Anda di halaman 1dari 125

Spesifikasi Teknis

3.

SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN PIPA

3.1 PENGADAAN PIPA DAN PERLENGKAPANNYA 3.1.1 Pengadaan Pipa PVC 3.1.1.1 Umum Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan dan menyertakan semua pipa dan fitting, valve, coupling, meter, mur, baut, gasket, material penyambung dan bahan pelengkap sebagaimana dirinci dalam Daftar Kualitas dan Bahan atau dalam gambar / drawing. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan perpipaan dari semua material sebagaimana dirinci disini dan ditunjukkan dalam daftar kuantitas bahan. Semua pipa, fitting, valve dan perlengkapan lainnya harus sesuai dengan untuk pemakaian di daerah tropis, beriklim lembab dan bersuhu udara 32C. Tekanan kerja normal tidak akan lebih dari 8 bar dan uji tekanan di lapangan tidak lebih dari 10 bar. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan suatu affidavit (Sertifikat Jaminan Barang) dari pabrik pembuat yang

menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Penyedia Jasa Pengadaan juga harus menyampaikan tentang laporan hasil uji kimiawi dan fisik yang telah dilakukan di pabrik dan berlaku untuk semua jenis barang. Referensi Standard Referensi pada standard dalam dokumen lelang ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai jenis dan kualitas material yang diminta. Semua material yang ditawarkan harus produksi dalam negeri dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Bila ternyata belum ada SNI untuk produk tertentu atau belum dibuat di dalam negeri, maka yang ditawarkan dapat menggunakan standard

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-1

Spesifikasi Teknis lain, dengan syarat bahwa kualitas keseluruhan sekurangkurangnya sama dengan apa yang ditetapkan dalam dokumen lelang ini. Semua material yang dikirim harus seratus persen baru (bukan material bekas), dalam keadaan baik dan memenuhi syarat spesifikasi teknis yang ditentukan. Barang atau peralatan yang di produksi di dalam negeri atau berasal dari luar negeri dan sudah diatur dalam SNI maka barang/peralatan tersebut wajib memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Bilamana jenis barang atau peralatan tersebut belum diatur dalam Standar Nasional Indonesia, maka barang atau peralatan tersebut harus memiliki standar-standar sebagai berikut : ISO International for Standardization

Organization JIS BS DIN Japanesse Industrial Standard British Standard Deutsche Industrie Norm American Water Works Association American Society for Testing and Materials American National Standard Institute.

AWWA ASTM ANSI -

Bahan Pipa dan Fitting Untuk pipa dan fitting yang telah dapat dibuat di dalam negeri maka Penyedia Jasa Pengadaan harus melampirkan surat dan pabrik untuk izin penggunaan Sll / SNI yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan dapat menunjukkan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun. Bahan pipa yang ditawarkan dapat berlainan dengan bahan pipa yang tercantum dalam dokumen lelang ini, dengan syarat bahwa pipa yang ditawarkan mempunyai kualitas keseluruhan yang sekurang-kurangnya sama dengan apa yang tercantum dalam dokumen lelang ini. Dalam hal bahan pipa yang ditawarkan berbeda dengan apa yang tercantum dalam dokumen lelang ini, peserta pelelangan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-2

Spesifikasi Teknis harus menyertakan gambar-gambar detail junction (gambar detail penyembungan pipa) disertai dengan jumlah dan

spesifikasi dari tiap material yang ditawarkan. Seluruh pipa dan fitting yang ditawarkan harus dapat digunakan di daerah tropis dengan temperatur air yang mengalir antara 15-35 derajat Celcius dan pH antara 6 sampai dengan 8. Seluruh pipa dan fitting pipa akan ditanam didalam tanah kecuali untuk hal-hal khusus yang membutuhkan lain. Tekanan Kerja / Working Pressure Tekanan kerja dari pipa minimal 100 m kolom air atau 10 kg/cm2 (SNI 06-0084-1987 dan SN! 03-6419-2000) dan tekanan pengujian minimal 2 (dua) kali tekanan kerja pipa. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyertakan dari tanda bukti pipa hasil yang

pemeriksaan ditawarkan.

tekanan

kerja

pipa/fitting

Bila dianggap perlu, atas permintaan Direksi Pengawas Penyedia Jasa Pengadaan harus dilakukan pengujian kekuatan tekanan kerja pipa/fitting pipa di lapangan pada pipa/fitting pipa yang dikirim ke lapangan atas biaya Rekanan. Jumlah pipa/fitting pipa yang akan diuji di lapangan akan ditentukan kemudian oleh Direksi Pengawas. Bila ternyata hasil pengujian tersebut tidak sesual dengan spesifikasi ini, maka Penyedia Jasa Pengadaan harus menggantinya dengan yang baru sampai memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan.

3.1.1.2 Pipa PVC dan Fitting 1 Standard Material yang digunakan adalah yang memenuhi standard dengan panjang efektif tidak lebih dan 6 meter. Pipa yang ditawarkan harus buatan pabrik yang telah mendapat izin untuk penggunaan SNI yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian. Setiap pipa harus mempunyai tanda/cap pada bagian luar yang menunjukkan diameter

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-3

Spesifikasi Teknis nominal, kelas, nama pabrik pembuat dan trade mark. Standar lain yang digunakan sesuai peruntukannya adalah : SNI 06-2548-1991 Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC untuk Air Minum dengan Jangka Sorong. SNI 06-2549-1991 Metode Pipa Pengujian PVC untuk Kekuatan Air Minum

terhadap Hidrostatik. SNI 06-2550-1991 Metode Dinding Minum. SNI 06-2551-1991 Metode Pengujian Bentuk dan Pengujian Pipa PVC Ketebalan untuk Air

Sifat Tampak Pipa PVC untuk Air Minum SNI 06-2552-1991 SNI 06-2553-1991 Metode Pengambilan Contoh Uji Pipa PVC untuk Air Minum Metode Pengujian Perubahan

Panjang Pipa PVC untuk Air Minum dengan Uji Tungku SNI 06-2554-1991 Metode Pipa Pengujian Ketahanan

PVC untuk Air Minum

terhadap Metilen Khlorida SNI 06-2555-1991 Metode pada SNI 06-2556-1991 Pengujian Pipa Kadar PVC

PVC Air

Minum

dengan THF Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC untuk Air Minum dengan Pita Meter SNI 06-2558-1991 Spesifikasi Simbol Gambar Sistem Penyediaan Air dan Sistem

Drainase di dalam tanah. SNI 03-6419-2000 Spesifikasi Pipa PVC bertekanan berdiameter 110 - 315 mm untuk Air Bersih. SK SNI S-20-1990-03 Spesifikasi Pipa PVC untuk Air

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-4

Spesifikasi Teknis Minum RSNIT-17-2004 Tata Cara Pengadaan,

Pemasangan dan Pengujian Pipa PVC untuk Penyediaan Air Minum. 3.1.1.3 Kelas Bila tidak disebutkan dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity), yang digunakan adalah jenis pipa PVC dengan tekanan nominal 10 kg/cm2 menurut standard SHI yang berlaku dan mempunyai panjang efektif 6 meter. Ketebalan minimum dinding pipa dan outside diameter

mengikuti tabel berikut :

Tabel 5.1 Diameter Luar Pipa Polyvinyl Chloride (PVC)

Nominal Diameter ( mm 50 ) 65 80 100 125 150 200 250 300

Rata-rata Diameter Luar ( mm 63 ) 75 90 110 140 160 200 250 315

Tabel 5.2 Diameter Luar dan Ketebalan Dinding Pipa Polyvinyl Chloride (PVC) Seri Pipa Tebal Dinding Nominal (mm) S 10 50 75 2.4 3.6 S12,5 2.0 2.9

Nominal Diameter ( mm )

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-5

Spesifikasi Teknis 90 110 125 160 200 250 315 4.3 5.3 6.0 7.7 9.6 11.9 15.0 3.5 4.2 4.8 6.2 7.7 9.9 12.1

3.1.1.4 Sambungan 1. Push On Rubber Ring Joint Kecuali ditentukan lain, sambungan harus dari jenis push-on rubber ring. Pipa tersebut harus mempunyai bell pada satu ujungnya dan polos pada ujung yang lain dibavel dengan sudut kurang lebih 15 derajat. Pipa harus diberi tanda garis petunjuk pemasangan pada permukaan luarnya. Fitting harus dari jenis yang dispesifikasikan dan

mempunyai ujung jenis beil. 2. Sleeve Coupling Sleeve coupling dan adaptor harus didesain khusus untuk penyambungan pipa PVC dan cocok dengan diameter luar pipa PVC. 3. Ring Karet dan Gasket Ring karet yang digunakan untuk sambungan push-on dan gasket untuk penyambungan mekanikal fitting dari ductile iron atau besi tuang dan untuk sambungan flange harus dari styrene butadiene rubber atau karet sintetis lain yang tepat untuk pipa air minum. 4. Sambungan Solvent Cement Kecuali ditentukan lain, pipa PVC dengan diameter nominal 40 mm dan lebih kecil dapat disambung dengan

menggunakan

pelarut sebagai perekat sesuai dengan

standar pabrik. Bila digunakan sambungan solven cement

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-6

Spesifikasi Teknis ini, Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan solvent cement sesuai dengan rekomendasi pabrik ditambah dengan imbuhan 10%. 5. Sambungan tersebut harus mampu menahan resultante pergerakan memanjang akibat dari perubahan suhu pipa sebesar 50C tanpa mengganggu kekedapan terhadap air. 6. Adaptor Adaptor harus terbuat dari ductile iron atau dari besi tuang dan terdiri atas flange pada satu ujungnya dan socket (atau bell) pada sambungan fleksibel baik dengan mekanikal maupun push-on. 7. Fitting Fitting sambungan harus sesuai dengan standar SNI-00841987 dan bila tidak disebutkan dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) maka sistem sambungan menggunakan sistem rubber ring joint. Semua fitting direncanakan mempunyai tekanan kerja 1.23 mpa (12.4 kg/cm2) Kecuali ditentukan lain, semua fitting harus dari jenis injection molded atau heat process (pencetakan atau proses panas) dan didesain dengan karakteristik dan kekuatan yang sama dengan pipa yang disambung. Bila fitting yang dispesifikasikan bukan terbuat dari PVC maka harus dari besi tuang ductile (Ductile Cost Iron ). Bell and Flange yang dispesifikasikan harus mempunyai flange pada satu ujungnya dan push-on bell satu sambungan jenis mekanikal pada ujung yang lain. Tee dengan cabang flange, jika dispesifikasikan, harus berupa ujung-ujung dengan push-on dan ujung pipa cabang dengan flange. Permukaan luar fitting tersebut harus dilapisi lapisan pelindung dari bahan bitumen, yaitu coal tar atau aspheltic base, yang mempunyai ketebalan kering tidak kurang dari 0,3 mm. Permukaan dalam dari fitting tersebut harus dilapisi epoxy atau coal tar epoxy yang dipakai

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-7

Spesifikasi Teknis untuk lining harus dari bahan yang tepat untuk pipa air minum dan dilengkapi sertifikati dari instansi yang berwenang (pblic health authorities). Baut dan mur yang akan dipakai untuk flange dan sambungan mekanikal harus dari baja yang digalvanis. 3.1.1.5 Pengujian "Quality Assurance" (Jaminan Kualitas) Pengujian quality assurance sesuai dengan persyaratan berikut harus cukup mewakili unit yang disuplai sesuai kontrak. Pengguna harus diijinkan untuk mengunjungi tempat pembuatan untuk menyaksikan test/pengujian tersebut. 3.1.1.6 Pengujian Tekanan Hidrostatis Pengujian tekanan harus dilakukan pada semua pipa dan fitting dan memenuhi standar SNI 06-2549-1991. Setiap pipa harus diuji untuk dapat menahan tekanan pengujian hidrostatis pada tekanan paling sedikit 42 N/mm1 3.1.1.7 Pengujian Lain Pengujian lainnya seperti flattering test, toksisitas, tekanan terus menerus dan lain-lain harus dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.

3.1.1.8 Valve 1. Umum Penyedia Jasa Pengadaan harus melengkapi valve sesuai dengan yang dibutuhkan dan menurut standar yang disetujui. Seluruh valve sesuai dengan ukuran yang disebutkan dan bila mungkin dari jenis atau model yang sama dan dikeluarkan oleh satu pabrik. Seluruh valve pada badan bagian luar harus tercetak asli dari pabrik dan dicor dengan huruf timbul yang dapat menunjukkan :

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-8

Spesifikasi Teknis Nama pemilik proyek Nama atau Merk Dagang Pembuatnya Tahun pembuatan (97 berarti 1997) Tekanan kerja Diameter nominal Arah panah aliran bila valve tersebut digunakan satu aliran Valve dengan diameter lebih kecil 50 mm tersebut dari brass/kuningan, bila tidak disebutkan lain, kecuali untuk handwheel tersebut dari besi tuang atau besi tempa atau jenis sambungan dari

sambungan ulir. Ulir valve harus sesuai dengan ISO 7/1 "Pipa threads where pressure tight joint are made in the thread" Valve dengan diameter 50 mm keatas menggunakan sambungan sistem dengan flange dan terbuat dari cast iron/besi tuang. Ketebalan flange harus ditentukan berdasarkan

tekanan kerja seperti yang dispesifikasikan dan sesuai dengan standard internasional yang diakui. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyerahkan desain atas permintaan Pengguna Barang. Bila tidak disebutkan dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) maka seluruh Valve harus dibuat khusus untuk menerima tekanan kerja minimal 10 bar dan untuk flange harus mempunyai dimensi sesuai dengan standard ISO 2531. Seluruh unit yang beroperasi harus didesain untuk pembukaan berlawanan arah jarum jam dan searah jarum jam untuk penutupan. Tanda panah harus tertera untuk menunjukkan arah rotasi untuk perhitungan

membuka atau menutup valve. Semua lubang/bukaan sambungan pipa harus ditutup untuk mencegah masuknya benda-benda asing, Harga penawaran valve sudah termasuk perlengkapan untuk penyambungan seperti gasket, mur, baut dan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3-9

Spesifikasi Teknis ring untuk satu sisi flange dengan imbuhan 10%. Besar dan ukuran perlengkapan tersebut disesuaikan dengan spesifikasi teknis dari flange valve, mur, baut dan ring dikirim dalam keadaan bukan material bekas dan sudah tergalvanis dengan merata dan baik. Ketebalan gasket minimal 3 mm terbuat dari karet sintetis. Petunjuk pengoperasian valve harus disertakan

seperti maksimum force pada hardwheel, engkol (crank), T-bar dan perlengkapan lain sehingga tidak menimbulkan kesulitan pada operator. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyertakan besarnya maksimum torque yang dibutuhkan untuk setiap valve yang dikirim. Coating seluruh permukaan logam seperti badan valve, flange, surface box dan lain-lain yang

terkontak dengan air bersih atau tanah harus dilapisi dengan non toxic coalter epoxy, enamel, bitumen atau bahan lain yang sama dan disetujui oleh Direktur Pengawas. Permukaan harus bersih, kering dan bebas dari kotoran sebelum digunakan. Coating dengan cara penyemprotan harus dilakukan di pabrik. Ketebalan minimum coating setelah kering + 400 microns (16 mils). Material yang berkontak dengan air harus harus dari jenis non toxic sedangkan bahan yang dapat larut tidak boleh digunakan. Petunjuk operasi (operating manual) harus disediakan sebanyak 6 (enam) set untuk setiap jenis valve dan perlengkapannya dan dalam bahasa Indonesia. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyertakan

sertifikat dari pabrik yang menerangkan bahwa setiap valve telah memenuhi persyaratan yang diminta dalam spesifikasi ini. 2. Gate Valve Bila tidak disebut dalam Volume Pekerjaan (Bill of

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 10

Spesifikasi Teknis Quantity), maka gate valve yang ditawarkan adalah gate valve dari jenis "Non Rising Stem". Valve harus memenuhi standar "Gate Valve for Water and Other Liquids" (AWWA C 500) atau standar internasional lain yang sama atau yang lebih tinggi kualitasnya dan didesain khusus untuk tekanan kerja Penawaran gate valve adalah berikut hand wheel harus dilengkapi dengan kunci T (Tee Key) minimal satu buah dan maksimum saw untuk sebap 20 buah yang seukuran. Tee key tersebut diengkapi dengan pendongkel tutup surface boxlstreet cover dan terbuat dari baja ST 40 yang telah digalvanis. Bila dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) diperlukan extension spindle maka material tersebut terbuat dari baja ST 40 yang telah digalvanis. Harga penawaran extension spindle sudah termasuk potongan pipa PVC untuk melindungi extension spindle tersebut dari urugan tanah. Badan dari gate valve, hand wheel/cap terbuat dari besi tuang kelabu atau bahan dengan kualitas lebih tinggi. Badan gate valve harus terbuat dari besi (iron body) dengan dudukan dari logam perunggu, tangkai valve jenis non-rising dan dengan katup yang solid (solid wedge gate). Valve harus cocok untuk pemasangan dengan posisi tegak (vertikal mounting). Valve harus dirancang unluk saluran air yang bebas hambatan yang mempunyai diameter tidak kurang dari diameter nominal valve apabila dalam posisi terbuka. Stuffing box harus terbuat dari bahan yang sama dengan badan valve seperti telah dispesifikasikan diatas dan harus dalam posisi terbuka. Tinggi dari stuffing box tidak boleh kurang dari diameter valve. Packing pada stuffing box harus terbuat dari asbes atau bahan lain yang sesuai dan disetujui Pengguna

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 11

Spesifikasi Teknis Barang. Packing dari hemp atau jute (rami) tidak boleh digunakan. 0-ring stem seal dapat digunakan atas persetujuan Pengguna Barang dan seal ini harus terdiri dari 2 (dua) buah 0-ring seal dan paling sedikit 1 (satu) buah ditempatkan di atas stem-collar dan dapat dilakukan penggantian dalam keadaan tekanan kerja penuh dimana valvenya dalam posisi terbuka penuh. Stem terbuat dari perunggu atau stainless steel. Body seat ring dan disk seat ring terbuat dari kuningan atau perunggu. Surface box untuk valve yang ditanam terbuat dari grey cast iron , rata dan tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh beban lalu lintas yang padat. Tutup harus disertakan pada surface box tersebut dan diberi cetakan "................................" pada

bagian atasnya. Joint antara tutup dengan badan tidak berupa engsel melainkan dihubungkan dengan baut. Ukuran surface box disesuaikan dengan masing-masing dimensi valve dan sudah dicoating dengan anti karat. Semua valve, kecuali ditentukan lain, harus

dilengkapi dengan mur (wrench nuts). 3. Katup Udara (Air Release Valve) Katup udara harus dapat beroperasi secara otomatis dan mengikuti hal-hal sebagai berikut: a. dapat melepaskan udara selama pengaliran air dalam pipa. b. dapat memasukkan udara selama penggelontoran. c. dapat melepaskan udara bila ada udara yang terjebak dalam pipa. d. dapat mencegah penutupan yang dini bila udara sedang dilepaskan, e. aman terhadap vakum.

Seluruh air valve dengan standard flange JIS-B2213. Setiap valve lengkap dengan mur, baut, ring dan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 12

Spesifikasi Teknis dudukan (stool). Ukuran sesuai dengan yang diberikan pada uraian pekerjaan. Badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron dan pelampung dari ebonit, stainlees steel atau Acrynolitrie Butediene Steel. Seluruh bagian yang bergerak terbuat dari stainlees steel, bronze atau ABS. Valve harus diuji dengan tekanan sebesar 1 bar diatas tekanan kerja dan tidak menunjukkan gejala

kebocoran. Juga tidak terjadi kebocoran bila tekanan minimum 0,1 bar. Penyedia barang harus menyediakan katup penutup (isolating valve) secara terpisah untuk setiap katup udara dengan jenis kupu-kupu (butterfly valve) dengan spesifikasi sebagai berikut: a. Setiap badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron dengan rubber seal, disc, valve shaft dan peralatan mekanisme operasional yang

mengikuti 'Standards for Rubber Seated Butterfly Valves (AWWA Designation C 504) atau standard Internasional lain yang disetujui yang sama atau leblh tinggi kualitasnya dari yang disebutkan. b. Setiap piringan (valve disc) harus dapat berputar dengan sudut 90 dari posisi terbuka penuh sampai tertutup. Sumbu perputaran valve harus horizontal. c. Mekanisme operasional harus terkait pada badan valve dan sesuai dengan standard AWWA C 504, d. Setiap mekanisme operasional harus dapat

dilepas untuk pengawasan dan perbaikan, e. Mekanisme operasional untuk pengoperasian

valve secara manual harus dapat mengunci sendiri sehingga tangga aliran air atau vibrasi tidak mengakibatkan piringan berpindah dari tempatnya semula.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 13

Spesifikasi Teknis f. Setiap valve didesain untuk tekanan melintang pada piringan {bila tertutup rapat) sama dengan rate tekanan pada pipa. g. Seluruh valve harus mengikuti Spesifikasi ini dan harus dapat membuka atau menutup bila tidak dioperasikan dalam periode yang lama. h. Badan valve dan flange terbuat dari cast iron dan mengikuti "Specification for Grey Iron Casting for Valves, Flanges and Pipe Fittings kelas B(ASTM Designation A 126) alau ductile iron (ASTM 536). Flange harus mengikuti standard JIS-8 2213. Dudukan valve harus dapat menjaga valve pada posisi yang seharusnya. Tipe air valve harus sesuai dengan spesifikasi di bawah ini yang tergantung pada ukuran pipa yang dipasang.

Tabel 5.3 Tipe Air Valve Berdasarkan Ukuran Pipa Ukuran Pipa (mm) 300 dan lebih kecil Diameter Nominal Air Valve (mm) mm dan lebih

Tipe Air Valve

Tipe dengan orifice 25 kecil / tunggal kecil

350 besar

dan

lebih Tipe dengan dua Orifice kombinasi atau 75 mm dan lebih

besar

1). Tipe air valve dengan lubang/orifice kecil Air valve dengan lubang kecil didesain untuk pengoperasian secara otomatis yang akan mengeluarkan udara yang terakumulasi

bertekanan pada saat aliran air dalam penuh. 2). Tipe air valve dengan dua lubang atau

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 14

Spesifikasi Teknis kombinasi Air valve dengan didesain dua lubang atau

kombinasi

untuk dioperasikan

secara otomatis, sehingga akan : a. Terbuka kurang pada dari kondisi bertekanan dan

tekanan atmosfer, banyak udara

menampung

selama

operasi pengurasan saluran pipa. b. Mengeluarkan menutup, banyak udara dan

pada saat air dalam kondisi

tekanan rendah, mengisi badan valve selama operasi pengisian. c. Tidak menutup aliran pada kondisi

kecepatan pembuangan udara tinggi, dan d. Mengeluarkan akumulasi udara

bertekanan pada kondisi aliran air penuh dalam pipa. 4. Ball Valve Auxiliary valve yang untuk tipe air valve dengan lubang tunggal kecil disebut ball valve. Ball valve memiliki dua lubang atau tipe kombinasi. Valve ini dikondisikan untuk tekanan kerja sebesar 0.98 Mpa (10.0 kg/cm2) dan memiliki ujung flange. Ball valve harus merupakan tipe non-lubricated dan terbuat dari bahan cast iron untuk badan valve dan bola, stainless steel harus dengan diberi

dudukan/bantalan.

