Anda di halaman 1dari 9

ASMA BRONKIAL

DEFINISI Asma Bronkial adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang ditandai dengan obstruksi jalan napas yang dapat hilang dengan atau tanpa pengobatan akibat hiper-reaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang melibatkan sel-sel dan elemen selular terutama sel mast eosinofil limfosit ! makrofag neutrofil dan epitel"

E!I#$#%I Atopy & merupakan faktor resiko terbesar untuk asma" 'asien dengan asma biasanya mengidap penyakit atopik lain seperti rhinitis alergi ()*+, dan dermatitis atopik (e-.ema," Sering ditemukan pada pasien dengan ri/ayat penyakit alergi pada keluarga Asma intrinsik Infeksi %eneti$ingkungan 0ygiene Dietary & hasil studi observasi menunjukkan asupan makanan yang rendah antio1idant atau tinggi sodium dan omega 2 polyunsaturated berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadinya asma" 'olusi udara Alergen & alergen inhalasi adalah penyebab umum dari mun-ulnya gejala asma dan berimplikasi pada sensitisasi alergik" 'aparan di lingkungan kerja & relatif umum terjadi pada 3*+ orang de/asa" Biasanya dapat terpapar oleh alergen pada tempat kerja" Dapat di-urigai apabila gejala membaik saat akhir pekan dan hari libur Faktor lain & ke-il masa kehamilan durasi pemberian ASI lahir prematur dan BB$4 pemberian a-etaminophen saat masa ke-il"

'A!#FISI#$#%I Inflamasi yang menyebabkan terjadinya hiperresponsif dari saluran pernapasan adalah gambaran patologis utama pada asma" Iritasi dari sel epitel saluran pernapasan disertai dengan paparan terhadap antigen memi-u respon imun" 'aparan alergen menyebabkan aktivasi dari sel !-helper" 5ell ini mengeluarkan sitokin !-helper 6 terutama I$-7 I$-8 I$-) dan I$-39" I$-7 menstimulasi aktivasi sel B proliferasi dan produksi dari antigen spesifik IgE" IgE menyebabkan degranulasi sel :ast dengan pelepasan mediator inflamasi dalam jumlah banyak seperti & histamine prostaglandin dan leukotriene" I$-8 menstimulasi aktivasi migrasi dan proliferasi dari eosinofil yang menyebabkan kerusakan jaringan dan melepaskan neuropeptida toksik yang memi-u meningkatnya hiperresponsi bronkial proliferasi bronkial" I$;) mengaktivasikan polymorphonu-leo-yte yang memperparah respon inflamasi" I$-39 menggangu mu-o-iliary -learan-e meningkatkan sekresi fibroblast dan juga memi-u bronko konstriksi" 'roses inflamasi ini mengakibatkan spasme pada otot polos bronkial -ongesti vaskular kenaikan permeabilias vaskular edema produksi mukus tebal memperburuk fungsi mu-o-iliary penebalan dinding saluran pernapasan peningkatan respon kontraktil pada otot polos bronkial" Inflamasi yang berkepanjangan dan tidak ditangani dpaat menyebabkan kerusakan saluran pernapasan yang irreversibel"

!ANDA dan %E<A$A %ejala 'rodromal dapat berupa rasa gatal diba/ah dagu rasa tidak nyaman di antara skapula dan mun-ul rasa takut atau -emas yang sulit dijelaskan %ambaran klinis klasik pada asma adalah =hee.ing Dyspnea 5ough" %ejala dapat bertambah parah pada malam hari dan pasien biasanya terbangun pagi > pagi sekali" 'asien dapat mengeluh kesulitan dalam menarik nafas 'ada beberapa pasien ada peningkatan produksi mukus namun susah untuk dikeluarkan

DIA%N#SIS Dalam diagnosis asma perlu diketahui ri/ayat penyakit hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan

penunjang" 'ada ri/ayat penyakit dapat dijumpai keluhan batuk sesak /hee.ing dyspnea" ?adang-kadang pasien hanya mengeluh batuk-batuk saja yang mun-ul pada malam hari atau saat beraktifitas" Adanya penyakit alergi lain pada pasien maupun pada keluarga seperti rhinitis alergi dermatitis atopik dapat membantu diagnosis Serangan asma sering timbul pada malam hari namun dapat mun-ul pula pada sembarang /aktu" 'ada pasien perlu diketahui faktor pen-etus serangan asma Faktor 4esiko & Alergen Infeksi virus #bat-obatan Aktifitas fisik :akanan 'olusi udara !empat bekerja 0ormonal %E4 Stress

'emeriksaan Fisik 'enemuan tanda dari pemeriksaan fisik pada penderita asma tergantung dari derajat obstruksi saluran napas" 'ada pasien asma dapat ditemukan& Ekspirasi memanjang =hee.ing 0iperinflasi dada 'ernapasan -epat

Sianosis

'ada pasien non-asma dapat ditemukan /hee.ing sehingga diperlukan pemeriksaan penunjang untuk diagnosis" 'emeriksaan 'enunjang Spirometri @ji provokasi bronkus 'emeriksaan sputum 'emeriksaan eosinofil total @ji kulit 'emeriksaan kadar IgE total dan IgE spesifik dalam sputum 4ontgen !hora1 Analisis %as Darah

