Anda di halaman 1dari 20

Mata kuliah DESAIN ARSITEKTUR 5 merupakan medium pencapaian kompetensi kemampuan dari mahasiswa untuk melakukan kegiatan desain

serta menghasilkan Karya Arsitektur yang kontekstual. Dimana konteks tematik desainnya diarahkan pada bangunan Capital investment sebagai tema wajib, disamping itu ada tema pilihan yang diangkat oleh masing-masing mahasiswa.dengan jenis aktivitas hunian dan sosial. Pendekatan desain yang akan digunakan dalam proses pemecahan masalah adalah dengan pendekatan Fenomenologi dengan proses desain Generasi ke 2 (dua) dari John Zeisel dan Horst Rittel.. Dalam Mata Kuliah ini, Mahasiswa harus mampu melakukan studi/analisis dan menyusun konsep programatik/diagramatik, untuk suatu objek arsitektural tertentu dengan pola aktivitas yang spesifik, berskala besar, dan spesifikasi sistem struktur dan konstruksi serta utilitas yang canggih (advcance) pada suatu objek tapak tertentu yang dipilihnya sendiri dengan karakteristik ciri lingkungan yang unik (unique genius loci) dengan penekanan pada konteks tematik Building as Capital Investment , yang akan menjadi dasar kegiatan transformasi pada mata kuliah Studio Desain Arsitektur 6 (Enam).

Deskripsi Pemahaman Tugas Desain: - deskripsi konteks tugas perancangan - deskripsi pendekatan desain, kerangka pikir dan 2. Kajian Tema Desain - Kajian Tema Wajib :Building as capital investment - Kajian Tema Pilihan :dipilih sendiri oleh mahasisiswa peserta didik. - Kajian tema akan mencakup: - Pemahaman pengertian dan prinsip-prinsip dasar dari implementasi tema dalam rancangan arsitektur 3. Kajian Tipologi Objek o Merupakan kegiatan pemahaman terhadap objek rancangan sesuai dengan konteks tugas perancangan. Kajian tipologi mencakup:

4. Kajian Pemilihan/Analisis Tapak o Pemilihan Lokasi/Tapak untuk objek Rancangan serta pemahaman terhadap kondisi tapak yang terpilih (atau ditetapkan). Pemilihan lokasi/tapak dilakukan dengan analisi multi kriteria yang bersifat kuantitatif. o Analisis tapak terpilih dilakukan dengan analisis tapak standar yang berlaku meliputi: Anallisis Delineasi Dan Daya Dukung Tapak Analisis Topografi Analisis Hidrografi Analisis Klimatologis Analisis View Analisisdaya Dukung Prasarana Lingkungan Analisis Aksesibilitas Tapak Analisis Kebisingan Lingkungan

Pemahaman tipologi fungsi pemahaman tipologi kultural historik pemahaman tipologi geometri Kajian tipologi dilakukan dengan metode studi literatur maupun studi kasus/studi komparasi.

5. Konsep Programatik Konsep programatik adalah sintesa konseptual menyangkut program rancanga yang didasarkan pada hasil-hasil kajian rancangan. Konsep programatik akan meliputi: Konsepsi Institusi Dan Organisasi Tata Kelola Objek Rancangan Konsepsi Pengguna Objek Rancangan Dan Ragam Aktivitasnya Konsepsi Program Kebutuhan Ruan An Fasilitasnya

6. Konsep Awal Desain Konsep awal desain adalah sintesa konseptual yang berupa gagasan awal perwujudan rancangan yang didasarkan pada konsep programatik serta hasil-hasil kajian rancangan. Konsep desain dikomunikasikan melalui serangkaian sketsa ide rancangan yang meliputi:
Konsepsi Rancangan Site Development (Zoning, Perletakan Site Entrance, Pola Sirkulasi Tapak Dan Block Plan) Konsepsi Rancangan Gubahan Massa Bangunan Konsepsi Pola Penataan Ruang Dalam (Draft Denah) Konsepsi Rancangan Aplikasi Sistem Struktur Dan Utilitas Konsepsi Rancangan Selubung Bangunan