Dudukan/bantalan

penguat dari teflon dan mudah diganti dilapangan tanpa menggunakan alat khusus. Tangkai/stem harus dibuat dari stainless steel. Teflon penguat digunakan untuk packing stem yang mudah diatur dan mudah diganti tanpa memindahkan valve dari jalur pipa pada saat kondisi normal. Setiap valve harus dilengkapi dengan kunci dari ductile cast iron pada tiap operasi. 5. Plug Valve Plug valve harus non-lubricated, plug dengan tipe resilient

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 15

Spesifikasi Teknis faced eccentric dengan badan valve yang terbuat dari cast iron. Plug cast iron berpegas harus dilapisi dengan chloroprene (neoprene) agar dapat kedap dari gelembung air. Valve juga dilengkapi dengan heavy duty

prelubricated bearing dari stainless steel atau perunggu. Tutup stem/tangkai terbuat dari karet cincin "0" atau multiple Buna - N Packing Rings. Pada saat packing ring digunakan, packing gland harus dapat dipasang tanpa harus

melepaskan bagian valve. 6. Check Valve Penyedia barang harus menyediakan check valve jenis Swing Check Valve / KlepTabok dengan sambungan flange. Bagian atasnya tertutup dengan flange buta (blankflange) yang dapat dibuka sewaktu-waktu bila

diperlukan. Pada bagian luar badan check valve harus terdapat cap (tercetak) yang dapat menunjukkan merk, atau dari pabrik mana yang membuatnya, besarnya

diameter, tekanan kerja, dan arah aliran air. Badan tutup atas dan cakram dari badan check valve terbuat dari besi tuang. Kedudukan untuk cakram terbuat dari Neophrene Synthetic Rubber yang berkualitas baik. Tekanan kerja dari check valve mampu menahan 10 kg/cm2. Check valve harus didesain sedemikian rupa sehingga piringan, dudukan, dudukan cincin dan bagian-bagian dalam lainnya yang mungkin perlu untuk perbaikan harus mudah diambil, mudah dipindahkan dan mudah diganti tanpa menggunakan peralatan khusus atau harus memindahkan valve dari jalurnya. Valve harus cocok untuk pengoperasian dalam posisi horizontal atau vertikal dengan aliran keatas dan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 16

Spesifikasi Teknis ketika terbuka penuh valve harus mempunyai daerah aliran bersih (a net-flow area) tidak kurang dari luas diameter nominal pipa dan ujung flange. 7. Gate Valve Perunggu (Bronze) Gate valve perunggu harus didesain dan dibuat sesuai dengan JIS B 2011 atau ketentuan lain yang disetujui. Tekanan kerja besarya 0.98 Mpa (10.0 kg/cm2). Valve harus dilengkapi dengan roda pemutar dan ujung berulir (sekrup). Valve dengan ukuran 80 mm atau lebih kecil mempunyai badan yang terbuat dari perunggu, sekrup bonnet (topi sekrup), gate valve memiliki solid wedge (baji), sekrup dalam dan tangkai pengungkit. Badan valve harus merupakan cetakan perunggu yang mengacu pada JIS H 5111, kelas 6 atau cetakan perunggu dengan daya rentang tidak kurang dari 196 N/mm2 (20 kg/m2). Piringan terbuat dari perunggu cetakan sesuai spesifikasi di atas atau dari kuningan yang mengacu pada AS H 3250, kelas C 3711 atau dari tembaga yang mempunyai daya rentang tidak kurang dari 314 N/mm2 (32 kg/m2). Stem/tangkai harus terbuat dari tembaga sesuai spesifikasi di atas. 3.1.2 Pengadaan Pipa Baja dan Perlengkapannya 3.1.2.1 Umum Semua pipa dan alat penyambung harus didisain untuk menerima tekanan kerja minimum sebesar 0.98 Mpa (10.0 kg/cm2) kecuali ditentukan lain. Referensi Standar lain yang digunakan adalah : SNI 07-0068-1987 Pipa Baja untuk konstruksi umum, mutu dan cara uji.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 17

Spesifikasi Teknis SNI 0039-1987 SNI 07-0242-1989 Pipa Baja Bergalvanis Pipa Baja tanpa kambuh, mutu dan cara uji. SNI 07-0822-1989 Baja Karbon strip canai panas untuk pipa. SNI 07-1338-1989 SNI 07-0949-1991 Baja karbon tempa. Pipa Baja coal-tar enamel lindung bagian luar SNI 07-1769-1990 Penyambung pipa air minum lapis

bertekanan dari besi yang kelabu. SNI 07-1969-1991 Pipa air minum bertekanan besi tuang kelabu, penyambung. SNI 07-2255-1991 SNI 07-2195-1991 SNI 07-2196-1991 SNI 07-3080-1991 Pipa Baja saluran air. Permukaan pipa flens, dimensi. Flensa pipa, toleransi dimensi. Pipa spigot dan socket dari besi

tuang modular untuk jaringan pipa bertekanan, bagian 2. SNI 07-3025-1992 Persyaratan las- Ketentuan Umum, Persyaratan servis untuk sambungan las. SNI 07-3026-1992 Las, untuk pertimbangan untuk

menjamin mutu struktur las. SNI 07-3027-1992 Faktor-faktor pertimbangkan yang harus di

dalam

penilaian

perusahaan yang menggunakan las sebagai cara utama pabrikasi. SNI 07- 3078-1992 SNI 07-3073-1992 Flensa logam - flensa besi tuang. Penyambung pipa baja tanpa pasuan berulir. SNI 07-6398-2000 Tata cara pelapisan epoksi cair

untuk bagian dalam dan luar pada pelapisan air dari baja SNI 07-3360-1994 Penyambung pipa baja & baja

paduan dengan las tumpu. SII 2527-90 Water Supply Steel Pipe

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 18

Spesifikasi Teknis ISO 7/1 Pipe Threads Where Pressuretight Joins are Made on The Threads ISO 1459 Metalic creating - Protection Against Corrosion by Hot Dip Galvanzing Guilding Principles ISO 1461 Metalic Coating Coating Hot-Dip Galvanized

on Fabricated Ferrous

Products Requirements ASTM A 283F Flow and Intermediate tensile

Strenght Carbon Steel Plates, Shapes and Bars ASTM A 570 Steel, Sheet and Strip, Carbon, Hot Rolled Structural Quality AWWA C 200 AWWA C 203 Steel Water Pipe 6 Inches and Larger Coal-Tar Protective Coatings and Linings for Steel Water Pipelines Enamel and Tape Hot Applied AWWA C 205 Cement Mortar Protective Lining

and Coating for Steel Water Pipe 4 Inches and Larger Shop Applied AWWA C 208 Dimensions for Steel Water Pipe Fittings. AWWA Manual M11 WWA C 210 Stell Pipe Design and Installation Liquid Epoxy Coating System for he Interior and Exterior Steel Water Pipe. JISG 3101 JIS G 3452 Rolled Steel for General Structure. Carbon Steel Pipes for Ordinary Piping JIS G 3457 JIS 8 2311 Arc Welded Carbon Steel Pipe. Steel Butt-Welding Pipe Fitting for Ordinary Use. JISG 3451 Fitting of Coating Steel Pipes for Water Service. JIS G 550 JIS G 5702 Spheroidal Graphite Iron Castings Blackheart Malleable Iron Castings

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 19

Spesifikasi Teknis JIS G 3445 Carbon Steel Tubes for Machine Structures Purposes JIS G 3454 Carbon Service JIS K 6353 Rubber Works. Goods Pipes for Water Steel Pipes for Pressure

3.1.2.2 Pipa Baja dan Fitting 1. Material dan Fabrikasi Pipa baja/steel harus dibuat dari pelat atau lembaran baja dan sambungannya menggunakan pengelasan tumpul (arcwelded) atau pengelasan listrik, dikerjakan di pabrik, dites dan dibersihkan. Lembaran atau pelat-pelat baja harus mempunyai batas keruntuhan minimum tidak kurang dari 226 N/mm2 (2300 kg/cm2) dan harus memenuhi standard berikut : SNI 07-0949-1989 Pelat baja carbon untuk uap dan bejana tekan. SNI 07-0822-1989 Baja karbon strip canai panas untuk pipa SNI 07-1338-1989 Baja karbon tempa. ASTMA283, Grade D ASTMA570, Grade 33 JISG 3101, Class 2 JISG 3452, SGP JIS G 3457, STPY

Fabrikasi pipa baja harus sesuai dengan AWWA C 200 atau SNI-07-0822-1989 atau Sll 2527-90 atau JIS G 3452 dan JIS G 3457. Ketebalan dan lebar pengelasan harus cukup merata pada seluruh panjang pipa dan dibuat secara otomatis, kecuali atas persetujuan Pengguna Barang boleh dilakukan pengelasan manual dengan prosedur yang sesuai oleh tukang yang berpengalaman. Semua sambungan memanjang atau spiral dan sambungan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 20

Spesifikasi Teknis las keliling yang dibuat dipabrik harus dengan pengelasan sudut (butt welded). yang Banyaknya adalah pengelasan satu pabrik

maksimum

diizinkan

pengelasan

memanjang dan tiga pengelasan keliling untuk setiap batang pipa. Panjang setiap batang pipa adalah 6 (enam) meter atau kurang, kecuali ditentukan lain. Pengelasan memanjang harus dipasang berselang-seling pada sisi yang berlawanan untuk bagian yang berurutan. Tidak diizinkan adanya ring, pelat ataupun pelana (saddle) penguat baik pada bagian luar maupun pada bagian dalam pipa. 2. Dimensi Pipa Kecuali ditentukan lain, pipa dengan ukuran diameter nominal berikut ini harus mempunyai ukuran diameter luar dan ketebalan dinding minimum sebelum dilapisi pelindung dalam dan luar sebagai berikut:

Tabel 5.4 Diameter Luar dan Ketebalan Dinding Pipa Baja

Diameter Nominal 100 150 200 250 300 350 400

Diameter Luar (mm) 114.3 168.3 219.1 273.0 323.8 355.6 406.4

Ketebalan Dinding Minimum (mm) 4.5 5.0 5.8 6.6 6.9 6,0 6.0

3.

Fitting Semua fitting baja/steel harus dari bahan yang sama dan difabrikasi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pada Bagian 3.2 dan harus didisain dengan kekuatan yang sama dengan pipanya. Ring penguat atau saddle penguat dapat dipasang pada bagian luar bilamana perlu, sesuai dengan AWWA Manual M11 atau standar pembuatan yang dapat
3 - 21

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

Spesifikasi Teknis disetujui. Ketebalan dinding minimum dan diameter luar dinding fitting harus sesuai dengan persyaratan yang dispesifikasikan dalam Bagian 3.2 dan standar berikut ini: Fitting dengan diameter 125 mm atau lebih kecil : JIS B 2311 Fitting dengan diameter 150 mm atau lebih besar : JIS B 2311 (sampai dengan 500 mm) dan JIS G 3451. atau AWWA C 208. "Bend" yang mempunyai sudut defleksi sebesar 22.5 derajat dan lebih kecil harus terdiri dari dua potongan bend. Bend yang mempunyai sudut defleksi lebih besar dari 22.5 derajat sampai dengan 45 derajat harus difabrikasi dengan menggunakan tiga potongan bend. Bend yang mempunyai sudut defleksi lebih besar dari 45 derajat harus terdiri dari empat potongan bend.

3.1.2.3 Coating dan Linning (Lapisan Pelindung Luar dan Dalam) 1. Proteksi Bagian Luar a. Pemasangan Bawah Tanah Permukaan luar pipa dan fitting untuk pemasangan di bawah tanah harus dilapisi coal tar enamel dan dibalut dengan bonded double asbestos felt sebagaimana dispesifikasikan pada Appendix A, Sec. A1.2 dalam AWWA C 203. Lapisan primer dan coal tar enamel adalah sebagai berikut; Primer : Type B sesuai dengan bagian A.2.4 dari AWWA C.203 Coal Tar Enamel : Type I sesuai dengan bagian A.25. Table 1 dari AWWA C203. Konstruksi dari proteksi luar seperti diuraikan di atas harus terdiri dari berikut ini: Primer, Type B yang dispesifikasikan di atas Coal Tar enamel, Type I yang dispesifikasikan di

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 22

Spesifikasi Teknis atas, ketebalan lapisan kering 2,4 mm +/- 0,8 mm. Bonded asbestos felt Coal tar enamel, Type I sama seperti di atas, tebal kering lapisan 0,8 mm minimum. Bonded asbestos felt; dan Satu lapisan water resistant whitewash

Sistem pelindung luar lainnya yang menjamin kualitas yang sama atau lebih dari pada yang dispesifikasikan di atas dapat diterima atas persetujuan Engineer tetapi segala sistem proteksi yang menggunakan polyethylene tape tidak diperkenankan. b. Pemasangan di Atas Tanah Semua pipa dan fitting yang akan digunakan sebagai jembatan dan terpapar di luar/dapat terlihat langsung, harus dicat di pabrik dengan lapisan primer dan lapisan pertama (first coat) yang sesuai dengan susunan berikut ini : Persiapan permukaan : SSPC-SP-6 atau SP-3 Primer: Etchin primer, ketebalan minimum lapisan kering 20 mikron. Lapisan pertama : Read lead atau lead suboxide primer, ketebalan lapisan kering 35 mikron. Persiapan permukaan harus dilakukan sesuai dengan yang diisyaratkan oleh Steel Structure Painting Council, USA dan kelas yang disebutkan di atas, Primer dan Etching Primer, Class 2. Lapisan pertama harus sesuai dengan JIS K 5622, Read Lead Anticorrosive Paint, Class 1 atau JIS K 5623, LeadSuboxide Anticorrosive Paint, Class 1 atau sesuai dengan persetujuan Pengguna Barang. 3.1.2.4 Lapisan Pelindung Dalam

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 23

Spesifikasi Teknis 1. Umum Semua pipa dan fitting untuk pemasangan dibawah tanah harus diberi lapisan dalam dan adukan semen (cement mortar) atau epoxy atau coal tar epoxy sesuai dengan AWWA C.210. Semua jalur pipa diatas tanah harus menggunakan epoxy atau coal tar epoxy sebagai lapisan dalam sesuai dengan AWWA C.210. Semua bahan lapisan pelindung luar dan dalam yang kontak langsung sertifikat dengan yang air bersih dikeluarkan harus dilengkapi lengan oleh lembaga kesehatan

masyarakat yang berwenang untuk penggunaan pada air minum. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyerahkan sertifikat cat yang menjamin persyaratan untuk saluran air minum.

2.

Lapisan Adukan Semen (Cement Mortar Lining) Lapisan adukan semen harus sesuai dengan AWWA C.205 atau standar internasional lainnya yang disetujui dengan kualitas yang sama atau lebih tinggi dari pada standar yang telah disebutkan diatas. Lapisan adukan semen tersebut harus mempunyai ketebalan yang sama kecuali pada sambungan atau pada bagian dinding pipa yang terputus. Ujung dari lapisan harus dibiarkan menyudut dan lurus kearah sumbu memanjang pipa. Ketebalan lapisan harus mengikuti tabel dibawah ini. Tabel 5.5 Ketebalan Cement Mortar Lining ( mm ) Ketebalan Lining (m) 6 8 Toleransi untuk ujung pipa -1.6 to + 3.2 - 1.6 to + 3.2

100 sampai 250 300 sampai 600

3.

Sistem Lapisan Epoxy Atau Coal Tar Epoxy

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 24

Spesifikasi Teknis Sistem pelapisan dengan epoxy dan coal tar epoxy harus sesuai dengan AWWA C.210 dan dilaksanakan di pabrik. Sistem tersebut terdiri dari sebagai berikut: a. Sistem pelapisan dengan epoxy

i. ii.
b.

Satu lapisan liquid two part chemically cured rust inhibitive epoxy primer Satu lapisan atau lebih liquid two part epoxy finish coat yang tidak mengandung coal tar.

Sistem pelapisan dengan coal tar epoxy

i. ii.

Satu lapisan liquid two part chemically cured rust inhibitive epoxy primer Dua lapisan dari two part coal tar epoxy finish coat.

Primer dan finish coat harus berasal dari pabrik yang sama. Sistem pelapisan epoxy ini dapat juga terdiri dari dua atau lebih lapisan dengan epoxy yang sama tanpa menggunakan primer tersendiri. Sistem altematif ini harus memenuhi persyaratan AWWA C.210 dan lapisan pertama dan sistem altematif ini dianggap sebagai lapisan primer. Ketebalan lapisan kering total dari kedua sistem pelapisan tidak boleh kurang dari 400 mikron dan lebih kecil dari 600 mikron. 3.1.2.5 Pelapisan Coating dan Lining Pada Ujung Pipa 1. Ujung Rata / Datar Spesifikasi pelapisan/coating harus dikupas/cutback

sebesar 370 mm, Lining yang sesuai spesifikasi diperpanjang sampai ujung pipa. Ujung pipa dan permukaan luar, lebih dari 370 mm dari ujung pipa harus di cat dengan epoxy atau coal tar epoxy seperti yang dispesifikasikan pada bagian 7.3.1. Proteksi Bagian Luar. Plat baja ringan (mild steel) dari sambungan ikatan (bonding terminal) pada ujung datar harus dibuat pada seperti digambarkan. Untuk proteksi katodik yang dipasang pada perpipaan air bersih dari baja yang ditanam dalam tanah. Ukuran dari plat adalah panjang 50 mm, lebar 30
Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 25

Spesifikasi Teknis mm dan ketebalan 5 mm. 2. Ujung Bevel Lining dan coating harus dikupas/cutback seperti

dispesifikasikan di bawah ini :

Tabel 5.6 Spesifikasi Lining dan Coating Nominal (mm) Cutback Coating Cutback Tar Epoxy (mm) 80 350 400 - 700 100 150 80 80 Lining Mortar (mm) 3 1 31

Bagian yang dikupas harus dicat dengan primer seperti dispesifikasikan pada sub bagian sebelumnya. Detail dari coating dan lining pada ujung bevel.

3.

Ujung Flange Untuk ujung flange tidak perlu pengupasan lining atau coating. Seluruh permukaan dari flens harus dicat dengan epoxy atau coal tar epoxy seperti dispesifikasikan pada 7.3.1 Proteksi Bagian Luar, Bagian 7.3.2 Lapisan Pelindung Luar dan Lapisan Dalam.

4.

Coating dan Lining Untuk Pipa-Pipa Khusus dan Fitting Semua bagian luar dan bagian dalam permukaan dari pipa dan fitting khusus berikut ini harus dicat dengan epoxy atau coal tar epoxy seperti dispesifikasikan pada bagian 7.3.1 Proteksi Bagian Luar, Bagian 7.3.2 Lapisan Pelindung Luar dan Lapisan Dalam (Coating dan Lining) ;

Double Flange Short Piece digunakan untuk air valve assembly Short Piece digunakan untuk valve assembly Flange dan spigot digunakan untuk valve assembly Blank Flange

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 26

Spesifikasi Teknis

5.

Lapisan Pelindung Sambungan a. Umum Lapisan pelindung luar pada sambungan digunakan sebagai proteksi terhadap korosi pada semua

sambungan pipa dengan pengelasan di lapangan dan tertanam di dalam tanah dan harus diselubungi oleh lembaran yang tahan panas-susut (heat shrinkable sleeve or sheet). Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan lapisan sambungan (coal) sesuai dengan spesifikasi dan

memasukkannya kedalam Bill of Quantity. Bahan lapisan sambungan kulit ini harus mencukupi untuk menutup permukaan yang harus dilindungi dan

memasukkan tambahan (allowance) 20 %. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyerahkan perincian dari volume bahan tersebut. b. Selubung atau Lembaran Tahan Panas-Susut (Heat Shrinkable Sleeve Or Sheet) Selubung atau lembaran bahan tahan panas-susut harus terdiri dari lapisan luar dan dalam. Lapisan luar menggunakan cross linked polyethylene dan lapisan dalam butyl rubber based adhesive. Panjang selubung tersebut tidak boleh kurang dari 600 mm dan ketebalan lapisan minimum luar dan lapisan dalam sebelum susut adalah sebagai berikut: Tabel 5.7 Ketebalan Minimum Lapisan Luar dan Lapisan Dalam Pipa Diameter Pipa (mm) < = 350 400 Ketebalan Minimum Lapisan Dalam (mm) 0.6 0.9 KetebaLan Minimum dan Lapisan Luar (mm) 0.6 0.6

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 27

Spesifikasi Teknis 450 1.2 0.6

Karakteristik fisik tapisan luar dan lapisan dalam adalah sebagai berikut : Karakteristik Fisik Lapisan Luar Spesific gravity (min) Kekuatan Tarik : - circumferential (Min, N/mm2) : 17.7 (JIS K 6760) - axial (Min., N/mm2) Elongasi : - circumferential (Min.,N/mm2): - axial (Min.,N/mm2) Identification hardness (Min.,Shore D) Dielectric Strenght (Min., kV/mm) Volume Resistivity (Min., Ohm-cm) Shrinkage* - circumferential (Min.,N/mm2) : - circumferential (Min.,N/mm2) : 40 8 :1x10^14 (JISK6911) : 30 (JIS K6911) : 43 (JIS K 72150) : 250 (JIS K 6760) 500 (JIS K 6760) : 14.7 (JIS K 6760) : 0.91 (JIS K 112)

Catatan :

(.,)

menunjukkan standard dari metoda

pengetesan yang diterapkan Pada 200 derajad celcius untuk 20 menit.

Kriteria Fisik Lapisan Dalam Spesific Grafity (Min) : 1.0 7112) Consistency (Max) : 80 (JIS K 2220) (JIS K

Softening Point (Min degrees C) : 60 (JIS K 2207) Penetration (Max) : 90 (JIS K 2207)

Catatan : (.,) memperlihatkan standard dari metoda pengetesan yang diterapkan.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 28

Spesifikasi Teknis

Penyedia barang harus menyediakan 6 (enam) set perlengkapan heat-shrink flame. Setiap set

perlengkapan ini terdiri dari pembakar dengan nozzle, bak sebelum pembakaran dan stop valve, three-layer heavy duty hose, pengatur tekanan gas dengan pengukur tekanan dan lain sebagainya. Tiga (3) set tambahan dari pembakar dan pengatur tekanan gas harus juga disediakan. 6. Pengecatan Tanda (Marking) Semua pipa baja/steel dan fitting harus diberi tanda (marking) dengan jelas pada bagian tengahnya. Bahan cat tersebut harus dari long oil alkyd resin seperti berikut ini atau dari mutu yang setara. P.T. Dimet Indonesia ICI P.T. ICI Paint Indonesia NIPPON PAINT VYGARD 260 ICI SUPER STRUCTURE FINISH BODELAC 9000

P.T. Nippon Paint Indonesia ALKYD RESIN 7. Perlindungan Korosi Petrolatum (Petrolatum Corrosion Protection Tope) Perlindungan Korosi petrolatum harus dari Denso tape untuk perlindungan korosi dan harus terbuat dari kain tidak beranyam dari fiber sintetis yang menyerap dengan kandungan petrolatum, anorgenik tak aktif dan pengisi organik, serta pengawet organik. Bahan ini harus didesain untuk perlindungan korosi tinggi dan tahan lama dengan mengikat adhesif, insulasi elektris, insulasi air, tahan cuaca, tahan kimia, anti mikroorganisme dan lain - lain. Setelah petrolatum pelindung korosi digunakan,

permukaannya harus dilindungi dengan pita pembungkus kecuali ditentukan lain. Pita pembungkus harus berupa PVC adhesif atau material lain yang disetujui oleh Pengguna Barang. Pita pembungkus harus dari pabrik yang sama

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 29

Spesifikasi Teknis dengan pelindung korosi petrolatum. 8. Sambungan Fleksible dan Kopling a. Umum Semua sambungan fleksibel dan kopling didesain untuk tekanan kerja maksimum sebesar 0.98 Mpa (10.0 kg/cm2) kecuali ditentukan lain. b. Referensi Yang dipakai sebagai referensi adalah standar-standar berikut: 3.1.2.6 AWWA C 219 Bolted, Sleeve-Type Coupling for Plain-End Pipe JIS G 3101 Rolled Steel Pipes for Water Service JIS G 3443 Coating Steel Pipes for Water Service JIS G 3445 Carbon Steel Tubes for Machine Structure Purpose JIS G 3454 Carbon Steel Pipes for Pressure Service JIS G 5502 Spheroidal Graphite Iron Castings JIS G 5402 Blackheart Malleable Iron Castings JIS K 6353 Rubber Goods for Water Works Service

Sambungan Fleksibel Mekanikal Sambungan mekanikal fleksibel didesain untuk menerima gaya atau kombinasi gaya-gaya yang terjadi akibat pemuaian dan penyusutan, shear deflection, distorsi dan gaya-gaya lain pada jalur pipa. Sambungan mekanikal fleksibel harus setara dengan Closer Joint, Type CL-A yang diproduksi oleh Victaulic Company Japan Ltd, atau yang setara dan disetujui. 1. Persyaratan Desain Sambungan mekanikal fleksibel harus didesain dan dibuat untuk memenuhi kondisi operasi sebagai berikut: a. Pembebanan dari 2 (dua) meter ketebalan tanah (earth

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 30

Spesifikasi Teknis cover) dengan berat jenis 2.0 ton/m3 ditambah sebuah truk berat 20 ton. b. Lendutan geser minimum sebesar 100 mm. c. Persyaratan-persyaratan lain seperti di bawah ini:

Tabel 5.8 Persyaratan Desain Sambungan Mekanikal Fleksibel

Diameter Nominal (mm) 300 to 400 500 a 600 2.

Panjang Maksimum Peletakan 1600 1700

Minimum Ekspansi yang Diizinkan 230 270

Minimum Kontraksi yang Diizinkan 80 80

Bahan-Bahan dan Konstruksinya Sambungan fleksibel mekanikal terdiri dari slip pipes, pipa selubung, 2 (dua) ring karet dan housing (blok) dan lain lain, dan mempunyai flange pada kedua ujungnya. Setiap slip pipe merupakan tipe ring yang menerus dengan rangka penguat serta ujung flange. Slip pipes dan pipa selubung harus difabrikasikan dari lembaran atau pelat baja yang mempunyai batas keruntuhan sebesar 216 N/mm2 (2200 kg/cm2), sesuai dengan JIS G 3101 Class, JIS G 3454 STPG 370, atau yang setara. Rubber ring housing harus dibuat dari besi cor ductile sesuai dengan JIS G 5502 class 2 FCD 450, JIS G 5702 class 2 FCMB 310 atau setara. Ring karet harus dari styrene butadiene rubber (SBR). Karet bekas tidak boleh digunakan.

3.

Coating. Semua permukaan luar sambungan mekanikal, kecuali ditentukan lain, harus dilapisi primer seperti ditentukan dalam 3.5 kecuali permukaan slip pipe yang kontak langsung dengan air pengecatannya harus dilakukan sesuai dengan yang dispesifikasikan disini. Semua permukaan luar dan dalam mechanical flexible joint harus dilapisi sistem epoxy atau sistem coal tar epoxy sesuai dengan spesifikasi

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 31

Spesifikasi Teknis dalam 7.3.2.3 3.1.2.7 Sleeve Coupling 1. Umum Sleeve coupling harus menggunakan sleeve-type coupling yang dibaut untuk ujung pipa polos dan terdiri dari center sleeve, 2 (dua) buah gasket, 2 (dua) end ring, dan mur baut untuk pemasangan coupling. Semuanya harus didesain dan diproduksi sesuai dengan AWWA C.219 dan sesuai dengan standar pabrik serta mendapat persetujuan Pengguna Barang. 2. Bahan-Bahan dan Konstruksinya a. Center Sleeve Center sleeve ini harus berukuran sesuai dengan ukuran pipa dan fitting yang digunakan dan terbuat dari carbon steel atau besi ductile atau malleable cast iron (besi tuang) yang sesuai dengan atau lebih tinggi dari persyaratan dibawah ini.

