Anda di halaman 1dari 79

DERMATOPHITOSIS

BATASAN Dermatophitosis (= Tinea, = Ringworm) adalah infeksi jamur dermatophita (Microsporum spesies, Trichophyton spesies dan Epidermophyton spesies) yang menyerang epidermis agian superfisial (stratum korneum), kuku dan ram ut! PATOFISIOLOGI "da # cara penularan yaitu $ %! &"nthropophilic& (manusia ke manusia), '! &(oophilic& ( inatang ke manusia), dan #! &)eophilic& (tanah ke manusia) *amur dermatophita hanya tum uh di dalam lapisan keratin (+tratumkorneum) oleh karena adanya suatu serum faktor pengham at jamur yang memasuki ruang ekstra,askular dan melindungi jaringan, sehingga mencegah elemen jamur penetrasi ke lapisan le ih dalam! -aktor predisposisi yaitu higiene sanitasi yang jelek, daerah tropis, penderita sakit parah dan kontak dengan inatang, manusia atau tanah yang terinfeksi jamur! . Microsporum spesies menyerang ram ut dan kulit! . Trichophyton spesies menyerang ram ut, kulit dan kuku! . Epidermophyton spesies menyerang kulit dan jarang pada kuku!

GEJALA KLINIS Tergantung lokalisasi yang terkena infeksi dan spesies penye a ! Di icarakan # penyakit ter anyak $ /! Tinea capitis (pada kepala) %! tersering pada anak '! iasanya asimtomatis, sedang entuk kerion terasa nyeri er. skuama! 0! entuk kerion tampak follikulitis, pustular dalam daerah yang mem engkak dan purulen! Dapat sikatrik! //! Tinea corporis (pada kulit halus1 kulit yang tidak eram ut)! %! lesi terasa gatal dan makin lama makin mele ar '! makula eritematus sentral! ///! Tinea cruris (pada daerah inguinal, genetalia dan perineum.perianal)! %! terasa gatal, dan dapat sangat gatal '! lesi kulit sama dengan lesi Tinea corporis (//.') dan terkena secara simetris hingga tampak gam aran seperti kupu.kupu! /2! Dapat diketemukan Tinea ar ae, Tinea im ricata, Tinea pedis, Tinea manuum dan Tinea unguium! PEMERIKSAAN %! 3emeriksaan mikroskop langsung preparat asah dengan 456 %7 . '78 a! dari kerokan kulit1skuama terlihat$ er atas jelas tertutup skuama, tepi polisiklis dan aktif dimana terdapat papule, ,esikule atau pustule dan terdapat kesem uhan #! ram ut rontok setempat, ram ut putus (& lack dot&), keradangan dan

%! 6ifa ersepta yaitu gam aran ' garis sejajar, transparan, ersepta1 sekat dan erca ang dikotomis! '! "rthrospora yaitu spora erderet! ! dari ram ut terlihat salah satu $ %! spora ulat ergerom ol pada ectothri9 ( diluar ram ut )! '! spora ulat erderet.deret pada endothri9 (didalam ram ut) #! 6yphae yang ergelem ung udara pada endothri9! c! 6asil negatif, elum tentu ukan dermatophitosis! '! 3emeriksaan lampu :ood . . . 3ada Tinea capitis -luoresensi positif $ :arna hijau terang.kekuningan (oleh karena M! canis, M! audoninii dan T! schoenleinii)! -luoresensi negatif $ karena spesies lainnya atau memang ukan T! capitis!

#! 4ultur . . . ;ila pemeriksaan pada 456 negatif dan klinis menyokong, perlu dikultur! ;erguna menentukan spesies penye a ! 3ada lempengan agar sa ouraud dekstrose

DIAGNOSIS BANDING /! Tinea capitis "lopesia, Trichotillomania, 3edikulosis kapitis, /mpetigo, Dermatitis se oroika, <eurodermatitis sirkumfleksa! //! Tinea corporis Mor us 6ansen, =ues stadium ///, 3ityriasis rosea, /mpetigo, 3soriasis ,ulgaris, Dermatitis se orrhoika, Dermatitis numularis, <eurodermatitis sirkumfleksa, >andidiasis, 3ityriasis ,ersicolor!

///! Tinea cruris >andidiasis cutis, Erythrasma, Dermatitis se orrhoika, Dermatitis kontak, /ntertrigo, 3soriasis ,ulgaris! PENYULIT /! Tinea capitis "lopesia sikatrik1permanent, Reaksi dermatofitid (id), /nfeksi sekunder o!k! akteri, kekam uhan! //! Tinea corporis ? Tinea cruris /nfeksi sekunder akteri, kekam uhan! PENATALAKSANAAN %! ;ila masih asah1infeksi sekunder . . 4ompres dengan sol sodium chloride 7,@8 4aps! Erithromisina 0 dd 'A7 . A77 mg anak.anak $ #.0 dd %',A . #B,A mg1kg ;;1dosis di erikan A . B hari! '! 5 at topikal ila lesi tidak luas . . . 4rim MikonaCole nitrat '8 pagi . sore! +alep :hitfield (=salep ""2 / ) erisi asidum salisilicum #8 dan asidum enCoikum D8, pagi.sore, jangan untuk daerah muka! +alep ' . 0 (asidum salisilicum '8 . sulfur presipitatum 08), pagi . sore!

#! 5 at oral$ Ta let )riseoful,in (%'A mg1ta let) . . dosis anak %7 mg1kg ;;1hari dosis dewasa $ A77 kg1hari

. .

Di erikan sekali sesudah makan siang atau ' kali sehari sesudah makan /ndikasi pada $ . . Tinea capitis, Tinea im ricata, Tinea unguium! Tinea corporis1Tinea cruris yang luas, sering kam uh atau dengan o at topikal tidak sem uh.sem uh!

Ta let 4etokonasol ('77 mg1ta let) . . . . dosis anak #,# . D,D mg1kg;;1hari dosis dewasa '77 mg1hari di erikan sekali sesudah makan pagi indikasi pada $ Dermatofikosis sem uh1intoleransi =ama pengo atan topikal atau 1 dan oral minimal # minggu atau sampai dengan %. ' minggu sesudah 456 negatif, untuk mencegah kekam uhan! 0! 5 at tam ahan . Ta ! >TM ' . 0 dd %1' . % ta let (anak $ 0 dd 7,7@ mg1kg ;;1dosis)! yang dengan pengo atan )riseoful,in tidak

A! <asihat pencegahan kam uh . . . mengeringkan daerah lipatan.lipatan kulit sesudah mandi dan mem eri edak! pakaian dan handuk harus sering ganti dan dicuci serta direndam air panas! hewan peliharaan (kucing.anjing) yang terinfeksi jamur harus juga dio ati!

PITIRIASIS VERSIKOLOR
BATASAN 3itiasis ,ersikolor adalah infeksi jamur superfisialis yang kronis dan asimtomatis dise a kan oleh MalasseCia furfur ( = 3ityrosporum or iculare, = 3!o,ale) menyerang +tratum korneum dari epidermis! PATOFISIOLOGI *amur penye a hanya diketemukan di dalam +tratum korneum dari epidermis, tidak pernah penetrasi ke lapisan le ih dalam dan tidak menye a kan reaksi keradangan! -aktor predisposisi yaitu $ kehamilan, pil 4;, penyakit yang panas dan lem a ! GEJALA KLINIS %! )atal ila erkeringat '! 3ada orang kulit erwarna gelap kelainannya #! "da ' ruam kulit a! Makular +oliter atau saling ertemu (koalesen) dan tertutup skuame! ! 3apuler1)utata $ ;ulat kecil.kecil perifolikuler, sekitar folikel ram ut dan tertutup skuame! erwarna putih, sedang orang erkulit terang kelainannya erwarna merah sampai coklat! erat, genetik, kadar kortisol plasma yang tinggi (misalkan mendapat o at kortikosteroid) dan udara

PEMERIKSAAN %! 3emeriksaan mikroskop langsung . 3reparat asah dengan 456 %7.'78 1 Taschdjian dari kerokan kulit akan tampak e erapa hyphae yang pendek, lurus dan engkok dan gerom olan spora & udding yeasts& yang entuknya ulat! . . Dengan larutan Taschdjian (@ agian 456 %7.'78 E % agian tinta 3arker +uperchrome atau lue lack), hyphae dan spora erwarna iru! 3emeriksaan 4561Taschdjian negatif erarti ukan 3ytiriasis ,ersicolor!

'! =ampu :ood$ -luoresen positif erwarna kuning keemasan DIAGNOSIS BANDING . 2itiligo, >hloasma, Dermatitis se onhoika, 3ytiriasis rosea, 3ityriasis al a, Mor us 6ansen, Tinea corporis dan Erythrasma! PENYULIT . . +ering kam uh =eukoderma (kulit erwarna putih) sesudah pengo atan!

PENATALAKSANAAN %! 5 at topikal . . . . 4rim MikonaCole nitrat '8, pagi sore untuk lesi di muka dan lesi adan yang tidak luas! +olusio natrium thiosulfat 'A8, pagi sore! +alep :hitfield ( = +alep ""2 /), pagi.sore, erisi asidum salisilikum #8 dan asidum enCoikum D8 +alep ' . 0, pagi.sore, erisi asidum salisilikum '8 dan sulfur presipitat 08!

. .

=ama pengo atan sampai

e erapa minggu (#.0 minggu) atau sampai '

minggu sesudah pemeriksaan 456 negatif, untuk mencegah kekam uhan! ;ila lesi luas se aiknya o at dioleskan seluruh adan!

'! 5 at oral $ Ta let 4etokonasol ('77 mg1ta let) . . . . . dosis anak #,# . D,D mg1kg;;1hari dosis dewasa '77 mg1hari di erikan sekali sesudah makan pagi lama$ %7 hari indikasi pada 3! ,ersikolor yang $ . . . . resisten pada pengo atan topikal sering kam uh.kam uh mengenai agian adan yang luas

dapat di erikan ersama dengan o at topikal!

#! <asihat pencegahan kam uh! . 3akaian dalam dan luar, handuk harus sering diganti dan dicuci serta direndam air panas selama waktu pengo atan!

KANDIDIASIS
BATASAN 3enyakit jamur yang dise a kan oleh 4andida yang ersifat akut atau kronis dan menyerang kulit, kuku selaput lendir dan organ! 3enye a utama adalah >! al icans! Dapat juga dise a kan oleh spesies >! parapsilesis >! guillermondi ATOFISIOLOGI c! al icans ersifat saprofitik dan aru menye a kan penyakit ila ada faktor predisposisi sehingga ersifat parasitik! -aktor predisposisi $ kehamilan, kegemukan, dia etes melitus, terlalu anyak minum o at anti iotika, anti.mitotika, preparat kortison! 3enyakit dengan immunitas yang menurun! "da e erapa kandidiasis $ 4andidiasis kutis (dikulit) 4andidiasis oris (di mulut) 4andidiasis ,agina (di ,agina) 4andidiasis perianalis (di sekitar anus) 5nichonukosis (pada kuku) >hronic mucocutaneous candidiasis (>M>>), >andidiasis conjuncti,a dan >! tropicalis >! stellatoidea F

>andidiasis urethrae adalah penyakit yang amat sangat jarang sekali!

GEJALA KLINIS %! 4andidiasis kutis $ makula atas jelas, agak erkelok.kelok dengan papula pada tepinya! Ditengah terdapat ,esikula, pustula dan folikulitis! 3enderita mengeluh gatal! Gang khas terdapat e erapa satelit disekitar makula yang esar! '! 4andidiasis oris $ pada rongga mulut terdapat pseodomem ran yang erwarna 3utih.krem sampai kea u.a uan, melekat pada selaput lendir lidah, pipi, palatum gingi,a dan i ir! ;ila pseudomem ran diangkat tampak permukaan yang merah! #! 4andidiasis ,agina $ pada rongga ,agina terdapat pseudomem ran yang erwarna putih.krem sampai kea u.a uan melekat pada selaput lendir ,agina! ;ila pseudomem ran diangkat tampak permukaan yang merah! 5nychomikosis $ terdapat perionychia pada kulit di elakang kuku! 4uku erwarna kecoklatan, kadang.kadang ergaris! 3ada kasus yang tidak dio ad dalam waktu lama sekali, kuku menjadi rusak dan er entuk tak teratur! PEMERIRSAAN 3ada pemeriksaan langsung dengan larutan 456 '78, Taschdjian dan pengecatan dengan cara )ram$ %! +ediaan 456 $ tampak hifa transparant, dengan septa yang jaraknya agak pajang dan kadang.kadang dengan hifa raket pada ujung hifa serta tampak juga lastospora dengan inti kecil seperti satu titik minyak ditengah.tengah! ;entuk lastospora ulat atau lonjong dan kadang.kadang dengan udding ( erca ang)! '! +ediaan Taschdjian $ tampak gam aran elemen.elemen seperti pada sediaan 456, hanya saja warnanya ke iruan! #! +ediaan )ram$ tampak hifa, hifa raket dan lastospora erwarna wungu dengan hallo atau derah tepi hifa dan lstospora yang tak tercat erwarna putih!

