Anda di halaman 1dari 11

AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN

KEPEGAWAIAN
Disusun Oleh :
1. Dyah Komalasari (4311500107)
2. Nur Indah Lestari (4311500082)
3. Khaerul Zaman (4311500012)
4. Indah Ayu Puspasari (4311500043)







FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGA
2014
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Siklus penggajian dan personalia meliputi penggunaan tenaga kerja dan pembayaran
ke semua pegawai, tanpa memperhatikan klasifikasi atau metode penentuan
kompensasi. Pegawai dapat berupa eksekutif dengan gaji tetap di tambah dengan
bonus, pekerja kantor berdasarkan gaji bulanan dengan atau tanpa lembur, wiraniaga
berdasarkan komisi, buruh pabrik dan pegawai serikat pekerja dibayar berdasarkan
jam. Siklus penggajian ini meliputi semua bentuk kompensasi yang dberikan seluruh
aktivitas tenaga kerja yang di pekerjakan perusahaan.












BAB II
PEMBAHASAN
A. Siklus Penggajian dan Kepegawaian
Siklus penggajian dan kepegawaian (payroll and personal cycle) meliputi penggunaan
tenaga kerja dan pembayaran ke semua pegawai, tanpa memperhatikan klasifikasi
atau metode penentuan kompensasi. Siklus ini penting karena :
1. Gaji, upah dan pajak penghasilan pegawai, dan beban pegawai lainnya merupakan
komponen utama pada kebanyakan perusahaaan.
2. Beban tenaga kerja (labor) merupakan pertimbangan penting dalam penilaian
persediaan dalam perusahaan manufaktur dan konstruksi, yang bahwa klasifikasi
dan alokasi beban upah yang tidak pantas dapat menyebabkan salah saji laba
bersih secara material.
3. Penggajian merupakan bidang yang menyebabkan pemborosan sejumlah sumber
daya perusahaan karena in-efisiensi atau pencurian melalui fraud.
Siklus penggajian dan kepegawaian dimulai dengan merekrut pegawai dan berakhir
dengan pembayaran kepada pegawai atas jasa yang diberikan dan kepada pemerintah
dan lembaga lainnya untuk pajak penghasilan dan kenikmatan pegawai yang terutang.
B. Dokumen, Catatan dalam Penggajian dan Kepegawaian
Dalam penggajian dan kepegawaian diperlukan dokumen dan, catatan sebagai berikut :
1. Catatan pegawai (personnel record) : catatan yang berisi data seperti tanggal
bekerja, investigasi pegawai, tarif pembayaran, pengurangan yang diotorisasi,
penilaian pekerja, dan pemberhentian pegawai.
2. Formulir otorisasi pengurangan ( deduction authorization form ) : formulir
otorisasi pengurangan gaji, mencakup jumlah yang bebas pemotongan pajak,
ASTEK, pensiun dan asuransi.
3. Formulir otorisasi tarif ( rate authorization form ) : formulir yang mengotorisasi
tingkat/tarif gaji.
4. Kartu absen ( time card ) : dokumen yang menunjukkan jam berapa seseorang
pegawai mulai bekerja dan jam berapa selesainya serta jumlah jam kerja setiap
harinya.
5. Tiket waktu pekerjaan ( job time ticket ) : dokumen yang menunjukkan pekerjaan
khusus yang dilakukan pekerja pabrik untuk waktu tertentu.
6. Cek gaji ( payroll check ) : cek yang diberikan kepada pegawai atas jasa yang
telah diberikan.
7. Jurnal penggajian ( payroll journal ) : jurnal yang digunakan untuk mencatat cek
gaji.
8. Laporan ikhtisar penggajian ( summary payroll report ) : dokumen yang
dihasilkan komputer yang mengikhtisarkan penggajian untuk satu periode dalam
berbagai bentuk.
9. Berkas induk penggajian ( payroll master file ) ; berkas yang digunakan untuk
mencatat setiap transaksi penggajian untuk masing-masing pegawai dan
pengelolaan total gaji pegawai yang dibayarkan selama setahun sampai tanggal
terakhir.
10. Surat Pemberitahuan Pajak : formulir yang dikirimkan ke Kantor Pelayanan Pajak
yang melaporkan jumlah pajak penghasilan pegawai yang telah dipotong selama
setahun.