Carbon Steel ASTM A 283 JISG 3101 BS4360 DIN 17100 Grade C Class 2 Grade 43 A RST36

Ductile Iron ASTM A 536 JIS G 5502 BS 2789 Grade 65-45-12 Class 2 FCD 45 Grade 420/12

Malleable Cast Iron ASTM A 47 JI5 C 57 02 BS 6681 DIN 1692 Grade 32510 or 35018 Class 3 FCMB 340 Grade B32-10 or W34-04 GTS 35 or GTS 4t

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 32

Spesifikasi Teknis Panjang Center Sleeve harus memenuhi

persyaratan berikut ini :

Tabel 5.9 Panjang Center Sleeve Diameter Nominal 12.5 50 65 250 300 450 b. Gasket Gasket harus terbuat dari karet sintetis, styrene butadiene rubber (SBR) yang divulkanisir dicetak (molded) sesuai dengan standar JIS K 6353 atau nitrile butadiene rubber (NBR) atau ethylene propylene diene monometer (EPDM). Karet bekas tidak diperkenankan untuk digunakan. c. End Rings / Ring Ujung End rings harus dibuat dari carbon steel atau besi ductile atau besi tuang {malleable cast iron) yang memenuhi atau lebih tinggi dari standar berikut: Panjang Min. Center Sleeve 89 102 127

Carbon Steel ASTMA 576 JISG 3101 BS 6681 DIN 17100 Grade 1020 Class 2 Grade 43 A RST36

Ductile Iron dan Malleable Cast Iron Sama dengan standard yang telah dispesifikasikan pada bagian sebelumnya 7.5.2.a. Center Sleeve.

d. Mur dan Baut Mur dan baut harus dibuat dari carbon steel yang memenuhi atau lebih tinggi dari persyaratan dari JIS G B101 Class 2. 3.1.2.8 Lapisan Coating

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 33

Spesifikasi Teknis a. Sarana di bawah tanah Permukaan luar dan dalam sleeve coupling harus dilapisi dengan special hot fusion bonded nylon coating yang memiliki ketebalan lapisan kering sebesar 150 mikron. Baut dan mur harus di galvanisir dan ditambah lapisan special nylon coating tersebut, sehingga ketebalan kering lapisan mencapai 75 mikron. b. Sarana di atas tanah Semua permukaan center sleeve harus dilapisi lapisan primer pada bagian luarnya dan sistem epoxy atau coal tar epoxy untuk pelapisan bagian dalamnya sesuai dengan yang ditentukan pada bagian 7.3.2.3. Semua permukaan end rings yang terlihat / terpapar harus dicat dengan lapisan primer seperti yang dispesifikasikan pada bagian 7.3.7. Semua mur dan baut harus dilapisi dengan lapisan galvanis. 3.1.2.9 Special Sleeve Couplings 1. Umum Special sleeve coupling harus didisain untuk penyambungan pipa berujung polos dari berbagai ukuran diameter luar dengan ukuran diameter nominalnya seperti diberikan dibawah ini, dan harus terdiri dari center sleeve, 2 (dua) buah end ring, 2 (dua) gasket serta mur dan baut untuk pemasangan coupling. Diameter luar yang diizinkan adalah sebagai berikut: Tabel 5.10 Diameter Luar dan Toleransinya

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 34

Spesifikasi Teknis

Diameter Nominal {mm} 50 80 100 150 200 250

Range diameter luar (mm) dan toleransinya (I) Min. - Max 60.2 + 1.0 63.0 + 0.6 88.9 + 1.0 98.0 + 2,2 110.0 + 0.6 118.0 + 1.7 160.0 + 0.6 170.0 + 1.2 200.0 + 0.6 222.0 + 0.9 250.0 + 0.6 273.0 + 0.7

2.

Konstruksi dan Bahan Center sleeve dan end ring harus dibuat dari malleable cast iron (besi tuang yang bisa ditempa) yang mengikuti standar JIS G 5702 Class 3 FCMB 340 atau BS 6681 Grade B32-10 atau bahan lain yang disetujui oleh Pengguna Barang. Mur dan baut harus dibuat dari carbon steel yang memenuhi atau lebih tinggi dari standar JISG 3101 Class 2. Gasket harus terbuat dari karet sintetis, styrene butadiene rubber (SBR) yang di vulkanisir dicetak (molded) sesuai dengan standar JiS K 6353 atau nitrile butadiene rubber (NBR) atau ethylene propylene diene monometer (EPDM). Karet bekas tidak diperkenankan untuk digunakan. Mur dan baut harus terbuat dari carbon steel yang memenuhi atau lebih dari persyaratan JIS G 3101 class 2. Permukaan luar dan dalam dari special sleeve coupling harus dilapisi dengan special hotfusion bonded nylon coating yang mempunyai ketebalan kering lapisan minimum sebesar 150 mikron. Mur dan baut harus diberi pengerjaan akhir (finish) dengan lapisan galvanis ditambah special nylon coating tersebut yang mempunyai ketebalan kering lapisan minimum sebesar 70 mikron.

3.1.2.10 Flange Insulasi

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 35

Spesifikasi Teknis Flange insulasi harus dipasang pada jalur pipa pada bagian dari jalur pipa yang bersebelahan dan terisolasi secara elektris, dan atau menyediakan alat untuk menjaga agar bagian yang bersebelahan pada potensial yang berbeda. Flange insulasi berkaitan dengan pengetesan tekanan hidrostatis yang dispesifikasikan untuk pipa. Ketahanan elektris diseberang sambungan insulasi tidak boleh kurang dari 50 megohms sebelum dan sesudah pekerjaan pengetesan hidrostatis. Range insulasi harus terdiri dari gasket dengan insulasi penuh baut serta mur yang diinsulasi oleh lapisan teflon dengan jumlah yang cukup, pembersih insulasi dan pencuci logam. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan pelindung korosi petrolatum dengan kuantitas yang cukup untuk digunakan pada semua Flange insula 3.1.3 Pengadaan Pipa Polietilena dan Perlengkapannya 3.1.3.1 Umum Semua pipa dan alat penyambung harus didisain untuk menerima tekanan kerja minimum sebesar 0.98 Mpa (10.0 kg/cm2) kecuali ditentukan lain. Referensi Standar lain yang digunakan adalah : SNI 06-4829-2005 SNI 19-6779-2002 Pipa polietilena untuk air minum Metoda pengujian perubahan

panjang pipa Polietilena SNI 06-4821-1998 Metode pengujian dimensi pipa polietilena untuk air minum IS0 4427 : 1996 Polyethylene pipes for water supply spesifications ISO 6964-1986 Polyolefin pipes and fittings Determination of carbon black content by calcinations pyrolysis

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 36

Spesifikasi Teknis Test method and basic

spesification ISO /TR 10837- 1991 Determination of the thermal stability of polyetilene for us in gas pipes and fitting's ISO 11420 : 1996 Method for the assesment of the degree of carbon black

dispersion in polyolefin pipes, fittings and compound's ISO 6259 71985 Pipe for polyethylene - Part 1 : Determination properties ISO 3126: 1974 Plastic pipe - measurement of dimension ISO 1167: 1996 Thermoplastic pipes for the of tensile

conveyance of fluids resistance to internal pressure Test

Method ISO 1133 : 1991 Plastic - Determination of the melt mass - flow rate (MFR) and rate ISO 2505 -1-1994 melt (MVR) volume flow

of thermoplastics pipe -

Thermoplastics

Longitudinal reversion - part 1 determination methods ISO 3607: 19977/E Tolerances diameters thickenesses AS / NZS 4130 : 97 Polyethylene pipes for pressure aplication ASTM D 3350 1999 Standard spesification on and outside wall

polyethylene plastics pipe and fittings material JIS 6762 - 1998 Double wall polyethylene pipes for water supply

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 37

Spesifikasi Teknis 3.1.3.2 Spesifikasi Teknis 1. Ovalitas Ovalitas pipa di pabrik setelah ekstrusi namun sebelum digulung harus sesuai dengan kelas N. Kelas N : a. Untuk diameter luar nominal < 75, toleransi sama dengan (0,008dn + 1) mm, dibulatkan menjadi 0,1 mm, dengan angka minimum 1,2 mm b. Untuk diameter luar nominal > 75 tetapi < 250, toleransi sama dengan 0,02dn, dibulatkan menjadi 0,1 mm c. Untuk diameter luar nominal > 250, toleransi

sama dengan 0,035dn, dibulatkan menjadi 0,1 mm Garis tengah minimum sebuah drum bagi pipa yang digulung harus 18 dn dan pipa jangan sampai menjadi kaku. Bagi pipa yang digulung, diperlukan peralatan untuk

penggulungan ulang 2. Panjang Pipa Panjang pipa bentuk batangan lurus atau gulungan tidak boleh kurang dari persetujuan antara pemasok dan

pengguna barang dengan toleransi 0,05 m. Diameter drum gulungan minimum harus 18 x dn. 3.1.3.3 Sifat Mekanik 1. Ketahanan Hidrostatik Pipa harus memenuhi persyaratan uji hidrostatik yang diberikan sebagaimana tabel dibawah ini

Tabel 5.11 Ketahanan Hidrostatik Pipa Tegangan uji (Mpa) Jenis Bahan 100 jam pada 20 C PE 100 PE 80 Catatan :
3 - 38
o

165 jam1) pada 80 C 5.5 4.6


o

1000 jam pada 80 oC 5.0 4.0

12.4 9.0

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

Spesifikasi Teknis
1)

Hanya kegagalan rapuh yang diperhitungkan pecah karena

rapuh (britte failure) pada kurang dari 165 jam adalah merupakan kegagalan. Jika pengujian dalaksanakan pada 165 jam ternyata gagal dalam bentuk kenyal (ductile), uji ulang supaya dilaksanakan pada tegangan yang lebih rendah. Tegangan uji yang baru, dan waktu kegagalan minimum yang baru supaya dipilih sebagaimana tabel dibawah

Tabel 5.12 Ketahanan Hidrostatik Pada Kekuatan Suhu 80C Kebutuhan Uji Ulang PE 80 Tegangan Mpa 4.6 4.5 4.4 4.3 4.2 4.1 4.0 Waktu kegagalan Min. (jam) 165 219 283 394 533 727 1000 Tegangan Mpa 5.5 5.4 5.3 5.2 5.1 5.0 PE 100 Waktu Kegagalan Min. (jam) 165 233 332 476 688 1000

2.

Kuat Tarik Nilai kuat tarik minimum harus 20 Mpa dan perpanjangan minimum harus 400 %, bila diuji pada suhu 20C

3.1.3.4

Sifat Fisik 1. Stabilitas Panas Waktu induksi untuk pengujian contoh yang diambil dari pipa PE minimum harus 20 menit jika diuji pada suhu 200C. Contoh yang diuji supaya diambil dari permukaan sebelah dalam pipa Nilai Perubahan Arah Panjang

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 39

Spesifikasi Teknis

Nilai perubahan arah panjang maksimum 3 % 3.1.3.5 Dimensi Pipa 1. Ketebalan Pipa Ketebalan diameter luar pipa harus mengacu kepada SNI 06-4829-2005 tentang pipa polietilena untuk air minum 2. Bahan Baku Pipa Bahan baku yang digunakan untuk membuat pipa

polietilena, harus merupakan bahan baku yang menyatakan layak digunakan untuk air minum yang dikeluarkan oleh pemasok bahan baku, hal tersebut dibuktikan dengan Certificate Badan Independen BODYCOTE 3.1.3.6 Sambungan Penyambungan pipa dapat dilakukan dengan cara pemanasan yaitu dengan menggunakan Butt Fusion dan sambungan

Elektrofusion, atau dengan Mechanical Joint. Penyambungan dengan menggunakan Butt Fusion dilakukan untuk pipa dengan diameter mulai dari 63 mm dengan ketebalan minimum 4,7 mm dengan SDR 13,6. Penyambungan dengan Mechanical Joint direkomendasikan untuk pipa dengan diameter 20 - 110 mm. Sedangkan dengan penyambungan dengan elektrofusion dapat digunakan untuk semua ukuran pipa.

3.1.3.7

Pengujian Pipa Acuan normatif untuk pengujian pipa polietilena adalah SNI 062552-1991 tentang metoda pengambilan contoh uji pipa PVC untuk air minum dan SNI 06-4821-1998 tentang metode pengujian dimensi pipa polietilena untuk air minum.

3.1.3.8

Penandaan Pipa Penandaan pada batang pipa, sekurang-kurangnya

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 40

Spesifikasi Teknis mencantumkan : Nama pabrik pembuat atau merek dagang Dimensi luar pipa Tekanan kerja nominal Jenis material yang digunakan Seri pipa Tanggal produksi

3.1.4 Pengadaan Pipa Ductile dan Perlengkapannya 3.1.4.1 Umum Referensi Standar yang digunakan adalah : 3.1.4.2 ISO 2531 BS 4772

Spesifikasi Teknis 1. Ketebalan Dinding Pipa

Tabel 5.13 Ketebalan Dinding Pipa Ductile

NOMINAL DIAMETER 80 100 150 200 250 300 350 400 450 500 600 700 800 900 1000 1200 1400 K=9 6.0 6.1 6.3 6.4 6.8 7.2 7.7 8.1 8.6 9.0 9.9 10.8 M, 12.6 13.5 15.3 17.1

KETEBALAN DINDING PIPA (mm) K = 12 7.0 7.2 7.8 8.4 9.0 9.6 10.2 10.8 11.4 12.0 13.2 14.4 15.6 16.8 18.0 20.4 22.8 K = 14 8.1 8.4 9.1 9.8 10.5 11.2 11.9 12.6 13.3 14.0 15.4 16.8 18.2 19.6 21.0 23.8 26.6
3 - 41

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

Spesifikasi Teknis 1600 1800 2000 Catatan : K = 9, K = 12, K = 14, untuk pipa untuk elbows untuk tees 18.9 20.7 22.5 25.2 27.6 30.0 29.4 32.2 35.0

2.

Panjang Pipa

Tabel 5.14 Panjang Pipa Ductile

NOMINAL DIAMETER 80 100 150 200 250 300 350 400 450 500 600 700 800 900 1000 1200 1400 1600

PANJANG PIPA (m) 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6 4-6

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 42

Spesifikasi Teknis 1800 2000 I 4-6 4-6

3.1.4.3

Tekanan Hidrostatic Tabel 5.15 Tekanan Hidrostatic DIAMETER DN 80 - DN 300 PIPA 50 bar 40 bar 32 bar 25 bar FITTING 25 bar 16 bar 10 bar 10 bar

DN 350 - DN 600 DN700 - DN 1000 DN 1100- DN 2000

3.1.4.4

Sistem Penyambungan Sistem penyambungan pipa ductile, dapat dilakukan dengan cara-cara, sebagai berikut : a. Push on joint

b. Mechanical joint c. Locking joint

3.2.

PERSIAPAN PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA 3.2.1 Lingkup Pekerjaan Kontraktor harus menyediakan peralatan pekerjaan sementara, tenaga kerja, dan bahan serta memobilisasikan yang diperlukan untuk

menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan cara yang baik, termasuk sambungan ke pipa induk yang ada, pengujian, penggelontoran (flushing), desinfeksi jalur pipa dan semua pekerjaan yang diperlukan untuk penyelesaian pemasangan pipa sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam spesifikasi teknis ini. Jika ada pekerjaan yang tidak tercakup dalam spesifikasi teknis ini

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 43

Spesifikasi Teknis akan dilakukan sesuai dengan cara yang telah digunakan untuk bidang teknis yang besangkutan di Indonesia dan menurut perintah direksi. Data hasil penyelidikan tanah yang telah dilakukan untuk lokasi jembatan pipa atau daerah sekitarnya disimpan oleh pemilik dan kontraktor akan diijinkan dan menelitinya di kantor proyek.

Semua penjelasan dalam persayaratan teknis ini khususnya yang bersifat teknis selalu berpedoman pada standar yang umum dipakai di indonesia. Semua standar yang digunakan, menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam hal belum diatur dalam SNI, standar yang digunakan merujuk kepada : AISI ANSI API ASTM AWWA DIN IEC ISO JIS KIWA NEMA PBI 71 SNI : : : : : : : : : : : : : American Iron and Steel Institute American National Standards Institute American Petrolium Institute American Society of Testing Material American Water Works Association Deutsche Institut fur Norming International Electrotecnical Commision International for Standardization Organization Japanese Industrial Standard Dutch Institute for the Testing of Water Supply Material National Electrical Manufactures's Assosiation Peraturan Beton Indonesia tahun 1971 Standar Nasional Indonesia

3.2.2 Penyerahan Gambar Kerja dan Gambar Pelaksanaan Jadwal pekerjaan dan gambar kerja harus diserahkan untuk disetujui oleh direksi sebelum pekerjaan dimulai Kontraktor harus membuat gambar pelaksanaan (as-built) yang digambar dengan skala yang sama dengan skala gambar perencanaan. Gambar pelaksanaan tersebut harus diserahkan selama pekerjaan berlangsung maupun setelah penyelesaian pekerjaan. Gambar tersebut harus memperlihatkan semua perlengkapan pipa

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 44

Spesifikasi Teknis (fitting/accessories) perubahan lain seperti pada arah jalur pipa, ruang valve (katup), lubang kontrol (manholes) ukuran pipa atau sejenisnya. Kesemuanya harus diperlihatkan dengan muka tanah pada bangunan permanen. adanya pengikatan terhadap

3.2.3 Tanda Papan Nama Kontraktor harus menyediakan memasang dan memelihara sejumlah tanda atau papan nama yang diperlukan sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi. Tanda atau papan nama tersebut nama pemilik dan kontraktor; nama proyek; dan juga lokasi yang menunjukan jalur pemasangan pipa dengan perkiraan lama pekerjaan dan juga perubahan arus lalu lintas dan sebagainya, semuanya dimaksud sebagai informasi kepada masyarakat luas. Papan nama harus dipasang di tempat yang telah ditentukan oleh direksi. Pada saat penyelesaian pekerjaan papan nama tersebut harus

disingkirkan. 3.2.4 Rambu-Rambu Lalu Lintas Dimana yang dipandang perlu, kontraktor harus menyediakan ramburambu (tanda-tanda) untuk keperluan lalu lintas yang dilewati. Ramburambu tersebut harus jelas untuk menjamin keselamatan lalu lintas. Bila pekerjaan harus memotong/menyeberangi jalan yang sibuk,

kontraktor harus melaksanakan secara bertahap dan apabila perlu dikerjakan pada malam hari. Biaya yang diperlukan untuk keperluan-keperluan tersebut, diatas harus sudah termasuk dalam kontrak. 3.2.5 Sumber Tenaga dan Penerangan Kontraktor harus menyediakan semua peralatan dan melakukan

pengaturan untuk pemakaian tenaga listrik serta penerangan yang perlu bagi pelaksanaan pekerjaan. Harus tersedia cukup penerangan sehingga

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 45

Spesifikasi Teknis semua pekerjaan dapat dilakukan secara wajar bila keadaan kurang cukup sinar matahari atau/pada saat malam hari.

3.2.6 Trase dan Elevasi Pipa 3.2.6.1 Biaya Pemeriksaan Pekerjaan Pemasangan Pipa Instansi yang berwenang atau direksi, akan memeriksa trase dan elevasi (ketinggian) jalur pipa pada gambar dan akan mematok (stake out) trase tersebut di lapangan. Kontraktor harus membayar sejumlah biaya untuk pemeriksaan dan pematokan tersebut kepada instansi yang berwenang. 3.2.6.2 Tanggung Jawab Kontraktor Kontraktor harus bertanggungb jawab agar persyaratan dasar untuk pipa induk diletakan dan dipasang pada jalur dan ketinggian yang ditetapkan dan dengan fitting, valve dan saluran pembuang pada lokasi yang ditentukan. Untuk maksud ini, kontraktor harus diminta membuat patok pekerjaan atau titik referensi atas biaya kontraktor sendiri. 3.2.6.3 Penyimpangan Akibat Bangunan Lain Apabila ditemukan hambatan yang tidak terlihat dalam rencana dan mempengaruhi pekerjaan sedemikian rupa, sehingga

diperlukan perubahan rencana, maka pemilik berhak untuk merubah rencana tersebut. Jika menurut direksi terjadi perubahan dalam rencana, yang menyebabkan perubahan volume pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor, maka perubahan volume pekerjaan tersebut akan dikerjakan sesuai dengan pasal yang berkaitan dengan hal tersebut dalam persyaratan umum. 3.2.6.4 Kedalaman Pipa Semua pipa harus dipasang pada kedalaman tanah sebagaimana yang telah ditentukan atau sebagaimana diminta direksi.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 46

Spesifikasi Teknis

3.2.7 Jalan Sementara 3.2.7.1 Umum Dalam hal jalan sementara harus dibuat sepanjang jalur pipa sesuai dengan kontrak, kontraktor harus melakukan tindakan sebagaimana penjelasan dibawah ini. Kontraktor harus

menyelidiki keadaan tanah sepanjang jalur, pekerasan, jalan sementara dan mengumpulkan data atau informasi tentang kondisi daerah tersebut pada musim kemarau dan musim penghujan. Dengan dasar informasi yang diperoleh tersebut, kontraktor harus memulai pengukuran topografi berdasarkan gambar perencanaan dan berada dibawah pengarahan direksi. Pekerjaan pembuatan jalan sementara harus mencakup

pekerjaan sebagai berikut : a. Pengukuran topografi sepanjang bentang trase pipa yang melalui pipa tersebut. Survey ditujukan untuk menetapkan lokasi tepat trase jalur pipa. Kontraktor harus

memperhatikan saran dan arahan dari instansi yang berwenang atau direksi, karena trase mungkin telah ditetapkan berdasarkan Rencana Tata Kota. b. Pekerjaan persiapan seperti pelebaran jalan lokal yang ada, pembongkaran dinding, pengamanan, kompensasi dan

pekerjaan lain yang diperlukan harus dilaksanakan sebelum dimulainya pekerjaan pemasangan pipa. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja yang diperlukan, peralatan dan bahan untuk membuat jatan sementara

sebagaimana telah ditentukan. 3.2.7.2 Pembuatan Jalan Sementara Pembuatan jalan sementara apabila menurut direksi diperlukan, harus dilakukan atau diatur dengan baik sebagai berikut:

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 47

Spesifikasi Teknis a. Bila tidak ditetapkan lain oleh direksi, pengupasan muka tanah yang ada dengan kedalaman tidak kurang 0,3 m dan lebar disesuaikan dengan kebutuhan atau sesuai

petunjuk direksi. b. Tanah bawah jalan (sub grade) terdiri dari lapisan tanah "tanah merah atau yang sejenis sesuai persetujuan

direksi" yang dipadatkan dengan baik dengan ketebalan minimum 0,5 m. c. Lapisan bawah dasar (sub base course) terdiri dari lapisan agregat yang dipadatkan dengan baik dengan ketebalan minimum 0,2 m dan juga diisi dengan kerikil. d. Perkerasan permukaan yang terbuat dari kerikil pasir dengan ketebalan minimum tidak kurang 0,1 m dipadatkan dan dirawat dengan baik sampai selesainya pekerjaan. Jika diperlukan perbaikan, kontraktor harus bertanggung jawab terhadap biaya perbaikan tersebut. 3.2.7.3 Pekerjaan Perbaikan Kembali Setelah penyelesaian pemasangan pipa, bila diperintahkan oleh direksi, jalan sementara tersebut harus dibongkar dan

dikembalikan seperti keadaan semula. Semua bahan yang tersisa harus dibuang, lapisan tanah atas harus dikembalikan menutup lokasi pekerjaan semula Semua bangunan yang rusak dan utilitas yang ada harus

diperbaiki secara memadai, sampai serupa keadaan semula. 3.2.8 Pembangunan Kontraktor Kontraktor harus menyediakan kantor sementara dan gudang yang akan digunakan sendiri oleh kontraktor agar diperoleh kelancaran dalam pelaksanaan pekerjaan. Kantor sementara digunakan untuk pengelolaan yang baik, membangun dan mengawasi pekerjaan sesuai dengan kontrak dan gudang sementara kontraktor untuk penyimpanan alat, mesin dan bahan lainnya menyangkup material penyambung (jointing material). Kantor Sementara dan Gudang Milik

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 48

Spesifikasi Teknis

Kontraktor harus menempatkan dan memilih lokasi-lokasi untuk kantor dan/atau gudang dan memberi tahu pemilik untuk persetujuannya. Kecuali ditetapkan lain oleh direksi. Sebelum dimulainya pembangunan kantor sementara dan gudang

tersebut, kontraktor harus menyerahkan desain untuk memperoleh persetujuan direksi. 3.2.8.1 Kantor Sementara Kontraktor Kantor harus memiliki ruangan yang cukup dilengkapi dengan perabot kantor, ruang rapat dan ruangan kerja untuk direksi dan stafnya. Kontraktor harus menyimpan paling sedikit satu set dokumen kontrak, jadwal pelaksanaan dan data-data terkait dengan kontrak dan gambar kerja dan/atau gambar pelaksanaan. Kantor harus dilengkapi dengan : a. Fasilitas air bersih dan penerangan yang memadai

b. Kamar kecil dan tanki septik dengan bidang resapannya 3.2.8.2 Gudang sementara Kontraktor Kontraktor harus mengatur gudang sementara dengan atap yang memadai untuk melindunginya dari hujan dan dengan peralatan pengatur sirkulasi udara. Lantai gudang harus bebas dari rembesan air tanah dan sekiling gudang dijaga dari kemungkinan pencurian dan kerusakan selama periode pelaksanaan

pembangunan.

3.3.

