Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Allah SWT telah menjadikan segala sesuatu di alam semesta ini berpasangpasangan. Tumbuh-tumbuhan, bunga-bunga, binatang-binatang, Allah menciptakan dalam sunnah keseimbangan dan keserasian. Dengan ketentuan dan kuasa Allah mereka bisa mengembangbiakkan jenisnya. Demikian pula manusia, Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat indah dan untuk mereka Allah menciptakan pasangannya. Allah yang menjadikan rasa cinta antara jenis yang berlawanan, sama seperti Allah jadikan rasa cinta manusia terhadap apapun yang diinginkan di dunia. Secara naluriah, manusia akan memiliki ketertarikkan atau rasa cinta kepada lawan jenis. Ada sesuatu yang amat kuat menarik, sehingga laki-laki dengan dorongan naluriah dan fitrahnya mendekati perempuan, begitu pula sebaliknya. Cinta adalah fitrah, pemberian Allah dan karunia-Nya. Allah menanamkan rasa kita sebagai bentuk dari rasa cinta-Nya kepada kita agar kita berpikir tentang-Nya, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut ini,

o
Artinya: Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar-Ruum : 21) Untuk merealisasikan rasa cinta dan ketertarikan tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar dan manusiawi, Islam datang dengan membawa ajaran syariat pernikahan. Sebuah ajaran suci yang di satu sisi menampik adanya kehidupan membujang dan di sisi yang lain menampik kebebasan interaksi laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Pernikahan adalah jalan tengah yang membentang antara hubungan laki-laki dan perempuan. Pernikahan juga telah menjadi sunnah Nabi Muhammad SAW sebagaimana beliau mencontohkan kepada umatnya untuk menikahi wanita, dan menjadikan pernikahan sebagai penyempurna dari separuh agamanya. Dengan pernikahan tercegalah kerusakan moral, terjagalah keturunan, dan terciptalah ketenangan dalam kehidupan dan beragama.

Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

1.2 RUMUSAN MASALAH Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut: Apakah yang dimaksud dengan munakahat dalam Islam? Bagaimanakah hukum-hukum dari munakahat dalam Islam? Apa saja rukun dalam munakahat? Apakah hikmah munakahat dalam Islam? Apakah kewajiban-kewajiban dari suami dan istri?

1. 2. 3. 4. 5.

1.3 TUJUAN Tujuan yang akan dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: Agar dapat memahami arti dari munakahat dalam Islam baik secara bahasa maupun syariat. Untuk mengetahui hukum-hukum munakahat dalam Islam. Untuk mengetahui rukun dalam munakahat. Agar memahami hikmah dari munakahat. Untuk mengetahui kewajiban-kewajiban dari suami dan istri.

1. 2. 3. 4. 5.

Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Munakahat Dalam Islam, pernikahan adalah jalan untuk menyalurkan cinta dengan bertanggung jawab dan penuh komitmen. Pernikahan adalah suatu peristiwa kehidupan yang amat dinantikan. Islam meletakkan pernikahan sebagai bagian yang utuh dari keberagamaan seseorang. Dengan demikian, seseorang yang beragama Islam dikenai aturan untuk menikah. Secara bahasa, munakahat atau nikah berarti penggabungan, percampuran, himpunan atau kesatuan. Sedangkan menurut istilah syariat, nikah berarti akad antara pihak laki-laki dan wali perempuan yang karenanya jimak menjadi halal. (Ayyub. 1999). Dipihak lain, Abu Hanifah berpendapat, nikah itu berarti jimak dalam arti yang sebenarnya dan akad adalah makna kiasan. Hal itu didasarkan pada sabda Rasulullah SAW, Saling menikahlah kalian, sehingga kalian akan melahirkan banyak keturunan. Kata menikahlah pada sabda Rasulullah di atas dapat diartikan sebagai jimak atau hubungan badan. Sedangakan menurut Menurut UU No.1 tahun 1974, pernikahan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk rumah tangga (keluarga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan YME.

