Anda di halaman 1dari 9

SISTEM PUTAR PADA KEGIATAN PEMBORAN SUMUR X LAPANGAN Y

Proposal Magang Kerja

Oleh : PRIMA AGUNG MAHARDIKA 111201170

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN INDRAMAYU 2013

SISTEM PUTAR PADA KEGIATAN PEMBORAN SUMUR X LAPANGAN Y

Proposal Magang Kerja


Diajukan guna memenuhi penulisan laporan magang kerja untuk mengisi waktu liburan semester genap pada Proogram Studi Teknik Perminyakan Akademi Minyak Dan Gas Balongan Indramayu

Oleh : PRIMA AGUNG MAHARDIKA 111201170

Disetujui Untuk Program Studi Teknik Perminyakan Akademi Minyak Dan Gas Balongan Indramayu Oleh :

Winarto S.T Pembimbing

SISTEM PUTAR PADA KEGIATAN PEMBORAN SUMUR X LAPANGAN Y

I.

Latar Belakang Masalah


Dalam kegiatan pemboran sistem putar merupakan sistem yang

berperan penting terutama dalam proses pemboran. Sistem putar adalah sistem yang meneruskan tenaga dari prime mover dan dirubah jadi energi putar pada drill string sehingga pemboran dengan cara ini dinamakan rotary drilling. Sistem putar sendiri sangat berpengaruh dalam kegiatan rotary drilling karena drill string tidak akan bergerak jika sumber tenaga dari prime mover tidak diubah oleh sistem putar menjadi energi putar. Rotary slip dipasang pada rotary table yang digunakan sebagai stabilizer agar drill string tetap pada alurnya. Sistem putar yang menggunakan rotary table sebagai alat pemutarnya sudah mulai tersaingi dengan adanya sistem pemutar yang menggunakan tenaga hidraulik yaitu top drive. Masalah yang akan timbul dari adanya top drive ini adalah penggunaan sistem putar dengan rotary table akan mulai berkurang karena kurang efisien dalam penggunaannya karena jika

menggunakan top drive kita tidak perlu menggunakan kelly,kelly bushing dan master bushing lagi untuk meneruskan tenaga putarnya.

II.

Tujuan
1. Mengetahui komponen-komponen sistem putar pada kegiatan pemboran. 2. Mengetahui kegunaan dari setiap komponen pada sistem putar. 3. Mengetahui keunggulan dan kelemahan masing-masing alat putar. 4. Mengetahui penyaluran tenaga putar dari prime mover ke rotary table

III.

Tinjauan Pustaka
3.1 Peralatan Putar a. Meja Putar berfungsi untuk meneruskan tenaga dari prime mover melalui drawwork dengan rantai atau langsung dengan menggunakan belt dari prime mover. b. Kelly Bushing berfungsi untuk meneeruskan tenaga putar dari rotary table ke drill string c. Master Bushing berfungsi sebagai kedudukan kelly bushing dan rotary slip. d. Rotary slip berfungsi sebagai penggantung drill string pada saat dilakukan penyambungan dan pelepasan drill pipe.

3.2 Drill string a. Swivel merupakan titik penghubung antara circulating sistem dan rotating sistem. Disamping itu juga sebagai penutup fluida dan menahan putaran selama diberikan tekanan. Swivel berfungsi sebagai penahan beban drillstring dan bagian statis yang memberikan drillstring berputar. b. Kelly berfungsi sebagai penghantar putaran dan meja putar (rotary table) ke seluruh rangkaian dibawahnya. Gerakan kelly selain berputar searah jarum jam, juga bergerak vertikal (turun-naik), sehingga memungkinkan untuk memutarkan dan mengangkat atau menurunkan rangkaian dibawahnya. Ukuran kelly, mempunyai panjang +/- 13 14 dan 16.5 M, lebih panjang dari pada drill pipe dan drill collar. Dibagian atas mempunyai koneksi draad ulir kiri, dibagian bawah draad ulir kanan. Draad bawah selalu diberi pelindung dengan kelly saver sub, untuk menjaga agar tidak terlalu cepat rusak c. Drill pipe berfungsi untuk menghubungkan antara kelly dan DC dan meneruskan sirkulasi lumpur pemboran.