PEKERJAAN TANAH DAN PERBAIKAN KEMBALI PERMUKAAN 3.3.1 Umum Dalam bagian ini, kontraktor harus menyediakan peralatan, tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan cara yang baik untuk bangunan dan jalur pipa, yang mencakup kegiatan atau hal seperti pembongkaran; penggalian;

penimbunan; pembongkaran bahan pengurugan kembali; pemilihan bahan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 49

Spesifikasi Teknis untuk pengurugan dan pelapisan dasar; penurapan dan penopangan; peralatan, pemindahan pagar dan perbaikan kembali; cara perlindungan lokasi; perbaikan permukaan; lubang pengujian (test pit); akomodasi lalu lintas dan pemeliharaan perkerasan; perlindungan harta benda; bangunan yang ada dan lansekap dan semua peralatan kerja sesuai dengan dokumen kontrak dan memungkinkan diperintahkan oleh direksi 3.3.2 Pembersihan dan Pengupasan Jalur pipa harus dibersihkan dan dikupas sebelum melakukan penggalian atau melakukan pengurugan. Pembersihan dan pengupasan berupa memberihkan akar-akar, tonggak, tumbuhan, perkerasan, jalur pejalan kaki dan hambatan apapun di permukaan yang perlu disingkirkan secara permanen atau untuk

sementara waktu dan semua itu terdapat di area yang akan digali. Tidak boleh ada pohon yang ditebang, dirusak, atau diganggu oleh kontraktor tanpa persetujuan direksi. Semua kotoran, buangan, tumbuhan dan bahan bongkaran seluruhnya harus disingkirkan dari lokasi pekerjaan dan dibuang oleh kontraktor dengan cara yang baik, kecuali bagi bahan atau bangunan yang akan disingkirkan untuk sementara waktu dan nantinya akan dipasang dan diperbaiki kembali seperti semula. Bahan maupun bangunan yang disingkirkan untuk sementara waktu dan nantinya akan dipasang dan diperbaiki kembali harus dijaga dan disimpan dengan baik. 3.3.3 Pengeringan (Dewatering) Kontraktor harus menyediakan dan memelihara cara dan peralatan pengeringan serta membuang air yang masuk ke lubang galian maupun pada bagian pekerjaan lainnya dengan cara yang baik. Semua galian harus tetap dalam keadaan kering dan tidak ada bahan pondasi, pipa atau beton yang diletakan dalam air kecuali dengan persetujuan direksi.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 50

Spesifikasi Teknis

Air harus dibuang sedemikian rupa sehingga terhindar kerusakan harta benda dan gangguan terhadap rnasyarakat luas dan lingkungan sekitarnya. Jika kontraktor memilih membuat saluran bawah pembuang, hal ini harus mendapat persetujuan direksi terlebih dahulu. Pemasangan rambu-rambu pengaman pada galian atau lokasi yang membahayakan atau yang lalu lintasnya padat harus dipasang ramburambu pengaman yang mudah dilihat dan terbaca dengan jelas. 3.3.4 Penggalian Lapisan Bawah Permukaan (Sub Surface) dan Lubang Pengujian (Test Pit) Kontraktor harus memberi tanda pada galian dan parit persiapan sehingga lokasi tepat bangunan bawah tanah dapat ditentukan. Kontraktor harus bertanggung jawab bagi perbaikan bangunan tersebut bila pecah atau rusak karena kelalaiannya. Apabila, menurut pemikiran direksi perlu mencari dan menggali untuk menetapkan bangunan bawah tanah yang ada, kontraktor harus

melakukan pencarian tersebut atas biayanya sendiri dan menurut petunjuk direksi. Bila diperintahkan oleh direksi untuk tujuan penyelidikan keadaan tanah, kontraktor harus menggali lubang pengujian setiap 50 m sepanjang jalur pipa, kecuali jika ditentukan lain oleh direksi. Disamping itu kontraktor harus menggali lubang pengujian yang cukup untuk menetapkan tempat utilitas bawah tanah bila hal itu memang diperlukan untuk membuat konstruksi khusus dalam melintasi utilitas tersebut. Lubang pengujian ini akan digali dengan tangan (manual) dan dalam jarak yang cukup di depan jalur pipa sehingga kemajuan pemasangan pipa tidak terhambat. 3.3.5 Penggalian Permukaan dan Perbaikan 3.3.5.1 Umum Sebelum penggalian, kontraktor harus menyingkirkan semua

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 51

Spesifikasi Teknis benda permukaan, menyimpan, menjaga mencadangkan bahan tersebut dengan baik yang nantinya mungkin diperlukan untuk perbaikan kembali daerah yang terkena pekerjaan. Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender atau segera setelah pengujian pipa sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi, semua permukaan yang terkena pekerjaan kontraktor pada alur penggalian dan pada daerah kerja lainnya harus diperbaiki kembali seperti keadaan semula, atau dalam keadaan yang lebih baik. Setelah perbaikan kembali, kontraktor harus memeriksa secara bulanan cekungan yang terjadi sepanjang jalur penggalian akibat penurunan, dan hal ini harus diperbaiki sampai pada ketinggian semula. 3.3.5.2 Daerah Lansekap / Pertamanan Pada daerah lansekap yang ada, kontraktor harus menyingkirkan semua benda pemukaan, menyimpan, menjaga dengan baik pohon kecil, pagar tanaman, semak belukar atau bagian lansekap yang mungkin dapat rusak selama pemasangan jalur pipa, untuk perbaikan kembali daerah tersebut nantinya. Pohon besar sebaiknya jangan ditebang selama pemasangan pipa. Bila keadaan menuntut penebangan pohon untuk pemasangan pipa, kontraktornya sebelumnya harus mendapatkan ijin pohon dari pemitik atau instansi terkait yang memeliharanya dan melaoporkannya pada direksi. Semua biaya yang diperlukan untuk penebangan pohon termasuk biaya kompensasi ditanggung oleh kontraktor sendiri. 3.3.5.3 Daerah Berumput Lapisan atas atau lempung, bilamana ditemukan harus ditimbun secara terpisah dari bahan galiannya, dan nantinya dikembalikan ke tempat semula pada kedalaman terpadatkan yang sama dengan kondisi semula. Lempeng rumput di daerah berumput yang akan terkena galian,

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 52

Spesifikasi Teknis atau yang akan rusak karena terkena peralatan, harus

disingkirkan, dijaga/dipelihara selama berlangsungnya pekerjaan konstruksi dan diletakan kembali setelah penyelesaian urugan. Bilamana karena pekerjaan kontraktor, tenah berumput menjadi rusak untuk diletakan kembali seperti semula, kontraktor harus menyediakan dan menempatkan tanah berumput baru atau dengan cara lain, memupuk, menyiangi, dan memelihara area tersebut sampai didapatkan tunas baru. 3.3.5.4 Daerah Berbatu Pada daerah yang berbatu, kontraktor harus menyediakan peralatan yang sesuai untuk menggalinya. Bila tidak mungkin untuk dilakukan penggalian, sedangkan bila dalam gambar rencana ada pipa yang ditanam dibawah batu, maka apabila direksi mengijinkan dapat dilakukan pemasangan pipa baja yang diletakan diatas tanah berbatu tersebut. 3.3.5.5 Daerah Persawahan / Perkebunan Untuk pemasangan di daerah persawahan/perkebunan,

kontraktor sebelumnya harus mendapatkan ijin dari pemilik. Biaya kompensasi yang diperlukan ditanggung oleh kontraktor sendiri. Bila melewati saluran-saluran air (irigasi), harus

diusahakan tidak mengganggu pengairan sawah dan tidak merusak saluran irigasi tersebut. 3.3.5.6 Jalan Batu dan Bahu Jalan Perbaikan kembali permukaan jalan batu ataupun bahu jalan yang diperkeras harus diganti dengan batu sebagaimana telah ditentukan. 3.3.5.7 Jalan yang Diperkeras Perbaikan kembali jalan yang diperkeras harus sebagaimana yang diperlihatkan dalam gambar atau sesuai dengan ketentuan dinas pekerjaan umum setempat.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 53

Spesifikasi Teknis

3.3.5.8 Jalur Pejalan Kaki Jalur pejalan kaki harus diganti sebagaimana yang diperlihatkan dalam gambar. 3.3.5.9 Bingkai Trotoar dan Saluran Tepi Jalan Bingkai trotoar dan saluran tepi jalan harus diganti dengan bahan yang sama sedemikian pula permukaannya harus kembali seperti keadaan semula. Semua pemotongan beton harus pada garis potongan yang terdekat bila tidak maka perlu digunakan alat pemotong. 3.3.6 Penggalian Bagian berikut yaitu "PENGGALIAN" harus digunakan bagi pekerjaan semua pemasangan dan penyambungan semua jenis pipa. 3.3.6.1 Umum Penggalian mencakup penyingkiran semua bahan apapun yang ditemui termasuk pula semua dan hambatan penyelesaian yang akan

mempengaruhi

pelaksanaan

pekerjaan.

Penyingkiran bahan tersebut harus sesuai jalur dan kemiringan yang diperlihatkan dalam gambar rencana ataupun yang diminta oleh direksi. Batu dan bahan galian lainnya yang diklasifikasikan oleh direksi sebagai yang tidak sesuai untuk pengurugan harus disingkirkan dari lokasi pekerjaan. Kontraktor harus menyediakan, memasang dan memelihara semua pendukung dan penopang yang mungkin diperlukan untuk dinding sisi galian dan semua pemompaan, pengeringan atau cara lain yang disetujui untuk penyingkiran atau pengeringan air, termasuk penanganan terhadap air hujan dan air limbah yang berasal dari berbagai sumber yang mencapai lokasi guna mencegah terjadinya kerusakan pada pekerjaan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 54

Spesifikasi Teknis maupun kepemilikan yang berada didekatnya. Dinding dan permukaan seluruh galian dimana pekerja kemungkinan

mengalami bahaya dari tanah yang tidak stabil harus distabilkan terlebih dahulu dengan penurapan/penopangan, membuat sudut galian yang aman atau cara lainnya. Kontraktor harus

menyediakan, memasang dan menjaga turap, penopang dan lainlain, yang perlu untuk melindungi pekerja, mencegah pergerakan tanah yang dapat menyebabkan musibah, tertundanya pekerjaan ataupun membahayakan bangunan yang ada disekitarnya. 3.3.6.2 Perlindungan Terhadap Bangunan yang Ada Bilamana perlu dapat dipakai cara penggalian yang sesuai guna melindungi bangunan, utilitas, tiang listrik, pepohonan,

perkerasan ataupun hambatan yang ada. Di daerah di dekat fasilitas atau jalur pipa gas dan bahan bakar, kontraktor harus melakukan tindakan pencegahan guna menghindari kemungkinan pecah, gangguan, atau menyebabkan kerusakan pada fasilitas dan jalur tersebut. Lebih lanjut kontraktor harus menjaga dan memperhatikan pada kemungkinan adanya uap bahan bakar dan gas yang mungkin merembes ke tanah atau telah terganggu selama penggalian dan pemasangan jalur pipa. 3.3.6.3 Penggalian Tanpa Ijin Kontraktor tidak diperkenankan menggali di luar jalur dan ketinggian yang ditujukan dalam gambar, kecuali diperintahkan oleh direksi. Penggalian tanpa ijin harus diurug kembali dengan bahan yang sesuai sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi. Bilamana menurut keputusan direksi, penggalian yang tidak diijinkan tersebut memerlukan penggunaan beton tumbuk atau batu pecah, kontraktor harus menyediakan dan menempatkan bahan tersebut dengan baik. 3.3.6.4 Galian Terbuka 8. Umum Galian terbuka harus digali sehingga pipa dapat diletakan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 55

Spesifikasi Teknis pada trase dan kedalaman yang diminta, dan galian tersebut dilakukan sampai didepan perletakan pipa sebagaimana yang diijinkan oleh direksi dan/atau persyaratan yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Galian terbuka tersebut harus dikeringkan dan dipelihara selama pekerjaan agar pekerja dapat bekerja secara aman dan efisien. 9. Lebar Galian Terbuka Lebar galian harus cukup agar memungkinkan pipa dapat diletakan dan disambung dengan baik, dan pengurugan serta pemadatan ditentukan. Bilamana diperlukan, lebar galian harus sedimikian rupa sehingga dapat memberikan kemudahan dalam penempatan penopang kayu, turap dan penopang lainnya, maupun penanganan khusus lainnya. 10. Lubang Galian Untuk Penyambungan Lubang galian untuk penyambungan harus dibuat disetiap lokasi sambungan agar penyambungan dapat dilakukan dengan baik. 11. Panjang Galian Galian terbuka bagi suatu pemasangan pipa tidak boleh melebihi panjang yang diijinkan direksi. Galian harus diselesaikan paling sedikit 10 (sepuluh) meter didepan perletakan pipa terakhir. Bilamana diperlukan oleh direksi, penggalian dan pengurugan harus dilakukan dalam 24 jam, atau galian harus diurug penuh di akhir hari kerja setiap hari atau ditutupi dengan pelat baja yang ditopang dengan cukup aman serta mampu menahan beban arus lalu lintas kendaraan. 12. Galian Terbuka dan Jarak Pipa Galian harus digali sampai kedalaman yang telah ditentukan sebagaimana yang diperlihatkan dalam gambar standar agar memberikan dukungan yang menerus dan seragam dan dapat dilakukan sebagaimana yang telah

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 56

Spesifikasi Teknis menopang pipa pada tanah yang padat dan tak terganggu pada setiap titik diantara lubang galian sambungan. Bagian dasar tanah yang digali melampaui kedalaman yang ditentukan harus diurug kembali secara merata sebagaimana diperintahkan oleh direksi sampai pada kedalaman yang ditetapkan dengan pasir atau bahan lain yang telah disetujui serta dipadatkan. Muka akhir lapisan ini harus dilakukan dengan tepat dengan memakai peralatan tangan (manual). Bongkahan batu dan batu besar, bilamana ditemukan harus disingkirkan agar memberikan jarak bebas paling sedikit 15 cm dibawah dari setiap sisi pipa dan fitting untuk pipa dengan diameter 600 mm atau lebih kecil; dan 20 cm untuk pipa dan fitting dengan diameter lebih besar 600 mm. 13. Penggalian di Tanah yang Kondisinya Buruk Bilamana muka akhir dasar galian tidak stabil atau terdiri dari bahan yang kurang baik seperti abu, bahan sampah dan lain-lain, dan atas keputusan direksi bahan tersebut harus disingkirkan, kontraktor harus menggali dan menyingkirkan bahan tersebut. 14. Penopangan dan Penurapan Galian tanah lebih dari 1 meter harus ditopang dan diturap sehingga galian tidak gugur/runtuh, agar pekerja dapat bekerja secara aman dan menjaga permukaan jalan dan bangunan lainnya sebagaimana ditunjukan dalam gambar kondisi tanah, lalu lintas atau yang diperintahkan oleh direksi. Perhatian perlu diberikan untuk mencegah terjadinya rongga di luar turap, tetapi jika terjadi rongga; rongga tersebut harus segera diisi dan dipadatkan. Sebelum memasang penopang dan turap, kontraktor harus memberi tahu lokasi galian dengan turap dan penopang beserta dengan jadwal pelaksanaannya untuk mendapat persetujuan dari direksi.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 57

Spesifikasi Teknis

Kecuali ditentukan lain atau diperintahkan direksi, galian terbuka diperkerasan sepanjang jalan utama dan atau jalan strategis harus dilakukan dengan penurapan dan penopangan. Semua penopang dan turap yang tidak digunakan harus dipindahkan dengan hati-hati tanpa membahayakan

pemasangan yang baru dilakukan utilitas yang ada, atau kepemilikan yang berada didekatnya. Semua rongga yang timbul akibat dicabutnya turap harus segera diisi kembali dengan pasir dan dipadatkan dengan cara penumbukan menggunakan alat yang sesuai dengan membasahinya atau cara lain yang diperintahkan. Direksi dapat memerintahkan kontraktor secara tertulis setiap saat selama pekerjaan berlangsung untuk tidak mencabut semua turap, penopang dan lain-lain, untuk ditimbun pada saat pengurugan dengan tujuan mencegah kerusakan bangunan, utilitas dan kepemilikan. Hak direksi memerintahkan semua turap dan penopang serta bahan lain ditinggalkan/dibiarkan di tempatnya tidak boleh ditafsirkan sebagai kewajiban di pihak itu, direksi dan untuk

mengeluarkan

perintah

seperti

kegagalan

melaksanakan hak seperti itu tidak mengurangi tanggung jawab kontraktor terhadap kerusakan yang terjadi pada pihak ketiga yang dalam diakibatkan pekejaan oleh sebagai kepemilikan akibat oleh tidak

kelalaian

ditinggalkannya penopang atau turap untuk mencegah longsor atau bergeraknya tanah. 15. Penimbunan Bahan Galian Kontraktor harus menyusun jadwal penggalian dan

pemasangan pipa sehingga tidak terjadi penimbunan bahan galian di jalan utama maupun jalan nasional. Bahan hasil galian dapat ditimbun di bagian jalan lain dengan syarat menggunakan kotak penampung tanah galian agar tidak menghambat arus lalu lintas.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 58

Spesifikasi Teknis

Bahan galian yang tidak dapat dipakai untuk urugan harus ditimbun atau dibuang dengan cara yang disetujui direksi dan jauh dari jalan. Bilamana diperlukan dan diperintahkan oleh direksi,

kontraktor harus mengangkut bahan galian untuk dibuang atas beban biaya sendiri. 3.3.7 Urugan Bagian berikut mengenai "URUGAN" harus diterapkan untuk semua jenis pekerjaan pemasangan dan penyambungan pipa. 3.3.7.1 Umum Urugan mencakup menyediakan, menempatkan dan memadatkan semua bahan untuk mengisi/mengurug galian pemasangan pipa dan galian untuk bangunan lainnya. Urugan tidak boleh

dijatuhkan secara langsung pada pipa atau bangunan lainnya. Kecuali ditentukan lain, bahan yang digunakan untuk pengurugan harus berupa bahan yang terpilih. Jika urugan pasir atau kerikil tidak ditentukan dalam gambar, tetapi menurut pendapat direksi harus digunakan di beberapa bagian pekerjaan, kontraktor harus menyediakan dan mengurug dengan pasir atau kerikil

sebagaimana ditentukan dan diperintahkan oleh direksi. Urugan harus dikerjakan setelah semua pipa terpasang, diperiksa dan disetujui direksi. 3.3.7.2 Bahan Urugan Bilamana tidak disebutkan lain dalam spesifikasi dan gambar rencana, bahan untuk urugan ditentukan sebagai berikut: 1. Bahan Terpilih Bahan terpilih adalah bahan yang telah diambil dengan penggalian atau diangkat yang tidak mengandung batu atau benda padat yang ukurannya tidak lebih besar 5 cm dalam bentuk apapun dan juga tidak mengandung bahan organik

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 59

Spesifikasi Teknis seperti rumput, akar, semak atau tumbuhan lainnya, dan tidak bersifat mengembang (non exrisive nature).

2.

Urugan Pasir Semua pasir yang digunakan untuk urugan harus pasir alam berbutir halus hingga sedang, tidak bergumpal, dan bebas dari kotoran, arang, abu, sampah, atau bahan lainnya yang menurut pendapat direksi dapat ditolak. Bahan tersebut tidak boleh mengandung lempung dan tanah liat lebih dari 10 berat bahan keseluruhan.

3.

Urugan Kerikil Kerikil yang dipakai untuk urugan harus berupa kerikil alam, memiliki partikel yang kuat berbutir halus sampai sedang dalam bentuk yang cukup seragam dan tidak mengandung batu besar atau batu dengan ukuran lebih besar dari 5 cm. Bahan tersebut harus bebas dari kotoran, abu, arang, bahan tak terpakai/buangan atau bahan yang tidak boleh ada atau bahan buangan lainnya. Bahan tersebut tidak boleh mengandung bergumpal. tanah liat, lempung dan tidak boleh

3.3.7.3 Urugan pada Galian 1. Lapisan Alas Pipa harus didasari dan dialasi hingga kedalaman minimum sebagaimana diperlihatkan dalam gambar. Bahan bagi lapisan alas ini harus pasir, ditempatkan dalam bentuk lapisan dengan ketebalan tidak lebih dari 15 cm dan dipadatkan dengan tongkat pemadat atau cara lain yang disetujui direksi pada kepadatan kering maksimum 95%. Pemberian lapisan alas pipa dengan memakai kerikil diperlukan sebagai pengganti pasir pada tempat yang dianggap perlu dan yang diperintahkan untuk dilakukan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 60

Spesifikasi Teknis oleh direksi. 2. Urugan di Bawah Pipa Semua galian diurug kembali dengan pasir atau bahan lain yang disetujui, dengan tenaga manusia mulai dari lapisan pasir alas hingga garis tengah pipa, diletakan secara berlapis dengan ketebalan tidak lebih dari 15 cm dan dipadatkan dengan tongkat pemadat pada ketebalan kering maksimum 95 %. Bahan urugan ditempatkan dalam galian secara penuh selebar galian di masing-masing sisi pipa, dan perlengkapan lainnya secara menerus. Dalam hal pipa Ductile Cast Iron, dari garis tengah pipa ke permukaan, dalam "Urugan Sampai Permukaan" harus diterapkan bagi pengurugannya. 3. Urugan di Atas Pipa Pada garis tengah pipa dan perlengkapannya sampai pada kedalaman 10 cm diatas pipa baja (steel), galian harus diurug dengan peralatan tangan (manual) atau cara mekanis lainnya yang telah disetujuinya. Bahan dan cara pengurugan harus sebagaimana yang ditunjukan dalam gambar rencana, dan ditempatkan secara berlapis dengan ketebalan tidak melebihi 20 cm dan dipadatkan dengan tongkat pemadat dengan ketebalan kering maksimum 95%. Dalam pipa Polyvinyl Chloride, galian harus diurug dengan cara konvensional atau cara mekanis yang telah disetujui, pada kedalaman 30 cm diatas puncak pipa PVC dan tidak rnerusak pipa. 4. Urugan Sampai Permukaan Dari kedalaman 10 cm diatas pipa baja sampai permukaan, galian harus diurug dengan peralatan tangan (manual) atau yang disetujui, ditempatkan berlapis dengan ketebalan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 61

Spesifikasi Teknis tidak melebihi 20 cm, dan dipadatkan dengan tongkat pemadat untuk mencegah amblasnya permukaan tanah setelah penyelesaian pekerjaan pengurugan. Dalam Pipa Polyvinyl Chloride, galian harus diurug dengan tangan (manual) atau cara mekanis yang telah disetujui, pada kedalaman 30 cm diatas pipa PVC dan tidak merusak pipa. 3.3.8 Pengujian Kepadatan di Lapangan Dimana urugan perlu dipadatkan sampai pada kepadatan tertentu, pengujian pemadatan dapat dilakukan oleh direksi, menggunakan

prosedur pengujian yang ditetapkan dalam ASTM D -1556. Referensi kepadatan tanah maksimum harus ditentukan menggunakan standard compaction test. ASTM D-698. Pengujian dapat dilakukan dalam zona pipa, dan diatas zona pipa. 3.3.9 Perlindungan Terhadap Lereng Sungai, Saluran dan Selokan Dimana pipa menyeberang sungai, saluran atau selokan, dan juga pada titik buang katup penguras (blow offs), pada bangunan ini harus diberikan perlindungan terhadap lereng dengan menggunakan batu lapis lindung (riprap) atau cara lain yang telah disetujui guna mencegah runtuhnya kemiringan tersebut. Batu lapis lindung yang ada atau perlindungan kemiringan harus diperbaiki kembali sebagaimana yang ditetapkan dalam bagian "GALIAN PERMUKAAN DAN PERBAIKAN". Pemasangan lapisan lindung secara umum harus dimulai dari bahu hingga ke dasar kemiringan dan memenuhi sudut kemiringan yang ada dan bentuk topografi daerah sekitarnya. Sebagaimana diputuskan direksi, pemasangan lapis lindung dilakukan dari bahu hingga kedalaman tertentu untuk mencegah keruntuhan. Bahan yang digunakan untuk pemasangan batu harus batu alam yang keras dan berbentuk bundar, batu berbentuk pipih dan panjang tidak boleh digunakan.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 62

Spesifikasi Teknis

Ketebalan pasangan batu harus sekitar 35 cm, kecuali ditetapkan dan diperintahkan lain oleh direksi. Ketebalan yang disebutkan diatas, mungkin berbeda sesuai dengan lokasi pekerjaan, yaitu sudut kemiringan, kedalaman atau bentuk topografis sungai, saluran dan selokan. Kontraktor harus menyerahkan gambar kerja sebelum memasang

pasangan batu untuk persetujuan direksi. Rongga diantara batu harus diisi dengan beton tumbuk dan dipadatkan dengan baik atau dengan semen bila disetujui. Area dibawah lapisan batu harus diisi dengan kerikil yang dipadatkan dengan ketebalan 20 cm. Pipa pengering harus dipasang bilamana menurut anggapan direksi memang diperlukan. Pipa pengering ini harus berdiameter 50 mm dipasang setiap (2 - 3) m2 pasangan batu. Dasar sungai, saluran atau selokan mungkin perlu dilindungi sesuai dengan keadaan lapangan sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi.

3.4.

