Anda di halaman 1dari 5

Daftar isi

Muzakky, dkk

ISSN 0216-3128

173

OPTIMASI EKSTRAKSI ASAM HUMAT DARI Na-HUMAT DAN KARAKTERISASINYA DENGAN FTIR.
Muzakky, Agus Taftazani dan Sukirno
Puslitballg Tekllologi Maju BATAN, Yogyakarta

ABSTRAK
OPTIMASI EKSTRAKSI ASAM HUMAT DARI Na-HUMAT DAN KARAKTERISASINYA DENGAN FTIR. Telah dilakukall optimasi ekstraksi asam I/Umat dari Na-humat dall karakterisasinya dengan FTIR. Tujuall pelleltiall illi ulltuk isolasi asam I/Umat dari tallah gambut dengall metoda ekstraksi cair-cair. Sebagai umpall Na-humat, dibuat dellgall mereaksikan tanah gambut ukuran 400 mash dengan NaOH 0,1 N selama 24 jam. Ekstraktall dipilih "melil iso buti/ keton" (MIBK) karena cukup selektif terhadap asam Immat, sedangkan karakterisasillya mellggullakan "fourier transform infra red" (FITR). Hasi/ ekstrasi optimum pada waklll kontak 15 mellit, kOllselltrasi fasa orgallik MIBK 80% dall pH 3. Hasi/ karakterisasi FTIR temyata mellghasilkall munculllya spektra IR pada daerah 3442,7 cn,-I, 2922.0 dall 2852.5 cm,l, 1716,5 cm-' serta 1624.0 cm,l. Hal illi berarti balllva karakteristik asamlmmat hasil ekstraksi tidak berbeda jauh dengall asam I/Umat stalldar. Tetapi dellgall muncuillya spektra pada pita 1120.7 cm,l dall banyaknya spektra pita-pita diatas 3500 CI/I,I asamlmmat hasil ekstraksi belum bebas dari SiO! dan pengotor logam. Kata kllllci : Asamlwmat, Na-Humat, FTlR, MIBK.

ABSTRACT
OPTIMIZATION EXTRACTION OF HUMIC ACID FROM NA-HUMATE AND CHARACTlRIZATlON BY FTlR. The Optimizatioll extraction of humic acid from Na-Humate and charactizatio/l by FTiR has been dOlle. For that purpose, the study is to isolate of Iwmic acid from peat soil by liquid-liquid extraction. As a feed the Na-Iwmate was made by reaction of 400-mesh size of peat soil with 0,1 N NaOH duri/lg 24 hour. The extracted was using by methyl iso butyl ketolle (MBIK) because it's very selected with humic acid, while Fourier Trallsform Infra Red (FITR) for characterization. The result of extraction were optimize atl5 minute, 80% MIBK concentration alld pH 3. The result of characterization by FTlR, appeared of spectra on 3442,7 cm,l, 2922.0 and 2852.5 cm,l, 1716,5 ClII-' also on 1624.0 cm,l. It's mean that characterized of extraction result was significant by humic acid standard. But appeared spectra all 1120.7 cm,l and upper 3500 cm,l humic acid extraction result not free from SiO! and metals impurities. Keyword: humic acid, Na-Humate, FTIR, MIBK.

PENDAHULUAN
solasi senyawaan humik dari tanah organik mulai telah dimulai pada tahun 1930-an, para peneliti menggunakan larutan garam netral dari asam-asam mineral dan juga garam-garam oksalat serta asamasam organik lain dengan berat molekular rendah. Pada perkembangan selanjutnya, berbagai pelarut organik dan anorganik digunakan untuk mengisolasi senyawaan humik dari tanah organik(l). Perhatian besar diberikan untuk garamgaram netral dari asam-asam mineral, khususnya natrium pirofosfat. Pada awalnya garam netral ini banyak digunakan untuk mengisolasi asam humat dari tanah organik. Namun dcmikian sejumlah penulis dalam pcnelitian-pcnclitian yang sama telah melaporkan bahwa larutan tersebut hanya sedikit mengekstrak substansi-substansi senyawa humik dari tanah organik, dibandingkan dengan larutan alkali. Larutan NaOH 0, I M diketahui sangat efektif mengekstrak senyawaan humik, dimana senyawaan humik larut dalam NaOI-l sedangkan humin dan senyawa bllkan hllmik lainnya tidak