3ada pemeriksaan iakan dilakukan dengan mem enamkan sekret dari selaput lendir, kerokan kulit atau kuku atau jaringan iopsi ke dalam lempengan yang erisi agar media +a ouraud de9trose! DIAGNOSIS Diagnosa klinik $ ila didapatkan gejala.gejala klinik! Diagnosa pasti $ ila ditemukan elemen.elemen jamur pada sediaan langsung dan didapatkan pertum uhan jamur patogen ( ukan kontaminan) pada dilanjutkan dengan identifikasi spesies! DIAGNOSIS BANDING %! Mor us 6ansen '! 3soriasis ,ulgaris #! +ifilis //, tipe enigna 0! 3ityriasis rosea PENYULIT %! /nfeksi sekunder '! &id erruption& /nfeksi sekunder mem eri gam aran diatasnya atau infiltrat disekitar makula! I/d erruption& erupa ,esikula kecil % . ' mm yang terletak di awah epidermis dengan lokasi pada ujung jari.jari tangan atau kaki se elah lateral! 4eluhannya gatal sekali! erupa $ pustula, ulserasi dengan nanah A! /ntertrigo D! Eritrasma B! =inchen ru er planus H! Dermatitis se oroika iakan serta

PENATALAKSANAAN <ama 3enyakit 4andidas kutis, pada ,ul,a dan sekitar penis dan pada kuku <ama 5 at =okal Mikonasol nitrat '8 atau krem Mycostatin %77!777 J1gram )entian atau 2iolet larutah %8 =ama 3engo atan 0 minggu

dioleskan tiap ' hari sekali 4andidiasis oris Mycostatin oral suspen. sion %77!777 J1ml dengan dosis 'A!777 K A7!777 J1kg! ;;! 4andidiasis ,agina % ta let ,agina Mycos. tatin L %77!777 J dimasukkan ,agina malan hari 4andidiasis urethrae <ama o at sistemik %7 hari kedalam %0 hari %0 hari

4etokonasol ta let L '77 mg $ ' 9 % ta let1hari 4andidiasis pada kuku 4etokonasol '77 mg 1hari %D K %' ulan

;ila gatal dapat di eri >TM ' . # kali %1' ta let sehari agi orang dewasa! ;ila ada &id erruption& dapat di eri >!TM # kali % ta let sehari dan 1 atau ta let kortikosteroid! &/d erruptionI dapat sem uh spontan ila fokus promernya sem uh! ;ila ada infeksi sekunder $

Tahap / $ dapat di eri Eritromisin stearat, Tetrasiklin atau preparat sulfa, tetapi jangan di eri preparat penisilin atau suntikan penisilin, karena dapat menye a kan shock, urtikaria atau Dermatitis! =okal hanya dapat di eri kompres ri,anol 7,%8, sedang pem erian salep atau krem atau larutan )entian 2iolet dituuda sampai efloresensi mengering! Tahap // $ +etelah mengering efloresensi aru oleh di eri salep atau krem atau larutan )entian ,iolet! 3encegahan relaps $ +emua pakaian dan alas tidur dicuci dengan air panas, jangan memakai pakaian dalam dari ahan sintetik serta sandal dari ahan karet, plastik atau imitasi! /stri penderita kandidiasis pada genitalia pria se aiknya diperiksa dan dio ati sekali! Demikian juga se aliknya suami dari penderita kandidiasis ,agina se aiknya diperiksa dan dio ati sekali!

FURUNKEL/KARBUNKEL
BATASAN -urunkel adalah infeksi akut dari satu folikel ram ut yang nekrosis dise a kan oleh +taphylococcus aureus! 4ar unkel adalah satu kelompok e erapa folikel ram ut yang terinfeksi oleh iasanya mengalami

+taphylococcus aureus, yang disertai oleh keradangan daerah sekitarnya dan juga jaringan di awahnya termasuk lemak awah kulit! PATOFISIOLOGI 4arena adanya mikrolesi aik karena garukan atau gesekan aju, maka kuman masuk ke dalam kulit! -aktor predisposisi $ /! 3ada -urunkel $ Dermatitis se orrhoika, Dermatitis atopi, malnutrisi, Dia etes mellitus, pecandu alkohol, diskrasia darah, kelainan fungsi neutrophyl, iatrogenik atau keadaan immuno supresi termasuk "/D+! //! 3ada 4ar unkel $ 3enderita dia etes mellitus, malnutrisi, gagal jantung, penyakit kulit yang menyeluruh dan erat misalnya eritroderma, pemfigus dan pengo atan steroid lama, walaupun dapat pada orang sehat! Tersering pada laki.laki, usia menengah dan usia tua! GEJALA KLINIS %! -urunlcel . Mula.mula nodul kecil yang mengalami keradangan pada folikel ram ut, kemudian menjadi pustula dan mengalami nekrose dan menyem uh setelah

pus keluar dan meninggalkan sikatrik! 3roses nekrosis dalam ' hari . # minggu! . . . . <yeri, terutama pada yang akut, esar, dihidung, lu ang telinga luar! )ejala 4onstitusional yang sedang (panas adan, malaise, mual)! Dapat satu atau anyak dan dapat kam uh.kam uh! Tempat predileksi $ muka, leher, lengan, pergelangan tangan dan jari.jari tangan, pantat dan daerah anogenita= '! 4ar unkel . . . . 3ada permulaan infeksi terasa sangat nyeri dan tampak permukaan halus, entuk seperti ku ah dan lunak! ;e erapa hari ukuran mem esar # .%7 cm! +upurasi terjadi setelah A . B hari dan pus keluar dari anyak lu ang fistel! +etelah nekrosis tampak nodul yang menggaung atau luka yang dalam dengan dasar yang 3urulen! PEMERIKSAAN ;ila dicurigai adanya Dia etes Mellitus, perlu pemeriksaan $ a! Reduksi Jrine$ positif ! 4adar gula darah acak 1 'j!pp $ '77 mg8 DIAGNOSIS BANDING %! -wunkel . . . /mpetigo dari ;ock.hart 6erpes simple9 "kne stadium pustule . . 6idradenitis Myasis enjolan merah

'! 4ar unkel$ . "nthraks

PENYULIT %! -urunkel$ . . +epsis, Meningitis Throm osis sinus ka,ernosum ila furunkel di i ir atas dan pipi!

'! 4ar unkel$ . +epsis

PENATALAKSANAAN %! 3ada -urunkel di dirawat inapkan! '! 3engo atan topikal . . ;ila lesi masih ;ila lesi telah asah1kotor dikompres dengan +olusio +odium >hloride ersih, di eri <eocitrin ointment (;asitrasina dan 7,@8 atau +olusio Ri,anol 7,%8 3olimiksina ;) atau -ramisitin +ulfat kasa steri! #! 3engo atan sistemik "nti iotika umumnya di erikan B .%7 hari %! penisilina dan semisintetiknya (3ilih salah satu) $ . penisilina ) 3rokain injeksi dosis $ 7,D . %,' juta =J! . =m!, l . ' kali1hari anak.anak $ 'A!777 . A7!777 =J!1kg1dosis, l .' kali1hari! . "mpisilin dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, 0 kali1hari a!c! anak.anak $ B,A . 'A mg1kg1dosis, 0 kali1hari a!c! . "moksilin (M!M), penulisan resep harus diparaf staf medik J3dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, # kali1hari a!c! anak.anak $ B,A . 'A mg1kg1dosis, # kali1hari a!c! i ir atas1pipi dan 4ar unkel pada orang tua se aiknya

4loksasilin (untuk staphylococci yang ke al penisilin) dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, 0 kali1hari a!c! anak.anak $ %7 . 'A mg1kg1dosis, 0 kali1hari a!c!

Dikloksasilin (Jntuk +taphylococci yang ke al penisilin) Dosis $%'A . 'A7 mg1dosis, # . 0 kali1hari a!c! anak.anak $ A .%A mg1kg1dosis, # . 0 kali1hari a!c!

-enoksimetil penisilin (penisilin 2) Dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, 0 kali1hari a!c! anak.anak $ B,A .%',A mg1kg1dosis, 0 kali1hari a!c!

'! Eritromisin Dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, 0 kali1hari p!c! anak.anak $ %',A mg . 'A mg1kg1dosis, 0 kali1hari p!c! ila alergi penisilin #! =inkomisin dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, # . 0 kali1hari anak.anak le ih % ulan $ %7 . '7 mg1kg1dosis, # kali1hari ila alergi penisilin dan yang menderita gangguan saluran cerna 0! 3engo atan penyakit dasarnya misalkan Mellitus A! Tindakan . /nsisi ila telah supurasi

IMPETIGO
BATASAN /mpetigo adalah penyakit infeksi piogenik pada kulit yang superfisial dan menular dise a kan oleh +taphylococcus dan1atau +treptococcus! "da ' entuk $ %! /mpetigo non ulosa (= /mpetigo kontagiosa) dise a kan oleh +taphylococcus aureus dan 1 atau +treptococcus pyogenes ( = +treptococcus eta.hemolytic grup ") '! /mpetigo ulosa dise a kan oleh +taphylococcus aureus! PATOFISIOLOGI 3enyakit ini mengenai kulit pada lapisan superfisial (epidermis)! 4uman penye a dapat diketemukan dan di iakkan dari cairan ulanya! 3ada /mpetigo ulosa, dari cairan ula diketemukan toksin epidermolitik yang mana dianggap se agai penye a terjadinya ula! Masuknya kuman melalui mikro lesi dikulit dan menular! GEJALA KLINIK /! /mpetigo kontagiosa %! Tersering pada anak.anak '! Tempat predileksi $ muka sekitar hidung dan mulut, anggauta gerak (kecuali telapak tangan dan kaki), dan adan! #! 4elainan kulit $ 2esikule1 ule erdinding tipis diatas kulit yang eritem yang cepat memecah, sehingga ,esikule1 ulenya sendiri jarang sekali terlihat, yang terlihat adalah khas erupa krusta te al erwarna kuning kecoklatan1 keemasan1seperti madu! 4rusta dilepas tampak erosi di awahnya!

