Anda di halaman 1dari 14

Art by AveeQ

Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta


www.afiqi-sirau.blogspot.com

FUNGSI MANAJEMEN
Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh
seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan
oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen. Proses tersebut
bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap
pelaksanaan rencana tersebut. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui
efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat
tercapai.

PERENCANAAN

Perencanaan adalah langkah awal sebelum melakukan fungsi-fungsi manajemen. Disadari


atau tidak, setiap hari kita selalu membuat perencanaan dalam hal apapun dan lebih luasnya
bangsa kita sendiri juga melakukan perencanaan, perencanaan Indonesia diawali saat
Presiden Soekarno membentuk Panitia Pemikir Siasat Ekonomi yang diketuai oleh Drs.
Muhammad Hatta pada tahun 1947. Panitia ini menghasilkan Dasar Pokok Plan yang
mengatur ekonomi Indonesia yang selanjutnya oleh I.J kasimo dirancang seacara sektoral
menjadi Plan Tiga tahun RI 1948 – 1950. Selanjutnya pada tahun 1961 – 1968 disusun
Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana oleh Dewan Perancang Nasinoal
(Depenas) yang sekarang menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Sekurang-kurangnya ada empat filsafat perencanaan, yaitu filsafat sintesis (synthetis),


rasionalisme (rationalism), pengembangan organisasi (organitazional development), dan
empirisme (empiricism). Perencanaan sendiri mempunyai pengertian, sejarah perencanaan
pendidikan, tujuan perencanaan pendidikan, manfaat, ruang lingkup, pendekatan, teori,
model, metode, proses, prinsip-prinsip, karakteristik, koordinasi, pernanan institusi, dan
teknik-teknik perencanaan.

Pengertian Perencanaan

Perencanaan adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk


dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang
ditetapkan. Ada beberapa pengertian Perencanaan, menurut Bintoro Tjokroaminoto
perencanaan ialah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang
akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Mneurut Siagian perencanaan adalah
sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang menyangkut hal-
hal yang akan dikerjakan di masa dating dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya. Dior berpendapat bahwa perencanaan adalah suatu proses
penyiapan seperangkat keputusan untuk dilaksanakan pada waktu yang akan dating,
yang diarahkan untuk mencapai saasaran tertentu.

Dari beberapa tokoh yang menjabarkan arti dari perencanaan, dapat disimpulkan
bahwa perencanaan ialah kegiatan yang dilakukan dimasa yang akan dating untuk
mencapai tujuan. Ada beberapa unsur dari definisi perncanaan, yaitu sejumlah
kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, adanya proses, hasil yang ingin dicapai, dan
menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.

Tujuan Perencanaan

Ada beberapa tujuan perncanaan antara lain :

Standar pengawasan

Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan

Mengetahui apa saja yang terlibat (kualifikasi dan kuantitas)

Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan

Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif

Memberikan gambaran yang menyeluruh

Menyelesaikan dan memadukan beberapa subkegiatan

Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui

Mengarahkan pada pencapaian tujuan

Manfaat Perencanaan

Perencanaan mempunyai banyak manfaat, antara lain :

Standar pelaksanaan dan pengawasan

Pemilihan berbagai alternative terbaik

Penyusunan skala prioritas (sarana dan kegiatan)

Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi

Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan

Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait

Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti

Ruang Lingkup Perencanaan

Beberapa hal yang mempengaruhi ruang lingkup perncanaan adalah :

Perencanaan Dimensi Waktu, meliputi Perencanaan Jangka Panjang (Long Term


Art by AveeQ
Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
www.afiqi-sirau.blogspot.com

Planning), Perencanaan Jangka Menengah (Medium Term Planning), Perencanaan


Jangka Pendek (Short Term Planning)

Perencanaan Dimensi Spesial, dinamakan spesial karena mempunyai karakter yang


terkait dengan ruang dan batasan wilayah. Yang termasuk dalam perencanaan ini
adalah, Perencanaan Nasional, Perencanaan Regional, dan Perencanaan Tata
Ruang.

Perencanaan Dimensi Tingkatan Teknis Perencanaan meliputi beberapa perencanaan


yaitu Perencanaan Makro, Perencanaan Mikro, Perencanaan Sektoral,
Perencanaan Kawasan dan Perencanaan Proyek.