C. Fungsi Penggajian dan Kepegawaian

Empat fungsi yang diselesaikan melalui siklus penggajian dan kepegawaian :
Kepegawaian dan penempatan pegawai
Pengelolaan waktu dan penyiapan pembayaran gaji
Pembayaran gaji
Penyiapan Surat Pemberitahuan dan pembayaran Pajak







D. Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Transaksi

Ikhtisar dari tujuan audit yang berhubungan dengan transaksi, pengendalian kunci,
pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk penggajian.
Tujuan
pengendalian
yang
berhubungan
dengan transaksi
Pengendalian intern
kunci
Pengujian atas
pengendalian
yang lazim
Pengujian
substantif
atas
transaksi
yang lazim
Pencatatan
pembayar-an gaji
adalah untuk
pekerjaan yang
secara aktual
dilaksanakan oleh
pegawai non fiktif
(existence)
- Kartu absen
disetujui oleh
mandor.
- Mesin absen
diguna-kan untuk
mencatat waktu
kerja.
- Berkas
kepegawaian yang
cukup.
- Pemisahan tugas
antara kepegawaian,
pengelolaan waktu,
dan pembayaran
gaji.
- Hanya pegawai
yang dicatat dalam
data komputer
sebagai absah yang
diterima kalau
dimasukkan.
- Periksa kartu
absen atas adanya
indikasi
persetujuan.
Periksa kartu
absen.
- Telaah kebijakan
kepegawaian.
- Telaah bagan
organi-sasi,
bicarakan dg.
pegawai, dan
amati tugas yg.
dikerjakan.
- Periksa hasil
cetak dari
transaksi yang
ditolak oleh
kompu-ter sebagai
nomor pegawai
yang tidak absah.
- Telaah
jurnal peng-
gajian, buku
besar,
catatan
pendapatan
gaji untuk
jumlah yang
besar atau
tidak biasa
Transaksi
penggajian yang ada
telah dicatat
(completeness)
- Cek gaji adalah
pre-numbered dan
diper-
tanggungjawabkan.
- Penyiapan
rekonsiliasi bank
yang indepen-den.
- Periksa urutan
cek gaji.
- Diskusikan
dengan pegawai
dan amati
rekonsiliasi.
-
Rekonsiliasi
pengelu-aran
dalam jurnal
penggajian
dengan
pengeluaran
dalam
rekening
bank gaji.
- Buktikan
rekonsiliasi
bank.
Transaksi
penggajian yang
dicatat adalah
jumlah waktu kerja
aktual dan tingkat
upah yang pantas:
pemotongan
dihitung dengan
pantas (accuracy)
- Verifikasi intern
atas perhitungan dan
jumlah.
- Batch total diban-
dingkan dengan
laporan ikhtisar
komputer.
- Otorisasi tingkat
upah, gaji atau
komisi
- Otorisasi
pemotong-an,
termasuk jumlah
untuk asuransi dan
payroll saving
- Periksa indikasi
verifikasi intern.
- Periksa berkas
batch total untuk
inisial klerk
pengendali data:
bandingkan
totalnya ke
laporan ikhtisar.
- Periksa catatan
gaji untuk indikasi
verifikasi internal
- Periksa otorisasi
pada file
kepegawaian
- Hitung
ulang jam
kerja dari
kartu absen.
-
Bandingkan
tingkat upah
dengan
kontrak
kerja,
persetujuan
oleh dewan
direksi dan
komisaris
atau sumber
lain.
- Hitung
ulang pem-
bayaran
kotor
- Cek
pemotongan
dengan
acuan perse-
tujuan
perpajakan
dan formulir
otorisasi
dalam
berkas
kepega-
waian.
- Hitung
ulang gaji
bersih.
-
Bandingkan
cek yang
diambil
dengan
jumlah
penggajian
dalam
jumlahnya
Transaksi - Bagan perkiraan - Telaah bagan -
penggajian
diklasifikasikan
secara tepat
(classification)
yang memadai.
- Verifikasi intern
atas klasifikasi.
perkiraan
- Periksa indikasi
verifikasi intern.
Bandingkan
klasifi-kasi
dengan
bagan
perkiraan
atau pedo-
man
prosedur.
- Telaah
kartu absen
untuk
pegawai
bagian dan
tiket
pekerjaan
untuk
penugasan
pekerjaan
dan telusu-ri
melalui
distribusi
tenaga kerja.
Transaksi
penggajian dicatat
dengan segera
(timing)
- Prosedur yang me-
merlukan pencatatan
transaksi sesegera
mungkin setelah gaji
dibayar.
- Verifikasi intern
- Periksa pedoman
prosedur dan
amati kapan
dilakukan
pencatatan
- Periksa indikasi
verifikasi intern
-
Bandingkan
tanggal
pencatatan
cek dalam
jurnal
penggajian
dengan
tanggal pada
cek yang
diambil dan
kartu absen
-
Bandingkan
tanggal
dalam cek
dengan
tanggal cek
diuang-kan
di bank.
Transaksi
penggajian
dimasukkan dalam
berkas induk
penggajian dengan
pantas: dan
diikhtisarkan
- Verifikasi intern
atas isi berkas induk
gaji.
- Perbandingan
berkas induk
penggajian dengan
- Periksa indikasi
verifikasi intern.
- Periksa laporan
total ikhtisar yang
diinisialisasi yang
mengindikasikan
- Uji akurasi
klerikal
dengan
memeriksa
penjumlahan
ke bawah
jurnal