0! Tidak disertai gejala konstitusi ( = demam, malaise, mual), kecuali kelainan kulitnya erat! //! /mpetigo ulosa %! 3ada semua umur

ila

'! Tempat predileksi $ muka dan agian tu uh lainnya termasuk telapak tangan dan telapak kaki, mukosa mem rane dapat terkena! #! 4elainan kulit Tim ul ule yang ertam ah esar, kurang cepat pecah dapat tahan ' .# hari! /si ule mula.mula jernih, kemudian keruh, sesudah pecah tampak krusta kecoklatan yang tepinya meluas dan tengahnya menyem uh, sehingga tampak gam aran lesi sirsiner! PEMERIKSAAN ;ila diperlukan dapat memeriksa isi ule dengan pengecatan gram untuk mencari +taphylococcus . +treptococcus! DIAGNOSIS BANDING . . . Tinea corporis 2arisela Ektima . . . +ifilis stadium // Dermatitis 3emfigus

PENYULIT . . . . )lomerulonefritis +epsis 3neumonia Meningitis

PENATALAKSANAAN %! 3engo atan topikal . . . =esi sedikit dan dini dengan hanya o at topikal cukup menolong $ <eocitrin ointment (;asitrasina E 3olimiksina ;)! &Drainage$ ule dan pustule dengan ditusuk jarum steril untuk mencegah penye aran lokal! Mencuci lesinya pelan.pelan dan melepas krustanya! ;ila krusta melekat kuat, dikompres le ih dulu! 4rusta perlu dilepas agar o at topikalnya dapat efektif ekerjanya! '! 3engo atan sistemik Di erikan pada kasus.kasus erat, lama pengo atan paling sedikit B . %7 hari! '!%! 3enisilin dan semisintetiknya (3ilih salah satu) $ a! 3enisilin ) prokain injeksi dosis $ 7,D . %,' juta J!/! m!, l . ' kali1hari anak.anak $ 'A!777 . A7!777 /!J!1kg1dosis, %. ' kali1hari! "mpicillin dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, 0 kali1hari a!c! anak.anak N B,O . 'A mg1kg1dosis, 0 kali1hari a!c! c! 3moksilin (M!M), penulisan Resep harus diparaf staf medik J3dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, # kali1hari a!c! anak.anak $ B,A . 'A mg1kg1dosis, # kali1hari a!c! d! 4loksasilin (Jntuk +taphylococci yang ke al 3inisilin) dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, 0 kali1hari a!c! anak.anak $ %7 . 'A mg1kg1dosis 0 kali 1hari a!c!

e! Dikloksasilin ( Jntuk +taphylococci yang ke al 3inisilin) dosis $ %'A . 'A7 mg1dosis, # . 0 kali1hari a!c! anak.anak $ A .%A mg1kgldosis, # . 0 kali 1hari a!c! f! -enoksimetil penisilin (penisilin 2) dosis $ 'A7 . A77 mg, 0 kali1hari a!c! anak.anak $ B,A . %',A mg1kg1dosis, 0 kali1hari a!c! '!'! Eritrimisin dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, 0 kali1 hari p!c! anak.anak $ %',A . 'A mg1kg1dosis, 0 kali1hari p!c! ila alergi penisilina '!#! =inkomisin dosis $ 'A7 . A77 mg1dosis, # . 0 kali1hari anak.anak le ih % ulan $ %7 mg1kg1dosis, # . 0 kali % hari ila alergi penisilin dan yang menderita gangguan saluran cerna #! 4e ersihan . . mandi teratur dengan sa un mandi pakaian . handuk . sprei sering ganti dan dicuci air panas dan dipakai sendiri!

ERISIPELAS
BATASAN Erisipelas adalah infeksi pada dermis dan jaringan su kutis hemolyticus grup ")! Dapat karena +treptococcus grup ;, grup >, grup ), +treptococcus pneumonia dan +taphylococcus aureus, menim ulkan entuk klinis yang tidak khas terutama pada penderita yang keadaan immunologisnya a normal! PATOFISIOLOGI 4uman masuk ke lapisan kulit yang dalam melalui luka kecil, mungkin karena garukan, luka operasi atau se a lain! +ering tidak didapatkan tempat masuknya kuman dan +treptococcusnya didapatkan dari tenggorokan, hidung atau mata! 4epekaan terhadap kuman ini meningkat pada orang malnutrisi, pecandu alkohol, aru menderita infeksi dan dysgamma glo ulinaemia! -aktor predisposisi lokal adalah edema karena kelainan ginjal atau kelainan saluran getah ening, yang terakhir ini penting pada terjadinya erisipelas yang kumat.kumatan! GEJALA KLINIS %! 3anas adan cukup tinggi (anak.anak dapat dengan kon,ulsi), sakit kepala, malaise dan muntah.muntah1mual! '! =esi di kulit $ Makula eritematus yang meninggi dengan atas jelas, dapat ada ,esikule di atasnya! Dirasakan panas dan nyeri! =okalisasi iasanya $ . . ayi $ dinding perut anak.anak $ muka, kepala dan tungkai awah agian atas yang eta hampir selalu dise a kan oleh +treptococcus pyogenes ( = +treptococcus

dewasa $ tungkai awah, muka, telinga!

3ada penderita yang kelainan immunologis, gejala klinisnya tidak khas misalkan kemerahan erkurang! PEMERIKSAAN %! Darah $ =eucocytosis '! ;ila memungkinkan $ . . 3eriksa Titer "+5 $ meningkat seminggu setelah infeksi Mencari +treptococcus dengan kultur dari tenggorokan, hidung atau mata

DIAGNOSIS BANDING . . . >ellulitis Dermatitis kontak =epra Tu erkuloid akut

PENYULIT Terjadi ila pengo atan tidak efektif . . . . . <efritis " ses su kutan +eptisemia 4ematian A78 pada ayi, penderita usia tua dan yang lemah! 4am uh lagi . >ellulitis

PENATALAKSANAAN %! 3ada penderita ayi, usis tua dan yang keadaan umumnya lemah se aikny dirawat di R+! '! 3em erian anti iotika sistemik di erikan B . %7 hari! %! 3enisilin dan semisintetiknya! (3ilih salah satu)

/njeksi 3enisilin ) 3rokain dosis $ %.' dd 7,D . %,' juta J anak.anak $ %. ' dd 'A!777 . A7!777 /!J!1kg

"mpisilin 0 dd 'A7 . A77 mg a!c! anak.anak $ 0 dd 'A . BA mg1kg . a!c!

"moksilin ( M!M) (penulisan resep harus diparaf staf Medik J3-) # dd 'A7 . A77 mg! a!c! anak.anak $ # dd! B,A . 'A mg1kg a!c!

'! Eritromisin 0 dd 'A7 . A77 mg pc anak.anak $ 0 dd %',A mg . 'A mg1kg . pc ila alergi penisilin #! =inkonusin #.0dd'A7.A77mg anak.anak le ih % ulan # dd %7 . '7 mg1kg ila alergi penisilin dan yang menderita gangguan saluran cerna 0! ;ila kam uh.kam uh di erikan anti iotika sistemik dosis tinggi dulu sampai sem uh, aru dilanjutkan dosis rendah jangka lama selama %. # ulan! #! 3engo atan topikal %! 4ompres dengan solusio +odium >hloride 7,@8 atau +olusio ;urowi $ . . . ila ada ,esikule1 ule dapat se agai pendingin ila lesi kulit telah kering

'! <eocitrin ointment (;asitrasina dan 3olimiksina ;)

MORBUS HANSEN
BATASAN Mor us 6ansen (6anseniasis, =epra, 4usta) adalah penyakit menular yang sifatnya kronis, dise a kan oleh Myco acterium leprae yang primer menyerang saraf tepi dan sekunder menyerang kulit, otot RE+ saluran nafas agian atas, mata dan testis! PATOFISIOLOGI Masuknya kuman ke dalam tu uh dapat melalui e erapa kemungkinan, diantaranya dapat melalui kulit yang tidak utuh, saluran nafas atau saluran pencernakan! +etelah masuk ke dalam tu uh, kuman menuju ke tempat predileksinya yaitu sel +chwann pada saraf tepi! Di dalam sel ini kuman erkem ang iak, selnya pecah yang kemudian menginfeksi sel +chwann yang lain atau ke kulit tergantung derajat imunitas penderitanya! 3ada imunitas yang tinggi akan terjadi kusta tipe tu erkuloid, sedangkan pada imunitas yang rendah akan terjadi tipe lepromatus! GEJALA KLINIS / SIMPTOM 4eluhan utama iasanya se agai aki at kelainan saraf tepi, yang dalam hal ini dapat erupa ercak pada kulit yang mati rasa, rasa te al, semutan, kelemahan otot.otot dan kulit kering aki at gangguan pengeluaran kelenjar keringat! )ejala klinis yang terjadi dapat erupa kelainan pada saraf tepi, kulit, ram ut, otot, tulang, mata dan testis! %! 4elainan pada saraf tepi 4elainan yang terjadi dapat erupa pene alan yang nyeri tekan aki at proses keradangan atau reaksi fi rosis!

Terjadinya terutama pada saraf tepi yang dalam perjalanannya mendekati per. mukaan kulit al!$ n! Jlnaris, n!"uricularis magnus, n! 3erouneus lateralis dan n! Medianus! '! 4elainan pada kulit 4elainan yang terjadi dapat erupa ercak mati rasa atau makula anastetika, nodula, ulkus, ichtiosis, pene alan cuping telinga serta facies leonina! #! 4elainan pada ram ut 4erontokan ram ut yang terjadi iasanya ter atas pada mukula atau pada alis mata (madarosis)! 0! 4elainan pada otot 4elainan dapat erupa disuse atrophy dari otot.otot yang diener,asi oleh saraf tepi yang rusak al $ atrofi tenar, hipotenar, M! interosei, M! lum ricalis! 4elumpuhan otot.otot diikuti kekakuan sendi sehingga terjadi claw hand, drop foot dan drop hand! A! 4elainan pada tulang Dapat erupa osteomyelitis sehingga terjadi mutilasi! Dapat terjadi resor si pada tulang terutama pada jari.jari sehingga jari.jari memendek dan ujungnya engkok dise ut se agai telescopic finger! D! 4elainan pada mata! 4elainan pada mata sering diaki atkan oleh kelumpuhan dari m! or icularis oculi sehingga terjadi lagopthalmus atau mata tidak dapat dipejamkan sehingga mata menjadi kering dengan aki at terjadi keratitis yang dapat menjadi ulkus kornea, iritis, iridosi klitis dan erakhir ke utaan! erlanjut

B! 4elainan pada testis Dapat terjadi orkitis atau keradangan pada testis dan erakhir menjadi atrofi! "trofi testis ini yang mengaki atkan ginekomasti! CARA PEMERIKSAAN / DIAGNOSIS Diagnosa ditegakkan dengan cara pemeriksaan $ klinis, akteriologis serologis dan histopalogis! %! 3emeriksaan klinis 3emeriksaan klinis terutama ditujukan untuk mengetahui adanya $ Makula anastetika $ 3emeriksaan harus dilakukan ditempat yang terang! gangguan rasa suhu $ diperiksa dengan cara mem edakan suhu ' ta ung reaksi yang diisi dengan air es dan yang lain dengan air panas (D7 P >)! gangguan rasa nyeri $ dengan menggunakan jarum pentol agian yang runcing! gangguan rasa ra a $ dengan menggunakan kapas yang dipilin! gangguan rasa yang le ih dalam $ dengan cara mem edakan agian yang runcing dan yang tumpul dari jarum pentol! 3em esaran +araf 3em esaran n! auricularis magnus $ dengan cara menoleh kearah yang erlawanan, tera a saraf menyilang m! strenocleidomastoid!

3em esaran n! ulnaris $ 3osisi tangan dalam keadaan fleksi! saraf dapat dira a pada sulkus ulnaris atau pada sulkus isipitalis ulnaris! 3em esaran n! peroneus lateralis $ 3enderita duduk dengan posisi kaki dalam keadaan menggantung saraf dapat dira a pada kapitulum fi ula! '! 3emeriksaan akteriologis Jntuk mencari M! leprae dilakukan pemeriksaan sediaan yang dicat dengan (ichl.<ielsen! ;ahan sediaan diam il dengan cara $ a! Mengorek septum nasi dengan oese untuk mendapatkan sekret hidung! ! 4erokan yang dihasilkan setelah mengadakan irisan dangkal dengan scalpel pada cuping telinga yang se elumnya dijepit dengan jari sehingga pucat! c! 4erokan yang dihasilkan setelah mengadakan irisan dangkal dengan scalpel pada lesi kulit (Mukala) yang se elumnya dijepit dengan pincet sampai pucat! +ediaan yang telah dicat dilihat di awah mikroskop o yektif %77 9, yang kemudian ditentukan $ entuk kuman $ solid (utuh), fragmented (segmented) atau granulated! +truktur kuman $ >lump, glo i atau soliter! kepadatan (densitas) kuman $ /!;! (/ndek ;akteri) yang dalam hal ini dinyatakan dengan E % . E D! daya tular $ dinyatakan dengan =M! (/ndek Morfologi) yang dalam hal ini dinyatakan dengan persentase! iasa dengan lensa

#! 3emeriksaan serologis =epromin tes $ Jntuk mem antu menentukan tipe kusta yang dalam hal ini tidak dilakukan secara rutin! 0! 3emeriksaan histopatologis Dilakukan terutama untuk mem antu menentukan tipe pada kasus.kasus yang meragukan dan untuk penelitian! 3enentuan tipe kusta 3em agian menurut Ridley.*opling$ TT, ;T, ;;, ;= dan == Tipe TT dan ;T dise ut se agai tipe pausi asiler Tipe ;;, ;= dan == dise ut se agai tipe multi asiler 3er edaan 4linis makula 3ausi asiler "simetris atas jelas hipopigmentasi kering anastesi )angguan le ih dini dan le ih menonjol Multi asiler +imetris tidak jelas eritmatus mengkilat hipostesi 3ada stadium akhir gam aran anestesi pada sarung tangan dan kaos kaki

syaraf

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS / KAUSA Jntuk M!6! tipe Tu erkuloid yang makuler dapat di DD1 dengan penyakit.penyakit golongan eritro.papula.sQuamus dermatose, sedangkan untuk M!6! tipe =epromatus yang noduler dapat kita DD1 dengan eritema nodusum karena Rheuma! KAUSA )olongan <yco acteria yang dise ut Myco acterium leprae! 4uman er entuk atang dan dalam pengecatan ersifat tahan asam!

