Anda di halaman 1dari 4

RICKY REZA PAHLEVI

16111129

3KA30

BIBLIOGRAFI

PENGERTIAN BIBLIOGRAFI Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani "bibliographia" yang berarti penulisan buku, atau bisa juga sebagai kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan , yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Bibliografi adalah daftar pustaka yang mencakup isi dan deskripsi suatu buku, meliputi judul, pengarang, edisi, cetakan, kota terbit, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku, dan ISBN. Selain itu Bibliografi atau Daftar Pustaka juga dapat di bilang sebagai daftar yang berisi judul-judul buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbit lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebuah karangan yang telah digarap.

TUJUAN BIBLIOGRAFI Mendaftar/menyusun informasi mengenai buku serta bahan pustaka yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat. Untuk membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah bahan pustaka atau mengenali sebuah buku yang populer. Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarag, subjek, tempat.

FUNGSI DAN KEGUNAAN BIBLIOGRAFI Mencatat buku atau bahan pustaka yang ada, Mempromosikan pendayagunaan buku dan bahan pustaka lainya, Salah satu alat untuk mengembangkan ilmu karena bibliografi merupakan kumulasi pengetahuan, Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan, Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan, Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya. Fungsi lain bibliografi yaitu sebagai pelengkap sebuah catatan kaki dan dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai tujuan dan harapan.

RICKY REZA PAHLEVI

16111129

3KA30

Unsur-Unsur yang mendukung dalam sebuah bibliografi adalah: - Nama pengarang, yang harus dikutip secara lengkap. - Judul buku, termasuk judul tambahan. - Daftar publikasi, penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid, dan tebal buku tersebut.

Bibliografi terbagi dalam 3 cabang : 1. Bibliografi sistematis/enumeratif (bibliografi yang biasa kita jumpai di perpustakaan) Merupakan hasil kajian terhadap buku dengan hasil berupa entri buku (bahan sejenis) yang tersusun secara logis serta bermanfaat untuk keperluan referens atau studi. Macam-macam bibliografi sistematis: Bibliografi Nasional, mencatat dokumen yang terbit disuatu Negara. Contoh : BNI Bibliografi Universal, mencatat dokumen yang terbit di seluruh dunia. Bibliografi Niaga, termasuk perdagangan buku serta catalog niaga. Contoh : British Books in Print. Bibliografi selektif/elektif. Contoh : Worlds Best Books (Best Seller). Bibliografi Incunabula (buku langka). Contoh: Indeks to the Early Printed Books (Robert Proctor) Daftar Skripsi, Tesis, Disertasi. Contoh: Bibliografi Skripsi Fakultas Adab dan Humaniora tahun 2009. Bibliografi Khusus (subyek tertentu), Contoh : Bibliografi Pertanian di Indonesia Bibliografi Anonim dan Pseudonim, Contoh : Dictionary of Anonymous Pseudonymous Literatur (S. Halket dan J. Laing) Senarai Majalah, termasuk daftar majalah yang masih terbit, senarai majalah retrospektif dan daftar lokasi. Contoh: Ulrichs International Periodicals Dictionary, Indeks Majalah Ilmiah Indonesia.

RICKY REZA PAHLEVI

16111129

3KA30

Bibliografi Subyek, termasuk indeks dan abstrak. Contoh: Library andInformation Science Abstract, Bibliografi Bung Karno Bibliografi Pengarang, Contoh : Muhammad Yamin: sebuah Bibliografi. Bibliografi dari Bibliografi, Bibliografi Indeks, World Bibliografi of Bibliografi.

2. Bibliografi Analitis dan Kritis Bibliografi jenis ini mencakup kegiatan penelitian atas sifat fisik sebuah buku, yang sering menghasilkan keterangan tentang pembuatan dan sejarah buku. Bibliographer harus melakukan teknik evaluasi kritis. Jika dari sebuah buku tidak ditemukan tentang informasi pengarang, edisi, tahun terbit dan tempat terbit.

3. Bibliografi Historis Merupakan kajian terhadap buku sebagai sebuah objek seni (seni tulis, percetakan, iluminasi, penjilidan). Untuk mengkaji secara kritis novel abad-19 maka kita harus tahu situasi dan kondisi penerbitan/percetakan (semua yang berkaitan dengan buku) pada waktu itu. Jadi bibilografi histories adalah usaha untuk memahami buku dalam konteks dunia buku, kondisi social, budaya yang ada pada masa itu. Path Finder (panduan pustaka) Path finder biasanya disusun oleh pustakawan dan petugas referens. Path finder digagas oleh seorang Associate Director dari Library Development, Project Intrex, Massachusets Institute of Technology (MIT) di America Serikat yang bernama Charles H. Steven, gagasan tersebut kemudian dikembangakan oleh staf dari model library project.

UNSURUNSUR YANG HARUS DIMUAT DALAM KEPUSTAKAAN: a. Nama penulis yang disesuaikan dengan sistem penulisan katalog dalam perpustakaan. b. Judul buku (dengan huruf italic) sebagaimana yang tercantum pada sampul buku atau pada halaman judul buku, kemudian diikuti dengan jilidnya (kalau ada). c. Data penerbitan, yaitu cetakan atau edisi, tempat penerbit, nama penerbit dan tahun terbitnya. Jika data penerbitan tidak ada atau salah satu datanya tidak ada,

RICKY REZA PAHLEVI

16111129

3KA30

maka digunakan singkatan berikut: [t.d.] jika sama sekali tidak ada data yang tercantum; [t.t.] jika tempat penerbitan tidak ada; [t.p.] jika nama penerbit tidak ada; [t.th.] jika tahun penerbitan tidak ada.

UNTUK REFERENSI DARI SURAT KABAR ATAU MAJALAH Unsurunsur yang perlu dicantumkan untuk referensi dari surat kabar atau majalah adalah: 1. Nama Pengarang (jika ada); 2. Untuk artikel yang tidak disertai nama pengarang (anonim) maka dicantumkan Judul Artikel dalam tanda kutip, yang diikuti dengan keterangan dalam kurung siku ([]) tentang jenis tulisan seperti berita atau tajuk; 3. Nama Surat Kabar/Majalah (dengan huruf italic); dan 4. Data Penerbitan, yakni: nomor, bulan dan tahun, kemudian halamanhalaman di mana artikel itu dimuat.

http://ratihpratiwihadiningsih.blogspot.com/2010/05/bibliografi.html http://cairudin.blogspot.com/2009/10/penulisan-kutipan http://huz3nmustikapmlg.blogspot.com/.../sejarah-bibliografi.html