Anda di halaman 1dari 17

BLOK IMUNOLOGI

TUJUAN UMUM
1. Mampu memahami dan menjelaskan dasar ilmu biomedik pada gangguan imunitas
2. Mampu memahami dan menjelaskan patogenesis, gambaran klinik, diagnosis, dan
pemeriksaan, serta penatalaksanaan dan pencegahan gangguan imunitas
3. Mampu mengenali aspek nonmedik gangguan imunitas: faktor lingkungan, sosial
budaya, ekonomi dan spiritual
TUJUAN KHUSUS
1. Memahami dan mampu menjelaskan anatomi makroskopik dan mikroskopik organ
limfoid
2. Memahami dan mampu menjelaskan respon imun, imunoparasitologi dan
imunopatologi
3. Memahami dan mampu menjelaskan patogenesis dan manifestasi klinik gangguan
imunitas
4. Memahami dan mampu menjelaskan pengaruh faktor lingkungan, sosial budaya,
ekonomi dan spiritual pada gangguan imunitas
5. Memahami dan mampu menjelaskan pengelolaan gangguan imunitas, berupa
preentif, kuratif, rehabilitatif dan promotif
!. Mampu merancang dan melakukan program pencegahan gangguan imunitas di
masyarakat
MODUL DAN MATERI
MODUL
1. Mekanisme imunitas
2. "eaksi hipersensitiitas
3. #enyakit autoimun
4. $angguan defisiensi imun
MATERI
1. %natomi makroskopik dan mikroskopik organ limfoid
1.1. %natomi makroskopik organ limfoid
1.2. %natomi mikroskopik organ limfoid
2. Mekanisme imunitas alami dan didapat, imunitas humoral dan selular, serta imunitas
spesifik dan non spesifik
2.1. &efinisi dan contoh imunitas alami, imunitas didapat aktif dan didapat pasif
2.2. &efinisi dan contoh imunitas humoral dan selular
2.3. &efinisi dan contoh imunitas spesifik dan non spesifik
3. %ntigen dan imunogen
3.1. &efinisi antigen dan imunogen
3.2. 'ifat(sifat, fungsi dan jenis antigen dan imunogen
4. )ungsi, struktur dan dasar genetik antibodi
1
4.1. &efinisi antibodi
4.2. 'truktur molekul, berbagai kelas antibodi dan sifat(sifatnya
4.3. Mekanisme pembentukan antibodi dan organ(organ yang berperan
5. *omponen dan fungsi komplemen
5.1. &efinisi, komponen dan sifat(sifat komplemen
5.2. #eran komplemen dalam reaksi antigen(antibodi
!. "espon imun pada infeksi bakteri, irus dan jamur
!.1. +munoparasitologi dan imunopatologi
!.2. +nfeksi parasit, bakteri, irus dan jamur pada pasien immunocompromised
,. #engobatan dan pencegahan gangguan imunitas
,.1. +munosupresan dan imunomodulator
,.2. -aksin dan imunisasi
.. "eaksi hipersensitiitas
..1. &efinisi, etiologi dan jenis(jenis reaksi hipersensitiitas
..2. Mekanisme reaksi hipersensitiitas
..3. &iagnosis dan diagnosis banding reaksi hipersensitiitas
/. #enatalaksanaan dan pencegahan reaksi hipersensitiitas
/.1. *omplikasi reaksi hipersensitiitas
/.2. #enatalaksanaan reaksi hipersensitiitas
/.3. #encegahan reaksi hipersensitiitas
10. #enyakit autoimun
10.1. &efinisi, etiologi dan jenis(jenis penyakit autoimun
10.2. #atofisiologi penyakit autoimun
10.3. #enatalaksanaan dan pencegahan penyakit autoimun
11. +munodefisiensi
11.1. &efinisi, etiologi dan jenis(jenis penyakit imunodefisiensi
11.2. #atofisiologi penyakit imunodefisiensi
11.3. #enatalaksanaan dan pencegahan penyakit imunodefisiensi
KARAKTERISTIK MAHASISWA
Mahasis1a yang mengikuti 2lok +munologi pada semester ++ adalah mahasis1a )akultas
*edokteran 3niersitas 4%"'+ yang telah mengikuti 2lok +nfeksi dan #enyakit 5ropik.