PENYULIT 3enyulit paling sering dijumpai erupa sekunder infeksi se agai aki at tidak langsung oleh karena adanya anastesi! +ekunder infeksi ini dapat mulai dari ulkus sampai osteomyelitis, mutilasi yang erakhir dengan deformitas atau kecacatan yang menetap! 3enyulit lain dapat erupa =epra Reaksi yang dalam hal ini sering dijumpai terutama pada penderita yang sedang mendapat pengo atan! PENATALAKSANAAN 3engo atan M!6! di erikan secara kom inasi (MDT) menurut regimen dari :65 Tipe Pauciba i!e" Rifam3icin D77 mg1 ulan! diminum dimuka petugas! DD+ %77 mg1hari! 3engo atan di erikan secara teratur selama D ulan dan paling lama selesai dalam @ ulan! T#pe Niu!$iba i!e" Rifampicin D77 mg1 ulan diminum dimuka petugas =amprene #77 mg1 ulan DD+ %77 mg1hari =amprene A7 mg1hari 3engo atan di erikan selama ' tahun secara teratur dan paling lama selesai dalam #D ulan! Disamping o at.o at diatas, perlu di erikan ,itamin.,itamin yang ersifat neurotropik dan penam ah darah!

Jntuk tipe 3auci asiler setetah selesai pengo atan kita nyatakan penderita dalam status R-T (Release -rom Treatment) yang dalam hal ini tetap kita o ser,asi selama ' tahun! "pa ila selama jangka waktu terse ut tidak menunjukkan tanda.tanda aktif, penderita dinyatakan R-> (Release -rom >ontrol)! Jntuk tipe Multi asiler jangka waktu o ser,asi ini le ih lama yaitu A tahun se elum dinyatakan R->!

HERPES %OSTER &H%'


BATASAN 6erpes Coster adalah penyakit yang dise a kan oleh ,irus ,arisela.(oster yang sifatnya &localiced&, terutama menyerang orang dewasa dengan ciri khas erupa nyeri radikuler, unilateral dan gerom olan ,esikule yang terse ar sesuai dermatom yang diiner,asi oleh satu ganglion saraf sensoris! PATOFISIOLOGI 6( terjadi pada penderita penderita yang pernah menderita ,arisela karena reakti,asi ,irus yang laten yang terdapat pada ganglion dorsalis atau ner,us kranialis! 3ada orang usia lanjut dan dengan penurunan imunitas seperti pada keganasan, pemakaian radioterapi, imunosupresi,a dan pemakaian kortikosteroid lama dapat merupakan pencetus untuk tim ulnya herpes Coster! Tersering di adan ((oster Torakalis) dan dahi ((oster 5ptalmikus)! GEJALA KLINIS %! +tadium prodromal )ejala pertama adalah erupa gatal1rasa nyeri pada dermatom yang terserang disertai dengan panas, melese dan nyeri kepala! '! +tadium erupsi! Mula.mula tim ul papule atau plakat er entuk urtika yang setelah %.' hari akan tim ul gerom olan ,esikule diatas kulit yang eritematus sedangkan kulit diantara gerom olan tetap normal usia lesi pada satu gerom olan adalah sama sedangkan usia lesi dengan gerom olan lain adalah tidak sama! =okalisasi lesi sesuai dengan dermatom, unilateral dan melewati garis tengah dari tu uh! iasanya tidak

#! +tadium krustasi! 2esikule menjadi purulen, mengalami krustasi dan lepas dalam waktu %.' minggu! +ering terjadi neuralgi pasca herpetika, terutama pada orang tua yang dapat erlangsung er. ulan. ulan parestesi yang ersifat sementara! CARA PEMERIKSAAN Diagnosis erdasarkan $ . . . gejala.gejala klinik sitologi (D08 TCanck smear E ) $ adanya sel raksasa yang multilokuler dan sel.sel akantolitik kultur ,irus (lem aga ,irologi)

DIAGNOSIS BANDING . . . . . . Dermatitis 4ontakta "lergika 2arisela 6erpes +impleks 3enyakit.penyakit dengan efloresensi ula $ . 3emfigus 2ulgaris Dermatitis 6erpetiformis dari Duhring ;ulos 3emfigoid

PENYULIT . . . . . . . . /nfeksi sekunder <euralgi pasca herpetika 4erato.konjunti,itis pada herpes Coster optalmikus! Ramsay 6unt +yndrom pada herpes yang mengenai ganglion genikulatum $ 6erpes pada telinga agian luar! 5talgi! 3aralisis daerah fasial (muka) (oster generalisata $ suatu Coster yang disertai dengan ,arisela!

3E<"T" ="4+"<""< . . . "nalgetika $ Metampiron $ 0 9 % ta 1h ;ila ada rasa gatal antihistamin $ >!T!M!$ # R % ta l1h! ;ila ada sekunder infeksi $ anti iotika Eritromisin $ 0 9 'A7 . A77 mg1hr <atrium Dikloksasilina $ # 9 %'A . 'A7 mg1hr . 4ortikosteroid per oral yang di erikan pada stadium akut dapat menekan proses keradangan dan dapat erguna untuk mengurangi rasa nyeri yang he at! ;anyak digunakan pada orang tua diatas A7 th dengan status imun yang normal! Dosis $ 3rednison $ 07 mg1h selama A hr!, dikurangi menjadi '7 mg1h selama A hari dan kemudian %7 mg1h selama A hari! . "siklo,ir $ Menurut literatur pemakaian "siklo,ir oral pad apenderita penderita 6!( dengan status imunologis normal masih menjadi ahan perde atan dan hanya di erikan pada 6!( yang erat dan resiko tinggi! Dosis $ A 9 H77 mg1hr selama B . %7 hr! "siklo,ir tidak dapat menghilangkan neuralgi pasca herpetika . =okal$ ila kering $ edak yang erisi $ R1 "cidum ;orikum %78 5kdisun (insi %7 8 Mentol l 8 ila asah $ kompres garam faali! kompres +olusio ;urowi (%$07) . <euralgi pasca herpetika$ Menurut literatur dapat di erikan $ . . . . "spirin$ # 9 % ta l (A77 mg)1h "nti Depresan Trisiklik mis! "mitriptyline A7 . %77 mg1hr 4ar amasepin (Tegretol) $ # 9 % ta l ('77g)1h 4ortikosteroid yang disuntikkan intra.lesi (%7 mg1ml, dosis maksimum D7 mg) kadang kadang efektif!

VARISELA
BATASAN 2arisela merupakan penyakit kulit dengan kelainan er entuk ,esikule yang terse ar, terutama menyerang anak.anak, ersifat mudah menular yang dise a kan oleh ,irus 2arisela (oster! PATOFISIOLOGI 2irus masuk traktus respiratorius agian atas dan orofaring, kemudian memper anyak diri dan menye ar melalui aliran darah dan limfe ke jaringan retikulo.endotelial, di sini memper anyak diri lagi dan menye ar ke seluruh tu uh terutama kulit dan mukosa! GEJALA KLINIS/SIMPTOM . . /nku asi $ %7.'7 hari 3ada anak.anak gejala prodromal adalah ringan, terdiri dari malese, nyeri kepala dan sumer.sumer yang tim ul se elum erupsi keluar! 3ada orang dewasa gejala prodromal le ih erat dan le ih lama! 3anas adan sesuai dengan luasnya lesi ahkan kadang.kadang mencapai 07.0% derajat > selama 0A hari! 3ada e erapa penderita sering juga disertai rasa gatal! +etelah stadium prodromal tim ul makule1papule cepat eru ah menjadi ,esikule! +elama e erapa hari akan tim ul ,esikule aru sehingga umur dari lesi tidak sama! 4ulit sekitar lesi erwarna eritematus! 3ada anamnesa ada kontak dengan penderita ,arisela atau Coster! =esi paling anyak terdapat di adan kemudian pada muka ? kepala dan ersifat sentripetal pada paha dan lengan atas le ih ekstremitas, distri usinya

anyak dari pada tungkai agian awah dan lengan awah! +ering terdapat ,esikule

pada mukosa mulut dan kadang kadang juga pada mukosa lain seperti pada konjunti,a! . +etelah A hari ke anyakan lesi mengalami krustasi dan lepas dalam waktu %.# minggu! 3enyakit dianggap menular '0 jam se elum erupsi tim ul sampai semua kruste lepas! CARA PEMERIKSAAN / DIAGNOSIS Diagnosis erdasarkan $ . . . . "namnesa )ejala klinik erupa ,esikule.,esikule terse ar dengan umur yang tidak sama dan lesi ter anyak di tu uh! 4ultur ,irus dari cairan isi ,esikel TCanck tes dari dasar ula $ terdapat sel.sel raksasa dengan mutinuklei dan sel.sel akantolitik DIAGNOSIS BANDING . . . . . 6erpes (oster 6erpes +impleks 2ariola Eksantem karena ,irus koksaki (co9sackie ,irus) /mpetigo 4ontagiosa

PENYULIT . . /nfeksi sekunder 4omplikasi lain pada anak jarang, pada orang dewasa dapat terjadi ensefalitis pneumoni dan glomerulonefritis

PENATA LAKSANAAN Terapi iasanya hanya ersifat symptomatik! Jntuk kasus.kasus ringan $ . ;ila ada panas $ dewasa $ Metampiron # 9 A77 mg1 hari 3arasetamol $ 0 9 A77 mg1 hari anak $ 3arasetamol $ 0 9 %7 mg1kg1dosis! . . . . . ;ila ada sekunder infeksi dapat di erikan anti iotika $ Dikloksasilin $ %',A . A7 mg1kg1hr! Eritromisin stearat $ 0 9 'A7 . A77 mg1hari! Jntuk rasa gatal di erikan antihistaminika! >!T!M! $ Dewasa $ # 9 i ta l (0mg1hr), anak $ 0 9 7,7@ mg1kg1hr! Jntuk ,arisela yang erat dan penderita.penderita dengan gangguan imunit "siklo,ir $ Dosis $ dewasa $ A 9 077 . H77mg1hr, sering juga dipakai suntikan S (dosis$ #7 mg1kg1hr di agi # 9 pem erian)! +e aiknya pem erian asiklo,ir di kan pada hari pertama atau kedua! . =okal $ edak $ R1 "sidum +alisilikum %8 5ksidum (insi A8 +alep anti iotika $ ;asitrasina . 3olimiksina

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK


BATASAN <ET atau +indroma =yell merupakan penyakit yang akut dan erat ditandai eritem, ,esikel, ula erosi, purpura dan epidermolisis yang luas! PATOFISIOLOGI / ETIOLOGI <ET merupakan reaksi reaksi kulit terhadap patogenesis yang elum jelas! Etiologi $ . 5 at $ +ulfonamid, fenil utason, piroksikam, fen utason, hidantoin, alopurinol, aspirin, kar amasepin, anti iotika (penisilin, tetrasiklin, rifampisin) antitoksin tetanus! . . 2irus$ ,arisela, herpes, ,aksinasi polio1mor ili! 4eganasan $ limfoma, leukemia! ermacam agen penye a dengan

GEJALA KLINIS 3rodromal 4ulit $ Rasa lemah, capai, mual, muntah, diare,angina, demam! $ =esi mor iliformis meluas dalam 0H jam! ;ula luas dan kendor dengan epidermolisis! Tidak ada lesi target! Mukosa 4uku 5rgan $ Erosi pada mulut, konjungti,a, genetalia, anus! $ 5nikolisis! $ . Traktus gastro intestinal perdarahan! . Tracheitis, ronkopneumonia! . )angguan elaktrolit! . )agal ginjal!

CARA PEMERIKSAAN . . . Tanda <ikolsky positip! =ekositosis, kultur darah1urin1lesi dikulit! Transaminase serum meningkat! "l uminuria, kreatinin serum, ;J< meningkat! gangguan elektrolit, cairan! DIAGNOSA BANDING . . . . +indroma +te,ens *ohnson! =uka akar karena karosen, parafm 3enyakit ++++! Eksantema filcstum generalisata!