2.2 Hukum Nikah Pada dasarnya Islam sangat menganjurkan kepada umatnya yang sudah mampu untuk menikah. Namun karena adanya beberapa kondisi yang bermacam-macam, maka hukum nikah ini dapat dibagi menjadi lima macam: 1. Wajib, bagi orang yang mampu secara agama dan finansial tetapi orang ini takut terjerumus dalam perzinahan jika dia tidak menikah. Demi menjaga kesucian dirinya, jalannya adalah dengan cara menikah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, Hai golongan pemuda, barang siapa diantara kamu yang cukup biaya maka hendaklah menikah. Karena sesumgguhnya nikah itu enghalangi pandangan (terhadap yang dilarang oleh agama.) dan memlihara kehormatan. Dan Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

barang siapa yang tidak sanggup, maka hendaklah ia berpuasa. Karena puasa itu adalah perisai baginya. (HR Bukhari Muslim). 2. Sunnah, bagi orang yang mampu secara agama dan finansial, tetapi orang ini masih mampu mengendalikan dirinya dari godaan yang menjurus kepada perzinahan. 3. Makruh, bagi orang yang tidak mampu untuk melaksanakan pernikahan karena tidak mampu memberikan nafkah kepada istrinya atau kemungkinan lainnya adalah karena orang tersebut lemah syahwat. Sebagaimana firman Allah SWT : Hendaklah menahan diri orangorang yang tidak memperoleh (biaya) untuk nikah, hingga Allah mencukupkan dengan sebagian karunia-Nya. (An Nur : 33) 4. Mubah, bagi orangorang mengharuskan segera nikah. yang tidak terdesak oleh halhal yang

5. Haram, bagi orang yang tidak mampu secara agama dan finansial, mempunyai lemah syahwat atau memiliki pernyakit menular dan membahayakan yang dapat membuat istrinya tertular. Selain itu, dapat juga karena orang tersebut belum memenuhi syarat-syarat sah nikah. 2.3 Pemilihan Calon Islam mensyaratkan beberapa ciri bagi calon suami dan calon istri. Berikut ini adalah panduan pemilihan calon dalam pernikahan. 2.3.1 Pemilihan Calon Laki-laki 2.3.2 Pemilihan Calon Perempuan

2.4 Rukun dan Syarat Munakahat Dalam islam terdapat lima rukun pernikahan yang apabila salah satunya tidak terpenuhi maka pernikahan menjadi tidak akan sah. Masing-masing rukun tersebut memiliki syarat. Di bawah ini adalah tabel tentang rukun dan syarat munakaht,

RUKUN 1. Calon Suami

SYARATNYA a. Beragama Islam b. Atas kehendak sendiri c. Bukan muhrim d. Tidak sedang ihrom haji 5

Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

2. Calon Istri

3. Adanya Wali

4. Adanya 2 Orang Saksi

5. Adanya Ijab dan Qobul

a. Beragama Islam b. Tidak terpaksa c. Bukan Muhrim d. Tidak bersuami e. Tidak sedang dalam masa idah f. Tidak sedang ihrom haji atau umroh a. Mukallaf (Islam, dewasa, sehat akal) b. Laki-laki c. Adil d. Tidak sedang ihrom haji atau umroh a. Mukallaf (Islam, dewasa, sehat akal) b. Laki-laki c. Adil d. Tidak sedang ihrom haji atau umroh - Syaratnya a. Diucapkan dengan bahasa yang dimengerti oleh semua pihak yang hadir. b. Menyebut jelas pernikahan & nama mempelai pria-wanita.

1. Calon suami 2 Calon istri 3. Wali Nikah Wali nikah di bagi menjadi 2 macam yaitu wali nasab dan wali hakim : - Wali nasab, yaitu wali yang mempunyai pertalian darah dengan mempelai wanita yang akan dinikahkan. Adapun susunan urutan wali nasab adalah sebagai berikut : a. Ayah kandung, ayah tiri tidak syah jadi wali b. Kakek (ayah dari ayah mempelai perempuan) dan seterusnya ke atas c. Saudara laki-laki sekandung d. Saudara laki-laki seayah e. Anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung f. Anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah g. saudara laki-laki ayah yang seayah dengan ayah h. Anak laki-laki dari sdr laki-laki ayah yang sekandung dengan ayah i. Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah yang seayah dengan ayah - Wali hakim, yaitu seorang kepala negara yang beragama Islam. Di Indonesia, wewenang presiden sebagai wali hakim di limpahkan kepada pembantunya yaitu Menteri Agama. Kemudian menteri agama mengangkat pembantunya untuk bertindak sebagai wali hakim, yaitu Kepala Kantor Urusan Agama Islam yang berada di setiap kecamatan. Wali hakim bertindak sebagai wali nikah apabila memenuhi kondisi sebagai berikut : Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi 6