KONSTRUKSI BANGUNAN KHUSUS 3.4.1 Konstruksi Jembatan Pipa 3.4.1.1 Umum Kontraktor harus menyediakan tenaga, bahan, perkakas,

peralatan lainnya yang diperlukan, diluar yang disediakan atau dipinjamkan oleh pemilik untuk pekerjaan konstruksi jembatan pipa sebagaimana yang diperlihatkan dalam gambar dan/atau ditentukan disini. Batas konstruksi setiap jembatan pipa adalah pada kedua ujung sambungan "flexible" dan/atau "fitting" yang digunakan untuk hubungan flexible sebagaimana diperlihatkan dalam gambar. Dikarenakan perbedaan dan ketinggian alignment jembatan dan jalur pipa, diperlukan bentang transisi guna menghubungkannya sebagaimana diperlihatkan dalam gambar dan harus dilaksanakan sesuai dengan perintah direksi sesuai dengan kondisi lapangan. Penyambungan jalur pipa pada jembatan dengan jalur pipa biasa

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 63

Spesifikasi Teknis harus dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan pipa dan setelah persetujuan direksi. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan konstruksi jembatan pipa dengan benar sesuai dengan ketentuan butir-butir yang dapat diterapkan dalam spesifikasi teknik ini. Kontraktor atas biayanya sendiri memeriksa semua ukuran jembatan pipa yang diperlihatkan dalam gambar dengan

melakukan survey sendiri di lokasi pekerjaan. Kontraktor harus melakukan, mengkoordinasikan dengan instansi terkait, dan membantu Pemilik mendapatkan ijin dari Instansi Pemerintah yang terkait dalam pelaksanaan pekerjaan

perlintasan ini. 3.4.1.2 Gambar Kerja dan Jadwal Pelaksanaan Kontraktor berdasarkan pemeriksaan lapangan dan peta geologi tersebut, harus menyusun jadwal pelaksanaan dan gambar kerja jembatan pipa yang memperlihatkan semua ukuran, rincian pipa, bangunan sementara bawah (abutment), pilar, pancang, dan pekerjaan lain-lain,

termasuk

penurapan,

perancah

perbaikan kembali atau membuat lapis lindung (revetment) pada sungai atau saluran dimana diperlukan, termasuk perhitungan yang diperlukan serta menyerahkannya kepada Direksi untuk persetujuannya, sebelum memulai pekerjaan pembangunannya. Setelah itu, dengan aliran air tetap dipertahankan tetapi pada kecepatan yang lebih rendah, air ditambah dengan cairan desinfektan yang sudah disediakan oleh Pemborong dengan cara dipompakan melalui lubang berdiameter kecil di ujung pipa di bor. Volume air dan jangka waktunya sekurang-kurangnya 24 jam harus sedemikian sehingga air yang dikeluarkan mengandung sekurangnya 20 mg sisa Khlorin per liter. Jika air ini masih mengandung Khlorin bebas setelah periode

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 64

Spesifikasi Teknis kontak ini, maka harus dicuci dengan air sampai air yang dikeluarkan tidak mengandung Khlorida yang berlebihan. Jika ternyata cairan yang dikeluarkan tidak mengandung Khlorin setelah periode kontak selama 24 jam dalam pemberian desinfektan, maka proses harus diulangi. Sebelum pemberian desinfektan pada tiap bagian pipa dengan cairan yang mengandung klorin di atas, Pemborong harus mendapat persetujuan tertulis dari Direksil Tenaga Ahli untuk menggunakannya. Desinfeksi Pipa Sebelum jaringan pipa dipakai untuk mengalirkan air bersih ke pelanggan maka terlebih dahulu harus dilakukan pembersihan pipa dari kotoran/endapan yang ada dalam pipa dan

membersihkan pipa dari kuman-kuman penyakit dengan larut-an desinfektan. 3.4.1.3 Perancah Kontraktor harus menyediakan perancah yang memadai melintas sungai atau saluran dengan lebar yang cukup agar dapat meletakkan, menyambung, mengelas dan mengecat pipa dan membuat pipa dengan aman dan efisien. Tindakan khusus harus dilakukan dalam merencanakan dan membangun perancah di lokasi jembatan dimana pendirian pilar termasuk kedalam pekerjaan, sehingga dapat menopang dengan baik atau

mendukung berat peralatan pancang dan tekanan atau kejutan dari pelaksanaan pancang. 3.4.1.4 Konstruksi Bangunan Bawah Kontraktor harus menyediakan turap/atau perlengkapan kedap air untuk pembuatan bangunan bawah, sehingga dapat

dilaksanakan dalam kondisi kering dan aman. 16. Pondasi Kontraktor harus membuat pondasi sesuai dengan

kebutuhan yang ditentukan atau yang diperlihatkan dalam

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 65

Spesifikasi Teknis gambar. a. Pondasi Langsung Kontraktor harus melakukan pengujian kapasitas daya dukung tanah di lapangan sebagaimana diminta oleh Direksi, sesuai dengan standar yang disetujui, bilamana penggalian dilakukan hingga gradien yang direncanakan sebagaimana terlihat dalam gambar. Pembuatan lantai kerja dengan beton K 100 tidak boleh dilakukan sebelum diperoleh persetujuan dari Direksi. Tanah yang tidak sesuai untuk pondasi harus

disingkirkan dan diganti dengan pasir atau batu pecah sampai kedalaman tertentu dan ditempatkan gambar atau

sebagaimana

diperlihatkan

dalam

sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Setiap lapisan bahan tersebut harus disebar dengan ketebalan maksimum 15 cm dan dipadatkan dengan alat pemadat tangan, minimum empat kali

sebagaimana disetujui oleh direksi. Pengujian lapangan harus dilakukan setelah pengisian mencapai ketinggian yang direncanakan sebagaimana dijelaskan di atas untuk memenuhi kapasitas daya dukung. Ketebalan akhir 10 cm tanah asli, harus disingkirkan dengan tangan sehingga akan diperoleh tanah dasar rata tak terganggu. Jika tanah pada gradien galian yang direncanakan dan yang diperintahkan Direksi tidak sesuai untuk pondasi, Kontraktor harus menggali lebih dalam lagi di bawah gradien tersebut sampai kedalaman tertentu

sebagaimana diperintahkan Direksi. b. Pondasi Pancang Semua pancang harus disediakan dan dipasang pada lokasi yang tepat yang diperlihatkan dalam gambar dan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 66

Spesifikasi Teknis sebagaimana ditentukan dalam bab selanjutnya. Pancang tidak boleh dipancang sebelum diperiksa, dan disetujui oleh Direksi. Kepala pancang direncanakan sebagai sendi dan harus disisipkan ke dalam bangunan bawah sedalam 10 cm. 17. Pekerjaan Beton Setelah mengecor lantai kerja, dan setelah diperiksa dan disetujui Direksi, Kontraktor harus menyelesaikan

pekerjaan sebagaimana diperlihatkan dalam gambar dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam bagian selanjutnya, yaitu "Pekerjaan Beton". Harus digunakan beton dengan kuat tekan karakteristik minimum 175 kg/cm. Pipa yang ditanam dalam bangunan bawah harus dimantapkan ke besi tulangan dengan cara yang disetujui serta menghindari pergeseran dari lokasi semula selama pengecoran beton. 3.4.1.5 Konstruksi Pilar Pilar terdiri dari sepasang pancang dan dihubungkan dengan bantalan beton. Berkaitan dengan pancang yang dipancang di sungai atau saluran, Kontraktor harus memilih secara teliti cara dan peralatan yang sesuai agar tetap pada jalur dan ketinggian yang benar sebagaimana diperlihatkan dalam gambar. Puncak pancang harus digabungkan ke dalam bantalan beton dengan kedalaman yang cukup sebagaimana diperlihatkan dalam gambar. Setelah penyelesaian pekerjaan, semua bahan yang digunakan bagi pekerjaan konstruksi, seperti perancah, pelantar kerja sementara dan lain-lain, harus disingkirkan semuanya agar tidak mengganggu aliran sungai atau saluran. 3.4.1.6 Konstruksi Bangunan Atas Kontraktor harus menyediakan bekisting yang kualitasnya untuk beton expose dan peralatan water stop untuk penyambungan antar dinding.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 67

Spesifikasi Teknis 3.4.1.7 Pemasangan Pipa Kontraktor harus memasang dan menyambung semua pipa "fitting" dan "coupling" sesuai dengan jalur dan ketinggian yang diperlihatkan dalam gambar. 1. Anti Lendutan (cambering) Pada setiap bentang jembatan pipa, pipa harus dipasang dalam bentuk bekisting lengkung. Besarnya anti lendutan ini harus 1/1250 persatuan pancang bentang di bagian garis tengah bentang sebagaimana diperlihatkan dalam gambar. Kontraktor harus menyiapkan gambar kerja yang

memperlihatkan susunan rinci bahan pipa dan juga garis pemotongan dan sudut masing-masing pipa untuk anti lendutan dan harus menyerahkannya ke Direksi untuk persetujuannya setelah pekerjaan pemasangan pipa. 2. Pendukung Berbentuk Cincin (ring support) "Fixed Type Ring Support" yang ditunjukkan dalam gambar harus dianggap pendukung berbentuk cincin yang dipasang di bantalan pilar. "Sliding Type Ring Support" harus dianggap sebagai

pendukung berbentuk cincin yang dapat digeser secara horizontal di bantalan pilar ke sumbu dalam pipa. Pendukung harus terbuat dan baja yang memenuhi standar yang ditentukan Direksi atau yang dianggap setara, dan dibuat sebagaimana diperlihatkan dalam gambar. Demikian pula dengan baut, angker dan sekrup harus terbuat dari baja yang memenuhi standard yang sesuai seperti tersebut di atas. Pendukung berbentuk cincin harus dilas merata melingkari pipa baja. 3. Pengujian Pengecatan a. Umum Semua sambungan yang dilas pada jembatan pipa harus diuji secara radiografl sebagaimana dinyatakan di bawah ini. Setelah disetujui oleh Direksi, semua permukaan bagian dalam (interior), sambungan las, dan permukaan bagian

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 68

Spesifikasi Teknis luar (exterior) harus dicat. b. Pengujian Radiografi untuk Hasil Pengelasan Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja, peralatan dan bahan untuk pengujian radiografi hasil pengelasan. Pengujian radiografi harus dilakukan oleh penguji yang mampu, memiliki pengalaman dan kualifikasi yang cukup untuk pekerjaan pengujian. dan Kontraktor kualifikasi Direksi. harus yang Semua

menyerahkan dimilikinya

pengalaman untuk

persetujuan

pelaksanaan pengujian harus dikerjakan dengan dihadiri oleh Direksi atau Wakilnya. Pengujian hasil pengelasan harus dilakukan sesuai

dengan JIS Z 3104 "Method qf Radiografic Test and Classification of (Radiographs)" cara pengujian radiografi dan klasifikasi radiograf untuk pengelasan baja, atau standar lain yang dapat diterima oleh Direksi. Hasil pengujian radiografi diklasifikasikan dalam standar sebagai berikut: Tabel 5.16 Hasil Pengujian Radiografi Kelas 1 2 Ti ngkatan 1 sampai 4 1 sampai 4 3 Tidak Ada Tingkatan Kelas dan tingkatan yang diterima harus kelas 1, tingkat 1, sampai tingkat 3 dan kelas 2, tingkat 1 sampai 3. Jika hasil pengujian memperlihatkan kelas dan tingkat lain dari pada yang disebutkan di atas, Kontraktor harus mengulas dan menguji Ulang atas beban biayanya sendiri sampai hasil yang diperoleh diterima oleh Direksi. c. Lapisan Pelindung Luar dan Lapisan Pelindung Dalam Semua pipa baja yang terekpos, "Fitting", sambungan tanah harus

dan pipa yang akan dipendam dalam

dilindungi sesuai dengan yang dicantumkan dalam bab III butir 8.4. LAPISAN PELINDUNG LUAR DAN LAPISAN

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 69

Spesifikasi Teknis PELINDUNG DALAM.

3.4.2 Perlintasan dengan Jalan Kereta Api 3.4.2.1 Umum Perlintasan Jalur Pipa dengan Jalan Kereta Api harus dikerjakan oleh Kontraktor. Gorong-gorong jalur pipa dan lubang kontrol di kedua sisi jalur jalan kereta api (KA) akan dikerjakan oleh Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA). Kontraktor harus membayar kepada PERUMKA semua biaya yang diperlukan bagi pembangunan tersebut termasuk pajak bila memang dikenakan. Waktu kerja bagi Bangunan Perlintasan dengan jalan Kereta Api sesuai dengan perintah Direksi atau PERUMKA. 3.4.2.2 Pemasangan Pipa Setelah PERUMKA membuat gorong-gorong, Kontraktor harus memasang pipa dan "valve" sesuai dengan butir-butir yang relevan dalam ketentuan ini. Pondasi dan penopang pipa harus disediakan dalam goronggorong sebagaimana diperlihatkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. Semua sambungan dalam gorong-gorong harus disambung

sebagaimana diperlihatkan dalam gambar dan oleh sekeliling pipa yang menembus dinding lubang kontrol harus diisi dengan semen yang tidak mengerut. 3.4.3 Pekerjaan Penembusan Pipa (Pipe Driving Work) 3.4.3.1 Umum Bahan pipa untuk pekerjaan penembus pipa disediakan oleh Pemilik bila pipa induk berdiameter 700 mm atau lebih besar,

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 70

Spesifikasi Teknis tetapi bila diameter 600 mm atau tebih kecil, bahan pipa unluk penembusan harus digunakan sebagai selubung (casing) dan harus disediakan oleh Kontraktor. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja, bahan, perkakas dam peralatan, kecuali yang ditetapkan dalam BAGIAN SYARAT KHUSUS dan keperluan lain guna melaksanakan pekerjaan penembusan pipa sebagaimana diperlihatkan dalam gambar dan/atau ditetapkan di sini. Sebelum pekerjaan konstruksi, Kontraktor harus menyelidiki struktur lapisan bawah yang ada, utilitas dan sumur yang berada di sekitar lokasi pekerjaan supaya tidak merusak fasilitas tersebut selama tahap pembangunan. Sebelum, selama dan setelah berjalannya penembusan, Kontraktor harus membuat pengukuran secara mekanis dan mendata ketinggian tanah, permukaan jalan yang ada dan muka air sumur, jika ada, dan harus melakukan penanggulangan yang memadai terhadap penurunan ketinggian tersebut. Bilamana diketahui adanya penurunan ketinggian, Kontraktor harus segera

menghentikan pekerjaan penembusan dan hal tersebut segera pula dilaporkan ke Direksi. Kerusakan terhadap perkerasan permukaan jalan, struktur lapisan bawah, peralatan dan lainnya yang diakibatkan pekerjaan penembusan harus diperbaiki dan/atau diperbarui oleh Kontraktor atas beban biayanya sendiri serta memuaskan Direksi. Kontraktor harus melakukan pekerjaan penembusan pipa dengan benar sesuai dengan butir penerapan yang

dicantumkan dalam spesifikasi teknik. Kontraktor atas biayanya sendiri harus mencek semua ukuran yang diperlihatkan dalam gambar dengan mensurvai sendiri lokasi pekerjaan. 3.4.3.2 Penyelidikan Tanah Dalam memeriksa sifat tanah lokasi pekerjaan, Kontraktor

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 71

Spesifikasi Teknis diijinkan untuk melihat dan memeriksa data penyelidikan tanah di Kantor Pemilik yang memperlihatkan keadaan tanah pada lokasi strategis sepanjang jalur pipa.

Kontraktor harus, bila diminta oleh Direksi, melakukan pemboran mencakup pengujian penetrasi standar (standard penetration test) di lubang bor. Konsolidasi dan pengujian lain yang diperlukan pada contoh tanah yang didapat dari pengeboran tersebut untuk mengetahui sifat tanah seperti daya dukung, kuat geser, permeabilitas, nilai banding rongga (void ratio) dan kandungan air. Tambahan penggantian dalam hal ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3.4.3.3 Gambar Kerja, Perhitungan dan Data yang Berkaitan Lainnya Kontraktor berdasarkan pemeriksaan dan pengujian tanah tersebut, harus menghitung tenaga penembusan (driving power) yang diperlukan. Bila memang diperlukan sekali, untuk membelokkan pipa dengan sambungan "solvent cement" agar membentuk lengkungan dengan jari-jari panjang besarnya belokan harus sesuai dengan petunjuk dari pabrik dan sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi. 3.4.3.4 Tanah Penutup Kedalaman Pipa Ketebalan tanah penutup kedalaman pipa yang ditembus harus mengikuti peraturan setempat. 3.4.3.5 Ruang Penembus (driving pit) Ruang penembus harus dibuat sedemikian guna memberikan ruang yang cukup bagi pekerja untuk menurunkan,

menembuskan dan menyambung pipa secara aman dan efisien dalam ruang tersebut. Keperluan untuk pengamanan dan pemeliharaan, terhadap umum dan lalu lintas harus benar-benar dipenuhi oleh

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 72

Spesifikasi Teknis Kontraktor. Didasari setiap ruang penembus harus dilengkapi dengan ruang pengering dan pompa yang menjaga agar ruang tetap kering sepanjang waktu pekerjaan penembusan. Setiap ruang penembusan juga harus memiliki peralatan yang memadai untuk menaruh pipa dan peralatan penembus dan untuk menyingkirkan tanah hasil galian: 1. Penurapan dan Penopangan Sebelum penggalian ruang penembus, turap tiang baja (Steel seet pile) harus dipancangkan sepanjang dinding ruang sebagaimana diperlihatkan dalarn gambar dan sebagaimana ditentukan di sini. Tiang turap harus dipancang sepanjang permukaan luar penopang. Yang dipasang sebelum pemancangan tiang turap, dan memanfaatkan penopang sebagai pedoman pemancangan guna mencegah turap melintir atau

melengkung selama pemancangan Seluruh tiang turap harus dipancangkan ke tanah sampai kedalaman tidak kurang dari 8 (delapan) meter. Ukuran dan dimensi penopang baja harus direncanakan

sedemikian agar mampu mendukung; tiang turap yang dipancang disisi luarnya. Penyusunan kerangka penopang baja harus dibuat sama dengan ukuran yang diperlihatkan dengan pengelasan atau pembautan, dan kerangka setelah tiang turap dipancang harus dikencangkan sesuai dengan perintah Direksi. Walau demikian kerangka tersebut tidak boleh dilaskan ke tiang turap. 2. Pondasi dan Beton Penahan Desakan Setelah dilakukan perataan dan pemasangan pondasi batuan pada permukaan dasar ruang penembus dengan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 73

Spesifikasi Teknis ketebalan 15 cm pada seluruh permukaannya. Kemudian pada pondasi batuan terpasang diberi lantai kerja dengan mutu kelas E dengan ketebalan 15 cm dan disediakan pula tempat, pengeringan serta penyambungan pipa dengan ukuran sebagaimana diperlihatkan dalam gambar dengan lebar 2 meter. Beton penahan desakan harus sanggup menahan desakan tenaga dorong tanpa mengalami pergeseran atau

kerusakan, maka agar memungkinkan semua gaya dorong secara efisien bekerja pada pipa penembus, harus disusun seperti ditunjukkan pada gambar.

Sebagai

langkah

utama

pembuatan

beton

penahan

desakan. Kontraktor harus, berdasarkan pada kebutuhan daya dorong, menghitung kekuatan tulangan beton yang diperlukan sehingga mampu mencegah kerusakan atau pecahnya beton dan harus menyerahkan kepada Direksi hasil perhitungan kekuatan dan tata-letak tulangannya. 3.4.3.6 Ruang Penerima Tembusan (arriving pit) Ruang penerima tembusan dipasangi turap dan penopang oleh Kontraktor sedemikian rupa sehingga dapat menerima pipa penembus pada posisi dan ketinggian/elevasi yang tepat serta dapat untuk menyambungkan dengan pipa biasa seperti ditunjukkan pada gambar setelah ujung pipa penembus diangkat. 3.4.3.7 Penembusan Pipa-Pipa Kontraktor harus melakukan penembusan pipa sesuai dengan Instruksi Pabrik pembuatnya serta persyaratan berikut ini:

1.

Persiapan Setelah melakukan penyetelan ujung pipa penembus pada posisi dan ketinggian/elevasi yang benar, sebagian dari

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 74

Spesifikasi Teknis dinding turap di depan alat penembus tersebut dipotong dengan pengelasan atau cara lain sehingga memungkinkan pipa ditembuskan pada bukaan yang dibuat. Ukuran dari bukaan harus kira-kira 20 cm lebih besar daripada diameter pipa tembus yang akan didorong. Bentuk pemotongan bukaan harus dikerjakan sedemikian rupa rapinya dan menunjukkan hasil kerja berketrampilan tinggi. Setelah pendorongan pipa pertama. ruangan antara pipa dan bukaan turap harus diisi dengan karung pasir atau material lainnya yang disetului oleh Direksi untuk

mencegah masuknya gumpalan tanah ke dalam ruvn-an penembus. 2. Pemasangan Ujung Pipa Penembusan dan Bantalan

Pendorong (leading pipe) Dalam usaha mengurangi hambatan geser tanah, ujung pipa penembus harus dipasangkan pada ujung spigot pipa tembus pertama sebagaimana ditunjukkan pada gambar. Bantalan pendorong harus dipasangkan pada pipa

penembus sebabai usaha meneruskan gaya dorong secara tersebar dan merata pada seluruh permukaan dari ujung pipa tembus yang didorong. 3. Penembusan Kecuali diminta oleh Direksi, pelaksanaan penembusan pipa harus dilakukan semua terus menerus hingga selesai untuk menghindari peningkatan lekatan geser antara pipa dengan tanah.

Namun,

pada

keadaan

daya

dorong

penembusan untuk kondisi

melampaui

batas

taksiran

kekuatan

tertentu, Kontraktor harus dengan segera menghentikan pekerjaan penembusan pipa dan memberitahukan

keadaan ini tanpa menunda, kepada Direksi yang akan memberikan petunjuk/pengarahan yang sesuai.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 75

Spesifikasi Teknis Dalam hal lebih dari dua buah kaki pendorong digunakan untuk penembusan, semua perlu kaki-kaki diperhatikan pendorong untuk tersebut

mengupayakan

bekerja secara serempak.

4.

Penyambungan Pipa-Pipa Penembus Setelah pipa didorong masuk sampai panjang tertera hingga perlu penyambungan, penyambungan dengan

berikutnya dilakukan di dalam ruang penembus. Penyambungan harus dilakukah sesuai dengan persyaratan dari bab-bab yang telah disebutkan terlebih dahulu sesuai dengan instruksi pabrik pembuatnya dengan cara

memuaskan Direksi. 5. Pembuangan Tanah dari Dalam Pipa Tanah yang berada di dalam ujung kepala pipa penembus sepanjang kurang lebih satu meter diukur dari ujung terdepan tidak perlu dibuang. Selama pembuangan tanah, perlu diperhatikan jangan sampai menimbulkan kerusakan pada lapisan lindung dalam pipa. 6. Survey Sepanjang waktu pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor

melakukan pengukuran datar, titik henti dan survai lainnya diperlukan untuk penembusan pipa sehingga berlangsung dengan tepat sesuai jalur dan ketinggian yang diminta. 3.4.3.8 Pengujian Sambungan Segera dan sedapat mungkin setelah panjang jalur pipa diminta telah tembus tertanam sesuai dengan rencana, Kontraktor harus segera melakukan uji tekanan air sesuai dengan persyaratan yang diminta pada spesifikasi ini. Bila kebocoran terjadi atau terdapat cacat lain yang ditemukan pada pengujian, Kontraktor harus memperbaharui dengan biaya menjadi tanggungannya hingga memuaskan Direksi.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 76

Spesifikasi Teknis

3.4.3.9

Pemasangan Pipa-Pipa Setetah menyelesaikan pekerjaan penembusan dan telah

disetujui oleh Direksi. Kontraktor harus melakukan tahapantahapan sebagai berikut sebagaimana pada gambar yang diserahkan Kontraktor: Dalam hal diameter pipa 700 mm atau lebih, pipa tembus dipergunakan langsung sebagai bagian dari jalur pipa utama Dalam hal pipa tembus berdiameter 800 mm dan dari pipa baja, pipa tembus dipergunakan sebagai selubung untuk jalur pipa utama, dan pipa-pipa lain seperti Ductile Cast Iron Pipe, pipa baja dan PVC yang lebih kecil dipasang kedalam selubung tersebut. 1. Pemasangan Pipa Ductile Cast Iron Pipa harus disambungkan dengan penyambung

ditunjukkan pada gambar. Semua bagian pipa yang menanjak termasuk "bend" atau fitting' harus dilindungi dengan selimut beton

bertulang dengan cara yang sama seperti blok-blok penahan tekanan untuk "blend" vertikal. Penyambungan dari pipa-pipa harus dilaksanakan

sebagaimana diatur pada butir sebelumnya. 2. Pemasangan Pipa Baja atau PVC a. Penyambungan Pipa yang dimasukkan dalam di selubung dalam harus ruang

dikerjakan

penyambungannya

penembus seperti yang diatur pada bab sebelumnya dan di dorong masuk ke dalam selubung dengan peralatan dan cara yang memadai serta hati-hati. b. Pengujian Sambungan Setelah memasang pipa ke dalam selubung,

Kontraktor harus melaksanakan uji tekanan air sesuai dengan persyaratan yang diminta pada kebocoran terjadi atau

spesifikasi. Bilamana

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 77

Spesifikasi Teknis cacat lain ditemukan pada waktu pengujian,

Kontraktor harus memperbaiki atau mengganti atas tanggungan biaya sendiri hingga memenuhi syarat. c. Perlindungan dengan Beton Setiap bagian yang menanjak dari pipa yang dipasang termasuk "bend" atau fitting" dilindungi sebagaimana dengan selimut beton harus bertulang blok beton

layaknya

pembuatan

penahan tekanan untuk "bend" vertikal. Sambungan pipa harus dipasang seperti yang

dijelaskan pada bab sebelumnya. d. Penyelubungan dengan Beton Rongga-rongga yang terbentuk antara pipa selubung dengan pipa-pipa yang dimasukkan ke dalamnya harus diiisi dengan beton tumbuk (kelas E) memakai pompa beton. Ukuran maksimum batuan untuk beton kelas E sebesar 25 mm. 3.4.3.10 Pengurugan Ruang Penembus Sebelum memulai pengurugan ruang penembus dan ruang penerima, beton penahan desakan, bila diminta oleh Direksi, harus dibuang dan ruang-ruang tersebut. Setelah pekerjaan penembusan dan penyambungan pipa sebagaimana dimaksudkan telah selesai dilapisi dengan lapisan pelindung luar dan lapisan pelindung dalam pada setiap sambungan pipa baja seperti dijelaskan dimuka, serta Direksi menyetujui untuk keperluan tersebut, Kontraktor harus rnengurug ruang-ruang yang dimaksud. Ruang-ruang tersebut harus ditimbun dengan pasir atau batu pecah dari dasar hingga ke dasar selubung beton. Material timbunan harus dipadatkan setiap ketebalan 15 cm dengan menggunakan pemadat tangan atau peralatan yang disetujui. Bagian selanjutnya, diatas timbunan pasir atau batu pecah hingga sampai pada permukaan awal harus diurug

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 78

Spesifikasi Teknis dengan material terpilih sesuai dengan persyaratan pada butir yang sesuai dengan spesifikasi ini. 3.4.4 Perletakan Pipa di Bawah Air 3.4.4.1 Penyelam Setiap saat selama pelaksanaan pekerjaan dalam air, Kontraktor harus menyediakan biaya bagi penyelam-penyelam Bilamana diperlukan berdasarkan instruksi Kontraktor atau Direksi. Penyelam harus dilengkapi dengan peralatan kerja pada maksimum kedalam dan Kontraktor harus menyediakan

peralatan keamanan, dan bila perlu termasuk "pipe locator" (magneto meter) yang sesuai untuk pekerjaan bawah air. Kontraktor harus mengikuti peraturan yang berlaku dalam mempekerjakan penyelam. 3.4.4.2 Survey dan Penyelidikan Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor harus melakukan survey antara lain : 1. 2. 3. 4. 3.4.4.3 Kedalaman sungai rata-rata. Perbedaan muka air pada saat pasang. Kecepatan arus sungai. Penyelidikan tanah di sungai.

Persiapan Pekerjaan Bawah Air Sebelum mulai melaksanakan pekerjaan bawah air. Kontraktor harus mempersiapkan antara lain: 1. 2. 3. 4. Mengajukan usulan metoda kerja. Mengatur dan merangkai perpipaan yang akan dipasang. Mengatur lalu lintas sungai bila ada. Mengurus perijinan untuk memulai kerja kepada Direksi.