Perencanaan Dimensi Jenis, Anen menyebutkan jenis perncanaan ini sebagai berikut,
Perencanaan dari Atas ke Bawah (Top Down Planning), Perencanaan dari Bawah
ke Atas (Bottom-Up Planning), Perencanaan Menyerong ke Samping (Diagonal
Planning), Perencanaan Mendatar (Horizontal Planning), Perencanaan
Menggelinding (Rolling Planning) dan Perencanaan Gabungan Atas ke Bawah
dan Bawah ke Atas (Top-Down and Bottom-Up Planning)

Macam-macam Pendekatan Perencanaan Pendidikan

Pendidikan sangat erat kaitannya dengan penduduk, begitupun juga dengan


perencanaan pendidikan sangat erat kaitannya dengan struktur penduduknya. Ada
empat pendekatan dalam perencanaan pendidikan yaitu, pendekatan kebutuhan sosial
(social demand approach), pendekatan ketanagakerjaan (manpower approach),
pendekatan untung rugi (cost and benefit approach) dan pendekatan keefektifan biaya
(cost effectiveness approach).

Teori Perencanaan

Teori Sinoptik

Teori Inkramental

Teori Transaktif

Teori Advokasi

Teori Radikal

Teori SITAR

Model Perencanaan Pendidikan


Model Komprehensif

Model Pembiayaan dan Keefektifan Biaya

Model PPBS

Model Target Setting

Metode Perencanaan

Analisis Sumber-Cara-Tujuan (Mean-Ways-Goal-Analysisi)

Analisis Masukan-Keluaran (Input-Output Analysis)

Analisis Ekonometrik (Econometric Analysis)

Diagram Sebab-Akibat (Cause-Effect Diagram)

Delphi

Heuristik

Anlisis Siklus kehidupan (Life-Cycle Anlysis)

Analisis Nilai Tambah (Value Added Analysis)

Proyeksi

Pemecahan Penduduk Usia Lima Tahunan Menjadi Tahunan

Proyeksi Penduduk dan Penduduk Usia Sekolah

Proyeksi Siswa dengan Arus Siswa

Proyeksi Kebutuhan Ruang Kelas

Proyeksi Siswa/Wajib Belajar Berdasarkan Asal

Angka Lulusan

Proyeksi Kebutuhan Guru

Prediksi Rasio Siswa Per Guru

Proyeksi Rasio Siswa Per Kelas

Rasio Kelas Per Guru

Proyeksi Angka Partisipasi Kasar (APK)

Proyeksi Angka Partisipasi Murni (APM)


Art by AveeQ
Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
www.afiqi-sirau.blogspot.com

Proyeksi Angka Transisi dari Semua Jenjang baik Jalur Sekolah maupun Luar
Sekolah

Proyeksi Jumlah Lulusan SMA/SMK yang Diterima di PTN/PTS dan Jumlah


Mahasiswa Baru yang Diterima di PTN/PTS

Proyeksi Jumlah Lulusan SMA/SMK yang Diterima di Dunia Kerja

Prediksi Jumlah Mahasiswa yang Lulus dari PTN/PTS

Prediksi Anggaran Pendidikan untuk Semua Jenjang dan Jalur Pendidikan

Proses Perencanaan

Menurut Banghart & Trull, proses ini melalui beberapa tahapan yaitu, pendahuluan,
mengidentifikasi permasalahan pendidikan, analisis area masalah perencanaan,
penyusunan konsep dan rencana, mengevaluasi rencana, menentukan rencana,
penerapan rencana, dan rencana umpan balik.

Menurut Chesswas proses perencanaan pendidikan sebagai berikut, menilai


kebutuhan akan pendidikan, merumuskan tujuan dan sasaran pendidikan,
merumuskan kebijakan dan menentukan prioritas, merumuskan proyek dan
program, menguji kelayakan, menerapkan rencana, menilai dan merevisi untuk
rencana yang akan dating.

