Anda di halaman 1dari 14

TEKNIK TEKANAN TRANSIENT

TUGAS KELOMPOK MANDIRI KE-1


PERKIRAAN DRAINAGE SHAPE DARI TEST LIMIT
RESERVOIR

Disusun oleh :

DITA AUDINA AGUSTIN (143210605)

RITA SUSANTI (143210598)

ROMAL RAMADHAN (143210709)

SONYA REGINA CAHYANI (143210643)

KELAS VI E

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERMINYAKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, yang telah
memberikan begitu banyak karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Makalah ini merupakan suatu makalah yang
bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Tekanan Transien yang
merupakan mata kuliah wajib pada semester VIII, serta sebagai tambahan materi
dan ilmu bagi kami.
Sehubungan dengan rampungnya makalah ini, kami ingin mengucapkan
terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, seperti Bapak Fiki Hidayat,
S.T.,M.Eng selaku dosen Teknik Tekanan Transien yang membimbing dan
memberikan arahan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis
ini.
Serta anggota kelompok diskusi yang berperan penting dalam penyelesaian
makalah ini. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan yang terdapat dalam
penulisan dan materi dalam penyusunan makalah ini. Dengan adanya makalah
tentang “Perkiraan Drainage Shape dari Limit Test Reservoir” ini, kami berharap
dapat bermanfaat dan membuka pola pikir pembaca untuk lebih memahami
pembahasan yang kami sajikan terutama dengan materi yang terkait dengan mata
kuliah Teknik Tekanan Transien.

Pekanbaru, 08 Maret 2017

Penulis

2|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................. iii

BAB I
PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A....................................................................................Latar
Belakang....................................................................... 1
B....................................................................................Rumus
an Masalah.................................................................... 1
C....................................................................................Tujuan
......................................................................................2

BAB II
PEMBAHASAN........................................................................................... 3
A....................................................................................Definis
i Pressure Drawdown.................................................... 3
B....................................................................................Reserv
oir Limit Testing........................................................... 4
C....................................................................................Metode
Analisis Pressure Drawdown Pada PSS........................ 5
D....................................................................................Perhitu
ngan............................................................................... 7

BAB III
PENUTUP ................................................................................................ 10
A....................................................................................Kesim
pulan.............................................................................. 10
B....................................................................................Saran
......................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 11

3|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Reservoir merupakan tempat dimana terakumulasinya hidrokarbon.
Agar hidrokarbon yang berada di dalam suatu reservoir dapat diproduksi,
maka terdapat beberapa parameter yang harus diketahui, sehingga dapat
menentukan penerapan suatu metode yang tepat dalam proses produksi.
Data-data terpenting yang harus diketahui meliputi: sifat fisik fluida
reservoir, sifat batuan reservoir, serta data PVT (Pressure, Volume,
Temperature) dari reservoir tersebut. Semua hal tersebut harus diketahui dan
dianalisa, sehingga dari aspek ekonomi dapat dipertimbangkan, apakah
biaya yang dikeluarkan untuk proses eksploitasi tersebut dapat dikatakan
cukup atau tidak.
Pressure Drawdown Test dapat digunakan untuk memperkirakan
volume yang sedang terproduksi dari sebuah sumur. Hal ini juga digunakan
untuk mengetahui batas reservoir. Untuk jenis teknik pengujian sumur,
performa tekanan merupakan hal yang perlu diperhatikan, tekanan akan
mencapai pseudosteady state untuk drawdown pada sistem pengurasan
tertutup. Pada kondisi pseudosteady state, tekanan bottom-hole bervariasi,
namun berbanding lurus dengan waktu. Perbandingan konstan tergantung
pada volume reservoir.
Di dalam makalah ini juga dijelaskan bagaimana cara menggunakan
data tekanan drawdown untuk memperkirakan baik ukuran maupun
geometri dari reservoir. Dari makalah ini diharapkan dapat memberikan
informasi-informasi tambahan terutama yang terkait dengan mata kuliah
Teknik Tekanan Transient..