Deskripsi Pendekatan Fenomenologis


Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert (1728 1777). Dalam pendekatan sastra, fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena, sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis, sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur-hakekat dari pengalaman dan hakekat dari apa yang kita alami. G.W.F. Hegel dan Edmund Husserl adalah dua tokoh penting dalam pengembangan pendekatan filosofis ini. Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani phainomenon yang berarti gejala dan logos yang berarti perkataan, ajaran. Fenomenologi mengandung beberapa pengertian: 1.Arti luas, ilmu tentang fenomena - fenomena atau apa saja yang tampak. Dalam hal ini fenomenologi merupakan sebuah pendekatan filsafat yang berpusat pada analisis terhadap gejala yang membanjiri kesadaran manusia. 2.Arti sempit, ilmu tentang gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita. Paham Fenomenologi / Inderawi Memandang pengalaman sebagai spek penting dalam arsitektur, memberi perhatian terhdap ruang Yang konkrit melalui seluruh tempat aspek tektonok dari arsitektur memainkan sebuah peran , terutama detail yang konkrit (analisa lingkungan & karakteristiknya ). Pusat perhatiannya adalah segala hal yang bisa diserap oleh indera (gejala-gejala)ri struktur penga Sebagai disiplin ilmu, fenomenologi mempelajari struktur pengalaman & kesabaran. Secara harafiah , fenomenologi adalah studi yang mempelajari fenomena, seperti penampakan, segala hal yang muncul dalam pengalaman kita. Jadi fenomenologi dapat diartikan juga sebagai studi tentang makna

Pendekatan Fenomenoligi
Dengan fenomenologi kita dapat mempelajari bentuk-bentuk pengalaman dari sudut pandang orang yang mengalaminya secara langsung (seolah-olah kita mengalaminya sendiri) atau di dalam fenomenologi terdapat esensi kesadaran yang disebut intensionalitas (termasuk aktivitas menyadari sesuatu), menurut ; Husserl (1859-1938) seorang pencetus teori fenomenologi Fenomenologi menggunakan metode berpikir yang bebas, namun harus dicermati terus menerus.

Ciri-ciri fenomenologi: Fokus pada sesuatu yang nampak, kembali pada yang sebenarnya (esensi), keluar dari rutinitas, tertarik pada keseluruahan Fenomenologi mencari makna & hakekat dari penampakan dengan intuisi, & refleksi, dalam tindakan sadar melalui pengalaman, makna ini yang pda akhirnya, membawa kepada ide, konsep, penilaian & pemahaman yang hakiki tentang objek arsitektur Fenomenologi mendedkripsikan pengalaman, bukan menjelaskan atau menganalisis yang akan membuat fenomena itu hidup dengan lengkap & akurat Integrasi dari subjek (arsitek) & obejk

Pengertian Mixed Use Bulding


Bangunan mixed use merupakan pendekatan perancangan yang berusaha menyatukan berbagai aktivitas dan fungsi yang berada di bagian area suatu kota yang disebabkan karena luas area terbatas, harga tanah mahal, letak strategis, nilai ekonomi tinggi, sehingga terjadi satu struktur yang kompleks di mana semua kegunaan dan fasilitas saling berkaitan dalam kerangka integrasi yang kuat (Meyer, 1983). Upaya tersebut dimaksudkan untuk mengeliminasi ruang mati sehingga penggunaan lahan lebih efektif dan efisien, pelayanan kebutuhan lebih mudah, dan lingkungan menjadi lebih nyaman. Penyatuan berbagai fungsi dan aktivitas dalam suatu bangunan inilah yang disebut bangunan multifungsi atau mixed use building. Dapat disimpulkan bahwa pengertian definisi Mixed Use Building adalah sebuahbangunan yang didalamnya terdapat beberapa fungsi yang berbeda jenisnyasehingga perlu adanya organisasi ruang yang baik dan berpengaruh pada strukturbangunan tersebut.

Contoh bangunan mixed-use. Hotel Santika, Toko Buku Gramedia, dan hall pameran., bangunan yang memiliki 3 fungsi secara vertikal Selain pembagian zoning ke arah atas (vertical), mixed use juga dapat terbagi zoningnya secara horizontal. Dalam kasus ini, bangunan di depan bersifat komersial sedang bangunan di belakang adalah residensial.

KEUNTUNGAN PENGEMBANGAN PROYEK MIXED USE DI PUSATKOTA : . Integrasi berbagai fungsi dalam bangunan. Memberikan kemudahan, mempercepat aksesibilitas dan efisiensi waktu. Optimalisasi pemanfaatan lahan kota yang mahal Mengurangi kendala yang ditimbulkan akibat single land use. Efisiensi penggunaan energi Membentuk pertumbuhan komersial baru, vitalitas dan generator pertumbuhan kawasan di sekitarnya sebagai respon terhadap kebutuhan pengguna.