SUMBER DAN ALAT BANTU PENGAJARAN
SUMBER PEMBELAJARAN
- #akar
- 2uku teks
- 2uku ajar 6 buku pegangan kuliah
2
- 7urnal 8cetak atau elektronik9
- 2uku referensi lain
- Media elektronik 8:& program atau film9
ALAT BANTU PENGAJARAN
- ;aboratorium 2iomedis dan fasilitasnya 8<istologi, Mikrobiologi9
- ;aboratorium keterampilan beserta fasilitasnya
STRATEGI PENGAJARAN
METODE PENGAJARAN
#roblem(based learning
1. Tutorial:
o Menggunakan 4 skenario
Mekanisme imunitas: aksinasi
"eaksi hipersensitiitas: urtikaria
#enyakit autoimun: lupus eritematosus sistemik
+mmunodefisiensi: penyakit %+&'
2. Kulia :
o %natomi
=rgan limfoid > 1 ? 50 menit
'istem limfatik > 1 ? 50 menit
5otal 2 ? 50 menit
o <istologi
=rgan limfoid > 2 ? 50 menit
o #arasitologi
+munoparasitologi > 1 ? 50 menit
o Mikrobiologi
#endahuluan imunologi, sel, jar imun, komplemen > 1 ? 50 menit
"espon imun pada infeksi bakteri, irus dan jamur > 1 ? 50 menit
-aksin dan imunisasi > 1 ? 50 menit
5otal 4 ? 50 menit
o #atologi %natomi
+munopatologi
( +munodefisiensi
( %utoimun
( "eaksi hipersensitiitas tipe ++(+-
5otal 4 ? 50 menit
o )armakologi
+munosupresan dan imunomodulator > 2 ? 50 menit
=bat antiretroirus > 2 ? 50 menit
o %gama
%gama 4 ? 50 menit
3
'ehat dan 'akit, <ukum dan batasan berobat, #encegahan penyakit,
isolasi, olahraga, istirahat, pola hidup sehat, %njuran bagi penderita
sakit, anjuran bagi pera1at orang sakit
o 5otal jumlah kuliah > ? 50 menit 8@ %gama 4 ? 50 menit9 > ? 50 menit
!. Pra"ti"u#
o <istologi
=rgan limfoid 1 ? 150 menit
o Mikrobiologi
#emeriksaan serologi 1 ? 150 menit
o 5otal jumlah praktikum > 2 ? 150 menit
$. S"ill la%
o +njeksi +M, injeksi subkutan dan injeksi intrakutan 8termasuk tes mantou?9
o 5otal 2 ? 50 menit ? 3 kali pertemuan
&. T'(t%oo" atau )ur*al r'a+i*,
o #arasitologi: +nfeksi parasit pada pasien immunocompromised
o Mikrobiologi: +nfeksi irus dan bakteri pada pasien immunocompromised
o 5otal > 4 ? 150 menit
-. Tu,a. #a*+iri
/. Tu,a. "'lo#0o"
o Membuat laporan skenario 84 kali9
WAKTU PELAKSANAAN
2erlangsung selama 5 minggu 84 minggu efektif dan 1 minggu ujian9
1 hari > , jam 81 minggu > 35 jam, 5 minggu > 1,5 jam9
5utorial : 3 jam ? 2 kali pertemuan ? 4 skenario > 24 jam
'kill lab : 2 jam ? 3 kali pertemuan ? 2 skill lab > 12 jam
#raktikum : 3 jam ? 2 kali praktikum > ! jam
5e?tbook reading : 2 jam ? 2 kali pertemuan > 4 jam
*uliah : !4 jam 8@%gama 4 jam9
#leno
o 5e?t book reading : 2 jam ? 2 te?t book > 4 jam
o 5utorial : 2 jam ? 4 skenario > . jam
*egiatan Mandiri: 1,5 A 1,1 jam > 4 jam
E1ALUASI
Bilai blok terdiri atas:
1. Bilai proses tutorial A 20C merupakan nilai diskusi tutorial, mini kuis dan tugas
4
2. Bilai ujian 2lok A !0C
a. 3jian teori dengan soal pilihan ganda 8M:D9
b. 3jian tengah blok dan akhir blok
3. 3jian praktikum A 10C
4. 3jian skill lab A 10C
5
KOMPETENSI
1. Ko#0't'*.i 1: Mampu menggali dan bertukar informasi secara erbal dan non
erbal dengan pasien pada semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega dan
profesi lain
1.1. 2erkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya
1.1.1. 2ersambung rasa dengan pasien dan keluarganya
1.1.2. Mengumpulkan informasi
1.1.3. Memahami perspektif pasien
1.1.4. Memberi penjelasan dan informasi
1.2. 2erkomunikasi dengan teman seja1at
1.2.1. Memberi informasi yang tepat kepada seja1at tentang kondisi pasien baik secara
lisan, tertulis atau eklektronik pada saat yang diperlukan demi kepentingan pasien
maupun ilmu kedokteran
1.2.2. Menulis surat rujukan dan laporan penanganan pasien dengan benar, demi
kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran
1.2.3. Melakukan presentasi laporan kasus secara efektif dan jelas, demi kepentingan
pasien maupun ilmu kedokteran
1.3. 2erkomunikasi dengan masyarakat