a. Wali nasab benar-benar tidak ada b. Wali yang lebih dekat (aqrob) tidak memenuhi syarat dan wali yang lebih jauh (abad) tidak ada. c. Wali aqrob bepergian jauh dan tidak memberi kuasa kepada wali nasab urutan berikutnya untuk berindak sebagai wali nikah. d. Wali nasab sedang berikhram haji atau umroh e. Wali nasab menolak bertindak sebagi wali nikah f. Wali yang lebih dekat masuk penjara sehingga tidak dapat bertindak sebagai wali nikah g. Wali yang lebih dekat hilang sehingga tidak diketahui tempat tinggalnya. Wali hakim berhak untuk bertindak sebagai wali nikah, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, Tidak sah nikah seseorang kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang adil, jika wali-wali itu menolak jadi wali nikah maka sulthan (wali hakim) bertindak sebagi wali bagi orang yang tidak mempunyai wali.(HR. Darulquthni) 4. Dua Orang Saksi Meskipun semua yang hadir menyaksikan akad nikah pada hakikatnya adalah saksi, tetapi Islam mengajarkan tetap harus ada 2 orang saksi pria yang jujur dan adil agar pernikahan tersebut menjadi sah. Syarat bagi dua orang saksi adalah sebagai berikut : 5. Ijab dan Qabul Islam menjadikan Ijab (pernyataan wali dalam menyerahkan mempelai wanita kepada mempelai pria) dan Qabul (pernyataan mempelai pria dalam menerima ijab) sebagai bukti kerelaan kedua belah pihak. Al Qur-an mengistilahkan ijab-qabul sebagai miitsaaqan ghaliizhaa (perjanjian yang kokoh) sebagai pertanda keagungan dan kesucian, disamping penegasan maksud niat nikah tersebut adalah untuk selamanya. Syarat ijab-qabul adalah : Contoh ijab-qabul : a. Ijab Wali perempuan berkata kepada pengantin laki-laki. Bila dilafalkan dengan bahasa arab sebagai berikut :

... o
Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi 7

Artinya : "Aku nikahkan anak perempuan saya bernama si Fulan binti dengan ....... dengan mas kawin seperangkat sholat dan 30 juz dari mushaf Al-Quran".

b. Qabul Adalah jawaban dari calon suami setelah perkataan wali kepadanya (Ijab). Bila dilafalkan dengan bahasa Arab adalah sebagai berikut :

o
Artinya : "Saya terima nikah dan kawinnya dengan diri saya dengan mas kawin tersebut di depan".

2.5 Hikmah dan Tujuan Munakahat Islam tidak mensyariatkan sesuatu melainkan dibaliknya terdapat hikmah dan tujuan yang besar. Demikian pula dalam pernikahn, terdapat beberapa hikmah dan tujuan bagi pelaksananya.

1. Sunnah Para Nabi

o
Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. (QS. ArRa'd : 38). Dari Abi Ayyub ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Empat hal yang merupakan sunnah para rasul : [1] Hinna', [2] berparfum, [3] siwak dan [4] menikah. (HR. At-Tirmizi 1080) 2. Tanda Kekuasaan Allah

Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. (QS. Ar-Ra'd : 38) 3. Jalan Menjadi Kaya


Artinya : Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hambahamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur : 32)

2.6 Kewajiban Suami dan Istri 2.4.1 Kewajiban Suami 2.4.2 Kewajiban Istri

Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan-pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa: 1. Nikah ialah suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam suatu rumah tangga melalui akad yang dilakukan menurut hukum syariat Islam. 2. Hukum nikah dapat berubah menurut situasi dan kondisi, bisa menjadi wajib, sunat, makruh dan bisa juga menjadi haram. 3. Agar tercapai kebahagiaan yang sebenarnya yaitu keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah, seorang muslim dalam pernikahan harus memenuhi syarat dan rukun nikah. 3.2 Saran

Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

10

DAFTAR PUSTAKA Al-Ashqolani, Al-Hafidz Ibnu. Ebook Terjemahan Bulughul Marom Ayyub, Hasan. 2003. Fikih Keluarga. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Siauw, Felix Y. 2013. Udah Putusin Aja!. Jakarta: Mizania. Takariawan, Cahyadi. 2003. Di Jalan Dakwah Aku Menikah. Jogjakarta: TaLenta Jogjakarta. Thalat, Ikram. 2004. 55 Nasihat Bagi Wanita Sebelum Menikah. Jakarta: CENDEKIA Sentra Muslim. ___. http://impianbari.wordpress.com/ushul-fiqh/munakahat-pernikahan/. Diakses 19 Nopember 2013.

Munakahat dalam Islam Sherly Nazulia Dewi

11