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang dapat
dirumuskan dalam makalah ini adalah:
a. Bagaimana definisi pressure drawdown?
b.................................................................................................Baga
imana reservoir limit testing?
c.................................................................................................Baga
imana metode analisis pressure drawdown pada pss?
d.................................................................................................Baga
imana perhitungan metode analisis pressure drawdown?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penyusunan
makalah ini adalah:
a. Menjelaskan definisi pressure drawdown?
b. Menjelaskan reservoir limit testing?
c. Menjelaskan metode analisis pressure drawdown pada pss?
d. Menjelaskan perhitungan metode analisis pressure
drawdown?

2|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


BAB II
PEMBAHASAN

Tujuan utama dari suatu pengujian sumur hydrocarbon, atau yang telah
dikenal dengan sebutan “Well Testing” adalah untuk menentukan kemampuan
suatu lapisan atau formasi untuk berproduksi. Apabila pengujian ini dirancang
secara baik dan memadai, kemudian hasilnya dianalisa secara tepat, maka akan
banyak sekali informasi-informasi yang sangat berharga akan didapatkan seperti:
permeabilitas efektif, kerusakan atau perbaikan formasi disekeliling lubang bor
yang diuji, tekanan reservoir, bentuk radius pengurasan, keheterogenan suatu
lapisan.
Sebenarnya prinsip dasar pengujian ini sangat sederhana yaitu kita
memberikan suatu gangguan keseimbangan tekanan terhadap sumur yang diuji.
Ini dilakukan baik dengan memproduksi dengan laju alir yang konstan
(drawdown) atau penutupan sumur (build up). Dengan adanya gangguan ini
impuls perubahan tekanan (pressure transient) akan disebarkan keseluruhan
reservoir dan ini diamati setiap saat dengan mencatat tekanan lubang bor selama
pengujian berlangsung. Apabila perubahan tekanan tadi diplot dengan suatu fungsi
waktu, maka akan dianalisa pola aliran yang terjadi dan juga besaran-besaran dan
karakteristik formasi.

A. Definisi Pressure Drawdown

Pressure drawdown testing adalah suatu pengujian yang dilaksanakan


dengan jalan membuka sumur dan mempertahankan laju produksi tetap
selama pengujian berlangsung. Laju aliran dianggap tetap dan penurunan
tekanan dasar sumur dimonitor secara kontinyu. Pada pengujian ini segala
data komplesi harus diketahui agar efek dan lamanya "well bore storage"
dapat diperkirakan.
Sebagai syarat awal, sebelum pembukaan sumur tersebut, tekanan
hendaknya seragam diseluruh reservoir yaitu dengan menutup sumur
sementara waktu agar tercapai keseragaman tekanan direservoirnya.

3|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


Tuntutan ini biasa terjadi pada reservoir-reservoir yang baru tetapi jarang
dapat dipenuhi pada reservoir-reservoir yang telah lama atau tua.
Mengingat hal tersebut diatas, waktu yang paling ideal untuk
melakukan pressure drawdown test adalah pada saat-saat pertama suatu
sumur berproduksi. Namun tentu saja dasarnya, pengujian ini dapat
dilakukan pada :
1. Sumur baru
2. Sumur-sumur lama yang telah ditutup sekian lama hingga
dicapai keseragaman tekanan reservoir
3. Sumur-sumur produktif yang apabila dilakukan buidup test,
si empunya sumur akan sangat rugi.
Apabila didesain secara memadai, perolehan dari pegujian ini
mncakup banyak informasi yang berharga sepertipermeabilitas formasi,
factor skin dan volume pori-pori yang berisi fluida.
Apabila suatu sumur diproduksikan dengan laju alir yang tetap, tiga
rejim aliran akan terjadi yaitu : periode transient, periode late transient, dan
PSS (preudo steady state).

B. Reservoir Limit Testing


Analisa pressure drawdown pada periode PSS yang dapat digunakan
untuk menentukan volume reservoir.
Dietz shape factor (CA) adalah suatu konstanta yang dimasukkan ke
dalam persamaan solusi Pseudosteady State agar persamaan tersebut cocok
atau berlaku untuk bentuk luas daerah pengurasan sumur (drainage area).
Dietz shape factor digunakan untuk mempelajari berbagai regime aliran
dengan memperhtungkan bentuk dari suatu reservoir. Berdasarkan bentuk-
bentuk geometri reservoir yang lain, akhirnya konstanta Dietz shape factor
dikembangkan berdasarkan bentuk geometri reservoir yang lain dan letak
sumurnya.