larut(2). Untuk mendapatkan asam humat dari larutan NaOH ini perlu ditambahkan HCI dan pengaturan pH hingga 2 sehingga asam humat akan menggumpal dan tidak larut, sedangkan asam fulfat tetap larut. Asam humat selanjutnya dipisahkan dari larutan basa asam fulfat dengan jalan pemusingan berulang-ulang dan memerlukan waktu lama. Asam humat yang telah dipisahkan ini selanjutnya masih harus dikeringbekukan agar diperoleh asam humat kering(3). Cara isolasi ini merupakan cara klasik, sehingga untuk memperoleh asam humat tersebut akan memerlukan waktu lama dan hasil perolehan yang rendah. Dengan demikian rumit. dan lama dalam mengisolasi asam humat tersebut diatas, maka pada penelitian ini dicoba cara lain dengan metoda ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut organik metil isobutil keton (MIBK)(4), Alasan dipilihnya MIBK menu rut Stevenson(6) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Prosiding Pertemuan dan Presentasi IImiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir P3TM-BATAN Yogyakarta, 8 Jull 2003

/74

ISSN 0216 - 3128

/lfllzakky,

dkk

Tabel

1.

Kedag/1 gambut 00 g

Perolehan gambut(6) 4,2 7,0 - 0,76 Metoda Asam humat terisolasi Metoda MIBK klasik Asam humat ekstraksi 3,8 6,0 6,2 10,0 14,0 0,54 Senyawa gambut G/1 OOg

asam

humat

dari

tanah

(NaOH)

Dengan asumsi bahwa hanya [AOxnJ yang ada dalam fase organik dan A n+ terdapat dalam fase air, maka koefisen distribusi (KD) adalah,

n vat lvat

(5)

Menurut Hirano,T.S(7) substitusi perasamaan (1), (2), (3) dan (4) kedalam persamaan (5), akan kita dapatkan,

Teo"; Secara sederhana ekstraksi asam humat (A) dengan MIBK (Ox) dapat dinytakan sbb, A/1 +
KAOxn

Kita sederhanakan persamaan (6) dengan mengambil sebagian harga persamaan tersebut,

+ 11 Ox - ~ AOxn, [AOxn] = ----[An

KAOx (1)

KdK:
(7)

(K~ )"
Sehingga diatas menjadi, penyederhanaan persamaan (6)

+][Ox-]

Disosiasi dari ekstraktan MIBK adalah ,

HOx~H+
[HOxJ

+Ox-,
(2)

logKD

= logK ex + 1l1og[HOx] 0 + 1l.pH,

8).

Ka = [H+][Ox-]

Tata kerja 1. Baha"-baha,,.

Distribusi ekstraktan diantara fase air (fa) ke fase organik (fo), [HOx]a Kd

[HOx]o,
(3)

[HOx]o =--[HOx]a

Tanah gambut yang diambil dari Kalimantan, NaOH, KOH, Na2C03, KCl dan HCI, dan ekstraktan Metil Isobutil Keton (MIBK), Kerosin, N-N-dimethylacetamida semuanya bllatan E. Merck.

2. Alat-alat.
Seperangkat Spektrometer UV -Visible, HEWLETT 8452 A PACKARD Diode Array Spectrophotometer, seperangkat alat FTIR, corong pisah 500 ml, pengaduk magnet dan alat pemllsing.

Notasi subskrip (a) merupakan fase air dan (0) adalah fase organik, dengan demikian distribusi kompleks senyawa humat dalam ke dua fase adalah,

I AOxn]a H

Cara lielja.
lAOxn]o, 1. Pcmbuatan
(4)

K I __[A_O_x_n_J_o d - [AOxnJa

larutan

umpan

Na-humatlH).

Diambil tanah gambut kering dengan lIkuran blltiran 400 mesh, dengan berat 0,1 gram ke dalam erlenmeycr 50 ml dan ditambahkan 15 ml larlltan NaOl1 0,1 N, sclanjlltnya adllk sclama 24 jam

Prosiding Pertemuan dan Presentasi IImiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir P3TM-BATAN Yogyakarta, 8 Juli 2003

Muzakky, dkk

ISSN 0216 - 3128 1


0,9

175

menggunakan pengaduk rnagnet. Dipisahkan antara fraksi padat dengan fraksi cair menggunakan alat pemusing dengan kecepatan 2000-3000 rpm, selanjutnya fraksi larutan ditampung ke dalam wadah plastik yang selanjutnya digunakan sebagai umpan ekstraksi.