PENYULIT . . . . +epsis 3erdarahan traktus gastro intestinal +yok hipo,olemik Em oli paru!

PENATALAKSANAAN . 4ortikosteroid $ Deksametason A . '7 mg sehari i, diturunkan ertahap secara cepat sesuai respons kliniknya! . 4ontrol infeksi $ . . . perawatan asepsis anti iotika (spektrum luas, akterisidal, jarang menim ulkan alergi) sesuai kultur

Misalnya $ . . . )entamisin %,A.'mg1kg ;;1dosis i,! Tiamfeniko%#7 mg 1 kg ;; 1 hari!

4ontrol cairan dan elektrolit . infus . monitor intake dan output cairan!

5 at topikal 4ulit $ . . =esi asah dan eksudatif 4ompres larutan garam faal atau larutan 3!4! =esi tidak eksudatif 4asa framisetin %8 Mulut $ =arutan ;oraks gliserin %78!

GONORE
BATASAN )onore adalah salah satu penyakit menular seksual yang ersifat akut, dise a kan oleh <eisseria gonorrhoeae, suatu kuman diplococcus, gram negatif, er entuk hiji kopi, letaknya intra atau ekstra seluler! PATOFISIOLOGI <! gonorrhoeae ter aik hidup pada udara yang mengandung '.%78 >7', dengan suhu #Ao>, dan 36 optimum B,' . B,D! <! gonorrhoeae dapat eradaptasi dengan keadaan mukosa yang asah, mem elah diri dengan cepat, menghasilkan keradangan yang eksudatif, dan juga dapat masuk kealiran darah! GEJALA KLINIS G()("e pa*a p"ia+ penularan kontak dengan wanita yang menderita gonore (coitus suspektus)! Masa tunas penyakit ini sekitar '.%7 hari, rata.rata # hari! )ejala yang didapatkan (Jretritis akut) $ %! 4eluhan (sakit) waktu kencing! '! 5rifisium uretra yang oedema dan eritematus! #! +ekret uretra yang purulen! Jretritis akut pada pria ini dapat menim ulkan komplikasi erupa $ a! cowperitis $ sakit pada perineum disuri ila pecah $ keluar ke perineum, ke dalam ke uretra dan rektum

! prostatitis $ akut $ <yeri yang sangat pada perineum dan suprasimfiser! sakit sewaktu defekasi, fe ris! 4ronis $ gejala seperti pada akut namun le ih ringan! c! epididimitis $ fe ris sakit sehingga sukar erjalan, oedema pada epididimitis, kenyal dan rat kulit skrotum menunjukkan tanda radang akut funikulus oedema dan rata! d! orkho.epididimitis tidak jelas! e! tysonitis, littritis $ terjadi a ses para uretra! f! seminal ,esikulitis g! sistitis $ polakisuri, yang prominen terminal hematuri! G()("e pa*a ,a)i$a + +e agian esar wanita yang menderita gonore asimtomatik! )onore pada wanita sering mengenai ser,iks, sehingga terjadi ser,isitis dengan gejala keputihan! ;ila terjadi uretritis mem erikan disuri yang ringan! Mungkin juga disertai keradangan kandung seni dengan gejala$ polakisuri, nyeri pada perut agian awah dan terminal hematuri! 4omplikasi pada wanita dapat tim ul erupa $ a! artolinitis$ sangat nyeri, aki atnya sukar erjalan pem engkakan la ium mayus dengan tanda radang akut lainnya pada muaranya tampak nanah yang puralen! ;ila erlanjut terjadi a ses yang ila pecah menim ulkan ulkus! ! terjadi 3/D $ (keradangan pada endomitrium, salping, o,arium, peritonium) dengan gejala nyeri pada perut agian awah, nyeri pada waktu coitus, nyeri pada menstruasi namun iasanya gejala ini ringan dan kurang diperhatikan!

G()("e #a)- e. $"a -e)i$a!+ %! 5ropharyngeal gonore $ terdapat pada fellatio, cunillingus gejalanya seperti faringitis iasa! '! 3roktitis gonore $ pada laki.laki karena $ a! homoseksual ! pecahnya prostatitis c! cowperitis yang pecah ke rektum 3ada wanita karena komplikasi gonore perkontinuitatum! )ejala.gejala $ nyeri pada perineum, kadang.kadang keluar darah, nyeri waktu defakasi! #! )ono lenore $ tim ul pada ayi yang dilahirkan oleh i u yang menderita gonore ditularkan secara langsung sewaktu proses persalinan! *uga pada orang.orang dengan perilaku yang jelek, sehingga ia menularkan ke matanya sendiri dari gonore di genitalnya! LABORATORIUM $ %! Mem uat sediaan dengan pengecatan )ram untuk melihat adanya kuman Diplococcus )ram negatif, er entuk iji kopi yang letaknya intra atau ekstra seluler! ;ahan diam il dari $ a! 3enderita pria$ . . . pus yang keluar spontan dari uretra ataupun dengan pemijatan atau dengan pengam ilan dengan alat dari uretra! $ sedimen urin sekret yang keluar dari masase prostat

! 3enderita wanita $

;ahan diam il dari daerah muara uretra, muara kelenjar ;artholin, ser,iks, rektum!

c! Mata $ . +ekret pada mata, ;ahan dioleskan pada gelas enda, difiksir kemudian dicat )ram, dilihat dengan mikroskop iasa dengan o yektif %77 9! 6asil positif ila dida. patkan kuman$ Diplococcus ( er entuk iji kopi) yang gram negatif terletak di dalam maupun di luar sel darah putih! '! 3erco aan dua gelas $ untuk mengetahui apakah infeksi sudah sampai pada uretra agian posterior atau masih di agian anterior saja! >aranya $ kandung seni penderita harus dalam keadaan penuh, karenanya dilakukan pada pagi hari dimana pada malamnya penderita dilarang kencing! )elas % diisi urine se anyak le ih kurang H7 cc, gelas ' diisi sisanya! ;ila didapatkan $ a! isi gelas % keruh, gelas ' jernih $ erarti infeksi pada uretra agian anterior! ! isi gelas % ? ' keruh artinya uretra posterior sudah terkena! #! 3em iakan $ menggunakan media selektif yaitu Thayer.Martin! DIAGNOSIS )onore pada genitalia$ %! adanya anamnesa coitus suspectus '! gejala klinik jela!s #! pemeriksaan la oratorium yang positif

)onore ekstra genital$

a! oropharyngeal gonore $ %! anamnesa fellatio, cunillingus '! gejala faringitis #! hasil la oratorium yang positif ! proktitis gonore $ %! pada laki.laki $ homoseksual pecahnya a ses prostat atau cowperitis! hasil la oratorium positif! '! pada wanita $ gonore genitalis, hasil la oratorium positif! c! gono lenore $ %! adanya konjungti,itis dengaa secret purulen! '! hasil la oratorium yang positif! PENGOBATAN "! )onore tanpa komplikasi $ (pria $ uretritis anterior akuta, pada wanita ser,isitis! %! penisilin prokain i!m! # juta unit sekali dengan pro enicid % gram atau $ '! ampisilin #,A gram E pro enicid % gram sekali! #! tiamfenikol #,A gram peronal dosis tunggal! ;! )onore dengan kompliksasi $ (pada keadaan erat harus rawat inap)! %! 3enisilin prokain # juta unit i!m! E pro enicid % gram %,A gram, dilanjutka %,A juta unit hari erikutnya selama B hari! '! "mpisilin #,A gram dengan pro enicid % gram dilanjutkan 0 9 A77 mg setia hari erikutnya selama B hari! #! Tiamfeniko%#,A gram dilanjutkan 0 9 A77 mg setiap hari selama B hari!

>! 3ada strain yang memproduksi penisilinase (<)33) $

%! Tiamfeniko%#,A gram dosis tunggal untuk yang non komplikasi, komplikasi dilanjutka!n 0 R A77 mg setiap hari selama B hari! '! 4anamisin ' gram dosis tunggal untuk yang non komplikata! D! )onore pada anak.anak $

ila denga

%! 3enisilin prokain dengam dosis %77!777 unit per kilogram erat adan, dengan pro enecid 'A gram1kg erat adan! '! "mpisilin A7 mg1kg tunggal! #! 3enderita gono lenore dirawat oleh ;agian /lmu 3enyakit mata! >atatan$ 4anamisin tidak ginjal! oleh di erikan pada penderita dengan gangguan fungsi erat adan pro enecid 'A mg1kg erat adan dosis

URETRITIS NON GONORE

BATASAN Jretritis <on )onore (J<)) adalah suatu peradangan dari selaput lendir saluran kencing (uretra) yang ukan dise a kan oleh kuman <eisseria gonorrhoea! ETIOLOGI . . . . . . >hlamydia trachomatis Jreaplasma urealyticum Trichomonas ,aginalis >andida al icans 2irus 6erpes +imple9 Tidak spsifik

>hlamydia trachomatis, Jreaplasma urealyticum dan 6erpes simple9 elum dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan la oratorium sehingga dimasukkan ke dalam penye a yang tidak spesifik atau Jretritis <on +pesifik! PATOFISIOLOGI >hlamydia trachomatis ersifat parasit intraseluler o ligat! +etelah kontak seksual masuk ke mukosa dan pada stadium pertum uhannya menghancurkan sel mukosa, dan terjadi peradangan sehingga mukosa oedema dan kemerahan disertai dengan adanya sel lekosit! Jreaplasma urealyticum juga dijumpai pada orang yang sehat, tetapi pada penderita J < ) le ih anyak ditemukan, le ih.le ih pada J<) yang tidak ditemukan adanya >hlamydia! *uga anyak ditemukan pada pria yang anyak mempunyai partner seks! ;agaimana terjadi infeksi elum diketahui dengan jelas! Trichomonas ,aginalis menyerang epitel skwamous uretra, terjadi proses peradangan yang akut dengan sekret yang mengandung lekosit yang anyak!

Manifestasi klinik iasanya le ih jelas pada wanita dan ila pria ditemukan karena kontak seks yang cukup lama dan erulang.ulang! 3artner seksual harus dio ati! +pora dari >andida al icans melekat pada lapisan sel mukosa dan mengadakan perusakan dari sel! +pora mudah diphagosit oleh lekosit sedangkan kelamin dan agaimana menjadi patogen elum diketahui dengan jelas! GEJALA KLINIS Masa inku asi dari J<) % sampai 0 minggu! 4eluhan yang dijumpai yaitu $ Se."e$ pa*a u"e$"a 3ada J<) sekret yang dijumpai iasanya jernih sampai sedikit keruh atau erupa lendir, paling jelas waktu pagi hari, tetapi kadang.kadang hanya erupa ercak pada celana dalam! Di u"i Disuri atau sakit waktu kencing dapat erupa rasa ter akar sampai pada rasa gatal atau perih pada pangkal sampai muara dari uretra! :alaupun demikian keluhan nyeri tidak sehe at gonore! Ga$a! 4adang.kadang ditemukan adanya keluhan gatal sepanjang saluran uretra yang iasa dari ringan sampai he at! P(!a. i u"i entuk pseudohypha sukar! >andida ini sering merupakan flora yang normal pada alat

"dalah keluhan sering kencing yang kadang.kadang dapat ercampur darah atau disertai adanya nokturia! , Dapat disertai gejala sistemik demam, pem engkakan skrotum, pem esaran atau nyeri pada kelenjar inguinal! "danya riwayat dari partner seksual yang menderita infeksi pada alat kelamin! PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS 3ada meatus eksternus nampak tanda radang erupa edema dan kemarahan yang iasanya ringan dan tidak sehe at gonore, atau tak ada kelainan! +ekret uretra dapat erupa purulent (le ih sering pada gonore), mukos, seromukos atau cairan jernih! 3ada umumnya sekret uretra tidak sehe at sekret pada gonore! LABORATORIUM ;ahan yang dilakukan pemeriksaan la oratorium adalah $ . . . +ekret uretra Jrin gelas yang pertama! Jrin yang ditampung se aiknya urin yang pertama pada pagi hari atau minimal 0 jam setelah kencing terakhir! 6apusan endouretral, yaitu dengan lidi kapas yang steril dimasukkan ke dalam uretra sedalam %.' cm diatas fossa na,ikularis, kemudian diputar secara perlahan. lahan ke kiri dan ke kanan! 4riteria la oratorium uretritis non gonore ditegakkan apa ila $ a! pada sekret uretra atau hapusan endouretal dilakukan pengecatan gram ditemukan A atau le ih sel lekosit polimorphonuklear pada mikroskop dengan pem esaran %777 kali, atau
!