CIRI_CIRI BANGUNAN MIXED USE : Mewadahi 3 fungsi urban atau lebih, misalnya terdiri dari retail, perkantoran, hunian, hotel, dan rekreasi. Terjadi integrasi dengan sinergi fungsional. Terdapat ketergantungan kebutuhan antara masingmasing fungsi bangunan yang memperkuat sinergi dan integrasi antar fungsi tersebut.

Mixed use yang dipilih sebagai judul tugas ini adalah kombinasi mall apartemen. Masing-masing memiliki fungsi sebagai residensial (apartemen) dan komersial (mall). Berikut adalah pengertian dari masing-masing objek :

a. Mal adalah suatu pusat perbelanjaan yang berintikan satu atau


beberapa departement store besar sebagai daya tarik dari retail-retail kecil dan rumah makan dengan tipologi bangunan seperti toko yang menghadap ke koridor utama mall atau pedestrian yang merupakan unsur utama dari sebuah mall dengan fungsi sebagai sirkulasi dan sebagai ruang komunal bagi terselenggaranya interaksi antar pengunjung atau pedagang. (Maitland, 1987) Mall merupakan sebuah plaza umum, jalan-jalan umum, atau sekumpulan system dengan belokan-belokan dan dirancang khusus untuk pejalan kaki. Mall dapat disebut sebagai jalan pada area pusat usaha yang terpisah dari lalulintas umum, tetapi memiliki akses mudah terhadapnya, sebagai tempat berjalan, duduk, bersantai, dan dilengkapi unsur dekoratif untuk melengkapi kenyamanan dalam menikmati suasana. b. Kata Hotel berasal dari bahasa Perancis yaitu hostel artinya tempat penampungan buat pendatang atau bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum. Oleh sebab itu, keberadaan hostel untuk menyediakan kebutuhan masyarakat sebagai tempat tinggal sementara. Hostel inilah cikal bakal hotel yang ada sekarang ini. Hotel merupakan pendukung dari beberapa kegiatan sektor pariwisata yang menyadiakan sarana akomodasi dan tempat pertemuan antara wisatawan dan pelaku industri

Kerangka Pikir
JUDUL TEMA WAJIB TEMA PILIHAN

DATA STUDI LITERATUR STUDI BANDING KAJIAN TEMA TEMA WAJIB TEMA PILIHAN ANALISA KAJIAN KAJIAN TIPOLOGI TIPOLOGI FINGSI TIPOLOGI GEOMETRI TIPOLOGI CULTURAL HISTORIK KAJIAN TAPAK PEMILIHAN LOKASI /TAPAK ANALISA TAPAK

F E E D

B A C K DESAIN KONSEP AWAL

Proses Desain
DESIGN PROCESS Argumentative Process IMAGE PRESENT TEST Cycle

Proses berpikir yang diambil yaitu jalur spiralistik, dengan lompatan dari satu masalah ke masalah yang lain, dari satu forward ke feedback, dari alur maju ke alur mundur, dan sebaliknya, secara terus-menerus hingga pertimbangan pemikiran dari pengalaman perancang menjadi titik acuan untuk menyimpulkan racangan objek yang akan di gunakan. Melalui proses berpikir ini, maka kami mengambil acuan proses desain John Zeisel (Inquiry by Design: Tools for Environment-Behavior Research; 1981) yang melihat proses perancangan sebagai sebuah tahapan yang berulang-ulang menuju kepada satu penajaman. Dalam skema tipe desain yang argumentatif ini proses perancangan didefinisikan sebagai suatu proses pemecahan masalah-masalah yang pada hakikatnya penuh kerumitan dan akut (wicked problems) karena proses desain secara berulang-ulang dengan revisi terus-menerus terhadap konsep untuk menuju pada penyempitan lingkup masalah yang perlu disolusikan. Proses ini melalui tahapan-tahapan Image-Present-Test yang dilakukan berulang-ulang.

