Anda di halaman 1dari 10

Jurnal

Analisa Semen Pemboran


Volume 1 No. 1, Januari 2017

Pengujian Free Water


Examination Of Free Water

Lazuardhy Vozika Futur, Muharram Zakaria, Rita Susanti


Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau
Jl. Kaharuddin Nasution 113 Marpoyan-Pekanbaru 28284
ritasusanti113@gmail.com

Abstrak

Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dari suatu kontruksi sumur adalah bagaimana kualitas dari semen
yang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan studi laboratorium sehingga kita akan mengetahui komposisi dan sifat
fisik dari semen. Diharapkan dengan kualitas semen yang baik, kontruksi sumur dapat bertahan lebih dari 20 tahun.
Salah satu sifat fisik semen yang penting dan harus dipertimbangkan adalah free water. Free water adalah
kandungan air bebas yang terpisah dari suspensi semen, free water di dalam suspensi semen sebanyak 250 cc
maksimal yang diperbolehkan hanya 3.5 cc. Free water dalam pengujian laboratorium maksimalnya ditunggu
selama 2 jam. Apabila harga free water terlalu besar melebihi batas maksimum maka akan terbentuk pori-pori pada
set semen. Ini menyebabkan semen memiliki permebilitas yang besar dan dapat menyebabkan masuknya fluida
formasi ke wellbore sehingga berakibat korosi pada casing. Sedangkan apabila air yang ditambahkan lebih rendah
dari kadar air minimum maka akan menyebabkan terjadinya gesekan (friksi mekanik) yang cukup besar di annulus
sewaktu suspensi semen dipompa dan akan menaikkan tekanan di annulus. Dengan adanya free water dipermukaan
semen akan memperburuk hasil penyemenan, terutama pada sumur miring atau sumur horizontal sehingga akan
menimbulkan channeling yang cukup panjang terutama pada bagian atas suspensi semen. Maka dari itu, dalam suatu
penyemenan diperlukan ketelitian dalam penambahan air kedalam campuran bubuk semen. Selain itu penambahan
additive yang digunakan juga harus diperhatikan. Dalam pengujian free water, additif yang lazim digunakan adalah
Barite dan Bentonite. Dalam percobaan ini additif yang digunakan adalah Barite, Bentonite, dan NaCl, dimana
Bentonite bersifat sebagai pengikat air dan semen, sehingga volume free water yang dihasilkan sedikit. Sedangkan,
NaCl bersifat sukar mengikat air dan semen, sehingga volume free water yang dihasilkan lebih besar. Penambahan
additif disesuaikan dengan kondisi lapangan karena additive berpengaruh terhadap, suatu ketahanan, kualitas, dan
kecepatan suatu suspensi semen untuk mengeras.

Kata kunci : Free water, Suspensi semen, Additive, Permeabilitas, Wellbore.

Abstract

One of the factors that affect the quality of a construction well is how the quality of the cement used. It is necessary
for laboratory studies so that we will know the composition and physical properties of the cement. Expected with
good semen quality, construction of wells can last more than 20 years. One of the physical properties of cement that
is important and should be taken into consideration is the free water. Free water is free water content which is
separate from the suspension of cement, free water in the cement suspension of 250 cc maximum allowable only 3.5
cc. Free water in laboratory testing the maximum wait for 2 hours. If the price is too big free water exceeds the
maximum limit will be formed pores in the cement sets. This causes the cement has great permeability and can lead
to the entry of formation fluids into the wellbore so as to cause corrosion of the casing. Whereas if the water added
is lower than the minimum water content, it will cause friction (mechanical friction) is quite large in the annulus
when pumping cement suspension and will raise the pressure in the annulus. With the free water surface cementing
cement will worsen outcomes, especially on sloping wells or horizontal wells that will cause channeling long
enough, especially at the top of the cement suspension. Therefore, in a cementing required accuracy in the addition
of water into a mixture of cement powder. Besides the addition of additive used should also be considered. In testing
free water, additives commonly used is Barite and Bentonite. In this experiment the additive used is Barite,
Bentonite, and NaCl, which act as binders Bentonite water and cement, so that the volume of free water produced
little. Meanwhile, NaCl is difficult to bind water and cement, so that the volume of free water produced greater. The
addition of additives adjusted to the field conditions due to additive effect on, a durability, quality, and speed of a
suspension of cement to harden.