International City Management

Menurut Johnson

Anonim

Prinsip Perencanaan yang Baik

Kegiatan-kegiatan perencanaan yang baik, konisisten, dan realistis harus


memperhatikan, keadaan sekarang (tidak dimulai dari nol, tetapi dari sumber daya
yang sudah ada), keberhasilan dan faktor-faktor kritis keberhasilan, kegagalan masa
lampau, potensi tantangan serta kendala yang ada, kemampuan merubah kelemahan
menjadi kekuatan serta ancaman menjadi peluang analisis (Strenghts. Weaknesses,
Opportunities, and Threats atau SWOT), mengikutsertakan pihak-pihak terkait,
memperhatikan komitmen dan mengoordinasikan pihak-pihak terkait,
mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi demokratis transparan realistis legalistis
serta praktis, dan jika mungkin mengujicobakan kelayakan perencanaan.

Karakteristik Perencanaan Pendidikan


Karakteristik perencanaan pendidikan yang diberikan oleh Gaffar adalah sebagai
berikut:

Harus mengutamakan nila-nilai manusiawi

Harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan segala potensi peserta didik


secara optimal.

Harus memberikan kesempatan pendidikan bagi semua peserta didik.

Harus komprehensif dan sistematis

Harus berorientasi pada pembangunan

Harus dikembangkan dengan memerhatikan keterkaitannya dengan berbagai


komponen pendidikan secara sistematis

Harus menggunakan sumber daya secermat mungkin

Harus berorientasi pada masa yang akan dating

Harus kenyal dan responsive terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarkat,


tidak statis tetapi dinamis.

Harus merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan.

Koordinasi Perencanaan

Tujuan dari koordinasi perncanaan yaitu agar terbentuk hubungan kerjasama yang
baik antar dan antara intuisi perencanaan di pusat, daerah, antar daerah dan antar
sektor sehingga bias mengeefektifkan dan mengefisienkansumber daya pekerja yang
dilakukan melalui teknik atau peran pengembangan model-model perencanaan yang
baku dan teruji.

Teknik Perencanaan

Terdiri atas : bar chart (gantt Chart), coordinate graph, block diagram, hannum
curve, vector curve, matrix diagram, time logic diagram car chart, bar chart with S
curve, line of balance, life circle curve, milistone chartm dan network diagram.

Network Planning (NWP) diagram terdiri dari : Arrow Diagram Method (ADM) atau
disebut juga dengan Analysis of Arrow (AoA) atau Critical Path Method (CPM),
kemdian Program Evalution Review Technique (PERT), dan yang terakhir
Art by AveeQ
Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
www.afiqi-sirau.blogspot.com

Precedence Diagram method (PDM)

PENGORGANISASIAN

Manusia adalah makhluk organisasi, oleh karena ketika dilahirkan ia sudah menjadi
anggota organisasi genetis yang disebut anggota organisasi keluarga, dan sampai
meninggalpun manusia juga tidak bisa dipisahkan dari organisasi karena manusia tidak bisa
hidup sendiri. Organisasi itu sendiri dibentuk untuk kepentingan manusia (antroposentris).
Organisasi bukan tujuan melainkan hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Pengertian Pengorganisasian dan Organisasi

Menurut Handoko : yang pertama adalah penentuan sumber daya dan kegiatan yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, yang kedua proses perancangan dan
pengembangan suatu organisasi yang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah
tujuan, yang ketiga penugasan tanggung jawab tertentu, yang keempat pendelegasian
wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-
tugasnya.

Organisasi berasal dari bahasa latin yaitu organum yang berarti alat, bagian, anggota
badan. Menurut Weber organisasi adalah struktur birokrasi, sedangkan menurut
Wendrich adalah proses mendesaian kegiatan-kegiatandalam struktur organisasi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sedangkan menurut Sutarto organisasi adalah
mendefinisikan organisasi sebagai kumpulan orang, proses pembagian kerja, dan
system kerja sama atau system sosial. Walaupun banyak ahli yang mendefenisikan
organisasi secara berbeda-beda tetapi intisarinya sama yaitu bahwa organisasi
merupakan proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan organisasi
secara efektif dan efisien.

Jadi jika disarikan inti dari organisasi ada tiga yaitu : kerja sama, terdiri dari dua orang
atau lebih, dan tujuan yang hendak dicapai dari organisasi tersebut.