KAJIAN TEMA WAJIB (BUILDING as CAPITAL INVESTMENT)


GEOFFREY BROADBENT (1990) memandang bahwa fungsi arsitektur perlu ditelusuri berdasarkan hubungan antara arsitektur itu sendiri dengan penikmat (manusia). Dalam memformulasikan konsepnya mengenai fungsi arsitektur (disebutnya "BUILDING TASK), Broadbent menelusurinya berdasarkan 3(tiga) aspek utama dalam kaitan evaluasi suatu karya arsitektur, yaitu: Arsitek , Pemakai, Penikmat Dan Pengamat, Serta - Karya Arsitektur Itu Sendiri Pengertian Capital Investment a) Capital Investment refers to money used by a business to purchase fixed assets, such as land, machinery, or buildings - Sejumlah uang yang dipakai pada bisnis tertentu untuk memperoleh suatu aset misalnya tanah, bangunan, maupun mesin dan alat berat (www.about.com) b) Commitment of current resources in the expectation of deriving greater resources in the future Komitmen terhadap sebuah sumber dana tertentu saat ini dengan harapan memperoleh hasil yang lebih besar di masa mendatang (Z. Bodie, A. Kane dan A. J. Marcus - Bodie, 2001 : 2) c)The sacrifice of certain present value for (possibility uncertain) future value - Pengorbanan nilai tertentu saat ini untuk memperoleh (berbagai kemungkinan) nilai di masa mendatang (Gordon J. Alexander dan William F. Sharpe Alexander, 1995 : 1)
Dengan memperhatikan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Building as Capital Investment memiliki pengertian sebuah bangunan yang difungsikan sebagai investasi sejumlah sumber dana tertentu dan digunakan seefektif dan seefisien mungkin untuk memperoleh sejumlah nilai yang lebih menguntungkan di masa mendatang Penggunaan seefektif dan seefisien mungkin mengacu pada berbagai hal yang terkait pada bangunan misalnya penggunaan lahan secara optimal (tidak ada lahan yang terbuang sia-sia); penggunaan bahan struktur dan konstruksi ekonomis dan berkualitas; menjamin kenyamanan pengguna bangunan dengan fasilitas penunjang yang baik (dengan demikian menjamin tanggapan yang baik dari pengguna bangunan dan secara otomatis menjamin peluang balik modal yang baik).

KAJIAN TEMA WAJIB (BUILDING as CAPITAL INVESTMENT)


Elemen-elemen pada Bangunan yang dipengaruhi Capital Invesrment

Pemanfataan koridor yang sesuai (tidak terlalu besar) agar lebih tercipta banyak ruangan

Penggunaan penyekat dari kaca templar selain lebih murah dan lebih mudah untuk di pindahkan. Penggunan material ini juga lebih memudahkan cahaya untuk dapat masuk ke dalam ruangan sehingga bangunan akan lebih hemat energi

TEMA PILIHAN ARSITEKTUR ORGANIK


Arsitektur organik adalah sebuah filosofi arsitektur yang mengangkat keselarasan antara tempat tinggal manusia dan alam melalui desain yang mendekatkan dengan harmonis antara lokasi bangunan, perabot, dan lingkungan menjadi bagian dari suatu komposisi, di persatukan dan saling berhubungan.

ARSITEKTUR ORGANIK MENURUT PARA TOKOH ARSITEK


1. Menurut Hugo Haring; arsitektur organik dihubungkan dengan pertumbuhan kehidupan, ekspresi dari tatanan organik mendekati tuntutan-tuntutan fungsional 2. Menurut Frank Lloyd Wright; sebagai karakteryang sesuai adalah arsitektur yang tidak dapat dielakkan dari organik. Makna dari suatu bangunan akan terekspresi secara jelas dengan objektif apakah itu pertokoan, apartemen, bank, gereja, hotel, pabrik, sirkus, atau sekolah. Hal ini berarti kesesuaian yang sama dari perancangan yang imajinatif untuk tujuan manusia yang spesifik dengan penggunaan alami dari bahan-bahan alam atau sintetis dan metode yang sesuai untuk konstruksi. Prinsip dasar arsitektur organik menurut Frank Lloyd Wright : a. Bentuk organik bukan diartikan sebagai bentuk imitasi dari alam akan tetapi sebuah pengertian dasar yang abstrak dari prinsip-prinsip alam. b. Arsitektur organik adalah ekspresi kehidupan dari semangat hidup manusia. c. Arsitektur organik adalah arsitektur kebebasan sebagai batas ideal dari demokrasi.