3ada sedimen urin ditemukan le ih dari %7 sel lekosit polimorphonuklear dengan mikroskop pem esaran 077 kali!

c! 3ada preparat gram tidak ditemukan adanya Diplococcus gram negatif! Pe/e"i. aa) .u/a) pe)#ebab

"da e erapa penye a J<) yang sulit atau tidak dapat dilakukan pemeriksaan la oratorium seperti >! trachomatis, J! urealyticum dan ,irus 6 +imple9 sehingga dimasukkan ke dalam grup tidak spesifik! Trichomonas ,aginalis ditemukan protoCoa yang mempunyai flagel dan ergerak aktif! 3em iakan dari kuman! >andida al icans ditemukan adanya spora atau pseudo.hyphae! Dilakukan pem iakan dari jamur! Pe)a$a!a. a)aa) %! Menentukan adanya uretritis! "namnesa keluhan $ Disuri, sekret uretra, gatal, suspektus $ B hari atau le ih! 3emeriksaan klinik $ +ekret purulen, mukopurulen, serous, jernih! 3eradangan muara uretra =a oratorium $ =ekosit lima atau le ih pada pengecatan gram! =eko %7 atau le ih pada sediaan asah! '! Menyingkirkan adanya $ <eisseria gonorrhoea dengan preparat gram dan atau pem iakan! #! Menemukan $ Trichomonas ,aginalis dengan sediaan asah, gram dan atau kultur! >andida al icans dengan sediaan asah, gram dan atau kultur! "namnesa dan pemeriksaan adanya penye a non infeksi! Jretritis <on spesifik ila semua penye a diatas tidak ditemukan! 0! 3engo atan $ Jretritis <on +pesifik Tetrasiklin 6>= +55mg #.0 kali sehari selama B hari! Eritromisin A77 mg #.0 kali sehari selama B hari! Doksisiklin %77 mg ' kali sehari selama B hari! ;ila ;; D7 kg! Tetrasiklin ercak pada celana! 4oitus

Eritromisin di erikan # 9 A77 mg sehari selama B hari Trichomoniasis $ MetronidaCol # kali 'A7 mg selama B hari! Metronidawl ' gram dosis tunggal! >andida al icans $ /nstilasi dengan larutan gentian ,iolet %7177 /nstalasi dengan nystatin! 4etakonasol ' kali '77 mg sehari selama A hari! A! Tindak lanjut! +etelah pengo atan uretritis non gonore, dilakuka, kontrol minimal # kali dengan inter,al B hari!

SIFILIS
BATASAN +ifilis adalah suatu penyakit aki at hu ungan seksual yang dise a kan oleh Treponema (+pirochaeta) pallida dapat menjangkiti seluruh organ tu uh serta dapat menem us plasenta, dan perjalanan klinisnya melewati e erapa stadium! PATOFISIOLOGI 3enyakit ini penularannya melalui kontak seksual (coitus)! Dapat pula melalui ciuman atau memakai gelas1sendok yang aru saja dipakai penderita sifilis! 3enularan pareteral lewat jarum suntik dan transfusi darah juga dimungkinkan! =esi dikulit tim ul ' . D minggu1rata.rata # minggu (masa tunas) setelah coitus suspectus (suatu hu ungan seksual yang dianggap menjadi saat penularan penyakit terse ut)! GEJALA KLINIS 3erjalanan klinik penyakit ini mempunyai e erapa stadia$ . . . +tadium / (primary syphilis) +tadium // (+econdary syphilis) +tadium /// (Tertiary syphilis)

+tadium / ? // dise ut juga sifilis dini (early siphilis)! +tadium /// dise ut juga sifilis lanjut (late syphilis)! ;atas late dan early sekitar # tahun masa menderita! S$a*iu/ I + Tim ul suatu ulkus yang dise ut ulkus durum yang mempunyai sifat khas! +ifat. sifat ulkus terse ut $ . . tidak nyeri (indolen) sekitar ulkus tera a keras (indurasi)

. .

dasar ulkus ersih dan erwarna merah seperti lak seliter ( iasanya hanya %.' ulkus)! iasanya terdapat pada preputium, ulkus

=okasi ulkus ini pada laki.laki

koronarius, atang penis dan skrotum! 3ada wanita di la ium mayora dan minora, klitoris dan isa juga pada ser,iks! Jlkus isa terdapat ekstra genital misalnya pada $ i ir, mukosa mulut, leher dan mammae! S$a*iu/ II + +tadium ini dimulai sekitar H minggu setelah infeksi atau sekitar A minggu setelah tim ul ulkus durum (afek primer)! /! =esi dikulit er entuk macam.macam $ a! roseolae syphilitica $ merupakan makulae yang pertama tim ul ! papulo.sirsiner $ papulae yang tim ul kemudian yang menyusun diri menjadi setengah lingkaran atau satu lingkaran penuh c! korona ,enerisN gerom olan papulae yang terdapat didahi1muka d! condyloma accuminata $ pspulae yang te al erwarna putih ke.a u.a uan, asah, er entuk ulat1 ulat lonjong, terdapat didaerah yang lem a seperttN genetal, perineum, anus, aksila! e! ila lesi.lesi di atas menyem uh mungkin meninggalkan makulae hipopigmentasi dise ut lekoderma sifilitika! //! =esi pada mukosa mulut $ a! &mucous patch1muQous plaQue&N ercak mene al pada mukosa pipi erwarna keputihan, tidak nyeri! =esi ini juga isa terdapat didasar mulut atau lidah! ! ulkus (snail track ulcer) $ ulkus yang melingkar seperti jalannya siput, didapatkan pada palatum atau mukosa pipi! ekas erup0

///! =esi dikepala eram ut $ "lopecia areata $ rontoknya se agian ram ut yang menye a kan ke otakan yang khas yaitu tepinya ergerigi seperti ekas gigitan serangga! /2! 3em esaran getah ening $ =imfadenitis generalisata dengan sifat.sifat $ soliter, tidak nyeri dan tidak saling melekat dapat dicari pada daerah oksipital, preaurikuler, mandi uler, ser,ikal, sulkus isipitalis, dll! 2! 6epato.spenomegali $ kadang.kadang disertai ikterus ringan! S$a*iu/ III + ( enign late syphilis) ;erupa gumma! Dimulai dengan tim ulnya granuloma di dalam jaringan (otot, tulang, ds ) yang kemudian memecah ke permukaan mem entuk ulkus yang dalam dengan dasar tertutup pus! Tepi ulkus meninggi dan keras dindingnya curam (seperti dilu angi)! 3roses gumma juga terjadi pada laring, paru, gastrointestinal, hepar dan testis! 3ada kardio,askuler, sifilis /// menye a kan miockarditis, gangguan katup jantung dan aneurisma aorta! 3ada saraf sifilis /// mem erikan $ a! &asymptomatic neurosyphilis& $ elum ada gejala sifilis yang jelas, tetapi cairan sumsum tulang elakang telah menunjukkan kelainan la oratoris! ! &cere ral syphilis& $ isa erupa meningitis, ,askuler (tanda.tanda trom osit) serta parenchymal (paresa yang menyeluruh)! c! &syphilis medulla spinalis& $ juga menyerang meningen, ,askuler dan parenkim! Ta es dorsalis (parenchymal.) tersering mem erikan keluhan nyeri ti a.ti a pada kaki, (lightning pain), paraestesia, ataksia, &incontinentia urinae& dan &al,i&!

LABORATORIUM /! 3emeriksaan mikroskop lapangan gelap (untuk mencari Treponema pallida) caranya $ dasar ulkus di ersihkan (dikompres dengan larutan garam faali) lalu dijepit dengan jari1pinset, serum yang keluar ditaruh pada gelas enda (kalau tidak cukup anyak ditam ahi dengan % . ' tetes larutan faali steril) kemudian ditutup dengan gelas penutup tepinya di eri ,aselin! +ediaan ini diperiksa dengan mikroskop lapangan gelap! ;ila positip akan tampak pada lapangan pandang yang gelap enda er entuk spiral yang mengkilat seperti om ak, erputar pada cum u panjang, maju.mundur, merentang seperti pegas! //! 3emeriksaan serologi (darah diam il dari ,ena tanpa antikoagulan se anyak A.%7 cc) $ a! 2DR= $ mulai positip setelah minggu keenam setelah infeksi, pada sifilis yang dianggap positip ila titernya %$ 0 atau le ih! ! T36" $ tes ini spesifik dan akan positip selamanya! c! T3/ $ serum penderita dicampur dengan Treponema pallida hidup, positip ila terlihat ham atan pergerakan T!pallida karena adanya anti odi yang spesifik! d! -T".";+ $ memakai Cat floresensi yang dilekatkan pada &antihuman anti ody& terhadap serum penderita yang mengandung anti odi terhadap sifilis! PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS +tadium / $ diagnosa pasti ila didapatkan semua di awah ini $ a! Didapatkannya koitus suspektus! ! didapatkan ulkus durum dengan sifat.sifatnya! c! didapatkan +pirochaeta pallida pada pemeriksaan mikroskop lapangan gelap! d! tes serologi positip!

;ila penyakit

aru diderita sekitar # . A minggu tes serologi

elum positip,

diagnosa pasti a dan

saja, pemeriksaan mikroskop (c) negatip, pemeriksaan ini

diulang # hari erturut.turut, sementara itu ulkusnya dikompres dengan larutan faali! ;ila tetap negatip, ditunggu hasil pemeriksaan +T+ tiga kali (% minggu) erturut.turut! ;ila hasilnya +T+ positip dinyatakan sifilis! ;ila hasilnya negatip dinyatakan ukan sifilis! +tadium // $ diagnosa ditegakkan dengan $ a! didapatkannya coitus suspectus (sekitar H minggu atau le ih atau riwayat adanya afek primer sekitar A minggu se elumnya! ! gam aran kulit dan mukosa mulut! c! limfadenitis generalisata! d! pemeriksaan +pirochaeta pallida yang positif! e! tes serologi untuk syphilis (+T+) yang positif! +tadium /ll$ diagnosa ditegakkan $ a! gejala di kulit yang didapatkan! ! +T+ dari darah dan cairan sere rospinalis yang positif! c! gejala.gejala lainnya (konsultasi ke agian penyakit saraf dan penyakit dalam)! PENATALAKSANAAN +ifilis dini (stadium / ? //) $ a! pilihan utama $ 3enisilin prokain D77777/J im1hari selama %7 hari erturut. turut! atau $ 3enisilin ensatin (3enadur =") ',0 juta unit seminggu sekali total 0,Hjuta unit! ! alternatif $ Tetrasiklin 0 9 A77 mg oral, selama %A hari! Eritromisin 09A77 mg oral selama %A hari!