Keywords: Free water, Cement suspension, Additive, Permeability, Wellbore.

I. PENDAHULUAN
Salah satu faktor yang 1.1 Primary Cementing
mempengaruhi kualitas konstruksi Adalah penyemenan yang

lubang sumur adalah sejauh mana dilakukan setelah pertama kali casing

kualitas semen yang digunakan. Maka diturunkan. Penyemenan pada

untuk kepentingan tersebut perlu konduktor Casing dimaksudkan untuk

dilakukan studi laboratorium untuk mencegah terjadinya kontaminasi

mengetahui komposisi dan sifat fisik fluida formasi dengan pemboran.

semen. Diharapkan dengan kualitas Penyemenan pada Surface Casing

semen yang baik, konstruksi sumur bertujuan untuk melindungi air tanah

dapat bertahan lebih dari 20 tahun. agar tidak tercemar oleh fluida

Adapun fungsi-fungsi dari semen pemboran. Sedangkan penyemenan

dalam operasi pemboran minyak dan pada Intermediet Casing adalah untuk

gas adalah sebagai berikut : menutup tekanan formasi abnormal

1. Melekatkan casing pada dinding dan mengisolasi daerah lost

lubang sumur. circulation, dan penyemenan pada

2. Melindungi casing dari masalah- Production Casing bertujuan

masalah mekanis sewaktu operasi mencegah aliran formasi yang tidak

pemboran seperti getaran. diinginkan.

3. Melindungi casing dari fluida


formasi yang bersifat korosi. 1.2 Secondary Cementing
4. Memisahkan zona yang satu Adalah penyemenan ulang untuk

terhadap zona yang lain menyempurnakan Primary Cementing

dibelakang casing. yang tidak sempurna. Adapun yang

Secara umum dan sesuai dengan termasuk dalam Secondary Cementing

tujuannya, operasi penyemenan dapat adalah Squeeze Cementing yaitu untuk

dibagi menjadi dua, yaitu: mengurangi water-oil ratio,water-gas


ratio atau gas-oil ratio, memperbaiki
Primary Comenting untuk memperluas Uji sifat-sifat fisik batuan semen
perlindungan casing diatas top semen. pemboran sedikit berbeda dengan uji
Plug-Back Cementing bertujuan untuk yang lainnya, karena batuan yang
menutup sumur,menutup zona air terjadi merupakan fungsi waktu.
dibawah zone minyak dan sebagai Dengan demikian sifat-sifat tersebut
landasan whipstock pada directional akan berbeda tergantung dari waktu
driling. pengkondisiannya baik terhadap
Banyak faktor yang temperatur ataupun waktunya.
mempengaruhi kualitas dari
penyemenan. Untuk itulah perlu
dilakukan studi laboratorium untuk II. TINJAUAN PUSTAKA
megetahui komposisi dan sifat fisik Free water adalah air bebas
semen. Diharapkan dengan kualitas yang terpisah dari suspensi semen.
semen yang baik konstruksi sumur Kadar air minimum adalah jumlah
dapat bertahan lebih dari 20 tahun atau air yang dicampurkan tanpa
sesuai dengan perencanaan produksi. menyebabkan konsistensi semen
Standar minimum yang harus lebih dari 30 UC. Bila air yang
dimiliki dari perencanaan sifat-sifat ditambahkan lebih kecil dari kadar
semen didasarkan pada Brookhaven air minimumnya, maka akan terjadi
National Laboratory dan API Spec 10 gesekan-gesekan (friksi) yang cukup
Specification for Material and besar di annulus sewaktu suspensi
Testing for Well Comenting. semen dipompakan dan juga akan
Percobaan yang dilakukan dalam menaikkan tekanan di annulus.
pratikum ini adalah: Kadar air maksimum adalah
a. Pembuatan Suspensi Semen, jumlah air yang dicampurkan
Cetakan Sampel dan Pengujian sehingga bila kita ambil suspensi
Densitas Suspensi Semen. semen sebanyak 250 ml dan
b. Pengujian Rheologi Suspensi didiamkan selama 2 jam sehingga
Semen. terjadi air bebas pada bagian atas
c. Pengujian Thickening Time, Intial tabung. Air bebas tersebut tidak
&Final Seting Time. boleh lebih dari 3.5 ml, karena bila
d. Pengujian Free Water. lebihakan terjadi pori-pori pada
e. Pengujian Filtration Loss. semen dan ini mengakibatkan semen
f. Pengujian Compressive Strength memiliki permeabilitas yang besar
dan Shear Bond Strength. sehingga kontak antara formasi dan
fliuda di dalamnya dengan casing Bertambahnya permeabilitas
yang disemen dapat terjadi. Apabila semen dapat disebabkan karena air
fluida formasi berupa air asin akan pencampur terlalu banyak, karena
menyebabkan terjadinya korosi. kelebihan aditif atau temperature
Dalam hal penyemenan formasi yang terlalu tinggi.
permeabilitas yang terbentuk Kandungan air normal dalam
diusahakan sekecil mungkin. Karena suspensi semen yang
jika permeabilitas semen besar akan direkomendasikan oleh API dapat
menyebabkan terjadinya kontak dilihat pada table berikut :
fluida antara formasi dengan
annulus.

