Anda di halaman 1dari 49

CASE REPORT

FEBRUARI 2014

HERNIA INGUINAL LATERALIS
DISUSUN OLEH :
Sry Wahyuni
110 208 059

PEMBIMBING
dr. Ira Rukmawati Umar

SUPERVISOR
Dr. Samuel Sampetoding, Sp.B-KBD

LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn. B
Tgl Lahir : 13-12-1952
Usia : 62 tahun
No. Rekam Medik :
646506
Tgl. MRS : 3 Februari 2014
Jaminan : JKN
No. Tlp : 085343176175
Pekerjaan : Petani
Agama : Islam
Alamat : Maros

ANAMNESIS
Keluhan utama: benjolan pada daerah selangkan
kanan
Riwayat penyakit sekarang : Pasien mengatakan
kurang lebih 1 tahun yang lalu muncul benjolan
dari lipatan paha kanannya, awalnya benjolan
tersebut kecil dan lama kelamaan makin
membesar. Jika pasien berdiri dan mengedan
benjolan tersebut keluar, namun saat berbaring
dapat masuk lagi. Benjolan kadang terasa nyeri
bila keluar. Nafsu makan pasien baik, berat
badan tidak pernah menurun. Pasien sering
buang air besar dengan konsistensi yang keras.
Pasien tidak demam, tidak merasa mual, tidak
muntah. BAK lancar, warna kuning.

Cont

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien
menyangkal mempunyai riwayat batuk
lama, diabetes, tumor/kanker, serta
asma.
Riwayat Pengobatan : Pasien pernah di
operasi prostat 10 tahun yang lalu.
Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada
keluarga yang menderita penyakit yang
sama seperti pasien.
Riwayat Pekerjaan: pasien bekerja
sebagai seorang buruh dan sering
mengangkat beban berat

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalisata
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis (E4V5M6)

Status vitalis:
Tekanan darah : 120/70 mmHg
Nadi : 76 x/menit
Pernapasan : 18 x/menit
Suhu : 36.7C


KEPALA

Mata : Konjungtiva palpebra inferior kanan
= kiri, anemis (-), sclera ikterik (-), Reflek
cahaya +/+, pupil isokor kanan = kiri
3mm
Hidung : Nafas cuping hidung (-)
Epistaksis (-)
Telinga : Telinga berdarah (-)
Mulut : Bibir kering (-)
THORAKS

Inspeksi : Simetris
Palpasi : NT(-), MT(-)
Perkusi : Sonor pada kedua lapangan
paru
Auskultasi : Suara pernapasan
Vesikuler, ronki (-/-), wheezing (-/-)

JANTUNG

Inspeksi : Ictus tidak telihat
Palpasi : Ictus tidak teraba
Perkusi : batas atas: ICS II sinistra
Batas kanan: Linea parasternalis dextra
Batas kiri: Linea axilaris anterior, ICS V
Auskultasi : BJ I/II murni regular

ABDOMEN


Inspeksi : Datar
Auskultasi : Peristaltik usus (+)
kesan normal
Palpasi : NT(-), MT(-),hepar dan limpa
tidak teraba,
Perkusi : Tympani

Status lokalis

Regio inguinalis dextra :
a. Inspeksi: Tampak benjolan sebesar bola kasti pada
skrotum dextra, warna sesuai dengan warna kulit sekitar
b. Palpasi: konsistensi kenyal, batas atas tidak jelas, dapat
dimasukkan, nyeri tekan tidak ada.
Tes visibel : saat pasien disuruh mengedan setelah
benjolan tereposisi, tampak benjolan keluar dari
kraniolateral ke kraniomedial dan keluarnya lambat.
Tes finger (tes taktil) : saat pasien mengedan ujung isi
hernia terasa pada ujung jari telunjuk
Tes thumb (tes oklusi) : ibu jari diletakkan di anulus
internus saat pasien mengedan tidak keluar penonjolan
Tes Zieman : saat pasien batuk teraba rangsangan pada
jari telunjuk kanan
Status Lokalis