Ada 7 pengertian organisasi, yaitu:

Organisasi sebagai Proses Kerja Sama

Organisasi adalah proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan
bersama secara efektif dan efisien. Dalam proses kerja sama dua orang atau lebih
terdapat bermacam-macam perilaku individu di dalam organisasi, organisasi sarat
dengan interaksi, interaksi antar orang ada yang berperilaku positif yang
mendukung organisasi, demikian pula sebaliknya ada yang bereperilaku negatif
yang menghambat organisasi. Perilaku individu bersama-sama dengan perilaku
kelompok membentuk perilaku organisasi.

Organisasi sebagai Sistem Sosial

Sistem adalah subsistem-subsistem yang saling berinteraksi, berkorelasi, dan


berdependensi yang membentuk satu kesatuan utuh melebihi jika subsistem-
subsistem bekerja sendiri-sendiri (sinergik).

Tujuan mempelajari organisasi sebagai sistem adalah untuk mengetahui faktor-


faktor sosial yang dapat mempengaruhi keefektifan organisasi, mengendalikan
faktor-faktor sosial tersebut, memberikan keterangan mengenai perubahan yang
perlu dilakukan untuk memperbaiki sistem, dan agar dalam memecahkan masalah
organisasi tidak terkotak-kotak atau sepotong-sepotong, tetapi utuh dan
menyelulruh.

Organisasi sebagai Struktur (Struktur Organisasi)

Struktur (bagan) organisasi sebagai sistem formal dari hubungan aturan-aturan


dan tugas serta keterkaitan otoritas yang mengontrol tentang cara orang
bekerjasama dan memanfaatkan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.

Tujuan struktur organisasi bertujuan : sebagai cirri-ciri khas organisasi yang


digunakan untuk mengendalikan orang-orang yang bekerjasama dan sumber daya
organisasi dalam mencapai tujuan, mengendalikan koordinasi serta motivasi,
mengarahkan perilaku orang-orang dalam berorganisasi, merespons pemanfaatan
lingkungan, teknologi serta sumber daya manusia, dan mengembangkan
organisasi.

Proses penyusunan struktur organisasi disebut pengorganisasian (organizing),


struktur organisasi ada enam macam yaitu: garis, garis serta staf, fungsional,
devisional, organisasi komite/panitia, dan matriks

Organisasi sebagai Kultur (Kultur Organisasi)

Suatu organisasi dapat berkembang melebihi organisasi yang lain walapun


organisasi itu bergerak dalam bidang dan lokasi yang sama. Organisasi sebagai
kultur mempunyai keunikan yang dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain nilai
dan norma yang dianut anggotanya, kepercayaan, kebiasaan yang berlaku dalam
organisasi, dan filosofi organisasi yang dianut. Banyak berpendapat mengenai arti
arti dari Kultur Organisasi akan tetapi initisarinya sama yaitu keyakinan dan nilai
bersama yang mengikat kebersamaan seluruh anggota organisasi.

Tujuan dan manfaat kultur organisasi adalah : identitas organisasi yang


memebdakan satu organisasi dengan organisasi lainnya, perekat kebersamaan
Art by AveeQ
Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
www.afiqi-sirau.blogspot.com

seluruh warga organisasi, sarana pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan
efisien, menikngkatkan kesehatan (iklim) organisasi yang kondisif, meningkatkan
mutu produk organisasi, memahami iptek baru yang mempengaruhi dan
dipengaruhi organisasi, dan memahami resistensi budaya terhadap perubahan
yang terjadi seperti pembelajaran organisasional serta perubahan organisasi.

Organisasi sebagai Wadah

Wadah organisasi adalah tempat organisasi melakukan kegiatan. Manusia dalam


melakukan kegiatannya termasuk berorganisasi tidak terlepas dari waktu dan
ruang atau wadah. Wadah kegiatan ini disbeut sebagai organisasi dan biasanya
berbentuk lembaga, wadah tersbut selanjutnya diberi nama organisasi yang
nomenklatur.

Tujuan organisasi sebagai wadah adalah sebagai tempat melaksanakan kegiatan


dan alamat memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan mengadakan
komunikasi, wadah kadang juga melambangkan kobanfiditasan suatu organisasi.

Organisasi sebagai Iklim

Iklim organisasi atau suasana adalah produk akhir dari interaksi antaraanggota
oraganisasi yang ada di suatu organisasi guna menacapai keseimbangan antara
tujuan lembaga dengan tujuan individu. Iklim organisasi bisa bersifat tampak
mata dan tampak tidak mata (emosional). Beda kultur organisasi dan iklim
organisasi adalah kulur berkenaan dengan antropolgi sedangkan iklim berkenaan
dengan sosiologi.