d. Drill colar berfungsi sebagai pemberat atau WOB (weight on bit) agar drill string tidak mengalami pembelokan saat pemboran. e. Bit berfungsi untuk menghancurkan batuan dan menembus formasi sampai kedalaman yang di inginkan. Bit dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu: 1. Drag bit Drag bit atau fish tail adalah jenis bit yang digunakan sejak dulu dalam proses rotary drilling dan sampai kini masih tetap digunakan terutama pada pemboran

dangkal. Drag bit mempunyai pisau pemotong yang mirip ekor ikan, karena jenis bit ini tidak memiliki bagian yang bergerak, maka pemboran dilakukan denagn cara menggeruk saja dan tergantung dari beban, putaran serta kekuatan dari pisau pemotongnya. Pisau pemotong ini bisa berjumlah dua, tiga atau empat dan terbuat dari alloy steel yang umumnya diperkuat oleh tungsten carbide. Keuntungan bit ini adalah : ROP yang tinggi. Umur yang panjang dalam soft formation. Kerugiannya adalah : Memberikan torque yang tinggi. Cenderung membuat lubang yang berbelok. Pada formasi shale, sering terjadi balling (dilapisi padatan). 2. Diamond bit Diamond bit memasang butir-butir intan sebagai penggeruk pada matrix besi atau carbide dan tidak memiliki bagian yang bergerak. Bit ini digunakan untuk membor formasi yang keras dan abrasive. Keuntungan dari diamond bit adalah memberikan footage yang lebih besar sehingga round trip lebih sedikit

terutama pada formasi yang keras dan sumur yang dalam. Sedangkan kelemahannya adalah memberikan ROP yang kecil dan harganya mahal. 3. Rolling cutter bit Rolling cutter bit adalah bit yang mempunyai kerucutkerucut (cone) yang berputar untuk menghancurkan batuan. Bit ini pertama kali dibuat dengan 2 cone : Tipe dari rolling cutter bit dibagi menjadi : Milled tooth cutter Gigi milled tooth bit dibuat dengan memiling baja hingga berbentuk kerucut. Milled tooth bit didesain untuk formasi lunak, biasanya dilapisi dengan material yang kuat seperti tungsten carbide. Milled tooth bit yang digunakan untuk membor formasi keras dibuat dengan proses khusus dan pemanasan (heat treating). Tungsten carbide insert bit Gigi bit ini dibuat dari tungsten carbide kemudian ditekan dalam mesin yang mempunyai lubang berbentuk cone. Untuk membor formasi yang yang lunak digunakan tungsten carbide yang bergigi panjang dan ujungnya berbentuk pahat (chisel-shape end). Sedangkan untuk formasi yang lebih keras digunakan tungsten carbide yang bergigi pendek dan ujungnya berbentuk

hemispherical. Bit ini biasanya disebut button bits.

IV.

Kesimpulan Sementara
1. Sistem putar merupakan komponen terpenting pada rotary drilling karena perputaran tersebut adalah unsur utama adanya metode rotary drilling setelah metode bor tumbuk. 2. Tenaga putar dari prime mover disalurkan dengan dua cara yaitu memakai belt langsung ke rotary table atau melewati drawwork kemudian dihubungkan dengan rantai ke rotary table. 3. Top drive lebih efisien dalam sistem putar dibandingkan dengan rotary table karena peralatan putarnya lebih praktis dan efisien.

DAFTAR ISI SEMENTARA

HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN BAB I BAB II BAB III LATAR BELAKANG MASALAH MAKSUD DAN TUJUAN TINJAUAN PUSTAKA 3.1 3.2 BAB IV Peralatan Putar Drill String

KESIMPULAN SEMENTARA

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA

Dyke, Van. K.1997.Fundamental of Petroleum.Association of Desk and Derrick Clubs.Tulsa,Oklahoma. Gatlin Carl.1960.Petroleum Engineering-Drilling Fluids.Elsevier Scientific Publishing Company.Newyork. Rubiandini, H, R.S, DR. Ing. Ir.,1985.Diklat Kuliah Teknik dan Alat Pemboran.HMTM Patra.Insitut Teknologi Bandung. http://rominofrizal89.blogspot.com/2013/03/rotating-sistem.html http://khairdblackbeard.blogspot.com/2012/04/penjelasan-hal-hal-mengenairig.html