3engamatan yang teratur atas gejala klinik dan +T+ dalam waktu ' tahun dengan frekuensi $ setiap kontrol setiap tahun! 3emeriksaan pasangan seksual perlu dilakukan (klinik dan +T+)! +ifilis lanjut $ a! pilihan utama $ 3enisilin prokain D77777 /J i!m!1hari selama '7 hari erturut. turut (total %' juta /J)! atau $ 3enisilin ensatin (3enadur =") # juta J per minggu selama # minggu (total @ juta J)! ! alternatif $ Tetrasiklin ' gram1hari oral selama # . 0 minggu Eritromisin ' gram1hari oral selama # .0 minggu! 3engawasan selanjutnya seperti sifilis dini! ulan pada # ulan pertama, setiap # ulan sampai @ ulan erikutnya, setiap D ulan sampai setahun erikutnya! +elanjutnya dianjurkan

SKABIES
BATASAN +ka ies adalah penyakit kulit menular dengan keluhan utamanya gatal, terutama di malam hari, dise a kan oleh +arcoptes sca ies ,ar! hominis! PATOFISIOLOGI 3enyakit ini menular secara langsung dari orang ke orang lain (teman atau anggota keluarga) dan pada orang dewasa melalui kontak seksual! Dapat pula secara tidak langsung melalui alas tidur atau pakaian! +arcoptes sca iei merupakan tungau putih, transparan, er entuk ulat agak lonjong, yang etina esarnya ' 9 dari pada yang jantan! Gang jantan mati setelah mem uahi yang etina, tungau etina setelah di uahi mem uat terowongan pada kulit sampai per atasan stratum corneum dan stratum granulosum serta ertelur sepanjang terowongan sampai se anyak 07 . A7 utir yang akan menetas dalam waktu # . A hari! =ar,a keluar kepermukaan kulit, kemudian melalui stadium nimfa menjadi dewasa! :aktu yang diperlukan mulai dari telur menetas sampai menjadi dewasa sekitar %D .%B hari! GEJALA KLINIS )ejala yang sangat menonjol adalah rasa sangat gatal terutama pada malam hari sehingga dapat mengganggu penderita! =esi yang khas dan patognommonik erkelok.kelok panjangnya kurang le ih %7 mm! 4elainan dapat erupa papula, ,esikula, urtika, ekskoriasi, krusta dan ila tim ul infeksi sekunder terdapat pustula yang dapat menga urkan lesi primernya! erupa terowongan kecil, sedikit meninggi, elum ada infeksi sekunder), erwarna putih kea u.a uan ( ila

Tempat.tempat predileksi $ sela.sela jari tangan, telapak tangan, pergelangan tangan se elah dalam, siku, ketiak, daerah mammae, daerah pusar dan perut agian awah, daerah genitalis eksterna dan pantat! 3ada anak.anak terutama ayi dapat mengenai agian lain seperti telapak kaki, sela jari.jari kaki dan juga muka! LABORATORIUM +arcoptes sca iei didapatkan dengan mem uka terowongan atau ,esikula atau pustula dengan pena ,aksinasi sam il mengorek dasarnya! 6asil kerokan diletakkan pada kaca sediaan, kemudian eri e erapa tetes gliserin dan tutup dengan gelas penutup! =ihat di awah mikroskop dengan lensa o yektip %7 9, kemudian 07 9! 6asil positip ila didapatkan +arcoptes sca ici atau telurnya! PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS Diagnosa klinis ditegakkan dengan adanya riwayat gatal pada malam hari, keluarga atau teman dekat yang sakit seperti penderita serta didapatkan efloresensi polimorf di tempat.tempat predileksi! Diagnosa pasti erdasar didapatkannya +arcoptes sca iei atau telurnya pada sediaan langsung dengan mengorek dasar ,esikula atau pustula atau terowongan ditam ah e erapa tetes gliserin atau dapat juga dengan ditemukannya +arcoptes sca iei pada pemeriksaan sediaan 6isto.3!"! DIAGNOSIS BANDING %! 3yoderma '! 3ediculosis corperis #! Dermatitis 0! 3rurigo

PENYULIT %! EcCema infantum '! Jrtikaria #! 3ost sca etic dermatitis 0! 3ersistent nodule A! /nfeksi sekunder D! =ymphadenitis acuta B! -olikulitis H! -urunkel @! /nfiltrat

o!k! prosentase sulfur dalam salep terlalu tinggi PENATALAKSANAAN "! +etelah mandi dengan sa un hijau (resep no!A) seluruh adan diolesi dengan $ l! +alep yang mengandung asam salisilat dan sulfur (resep no!l) selama # . 0 hari, kemudian dapat diulang setelah satu minggu! '! +alep yang mengandung ;enCoas enCilicus (resep no!') selama # malam kemudian dapat diulangi setelah satu minggu! #! +alep yang mengandung )amma enCene he9achlorida (resep no!# atau no!0) selama % malam, kemudian dapat diulangi setelah satu minggu! +alep resep no! ' jangan di erikan pada anak.anak dan ayi, karena dirasakan sangat panas sekali pada kulitnya! +alep resep no! # atau no! 0 jangan di erikan pada ayi, anak.anak dan wanits hamil karena ila diserap kulit dapat ersifat neurotoksik! Resep <o! % R1 "cidum salicylicum '8 +ulfur predipitatum 0 8 2aselin fla,um ad! m!f! ung! +! salep pagi malam Resep <o! 0 R1 +ca e9 pot <o! % +!salep satu malam Resep <o! # R1 +ca icide tu e <o! % +! salep satu malam

Resep <o! ' R1;enCoas enCylicus 'A8 Emulgidum 0,#BA 8 5leum sesami 0,#BA 8 "Qua ad %77 ml m!f!c! +! salep malam ;! +emua sa un!

Resep <o!A R1+apo ,iridis %77 gram +! sa un mandi

aju dan alat.alat tidur dicuci dengan air panas serta mandi dengan erkontak dengan

>! +emua anggauta keluarga atau orang seisi rumah yang penderita harus diperiksa dan ersamaan agar tidak terjadi penularan kem ali!

ila juga menderita sca ies juga dio ati iasanya!

D! 4eluhan gatal dapat di eri antihistaminika dengan setengah dosis /nfeksi sekunder dapat di eri anti iotika atau kemoterapetika!

PSORIASIS VULGARIS
BATASAN Merupakan penyakit kulit yang ersifat kronis dan residif yang ditandai oleh adanya makula yang eritematus, entuknya dapat ulat atau lonjong yang tertutup skwama te al, transparan atau putih kea u.a uan! PATOFISIOLOGI 3enye a penyakit ini masih elum diketahui dengan pasti! 3ada garis esarnya ada # aspek yang erperan $ %! 3redisposisi genitik "da kecenderungan tim ulnya psoriasis ,ulgaris dipengaruhi oleh faktor genetik! Dikatakan ahwa penurunannya secara autosomal dominan dengan &incomplete penetrance& '! -aktor presipitasi! a! Trauma ! /nfeksi $ terutama infeksi dengan +treptococcus haemolyticus c! +tres emosional $ menim ulkan eksaser asi d! 3eru ahan iklim menye a kan penyakit lei h aktif! #! 3eru ahan struktur iokimia Terjadi pemendekan &turn o,er& epidermis yang normalnya erlangsung antara 'H . #7 hari, pada psoriasis ,ulgaris hanya erlangsung antara # . 0 hari! GEJALA KLINIS 4eluhan penderita iasanya sedikit gatal dan panas disamping keluhan kosmetik! =esi kulit yang pertama kali tim ul iasanya pada tempat tempat yang mudah

terkena trauma al $ siku, lutut, sakrum, kepala dan genitalia, erupa makula erite . matus dengan atas jelas, tertutup skwama te al dan transparan yang lepas pada agian tepi dan lekat di agian tengah! +kwama ini selalu menunjukkan gam aran mene al yang konstan dan perlekatannya kendor! ;entuk yang paling sering dijumpai adalah entuk makula yaitu erupa ercak yang dapat ulat atau o,al dengan diameter satu sampai e erap sentimeter! ;entuk ini akan statis dalam jangka waktu lama yang apa ila terjadi eksaser asi dapat mem erikan peru ahan entuk klinik yang ermacam.macam al!$ entuk anular, gyrata, folikularis, gutata dan punktata! +elain itu psoriasis dapat menyerang kuku dimana permukaan kuku menjadi keruh, kekuningan dan terdapat cekungan cekungan1pitting atau titik.titik1 punctate, mene al dan terdapat su ungual hiper keratosis sehingga kuku terangkat dari dasar! nya! Dalam hal ini kuku tangan le ih sering diserang daripada kuku kaki! 3soriasis dapat menyerang mukosa dan sendi sendi terutama sendi kecil CARA PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS 2lek phenomena (phenomena ercak lilin) yaitu ila skuama psoriasis dikerok akan terlihat warna keruh seperti kerokan lilin! "ustpitC sign $ ila cara mengerok tadi diteruskan akan terlihat titik.titik perdarahan oleh karena terkenanya papila dermis pada ujung.ujungnya yang memanjang! 4oe ner phenomena$ ;ila pada kulit yang masih normal terkena trauma maka akan tim ul lesi aru yang ersifat sama dengan lesi yang telah ada! +ifat seperti ini juga ditemukan pada lichen planus, lichen nitidus, ,eruka plana dan eksematoid dermatitis!

Be)$u. be)$u. !ai) *a"i p ("ia i + 3soriasis pustulosa $ eflorescensi mengandung pustula yang steril! 3soriasis arthropatica $ psoriasis yang disertai kronik artritis pada sendi sendi kecil dari tangan dan kaki! DIAGNOSIS Diagnosa ditegakkan secara $ 4linis $ ditemukan tanda tanda klinis seperti diatas! 6isto 3a!$ dalam hal ini pemeriksaan 3a! adalah spesifik dan menentukan kepastian diagnosa dari psoriasis! . . . . . . . akantosis dengan disertai pemanjangan dari rete ridges! pemanjangan dan pem esaran papila dermis! hiperkeratosis dan parakeratosis! penipisan sampai hilangnya stratum granulosum peningkatan mitosis pada stratum asalis! udema dermis disertai infiltrasi limfosit dan monosit! mikro a ses dari Munro yang merupakan kumpulan kecil dari sel.sel neutrofil pada stratum korneum! DIFERENSIAL DIAGNOSA / KAUSA )rup Eritro 3apulo +kuamus $ . . . M!6! tipe T makuler =ues // Dermato mikosis superfisialis . 3! rosea . E! se orrhoicum . =ichen ru er planus!

PENYULIT Eritrodemi $ disini sering diaki atkan pem erian steroid sistemik atau oleh karena o at. o at topikal yang sangat iritasi!

PENATALAKSANAAN Dalam penatalaksanaan 3soriasis perlu diperhatikan mengenai $ . . . . luasnya lesi kulit lokalisasi lesi kulit umur penderita! ada tidaknya kontra indikasi terhadap o at yang akan kita erikan

3engo atan kausal elum dapat di erikan sehingga pengo atan ditujukan untuk $ . Menghilangkan faktor.faktor yang dianggap se agai pencetus tim ulnya psoriasis al $ stres di erikan sedati,a fokal infeksi dapat erupa tonsilitis, carries, in,estasi parasit harus di erantas! . Menekan1menghilangkan lesi psoriasis yang telah ada meliputi $

3engo atan topikal! ;iasanya digunakan salep1cream yang mengandung steroid atau tar! 3engo atan sistemik! Jntuk lesi yang ter atas digunakan asam folat ta let dengan dosis # 9 % ta let per hari! Jntuk lesi yang luas digunakan methotre9ate dengan dosis s $ ' 9 % ta let selama B hari, kemudian istirahat % minggu untuk o ser,asi =-T, R-T dan darah rutin! ;ila hasil la oratorium tetap aik MTR dapat di erikan lagi dengan dosis dan aturan yang sama sampai terjadi per aikan lagi dengan dosis dan aturan yang sama

sampai terjadi per aikan klinis (lesi tidak aktif lagi), yang kemudian dosis MTR dapat diturunkan secara &tapering offT sampai tercapai dosis &maintenance& ! 3engo atan kom inasi $ 3soralen sistemik dengn penyinaran ultra ,iolet pada lesi kulit dalam e erapa hal isa dipakai se agai pengo atan alternatif!

PITYRIASIS ROSEA
BATASAN 3enyakit keradangan kulit, etiologi elum jelas, mempunyai gejala klinis yang khas, +em uh dengan sendirinya dalam waktu %7.%' minggu! PATOFISIOLOGI :alaupun etiologi . . . . elum diketahui dengan jelas, e erapa ahli menduga penye a nya adalah suatu ,irus tertentu erdasar $ umur ke anyakan penderita dewasa muda! musiman, kadang.kadang ersifat epidemi lokal pada sekelompok orang! sem uh dalam waktu tertentu! jarang sekali kam uh!

Gang tidak mendukung teori terse ut, ialah$ . . ,irus tidak pernah ditemukan tidak menular dalam % rumah1keluarga

GEJALA KLINIS +e agian kecil didahului gejala pendahulu yang umumnya ringan, yaitu $ . . malaise demam erupa makula yang esar #.%7 cm dise ut &herald.patch&1

Eflorensi pertama

&mother. plaQue&1&initial.plaQue&! 4emudian diikuti eflorensi yang lain yang le ih kecil!

