Anda di halaman 1dari 21

NAMA KELOMPOK

Kelompok : Mita Adiyati (1203025130) Dwi Wati (1203025050) Mega Laras Waty (1203025049) Eskana Ria Sinaga (1203025 Dwi Erlina Waty Shinta Dewi I. Putri Daulika Agus Setiawan ( Lalu Muhammad Taufik Halimah (

TEORI BIAYA

KONSEP BIAYA RELEVAN Biaya bisa diartikan bermacam-macam berubah-ubah, tergantung pada bagaimana biaya tsb. digunakan.

Biaya berkaitan dengan harganya

Jika barang dibeli secara tunai kemudian dipergunakannya, maka tak ada masalah
Tapi jika barang dibeli kemudian disimpan kemudian dipergunakan dalam beberpa periode waktu, baru ada masalah, berapa harga /biaya harus diperhitungkan dalam beberapa periode waktu itu

Harga /biaya yang harus diperhitungkan dalam beberapa periode waktu itu/ historis disebut sebagai biaya relervan. Atau Biaya yang akan di,gunakan untuk suatu penggunaan tertentu disebut biaya relevan (relevant cost). Pada dasarnya biaya relevan digunakan untuk tujuan pembayaran pajak.

BIAYA EKSPLISIT dan IMPLISIT


Biaya penggunaan sumberdaya mencakup biaya eksplisit dan implisit. Biaya Eksplisit, pengeluaran aktual (secara akuntansi) perusahaan untuk penggunaan sumber daya dalam proses produksi. Biaya Implisit, biaya ekonomi perusahaan atas penggunaan sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi

Contoh biaya eksplisit : Upah yang dibayarkan, pengeluaran untuk listrik, pembayaran untuk bahanbahan baku, - bunga yang dibayarkan kpd para pemegang - obligasi, - sewa bangunan Sedangkan biaya implisit berkenaan dengan setiap keputusan yang diambil dan jauh lebih sulit untuk dihitung. Biaya-biaya implisit ini tidak memasukkan pengeluaran-pengeluaran tunai dan oleh karena itu seringkali diabaikan dalam analisis pembuatan keputusan.

BIAYA INKREMENTAL dan SUNK COST


Biaya inkremental adalah biaya yang timbul sebagai akibat dari adanya suatu pengambilan keputusan. Biaya inkremental ini bisa bersifat tetap atau variabel, karena sebuah keputusan yang baru mungkin mengharuskan : - pembelian fasilitas modal tambahan, - tambahan tenaga kerja dan - tambahan bahan bahan ekstra lainnya. Potensi yang telah ada itulah yang kemudian berkembang menjadi apa yang disebut sunk cost. Jadi sunk cost merupakan potensi atau kekayaan yang melatarbelakangi usulan suatu proyek (keputusan).

BIAYA JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG Penggunaan konsep biaya untuk pengambilan keputusan yang tepat membutuhkan pemahaman antara biaya dengan output dari suatu perusahaan, atau dengan kata lain fungsi biayanya. Dua fungsi biaya utama yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajerial yaitu fungsi biaya jangka pendek dan fungsi biaya jangka panjang yang biasanya digunakan untuk perencanaan jangka panjang.

Biaya jangka panjang adalah suatu periode yang cukup panjang yang memungkinkan perusahaan untuk mengubah fasilitas-fasilitas produksinya secara lengkap melalui penambahan, pengurangan, atau pengubahan asset yang dimilikinya. Biaya jangka pendek adalah periode di mana beberapa faktor produksi yang digunakan perusahaan tersebut tidak bisa diubahubah. Dari pengertian tersebut mudah bagi kita untuk memahami : kurva biaya jangka panjang kurva perencanaan kurva biaya jangka pendek kurva operasi

Biaya Tetap dan Biaya Variabel


Biaya Tetap (FC) : Biaya-biaya yang tidak tergantung pada tingkat output. Termasuk dalam biaya tetap ini adalah - bunga pinjaman modal, - biaya sewa peralatan dan pabrik, - tingkat depresiasi yang ditetapkan, -pajak kekayaan, dan gaji para manajer eksekutif (direksi). Karena semua biaya jangka panjang ini bersifat variabel, maka konsep biaya tetap(FC) hanya terbatas untuk analisis jangka pendek saja.

Biaya variabel (VC) berubah-ubah sesuai dengan perubahan output. Jadi VC ini merupakan fungsi dari tingkat output. Yang termasuk dalam biaya variabel ini adalah : - pengeluaran bahan baku - Depresiasi yang disebabkan oleh penggunaan peralatan, - Biaya-biaya tenaga kerja, - Komisi-komisi penjualan dan - Semua biaya input-input lainnya yang berubahubah sesuai tingkat output. Dalam jangka panjang, semua biaya adalah variabel.