0.8
~ 0,7

E
ro

0,5
004

EO,S
~

2. Ekstraksi asam IlUmat dellgan MIBK.


Diambil 10 ml umpan Na-Humat dan dirnasukkan ke dalam corong pisah dengan kapasitas 30 ml yang didalamnya telah ada larutan 10 ml MIBK-Kerosin 10% (atau divariasi). Kemudian dilakukan pengocokan dilakukan selama 15 menit (atau divariasi). Setelah kedua fasa terpisah kemudian diambil fasa air yang mengandung asam fulvat, dan fasa organiknya yang tinggal didalam corong pisah ditambahkan NaOH 0,1 N dan 0,01 gram kristal kalsium klorida anhidrous(4). Kemudian dikocok kembali selama 15 menit. Setelah kedua fasa terpisah kemudian diambil fasa air yangmengandung asam humat pada wadah platik 25 ml. Di asamkan dengan HCI pekat hingga larutan keruh, kemudian diekstraksi dengan MIBK kembali, sehingga diperoleh asam hurnat dalam bentuk gel dan dikeringkan untuk dikarakterisasi menggunakan FTIR. Fasa organiknya di analisis asam hurnatnya dengan spektrofometer UV-Vis pada panjang gelombang 400 nm dan N,N-Dimetilasetamida sebagai pengencer dengan perbandingan volume sebesar
I: 1.

0.3
0,1

::.::: 0,2

10

13

15

25

Waktu kontak (menit)

Gambar

1.

Pengaroh waktu kontak terhadap KD asam humat

Pada menit ke-15 ke atas hasil yang diperoleh relatif konstan, yang berarti bahwa penambahan waktu pengocokan tidak akan memberikan penambahan hasil yang berarti. Hal ini menunjukkan bahwa waktu pengocokan kurang lebih IS menit merupakan waktu optimum untuk mengekstrak asam hurnat dengan MIBK, dan Hal ini berarti kesetimbangan pad a persamaan (2), (3) dan (4) telah optimal. Pada variable konsentrasi fasa organik ([HOx]o) terhadap KD asam hurnat, yang sesuai dengan persarnaan (8) diatas bahwa log KD akan merupakan fungsi konsentrasi fo ([HOx]o). Dari hasil percobaan yang diperoleh pada Gambar 2, menunjukkan bahwa sernakin tinggi konsentrasi MIBK dalam kerosin, rnaka akan semakin besar KD a!iam humat.
0.8 0,7
ro

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil dan pembahasan ini kita awali terlebih dahulu dengan menentukan optimasi waktu kontak, atau waktu reaksi dari persarnaan (I) serta reaksi kesetimbangan dari persamaan (2), (3) dan (4) menjadi sempuma. Dari Gambaar I, dapat diperlihatkan proses waktu kontak semakin larna, akan menjadi stabil atau konstan. Atau dengan kata lain KD asam hurnat dari larutan Na-humat ke pelarut organik MIBK sernakin sernakin larnanya waktu kontak. besar dengan

0.5 0.5
004

~
~
fJ)

~ ~

0.3 0.2 0.1

10 20 40 50 80 90
konsentrasi fo atau (Hox].(%)

Terlihat dari Gambar I, bahwa pada menit ke-2 sampei menit ke-IO terjadi kenaikan tajam terhadap KD kemudian relatif stabil pada menit ke IS yang berarti semakin banyak asam hurnat yang terekstrak oleh MIBK. Hal ini karena terjadinya kenaikan solvasi oleh MIBK terhadap asam humat dengan adanya kenaikan waktu kontak antar pelarut. Tanpa adanya pengocokan, pelarut MIBK akan sulit mengambil asam humat karena MIBK tidak bercampur dengan air. Dengan adanya pengocokan tersebur akan menambah kesempatan asam humat untuk berdistribusi dalam pe1arut organik sehingga MIBK lebih mudah mensolvasi dan mcngckstraksi dari fasa air.
Prosiding Pertemuan

Gambar

2.