;entuk lesi $ . . . . makula ulat lonjong sum u panjang searah pelipatan kulit tepi meninggi ditengah ada skwama diatas dasar kulit yang kekuning.kuningan, melekat pada tepi! 6al ini er eda dengan ercak oleh se a yang lain misalnya tinea, dimana sQuama melekat didaerah tengah sedangkan tepinya e as! KELUHAN . . iasanya gatal ringan 1 tidak gatal se agian kecil rasa gatal yang sangat

LOKALISASI . . . . khas pada tu uh tertutup pakaian leher sampai atas dagu, muka sangat jarang terjangkit pada punggung tampak seperti pohon cemara se agian kasus lainnya eflorensensi tim ul hanya pada ekstremitas atas dan paha

DIAGNOSA . didasarkan pada gejala klinis serta lokalisasi yang khas

DIAGNOSA BANDING . . . . . . psoriasis ,ulgaris dermatitis se orhoika tinea korporis lues // entuk makula lichen planus mor us hansen

PENYULIT . elum pernah dilaporkan adanya penyulit

PENATALAKSANAAN . . . . . tidak ada o at spesifik, penyakit dapat sem uh spontan antihistamin di erikan ila penderita merasa gatal lokal $ talkum asidum salisilikum %.' 8 kortikosteroid $ o at.o at dengan dosis tinggi 07.D7 gr prednison, hanya erguna untuk menghilangkan rasa gatal dan menahan sementara perjalanan penyakitnya! kortikosteroid topikal di erikan ila tutt ul rasa gatal ringan serta adanya sekun. der dermatitis! 3erlu di erikan konseling pada penderita $ . . . . . penyakit akan sem uh dengan sendirinya dalam waktu %7.%' minggu muka jarang terjangkit tidak meninggalkan ekas tidak menular organ tu uh tidak akan mengalami gangguan karcna penyakitnya, jarang sekali kumat

AKNE VLJLGARIS
BATASAN "kne 2ulgaris merupakan suatu keradangan kronis dari folikel pilose asea yang ditandai dengan adanya komedo, papule, kista dan pustule pada daerah.daerah predileksi (pada muka, punggung)! PATOFISIOLOGI/ETIOLOGI "kne 2ulgaris mulai tim ul pada masa pu ertas, pada waaita antara %0.%B th! dan pada pria antara %D.%@ th! 3enye a yang pasti tidak diketahui, tetapi terdapat 0 hal yang ada hu ungannya dengan patofisiologi dari akne ,ulgaris! %! 4enaikan eksresi dari se um atau se ore! 6al ini mungkin dise a kan karena kon,ersi dari hormon testosteron ke entuk yang le ih aktif A alfa dihidrotestosteron! '! 6iperkeratinisasi dari saluran pilose asea #! 3roliferasi dari kuman 3roprioni akterium "knes 0! "danya 4eradangan yang dise a kan karena dihasilkannya faktor.faktor kemotaktik, protease dan akti,asi dari komplemen! -aktor.faktor yang erpengaruh $ . . . . . 4eturunan! +tres ? emosi! Musim! Diet$ 3engaruh makanan masih menjadi perde atan para ahli! Menstruasi! B78 dari wanita mengalami eksaser asi dari aknenya '.B h se elum menstruasi! ahu, agian atas dari ekstremitas superior, dada dan

5 at.o atan $ 5 at.o at seperti kortikosteroid yodida, romida, /<6, 2it! aik oral maupun topikal, ">T6, androgen, ;%', difenilhidantoin, feno ar ital dapat

menye a kan eksaser asi dari akne yang sudah ada atau menye a kan terjadinya erupsi yang mirip dengan akne (&acneiform eruptions&) . 4osmetika! ;ahan ahan yang sering merupakan se agai penye a terutama terutama terdapat pada krem dasar, pelem a , krem ta ir surya GEJALA KLINIK =esi utama adalah komedo, dan jika terdapat keradangan terlihat adanya papule, pustule dan kista, nodule dan kista! =okasi terutama terdapat pada muka, dada H c punggung! =esi yang eradang terutama entuk nodulo.kistik dapat terasa gatal dan nyeri tekan yang ila pecah dapat mengeluarkan pus! 4lasifikasi akne (Menurut 3lewig ? 4ligman) $ . . . akne komedonal $ terdiri dari komedo ter uka maupun tertutup! akne papulopustuler $ lesi terdiri dari campuran lesi eradang dan komedo! akne konglo ata ? entuk keras lainnya!

+elain dari yang dise utkan diatas masih terdapat &acnei form eruption& CARA PEMERIKSAAN Ditemukannya komedo tertutup ? ter uka, papule, pustule, nodule dan kista pada daerah.daerah predileksi yang mempunyai anyak kelenjar lemak! Tak diperlukan pemeriksaan la oratorium! DIAGNOSIS BANDING . . . . "kne Rosasea Erupsi yang mirip dengan akne, (&acneiform eruptions&) Milia +iringoma

PENYULIT . +ikatrik ? 4eloid

PENATALAKSANAAN/PENGOBATAN Tujuan pengo atan akne adalah untuk mencegah tim ulnya sikatrik dan mengurangi frekuensi serta he atnya eksaser asi! "kne komedonal $ 6anya diperlukan terapi topikal saja yang dapat mengadakan pengelupasan kulit! . . . "sam Retinoat 7,7A 8 dalam entuk krem atau gel! ;ensoil 3eroksida gel ',A8 . A8 "sam salisilat 5+.'8 dalam larutan hidroalkoholik

Jntuk komedo ter uka dapat dilakukan ekstraksi komedo! "kne papulo.pustuler $ . Ringan (gr! %.') $ Jmumnya dipakai kom inasi o at $ 3engelupas kulit $ ensoil peroksida, tretinoin ? as! salisilat anti iotika topikal $ 4lindamisin %8 atau Eritromisin '8 . ;erat (gr #.0) $ 5 at pengelupas kulit! anti iotika oral$ . . . Tetrasiklin $ 0 9 'A7 mg1h atau ' 9 A77 mg1h! Dosis diturunkan setelah ada per aikan klinis, dosis maintenance 'A7.A77 mg1hr! Eritromisin stearat $ dosis ? cara dengan tetrasiklin! 4lindamisin $ paling agus untuk akne papulo.pustuler (efek samping $ pseudomem ran kolitis) Dosis $ ' 9 %A7 mg1h Di literatur dise utkan Minosin A7 .%77 mg1hr

"kne konglo ata1akne erat lainnya $ R9 seperti pada akne entuk papulo.pustuler erat 4ortikosteriod oral untuk jangka waktu yang pendek! Dapat di erikan prednison %7 mg1h pagi hari selama ' .# mg! 3ada entuk. entuk tertentu diperlukan tindakan tam ahan $ . . 4ortikosteroid dapat di erikan pada entuk nodulokistik dengan konsentrasi ',A mg1ml dan tiap.tiap lesi di erikan 7,7%. 7,7A ml Derma rasi dan khema rasi untuk mengurangi parut akne!

MELASMA
BATASAN Melasma adalah suatu hipermelanosis yang didapat (acQuired), terutama terdapat pada daerah yang sering terpapar sinar matahari! PATOFISIOLOGI 3athogenesa yang pasti tidak diketahui! 3ada %1# kasus wanita ? ke anyakan pada pria adalah idiopatik! Terutama pada wanita pada usia su ur dan %78 terdapat pada laki.laki! +ering terjadi eksaser asi setelah paparan sinar matahari, kehamilan, pemakaian kontrasepsi oral dan o at.o at anti epilepsi tertentu! Melasma juga ada hu ungannya dengan faktor genetik dan kelainan endokrin! Terutama terdapat pada angsa =atin dan "sia! Tampak le ih jelas pada musim panas ? kurang jelas pada musim dingin! GEJALA KLINIK Makule coklat, atas jelas, ireguler seperti peta dan iasanya ersifat simetris! ;ersifat khronik dan mengalami eksaser asi uatan J2" dan J2;! 3ada multipara melasma terjadi setelah kehamilan yang erulang.ulang! Melasma sering mengadakan resolusi setelah melahirkan atau penghentian oral kontrasepsi! "da # entuk $ . . . ;ent! centrofasial $ Tersering, terutama pada pipi, dahi, i ir atas, hidung dan dagu! ;entuk Malar $ pada pipi ? hidung! ;entuk Mandi uler $ pada ramus mandi ule! ila kena sinar matahari atau sinar

Tipe lesi $ . . . epidermal (coklat) dermal ( iru a u.a u) mi9ed(campuran) $ coklat a u.a u erhasil pada tipe epidermal ? agian epidermalnya saja dari tipe

Terapi hanya campuran!

3emeriksaan dengan lampu :ood pada tipe epidermal tampak le ih jelas (kontras) dari pada dengan sinar iasa, sedangkan pada tipe dermal tidak! DIAGNOSIS Dapat erdasarkan gejala klinis saja! DIFFERENSIAL D0 . . 6iperpigmentasi pasca keradangan $ dapat ditentukan erdasarkan anamnesis! 2itiligo $ kadang.kadang masih terdapat makula yang normal pada pipinya!

PENYULIT 5kronosis e9ogen (e9ogenous ochronosis) kadang.kadang tim ul setelah pemakaian hidrokinon yang dise a kan karena adanya tim unan pigmen didalam dermis seperti yang terdapat pada okronosis! PENATALAKSANAAN Terapi yg sukses meliputi $ pemakaian ta ir surya, o at.o at leaching (pemutih) dan lamanya pemakaian o at! Tabi" u"#a + se aiknya er entuk opaQue akan tetapi adalah cukup ila dipakai ta ir surya dengan +3- le ih esar dari #7! Tanpa pemakaian ta ir surya yang opaQue terapi akan gagal!

B!eac1i)- + 6idrokinon '.08 dalam entuk krem1gel atau hidrokinon #8 dalam entuk larutan! (dosis makin esar iritasi makin esar)! F("/u!a K!i-/a) + 6idrokinon A8 Etretinoin 7,%8 E deksametason 7,%8! Epi*e"/a! /e!a /a + Ta ir surya er entuk opaQue pagi hari hidrokinon ? tretinoin malam hari! ;iasanya mulai tampak hasil setelah pengo atan selama ' ulan dan melasma hilang setelah D ulan R9! De"/a! Me!a /a + Tidak mengadakan respon terhadap terapi diatas, terapi pilihan hanyalah dengan kosmetika er entuk opaQue! R9 dengan laser mungkin merupakan harapan dimasa yang akan datang! 3engo atan melasma dengan oral kontrasepti,e tidak mungkin erhasil selama oral kontraseptif masih dipakai dicari kontrasepti,e alternatif! R9 melasma pada masa kehamilan ? menyusui tak dianjurkan!

VITILIGO
BATASAN 2itiligo adalah kelainan spesifik yang didapat, er entuk makula erwarna putih susu tidak mengandung melanosit, er atas tegas ? sering ersifat heriditer! PATHOFISIOLOGI "da $ . . predisposisi genetik (herediter $#78 kasus) faktor.faktor predisposisi $ setelah sakit erat, ter akar sinar matahari, kematian anggota keluarga, kehilangan pekerjaan, kecelakaan, setelah trauma fisik (#78) PATOGENESIS %! 6ipotesa <eural '! 6ipotesa distruksi diri sendiri ! #! 6ipotesa yang erhu ungan dengan penyakit autoimun 0! 3aparan ahan kimia eksogen $ thiol, gol! fenol, katekol dan macam.macam, Quinon! 3enyakit yang sering menyertai ,itiligo $ . . . kelainan.kelainan endokrin (tiroid, DM, "ddison) anemia perniciosa kelainan.kelainan pada mata (iritis)

GEJALA KLINIS Dapat tim ul pada semua umur, tetapi A78 tim ul pada usia kurang dari '7th! Makula . . . erwarna putih susu tidak mengandung melanosit dan er atas tegas! Distri usi $ fokal $ satu1 e erapa makula segmental$ unilateral, distri usi menurut dermatom sta il, pengo atan kurang erarti! generalisata $ e erapa1 anyak makula, sering simetris!

DIAGNOSIS Diagnosa ,itiligo generalisata $ umumnya mudah =ampu :ood $ untuk melihat $ makula pada tempat.tempat yang tidak terpapar sinar matahari ? pada orang erkulit putih! DIFFERENSIAL D0 + 2itiligo )eneralisata $ . . . . . . . . . =eukoderma karena ahan kimia =!E! 6ipomelanosis pasca keradangan 3! "l a T! 2ersicolor =epra 2itiligo +egmental <! Depigmentosus Tu erosklerosis!

PENATALAKSANAAN %! &Reassurance& ? penerangan tentang penyakitnya! '! 4osmetika $ termasuk ta ir surya ? cat! #! Jsaha.usaha untuk mengadakan repigmentasi$ . . 4ortikosteroid topikal $ 7,%8 etametason ,alerate atau 7,7A8 5klo etasol proprionate 3J2" topikal $ ,itiligo fokal1segmental oral $ segmentalgeneralisata Dosis $ 7,D mg1kg di erikan ' j! se elum dilakukan penyinaran! +e aiknya penyinaran dilakukan