Anda di halaman 1dari 8

Bentuk Molekul Sederhana Model VSEPR

Pertimbangan sebuah molekul hidrogen fluorida (HF). Jelas, molekul di mana hanya ada dua
atom harus linier, tanpa pengaturan dari pasangan elektron atom baik. Untuk molekul seperti
BeF
2
, atom Be pusat dua pasangan elektron di tingkat energi valensi setelah membentuk
ikatan kovalen dengan atom F masing-masing. Dua pasangan elektron mencapai pemisahan
maksimum dengan mengambil posisi pada sisi berlawanan dari atom pusat. Bentuk BeF
2

Oleh karena itu linear.
Tolakan antara tiga pasang elektron diminimalkan oleh pengaturan segitiga seperti segitiga
atom pusat yang pasangan elektron berada dalam bidang yang sama dengan sudut 120
o
antara
mereka. Bentuk BF
3
, yang memiliki tiga pasangan elektron di tingkat energi valensi,
digambarkan sebagai segitiga planar.
Pengaturan geometris dari empat pasangan elektron yang meminimalkan tolakan adalah
tetrahedral. Contoh dari molekul tetrahedral adalah CH
4
. Pada CH
4
keempat atom hidrogen
membentuk sudut tetrahedral dengan atom karbon sebagai pusatnya. Untuk molekul
tetrahedral, sudut ikat sebesar 109,5
o
.
Molekul NH
3
mempunyai empat pasang elektron di sekitar atom pusat, tetapi satu pasang
merupakan pasangan elektron bebas. Oleh karena itu, susunan pasangan elektron akan
menjadi tetrahedral, tetapi susunan atom adalah piramida, dengan atom nitrogen pada puncak
piramida dan tiga atom hidrogen membentuk alasnya. Satu satunya pasangan elekron
mendesak dengan sedikit gaya tarik lebih kuat pada pasangan ikatan, jadi sudut ikat H-N-H
adalah lebih sedikit daripada sudut tetrahedral, kira kira 170
o
.
Bentuk Molekul Sederhana Model VSEPR
Pada molekul H
2
O terdapat dua pasang elektron. Susunan pasangan elektron akan
membentuk tetrahedral, tetapi susunan atomnya bengkok atau berbentuk V. Sudut ikat H-O-
H lebih kecil daripada sudut tetrahedral karena seharusnya dua pasang bebas adalah sedikit
lebih besar daripada dua pasang ikatan.

Bentuk dari Molekul disajikan pada tabel berikut :

Jadi, hanya bentuk molekul menyimpang mengandung ikatan tunggal. Jika sebuah molekul
mengandung ikatan rangkap atau rangkap tiga, bentuk tersebut dapat diprediksi dari
pertimbangan ikatan rangkap atau rangkap 3 sebagai daerah harga negatif. Untuk
menggambarkan tersebut, digunakan molekul CO
2.
Ikatan CO
2
dapat digambarkan sebagai
berikut.
Atom karbon membentuk ikatan rangkap dua dengan atom oksigen. Jadi geometri molekul
penting adalah dua daerah harga negatif tentang atom karbon. Ikatannya adalah langsung
dengan pertimbangan kemungkinan terlepas, memberikan sudut ikat 180
o
. Oleh karena itu,
molekul CO
2
linear.

Bentuk molekul dapat ditentukan melalui metode percobaan contohnya infrared
spectroscopy. Bukti percobaan ditegaskan oleh bentuk molekul diprediksi dengan
penggunaan pasangan elektron model repulsi.