Organisasi Pembelajaran (Learning Organization)

Organisasi pembelajaran adalah kemampuan organisasi untuk tanggap dan


mampu menjawab berbagai kondisi dan lingkungan yang mempengaruhi
keberhasilannya atau dengan kata lain pembelajaran individu dan kelompok
dalam organisasi agar menjadi yang paling unggul di antara pesaingnya.
Keberhasilan organisasi dalam mengahadapi persaingan global ditentukan oleh
seberapa jauh organisasi memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif.

Manfaat organisasi pembelajaran diantaranya yang pertama untuk menghasilkan


anggota organisasi yang berkualitas dengan membudayakan proses pembelajaran
di dalam organisasi dan menjadikan organisasi sebagai tempat pembelajaran,
kedua meningkatkan kreativitas kemampuan entrepreneurship serta otonomi
organisasi, ketiga mengantisipasi dan mengadaptasi lingkungan yang cepat
berbuah dan sulit diramalkan, keempat mempercepat pengembangan produk,
proses, dan pelayanan baru, kelima meningkatkan kecakapan dan memenangkan
persaingan dengan organisasi lain, keenam menyebarluaskan pengetahuan ke
seluruh anggota organisasi, ketujuh belajar dari kesalahan secara lebih efektif,
kedelapan menjadikan organisasi lebih tangguh di setiap level organisasi,
kesembilan menghemat waktu dalam menerapkan perubahan strategi baru, dan
kesepuluh merangsang peningkatan kinerja organisasi secara terus menerus.

Tujuan dan Manfaat Organisasi

Antara lain tujuan dan manfaat organisasi adalah :

Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemamuan, dan sumber daya yang dimilikinya


dalama mencapai tujuannya.

Mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisien karena dikerjakan secara bersama-
sama (motif pencapaian tujuan).

Wadah memanfaatkan sumber daya dan teknologi besama-sama.

Wadah mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimiliki seseorang (motif


berprestasi)

Wadah mendapatkan jabatan dan pembagian kerja

Wadah mengelola lingkungan bersama-sama.

Wadah mencari keuntungan secara bersama-sama (motif uang)

Wadah menggunakan kekuasaan dan pengawasan (motif kekuasaan)

Wadah mendapatkan penghargaan (motif penghargaan)

Wadah memenuhi kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks

Wadah menambah pergaulan

Wadah memanfaatkan waktu luang

Pengembangan Organisasi (Organizational Development)

Pengembangan organisasi adalah strategi intervensi yang memanfaatkan proses


kelompok untuk berfokus pada budaya organisasi secara menyeluruh dalam rangka
melakukan perbuhan yang diinginkan. Organisasi yang sedang berkembang bergerak
melalui lima tahap, yaitu

Perkembangan organisasi disebut kreativitas, tahap ini lebih banyak didominasi oleh
para pendiri organisasi yang biasanya menekankan pada produk dan pemasaran
produk organisasi.

Perkembangan organisasi ditandai adanya kepemimpinan baru dan staf-staf inti baru.
Sementara para supervisor dibawahnya lebih banyak diperlakukan sebagai
spesialis fungsional daripada pemimpin yang otonom dalam pengambilan
Art by AveeQ
Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
www.afiqi-sirau.blogspot.com

keputusan

Organisasi yang berkembang dengan delegasi biasanya mulai dengan


mengembangkan struktur organisasi yang di desentralisasikan untuk
meningkatkan motivasi bawahan.

Perkembangan organisasi terjadi krisis koordinasi yang hanya mudah diucapkan tapi
sangat sulit dilaksanakan dengan baik sehingga organisasi menjadi tidak efektif
dan efisien.

Tahap kolaborasi, tahap ini lebih menekankan pada spontanitas tindakan pengelolaan
yang lebih besar melalui tim dan penyelesaian perbedaan individu.