1.3.1. Menggunakan bahasa yang dipahami oleh masyarakat
1.3.2. Menggali masalah kesehatan menurut persepsi masyarakat
1.3.3. Menggunakan teknik komunikasi langsung yang efektif agar masyarakat
memahami kesehatan sebagai kebutuhan
1.3.4. Memanfaatkan media dan kegiatan kemasyarakatan secara efektif ketika
melakukan promosi kesehatan
1.3.5. Melibatkan tokoh masyarakat dalam mempromosikan kesehatan secara
profesional
1.4. Memberi penjelasan dan informasi
1.4.1. Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stress sebelum
melakukan pemeriksaan fisik
1.4.2. Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang mungkin timbul selama
pemeriksaan fisik atau tindakannya
1.4.3. Memberi penjelasan dengan benar, jelas, lengkap, dan jujur tentang tujuan,
keperluan, manfaat, risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis 8terapi,
operasi, prognosis, rujukan9 sebelum dikerjakan
1.4.4. Menja1ab pertanyaan dengan jujur, memberi konsultasi, atau menganjurkan
rujukan untuk permasalahan yang sulit
1.4.5. Memberikan edukasi6promosi kesehatan kepada pasien maupun keluarganya
1.4.!. Memastikan mengkonfirmasikan bah1a informasi dan pilihan(pilihan tindakan
telah dipahami oleh pasien
1.4.,. Memberikan 1aktu yang cukup kepada pasien untuk untuk merenungkan kembali
serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan
!
1.4... Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika
kedokteran
1.4./. Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati
2. Ko#0't'*.i 2: Melakukan prosedur klinis sesuai masalah, kebutuhan pasien dan
sesuai ke1enangannya
2.1. Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan
keluarganya
2.1.1. Menggali dan merekam dengan jelas keluhan(keluhan yang disampaikan 8bila
perlu disertai gambar9 ri1ayat penyakit saat ini, medis, keluarga, sosial serta
ri1ayat lain yang relean
2.2. Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien
2.2.1. Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien
2.2.2. Melakukan prosedur klinik dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien dan
ke1enangannya
2.2.3. Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin
menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyaman pada pasien
2.2.4. Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan masalah pasien
2.2.5. Menemukan tanda(tanda fisik dan membuat rekam medik dengan jelas dan benar
2.2.!. Mengidentifikasi, memilih dan membuktikan pemeriksaan laboratorium dan
klinik yang sesuai
2.2.,. Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar 8'erologi Mikrobiologi9
2.2... Meminta atau melakukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai
2.2./. Membuat permintaan pemeriksaan laboratorium penunjang
2.2.10. Menentukan pemeriksaan penunjang untuk tujuan penapisan penyakit
2.2.11. Memilih dan melakukan ketrampilan terapetik, serta tindakan preensi sesuai
dengan ke1enangannya
2.3. Melakukan prosedur kedaruratan klinis2
2.3.1. Menentukan keadaan kedaruratan klinis
2.3.2. Memilih prosedur kedaruratan klinis sesuai kebutuhan pasien atau menetapkan
rujukan
2.3.3. Melakukan prosedur kedaruratan klinis secara benar dan etis, sesuai dengan
ke1enangannya
2.3.4. Mengealuasi dan melakukan tindak lanjut
3. Ko#0't'*.i !: Menerapkan konsep(konsep dan prinsip(prinsip ilmu biomedik,
klinik, perilaku dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan ksehatan
tingkat primer
4.1. Menjelaskan prinsip(prinsip ilmu kedokteran dasar yang berhubungan dengan
terjadinya masalah kesehatan, beserta patogenesis dan patofisiologinya 8: 59
4.2. Menjelaskan masalah kesehatan baik secara molekular maupun selular melalui
pemahaman mekanisme normal dalam tubuh
,
4.3. Menjelaskan faktor(faktor nonbiologis yang berpengaruh terhadap masalah
kesehatan 8: 59