Tabel 4.1Kandungan Air Normal API

Water (%) Water Water


API Class
By Weigth (Gal per (Liter per
Cement
of Cement Sack) Sack)

A dan B 46 5.19 19.6

C 56 6.32 23.9

D,E,F, dan H 38 4.29 16.2

G 44 4.97 18.8

J (Centative) - - -

III. METODELOGI PENELITIAN 2. Mendiamkan selama 2 jam


1. Menggunakan tabung ukur, sehingga terjadi air bebas pada
kemudian mengisi tabung bagian atas tabung, catat harga
tersebut dengan suspensi semen air bebas yang terbentuk.
yang akan diukur kadar airnya 3. Air bebas yang terjadi tidak
sebanyak 250 ml. boleh lebih dari 3.5 ml.
IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Pengujian Free Water Kelompok I

Komposisi Semen Volume Volume


% Free
Suspensi Free
No water
Semen Additive Semen Water
Air (ml) (%)
(gr) (gr) (ml) (ml)

1 Bentonite
350 250 250 18 7.2
6

Barite
2 350 250 250 11 4.4
6

NaCl
3 350 250 250 28 11.2
6

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Pengujian Free Water Kelompok II

Komposisi Semen Volume Volume


% Free
Suspensi Free
No water
Semen Additive Semen Water
Air (ml) (%)
(gr) (gr) (ml) (ml)

1 Bentonite
350 250 250 13 7.2
6

Barite
2 350 250 250 20 8
6

NaCl
3 350 250 250 22 8.8
6
Tabel 1.3 Hasil Pengamatan Pengujian Free Water Kelompok III

Komposisi Semen Volume Volume


% Free
Suspensi Free
No water
Semen Additive Semen Water
Air (ml) (%)
(gr) (gr) (ml) (ml)

1 Bentonite
350 250 250 8 3.2
6

Barite
2 350 250 250 10 4
6

NaCl
3 350 250 250 12 4.8
6

Tabel 1.4 Hasil Pengamatan Pengujian Free Water Kelompok IV

Komposisi Semen Volume Volume


% Free
Suspensi Free
No water
Semen Semen Water
Air (ml) Additive (gr) (%)
(gr) (ml) (ml)

