Anda di halaman 1dari 5

1.

Susunlah daftar tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi untuk


verifikasi transaksi penjualan! Bagi setiap tujuan, sebutkan satu
pengendalian internal yang dapat digunakan klien untuk mengurangi
kemungkinan salah saji
Jawab :
2. Sebutkan satu pengujian pengendalian dan satu pengujian substansif
atas transaksi yang dapat digunakan auditor untuk memverifikasi tujuan
audit yang berkaitan dengan transaksi penjualan berikut : Penjualan
yang dicatat telah dinyatakan pada jumlah yang tepat
Jawab :
Pengujian pengendalian untuk tujuan ini hamper tidak memerlukan
waktu karena hanya melibatkan pemeriksaan atas bukti awal atau
lainnya dari verifikasi internal. Jika pengendalian ini efektif, ukuran
sampel untuk pengujian substantive atas transaksi dapat dikurangi,
sehingga menghasilkan penghematan yang signifikan
3. Apa yang dimaksud dengan atribut dalam sampling untuk pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi? Apa sumber
atribut yang dipilih oleh auditor?
Jawab :
Sampling Atribut adalah suatu metode untuk melakukan perkiraan atau estimasi terhadap
sebagian dari populasi yang mengandung karakter atau atribut tertentu yang menjadi
perhatian

atau

menjadi

tujuan

audit

seorang

auditor.

Sampling atribut digunakan untuk membuat kesimpulan mengenai tingkat kejadian di


dalam populasi, dan biasanya digunakan untuk menguji tingkat ketaatan terhadap prosedur
di dalam populasi, dan biasanya digunakan untuk menguji tingkat ketaatan terhadap
prosedur di dalam sistem pengendalian intern sebagai sarana untuk mengetahui apakah
ketentuan-ketentuan yang dibuat manajemen telah ditaati.
Sebagai contoh misalnya auditor ingin menentukan prosentase banyaknya bukti
pembayaran yang tidak didukung dengan bukti-bukti tertentu atau tidak diotorisasi oleh
pejabat yang berwenang. Untuk menguji pengendalian intern tersebut auditor dapat
menggunakan salah satu dari tiga metode sampling, yaitu estimasi atribut (sampling fixedsample-size), sampling sekuensial (sampling atribut keputusan atau stop or go sampling)
dan sampling temuan (discovery sampling). Langkah-langkah dalam sampling atribut:

a) Tentukan tujuan pengujian yang hendak dilakukan oleh auditor.


b) Definisikan populasi dan satuan atau unit samplingnya.
c) Definisikan atribut yang menjadi objek pengukuran dan apa yang dimaksudkan
dengan penyimpangan.
d) Tentukan tingkat kesalahan tertinggi yang dapat ditolelir.
e) Buat estimasi atau perkiraan mengenai tingkt penyimpangan di dalam populasi, yaitu
jumlah penyimpangan di dalam sampel dibagi dengan besarnya sampel
f) Tentukan tingkat keyakinan, biasanya dalam presentase.
g) Tentukan besarnya sampel dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
Risiko data yang dapat diterima
Tingkat kesalahan yang dapat ditolelir
Perkiraan mengenai tingkat penyimpanga dalam populasi
Pengaruh besarnya populasi

Metode sampling yang digunakan, apakah sampling fixed-sample-size,


sampling sekuensial, atau sampling temuan
h) Pilih sampel secara acak
i) Lakukan prosedur audit
j) Lakukan evaluasi hasil audit sampel pada langkah 9 dengan cara sebagai berikut:
Hitung tingkat penyimpangan
Pertimbangkan risiko sampling
Pertimbangkan aspek kualitatif dari penyimpangan tersebut
Buat kesimpulan secara menyeluruh mengenai pengendalian intern.
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemilihan sampel blok dan jelaskan
bagaimana auditor dapat memperoleh 5 blok Dari 20 faktur penjualan
yang ada dalam jurnal penjualan!
Jawab :
Blok sampling adalah pemilihan beberapa pos (item) secara berurutan.
Begitu pos pertama di dalam blok tersebut telah dipilih maka pos pos
lainnya di dalam blok tersebut akan terpilih secara otomatis. Sebagai
contoh misalnya pemilihan seratus transaksi pembelian dalam buku
harian
pembelian
pada
tengah
pertama
bulan
februari.
kelemahan cara ini adalah apabila blok yang digunakan hanya sedikit
maka dapat memungkinkan tidak terpilihnya populasi yang
mengandung kesalahan. Untuk menghindari hal itu Arens dan
Loebbecke (1981) menyarankan setidak-tidaknya menggunakan
sembilan blok untuk sembilan bulan yang berbeda.
Pemilihan sampel blok (blok sampel selection)
Dalam pemilihan sampel blok auditor memilih pos,di dalam suatu
blok terlebih dahulu, kemudian blok sisanya dipilih secara berurutan,sebagai