4.4. Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit, poin(poin
patogenesis dan patofisiologis, akibat yang ditimbulkan serta risiko spesifik secara
efektif
4.5. Menjelaskan 8: 59 tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular
4.!. Menjelaskan 8: 59 berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam penanganan
pasien
4.,. Menjelaskan 8: 59 secara rasional6ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit
baik secara epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olahraga atau perubahan
perilaku
4... Menjelaskan 8: !9 pertimbangan pemilihan interensi berdasarkan farmakologi,
fisiologi, giEi, ataupun perubahan tingkah laku
4./. Menjelaskan 8: 59 indikasi pemberian obat, cara kerja obat, 1aktu paruh, dosis, serta
penerapannya pada situasi klinik
4.10. Menjelaskan 8: !9 kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping
4.11. Menjelaskan 8: 59 manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu
4.12. Menjelaskan 8: 59 perubahan patofisiologi setelah pengobatan
4.13. Menjelaskan 8: 59 prinsip(prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola
masalah kesehatan
4. Ko#0't'*.i $: Mengelola masalah kesehatan pada indiidu, keluarga ataupun
masyarakat secara komprehensif, holistik, bersinambung, koordinatif dan kolaboratif
dalam konteks pelayanan kesehatan tingkat primer
4.1. Mengelola penyakit, keadaan sakit dan masalah pasien sebagai indiidu yang
utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat
4.1.1. Menginterprestasi data klinis dan merumuskannya menjadi diagnosis
sementara dan diagnosis banding
4.1.2. Menjelaskan penyebab, patogenesis serta patofisiologi suatu penyakit
4.1.3. Mengidentifikasi berbagai pilihan cara pengelolaan yang sesuai penyakit
pasien
4.1.4. Memilih dan menerapkan strategi pengelolaan yang paling tepat berdasarkan
prinsip kendali mutu, kendali biaya, manfaat, dan keadaan pasien serta
sesuai pilihan pasien
4.1.5. Melakukan konsultasi pasien bila perlu
4.1.!. Merujuk ke seja1at lain sesuai dengan 'tandar #elayanan Medis yang
berlaku, tanpa atau sesudah terapi a1al
3
4.1.,. Mengelola masalah kesehatan secara mandiri dan bertanggung ja1ab sesuai
dengan tingkat ke1enangannya
4
4.1... Memberi alasan strategi pengelolaan pasien yang dipilih berdasarkan
patofisiologi, patogenesis, farmakologi, faktor fisiologis, sosial dan faktor(
faktor lain yang sesuai
4.1./. Membuat instruksi tertulis secara jelas, lengkap, tepat dan dapat dibaca
4.1.10. Menuliskan resep obat secara rasional 8tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis,
tepat frekuensi dan cara pemberian, serta sesuai kondisi pasien9, jelas,
lengkap dan dapat dibaca
.
4.1.11. Mengidentifikasi berbagai indikator keberhasilan pengobatan, memonitor
perkembangan penanganan, memperbaiki dan mengubah terapi dengan tepat
4.1.12. Memprediksikan, memantau, mengenali adanya kemungkinan adanya
interaksi obat dan efek samping, memperbaiki atau mengubah terapi dengan
tepat
4.1.13. Menerapkan prinsip pelayanan dokter keluarga secara holistik, komprehensif,
koordinatif, kolaboratif, dan bersinambung dalam mengelola penyakit dan
masalah pasien
4.1.14. Mengidentifikasi peran keluarga pasien, pekerjaan, dan lingkungan sosial
sebagai faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya penyakit serta faktor
yang mungkin berpengaruh terhadap pertimbangan terapi
4.2. Melakukan pencegahan penyakit dan keadaan sakit
4.2.1. Mengidentifikasi, memberi alasan, menerapkan dan memantau strategi
pencegahan tertier yang tepat berkaitan dengan penyakit pasien, keadaan
sakit atau permasalahannya
5
4.2.2. Mengidentifikasi, memberi alasan, menerapkan dan memantau strategi
pencegahan sekunder yang tepat berkaitan dengan pasien dan keluarganya
!