1 Bentonite
350 250 250 9.5 3.8
6

Barite
2 350 250 250 9 3.6
6

NaCl
3 350 250 250 28 11.2
6
Pada praktikum percobaan ini Hal tersebut mengakibatkan
dibahas mengenai pengujian free fungsi semen tidak seperti yang
water, yang mana sebelum diinginkan yaitu menyekat fluida
dilakukanya percobaan, sebaiknya formasi yang korosif dengan casing.
harus mengetahui definisi dari free Oleh karena itu dalam hasil
water. Free water didefinisikan penyemenan, permeabilitas semen
sebagai kandungan air bebas yang yang diinginkan adalah tidak ada
terpisah dari suspensi semen, apabila atau sekecil mungkin. Bertambahnya
harga free water terlalu besar permeabilitas semen dapat
melebihi batas maksimum maka disebabkan karena air pencampur
akan mengakibatkan terbentuknya terlalu banyak, karena kelebihan
pori-pori pada semen karena air additive atau temperatur formasi
bebas tidak akan ikut mengeras. yang terlalu tinggi. Pengujian free
Pori-pori yang terjadi akan water tidak selalu dilakukan, kecuali
mengakibatkan permeabilitas jika ada kondisi :
menjadi lebih besar, sehingga a. Perbandingan air-semen tinggi
menyebabkan terjadinya kontak (>50%) dan tidak digunakan
fluida antara formasi dengan extender.
annulus, dan juga strength semen b. Extender yang disarankan dalam
berkurang. Sedangkan apabila air jumlah kecil.
yang ditambahkan lebih rendah dari c. Konsentrasi dispersant yang
kadar air minimum maka akan tinggi digunakan (termasuk
menyebabkan terjadinya gesekan retarder lignosulfonate)
(friksi) yang cukup besar di annulus d. Pengajuan additive diharapkan
sewaktu suspensi semen dipompa incompatibel.
dan juga akan menaikkan tekanan di
annulus. Dengan adanya free water Hal yang perlu diperhatikan
dipermukaan semen akan dalam penentuan free water ini
memperburuk hasil penyemenan, adalah WCR (Water Cement Ratio),
terutama pada sumur miring atau yaitu perbandingan air yang
sumur horizontal sehingga akan dicampur terhadap bubuk semen
menimbulkan channeling yang sewaktu suspensi semen dibuat.
cukup panjang terutama pada bagian Jumlah air yang dicampur tidak
atas suspensi semen. boleh melebihi kadar air maksimum
atau kurang dari kadar air minimum semen. Dalam pratikum ini kami
yang telah ditetapkan karena akan menggunakam tiga suspensi semen
mempengaruhi baik ataupun yang dibedakan oleh penambahan
buruknya ikatan cementingnya. additive pada tiap-tiap suspensi
Densitas semen pemboran juga semennya. Additive yang kami
memiliki pengaruh terhadap free gunakan tergolong extender,
water, hal ini terjadi pada saat weighting agent atau accelerator.
tekanan suspensi semen ke dalam Ketiga zat tersebut diantaranya
lubang bor. Densitas yang ringan bentonite, barite, dan NaCl. Sifat
akan berpotensi membentuk free dari ketiga additive ini yakni ;
water yang lebih besar sedangkan a. Bentonite memiliki sifat
densitas semen pemboran yang besar mengikat air yang membuat
akan menurunkan potensi free water suspensi semen menjadi kental.
atau dapat dikatakan memperkecil b. Barite memiliki sifat yang
free water. mempercepat proses pengerasan
Pengujian free water yang kami semen, jadi air lebih mudah
lakukan menggunakan gelas ukur untuk diserap.
sebesar 250 ml, yang mana gelas c. Memiliki sifat sukar atau sulit
ukur ini diisi oleh suspensi semen mengikat air, yang mana
dengan komposisi 250 ml air + 350 menyebabkan volume free water
ml semen portland + 6 gr masing- besar.
masing additive. Ketiga komposisi
Harga kandungan free water
tersebut diaduk dalam cement mixer
dalam percobaan ini didapat dari
selama 2 menit.
banyak atau tidaknya air bebas yang
Setelah suspensi semen (slurry)
naik ke permukaan suspensi semen
selesai dibuat, dimasukkan ke dalam
di dalam tabung gelas ukur. Dari
gelas ukur 250 ml, sampai batas
perbandingan ketiga suspensi semen
garis. Kemudian suspensi semen ini
tersebut dapat kita tentukan mana
didiamkan dalam waktu 40 menit,