Jenis kekeliruan spesifik yang membutuhkan perhatian khusus dalam auditing
transaksi penggajian :
Kekeliruan klasifikasi dalam membebankan tenaga kerja ke perkiraan persediaan
dan biaya pekerjaan (job cost), yang menyebabkan salah saji atas laba.
Kekeliruan perhitungan kalau sistem komputer digunakan. Salah satu karakteristik
utama komputer adalah pemrosesan yang konsisten. Kalau kekeliruan perhitungan
dilakukan untuk satu pos atau unsur, ada kemungkinan hal ini terjadi pada pos
atau unsur yang sejenis.
Setiap kekeliruan yang mengindikasikan kemungkinan fraud, khususnya berkaitan
dengan gaji eksekutif.

E. Pengujian Terinci atas Saldo untuk Akun Liabillity dan Expense
Dua tujuan utama dalam pengujian kewajiban berkaitan dengan penggajian adalah:
Akrual dalam neraca saldo dinilai dengan pantas,
Transaksi dalam siklus penggajian dan kepegawaian dicatat pada periode yang
sesuai
Perkiraan kewajiban utama dalam siklus penggajian dan kepegawaian :
1. Jumlah yang dipotong dari pembayaran pegawai harus dibayar
2. Gaji dan upan yang masih harus dibayar.
3. Komisi yang masih harus dibayar.
4. Bonus yang harus dibayar.
5. Tunjangan libur.
6. Pajak penghasilan pegawai yang masih harus dibayar.
dengan pantas
(posting and
summarization)
total buku besar
penggajian.
perbandingan
telah dibuat
penggajian
dan telusuri
posting ke
buku besar
dan berkas
induk
penggajian.
Pengujian terinci atas saldo untuk perkiraan beban :
1. Kompensasi pejabat : verifikasi apakah total kompensasi dari pejabat
adalah jumlah yang disetujui oleh dewan direksi dan komisaris, karena gaji
dan bonus mereka harus dimasukkan ke dalam Surat Pemberitahuan pajak.
2. Komisi : dapat diverifikasi dengan mudah kalau tarif komisi sama untuk
masing-masing jenis penjualan dan informasi penjualan yang diperlukan
tersedia dalam catatan akuntansi.
3. Beban pajak penghasilan pegawai : dapat diuji dengan merekonsiliasi total
gaji dalam masing-masing formulir pajak penghasilan pegawai dengan
total gaji untuk keseluruhan tahun. Total PPh dapat dihitung ulang dengan
mengalikan tarif yang sesuai dengan penghasilan kena pajak.
4. Total gaji : perlu diadakan pengujian atas transaksi untuk menemukan
kekeliruan dalam pembebanan gaji (apakah transaksi penggajian
dibebankan ke perkiraan non penggajian atau seluruhnya tidak dicatat
dalam jurnal penggajian).










PENUTUP

1. Kesimpulan
Siklus penggajian dan kepegawaian dimulai dengan merekrut pegawai dan berakhir
dengan pembayaran kepada pegawai atas jasa yang diberikan dan kepada pemerintah
dan lembaga lainnya untuk pajak penghasilan dan kenikmatan pegawai yang terutang.
Siklus penggajian dan kepegawaian (payroll and personal cycle) meliputi penggunaan
tenaga kerja dan pembayaran ke semua pegawai, tanpa memperhatikan klasifikasi
atau metode penentuan kompensasi.




















DAFTAR PUSTAKA

file:///C:/Users/User/Downloads/soohendra%20%20AUDIT%20ATAS%
20SIKLUS%20PENGGAJIAN%20DAN%20KEPEGAWAIAN.htm