contoh,anggaplah sampel blok adalah 100 transaksi penjualan yang


berurutan dari jurnal penjualan di minggu ke tiga bulan maret.Auditor dapat
memilih total sampel sebesar 100 dengan mengambil 5 blok yang berisi 20
pos,10 blok yang berisi 10 pos,50 blok yang berisi 2 pos atau 1 blok berisi
100 pos.
Biasanya merupakan praktik yang dapat diterima untuk
menggunakan sampel blok hanya jika suatu jumlah blok yang masuk
digunakan,probabilitas mendapatkan sebuah sampel yang representatif
akuntansi,sifat musiman dari banyak bisnis .sebagai contoh,dalam contoh
sebelumnya,pengambilan sampel 10 blok yang berisi 10 pos dari menggu
ketiga bulan maret sangat kurang tepat di bandingkan dengan memilih 10
blok yang berisi 10 pos dari 10 bulan yang berbeda.
Pengambilan sampel blok juga dapat digunakan untuk menambah
sampel lainnya ketika terdapat kemungkinan salah saji yang besar untuk
suatu periode tertentu.sebagai contoh,auditor dapat memilih 100
penerimaan kas dari minggu ketiga bulan mei jika pada saat itu petugas
pembukuan sedang berlibur dan pegawai pengganti yang tidak
berpengalaman memproses transaksi peneriamaan kas.
5. Buatlah daftar keputusan utama yang harus diambil auditor dalam
menggunakan sampling atribut. Sebutkan pertimbangan paling penting
yang terlibat dalam pembuatan setiap keputusan!
Jawab :

Sampling audit dapat diterapkan setiap kali auditor berencana membuat suatu
kesimpulan mengenai populasi berdasarkan suatu sampel. Auditor harus
memeriksa program audit dan memilih prosedur audit dimana sampling audit
dapat diterapkan:

Mereview transaksi penjualan untuk melihat jumlah yang besar dan tidak biasa (prosedur
analitis)
Mengamati apakah tugas klerk piutang usaha terpisah dari tugas menangani kas
(pengujian pengendalian)
Memeriksa sampel salinan faktur penjualan untuk melihat :

Persetujuan kredit oleh manajer kredit (pengujian pengendalian)

Keberadaan dokumen pengiriman yang dilampirkan (pengujian pengendalian)

Pencantuman nomor bagan akun(pengujian pengendalian)

Memilih sampel dokumen pengiriman dan menelusuri masing masing ke salinan faktur
penjualan terkait (pengujian pengendalian)
Membandingkan kuantitas yang tercantum pada setiap salinan faktur penjualan dengan
kuantitas pada dokumen pengiriman yang terkait (pengujian substantif atas transaksi)
Sampling audit tidak dapat diterapkan bagi dua prosedur pertama dalam program audit ini.
Prosedur yang pertama adalah prosedur analitis dimana sampling tidak layak diterapkan.
Sementara yang kedua adalah prosedur observasi yang tidak memiliki dokumentasi untuk
melaksanakan sampling audit.
6. Sebutkan 5 pengujian pengendalian yang dapat dilakukan untuk siklus penggajian dan
personalia serta sebutkan tujuan dari masing-masing pengendalian yang diuji
Jawab :
I.

5 pengujian pengendalian :
1. Memeriksa kartu untuk indikasi persetujuan
Tujuan Auditnya, yaitu :
Pembayaran penggajian yang tercatat adalah untuk pekerjaan
yang dilaksanakan oleh karyawan yang benar2 ada (Keterjadian)

II.

2. Memperhitungkan urutan cek gaji


Tujuan Auditnya, yaitu :
Transaksi penggajian yang ada telah dicatat (Kelengkapan)

III.

3. Memeriksa indikasi verifikasi internal


Tujuan Auditnya, yaitu :
Transaksi Penggajian Yang Dicatat Adalah Untuk Jumlah Waktu Yang
Benar-Benar Dikerjakan Dan Pada Tingkat Upah Yang Sesuai
Pemotongan Pajak Telah Dihitung Dengan Benar (Posting dan
pengikhtisaran)

IV.

V.

4. Mereview bagan akun


Tujuan Auditnya, yaitu :
Transaksi Penggajian
(Klasifikasi)

telah

diklasifikasikan

dengan

benar

5. Memeriksa prosedur manual dan mengamati kapan pencatatan


dilakukan
Tujuan Auditnya, yaitu :
Transaksi penggajian telah dicatat pada tanggal yang benar
(ketetapan waktu)

7. Jelaskan situasi dimana seorang auditor seharusnya melaksanakan


pengujian audit terutama dirancang untuk mengungkapkan kecurangan
dalam siklus penggajian dan personalia. Sebutkan 3 prosedur audit yang
terutama dirancang untuk pendeteksian kecurangan dan sebutkan jenis
kecurangan yang seharusnya diungkapkan oleh prosedur tersebut.
Jawab :
8. Jika klien audit tidak memiliki cek yang telah dipranomori, jenis salah saji
apa yang memiliki peluang besar untuk terjadi? Dalam situasi tersebut,
prosedur
audit
apa
yang
dapat
digunakan
auditor
untuk
mengkompensasi defisiensi tersebut?
Jawab :
9. Jelaskan hubungan antara pengujian siklus akuisisi dan pembayaran
serta pengujian persediaan! Berikan contoh spesifik bagaimana kedua
jenis penhujian tersebut mempengaruhi satu sama lain!
Jawab :
10. Di dalam fungsi pengendalian kunci pada penjualan, bagian apa yang
berfungsi dalam pemberian persetujuan kredit? Bagaimana koordinasi
antara bagian kredit agar perusahaan dapat memaksimalkan penjualan
Jawab :