak (00 $danya pernapasan cuping hidung, penggunaan otot bantu pernapasan ?adi teraba atau tidak (frekuensi nadi ;ekanan darah &ianosis, C0; $kral hangat atau dingin, &uhu ;erdapa perdarahan, lokasi, jumlah (cc ;urgor kulit *iaphoresis 0iwayat kehilangan cairan berlebihan /esadaran 8 composmentis, delirium, somnolen, koma =C& 8 AB# <upil 8 isokor, unisokor, pinpoint, medriasis $da tidaknya refleks cahaya 0efleks fisiologis dan patologis /ekuatan otot

CI0CG4$;I)?

*I&$!I4I;.

AE<)&G0A $da tidaknya deformitas, contusio, abrasi, penetrasi, laserasi, edema 5ika terdapat luka, kaji luas luka, warna dasar luka, kedalaman #onitoring jantung (sinus bradikardi, sinus takikardi &aturasi oksigen $da tidaknya indikasi pemasangan kateter urine, ?=; <emeriksaan laboratorium

DIBA I?;A0BA?;I)?

=IBA C)#D)0; $da tidaknya nyeri /aji nyeri dengan < 8 <roblem I 8 Iualitas%Iuantitas 0 8 0egio & 8 &kala ; 8 ;ime ( , &$#<4A /eluhan utama #ekanisme cedera%trauma ;anda gejala Dokus pemeriksaan pada daerah trauma /epala dan wajah

( 2 (A$* ;) ;)A

D*&,"!#& K$%$'&;&+&" </ 8 <eningkatan ;I/ 0isiko $spirasi berhubungan dengan penurunan kesadaran /etidakefektifan <ola ?apas berhubungan dengan hiper6entilasi ditandai dengan klien mengalami sesak napas, klien menggunakan pernapasan cuping hidung 0isiko &yok berhubungan dengan (ipoksia

0esiko Infeksi berhubungan dengan trauma jaringan ?yeri $kut berhubungan dengan iskemina serebral ditandai dengan nyeri kepala hebat =angguan perfusi jaringan serebral b.d penurunan aliran darah ke otak d.d odema otak.

R$"0&"& T*"-&)&" ;erlampir

DAFTARPUSTAKA

$merican College of &urgeon Committee on ;rauma. 2002. Cedera /epala. *alam 8 Advanced Trauma Life Support fo octors. Ikatan $hli !edah Indonesia. /omisi trauma I/$!I. ;urner *$. ,99: !eurological evaluation of a patient "it# #ead trauma. *alam 8 ?eurosurgery2nd edition. ?ew .ork8 #c=raw (ill, ,99:

Irwana ). (2009 $edera %epala .Daculty of #edicine Gni6ersitas of 0iau <ekan !aru. )nline.http8%%yayanakhyar.files.wordpress.com%2009%0+%cederaJkepalaJfilesJofJdrs medJfkur.pdf (diakses pada tanggal ,2 desember 20,3 !rain Injury $ssociation of $merica. ;ypes of !rain Injury. (ttp8%%www.biausa.org Kdiakses ,2 desember 20,3L !ickley, 4ynn &. 200". &uku Saku Pemeriksaan 'isik dan (i"ayat %ese#atan &ates . Adisi +. A=C, 5akarta. Carpenito, 4ynda 5uall. 200>. &uku Saku iagnosis %epera"atan. Adisi ,0. A=C, 5akarta. *oenges #.A. 2000. (encana Asu#an %epera"atan) Pedoman *ntuk Perencanaan dan Pendokumentasian Pera"atan Pasien. Adisi 3 . A=C. 5akarta. (udak @ =allo, ,99:. %epera"atan %ritis) Pendekatan Holistik, Bolume 2, A=C, 5akarta. &jamsuhidajat, 0. 'im de 5ong. ,99>. &uku Ajar Ilmu &eda#. Adisi 0e6isi. A=C, 5akarta. &melt7er, &.C dan !are, !.=. 2002. &uku Ajar %epera"atan Medikal &eda# &runner + Suddart#. 5ilid &atu. Adisi /edelapan. 5akarta 8 A=C