C. Metode Analisis Pressure Drawdown pada PSS


Ketika sumur berproduksi pada laju konstan, q STB/D, tekanan dasar-
sumur menurun. Pada awalnya tekanan diperoleh dengan :

( t ) +¿ p1 hr
pwf =m log ¿

4|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


di mana:

pwf = Tekanan alir sumur, psi

t = Waktu Produksi, jam

−162.6 q B μ
m=
kh

p1 hr= pi
kh [(
70.6 q B μ
ln
0.0002637 k t
2
ϕ μ ct rw) + 0.80907+2 s
]
di mana :

B = faktor volume formasi, RB/STB q = laju produksi konstan, STB/d


ct = kompresibilitas total sistem, psi-1 rw = radius sumur bor, ft
h = ketebalan formasi, ft s= faktor skin
k = permeabilitas formasi, md = viskositas fluida, cp
pi = tekanan formasi stabil, psi = porositas formasi, fraction

M (nilai negatif) adalah slope bagian linear pada plot p wf vs log t,


dalam psi/cycle. P1hr adalah intercept bagian garis lurus plot pada t = 1jam.
Jika pwf vs log t tidak linear dalam satu jam, bagian garis lurus harus
diekstrapolasi ke t=1. P1hr biasa digunakan untuk analisis untuk menghitung
s.

Dikarenakan sistem mulai terpengaruh dengan batas, Persamaan 1


tidak lagi digunakan. Setelah waktu yang cukup, tekanan mengikuti
kelakuan pseudosteady-state. Pseudosteady state menyatakan untuk bentuk
yang diberikan dimulai saat lengkungan untuk bentuk tersebur ditampilkan
oleh Matthews, Brons, dan Hazebrock menjadi linear. Dietz mentabulasikan
waktu untuk memulai pseudosteady state untuk bentuk tersebut. Selama
periode pseudosteady state.

¿
pwf =m t+ p o

5|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


¿ −0.2339 q B
m=
ϕ c t hA

po = pi
70.6 q B μ
kh [()
A
ln 2 −ln C A +0.80907+2 s
rw ]
Di mana :

A = area pengurasan, ft2

CA = factor Dietz shape

m* adalah slope linier dari plot pwf vs t, psi/hr. po adalah intercept dari
garis lurus ketika diekstraplolasikan ke t = 0.

Dengan menggabungkan Persamaan 2, 3, 5, dan 6, p i dan s dieliminasi


menggunakan logaritma umum:

m [2 .803 ( p − po ) /m ]
C A =5.456 e 1 hr

m¿

m [( p − p o ) / m]
C A =5.456 ¿ antilog
1hr

Dimensionless time digunakan Dietz untuk mendefinisikan mulainya


kelakuan pseudosteady-state yang dihitung dari

m
( t DA ) pss=0.1833 t
m¿ pss

di mana

t pss = waktu dimulainya periode pseudosteady-state, hour

= waktu dimulainya garis lurus plot pwf vs t

Prosedurnya adalah:

6|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


1....................................................................................................................
Plot pwf vs log t dan pwf vs t
2....................................................................................................................
Tentukan m dan p1hrs (ekstrapolasi jika perlu).
3....................................................................................................................
Dari plot linier temukan m*, po, dan tpss
4....................................................................................................................
Hitung volume pengurasan dalam ft3. Ubah ke barrel dgn membaginya
5.615 ft/bbl.
−0.2339 q B
ϕhA = ¿
ct m
5....................................................................................................................
Hitung CA menggunakan persamaan 7
6....................................................................................................................
Gunakan CA dengan Table Dietz atau Matthews dan Russel untuk
perkiraan drainage shape dan lokasi sumur. CA tidak tepat bila dihitung
untuk fractured well. Bentunk kurva plot di awal drawdown harus berupa
garis lurus dengan slope = 0.5 untuk fractured well vertical. CA yang
kurang dari satu mengindikasikan adanya boundary.
7....................................................................................................................
Bandingkan (tDA )pss dengan kt/( ct A) pada kolom tabel Dietz, mungkin
dapat membedakan lebih jauh drainage dari sistem geometri.
8....................................................................................................................
Perhitungan bergantung hanya pada sifat dua data plot.