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium (16/1/2014)

Foto Thorax
9-2-2014
Kesan : Tidak tampak
kelainan pada foto thorax
ini
USG abdomen (16/1/2014)
USG abdomen (16/1/2014)
Interpretasi:
Hepar: Tidak membesar, permukaan reguler, ujung tajam.
Echo parenkim normal, tidak tampak SOL.
GB: Kontraktil
Pankreas: Bentuk dan ukuran dalam batas normal, tidak
tampak SOL. Ductus pancreaticus tidak dilatasi
Lien: Tidak membesar, echo parenkim dalam batas normal,
tidak tampak SOL
Ginjal kanan: Ukuran dan echo parenkim dalam batas
normal, tidak tempak echo batu maupun SOL. Pelviocaliceal
sistem tidak dilatasi
Ginjal kiri: Ukuran dan echo parenkim dalam batas normal,
tidak tempak echo batu maupun SOL. Pelviocaliceal sistem
tidak dilatasi
VU: Mukosa menebal dan ireguler, tidak tampak echo batu
maupun mass
Prostat: tidak membesar dengan volume 11cc
Kesan: Cystitis

Echocardiography (27/1/2014)
Echocardiography (27/1/2014)
Description-Dimentional & Real Time Echocardiogram
Fungsi sistolik LV baik, EF 67%
Dimensi ruang-ruang jantung : Normal
LVH (-)
Global normokinetik
Fungsi sistolik RV baik : TAPSE : 2,3 cm
Katup-katup jantung : - Mitral : fungsi dan pergerakan baik
Aorta : 3 cuspis, kalsifikasi (-)
Trikuspid : fungsi dan pergerakan baik
Pulmona : fungsi dan pergerakan baik
E/A <1
Kesimpulan : Fungsi sistolik LV baik, EF 67%
Disfungsi diastolik LV


Resume

Laki-laki usia 62 tahun, MRS dengan keluhan
benjolan pada inguinal dextra. Dialami sejak 1 tahun
yang lalu, awalnya muncul benjolan dari lipatan paha
kanan, abenjolan tersebut kecil dan lama kelamaan
membesar. Jika pasien berdiri dan mengejan benjolan
tersebut keluar, namun saat berbaring dapat masuk
lagi. Benjolan kadang terasa nyeri bila keluar. Nafsu
makan pasien baik, berat badan tidak pernah
menurun. Pasien sering buang air besar dengan
konsistensi yang keras. Riw. pekerjaan sering
mengangkat beban berat (+). Riw. Operasi prostat 10
tahun lalu.

Lanjutan..
Pemeriksaan fisis status vitalis dalam batas
normal. Status lokalis regio inguinalis dextra
tampak benjolan sebesar bola kasti pada skrotum
dextra, warna sesuai dengan warna kulit sekitar.
Tampak skar pada daerah supra pubic. Palpasi
konsistensi kenyal, batas atas tidak jelas, dapat
dimasukkan, nyeri tekan tidak ada. Tes visibel
tampak benjolan keluar dari kraniolateral ke
kraniomedial dan keluarnya lambat. Tes
finger/taktil, ujung isi hernia terasa pada ujung jari
telunjuk. Tes thumb/oklusi, tidak keluar penonjolan.
Tes Zieman, teraba rangsangan pada jari telunjuk
kanan.