Berikut adalah tabel yang menunjukan bentuk molekul dari tiap-tiap molekul dengan
kombinasi jumlah pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas tertentu:







Teori VSEPR
Animasi teori VSEPR Klik disini

1. Teori Domain Elektron
Teori domain elektron adalah suatu cara meramalkan bentuk molekul
bentuk molekul berdasarkan tolak menolak elektron-elektron pada kulit luar
atom pusat. Teori ini merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR (valence
shell electron pair repulsion). Domain elektron berarti kedudukan elektron
atau daerah keberadaan elektron. Jumlah domain elektron ditentukan
sebagai berikut :
Setiap elektron ikatan (apakah ikatan tunggal, rangkap, atau rangkap tiga)
berarti 1 domain.
Setiap pasangan elektron bebas berarti 1 domain.
Prinsip-prinsip dasar teori domain elektron adalah sebagai berikut :
Antar domain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak menolak
sehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi)
sedemikian rupa sehingga tolak menolak di antaranya menjadi minimum.
Urutan kekuatan tolak menolak di antara domain elektron adalah sebagai
berikut: Tolakan antardomain elektron bebas > tolakan antardomain
elektron bebas dengan domain elektron ikatan > tolakan antardomain
elektron ikatan. Perbedaan daya tolak ini terjadi karena pasangan
elektron bebas hanya terikat pada satu atom saja, sehingga bergerak
lebih leluasa dan menempati ruang lebih besar daripada pasangan
elektron ikatan. Akibat dari perbedaan daya tolak tersebut adalah
mengecilnya sudut ikatan karena desakan dari pasangan elektron bebas.
Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat.
Gambar Geometri molekul

Tabel : Susunan ruang domain elektron yang menghasilkan tolakan
minimum
Jumlah domain
elektron
Susunan ruang
(geometri)
Besar sudut
ikatan
2 Linear 180
3 Segitiga sama sisi 120
4 Tetrahedron 109,5
5 Bipiramida trigonal Ekuatorial=120 Aksial=90
6 Oktahedron 90


2. Merumuskan Tipe MolekulJumlah domain (pasangan elektron) dalam
suatu molekul, dapat dinyatakan sebagai berikut :
1. Atom pusat dinyatakan dengan lambing A,
2. Domain elektron ikatan dinyatakan dengan X, dan
3. Domain elektron bebas dinyatakan dengan E
Tabel : Berbagai kemungkinan bentuk molekul yang atom pusatnya
mempunyai 4, 5, atau 6 pasangan elektron
Jumlah PEI Jumlah PEB Rumus Bentuk molekul Contoh
4 0 AX4 Tetrahedron CH4
3 1 AX3E Piramida trigonal NH3
2 2 AX2E2 Planar bentuk V H2O
5 0 AX5 Bipiramida trigonal PCl5
4 1 AX4E Bidang empat SF4
3 2 AX3E2 Planar bentuk T IF3
2 3 AX2E3 Linear XeF2
6 0 AX6 Oktahedron SF6
5 1 AX5E Piramida sisiempat IF5
4 2 AX4E2 Segiempat planar XeF4

Tipe molekul dapat ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Tentukan jumlah elektron valensi atom pusat (EV)
2. Tentukan jumlah domain elektron ikatan (X)
3. Tentukan jumlah domain elektron bebas (E)
Cara penetapan tipe molekul tersebut hanya berlaku untuk senyawa biner
berikatan tunggal. Untuk senyawa biner yang berikatan rangkap atau ikatan
kovalen koordinat (misalnya dengan oksigen), maka jumlah elektron yang
digunakan untuk membentuk pasangan terikat menjadi 2 kali jumlah ikatan.
Selanjutnya, langkah-langkah untuk meramalkan geometri adalah sebagai
berikut :
Menentukan tipe molekul
Menggambar susunan ruang domain-domain elektron di sekitar atom
pusat yang memberi tolakan minimum.
Menetapkan pasangan terikat dengan menuliskan lambing atom yang
bersangkutan.
Menentukan geometri molekul setelah mempertimbangkan pasangan
elektron bebas.

3. Molekul polar dan nonpolarSuatu molekul akan bersifat polar jika
memenuhi 2 syarat nerikut :
Ikatan dalam molekul bersifat polar. Secara umum, ikatan antaratom yang
berbeda dapat dianggap polar.
Bentuk molekul tidak simetris, sehingga pusat muatan positif tidak
berimpit dengan pusat muatan negatif.