Anda di halaman 1dari 5

Nama : Jhon Freddy Manurung

NIM : 1307165667
Mata Kuliah : Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Electronic Load Controller (ELC) adalah suatu alat yang dipasang pada PLTMH yang
berfungsi untuk menjaga agar frekuensi dan tegangan yang dihasilkan PLTMH tetap konstan
walaupun beban berubah-ubah. ELC memiliki fungsi yang sama dengan governor dan
umumnya dipasang pada pembangkit listrik berskala kecil. Hal ini karena harga ELC yang
lebih terjangkau dari pada governor. ELC dipasang di antara PLTMH dan beban konsumen.
Dengan menggunakan beban komplemen, ELC akan membagi arus yang dihasilkan dari
PLTMH ke kedua beban yaitu beban konsumen dan beban komplemen. Dengan
menggunakan ELC maka PLTMH akan tetap bekerja pada keadaan nominal walaupun beban
konsumen berubah-ubah.



Untuk mengatur besar arus yang mengalir ke beban komplemen, kita bisa menggunakan
kaidah pembagi arus. Dengan menganggap beban konsumen paralel dengan beban
komplemen, maka dengan mengatur besar beban komplemen kita dapat mengatur besar arus
yang mengalir ke beban konsumen.



Untuk menghasilkan ELC 3 fasa dapat diperoleh dengan menggabungkan tiga buah ELC 1
fasa. Dengan memasang ELC pada setiap fasanya, maka kumpulan dari ELC tersebut adalah
ELC 3 fasa. ELC 3 fasa akan membuat beban yang dilihat PLTMH tetap seimbang walaupun
beban konsumen tiap fasa berubah-ubah.

Keuntungan ELC
Beberapa keuntungan penggunaan Electronics Load Controller (ELC) pada PLTMH adalah:
Harga Electronics Load Controller (ELC) lebih murah dibandingkan dengan Governor,
sehingga biaya investasi awal pembangunan PLTMH juga akan rendah.
Electronics Load Controller (ELC) mempunyai kemampuan yang tinggi dalam merespon
terjadinya perubahan beban, sekalipun terjadi secara mendadak.
Dapat diproduksi didalam negeri (produk lokal). Tanpa perawatan (free maintenance)


Perancangan ELC 1 Fasa
Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, inti dari ELC adalah pada pengaturan besar
impedansi beban komplemen. Salah satu metode pengaturan besar impedansi beban
komplemen adalah dengan menggunakan metode perbandingan antara arus konsumen dengan
suatu besaran referensi. Besar arus yang masuk ke beban konsumen akan disampling
kemudian dibandingkan dengan suatu besaran referensi. Hasil dari perbandingan ini berupa
sinyal 0 atau 1 yang akan menentukan apakah saklar ELC akan berada dalam kondisi terbuka
atau tertutup. Saklar ini adalah penghubung antara titik percabangan arus dengan beban
komplemen. Alasan penggunaan saklar seperti ini adalah karena beban komplemen terdiri
dari resistor yang besarnya konstan. Sehingga untuk mengatur besar beban komplemen dapat
dilakukan dengan mengatur berapa banyak resistor pada beban komplemen yang harus dialiri
arus komplemen.


Sensor Arus
Sensor arus yang digunakan memanfaatkan hukum Faraday dan hukum Ampere. Sensor arus
akan men-sampling arus yang mengalir ke beban konsumen dan mengalirkannya ke rangkaian
ELC lainnya. Nantinya arus hasil sampling ini akan menetukan besar arus yang mengalir ke
rangkaian beban komplemen.
Rangkaian Kendali
Rangkaian kendali berfungsi untuk mengatur saklar agar terbuka atau tertutup. Nilai 1 adalah
untuk memerintahkan saklar tertutup dan 0 untuk terbuka. Adapun input dari rangkaian
kendali ini adalah arus sampling dari arus konsumen. Arus konsumen yang telah disampling
kemudian disearahkan oleh penyearah jembatan dioda. Sinyal hasilpenyearahan akan
dibandingkan dengan sinyal referensi pada komparator DC. Jika sinyal hasil sampling lebih
tinggi dari pada referensi maka komparator mengeluarkan nilai 1 yang artinya saklar dalam
kondisi tertutup. Dan sebaliknya, jika sinyal referensi lebih tinggi dari pada hasil sampling
maka komparator akan mengeluarkan nilai 0 yang artinya saklar dalam keadaan terbuka.
Rangkaian kendali terdiri dari penyearah, komparator, dan tegangan referensi.
Saklar Statis
Saklar statis adalah saklar penghubung antara beban komplemen dengan beban konsumen.
Saklar ini yang menentukan apakah beban komplemen yang terhubung dengan saklar akan
dialiri arus komplemen atau tidak. Input saklar statis adalah sinyal yang berasal dari
komparator. Jika input bernilai 1 maka saklar akan on dan jika input bernilai 0 maka saklar
akan off. Beban Komplemen Beban komplemen adalah beban yang nantinya berguna untuk
menyeimbangkan besar arus yang dihasilkan oleh PLTMH. Besar beban komplemen yang
dialiri arus komplemen bergantung pada besar arus sampling. Beban komplemen terdiri dari
sejumlah resistor yang terhubung paralel. Karena resistor yang digunakan sebagai beban
komplemen bernilai statis sedangkan dibutuhkan nilai yang bervariasi sesuai dengan
perubahan arus sampling, maka untuk mengatasi masalah tersebut disiasati dengan
menggunakan beban komplemen dalam jumlah yang cukup banyak. Saat arus sampling
bernilai kecil, maka jumlah resistor yang terhubung ke rangkaian lebih banyak dari pada saat
arus sampling kecil. Adapun besar dan jumlah resistor yang digunakan bergantung pada
seberapa besar sensitifitas yang diinginkan. Semakin banyak resistor yang digunakan maka
semakin sensitif rangkaian ELC yang dihasilkan. Jika PLTMH menghasilkan daya sebesar P
watt dan diinginkan ELC dengan tingkat sensitifitas Q watt, maka jumlah resistor dan besar
tiap resistor yang digunakan adalah


Circuit Breaker
Circuit breaker adalah komponen yang berperan dalam proteksi untuk arus lebih. Jika arus
lebih mengalir dalam
jaringan, maka circuit breaker akan memutuskan hubungan antara PLTMH dengan beban
konsumen. Oleh karena itu, sensor arus akan mendeteksi bahwa tidak ada arus yang mengalir
ke konsumen. Sehingga ELC akan memerintahkan agar seluruh arus generator dialirkan ke
beban komplemen.

Langkah Dalam Perancangan ELC
Dari penjelasan yang telah diutarakan di atas, secara lengkap langkah-langkah yang dilakukan
dalam merancang ELC adalah sebagai berikut.