4.2.3. Mengidentifikasi, memberi alasan, menerapkan dan memantau strategi
pencegahan primer yang tepat berkaitan dengan pasien, anggota keluarga dan
masyarakat
,
4.2.4. Mengidentifikasi peran keluarga pasien, pekerjaan dan faktor lingkungan
sosial sebagai faktor risiko yang mungkin berpengaruh terhadap pencegahan
penyakit
4.2.5. Menunjukkan pemahaman bah1a upaya pencegahan penyakit sangat
bergantung pada kerjasama tim dan kolaborasi dengan profesional di bidang
lain
4.3. Melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan dan
pencegahan penyakit
4.3.1. Mengidentifikasi kebutuhan perubahan perilaku dan modifikasi gaya hidup
untuk promosi kesehatan pada berbagai kelompok umur, jenis kelamin, etnis
dan budaya
4.3.2. Merencanakan dan melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka
promosi kesehatan di tingkat indiidu, keluarga dan masyarakat
4.3.3. 2ekerjasama dengan sekolah dalam mengembangkan program 3saha
*esehatan 'ekolah 83*'9
4.4. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat
kesehatan
4.4.1. Memotiasi masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah kesehatan
masyarakat
4.4.2. Menentukan insidensi dan prealensi penyakit di masyarakat, serta mengenali
keterkaitan yang kompleks antara faktor fisiologis, kultur sosial, ekonomi,
kebijakan dan faktor lingkungan yang berpengaruh paad suatu masalah
kesehatan
/
4.4.3. Melibatkan masyarakat dalam mengembangkan solusi yang tepat bagi
masalah kesehatan masyarakat
4.4.4. 2ekerjasama dengan profesi dan sektor lain dalam menyelesaikan masalah
kesehatan dengan mempertimbangkan kebijakan kesehatan pemerintah,
teramsuk antisipasi terhadap timbulnya penyakit(penyakit baru
4.4.5. Menggerakkan masyarakat untuk berperan serta dalam interensi kesehatan
4.4.!. Merencanakan dan mengimplementasikan interensi kesehatan masyarakat,
serta menganalisis hasilnya
4.4.,. Melatih kader kesehatan dalam pendidikan kesehatan
4.4... Mengealuasi efektiitas pendidikan kesehatan
4.4./. 2ekerjasama dengan masyarakat dalam menilai ketersediaan pengadaan dan
pemanfaatan pelayanan kesehatan masyarakat
4.5. Mengelola sumber daya manusia dan sarana prasarana secara efektif dan efisien
dalam pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga
4.5.1. Melaksanakan fungsi dasar manajerial 8berperan sebagai pemimpin, pemberi
informasi dan pengambil keputusan9
4.5.2. Menerapkan manajemen mutu terpadu dalam pelayanan kesehatan primer
dengan pendekatan kedokteran keluarga
4.5.3. Mengelola sumber daya manusia
4.5.4. Mengelola fasilitas, sarana dan prasarana
5. Ko#0't'*.i &: Mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan
kemampu(terapan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau
mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer
5.1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan
diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta
penjagaan, dan pemantauan status kesehatan pasien
5.1.1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi 8internet9 dengan baik
5.1.2. Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah untuk menilai releansi dan
aliditasnya
5.1.3. Menerapkan metode riset dan statistik untuk menilai kesahihan informasi
ilmiah
5.1.4. Menerapkan ketrampilan dasar pengelolaan informasi untuk menghimpun
data relean menjadi arsip pribadi
5.1.5. Menerapkan ketrampilan dasar dalam menilai data untuk melakukan alidasi
informasi ilmiah secara sistematik
5.1.!. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus dalam merangkum dan
menyimpan arsip
5.2. Memahami manfaat dan keterbatasan teknologi informasi
5.2.1. Menerapkan prinsip teori teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu
penggunaannya dengan memperhatikan secara khusus potensi untuk berkembang
dan keterbatasannya
5.3. Memanfaatkan informasi kesehatan
10
5.3.1. Memasukkan dan menemukan kembali informasi dan database dalam praktik
kedokteran secara efisien
5.3.2. Menja1ab pertanyaan yang terkait dengan praktik kedokteran dengan
menganalisis arsipnya
5.3.3. Membuat dan menggunakan rekam medik untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan
-. Ko#0't'*.i -:
