Anda di halaman 1dari 2

CEDERA KEPALA RINGAN

Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada anak baik di dalam maupun diluar rumah. Orangtua tentunya sangat khawatir akan akibat yang terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat orang tua mengetahui anaknya jatuh, terutama bila kepala terbentur lantai. Beberapa pertanyaan yang timbul adalah: apa yang harus orang tua lakukan, haruskah segera dibawa ke Rumah Sakit., apakah perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh, apakah akan berpengaruh di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh? Trauma kepala dengan luka disekitar kepala, tidak selalu menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan didaerah samping kepala akibat jatuh ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya, diperlukan pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan. Menurut American Academy of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan didefinisikan sebagai trauma kepala dengan status mental dan neurologis pada pemeriksaan awal normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada pemeriksaan fisik. Pada keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran < 1menit, kejang singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu. Problem anak jatuh. Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus dilakukan saat melihat anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu diketahui tentang anak jatuh adalah: Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai: muka, kepala, atau bagian tubuh lainnya Apakah anak pingsan, berapa lama pingsan, adakah benjolan didaerah kepala Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau tungkai Adakah sakit kepala atau muntah Yakinkan apakah anak sadar atau tidak; panggil namanya, goyangkan badannya. Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit penekanan, sehingga memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau dekok (fraktur kompresi) di kepala. Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun apakah membonjol atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan. Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk memastikan tidak ada patah tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas. Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut wajah atau senyumnya adakah perubahan? Pastikan penglihatannya tidak terganggu.

Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur lantai, beberapa keadaan darurat dapat terjadi: Anak tidak sadar< dapat disebabkan perdarahan dalam rongga kepala (perdarahan epidural, subdural), atau akibat pembengkakan (edema) otak, terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur. Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat didaerah samping kepala (temporal), karena fraktur atau retak tulang didaerah tersebut dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala. Terbenturnya kepala bagian kepala bagian belakang (oksipital) dengan keras dapat menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan menjadi terganggu atau buta dalam beberapa hari. Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat menyebabkan hematom dipelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun sehingga

Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya perlu melakukan pemeriksaan:

kedua kelopak mata atas menjadi bengkak. Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan subdural yang pada pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau perdarahan subhialoid. Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang telinga.

Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan kelainan diatas. Tetapi bila tidak, anak dapat diobservasi di rumah. Pengawasan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan setiap 2-3 jam perhari sampai 3 hari setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak diberikan obat muntah, karena dapat menghilangkan gejala muntah yang bertambah. Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama observasi didapatkan: Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus. Anak menjadi delirium, bingung dan iritabel. Kejang atau kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas. Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin bertambah. Adanya kekakuan di leher. Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah samping kepala (temporal).

Pada bayi < 6bulan, apabila sudah dapat berguling, taruhlah kasur disamping tempat tidur. Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di tempat tidurnya. Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat, jangan sampai menarik taplak meja atau pintu rak lemari. Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan. Jangan biarkan air seni berserakan di lantai. Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main dorong-dorongan.

Kesimpulan Dari uraian diatas, beberapa hal penting pada kedaruratan anak jatuh terutama bila kepala terbentur lantai: Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh. Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama bila kepala terbentur lantai. Observasi klinis anak jatuh dilakukan selama 3hari setelah anak jatuh. Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya perdarahan otak. Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai indikasi, tidak selalu dilakukan segera setelah anak jatuh.

Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT scan kepala untuk melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan otak. Rontgen kepala saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala dilakukan atas indikasi bila dicurugai adanya perdarahan otak dan tidak harus segera setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat berlangsung sedikit demi sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan umumnya tidak akan mengalami gangguan perkembangan dikemudian hari. Pencegahan Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak jatuh atau terbentur kepalnya. Pencegahan dapat dilakukan:

Daftar Pustaka 1. AAP. Pediatrics 1999;104:1407-15. 2. Palchak MJ. Am. Emerg Med 2003; 42:492-506.