Pengaroh konsentrasi [Ho.J hadap KD a.sam hl/mat.

ter-

dan Presentasi IImlah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan P3TM-BATAN Yogyakarta, B Juli 2003

Dari GambaI' 2, terse but tampak bahwa pada konsentrasi MIBK yang rendah KD asam humat akan cenderung kecil, dan pada kondisi konsentrasi MIBK yang tinggi KD asam hurnat akan naik. Kenaikan tertinggi dicapai pada keadaan konsentrasi 80 %, kemudian relatif konstan pada konstrasi 90%. Dengan demikian pecobaan pada
dan Teknologi Nuklir

/76

ISSN 0216 - 3128

Mllzakky,

dkk

Gambar 2, telah tidak menyalahi phenomena ekstraksi yang tertera pada pesamaan (8) diatas. Untuk mendukung pereobaan diatas apakah telah sesuai dengan persamaan (8), kita buktikan kembali dengan variable pH terhadap KD asam humat, yang dapat diperlihatkan pada gambar 3. Dari Gambar 3, dapat diperlihatkan bahwa KD asam humat juga sangat dipengaruhi oleh pH. Dari pereobaan variable pH tersebut dapat diperoleh hasil bahwa dengan pH sernakin keeil rnaka semakin besar pula KD asam hurnat yang diperoleh Phenomena variable pH ini dapat diterangkan bahwa, dengan sernakin tingginya pH maka senyawa humat akan lebih mudah terionkan dan akan lebih mudah bereaksi dengan NaOH membentuk Na-humat, sedangkan dalam kondisi pH yang semakin rendah, senyawa hurnat akan sernakin banyak dalam bentuk tak terionkan sehingga asarn hurnat yang terekstrak oleh MlBK akan sernakin banyak

(gambar 5). Dari spektra terse but muncul pita-pita utama yang rnerupakan karakteristik dari spektra asam humat. Pita-pita terse but muneul pada daerah 3442,7 em" dengan absorpsi kuat menunjukkan bahwa pada daerah ini tcrjadi serapan rentang (OH). Narnun tidak mcnutup kernungkinan bahwa pada daerah ini juga terdapat rcntang (-N-H) dan ikatan hidrogen. Terjadinya serapan rentang (-OH) terse but merupakan karakteristik senyawa hurnat karena adanya gugus fungsional fenolik (-OH) dan alkoholik (-OH). Pita karaktcristik lain yang rnenunjukkan bahwa euplikan hasil ekstraksi tersebut adalah asarn hurnat yaitu pita serapan pada 2922.0 dan 2852.5 em'l, pita ini terlihat sangat signifikan pada asam hurnat. Pita ini dapat berupa rentang vibrasi yang asirnetri maupun simetri khususnya pada rcntang alifatis (C-H) dalarn gugus rnctil dan! atau "metilen aktif'yang biasanya dalarn bentuk keton terkonjugasi dengan struktur sebagai (CO-CHr
COo).

0.9 0.8
_
ro

0.7

.r::.

E 0.6 ~ 0.5
~
rJ)

0.4

~
~

0.3
0.2 0.1

o 3
4

6 pH

10

Gambar 3.

Pengaruh hll1/la(

pH terhadap KD asa1/l

Gambar 4. Karakterisasi spektra asam humat hasi/


ekstrasi dengall FTIR

Ikatan asarn humat dengan MlBK adalah ikatan hidrogen yang terjadi karena atom 0 dari gugus karbonil dalarn rnolekul MlBK rnendonorkan pasangan elektronnya kepada atom H dari gugus karboksil, fcnolik rnaupun alkohol alifatik dalarn rnolckul asam hurnat. Dengan dcrnikian Icngkap sudah pcrnbuktian persarnaan (8) diatas, bahwa KD ekstraksi sebagai fungsi konsentrasi fasa organik dan pH. Hasil akhir ckstraksi asarn hurnat setelah mclalui proscs pcndinginan kcring, kcmudian struktur gugus fungsional molckulnya di analisis dcngan alat FTIR dan hasinya dapat ditampilkan pada gambar 4. Bcrdasarkan hasil analisis dengan spcktra FTIR scbagaimana dibcrikan pada gambar 4, dikctahui bahwa bahan hasil ckstraksi dari tanah gambut mcnggunakan MlBK mcnunjukkan pota yang sama dcngan struktur asam humat standar

Gambar

5. Spektra

FTIR asam humat dan derivatnya 1/Iellllrut TAN.KH.{.I)