a. Melakukan praktek kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan
keterbatasannya
b. Mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan dan kesejahteraan yang dapat
mempengaruhi profesinya
c. 2elajar sepanjang hayat
d. Merencanakan, menerapkan dan memantau perkembangan profesi secara
bersinambung
!.1. Menerapkan ma1as diri
!.1.1. Menyadari kemampuan dan keterbatasan diri berkaitan dengan praktik
kedokterannya dan berkonsultasi bila diperlukan
!.1.2. Mengenali dan mengatasi masalah emosional, personal dan masalah yang
berkaitan dengan kesehatannya yang dapat mempengaruhi profesinya
!.1.3. Menyesuaikan diri dengan tekanan yang dialami selama pendidikan dan praktik
kedokteran
!.1.4. Menyadari peran hubungan interpersonal dan lingkungan profesi dan pribadi
!.1.5. Mendengarkan secara akurat dan bereaksi se1ajarnya atas kritik yang
membangun dari pasien, seja1at, insruktur dan penyelia
!.1.!. Mengelola umpan balik hasil kerja sebagai bagian dari pelatihan dan praktik
!.1.,. Mengenali nilai dan keyakinan diri yang sesuai dengan praktik kedokterannya
!.2. Mempraktekkan belajar sepanjang hayat
!.2.1 Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru
!.2.2 2erperan aktif dalam #rogram #endidikan dan #elatihan *edokteran
2erkelanjutan 8###*29 dan pengalaman belajar lainnya
!.2.3 Menunjukkan sikap kritis terhadap praktik kedokteran berbasis bukti 8Fidence
2ased Medicine9
!.2.4 Mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau eidence untuk
penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil
!.2.5 Menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan releansinya terhadap
pasiennya
!.2.! Menyadari kinerja professionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan
belajarnya
!.3. Mengembangkan pengetahuan baru
!.3.1. Mengidentifikasi kesenjangan dari ilmu pengetahuan yang sudah ada dan
mengembangkannya menjadi pertanyaan penelitian yang tepat
11
!.3.2. Merencanakan, merancang, dan mengimplementasikan penelitian untuk
menemukan ja1aban dari pertanyaan penelitian
!.3.3. Menuliskan hasil penelitian sesuai dengan kaidah artikel ilmiah
Membuat presentasi ilmiah dari hasil penelitiannya
/. Ko#0't'*.i /:
a. 2erperilaku profesional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan
kesehatan
b. 2ermoral, beretika, serta memahami isu(isu etik maupun aspek medikolegal
dalam praktik kedokteran
c. Menerapkan program keselamatan pasien
,.1. Memiliki sikap professional
,.1.1. Menunjukkan sikap yang sesuai dengan *ode Ftik &okter +ndonesia
,.1.2. Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien
,.1.3. Menunjukkan kepercayaan dan saling menghormati dalam hubungan dokter
pasien 8mahasis1a dan ciitas akademika9
,.1.4. Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang menyeluruh
,.1.5. Mempertimbangkan masalah pembiayaan dan hambatan lain dalam memberikan
pelayanan kesehatan serta dampaknya
,.1.!. Mempertimbangkan aspek etik dalam penanganan pasien sesuai standar profesi
,.1.,. Mengenal alternatif dalam menghadapi pilihan etik yang sulit
,.1... Menganalisis secara sistematik dan mempertahankan pilihan etik dalam
pengobatan setiap indiidu pasien
,.2. 2erperilaku profesional dalam bekerjasama
,.2.1. Menghormati setiap orang tanpa membedakan status sosial
,.2.2. Menunjukkan pengakuan bah1a tiap indiidu mempunyai kontribusi dan peran
yang berharga, tanpa memandang status sosial
,.2.3. 2erperan serta dalam kegiatan yang memerlukan kerjasama dengan para petugas
kesehatan lainnya
,.2.4. Mengenali dan berusaha menjadi penengah ketika terjadi konflik
,.2.5. Memberikan tanggapan secara konstruktif terhadap masukan dari orang lain
,.2.!. Mempertimbangkan aspek etik dan moral dalam hubungan dengan petugas
kesehatan lain, serta bertindak secara profesional
,.2.,. Mengenali dan bertindak se1ajarnya saat kolega melakukan tindakan yang tidak
profesional
,.3. 2erperan sebagai anggota tim pelayanan kesehatan yang profesional
,.3.1. 2erperan dalam pengelolaan masalah pasien dan menerapkan nilai(nilai
profesionalisme
,.3.2. 2ekerja dalam berbagai tim pelayanan kesehatan secara efektif
,.3.3. Menghargai peran dan pendapat berbagai profesi kesehatan