Diagnosa
Hernia Inguinal Lateralis
dextra

Rencana
Operasi Hernioraphy
DISKUSI
PENDAHULUAN
Hernia merupakan protusi atau
penonjolan isi suatu rongga melalui defek
atau bagian yang lemah dari dinding
rongga bersangkutan. Pada hernia
abdomen, isi perut menonjol melalui
defek atau bagian lemah dari lapisan
muskulo-aponeurotik dinding perut.
Hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi
hernia
DEFINISI
Hernia inguinalis lateralis mempunyai nama
lain yaitu hernia indirecta yang artinya
keluarnya tidak langsung menembus
dinding abdomen.
Selain hernia indirek nama yang lain adalah
Hernia oblique yang artinya Kanal yang
berjalan miring dari lateral atas ke medial
bawah.
Hernia ingunalis lateralis sendiri mempunyai
arti pintu keluarnya terletak disebelah lateral
Vasa epigastrica inferior.
EPIDEMOLOGI
Di Amerika Serikat dilaporkan bahwa
25% penduduk pria dan 2% penduduk
wanita menderita hernia inguinal .
Perbandingan pria dan wanita 7 : 1.
Prevalensi hernia ingunalis pada pria
dipengaruhi oleh umur.
Insidens hernia inguinal pada bayi dan
anak-anak antara 1% dan 2%.
Kemungkinan terjadi hernia pada sisi
kanan 60%, sisi kiri 20-25% dan bilateral
15%.
Anatomi Anterior
Anatomi Posterior
ETIOLOGI

Kelemahan aponeurosis dan fasia
tranversalis,
Prosesus vaginalis yang terbuka, baik
kongenital maupun didapat,
Tekanan intra abdomen yang meninggi
secara kronik, batuk lama, hipertrofi
prostat, konstipasi,
Kelemahan otot dinding perut karena usia,
Defisiensi otot,
Hancurnya jaringan penyambung oleh
karena merokok, penuaan atau penyakit
sistemik.

PATOGENESIS
Menurut patogenesisnya hernia inguinalis dibagi
menjadi dua, yaitu hernia inguinalis lateralis
(HIL) dan hernia inguinalis medialis (HIM).
Hernia inguinalis lateralis timbul karena adanya
kelemahan anulus internus sehingga organ-
organ dalam rongga perut (omentum, usus)
masuk ke dalam kanalis inguinalis dan
menimbulkan benjolan di lipat paha sampai
skrotum.
Sedangkan hernia ingunalis medialis timbul
karena adanya kelemahan dinding perut karena
suatu sebab tertentu. Biasanya terjadi pada
segitiga hasselbach.
Perbedaan HIL dan HIM
Sifat HIL HIM
Usia pasien Usia berapapun, terutama muda Dewasa, tua
Penyebab Didapat/ kongenital Didapat
Kelamin Laki lebih banyak Laki lebih banyak
Bentuk Lonjong Oval/ Bulat
Letak benjolan Diatas lig. Inguinale, dapat sampai ke
scrotum/labia
Diatas lig.inguinal, tidak sampai
skrotum/labium
Rangsang mengedan, batuk Benjolan keluar dari kraniolateral ke
kraniomedial
Langsung ke medial
Tes visibel Keluar lambat Keluar cepat
Tes oklusi Benjolan tidak keluar Benjolan keluar
Tes taktil Menekan ujung jari Pada sisi jari
Tes zieman Dorongan pada jari II Jari III
HIL dan HIM
Diagnostik
1. Anamnesis
Keluhan biasanya berupa benjolan di lipat paha
yang hilang timbul, muncul terutama pada
waktu melakukan kegiatan yang dapat
meningkatkan tekanan intra-abdomen seperti
mengangkat barang atau batuk, benjolan ini
hilang pada waktu berbaring atau dimasukkan
dengan tangan (manual).
2. Pemeriksaan Fisis

Ditemukan benjolan lunak di lipat paha di bawah
ligamentum inguinale di medial vena femoralis
dan lateral tuberkulum pubikum. Benjolan tersebut
berbatas atas tidak jelas, bising usus (+),
transluminasi (-)

3. Teknik pemeriksaan
Untuk membedakan HIL dan HIM
Pemeriksaan Visibel :
Setelah hernia tereposisi, pasien diminta untuk
mengedan, lalu perhatikan bentuk dan tempat
keluarnya benjolan.
Interpretasi :
HIL : Benjolan keluar dari kraniolateral ke
kraniomedial
HIM : benjolan keluar langsung ke medial

3. Teknik pemeriksaan
1. Pemeriksaan Finger Test
Interpretasi:
Bila impuls diujung jari berarti
Hernia Inguinalis Lateralis.
Bila impuls disamping jari
Hernia Inguinnalis Medialis.


