Anda di halaman 1dari 2

MENGIKUTI ACARA NGAGUBYAG

Selain kental dengan keagamaan, desa awiluar juga mengutamakan kebersamaan antar warganya. Tanggal 11 Januari 2014 kemarin dusun cibeber melangsungkan sebuah acara untuk menjalin kebersamaaan yang dikenal sebagai ngagubyag. Acara ini ditujukan

sebagai rasa bersyukur atas terpilihnya kepala desa awiluar yang baru. Pada kesempatan inilah kami sebagai peserta KKNM Integratif ikut serta dalam perayaan ngagubyag tersebut. Sesampai disana warga desa awiluar menyambut kedatangan kami dengan sangat ramah. Ngagubyak diisi dengan kegiatan menangkap ikan bersama-sama namun tidak dilakukan dengan alat pancing. Uniknya seluruh warga mengerahkan seluruh tenanganya untulk langsung terjun ke kolam ikan sehingga membuat acara menjadi semakin meriah apalagi ditambah dengan nyayian merdu para biduan dangdut diatas panggung. Kemudian sesekali peserta yang menangkap ikan disawer oleh seseorang diatas panggung. Sejenak kami lupakan rasa lelah dan gengsi untuk hanyut bersama rangkaian ngagubyak ini. Rasanya sangat menyenangkan bisa berada di tengah kebahagiaan masyarakat desa awiluar. Ngagubyak bukan merupakan kegiatan rutin masyarakat desa, namun dilakukan setiap peringatan kemenangan yang diraih oleh masyarakat desa baik individu maupun kelompok yang memang membanggakan dan bisa memajukan desa awiluar sendiri. Peserta yang beruntung akan membawa ikan-ikan hasil tangkapan ke rumah sebagai hasil jerih payah mereka, ada yang untuk dimasak dan ada pula yang dijual kembali ke orang lain untuk meraup keuntungan. Setelah hasil survey kami ke tujuh dusun desa awiluar, kami menemukan banyak sekali rumah-rumah yang terdapat kolam ikan didepannya. Keberadaan kolam ikan tersebut ada yang dimanfaatkan sebagai budidaya ikan namun ada pula yang

hanya sebagai peliharaan untuk menghiasi halaman depan. Yang menjadi nilai lebih adalah antusias warga dalam perayaan ngagubyag membuat kami belajar bahwa kebersamaan memiliki arti yang sangat penting.