Scrapan pita 1716,5 em'l mcnandakan adanya rentang vibrasi (C=O) yang juga mcrupakan

Prosiding Pertemuan dan Presentasi IImiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir P3TM-BATAN Yogyakarta, 8 Juli 2003

Mllzakky,

dkk

ISSN 0216 - 3128

/77

salah satu karakteristik spektra infra merah senyawa humat, dan vibrasi (C=O) ini dapat berasal dari gugus keton, karboksilat maupun kuinon. Pita di daerah 1624.0 cm,l menunjukkan adanya gugus aromatis (C=C) ikatan rangkap terkonjugasi dengan (C=O) danlatau (COO). Untuk pita-pita 1458,1, 1541,0, dan 1508,2 cm'l ini menandakan adanya garam dari COOH, dimana pita ini muncul karena adanya pengotor dari clay yang ditunjukkan oleh pita-pita pada daerah 1267,2 cm'l memperkuat adanya ikatan vibrasi alifatis gugus (C-H). Asam humat hasil ekstraksi ini masih mengandung pengotor Si02 yang ditandai dengan munculnya pita pada daerah 1126,4 cm,l. Perbedaan yang jelas dari gambar 4 dengan 5 adalah masih adanya pengotor dari asam humat yang diperoleh dari ekstraksi cair-cair menggunakan MIBK.

Elsevier ( 1989).

Science

publishers.,

Amsterdam.,

5. Hayes,M.H.B., Extraction of humic substances from soil, Humic substance in soil, sediment and water geochemistry, Isolation and characterization, Wiley-Interscience, New York, (1995). 6. Stevenson, F.J., " Humus Chemistry", Genesisi, Composition, Reaction, 2 En., John Wiley and Soon., Inc.New york., (1982). 7. Hirano, T.S at all., The Physic-chemical behavior of radioactive cerium in seawater., Radioactive contamination of the marine environment., Proceeding of a symposium Seattle, IAEA, Vienna, (1972). 8. Muzakky, AgusTaftazani, Sumining, Optimasi reaksi tanah gambut dengan bas a sodium pada sistim catu., Prosiding PPI-PDIPTN P3TMBA TAN Yogyakarta, (2002).

KESIMPULAN
Asam humat dapat di ekstrasi dari Nahumat, dengan cara ekstraksi cair-cair menggunakan MIBK. Kondisi optimum ekstraksi dilakukan pada waktu kontak 15 menit, konsentrasi fasa organik MIBK 80% dan pH 3. Dengan munculnya spektra lR pada daerah 3442,7 cm'l, 2922.0 dan 2852.5 cml, 1716,5 em-I serta 1624.0 cm'l berarti karakteristik asam humat hasil ekstraksi tidak berbeda jauh dengan asam humat standar. Tetapi dengan munculnya pita 1120.7 em' I dan banyaknya pita diatas 3500 cm,lasam hasil ekstraksi belum bebas dari SiOz dan pengotor logam

TANYAJAWAB
Suparjono Apa sudah dipejari solven selain MIBK. Kenapa digunakan FTIR . Muzakky Sudah, tetapi effisiensinya dan terjadi fase ke tiga kedl

< 10%

DAFT AR PUST AKA.


I ~ Kononova.M.M., Soil organic matter, It's nature, It's role in soil formation and in soil fertility., London, second edition, Pergamon Press., 1966. 2. Aiken.,G.R et aI., An Introduction to humic substance in soil, sedimen, and awter : Geochemistry, isolation and characterisation, Wiley-Interscience, New York., 1985.

Ulltuk asam humat karakterisasillya yang terbaik hallya FTfR. Heny Suseno Untuk memperoleh asam humat yang diidentifikasi menggunakan FTIR, apakah data-data tersebut divalidasi menggunakan "standart reference material" ? Muzakky Penggunaall "stalldart reference material" sudah dilakukall dari SRM dan
IHSS

3. TAN.K.H., Soil Sampling, Preparation, and Analysis , Marcel Dekker,Inc, New York, (1996).
4. Rice.,J., and Maccarthy.P, Isolation of humin by liquid-liquid partitioning., The science of the total environment., 81/82., p.61-63.,

ladi kevalit{J1l11ya dapat dipercaya.

Prosiding Pertemuan dan Presentasilimiah Penelltian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nukllr P3TM-BATAN Yogyakarta, 8 Jull 2003