TEMA PILIHAN ARSITEKTUR ORGANIK Konsep Dasar Arsitektur Organik


1. Building as nature Bangunan bersifat alami dimana alam menjadi pokok dan inspirasi dari arsitektur organik. Bentuk-bentuk organism dan struktur suatu organisme dapat menjadi konsep dan gagasan yang tidak ada akhirnya dalam desain arsitektur organik. 2. Continous present Suatu karakteristik khusus dari desain arsitektur organik adalah bahwa arsitektur organik merupakan sebuah desain arsitektur yang terus berlanjut, dimana tidak pernah berhenti dan selalu dalam keadaan dinamis yang selalu berkembang mengikuti zaman namun tetap membawa unsur keaslian dan kesegaran dalam sebuah desain. 3. Form Follows Flow Bentuk bangunan sebaiknya diciptakan mengikuti aliran energi alam. Arsitektur organik harus menyesuaikan dengan alam sekitarnya secara dinamis dan bukan melawan alam. Alam dalam hal ini dapat berupa kekuatan struktural, angin, panas dan arus air, energii bumi, dan medan magnet, seperti halnya tubuh manusia yang sulit dipisahkan dari pikiran dan jiwa 4. Of the people Desain organik menempatkan penekanan khusus pada pengembangan suatu hubungan yang kreatif dan sensitif dengan para pemakai bangunan. Perancangan bentuk dan struktur bangunan, didesain berdasarkan kebutuhan pemakai bangunan. Perancangan untuk kenyamanan pemakai bangunan juga sangat penting.

TEMA PILIHAN ARSITEKTUR ORGANIK Konsep Dasar Arsitektur Organik


5. Of the hill Frank Lloyd Wright mengatakan bahwa hubungan suatu bangunan dengan lokasinya akan lebih baik jika dinyatakan dengan of the hill. dibandingkan dengan on the hill. Idealnya dalam suatu bangunan organik akan terlihat tumbuh dan terlihat unik dalam sebuah lokasi. Lokasi yang buruk dan tidak biasa akan menjadi tantangan bagi arsitektur organik untuk memberikan solusi tak terduga dan imajinatif. Dalam lingkup perkotaan, konteks bangunan yang sering dibangun adalah desain orthogonal dan konvensional. Desain bangunan tersebut cocok di perkotaan namun tidak cocok untuk daerah yang masih alami. Dalam hal ini untuk desain arsitektur organik, dalam lokasi manapun, arsitektur organik mengurangi dampak manusia pada lingkungan alam sekitar. 6. Of the materials Bentuk organik terpancar dari kualitas bahan bangunan yang dipilih. Material tradisional dari bumi seperti jerami dan kayu digunakan dalam bangunan organik. Arsitektur organik selalu memiliki material baru dan terkadang menggunakan material yang tidak biasa di tempat yang tidak biasa. Tetapi, kini kebutuhan akan material digunakan dengan baik dimana tidak merusak ekologi dan pemanfaatan sumber daya alam dengan efisien. Hampir semua arsitektur organik menggunakan material tersebut untuk menggambarkan jiwa dan kualitas bangunan mereka. 7. Youthful and unexpected Arsitektur organik biasanya memiliki karakter yang sangat individu. Terkadang arsitektur organik seperti organisasi inkonvensional, profokatif, dan bahkan anti-kekuasaan. Arsitektur organic dapat terlihat muda, menarik, dan mengandung keceriaan anak-anak. Desain tersebut kadang-kadang dibuat dengan penuh aksen dan member kejutan yang tidak terduga. 8. Living music Arsitektur organik mengandung unsur musik modern, dimana mengandung keselarasan irama, dari segi struktur dan proporsi bangunan yang tidak simetris. Arsitektur organik selalu futuristik dan modern.

TEMA PILIHAN ARSITEKTUR ORGANIK Studi Literatur Arsitektur Organik


Falling Water House (Frank Llord Wright)
Contoh aplikasi arsitektur organik yang paling terkenal adalah Fallingwater House, sebuah rumah kediaman yang dirancang oleh Frank Lloyd Wright untuk keluarga Kauffman yang bertempat tinggal di Pennsylvania. Wright memiliki banyak pilihan untuk mengalokasikan rumah di lahan tersebut, tapi ia memilih untuk meletakkan rumah tersebut tepat di atas air terjun dekat dengan anak sungai, di sebuah petak yang cukup curam dengan suara air terjun. Garis horizontal dan vertikal memiliki karakter yang kuat dalam karya ini.