yang layak atau kurang baik
namun sebaiknya untuk mencapai
digunakan dalam proses
hasil yang maksimal didiamkan
penyemenan suatu sumur.
selama 2 jam. Ini berguna untuk
mengetahui berapa volume air bebas Dari percobaan yang telah kami
yang didapat pada tiap-tiap suspensi lakukan didapat volume free water
pada tiap-tiap slurry yang mana dipompakan dan juga akan
dapat dilihat pada beberapa tabel di menaikkan tekanan di annulus.
atas. Dan dari nilai volume free
Di dunia perminyakan kita perlu
water yang didapat kita juga dapat
mengetahui free water pada setiap
menentukan % free water pada tiap-
suspensi semen pemboran, karena
tiap suspensi semen. Dari
untuk mengetahui berapa persen
perbandingan beberapa percobaan
kadar air yang telah didapatkan.
yang telah dilakukan dapat dilihat
Kadar air maksimum yang
bahwa nilai free water yang paling
diinginkan dari suspensi semen
besar ialah zat additive NaCl dari
pemboran adalah 1.4 %. Apabila
pada bentonite dan barite. Dan juga
didunia perminyakan terdapat harga
zat additive bentonite memiliki nilai
free water melebihi batas maksimal
free water yang sangat sedikit
maka akan terjadi water pocket dan
dibandingkan dua sampel yang lain
channeling. Water pocket merupakan
yaitu barite dan NaCl. Hal ini sesuai
kondisi dimana pada semen
dengan fungsi dari masing-masing
pemboran terdapat gelembung-
additive tersebut. Walaupun
gelembung sehingga semen tidak
demikian, tetap saja ketiga suspensi
tahan lama. Sedangkan channeling
semen dari percobaan ini kurang
merupakan kondisi dimana pada
baik digunakan karena melewati
semen terdapat lubang-lubang kecil.
batas kadar air maksimum yaitu 3,5
Ini menyebabkan suspensi semen
ml. Maka dari itu, dalam suatu
memiliki permeabilitas besar, dan
penyemenan diperlukan ketelitian
dapat berakibat kekuatan dari semen
dalam penambahan air kedalam
tidak sempurna untuk memisahkan
campuran bubuk semen. Apabila
atau menyekat lubang dari fluida
kadar air melebihi kadar air
formasi yang korosif yang bisa
maksimum, maka akan
menyebabkan peralatan pemboran
menimbulkan masalah pada daya
berkarat. Dalam hal ini semen
ikat semennya. Akan tetapi jika yang
biasanya bersifat rapuh.
terjadi sebaliknya dimana nilai free
water kurang dari batas kadar air Pembuatan semen perlu
minimum. Maka yang terjadi ialah memperhatikan WCR (Water
gesekan (friksi) yang cukup besar di Cement Ratio) semen yang
annulus sewaktu suspensi semen digunakan. Penyebab dari naiknya
jumlah free water ialah bisa DAFTAR PUSTAKA
dikarenakan tidak bersihnya
Bourgoyne, Adam T. Applied Drilling
pumping washer, kebocoran pada
Engineering. 1986. Richardson,
plug, dan pumping spacer yang tidak Texas: Society of Petroleum
Engineers.
bekerja dengan baik merupakan
faktor yang menyebabkan jumlah Diktat Analisa Semen Pemboran TKP-571.
UNIVERSITAS ISLAM RIAU:
free water pada semen meningkat.
Pekanbaru.

Rubiandini, Rudi R S. Dr. Ir. Laporan


Pertanggung Jawaban Penelitian
V. KESIMPULAN Semen Pada Temperatur Tinggi
(Panas Bumi). 1995. Bandung:
Dari percobaan yang telah kami
Institut Teknologi Bandung.
lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
Rubiandini, Rudi R S. Dr. Ir. Teknik
1. Free water didefinisikan sebagai
Pemboran Bagian II. 1998.
kandungan air bebas yang Yogyakarta: Universitas
Pembangunan Nasional Veteran
terpisah dari suspensi semen
Yogyakarta.
2. Bentonite merupakan zat
additive yang berfungsi untuk
mengurangi volume free water
pada semen pemboran,
sedangkan barite dan NaCl
berfungsi untuk meningkatkan
volume free water pada semen
pemboran
3. Batas kadar air maksimum yang
diinginkan dari suspensi semen
pemboran adalah tidak boleh
lebih dari 3.5 ml. Apabila lebih
dari 3.5 ml maka akan terjadi
channeling dan water pocket.
4. WCR (Water Cement Ratio),
yaitu perbandingan air yang
dicampur terhadap bubuk semen
sewaktu suspensi semen dibuat.