3.4.4.4

Tegangan Tarik (Tensile Stress) Dalam mengajukan usulan metoda kerja, Kontraktor harus

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 79

Spesifikasi Teknis memperhitungkan tegangan tarik maksimum yang diijinkan pada setiap tempat di dinding pipa, pada setiap saat selama pekerjaan penempatan pipa sehubungan dengan pembelokan, penarikan, beban tanah, beban luar (eksternal) lainnya, tekanan internal dan lain-lain tidak lebih dari 20 kg/mm2. 3.4.4.5 Penempatan Pipa Urutan pelaksanaan pekerjaan perpipaan bawah air yang harus dilakukan oleh Kontraktor, adalah sebagai berikut: 1. Melaksanakan survey pra pengerukan sebelum pelaksanaan pengerukan dimulai. 2. 3. Memonitor progres, pekerjaan selama pengerukan Melaksanakan survey setelah pengerukan untuk memastikan bahwa profile parit, yang diinginkan telah dicapai. 4. Sebaiknya melaksanakan survey pra penempatan, sebelum penempatan pipa pada parit yang telah dibuat. Bila perpipaan langsung ditempatkan setelah pengerukan

selesai, survey setelah pengerukan bersamaan dengan survey pra penarikan pipa. 5. Memonitor pekerjaan penempatan pipa, untuk memastikan posisi perpipaan clan penempatan head. 6. Melaksanakan survey setelah penempatan (as built survey 1), untuk memastikan posisi perpipaan. 7. Bila penimbunan diperlukan, memonitor, penimbunan parit kembali terutama bila terjadi sesuatu. 8. Melaksanakan survey setelah penimbunan (as built survey 2), untuk memastikan penimbunan parit dengan kerikil dan lempung telah dilaksanakan dengan baik. 9. Bila perlu, dapat dilakukan survey-survey lain atas

perrnintaan Engineer 3.4.4.6 Pengujian Setelah Penempatan Pipa Setelah penempatan pipa, perlu dilakukan pengujian sebagai berikut: 1. Pengujian Tekanan Hidrolis, sesuai dengan pemasangan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 80

Spesifikasi Teknis pipa biasa. 2. Pengujian Kalibrasi, yaitu untuk memastikan internal diameter di sepanjang pipa, tidak lebih dari 5 persen kurang lebihnya daripada nominal internal diameter di setiap tempat.

3.5.

PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA 3.5.1 Umum 3.5.1.1 Lingkup Pekerjaan Kontraktor harus mengerjakan pekerjaan pemasangan pipa berupa perletakan pipa dan penyambungan, dengan cara yang memuaskan direksi dengan spesifikasi ini dan sebagaimana yang diperlihatkan dalam gambar kerja. 3.5.1.2 Penanganan Bahan Pipa, Perkakas dan Peralatannya Perhatian perlu diberikan dalam menangani semua bahan pipa yang disediakan oleh pemilik untuk menghindari kerusakan pada bahan tersebut selama pengangkutan, penurunan, pemasangan dan penyambungan sampai pada penyelesaian pada pekerjaan. Kerusakan pada bahan pipa yang disebutkan tadi harus diperbaiki kontraktor. Kontraktor juga harus menangani perkakas dan peralatan yang disediakan oleh pemilik sedemikian rupa guna menghindari kerusakan pada peralatan tersebut. Semua perkakas dan peralatan harus dijaga kebersihannya dan dipelihara dengan baik sehingga selalu siap digunakan dalam kondisi yang baik. Kerusakan yang terjadi pada perkakas dan peralatan tersebut harus diperbaiki hingga memuaskan direksi atas biaya beban kontraktor. Dalam hal perkakas dan peralatan tidak dapat diperbaiki atau hilang, kontraktor harus memberi kompensasi hingga memuaskan direksi atas beban biaya

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 81

Spesifikasi Teknis kepada pemilik.

3.5.2 Pekerjaan Pemasangan Pipa Baja (Steel) 3.5.2.1 Umum Kontraktor harus menyediakan dan memelihara dalam kondisi baik perkakas dan peralatan untuk menangani dan memasang pipa, dan valve. Cara pemasangan pipa dan penggunaan perkakas dan peralatan juga harus sesuai dengan rekomendasi pabrik. Penopang pipa yang memadai harus disediakan bagi

pemasangan pipa walaupun bahan penopang tidak diperlihatkan dalam gambar kerja. Bagian dalam semua pipa, dan valve yang dipasang, harus dijaga tetap bersih dan bebas dari benda asing dan kotoran disepanjang waktu. Langkah pencegahan mencakup penggunaan kain pembersih dan alat bantu lain yang memadai menurut petunjuk direksi selama pemasangan pipa, dan penyumbatan yang rapat semua lubang/celah yang ada pada setiap akhir hari kerja. Pipa dipasang secara seragam dan menerus pada jalur dan ketinggian sebagaimana diperlihatkan dalam gambar kerja dan sesuai dengan cara pemasangan yang ditetapkan terlebih dahulu. Sebelum menempatkan pipa pada posisinya, ketinggian dan alignment akhir harus diperiksa terlebih dahulu dengan menggunakan peralatan survei. Pipa, valve, dan fitting harus dipeiksa secara teliti dari kerusakan pada saat pemasangan. Bahan yang didapati rusak sebelum, selama, atau setelah dipasang harus diberi tanda secara permanen; disingkirkan dari lokasi pekerjaan, dan diganti dengan yang baik. Secara umum, setiap 3 batang pipa disambung di atas tanah agar pelaksanaan penyambungan lebih mudah dan pada kondisi

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 82

Spesifikasi Teknis yang stabil. Pipa-pipa yang disambung menjadi satu diangkat dan diletakan kedalam galian dan didalam galian pipa tersebut disambung dengan pipa lainnya dengan menggunakan "coupling". Jika kontraktor mengusulkan menggunakan "Heat - shinkable sleeves" untuk lapisan pelindung sambungan daripada "Heat shinkable sleeves", "sleeves" tersebut perlu dipasang pada pipa sebelum diletakan. Galian sekitar daerah yang diperkirakan tempat sambungan dan tempat untuk "Heat - shinkable sleeves" atau "Sleeves", harus digali lebar untuk kemudahan pelaksanaan pekerjaan yang diperlukan. 3.5.2.2 Pemasangan Pipa 18. Penurunan Pipa ke Dalam Galian Peralatan Perkakas, dan fasilitas direksi yang memuaskan direksi harus disediakan dan digunakan oleh komperator untuk keamanan dan kenyamanan pekerjaan. Semua pipa "fitting", dan "valve" harus diturunkan secara hati-hati kedalam galian, satu persatu, dengan batasan diameter memakai "crane", derek, tali, atau dengan mesin, perkakas, atau peralatan, lainnya yang sesuai, dengan cara

sedemikian rupa agar mencegah kerusakan terhadap bahan, lapisan pelindung luar (protective coating) serta lapisan pelindung dalam (Linning). Bahan tersebut sama sekali tidak diperkenankan dijatuhkan atau dilemparkan kedalam galian. Jika kerusakan terjadi pada pipa "valve" atau perlengkapan dapa saat penanganannya, harus segera dilaporkan kepada direksi. Direksi akan menentukan perbaikan yang diperlukan atau menolak bahan yang rusak tersebut. 19. Pemeriksaan Sebelum Pemasangan Semua pipa "Fitting" harus diperiksa secara hati-hati dari kemungkinan kerusakan, pada saat di atas galian sesaat

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 83

Spesifikasi Teknis sebelum dipasang pada posisi akhir.

Setiap ujung pipa harus diperiksa dengan secara khusus, karena daerah ini paling mudah mengalami kerusakan dalam penanganannya. Pipa atau "Fitting" yang rusak/cacat harus diletakan terpisah untuk pemeriksaan oleh direksi diperlukan yang akan

menentukan menolaknya.

perbaikan

yang

ataupun

20. Pembersihan Pipa dan "Fitting" Bagian luar dan dalam ujung pipa harus dibersihkan dengan kain kering dan bersih, dikeringkan dan bebas dari minyak dan lemak sebelum pipa dipasang. Bila ada profit pengaku badan (stiffeners) guna melindungi ujung pipa, semua profil pengaku tersebut harus

disingkirkan sampai bersih demikian pula benda asing lainnya dalam pipa. 21. Perletakan Pipa Tindakan pencegahan harus dilakukan untuk mencegah benda asing masuk kedalam pipa pada saat pipa diletakan pada jalur. Selama berlangsungnya peletakan, tidak boleh ada kotoran, perkakas, kain, ataupun benda-benda lainnya ditempatkan dalam pipa. Saat satuan panjang pipa dalam galian, setiap ujung pipa harus dipasang berhadapan dengan pipa yang sebelumnya, pipa dipasang dan ditempatkan pada jalur dan ketinggian yang benar. Pipa dimantapkan ditempatkan dengan bahan urugan yang telah disetujui dan dipadatkan dengan

ketinggian yang sama kecuali pada ujung pipa. Tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk mencegah tanah atau kotoran lainnya masuk ke sambungan. Setiap saat bila pemasangan pipa sedang berlangsung,

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 84

Spesifikasi Teknis ujung pipa harus ditutup/disumbat dengan bahan yang memadai dan dengan cara yang disetujui oleh direksi. 22. Pemotongan Pipa Pemotongan pipa untuk menyisipkan "Tee", "Bend" atau "Valve" atau tujuan lainnya, harus dilakukan dengan mesin potong yang sesuai dengan cara yang rapih dan baik, tanpa menyebabkan kerusakan pada pipa maupun lapisan

pelindung dalamnya dan menghasilkan ujung yang halus pada sudut yang tepat terhadap sumbu pipa, Pemotongan pipa baja harus dikerjakan dengan mesin pemotong yang sesuai menghasilkan potongan yang halus pada sudut yang benar atau sudut yang diminta terhadap sumbu pipa. Pemotongan perlu dijaga agar jangan sampai merusak lapisan pelindung luar maupun lapisan pelindung pipa dalam. Ujung potongan pipa yang dipotong tersebut, harus dipotong serong (Beveled) dengan ukuran yang sama sebagaimana yang ditentukan dalam spesifikasi. Tidak boleh ada "Fitting" seperti "Bend", "Tee", dan "flange dan spigot" dipotong untuk pekerjaan pemasangan pipa, sejauh tidak ada instruksi tertulis yang diberikan kepada

kontraktor dari direksi. 3.5.2.3 Penyambungan dengan Pengelasan di Lapangan 1. Umum Pengelasan pipa baja di lapangan harus disesuai dengan persyaratan yang ditentukan berikut ini. Hal-hal yang tidak dijelaskan dalam spesifikasi ini, mengacu pada standar ataupun pedoman (code) berikut ini. a. Codes of Japanese Waterworks Steel Pipes

Manufactures' Association (WSP) b. Codes of Welding Engineering Standard (WES), Japan

Bila pengelasan dilakukan dalam galian, galian harus dilebarkan dan dibuat lebih dalam agar memungkinkan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 85

Spesifikasi Teknis pengelasan sebagaimana diminta. Jumlah pipa yang akan menjadi satu, dengan panjang yang sesuai yang dilakukan diatas permukaan tanah, serta cara perletakannya ke posisi yang sesuai, harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi. Pengelasan yang diminta oleh Direksi harus diuji dengan cara pengujian yang dicantumkan dalam "4 PENGUJIAN TANPA MERUSAK PADA PENGELASAN DI LAPANGAN" dalam 9.2.4 atau cara yang diterima oleh Direksi. Untuk jembatan pipa, harus diuji sepanjang seluruh pinggiran setiap sambungan, dengan cara pengujian

radiografi kecuali ditentukan lain. Penyambungan dengan pengelasan harus dilakukan baik dengan sambungan dengan las tumpul tunggal (singlewelded butt joint) atau las-tumpul ganda (double-welded butt joint) sesuai yang ditentukan. 2. Juru Las (Welder) Kontraktor harus memasukkan pengalaman dan kualifikasi juru las yang diusulkan untuk persetujuan Direksi. Juru las tersebut harus memiliki pengalaman dan kualifikasi yang cukup bagi pekerjaan pengelasan, dan memegang sertifikat atau ijazah yang dikeluarkan oleh badan

berwenang. 3. Batang Las dan Mesin Las Batang las harus sesuai persyaratan yang ditentukan dalam JIS I 3211 dan 3212 atau yang memiliki kuat tarik yang setara atau lebih baik dari logam dasar bahan pipa. Batang las yang menyerap lengas (moisture) tidak boleh digunakan dan tingkat lengas harus lebih kecil dari 2,5 % untuk batang yang diiluminasi (illuminated rod) dan 0,5 % untuk batang yang hydrogennya rendah (low hydrogenous rod) Mesin las, harus mesin pengelasan busur nyala (Arc Welding

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 86

Spesifikasi Teknis Machine) dengan arus AC atau pengelasan busur nyala DC, sebagaimana yang ditentukan dalam JIS C 9301 atau pada standar yang telah diterima oleh Direksi. 4. Penyiapan Ujung Pipa Ujung pipa seluruhnya harus mempunyai alur

menyudut/serong (bewel) yang sesuai sebelum pengelasan. Kecuali ditentukan lain atau disetujui oleh Direksi, alur tersebut harus dibuat pada bagian permukaan luar

(exterior) untuk pipa dengan diameter 700 mm dan yang lebih kecil dan pada permukaan dalam (interior) untuk pipa dengan diameter 800 mm dan yang lebih besar. Pipa yang mempunyai ketebalan dinding 16 mm atau lebih, harus alur dikedua sisi pipa agar dapat dilakkan sambungan las tumpul ganda (double welded butt joint). Bentuk dan ukuran celah yang terbentuk oleh alur menyudut tersebut, harus sesuai dengan JIS G-3443 atau sebagaimana yang disetujui oleh Direksi. 5. Pengelasan Sebelum pengerjaan pengelasan, permukaan alur harus dibersihkan dari debu, tanah dan karat dengan menyikat dan mengasah (grinding). Bila pipa akan dipotong di lapangan, lapisan pelindung dalam maupun lapisan pelindung luar pada kedua ujung pipa, harus dikupas minimum 10 cm, kemudian ujung pipa dibuat alur sebagaimana yang ditentukan. "Fitting" tidak boleh dipotong di lapangan, Atas pengelasan dan kecepatan harus dijaga selama pekerjaan pengelasan, harus terus menerus (berlanjut) dari bagian dasar ke bagian atas pinggiran pipa. Bila pengelasan dilakukan di lapangan, Kontraktor harus memperhatikan keadaan cuaca seperti hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Pekerjaan tidak boleh dilakukan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 87

Spesifikasi Teknis dalam kondisi cuaca seperti yang telah disebutkan tanpa perlindungan atau persetujuan dari Direksi. Permukaan hasil pengelasan harus seragam tanpa ada sempalan ketidakrataan. yang berlebihan, tumpang tindih dan

3.5.2.4 Pengujian Tanpa Merusak pada Pengelasan di Lapangan 1. Umum Bagian ini dipakai dengan untuk Pengujian Tanpa Merusak

Sambungan

pengelasan

setelah

pemasangan

pipa. Bagian pipa baja bawah tanah, semua pengelasan di lapangan harus diuji dengan cara uji cairan penembus

dengan perwarna (dye penetrant test). Pengujian harus dilakukan oleh perusahaan pemeriksa yang independen yang memiliki sertifikat dari badan yang berwenang. Kontraktor perusahaan harus memberikan yang dengan keterangan diusulkan kualifikasi mengenai beserta kepala

pemeriksa bersama

pengalamannya,

pengawas yang disebutkan untuk persetujuan Direksi. Kontraktor harus menyediakan semua tenaga kerja,

peralatan dan bahan untuk pengujian tanpa merusak pada sambungan dengan pengelasan di lapangan. Semua pengujian harus dilakukan dengan dihadiri Direksi atau wakilnya, kecuali disetujui lain oleh Direksi. Kontraktor harus menunjuk kepala pengawas yang mampu, yang bertanggung jawab dalam mengawasi prosedur

pengujian sambungan dengan pengelasan. Kontraktor harus menyusun dan menyerahkan laporan mengenai hasil pengujian sambungan dengan pengelasan yang dilakukan di lapangan kepada Direksi. Laporan harus berisi analisa dari pengujian, film, rekaman fotografi dan sebagainya; yang ditandatangani oleh pengawas dan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 88

Spesifikasi Teknis diserahkan sebanyak 5 (lima) copy kepada Direksi.

2.

Pemeriksaan Secara Amatan (visual inspection) Pengelasan alur dan pengelasan kedua harus diperiksa secara amatan. Kerusakan berikut ini dapat menyebabkan ditolaknya hasil pengelasan dan Kontraktor harus mengelas dan menguji kembali atas biayanya sendiri. Adanya lubang (pit) di permukaan Adanya potongan berlebih (undercut) dengan kedalaman 1 mm atau lebih Adanya potongan berlebih (undercut) dengan kedalaman lebih dari 0,5 mm dan kurang dari 1,0 mm dan lebih dari ketebalan dinding. Adanya tumpang tindih adanya (overlap) Adanya penguatan berlebihan

Tabel 5.17 Maximum Reinforcement Ketebalan Dinding (mm) 12,1 atau lebih kecil Lebih besar dari 12,7 Maximum Reinforcement (mm) 3,2 4,8

Butiran yang tidak merata (unven beads), dan Adanya kerusakan akibat nyala (are strike) 3. Uji Cairan Penembus Dengan Warna Penetrasi terakhir warna dan harus dipakai pelaksanaan pada harus pengelasan memenuhi

prosedur

rekomendasi pabrik. Adanya retakan dan/atau lubang harus diperbaiki dan diuji ulang atas biaya kontraktor sendiri. Direksi dapat meniadakan uji cairan penembus dengan warna, bila kemampuan pengelasan kontraktor dapat diterima atas dasar pengujian yang diserahkan oleh

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 89

Spesifikasi Teknis perusahaan pemeriksa yang independen

3.5.3

Pekerjaan Pemasangan Pipa Poly Vinilchloride 3.5.3.1 Umum Singkatan "Pefice" yang digunakan dalam spesifikasi dalam dokumen ataupun gambar berarti poly vinil cloride. Kontraktor harus menyediakan dan memelihara dalam keadaan baik perkakas dan peralatan yang sesuai bagi penanganan dan pemasangan pipa, "valve dan Fitting" Cara pemasangan pipa dan penggunaan perkakas serta

peralatan harus sesuai dan memahami petunjuk dari pabrik atau mengikuti pengarahan dari Direksi.

3.5.3.2 Pemasangan Pipa 1. Penurunan Pipa Kedalaman Galian Perkakas, peralatan yang baik, dan fasilitas yang memenuhi syarat harus disediakan dan digunakan oleh kontraktor bagi keamanan dan kelancaran pekerjaan. Semua Pipa, "Fitting, dan Valve" harus diturunkan kedalam galian satu persatu dengan menggunakan derek,

tali/tambang, atau dengan perkakas atau peralatan lainnya yang sesuai, sedemikian rupa untuk mencegah kerusakan pada bahan tersebut maupun lapisan pelindung luar dan dalamnya. Bahan tersebut dengan alasan apapun tidak boleh

dijatuhkan atau dilemparkan kedalam galian. Jika terjadi kerusakan pada pipa, fitting, valve, atau perlengkapan lain dalam penanganannya, kerusakan

tersebut harus segera diberitahukan kepada Direksi. Direksi harus menetapkan perbaikan atau penolakan bahan yang rusak tersebut.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 90

Spesifikasi Teknis

2.

Pemeriksaan Sebelum Pemasangan Pipa, valve dan fitting harus diperiksa dengan seksama dari kerusakan pada saat pemasangannya. Bahan yang rusak yang ditemukan sebelum, selama atau sesudah pemasangan pada kedudukan akhir, pipa harus diperiksa secara seksama dari retakan dan kerusakan. Ujung "Spigot" harus diperiksa secara teliti karena bagian ini paling mudah rusak selama penanganannya. Pipa atau "Fitting" rusak harus diletakkan terpisah untuk pemeriksaan oleh Direksi.

3.

Pembersihan Pipa dan "Fitting" Semua lepuhan, gumpalan dan bahan lain yang tak berguna harus disingkirkan dari "bell", ujung spigot setiap pipa dan bagian luar ujung spigot, dan sebelum pipa dipasang bagian dalam "bell" harus diseka sampai bersih, kering dan bebas dari lemak Semua bagian dalam semua pipa yang terpasang, valve dan fitting yang telah terpasang harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari benda asing dan kotoran. Tindakan pengahan harus berupa pengguna kain pembersih selama pemasangan dan penyumbatan kedap air semua

bukaan/celah di setiap akhir pekerjaan setiap hari. 4. Pemasangan Pipa Pipa harus diletakkan agar diperoleh perletakan/tumpuan yang seragam dan menerus sesuai jalur dan gradien yang diperlihatkan dalam gambar dan sesuai dengan jadual perletakan yang ditentukan bagi pemasangan. Sebelum menempatkan pipa ke posisinya alignment dan gradien akhir harus dicek dengan peralatan survey. Setiap tindakan pencegahan harus diambil untuk mencegah benda asing masuk kedalam pipa saat ditempatkan pada jalur pemasangannya. Selama pemasangan, tidak boleh ada sampah, perkakas, kain, atau benda lainnya yang

diletakkan/ditinggalkan kedalam pipa.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 91

Spesifikasi Teknis

Setiap batang pipa yang diletakkan dalam bagian ujung spirogt harus diletakkan ditengah bell, pipa didorong masuk dan ditempatkan pada jalur dan gradien yang benar. Pipa harus dimantapkan di tempatya dengan bahan urugan yang dipadatkan merata, kecuali pada bagian bellnya. Tindakan pencegahan harus diambil untuk mencegah tanah atau kotoran lainnya masuk ke dalam sambungan. Pada saat tidak dilakukan pekerjaan penyambungan ujung terbuka pipa harus ditutup dengan cara yang memadai yang disetujui oleh Direksi. Khususnya pada musim hujan, kontraktor harus melakukan tindakan untuk mencegah air hujan/atau sampah dan benda lainnya yang tidak perlu masuk ke pipa yang telah dipasang, dan jangan sampai pipa tersebut terapung 5. Pemotongan Pipa Pemotongan pipa diusahakan seminimum mungkin. Bila perlu pemotongan harus dilakukan tegak lurus terhadap sumbu pipa dan rata. Pemotongan harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dengan rekomendasi pabrik. Ujung potongan dan tepian yang kasar harus diperhalus dan dipotong resong (Beviled) dengan alat yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut. Ujung potongan serong harus sama dengan yang dibuat dipabrik. Perkakas bagi keperluan pemotongan pipa dan membuat ujung potongan serong harus sesuai denga rekomendasi pabrik. Tanda kedalaman (garis melingkar yang jelas) harus dibuat diujung spigot pipa yang dipotong dilapangan untuk menandakan

kedalaman penetrasi spigot yang benar kedalam sambungan pipa.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 92

Spesifikasi Teknis

3.5.3.3 Jenis Sambungan Pipa Poly Vinil Chloride yang dipakai dalam Proyek a. Push-On Rabering" yang dipakai untuk pipa diameter 50 mm - 300 mm b. Sambungan "Solvencement", yang dipakai untuk pipa

diameter 20 mm - 40 mm Semua bahan pelicin (lubrican) untuk sambungan "Push-On Raubbering" dan "solvencement" untuk sambungan

"Solvencement" untuk PVC harus disediakan oleh kontraktor. Kontraktor harus menyerahkan data teknis dan contoh untuk persetujuan untuk Direksi. 1. Penyambungan pipa dengan sambungan "Push-On

Rubbering" "Socket" dan "Spigot" pipa harus dibersihkan dengan seksama sebelum cincing karet (rubbering)

dipasang ditempatnya. "Spigot" kemudian dilumuri secara merata dengan bahan peticin yang tetah disetujui dan pipa ditekan masuk ke "Socket". Penekanan pipa "Socket" harus dilakukan dengan menekan ujung lain pipa yang sedang dipasang. Blok kayu atau alat lainnya yang memadai harus diguanakan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kerusakan "Socket' tersebut pada mana batang tersebut ditekan. Tidak boleh ada ganjal dibawah pipa dan pipa harus terletak merata diatas bahan atasnya (Badding material). Bila diperlukan sekali untuk pembelokkan pipa dengan sambungan "Push-on" agar membentuk lengkungan dengan jari-jari yang panjang, besarnya belokan harus sesuai dengan petunjuk pabrik dan sebagaimana yang

diperintahkan oleh Direksi.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 93

Spesifikasi Teknis

2.