D. Perhitungan

Untuk menggambarkan teknik di atas, kita menggunakan contoh pada


Appendix D dari Pressure Buildup and Flow Tests in Wells. Data tekanan
berasal dari 50 test drawdown pada cekungan Denver dengan :

q = 800 STB/D h = 8 ft
B = 1.25 RB/STB rw = 0.33 ft
= 1.0 cp ct = 17.7x10-6psi-1

7|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


= 0.14 pi = 1,895 psi

8|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


Berdasarkan prosedur perhitungan tersebut:

1.................................................................................................................
Data tekanan berasal dari Figs. 1 dan 2.
2.................................................................................................................
Fig. 1, m=-212 psi/cycle, p1hr = 1,690 psi. Mathews dan Russel
menghitung kh/ dan s.
3.................................................................................................................
Dari Fig. 2, m* = -158 psi/hr, po = 1,515 psi, tpss 15.8 hrs.
4.................................................................................................................

5
8.36 x 10¿
¿
¿
(−0.2339 ) ( 800 ) (1.25 )
ϕ hA= =8.36 x 105 ft 3 =¿
( 17.7 x 10−6 ) (−15.8 )
Sesuai dengan Mattews dan Russel
8.36 x 10 5 cu ft 1 acre
A= =17.1 acre
( 0.14 )( 8 ft ) ( 43,560 sq ft )
5.................................................................................................................

(5.456)(−212)
CA= antilog [ ( 1,690−1,515 ) /(−212) ] =73.2 antilog (−0.825 )=10.9
(−15.8)
6.................................................................................................................
Dari tabel Dietz diketahui bahwa

CA = 12.9
(tDA)pss 0.6

CA = 10.8
(tDA)pss 0.3

−212
¿
7. ¿
(−15.8)
( t DA ) ❑pss =0.1833 ¿

9|Perkiraan Drainage Shape dari Uji Limit Reservoir


Nilai relatif rendah ( t DA ) ❑pss menunjukkan bahwa persegi
panjang 2:1 lebih cocok.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
1. Pressure drawdown testing adalah suatu pengujian yang
dilaksanakan dengan jalan membuka sumur dan mempertahankan
laju produksi tetap selama pengujian berlangsung.
2. Analisa pressure drawdown pada periode PSS yang dapat
digunakan untuk menentukan volume reservoir. Yang mana
dipengaruhi oleh Dietz shape factor (CA) yang merupakan suatu
konstanta yang dimasukkan ke dalam persamaan untuk bentuk luas
daerah pengurasan sumur (drainage area) dan mempelajari berbagai
regime aliran dengan memperhitungkan bentuk dari suatu reservoir.
3. Ketika sumur berproduksi pada laju konstan, q STB/D,
maka tekanan dasar-sumur menurun.

B. Saran
Dari paparan kesimpulan di atas, maka terdapat saran yang dihasilkan
dari makalah ini, yaitu:
1. Pembaca harus mampu memahami intisari dari definisi
serta prosedur perhitungan pada Metode Analisis Pressure
Drawdown pada PSS.
2. Pembaca dapat mengembangkan persamaan-persamaan
serta metode terbarukan mengenai materi yang terkait dengan

10 | P e r k i r a a n D r a i n a g e S h a p e d a r i U j i L i m i t R e s e r v o i r
perhitungan perhitungan pada Metode Analisis Pressure Drawdown
pada PSS.
3. Langkah demi langkah perlu diterapkan secara detail dan
teliti agar pengaplikasian perhitungan perhitungan pada Metode
Analisis Pressure Drawdown di lapangan dapat menghasilkan
suatu hasil data yang akurat.
DAFTAR PUSTAKA

Jr., R. C. Earlougher, SPE-AIME, dan Marathon Oil Company, Mei 1971,


“Estimating Drainage Shape from Reservoir Limit Test”. Journal of
Petroleum Technology, No.3357.

Jelmert, Tom Aage, “The Reservoir Limit Test”. Department of Petroleum


Engineering and Applied Geophysics.

11 | P e r k i r a a n D r a i n a g e S h a p e d a r i U j i L i m i t R e s e r v o i r