Keefektifan Organisasi

Organisasi dinyatakan efektif apabila tujuan anggota organisasi dan tujuan organisasi
tecapai sesuai atau di atas target yang telah ditetapkan. Indikator-indikator organisasi
bermutu dan efektif antara lain :

Berfokus pada pelanggan

Berfokus pada upaya pencegahan masalah

Investasi pada manusia dan mengangga manusia sebagai asset organisasi yang tidak
ternilai

Memiliki strategi untuk mencapai mutu

Memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk melakukan perbaikan diri


(responsif)

Memiliki kebijakan dalam perencanaan mutu

Mengupayakan proses perbaikan terus-menerus dengan melibatkan semua pihak


terkait (partisipatif)

Membentuk fasilisator yang bermutu (mutu dan mampu memimpin proses perbaikan)

Mendorong orang untuk berinovasi dan berkreasi

Memperjelas peranan dan tanggung jawab setiap orang

Memiliki strategi evaluasi yang objektif dan jelas

Memiliki rencana jangka panjang

Memiliki visi dan misi

Memandang mutu sebagai bagian dari kebudayaan


Meningkatkan mutu sebagai kewajiban

Terbuka dan bertanggungjawab

Perubahan Organisasi (Organitational Change)

Adalah perpindahan kea rah yang lebih baik untuk mempertahankan keberadaan
organisasi terhadap tuntutan perubahan zaman. Organisasi sebagai kehidupan
organisme hidupnya tergantung bagaimana kemampuannya beradaptasi terhadap
perubahan lingkungannya dan bagaimana strategi adaptifnya proaktif atau reaktif.
Perubahan dalam organisasi itu wajib hukumnya jika ingin tetap eksis didalam
persaingan yang ketat.

Perbedaan antara perubahan organisasi (organization change) dengan perkembangan


organisasi (organization development) adalah perubahan organisasi berfokus pada
individu, interaksi antara individu di dalam organisasi dan organisasi itu sendiri.
Sedangkan pengembangan organisasi ialah perubahan untuk meningkatkan nilai dan
keberadaan sumber daya organisasi seperti pelatihan manajer dalam meningkatkan
kompetensinya dibidang pemecahan masalah, pelatihan anggota organisasi selaku
bawahannya.

Perbuahan organisasi mempunyai beberapa unsur yaitu :

Proses Perubahan Organisasi

Diawali dengan keadaan organisasi lama, kemudian terjadi kejenuhan yang


menyebabkan kebekuan. Dikarenakan ingin tetap diakui keberadaannya, timbul
kesadaran anggotanya untuk mengadakan perubahan.

Sikap Manusia terhadap Perubahan

Sikap manusia terhadap perubahan antara lain mangkir atau bolos, mogok kerja,
menuntut, merengut datau berkeluh kesah, dan yang sangat positif adalah bekerja
lebih keras, serta menolak terang-terangan.

Resistensi Manusia terhadap Perubahan

Manusia tidak ada yang senang dengan perubahan dan cenderung berusaha tetap
status quo, penyebabnya antara lain adalah : merasa sudah mapan (sudah puas),
ingin aman, tidak kehilangan penghasilan, jabatan,dan sebagainya, tidak mau
ambil resiko (takut gagal), malas berpikir, kurang percaya (kurang yakin) bahwa
perusahaan itu membawa kea rah yang lebih baik (menyejahterakan), takut gagal,
misinformasi melihat reformasi, mengancam ketrampilan dan kompetesnsi, takut
tampak bodoh, teralalu sering berubah, dan teralalu serius.
Art by AveeQ
Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
www.afiqi-sirau.blogspot.com

Model perubahan Organisasi

Strategi Perubahan

Strategi perubaha meliputi pendekatan struktural, cultural, sosial, dari bawah, dari
diri sendiri (personal), dari yang mudah, dari yang kecil, dari murah, terus-
menerus, sistem, rasional, dan politik serta ekonomi.

Faktorf-aktor yang menentukan keberhasilan perubahan :

Kemauan yang keras untuk berubah

Kemauan visi untuk berubah

Kebersamaan teman sejawat untuk berubah

Kolaborasi dalam memecahkan masalah

Komunikasi yang efektif

Kesejahteraan

Kerjakan sekarang juga.

KESIMPULAN

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam
proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan
untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang
industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan
lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan
mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki.
Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara
terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif
sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan
dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses
terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak
dapat berjalan.

Fungsi kedua adalah pengorganisasian atau organizing. Pengorganisasian dilakukan dengan


tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil.
Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan
orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan,
siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa
yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.