Cont...
Pemeriksaan Ziemen Test
Interpretasi:
jari ke 2 : Hernia Inguinalis
Lateralis.
jari ke 3 : hernia Ingunalis
Medialis.
jari ke 4 : Hernia Femoralis
Cont...
Pemeriksaan Thumb Test
Interpretasi:
Bila keluar benjolan berarti
Hernia Inguinalis medialis.
Bila tidak keluar benjolan
berarti Hernia Inguinalis
Lateralis.

Diagnosa banding
1. Hidrokel
Hidrokel testis merupakan suatu penimbunan
atau tertumpuknya cairan serous diantara
kedua lapisan tunika vaginalis yang jumlahnya
melebihi dari normal.
2. Hernia femoralis
Hernia femoralis pada lipat paha merupakan
penonjolan kantong di bawah ligamentum
inguinal di antara ligamentum lakunare di medial
dan vena femoralis di lateral. Penderita dengan
hernia femoralis sering mengeluhkan nyeri tanpa
pembengkakan yang dapat di palpasi dalam lipat
paha. Nyerinya bersifat nyeri tumpul dan jika
telah terjadi obstruksi dapat menimbulkan
muntah dan gangguan konstipasi.
3. Limfadenopati inguinal
Limfadenopati merupakan pembesaran kelenjar
getah bening dengan ukuran lebih besar dari 1 cm,
yang biasanya menjadi bengkak dan lunak pada
daerah inguinal. Kelenjar getah bening yang
terinfeksi membesar dan biasanya lunak dan sangat
menyakitkan. Kadangkala, kulit di sepanjang
kelenjar yang terinfeksi tampak merah dan terasa
hangat
Penatalaksanaan
1. Konservatif
a. Reposisi reposisi dilakukan secara bimanual,
tangan kiri memegang isi hernia membentuk
corong sedangkan tangan kanan mendorongnya
kearah cincin hernia dengan tekanan lambat tapi
menetap sampai terjadi reposisi. Kemudian posisi
penderita dapat dilakukan dengan posisi
trendelenburg

b. Bantalan penyangga (sabuk Truss)
Pemakaian bantalan penyangga hanya bertujuan
menahan hernia yang telah direposisi dan tidak pernah
menyembuhkan sehingga harus dipakai seumur hidup.
2. Operatif

a. Herniotomi
b. Hernioplasti
c. Hernioraphy

Herniotomi dan Hernioplasti
Pada herniotomi dilakukan pembebasan
kantong hernia sampai ke lehernya, kantong
dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada
perlengketan, kemudian direposisi, Kantong
hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu
dipotong.
Pada hernioplastik dilakukan tindakan
memperkecil anulus inguinalis internus dan
memperkuat dinding belakang kanalis
inguinalis.

Herniorafi
Teknik herniorafi yang dilakukan oleh
basinni adalah setelah diseksi kanalis
inguinalis, dilakukan rekontruksi lipat paha
dengan cara mengaproksimasi muskulus
oblikus internus, muskulus tranversus
abdominis dan fasia tranversalis dengan
traktus iliopubik dan ligamentum inguinale,
teknik ini dapat digunakan pada hernia direk
maupun hernia inderek.
Teknik Basinni
Komplikasi
Komplikasi hernia bergantung pada keadaan isi hernia.
Isi hernia dapat tertahan di dalam kantong hernia pada
hernia irreponibilis, hal ini terjadi jika hernia terlalu
besar atau terdiri dari omentum, organ ekstraperitoneal,
atau hernia akreta. Di sini tidak timbul gejala klinik
kecuali berupa benjolan.
Dapat pula terjadi isi hernia tercekik oleh cincin hernia
sehingga terjadi hernia strangulata yang menimbulkan
obstruksi usus yang sederhana.
Prognosis
Prognosis biasanya cukup baik bila
hernia diterapi dengan baik. Angka
kekambuhan setelah pembedahan
kurang dari 3%.



TERIMA
KASIH