Spirometri 'emeriksaan spirometri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bronkodilator hirup (inhaler atau nebuli.er, golongan beta-adrenergik" Diagnosis asma bila peningkatan AE'3 B36+ atau B 6**m$" Diba/ah nilai tersebut tidak berarti bukan asma namun hal tersebut dapat dijumpai pada pasien yang sudah normal atau mendekati normal" 'emeriksaan ini selain untuk menegakkan diagnosis dapat digunakan untuk menilai beratnya obstruksi dan efek terapi" Uji provokasi bronkus Bila pemeriksaan spirometri normal dilakukan uji provokasi bronkus untuk menilai adanya hiperreaktivitas bronkus" Digunakan histamin metakolin aktivitas fisik udara dingin larutan garam hipertonik maupun aCua destilata" 'enurunan AE'3 6*+ atau lebih dianggap bermakna" Pemeriksaan sputum Sputum dengan eosinofil khas pada asma" Bila dominan neutrofil menunjukkan bronkhitis kronik" 'emeriksaan ini juga penting untuk melihat adanya miselium Aspergillus fumigatus

Pemeriksaan eosinofil total <umlah eosinofil dalam darah sering meningkat pada asma dan dapat membantu membedakan pasien asma dari bronkitis kronik" Dapat digunakan sebagai patokan -ukup tidaknya dosis kortikosteroid yang dibutuhkan" Uji kulit Skin test dengan menggunakan alergen inhalasi positif pada asma alergi dan negatif pada asma intrinsik namun terlalu membantu dalam menegakkan diagnosis" 4espon positif pada kulit dapat berguna untuk mengedukasi pasien dalam menghindari paparan alergen" Pemeriksaan kadar I ! total dan I ! spesifik dalam sputum Ront en "#ora$ Dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain obstruksi saluran napas dan adanya ke-urigaan terhadap proses patologis di paru atau komplikasi asma seperti pneumotoraks pneumomediastinum atelektasis dll Analisis %as &ara# Dilakukan pada asma yang berat" 'ada a/al serangan& 0ipokapnia ('a5#6 D 98mm0g, dan hipoksemia 'ada asma yang sangat berat& hiperkapnia ('a5#6 B 78 mm0g, hipoksemia dan asidosis respiratorik"

&erajat Asma Bronkial diba i menjadi' 3" Asma Intermiten gejala asma D 31E minggu asimptomatok A'E diantara serangan normal asma malam F 61E bulan A'E B )*+ variabilitas D 6*+ 6" Asma persisten ringan gejala asma B 31Eminggu D 31Ehari asma malam G 61Ebulan A'E B )*+ variabilitas 6*-9*+ 9" Asma 'ersisten sedang gejala asma tiap hari tiap hari menggunakan beta 6 agonis kerja singkat ( SABA, aktivitas terganggu saat serangan asma malam G 31Eminggu A'E G 2*+ dan D )* + prediksi atau variabilitas G 9*+

7" Asma persisten berat gejala asma terus menerus asma malam sering aktivitas terbatas dan A'E F 2*+ prediksi atau variabilitas G 9*+" Asma Eksaserbasi Akut dapat terjadi pada semua tingkatan derajat asma DIA%N#SIS BANDIN% Bronkhitis kronik Emfisema paru %agal jantung kiri akut Emboli paru Stenosis trakea ?arsinoma bronkus 'oliarteritis nodosa 'enyakit 'aru #bstruktif ?ronis (''#?,

!A!A$A?SANA !arget dari terapi asma adalah& meminimalisasi atau men-egah gejala kronik termasuk pada malam hari men-egah eksaserbasi men-egah kejadian emergensi meminimalisasi penggunaan beta 6 agonis tidak ada limitasi dalam aktifitas termasuk olahraga 'eak E1piratory Flo/ -ir-adian variation D 6*+ normal 'EF Efek samping minimal dari pengobatan yang diberikan

B4#N?#DI$A!#4 :us-arini- re-eptor blo-kers (Anti-holinergi-,& Ipratropium E !iotropium 6 stimulants (Beta6 Agonists,& Salbutamol !erbutaline :ethyl1anthines& !heophylline

AN!I-INF$A:ASI Inhaled 5orti-osteroids (I5S,& BD' B@D F' #ral 5orti-osteroids (#5S,& prednisone atau prednisolone 9*-78mg 31Ehari selama 8-3* hari $!4A ($eukotriene 4e-eptor Antagonists,& :ontelukast :ast 5ell Stabilisers& Na 5hromogly-ate $ABA ($ong A-ting Beta6 Agonists,& Salmeterol Formoterol Bambuterol :ethyl1anthines& !heophylline !erapi kombinasi (I5SH$ABA,& SF5 (Salmeterol-Fluti-asone, FB5 (Formoterol-Budesonide,

IBD'-Be-lomethasone B@D-Budesonide F'-Fluti-asoneJ

'A!#FISI#$#%I