Penyambungan Pipa Dengan Sambungan "solvencement" "Socket" dan "spigot" pipa, harus dibersihkan dengan seksama sebelum ujung spigot dilumuri "Solvencement" yang telah disetujui oleh Direksi. "Solvencement dalam jumlah yang mencuki dilumurkan secara merata diujung "Spigot". Penekanan "Spigot" yang telah diberi "Solvencement" ke "Socket" tersebut harus dilakukan dengan hati-hati. Konraktor agar melakukan dengan hati-hati supaya tidak menyebabkan kerusakan pada pipa yang baru dipasang. Pipa yang baru selesai disambung dengan "Solvencement", tidak boleh digeser/dipindahkan ataupun dibat lengkung. Bila memang diperlukan sekali, untuk membelokkan pipa dengan sambungan "Solvencement" agar membentuk

lengkungan dengan jari-jari panjang, besarnya belokan harus seuai dengan petunjuk dari pabrik dan

sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi,

3.5.4

Pekerjaan Pemasangan Pipa "Polyethyline" 3.5.4.1 Umum Dalam spesifikasi dan dokumen ataupun gambar, Pipa

'POLYETHYLINE" disingkat dengan nama "PE" termasuk jenis thermoplastik. Untuk air minum spesifikasi pipanya adalah PE 50 yang diproduksi dari jenis HOPE atau MDPE. Kontraktor harus menyediakan dan memelihara dalam keadaan baik perkakas dan peralatan yang sesuai bagi penanganan dan pemasangan pipa "Valve" dan "Fitting". Cara pemasangan pipa dan penggunaan perkakas serta

peralatan harus sesuai dan memahami petunjuk dari pabrik atau mengikuti pengarahan dari Direksi. 3.5.4.2 Pemasangan Pipa 1. Penurunan Pipa Kedalam Galian

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 94

Spesifikasi Teknis Perkakas, peralatan yang baik, dan fasilitas yang

memuaskan Direksi harus disediakan dan digunakan oleh kontraktor bagi keamanan kelancaran pekerjaan. Pipa PE diameter kecil diproduksi dalam bentuk roll. Penurunan kedalam galiannya dapat dengan 2 cara : baik dilepas dulu dari gulungannya baru diturunkan atau diturunkan dulu kedalam galian dalam bentuk roll baru dilepas. Pipa PE diameter besar diproduksi dalam bentuk batang. Semua pipa, "Fitting" dan "Valve" harus diturunkan kedalam galian satu persatu, dengan menggunakan derek,

tali/tambang, atau dengan perkakas atau peralatan lainnya yang sesuai sedemikian rupa untuk mencegah kerusakan pada bahan tersebut maupun lapisan pelindung luar dan dalamnnya. Bahan tersebut dengan alasan apapun tidak boleh dijatuhkan atau dilemparkan ke dalam galian. Jika terjadi kerusakan pada pipa, "Fitting", "Valve" atau perlengkapan lain dalam penangannannya kerusakan

tersebut harus segera diberitahukan kepada Direksi. Direksi harus menetapkan perbaikan atau penolakan bahan yang rusak tersebut. 2. Pemeriksaan Sebelum Pemasangan. Pipa, "Valve" dan "Fitting" harus diperiksa dengan seksama dari kerusakan pada saat pemasangannya. Bahan yang rusak yang ditemukan sebelum, selama atau sesudah pemasangan pada kedududkan akhir, pipa harus diperiksa secara seksama dari retakan dan kerusakan. Pipa atau "Fitting" yang rusak harus diletakkan terpisah untuk pemeriksaan Direksi. 3.5.4.3 Penyambungan Pipa Jenis sambungan pipa Polyetheline adalah sebagai berikut: a. Sambungan mekanis: Mechanical-join: sambungan plastik, injection (20 mm - 63 mm) imulded, tipe push-in dengan 0-ring dan ulir

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 95

Spesifikasi Teknis b. Sambungan dari metal

Welding (heat fusion): But welding ( 63 mm - 250 mm) Socket welding (20 mm - 125 m) Saddle welding

c.

Electro welding (25 mm - 125 mm) Las otomatis dari fitting PE yang sudah ada kumparan pemanas.

Cairan

pembersih

serta

peralatan

penyambungan

harus

disediakan oleh kontraktor. Kontraktor harus menyerahkan data teknis dan contoh untuk persetujuan Direksi. 1. Penyambungan dengan Sambungan Mekanis Pipa dimasukkan kedalam sambungan lalu mur penekannya dikencangkan. Penyambungan sistem mekanik lainnya juga sama seperti halnya penyambungan-penyambungan yang biasa dilakukan. 2. Penyambungan Pipa dengan Welding (Heat fusion) Butt weldding Pipa diklem pada alat penekan. Kedua permukaan pipa harus dibersihkan dan diratakan dengan pengetap. Setelah alat pengetap dilepaskan, plat pemanas dijepit diantara kedua permukaan pipa dengan sedikit tekanan untuk beberapa detik. Kemudlan plat pemanas

dilepaskan. Tekan kedua pipa dengan tekanan tertentu sampai mendapatkan lebar yang dikehendaki dari bagian yang menyatu. Hilangkan tekanan untuk

beberapa saat, setelah dingin klem dapat dibuka. Socket welding Pipa dipotong tegak lurus dengan sumbunya.

Permukaan luar pipa dan bagian dalam socket harus dibersihkan dengan cairan pembersih khusus. Jepit bagian ujung pipa yang sebelumnya telah diukur dengan mall yang sudah ditentukan. Masukkan ujung pipa dalam socket pemanas dan socket sambungan ke

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 96

Spesifikasi Teknis dalam spigot pemanas untuk beberapa detik. Keluarkan alat pemanas dan bagian pipa harus segera dimasukkan kedalam socket sambungan. Biarkan beberapa saat sampai dingin. Sudle Welding Mula-mula kedua permukaan yang akan di las harus dibersihkan dengan cairan pembersih. Taruh piringan pemanas diantara pipa sudle dengan tekanan tertentu untuk beberapa saat. Lepaskan piringan pemanas dan sambung segera pipa dengan sudle tersebut dengan tekanan tertentu untuk beberapa saat. Setelah

sambungan dingin baru pipa dilubangi dengan alat yang biasanya sudah ada pada sambungannya. 3. Penyambungan dengan Elektro Welding Kontraktor harus menyediakan KONTROL BOX khusus

dengan tegangan yang harus sama dengan tegangan dari spesifikasi sambungan yang ditentukan oleh produsen sambungan tersebut. Mula-mula kedua permukaan yang akan disambung harus dibersihkan dengan cairan

pembersih. Sambung pipa dengan sambungan yang akan dilas. Kemudian kabel dari kontrol box disambung kedalam sambungan yang tersedia. Hidupkan kontrol box dan secara otomatis akan berhenti sendiri bila proses penyambungan selesai. Sebagai kontrol, material dari dalam akan keluar dari lubang indikator pada sambungan. 3.5.5 Pekerjaan Pemasangan Pipa Ductile Cast Iron 3.5.5.1 Umum Kontraktor harus menyediakan dan memelihara dalam kondisi baik pekakas dan peralatan untuk menangani dan memasang pipa dan valve. Cara pemasangan pipa dan penggunaan perkakas dan juga peralatan harus sesuai dengan rekomendasi pabrik. Penopang pipa yang memadai harus disediakan bagi

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 97

Spesifikasi Teknis pemasangan pipa walaupun bahan penopang tidak diperlihatkan dalam gambar kerja. Bagian dalam semua pipa dan valve yang dipasang, harus dijaga tetap bersih dan bebas dari benda asing dan kotoran sepanjang waktu. Langkah pencegahan mencakup penggunaan kain

pembersih dan alat bantu lain yang memadai menurut petunjuk direksi selama pemasangan pipa, dan penyumbatan yang rapat semua celah/lubang yang ada pada setiap akhir hari kerja. Pipa dipasang secara seragam dan menerus pada jalur dan ketinggian sebagaimana diperlihatkan dalam gambar kerja dan sesuai dengan cara pemasangan yang ditetapkan terlebih dahulu. Sebelum menempatkan pipa pada posisinya, ketinggian dan alinyamen akhir harus diperiksa terlebih dahulu dengan menggunakan peralatan survey. Pipa, valve dan fitting harus diperiksa secara teliti dari kerusakan saat pemasangan. Bahan yang didapati rusak

sebelum, selama dan setelah dipasang harus diberi tanda secara permanen, disingkirkan dari lokasi pekerjaan, dan diganti dengan yang baik. 3.5.5.2 Pemasangan Pipa 1. Penurunan Pipa ke Dalam Galian Peralatan, perkakas, dan fasilitas yang memuaskan direksi harus disediakan dan digunakan oleh kontraktor untuk keamanan dan kenyamanan pekerjaan. Semua pipa, fitting dan valve harus diturunkan secara hati-hati kedalam galian, satu persatu dengan batasan diameter memakai crane, derek, tali atau dengan mesin perkakas atau peralatan lainnya yang sesuai dengan cara sedemikian rupa agar mencegah kerusakan terhadap bahan lapisan pelindung luar (protective coating) serta lapisan pelindung dalam (lining). Bahan tersebut sama sekali tidak diperkenankan dijatuhkan atau dilemparkan kedalam galian. 2. Pemeriksaan Sebelum Pemasangan Semua pipa dan fitting harus diperiksa secara teliti dari

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 98

Spesifikasi Teknis retak dan kerusakan lainnya pada saat benda berada diatas galian sebelum saat pemasangan dalam posisi akhir. Ujung spigot harus diperiksa dengan teliti karena daerah ini merupakan yang paling mudah mengalami kerusakan dalam penanganan. Pipa atau fitting yang rusak harus diletakan terpisah untuk diperiksa oleh direksi yang akan menetapkan perbaikan yang diperlukan atau menolaknya. 3. Pembersihan Pipa dan Fitting Semua gumpalan, gelembung udara, dan kelebihan lapisan pelindung harus disingkirkan dari bell dan ujung spigot setiap pipa dan sebelum pipa dipasang bagian luar ujung spigot dan bagian dalam bell harus diseka bersih, kering dan bebas minyak atau lemak. 4. Pemasangan Pipa Tindakan pencegahan harus dilakukan untuk mencegah benda asing masuk kedalam pipa saat dipasang dalam jalurnya. Selama pemasangan berlangsung, benda,

perkakas, kain atau bahan lainnya tidak boleh diletakan dalam pipa Pada saat batangan pipa diletakan kedalam galian, ujung spigot harus ditempatkan pada lingkaran bell dan ditekan masuk serta diatur pada jatur yang benar. Pipa

dimantapkan pada tempatnya dengan bahan urugan yang telah disetujui yang kemudian dipadatkan kecuali pada bagian bell. Langkah pencegahan harus dilakukan guna mencegah tanah atau bahan lainnya masuk kedalam ruang sambungan. Pada saat tidak dilakukan pemasangan pipa, bukaan pada ujung pipa harus ditutup dengan cara yang memadai yang disetujui oleh direksi. 5. Pemotongan Pipa Pemotongan pipa guna menyisipkan tee, bend atau valve

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 99

Spesifikasi Teknis ataupun untuk tujuan lain harus dilakukan dengan mesin pemotong yang sesuai dengan cara yang rapi dan tenaga terlatih tanpa menimbulkan kerusakan pada pipa maupun lapisan pelindung dalamnya serta menghasilkan ujung yang halus pada sudut yang sesuai terhadap sumbu pipa. 3.5.5.3 Penyambungan Pipa Jenis Sambungan Mechanical Penyambungan pipa yang ditentukan berikut ini hanya

memperlihatkan penerapannya secara umum. Untuk rincian pekerjaan penyambungan, kontraktor harus memahami

petunjuk dari pabrik atau mengikuti perintah direksi. Semua pipa yang ditentukan dalam bagian ini, mencakup pipa fitting dari jenis sambungan yang sama/sejenis. 1. Pemasangan Perlengkapan Di bagian luar spigot dan di bagian dalam bell jenis pipa dengan sambungan mekanik (mechanical joint) ini harus dibersihkan dengan kain yang bersih agar bebas dari kotoran. Bis - tekan (gland) dan cincin karet ductile iron selanjutnya disisipkan diujung spigot dengan bibir bis-tekan menghadap kearah ujung bell atau socket. 2. Pembautan Sambungan Seluruh bagian pipa harus ditekan/didorong masuk guna menempatkan ujung spigot pada bell. Cincin karet

sedemikian harus ditekan keposisinya dalam bell, perhatian perlu diberikan untuk menempatkan cincin karet secara merata disekeliling sambungan. Bis-tekan ductile iron harus digeser sepanjang pipa sampai pada posisi untuk pembautan, semua baut dimasukan dan sekrup diputar dengan tangan. Semua sekrup dikencangkan dengan kunci puntir (wrench) yang sesuai. Sekrup yang terpisah dalam sudut 180 derajat harus dikencangkan bergantian agar diperoleh tekanan yang

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 100

Spesifikasi Teknis seimbang diseluruh bis-tekan. Akhirnya semua sekrup harus dikencangkan dengan kunci puntir dan pastikan dengan bahwa puntiran semua (torque) sekrup yang telah telah

dikencangkan

ditentukan. Puntiran baut bagi setiap ukuran baut harus sesuai dengan standar pabriknya tetapi secara umum adalah sebagai berikut:

Tabel 5.18 Standar Momen Puntir Berdasar Diameter Nominal Pipa Ukuran Sekrup (mm) 16 20 24 30 Diameter Nominal Pipa (mm) 75 100-600 700 - 800 900 atau lebih besar Standar Momen Puntir (kg-m) 6 10 14 20

3.

Sudut Belokan yang diperbolehkan untuk Pipa dengan Sambungan Mekanik Bilamana diperlukan untuk membelokan pipa dengan sambungan mekanik agar supaya membentuk lengkungan berjari-jari panjang, besarnya penyimpangan harus sesuai dengan petunjuk pabrik dan sebagaimana yang

diperintahkan oleh Direksi. 3.5.5.4 Penyambungan Pipa Jenis Sambungan Push On 1. Pemasangan Jenis sambungan push on diterapkan untuk pipa diameter 300 mm dan yang lebih kecil dan dengan memakai jenis sambungan mekanik dimana pipa lurus dan fitting atau fittingnya itu sendiri disambungkan. Pemasangan dan penyambungan pipa sambungan push on dengan fitting harus dilakukan dengan bahan pelicin (lubricant) yang disetujui oleh direksi. Kontraktor harus menyerahkan katalog dan data teknis
Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 101

Spesifikasi Teknis serta contoh kepada direksi sebelum menggunakan bahan pelicin tersebut dalam pekerjaannya dalam waktu yang cukup bagi direksi untuk memeriksanya terlebih dahulu.

Bagi semua sambungan antara fitting dan pipa lurus, atau fittingnya sendiri harus digunakan sambungan mekanik kecuali untuk sambungan lainnya dimana direksi menerima dan menyetujuinya. Ujung spigot yang terpotong dari suatu pipa lurus tidak boleh dicoba disambungkan dengan socket jenis sambungan push on. Dibagian luar spigot dan dibagian dalam bell pipa jenis push on harus dibersihkan dengan kain bersih agar bebas dari kotoran. Setelah melumuri zat pelicin yang telah disetujui

disekeliling spigot, cincin karet harus dilepas dari ujung spigot pipa dan memasangnya ditempat yang telah

ditunjukan oleh pabrik. Penyisipan socket kedalam spigot harus dilakukan dengan cara yang disetujui oleh direksi. Setelah penyisipan tersebut, kedalaman antara socket dan cincin karet sekelilingnya harus diperiksa dengan alat yang sesuai. Jika kedalaman yang diperiksa tidak sesuai dengan

rekomendasi pabrik, dan jika cincin karet terpelintir dalam socket, pipa yang telah tersambung harus dilepas dan pemasangan pipa harus diulangi lagi. Cincin karet yang mengalami tidak boleh kerusakan digunakan atau untuk

deformasi/transformasi

pekerjaan penyambungan dan harus dikembalikan kepada pemilik dengan diberi tanda yang jelas dan catatan yang memberitahukan keadaan kerusakan tersebut. Pipa yang telah tersambung harus dipisahkan/dilepas dengan hati-hati dengan alat yang telah disetujui oleh direksi serta tidak dilakukan dengan kasar.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 102

Spesifikasi Teknis

2.

Sudut Belokan yang diperbolehkan untuk Pipa dengan Sambungan Push On

Bilamana diperlukan membelokan pipa sambungan push on agar membentuk belokan dengan jari-jari yang panjang, besarnya belokan harus sesuai dengan petunjuk pabrik dan sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi.

3.5.5.5 Penyambungan Pipa Jenis Sambungan Flens (flanged ) Setelah membersihkan seluruh permukaan flens bahan

sambungan harus dikencangkan dengan kunci puntir yang sesuai. Sekrup yang terpisah dalam sudut 180 derajat satu sama lain harus dikencangkan bergantian agar diperoleh tekanan yang merata diseluruh permukaan flens. Semua baut dan mur untuk flens harus dilumuri gemuk (grease) dengan merata. Semua mur benar-benar dikencangkan dengan puntiran yang telah ditentukan menggunakan kunci puntir sebagaimana yang diperlihatkan berikut ini : Tabel 5.19 Standar Momen Puntir Berdasarkan Ukuran Baut Diameter Nominal Pipa (mm) 75 - 200 200 - 300 350 - 400 450 - 600 700- 1200 1350- 1800 2000 - 2400 2600 Standar Momen Puntir (kg-m) 6 9 12 18 33 50 58 70

Ukuran Baut (mm) 16 20 22 24 30 36 42 48

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 103

Spesifikasi Teknis

3.5.5.6 Penyambungan dengan Sambungan Penahan (restraint joint) 1. Umum Kontraktor harus memasang sambungan penahan untuk pipa jenis sambungan atau mekanik dan fitting dalam dan sebagaimana untuk dari

ditentukan mencegah

diperlihatkan pipa

gambar lepas

kemungkinan

fitting

sambungan akibat dorongan (thrust) atau pergerakan (movements) 2. Pemasangan Pemasangan sambungan penahan, kecuali diperintahkan oleh direksi harus sesuai dengan petunjuk pabrik. Pipa yang berdekatan dikedua ujung fitting seperti tee, cross, bend dan reducer pada umumnya harus disambung tanpa pemotongan sehingga tidak mengurangi pengarah sambungan penahan. Kontraktor harus mengukur

sambungan dengan pipa guna memastikan kebutuhan diatas. Tambahan sambungan penahan harus dipasang pada

sambungan dengan fitting tersebut bila pipa dipotong untuk penyesuaiannya atau untuk menjaga alinyamen pada fitting tersebut sesuai perintah direksi. Jumlah set sambungan penahan untuk berbagai macam fitting yang akan dipasang, kecuali diperlihatkan lain dalam gambar harus sebagai berikut tetapi tidak terbatas pada :

Tee ..........3

set untuk semua ukuran Tee pada socket dan ujung spigot dan brach's socket end.

Reducer ....2

set untuk semua ukuran reducer pada socket dan ujung spigot

Bend ........2

set untuk ukuran berikut ini dan sudut belokan pada socket dan ujung spigot. Semua ukuran bend dengan sudut

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 104

Spesifikasi Teknis betokan 90 derajat dan 45 derajat Bend dengan diameter 200 mm

dan yang

lebih

besar mempunyai

sudut belokan 22 1/2 derajat Bend dan dengan yang diameter 300 mm

lebih

besar mempunyai

sudut belokan 11 derajat. Blow off ...1 set untuk semua ukuran blow off branch

pada ujung cabang socket Sambungan penahan pada collar, bell dan flanges dan flange dan spigot harus dipasang hanya bila memang diperintahkan direksi. Kontraktor harus memasang semua tambahan sambungan penahan sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi atas biaya kontraktor sendiri. 3.5.5.7 Pemasangan Sambungan Fiexibel dan Coupling 1. Umum Semua sambungan flexible dan coupling harus dipasang dengan benar pada jalur dan ketinggian sebagaimana diperlihatkan dalam gambar. Ujung flange atau coupling sambungan tersebut harus dibersihkan sebelum pemasangan. Semua ujung flange harus dipasang dan dikencangkan sebagaimana telah

ditentukan. Penyambungan coupling harus sesuai dengan petunjuk pabrik. 2. Sambungan Flexible Semua sambungan flexible harus dipasang dibawah tanah untuk penyambungan pipa yang terpendam dan pipa yang terbungkus dalam bangunan beton. Tekukan, kontraksi, ekspansi ataupun transformasi lainnya pada sambungan tersebut harus dihindari sebelum

pemasangan. Perhatian perlu diperhatikan selama transportasi,

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 105

Spesifikasi Teknis penurunan dan pemasangan guna menghindari kemungkinan terjadinya transformasi yang disebutkan tadi pada

sambungan flexible. Oleh karenanya, kontraktor tidak boleh melepas rusuk (ribs), pelindung atau perlengkapan lain yang disertakan pada sambungan sebebelum pekerjaan penyambungan selesai. 3. Sleeve Coupling Semua steeve coupling harus dipasang dan memberi jarak bersih 3,0 cm atau sesuai standar pabrik antara dua ujung pipa yang akan dipasangkan oleh sambungan tersebut. 3.5.6 Pemasangan Galvanized Iron Pipe 3.5.6.1 Umum Singkatan GIP yang digunakan dalam spesifikasi dan dokumen ataupun gambar berarti Galvanized Iron Pipe. Kontraktor harus menyediakan dan memelihara dalam keadaan baik perkakas peralatan yang sesuai bagi pengamanan dan pemasangan pipa, valve dan fitting. Cara pemasangan pipa dan penggunaan perkakas serta

peralatan harus sesuai dan memahami petunjuk dari pabrik atau mengikuti pengarahan direksi. 3.5.6.2 Pemasangan Pipa 5 Penurunan Pipa ke Dalam Galian Peralatan, perkakas, dan fasilitas yang memuaskan direksi harus disediakan dan digunakan oleh kontraktor untuk keamanan dan kenyamanan pekerjaan. Semua pipa, fitting dan valve harus diturunkan secara hati-hati kedalam galian, satu persatu dengan batasan diameter memakai crane, derek, tali atau dengan mesin perkakas atau peralatan lainnya yang sesuai dengan cara sedemikian rupa agar mencegah kerusakan terhadap bahan lapisan pelindung luar (protective coating) serta lapisan pelindung dalam (lining). Bahan tersebut sama sekali tidak diperkenankan dijatuhkan

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 106

Spesifikasi Teknis atau dilemparkan kedalam galian. 6 Pemeriksaan Sebelum Pemasangan Semua pipa dan fitting harus diperiksa secara hati-hati dari kemungkinan kerusakan pada saat berada diatas bagian sesaat sebelum dipasang pada posisi akhir. Setiap ujung pipa harus diperiksa dengan secara khusus, karena daerah ini paling mudah mengalami kerusakan dalam penanganannya. Pipa atau fitting yang rusak/cacat harus diletakan terpisah untuk pemeriksaan oleh direksi yang menentukan perbaikan yang diperlukan ataupun menolaknya. 7 Pembersihan Pipa dan Fitting Bagian luar dan dalam ujung pipa harus dibersihkan dengan kain kering dan bersih, dikeringkan dan bebas dari minyak, lemak sebelum dipasang. Bila ada profil pengaku badan (stiffeners) guna melindungi pipa, semua profit pengaku tersebut harus disingkirkan sampai bersih demikian pula benda asing lainnya dalam pipa. 8 Perletakan Pipa Tindakan pencegahan harus dilakukan untuk mencegah benda asing masuk kedalam pipa pada saat pipa diletakan pada jalur. Selama berlangsungnya peletakan, tidak boleh ada kotoran, perkakas, kain, ataupun benda-benda lainnya ditempatkan dalam pipa. Saat satuan panjang pipa dalam galian, setiap ujung pipa harus dipasang berhadapan dengan pipa yang sebelumnya, pipa dipasang dan ditempatkan pada jalur dan ketinggian yang benar. Pipa dimantapkan ditempatkan dengan bahan urugan yang telah disetujui dan dipadatkan dengan

ketinggian yang sama kecuali pada ujung pipa. Tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk mencegah tanah atau kotoran lainnya masuk ke sambungan. Setiap saat bila pemasangan pipa sedang berlangsung,

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 107

Spesifikasi Teknis ujung pipa harus ditutup/disumbat dengan bahan yang memadai dan dengan cara yang disetujui oleh direksi. 9 Pemotongan Pipa Pemotongan pipa untuk menyisipkan "Tee", "Bend" atau "Valve" atau tujuan lainnya, harus dilakukan dengan mesin potong yang sesuai dengan cara yang rapih dan baik, tanpa menyebabkan kerusakan pada pipa maupun lapisan

pelindung dalamnya dan menghasilkan ujung yang halus pada sudut yang tepat terhadap sumbu pipa. Pemotongan pipa besi harus dikerjakan dengan mesin pemotong yang sesuai menghasilkan potongan yang halus pada sudut yang benar atau sudut yang diminta terhadap sumbu pipa. Pemotongan perlu dijaga agar jangan sampai merusak lapisan pelindung luar maupun lapisan pelindung pipa dalam. Ujung potongan pipa yang dipotong tersebut, harus dipotong serong (Beveled) dengan ukuran yang sama sebagaimana yang ditentukan dalam spesifikasi. Tidak boleh ada "fitting" seperti "Bend", "Tee", dan "flange dan spigot" dipotong untuk pekerjaan pemasangan pipa, sejauh tidak ada instruksi tertulis yang diberikan kepada kontraktor dari direksi. 3.5.6.3 Penyambungan Pipa Galvanized Penyambungan pipa galvanized dilakukan dengan memakai sok seperti yang ditentukan sebelum pipa disambung, maka bagian ulir dari sok atau ujung-ujung pipa harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. Setelah itu pada ulir pipa dipasang serat nanas dan baru dimasukan secara hati-hati pada sok dan diputar sampai kencang betul. 3.5.6.4 Penyambungan dengan Pengelasan 1. Umum Pengelasan pipa galvanized di lapangan harus disesuaikan dengan persyaratan yang ditentukan berikut ini. Hal-hal

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 108

Spesifikasi Teknis yang ttdak dijelaskan dalam spesifikasi ini, mengacu pada standar ataupun pedoman (code) berikut ini. a. Codes of Japanese Waterworks Steel Pipes

Manufactures' Association (WSP) b. Codes of Welding Engineering Standard (WES), Japan Bila pengelasan dilakukan dalam galian, galian harus dilebarkan dan dibuat lebih dalam agar memungkinkan pengelasan sebagaimana diminta. Jumlah pipa yang akan menjadi satu, dengan panjang yang sesuai yang dilakukan diatas permukaan tanah, serta cara perletakannya ke posisi yang sesuai, harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi. Untuk jembatan pipa, harus diuji sepanjang seluruh pinggiran setiap sambungan, dengan cara pengujian

radiografi kecuali ditentukan lain. Penyambungan dengan pengelasan harus dilakukan baik dengan sambungan dengan las tumpul tunggal (singglewelded butt joint) atau las-tumpul ganda (double-welded butt joint) sesuai yang ditentukan 2. Juru Las (welder) Kontraktor harus memasukkan pengalaman dan kualifikasi juru las yang diusulkan untuk persetujuan Direksi. Juru las tersebut harus memiliki pengalaman dan kualifikasi yang cukup bagi pekerjaan pengelasan, dan memegang sertifikat atau ijazah yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. 3. Batang Las dan Mesin Las Batang las harus sesuai persyaratan yang ditentukan dalam JIS Z 3211 dan 3212 atau yang memiliki kuat tarik yang setara atau lebih baik dari logam dasar bahan pipa. Batang las yang menyerap lengas (moisture) tidak boleh digunakan dan tingkat lengas harus lebih kecil dari 2,5 % untuk batang yang diiluminasi (illuminated rod) dan 0,5 % untuk batang yang hydrogennya rendah (low hydrogenous

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 109

Spesifikasi Teknis rod) Mesin las, harus mesin pengelasan busur nyala (Arc Welding Machine) dengan arus AC atau pengelasan busur nyala DC, sebagaimana yang ditentukan dalam JI5 C 9301 atau pada standar yang telah diterima oleh Direksi. 4. Penyiapan Ujung Pipa Ujung pipa seluruhnya harus mempunyai alur

menyudut/serong (bewel) yang sesuai sebelum pengelasan. Kecuali ditentukan lain atau disetujui oleh Direksi, alur tersebut harus dibuat pada bagian permukaan luar

(exterior) untuk pipa dengan diameter 700 mm dan yang lebih kecil dan pada permukaan dalam (interior) untuk pipa dengan diameter 800 mm dan yang lebih besar. Pipa yang mempunyai ketebalan dinding 16 mm atau lebih, harus alur dikedua sisi pipa agar dapat dilakkan sambungan las tumpul ganda (double welded butt joint). Bentuk dan ukuran celah yang terbentuk oleh alur menyudut tersebut, harus sesuai dengan JIS G-3443 atau sebagaimana yang disetujui oleh Direksi. 5. Pengelasan Sebelum pengerjaan pengelasan, permukaan alur harus dibersihkan dan debu, tanah dan karat dengan menyikat dan mengasah (grinding). Bila pipa akan dipotong di lapangan, lapisan pelindung dalam maupun lapisan pelindung luar pada kedua ujung pipa, harus dikupas minimum 10 cm, kemudian ujung pipa dibuat alur sebagaimana yang ditentukan. "Fitting" tidak boleh dipotong di lapangan. Kualitas pengelasan dan kecepatan harus dijaga selama pekerjaan pengelasan, harus terus menerus (berlanjut) dari bagian dasar ke bagian atas pinggiran pipa. Bila pengelasan dilakukan di lapangan, Kontraktor harus memperhatikan keadaan cuaca seperti hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Pekerjaan tidak boleh dilakukan dalam kondisi cuaca seperti yang telah disebutkan tanpa perlindungan atau persetujuan dari Direksi.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 110

Spesifikasi Teknis Permukaan hasil pengelasan harus seragam tanpa ada sempalan yang bertebihan, tumpang tindih dan ketidak rataan.