,.3.4. 2erperan sebagai manager baik dalam praktik pribadi maupun dalam sistem
pelayanan kesehatan
12
,.3.5. Menyadari profesi medis yang mempunyai peran di masyarakat dan dapat
melakukan suatu perubahan
,.3.!. Mampu mengatasi perilaku yang tidak profesional dari anggota tim pelayanan
kesehatan lain
,.4. Melakukan praktek kedokteran dalam masyarakat multikultural di +ndonesia
,.4.1. Menghargai perbedaan karakter indiidu, gaya hidup dan budaya dari pasien dan
seja1at
,.4.2. Memahami heterogenitas persepsi yang berkaitan dengan usia, gender, orientasi
seksual, etnis, kecacatan dan status sosial ekonomi
,.5. %spek medikolegal dalam praktik kedokteran
,.5.1. Memahami dan menerima tanggung ja1ab hukum yang berkaitan dengan:
o <ak asasi manusia
o "esep obat
o #enyalahgunaan tindakan fisik dan seksual
o *ode Ftik *edokteran +ndonesia
o #embuatan surat keterangan sehat, sakit atau kematian
o Memahami 3ndang(3ndang #raktek *edokteran Bo. 2/, 2004
o Memahami peran *onsil *edokteran +ndonesia sebagai badan yang mengatur
praktik kedokteran
o Menentukan, menyatakan dan menganalisis segi etika dalam kebijakan kesehatan
,.!. %spek keselamatan pasien dalam praktik kedokteran
,.!.1. Menerapkan standar keselamatan pasien
o <ak pasien
o Mendidik pasien dan keluarga
o *eselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
o #engunaan metode(metode peningkatan kinerja untuk melakukan ealuasi dan
program peningkatan keselamatan pasien
o #eran kepemimpinan dalam meningkatan keselamatan pasien
o Mendidik staf tentang keselamatan pasien
o *omunikasi yang merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien
,.!.2. Menerapkan , 8tujuh9 langkah keselamatan pasien
o 2angun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
o Memimpin dan mendukung staf
o +ntegrasikan aktiitas pengelolaan risiko
o *embangkan sistem pelaporan
o ;ibatkan dan berkomunikasi dengan pasien
o 2elajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien
o :egah cidera melalui implementasi sistem keselamatan pasien
13
SKENARIO 1
1AKSINASI
'eorang bayi berumur 3 hari mendapat 2a".i*a.i 2:$ di lengan kanan atas untuk
mencegah penyakit dan mendapatkan "'"'%ala*. Fmpat minggu kemudian bayi tersebut
diba1a kembali ke "' karena timbul benjolan di ketiak kanan. 'etelah &okter melakukan
pemeriksaan didapatkan pembesaran *o+u. li#3ati"u. di r',io a".ila +'".tra. <al ini
disebabkan adanya reaksi terhadap a*ti,'* yang terdapat dalam aksin tersebut dan
menimbulkan r'.0o* i#u* tu%u.
SASARAN BELAJAR
1. Memahami anatomi makroskopik dan mikroskopik organ limfoid
o Menjelaskan anatomi makroskopik organ limfoid
o Menjelaskan anatomi mikroskopik organ limfoid
2. Memahami definisi dan mekanisme imunitas atau kekebalan alami, didapat,
humoral, selular, spesifik dan non spesifik
o Menjelaskan definisi dan contoh(contoh kekebalan alami dan kekebalan
didapat yang aktif dan pasif.
o Menjelaskan definisi kekebalan humoral dan selular
o Menjelaskan sistem imun spesifik dan non spesifik
3. Memahami antigen dan imunogen
o Menjelaskan definisi antigen dan imunogen
o Menjelaskan sifat(sifat, fungsi dan jenis antigen dan imunogen
4. Mampu memahami antibodi: fungsi, struktur, dasar genetik
o Menjelaskan definisi antibodi
o Menjelaskan struktur molekul, berbagai kelas antibodi dan sifat(sifatnya
o Menjelaskan mekanisme pembentukan antibodi dan organ(organ yang
berperan
5. Memahami imunisasi
o Menjelaskan imunisasi aktif dan pasif
o Menjelaskan efek samping pemberian aksin
o Menjelaskan faktor sosial budaya masyarakat dalam pemberian aksin
o Menjelaskan faktor agama dalam pemberian aksin
14
SKENARIO 2
ALERGI MAKANAN LAUT
'etelah mengkonsumsi udang, 5n. % mengeluh gatal(gatal. 'elain itu timbul
urti"a yang hampir merata di seluruh tubuhnya. *eluhan ini sering dirasakan setiap
mengkonsumsi makanan laut. 5ak lama kemudian ia merasa sulit bernafas, sehingga ia
memutuskan untuk berobat ke dokter. #ada pemeriksaan fisik didapatkan a*,io'+'#a di
mata dan bibirnya. &okter menjelaskan keadaan ini diakibatkan oleh reaksi alergi
8i0'r.'*.iti2ita. ti0' I4, sehingga ia mendapatkan pengobatan a*ti i.ta#i* dan
"orti"o.t'roi+.