Biaya Total (TC) adalah menunjukkan total penjumlah antara FC dan VC

Karena , baik biaya rata-rata maupun biya marginal , digunakan hampir untuk semua tujuan pembuatan keputusan opersional.
TFC Q TVC Average va riabelCost AVC Q TC Average (Total ) Cost AC AFC AVC Q TC dTC M arg inal Cost MC Q dQ Average Fixed Cost AFC

Secara Grafis dapat dijelaskan


FUNGSI BIAYA JANGKA PENDEK : Fungsi Kubik : TC = aQ3 + bQ2 + cQ + d

Bentuk TC adalah unik dengan syarat-syarat : a, c, d > 0 (positif) TC = 1/3Q3 2Q2 + 4,75Q + 5 b < 0 (negatif) b2 < 3.a.c

FC = 5

Sebagai kesimpulan
1. TC = FC + VC
FC = biaya yang tidak berubah kalau otput berubah (konstanta) Jika dalam proses produksi menggunakan: input tetap Yi harganya Pyi, maka : FC = Pyi . Yi VC = Biaya yang berubah kalau output berubah Jika dalam proses produksi menggunakan: input variabel Xi harganya Pxi, maka : VC = Pxi . Xi

2. AVERAGE COST : AFC = FC/Q AVC = VC/Q ATC = TC/Q


3. MARGINAL COST : MC = VC/Q atau MC = TC/Q

Elatisitas biaya
- Walaupun gambar di atas sangat membantu menjelaskan hubungan TC dan Q dengan Return to Scale , akan lebih mudah kita untuk menghitung Return To Scale suatu sistem produksi melalui Elastisitas biaya - Mengukur % perubahan TC dengan % perubahan Output
%TC dTC dQ dTC Q C %Q TC Q dQ TC

- Hubungan antara Elastisitas Biaya dengan return to Scale


Jika % TC < % Q % TC = % Q % TC > % Q Maka EC < 1 EC = 1 EC > 1 Retun to Scale Increasing Constant Decreasing

- Jika EC < 1, biaya akan meningkat lebih lambat dari Q, dan jika harga inut konstan, ini berarti mencerminkan rasio input dan output yang lebih tinggi. Ini berarti Increasing return to scale - Jika EC = 1, ini menunjukkan keadaan Constant return to scale - Jika EC > 1, maka setiap kenaikan output akan menyebabkan kenaikan biaya yang lebih besar, ini menunjukkan keadaan Decreasing Retun ti Scale

Contoh soal
PT Bravo adalah sebuah perusahaan manufaktur yang sedang merencanakan meningkatkan produksi. Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian accounting, diketahui bahwa biaya tetap total (TFC) sebesar $600,000 dan biaya variabel rata-rata (AVC) = 10 + 0,02 Q dimana Q adalah output (unit) dan AVC adalah biaya variabel ratarata ( $/unit). Hitunglah : 1) Biaya Total (TC) dan biaya total rata-rata (ATC) apabila direncanakan memproduksi sebesar 3.000 unit output. 2) Apakah peningkatan produksi dari 3.000 unit menjadi 5.000 unit mengakibatkan penurunan biaya rata-rata (ATC) per unit? Jelaskan jawaban Saudara.

Jawaban
1.) Biaya Total (TC) dan biaya total rata-rata (ATC) apabila direncanakan memproduksi sebesar 3.000 unit output. Jawab : Jika Q = 3.000, maka TVC = AVC x Q = (10 + 0,02 Q)Q = 10 Q + 0,02 Q2 TVC = 10 (3.000) + 0,02 (3.000) 2 = 30.000 + 0,02 x 9.000.000 = $210.000 TFC = $ 600,000 TC = TFC + TVC TC = $600,000 + $ 210,000 = $ 810,000 ATC = TC / Q = $810,000 / 3.000 = $ 270 per unit output

2) Apakah peningkatan produksi dari 3.000 unit menjadi 5.000 unit mengakibatkan penurunan biaya rata-rata (ATC) per unit? Jelaskan jawaban Saudara.

Jawab :
Jika Q = 5.000, maka TVC = AVC x Q = (10 + 0,02 Q)Q = 10 Q + 0,02 Q2 TVC = 10 (5.000) + 0,02 (5.000) 2 = 50.000 + 500.000 = $550.000 TFC = $ 600,000 TC = TFC + TVC TC = $600,000 + $ 550,000 = $ 1.150.000

ATC = TC / Q = $1.150.000 / 5.000 = $ 230 per unit output


Dengan demikian tampak bahwa peningkatan produksi dari 3.000 unit menjadi 5.000 unit telah mengakibatkan penurunan biaya per unit sebesar $ 270 per unit output menjadi $ 230 per unit output. Penurunan sebesar : ($ 270 - $230) x 100% = 14,81% $270