3.5.6.5 Pengujian Tanpa Merusak pada Pipa dengan Sambungan Pengelasan di Lapangan. 1. Umum Bagian ini dipakai untuk pengujian tanpa merusak

sambungan dengan pengelasan setelah pemasangan pipa. Bagian pipa baja bawah tanah, semua pengelasan di lapangan harus diuji dengan cara uji cairan penembus dengan pewarna (dye penetrant test). Pengujian harus dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa yang independen yang memiliki sertifikat dari badan yang berwenang. Kontraktor harus memberikan keterangan mengenai

lembaga pemeriksa yang diusulkan beserta pengalamannya, bersama dengan kualifikasi kepala pengawas yang

disebutkan untuk persetujuan Direksi. Kontraktor harus menyediakan semua tenaga kerja,

peralatan dan bahan untuk pengujian tanpa merusak pada sambungan dengan pengelasan di lapangan. Semua pengujian harus dilakukan dengan dihadiri Direksi atau wakilnya, kecuali disetujui lain oleh Direksi. Kontraktor harus menunjuk kepala pengawas yang mampu, yang bertanggung jawab dalam mengawasi prosedur

pengujian sambungan dengan pengelasan. Kontraktor harus menyusun dan menyerahkan laporan mengenai hasil pengujian sambungan dengan pengelasan yang dilakukan dilapangan kepada Direksi. Laporan harus berisi analisa dari pengujian, film, rekaman fotografi dan sebagainya; yang ditandatangani oleh pengawas dan

diserahkan sebanyak 5 (lima) copy kepada Direksi.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 111

Spesifikasi Teknis

2.

Pemeriksaan dengan Pengamatan Mata (visual inspection) Pengelasan alur dan pengelasan kedua harus diperiksa secara amatan. Kerusakan berikut ini dapat menyebabkan ditolaknya hasil pengelasan dan Kontraktor harus mengelas dan menguji kembali atas biayanya sendiri. Adanya lubang (pit) di permukaan Adanya potongan berlebih (undercut) dengan

kedalaman 1 mm atau lebih Adanya potongan berlebih (undercut) dengan

kedalaman lebih dari 0,5 mm dan kurang dari 1,0 mm dan lebih dari ketebalan dinding. Adanya tumpang tindih (overlap) Adanya penguatan berlebihan

Tabel 5.20 Maximum Reinforcement Berdasarkan Ketebalan Dinding Ketebalan Dinding (mm) 12,1 atau lebih kecil Lebih besardari 12,7 Maximum Reinforcement (mm) 3,2 4,8

Butiran yang tidak merata (unven beads), dan Adanya kerusakan akibat nyala (are strike)

3.

Uji Cairan Penembus Dengan Warna Penetrasi terakhir warna dan harus dipakai pelaksanaan pada harus pengelasan memenuhi

prosedur

rekomendasi pabrik. Adanya retakan dan/atau lubang harus diperbaiki dan diuji ulang atas biaya kontraktor sendiri. Direksi dapat meniadakan uji cairan penembus dengan warna, bila kemampuan pengelasan kontraktor dapat diterima atas dasar pengujian yang diserahkan oleh perusahaan pemeriksa yang independen

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 112

Spesifikasi Teknis

3.5.7

Lapisan

Pelindung

Luar

(Protective

Coating)

dan

Lapisan

Pelindung Dalam (Linning) 3.5.7.1 Umum Bilamana perlu atau ditetapkan semua sambungan pipa baja dan "fitting" termasuk "coupling"; sambungan "flexible" harus dilindungi sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan dalam spesifikasi ini. Bahan pelindung yang dipakai untuk pekerjaan, harus produk pabrik yang menghasilkan produksi bahan tersebut dalam jumlah besar. Pengarahan petunjuk dan penjelasan teknis dan pabrik, yang diperlukan oleh Pemilik, harus disediakan/diberikan terlebih dahulu. Warna dan lainnya, bila tidak ditentukan akan dipilih oleh Direksi. 3.5.7.2 Pelapisan Pipa Baja dan "Fitting" 1. Pipa Baja yang Terekspos Seluruh permukaan pipa baja dan "fitting" yang terekspos udara, harus diberi tiga lapisan cair sebagai tambahan pada lapisan primer dan lapisan pertama dari pabrik, dan dilakukan setelah pembersihan dan pengeringan permukaan lapisan tersebut. Jika ditemui kerusakan sebelum pelapisan di lapangan, kerusakan tersebut harus diperbaiki sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi. Pelapisan tersebut harus

dilakukan sesuai dengan urutan sebagai berikut : Lapisan Pertama Meni besi, total minimum ketebalan lapisan kering, 35 microns. Lapisan Kedua Cat dasar, total minimum

ketebalan lapisan kering 25 microns. Lapisan Ketiga Dua lapis cat akhir, masing-masing 20 microns. Lapisan pertama harus memenuhi "JIS K5622, Red-Lead

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 113

Spesifikasi Teknis Anticorrosive Paint. Class 2" atau "JIS K5523 Lead Suboxide Anticorrosive Paint. Class 2" atau yang setara. Lapisan pertama, kedua dan ketiga, jika dimungkinkan haruslah produk dari pabrik yang sama sebagaimana pula lapisan primer dan lapisan pertama dari pabrik. Produk tersebut haruslah produk terdaftar. Semua penopang, angker dan perlengkapan lainnya harus dicat sebagaimana ditentukan untuk pipa dan "fitting". 2. Pipa Baja yang Terendam Lapisan pelindung digunakan pada pipa baja yang akan dipendam, dalam proyek terdiri dari : 1 "Head-Shrinkable Sleeve" atau "Sheet System" (untuk sambungan dengan pengelasan) 2 "Epoxy Lining" atau "Coal Tar Epoxy Lining

System" (untuk "Sleeve Coupling), dan 3 Petrolatum Corrosin Protective Tape S- Nsteni" (untuk sambungan expansi) (expansion joints). Spesifikasi ini hanya mencakup hal-hal yang bersifat dasar dan hal-hal yang tak dapat dihindarkan. Semua rincian cara pemasangan mengikuti sebagaimana yang

ditunjukkan/direkomendasikan oleh pabrik. a. "Head-Shrinkabie Sleeve" atau "Sheet" Semua bawah sambungan tanah yang dilas yang dipendam di

harus dilindungi dengan "Head-shrinkable

sleeve" atau "sheet". Bahan tersebut akan disediakan oleh Pemilik. Kontraktor harus dalam melakukan pekerjaan pemasangan,

dibawah petunjuk instruktur yang ditugaskan oleh

pemasok bahan tersebut. Nama pemasok bahan akan diberitahukan kepada Kontraktor oleh Pemilik, dan semua biaya bagi penugasan Instruktur tersebut menjadi beban Kontraktor.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 114

Spesifikasi Teknis

1.

"Head-Shrinkable Sleeve": Pemasangan "Sleeve" Panjang tumpang tindih (overlapping) antara lapisan dari pabrik dan lapisan yang dipasang di lapangan harus lebih dari 50 mm pada kedua sisinya. Sebelum pekerjaan pengelasan sambungan, sejumlah sleeve yang diperlukan harus dipotong dengan panjang yang sesuai, dan disisipkan ke pipa sebelum ditempatkan dalam galian. "Sleeve" tersebut harus berada di tempat yang tidak terpengaruh oleh panas pengelasan. Penanganan Pendahuluan

Permukaan Pipa Semua percikan, butiran dan lain sebagainya yang timbul di daerah pengelasan harus disingkirkan dengan alat

pembersih yang memadai, dan setiap permukaan pipa yang akan ditutup dengan "sleeve" harus dihaluskan terlebih dahulu. Pemanasan Pendahuluan pada Pipa Area yang akan ditutupi dengan "wrapping", harus dipanasi dahulu dengan pembakar (burner) sampai kurang lebih 60 derajat, dan "wrapping" harus diletakkan ditempatnya untuk menutupi daerah sambungan, setelah menyingkirkan lapisan pemisah dari "wrapping". Panjang tumpang tindih antara lapisan dari pabrik dan lapisan yang dipasang di lapangan harus lebih besar dari 50 mm. Pemanasan dan Pengerutan "Sleeve" Pemanasan "sleeve" harus dilakukan dengan pembakar yang disetujui oleh Direksi dan dilakukan mulai dari bagian tengah "sleeve". Udara yang berada di antara "sleeve" dan pipa, harus disingkirkan seluruh secara perlahan dan pasti. Pengerutan akan berlanjut secara merata, sampai sifat adhesive "sleeve" timbul. 2. "Head- Shrinkable Sheet" Penanganan Pendahuluan Permukaan Pipa Penanganan komponen terdahulu (a) dan 1) "Head-

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 115

Spesifikasi Teknis Shrinkable Sleeve". kata "Sleeve" harus dibaca "sheet", Pemanasan Pendahuluan Pipa Bagian yang akan ditutup dengan "sheet", harus dipanaskan dahulu dengan pembakar sampai kurang lebih 60 derajat. Panjang tumpang tindih antara pelapisan dari pabrik dan pelapisan di lapangan harus lebih darl 50 mm, dan tumpang tindih untuk "sheet" itu sendiri harus lebih dari 100 mm. Pemanasan dan Pengerutan "Sheet" Setelah melakukan "sheet" pada pipa, "sheet" tersebut harus dikerutkan dengan pembakar, secara merata, dan udara yang berada diantara sheet" dan pipa harus disingkirkan seluruhnya secara perlahan tapi pasti. Pengerutan harus dilanjutkan sampai bahan perekatnya timbul dari "sheet". 3. Pelapisan "Epoxy" atau Pelapisan "Coat Tar Epoxy" "Sleeve coupling" yang disediakan oleh Pemilik harus dilindungi dengan bahan khusus. Kontraktor harus

menangani bahan tersebut dengan sangat hati-hati jangan sampai merusak ataupun menggores permukaan bahan pelapis. Semua bagian yang rusak atau tergores dan bagian sekitarnya pada permukaan lapisan pelindung "sleeve coupling" harus diberi lapisan kembali sebagaimana berikut ini. Semua biaya bagi bahan pelapisan "epoxy atau pelapisan "coal tar epoxy", tenaga kerja, peralatan dan perkakas harus ditanggung oleh Kontraktor. Kontraktor harus memasukan data teknis dan contoh (sample) bahan pelapisan tersebut untuk persetujuan Direksi. 1. Pelapisan "Epoxy"

Satu (1) lapisan dari cairan epoxy primer. Satu (I) atau lebih lapisan cairan finish coat.
2. Pelapisan "Coal Tar Epoxy"

Satu (1) lapisan "epoxy primer',

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 116

Spesifikasi Teknis

Dua (2) lapisan "epoxy finish coat"


4. Pipa Pelindung Korosi "Petrolatum" Semua sambungan "expansion" harus dilindungi dengan pelindung korosi "petrolatum" Bahan harus disediakan oleh Kontraktor. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan pemasangan di bawah pengawasan instruktur yang ditugaskan oleh

pemasok bahan. Kontraktor harus memasukan data teknis dan contoh (sample) bahan tersebut dengan data

pengalaman instruktur yang akan ditugaskan oleh pabrik, untuk persetujuan Direksi. Pembungkusan pita pelindung oleh bahan tersebut, harus dilanjutkan ke bagian beton tidak kurang dari 15 cm sesuai dengan petunjuk dari pabrik. Permukaan yang akan dilapisi dengan pelindung korosi "petrolatum" harus dibersihkan. Karat, kotoran dan debu, air, minyak dan lemak harus disingkirkan seluruhnya dari permukaan yang akan dilapisi. Setelah membersihkan permukaan, permukaan tersebut harus ditutup dengan pasta. Cekungan harus diisi dengan bahan pengisi (fifter) sampai permukaan rata dan halus. Pasta tersebut dan bahan pengisi harus produk yang disuplai oleh pabrik, pita pelindung korosi "petrolatum". Pita pelindung korosi "petrolatum" harus ditarik dengan tegangan yang cukup agar cukup merenggangkan pita tersebut. Paling sedikit 150 mm permukaan pita harus ditekan dengan tangan agar dapat mengikatnya dengan baik dan mantap. Dalam hal pita yang disediakan pemilik habis, Kontraktor harus menyediakan pita yang sama atau setara yang disetujui Direksi atas biaya Kontraktor sendiri.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 117

Spesifikasi Teknis

3.6.

PENGUJIAN HIDROSTATIS DAN DESINFEKSI 3.6.1. Umum Setetah pemasangan jalur pipa, termasuk pipa induk, "valve", bangunan khusus jembatan pipa, penembusan pipa (pipe driving), perlintasan pipa dan perlengkapan lainnya, harus dilakukan pengujian pada jalur pipa tersebut sesuai dengan spesifikasi ini. Pengujian tekanan air (hydrostatic-pressure test) pada jalur pipa dilakukan dengan tujuan untuk meyakinkan/menjamin bahwa

sambungan pipa dan perlengkapannya dalam keadaan baik, kuat dan tidak bocor serta blok-blok penahan (thrus block permanen) sanggup menahan tekanan sesuai dengan tekanan kerja pipa. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja, peralatan dan bahan untuk pengulian tekanan air dan pengujian kebocoran. Peralatan meter yang diperlukan untuk penguatan tekanan dan kebocoran harus disediakan oleh Kontraktor. Bagian jaringan pipa yang akan diuji diisi penuh dengan air. Pemborong dapat menggunakan sumber air yang ada tanpa biaya atau menyediakan sumber air tersendiri dengan biaya sendiri. Pengisian air ini dilakukan dengan pemompaan (electric piston type test pump) yang dilengkapi meteran air, harus dicegah terjadinya gelombang-gelombang tekanan, semua udara di dalam pipa harus dilepas, dan sebuah manometer dengan kran penutupnya harus dihubungkan pada cabang jaringan pipa yang diuji. Apabila bagian pipa yang diuji ini tidak terdapat katup udara maka cara pengeluaran udara akan ditentukan oleh Tenaga Ahli. 1 Air untuk pengujian akan disediakan oleh Pemilik atas

beban biaya Kontraktor. 2 Seluruh pekerjaan pengujian harus dilakukan dengan disaksikan oleh Direksi atau wakilnya.

3.6.2. Uji Tekan Setelah pipa dipasang, semua pipa baru yang dipasang atau setiap bagian pipa baru yang dipasang katup harus bertekanan hidrostatis minimal 1,5 kali tekanan kerja pada saat pengujian.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 118

Spesifikasi Teknis

5.6.2.1.Batasan Tekanan Pengujian tekanan harus sebagai berikut: 1. Tidak boleh lebih kecil dan 1,25 kali tekanan kerja pada tekanan tertinggi selama pengujian 2. 3. 4. 5. Tidak melebihi tekanan yang direncanakan Paling sedikit dilaksanakan selama 2 jam Tidak bervariasi > 5 psi (0,35 bar) untuk selama pengujian Tekanan yang diberikan tidak boleh melebihi 2 kali tekanan yang diijinkan untuk katup atau hidran bila batas tekanan pengujian termasuk pada gate valves atau hidran. Catatan : Katup tidak boleh dioperasikan pada saat tekanan

menyebar ke semua arah melebihi tekanan yang diijinkan 6. Tidak boleh melebihi tekanan katup yang diijinkan bila batas tekanan bagian yang diuji dan bagian uji termasuk pada saat katup tertutup, baik untuk gate valves atau katup buterfly. 5.6.2.2.Tekanan Udara Setiap bagian pipa yang dipasang katup harus diisi dengan air perlahan-lahan dan ditentukan uji tekan, berdasarkan evaluasi dari titik terendah dari jalur pipa atau bagian yang diuji dan dikoreksi terhadap evaluasi alat ukur pengujian, harus dilakukan dengan cara menyambungkan pompa ke pipa. Katup-katup tidak boleh dioperasikan baik dalam keadaan tertutup pada tekanan differensial melebihi tekanan yang diijinkan. Cara ini berguna untuk menstabilkan uji tekan sebelum uji kebocoran. 5.6.2.3.Pelepasan Udara Sebelum pelaksanaan uji tekan ditentukan, udara harus dibuang seluruhnya dari katup dan hidran. Apabila ventilasi udara tidak dipasang pada semua titik tertinggi, kontraktor harus memasang katup cock pada titik tersebut diatas sehingga udara dapat dikeluarkan bersamaan pada saat pipa diisi air, Setelah semua

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 119

Spesifikasi Teknis udara dikeluarkan, katup cock harus ditutup dan uji tekan dilaksanakan. Pada akhir uji tekan cock harus dilepas dan disumbat atau tinggalkan ditempat sesuai dengan permintaan pemilik. 5.6.2.4.Pemeriksaan Setiap pipa, fitting, hidran dan sambungan-sambungan yang terlihat harus diperiksa secara cermat selama pengujian. Setiap pipa, fitting, hidran yang rusak atau cacat ditemukan pada saat uji tekan harus diperbaiki atau diganti dengan bahan yang baik, dan pengujian akan diulangi sampai memuaskan pemilik.

3.6.3. Uji Kebocoran Uji kebocoran harus dilakukan segera setelah uji tekan 3.6.3.1 Definisi Kebocoran Kebocoran harus diartikan sebagai sejumlah air yang harus disuply kedalam pipa yang baru dipasang atau setiap bagian yang baru dipasang katup, untuk menjaga tekanan pada 5 psi (0,35 bar) sebagai tekanan uji yang ditentukan sesudah udara pada jalur pipa sudah dihilangkan dan pipa telah diisi dengan air. Kebocoran tidak boleh diukur dalam keadaan tekanan turun pada saat pengujian melebihi periode waktu pengujian yang

ditentukan. 3.6.3.2 Kebocoran yang diijinkan Pemasangan pipa dianggap gagal apabila tingkat kebocoran melebihi dari yang ditentukan dalam persamaan berikut:

SD P 133200

Dimana : L : Kebocoran yang diijinkan, dalam liter/jam

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 120

Spesifikasi Teknis S D P : : : Panjang pipa uji, dalam meter Diameter pipa nominal, dalam inch Tekanan uji rata-rata selama uji kebocoran, dalam bar

Dalam satuan metrik :

SD P 2816

Dimana : Lm S D P : : : : Kebocoran yang diijinkan, dalam liter/jam Panjang pipa uji, dalam meter Diameter pipa nominal, dalam inch Tekanan uji rata-rata selama uji kebocoran, dalam bar

Formula berdasar pada kebocoran yang diijinkan dari 11,65 gpd per mil, dengan diameter nominal D = 1 inch dan tekanan P = 150 psi 1. Kebocoran yang diijinkan, dengan variasi tekanan ditunjukan pada tabel 11. 2. Pada pengujian terhadap dudukan katup tertutup,

penambahan kebocoran sebesar 0,0012 It/jam dari ukuran katup nominal dapat diijinkan 3. Bila hidran pada bagian uji pengujian harus dilakukan pada hidran tertutup.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 121

Spesifikasi Teknis

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 122

Spesifikasi Teknis Tabel 3.21 Bocoran Yang Diijinkan Untuk Setiap 1000 ft (305 M) Panjang Pipa

Tekanan Uji Rata Rata psi (Bar) 450 (31) 400 (28) 350 (24) 300 (21) 275 (19) 250 (17) 225 (16) 200 (14) 275 (12) 150 (10) 125 (9) 100 (7)

3 0.48 0.45 0.42 0.39 0.37 0.36 0.34 0.32 0.30 0.28 0.25 0.23

4 0.64 0.64 0.60 0.56 0.52 0.50 0.47 0.45 0.59 0.55 0.50 0.45

6 0.95 0.90 0.84 0.78 0.75 0.71 0.68 0.64 0.59 0.55 0.50 0.45

8 1.27 1.20 1.12 1.04 1.00 1.95 1.90 1.85 1.80 1.74 1.67 1.60

10 1.59 1.50 1.40 1.03 1.24 1.19 1.13 1.06 0.99 0.92 0.84 0.75

12 1.91 1.80 1.69 1.56 1.49 1.42 1.35 1.28 1.19 1.10 1.01 1.90

Diameter Normal Pipa (inch) 14 16 18 20 2.23 2.10 1.97 1.82 1.74 1.66 1.58 1.48 1.39 1.29 1.18 1.05 2.55 2.40 2.22 2.08 1.99 1.90 1.80 1.70 1.59 1.47 1.34 1.20 2.87 2.70 2.53 2.34 2.24 2.14 2.03 1.91 1.79 1.66 1.51 1.35 3.18 3.00 2.81 2.60 2.49 2.37 2.25 2.12 1.98 1.84 1.68 1.50

24 3.82 3.60 3.37 3.12 2.99 2.85 2.70 2.55 2.38 2.21 2.01 1.80

30 4.78 4.50 4.21 3.90 3.73 3.56 3.38 3.19 2.98 2.76 2.52 2.25

36 5.73 5.41 5.06 4.68 4.48 4.27 4.05 3.82 3.58 3.31 3.02 2.70

42 6.69 6.31 5.90 4.46 5.23 4.99 4.73 4.46 4.17 3.86 3.53 3.15

48 7.64 7.21 6.74 6.24 5.98 5.70 5.41 5.09 4.77 4.41 4.03 3.60

54 8.00 8.11 7.58 7.02 6.72 6.41 6.03 5.73 5.36 4.97 4.53 4.05

Semua bagian jaringan yang diuji, dengan berbagai diameter, kebocoran yang diijinkan akan merupakan jumlah kebocoran dari setiap pipa Untuk memperoleh kebocoran dalam liter/jam. Kalikan dengan 3,785

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 123

Spesifikasi Teknis

3.6.3.3 Penerimaan Hasil Pemasangan Penerimaan harus ditentukan sesuai dengan tingkat kebocoran yang diijinkan. Bila pada suatu uji pipa ternyata mengeluarkan bocoran yang lebih besar dari pada yang disyaratkan pada butir 10.3.3., kontraktor akan menentukan lokasi kebocoran dan melakukan perbaikan seperlunya sampai kebocoran sesuai persyaratan yang diijinkan, dan atas biaya sendiri. Semua kebocoran yang kelihatan harus diperbaiki. 3.6.4. Penggelontoran Pipa Air untuk penggelontoran akan disediakan oleh Pemilik atas beban biaya Kontraktor dan Kontraktor harus membersihkan semua pipa yang terpasang dengan Penggelontoran memakai air bersih sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi. Penggelontoran dilakukan dengan membuka / menguras cabang pembuang (drainase branch), mulai dari hulu dan secara bertahap ke arah hilir. Jangka waktu pengurasan cabang pembuang akan diperintahkan oleh Direksi. Kontraktor harus dengan segera menentukan lokasi dan memperbaiki apabila ditemukan kebocoran selama penggelontoran, sebagaimana diperintahkan Direksi, walaupun hasil pengujian yang disebutkan di atas disetujui oleh Direksi. 3.6.5. Desinfeksi Sebelum berfungsi dalam sistem layanan dan sebelum dinyatakan selesai oleh Direksi, semua pipa induk baru, perluasan atau sambungan ke sistem yang ada, atau "valve" yang ada dalam jaringan perluasan harus didesinfeksi dengan Chlorine sesuai dengan prosedur berikut ini, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi. 1 Desinfeksi harus dilakukan dengan mengisi jalur pipa dengan air bersih yang telah diolah yang mengandung paling sedikit 10 mg/liter sisa Chlorine. 2 Setelah 24 jam, sisa Chlorine harus diperiksa dan jika lebih dari 5 mg/lt hal tersebut dapat dianggap desinfeksi telah dicapai dengan memuaskan. 3 Walaupun demikian, jika sisa Chlorine memperlihatkan kurang dari 5 mg/liter, harus ditambah Chlorine, diikuti dengan tambahan periode
Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 124

Spesifikasi Teknis kontak selama 24 jan.

Desinfeksi termasuk pengukuran sisa Chlorine merupakan tanggung jawab Kontraktor, tetapi air dan bahan kimia akan disediakan oleh Pemilik atas beban biaya Kontraktor.

Pekerjaan akan mencakup pemasangan pipa sementara atau pengambilan sesuai kebutuhan bagi injeksi air Chlorine dan pengambilan contoh air untuk pengujian di bawah pengarahan Direksi.

Pekerjaan yang dilakukan di atas harus dilakukan setelah penyelesaian dan diterimanya pengujian kebocoran dan tekanan yang disyaratkan.

Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM

3 - 125