SASARAN BELAJAR
1. Mampu memahami reaksi hipersensitiitas
o Menjelaskan definisi, etiologi dan jenis(jenis reaksi hipersensitiitas
o Menjelaskan mekanisme reaksi hipersensitiitas
2. Mampu memahami diagnosis dan diagnosis banding reaksi hipersensitiitas
o Menjelaskan gejala klinik reaksi hipersensitiitas
o Menjelaskan kelainan jasmani pada reaksi hipersensitiitas
o Menjelaskan pemeriksaan penunjang dan penafsirannya
3. Mampu memahami komplikasi, penatalaksanaan dan pencegahan reaksi
hipersensitiitas
o Menjelaskan komplikasi reaksi hipersensitiitas
o Menjelaskan penatalaksanaan reaksi hipersensitiitas
o Menjelaskan pencegahan reaksi hipersensitiitas
4. Mampu memahami peranan anti histamin dan kortikosteroid
o Menjelaskan farmakokinetik dan farmakodinamik anti histamin dan
kortikosteroid
o Menjelaskan efek samping pemberian anti histamin dan kortikosteroid
15
SKENARIO !
DEMAM BERULANG
'eorang 1anita, 25 tahun, masuk "umah 'akit 4%"'+ dengan keluhan demam
yang hilang timbul sejak ! bulan yang lalu. *eluhan lainnya mual, tidak nafsu makan,
mulut saria1an, nyeri pada persendian, rambut rontok dan pipi ber1arna merah bila
terkena sinar matahari.
#ada pemeriksaan fisik didapatkan 5& 1006,0 mm<g, nadi 100 ?6menit,
pernafasan 24 ?6menit, suhu 3.,5
o
:. *onjungtia pucat dan terdapat saria1an di mulut.
#ada 1ajah terlihat malar rash. 7antung dan paru dalam batas normal, sedangkan hati dan
limpa tidak teraba.
#emeriksaan laboratorium menunjukkan autoa*ti%o+i Anti Nuclear Antibody
5ANA4 dan A*ti6+.DNA positif. *adar "o#0l'#'* 57!8 7$4 menurun.
&ari data tersebut dokter menyimpulkan bah1a penderita ini mengalami Lu0u.
Erit'#ato.u. Si.t'#i", yang merupakan 0'*9a"it autoi#u*.
SASARAN BELAJAR
1. Mampu memahami penyakit autoimun
o Menjelaskan jenis(jenis penyakit autoimun
o Menjelaskan patofisiologi terjadinya penyakit autoimun
2. Mampu memahami penyakit ;upus Fritematosus 'istemik
o Menjelaskan patofisiologi penyakit ;upus Fritematosus 'istemik
o Menjelaskan gejala klinik dan laboratorium penyakit ;upus Fritematosus
'istemik
o Menjelaskan komplikasi penyakit ;upus Fritematosus 'istemik
1!
SKENARIO $
DIARE KRONIK AKIBAT HI1 POSITI:
'eorang laki(laki, 25 tahun, mengeluh diare yang hilang timbul sejak 3 bulan
yang lalu. 'elain itu pasien juga mengeluh sering demam, saria1an, tidak nafsu makan
dan berat badan menurun 10 kg dalam 1aktu 3 bulan terakhir. &ari ri1ayatnya dikatakan
pasien sering melakukan hubungan seksual secara bebas.
#ada pemeriksaan fisik pasien terlihat kaheksia, 5& 1006,0 mm<g, nadi ..
?6menit, pernafasan 24 ?6menit, suhu 3,
o
:. Mukosa lidah kering dan terdapat bercak(
bercak putih. #emeriksaan laboratorium darah rutin ;F& 50 mm6jam, ;eukosit 3000 u6l
dan hitung jenis 062636!0610625, a*ti Hu#a* I##u*o+'3i;i'*;9 1iru. 5HI14 positif
dengan jumlah leukosit 7D$ #'*uru*. #emeriksaan feses terdapat sel ragi.
&ari data tersebut dokter menyimpulkan bah1a penderita ini mengalami
,a*,,ua* +'3i.i'*.i i#u* akibat terinfeksi irus <+-. Bamun dokter menolak untuk
mera1at pasien dengan alasan Gketerbatasan fasilitas "'G.
SASARAN BELAJAR
1. Mampu memahami gangguan defisiensi imun
o Menjelaskan definisi, etiologi dan patofisiologi defisiensi imun
o Menjelaskan contoh(contoh penyakit defisiensi imun
o Menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium klinik untuk membantu
menegakkan diagnosis defisiensi imun
2. Mampu memahami penyakit akibat infeksi irus <+-
o Menjelaskan gambaran klinis, diagnosis dan komplikasi infeksi <+- dan
%+&'
o Menjelaskan pencegahan dan tindakan promotif infeksi <+- dan %+&'
3. Mampu memahami dilema etik
o Menjelaskan ke1ajiban dokter dalam *=&F*+ untuk penanganan kasus
<+-(%+&'
o Menjelaskan etika dokter dalam penanganan kasus yang dapat
menimbulkan stigmatisasi
1,