P. 1
LAPSUS Partus Prematurus Iminens.rtf

LAPSUS Partus Prematurus Iminens.rtf

|Views: 540|Likes:
Dipublikasikan oleh Diphda Satria
Diphda Satria
Diphda Satria

More info:

Published by: Diphda Satria on Oct 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2015

pdf

text

original

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

LAPORAN KASUS PARTUS PREMATURUS IMMINENS

Disusun untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik di Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa

Diajukan Kepada : Pembimbing : dr. Adi Rachmanadi, Sp.OG

Disusun Oleh : Diphda Satria Risolawati H2A009015

.... ........Kepaniteraan Klinik Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran – Universitas Muhhamdiyah Semarang Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa Periode 02 September – 09 November 2013 LEMBAR PENGESAHAN KOORDINATOR KEPANITERAAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI Presentasi kasus dengan judul : PARTUS PREMATURUS IMMINENS Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa Disusun Oleh: Diphda Satria Risolawati H2A009015 Telah disetujui oleh Pembimbing: Nama pembimbing Tanda Tangan Tanggal dr.............. Sp. Adi Rachmanadi.........................OG .... ......

20 WIB : 043248 – 2013 : Tn. Sp.002 BAB 1 IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama Pekerjaan Tanggal masuk Nomor CM Nama Suami Umur Agama : Ny. K-FER NIP. 1967 0502 1996 12.OG. DP : 20 tahun : perempuan : Tegal wuni 02/07 Banyubiru : islam : swasta : 26 September 2013 Pukul 08.Mengesahkan: Koordinator Kepaniteraan Obstetri dan Ginekologi dr.1. Hary Purwoko. EP : 21 tahun : Islam .

20 WIB : flek – flek coklat (sejak pukul 18. Pagi dibawa ke Bidan dan setelah dilakukan pemeriksaan dikatakan pembukaan 1 cm.Pekerjaan Kelompok pasien : swasta : JAMKESMAS RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Diambil dari Keluhan utama Keluhan tambahan : Autoanamnesa tanggal 26 September 2013 pukul 08. sebelum mengalami flek – flek pasien mengaku 4 hari yang lalu mengalami diare RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Riwayat Darah Tinggi : disangkal Riwayat Kencing Manis: disangkal Riwayat Asma Riwayat Jantung Riwayat Alergi Riwayat Mondok : disangkal : disangkal : disangkal : diakui ( pasien mengaku pernah dirawat di RSUD Ambarawa awal bulan September dengan keluhan terdapat kontraksi ) RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Riwayat Darah Tinggi : disangkal . pasien mengaku juga merasakan kenceng – kenceng namun masih jarang.00 tanggal 25 September 2013) : terdapat kenceng – kenceng namun masih jarang RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT Pasien datang rujukan dari Bidan dengan keluhan flek – flek sejak pukul 18. flek berwarna coklat.00 .

RIWAYAT KEHAMILAN SEKARANG Usia kehamilan HPL : 32 minggu : 22 November 2013 RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN G1P0A0 Pasien mengaku mengalami kesulitan di kehamilan yang pertama ini karena telah mengalami perawatan di RSUD Ambarawa sebelumnya. RIWAYAT KB Pasien mengaku tidak menggunakan KB .Riwayat Kencing Manis: disangkal Riwayat Asma Riwayat Jantung Riwayat Alergi RIWAYAT HAID Menarche Siklus Lama HPHT HPL : 15 tahun : 28 hari : ± 5 hari : 17 Februari 2013 : 22 November 2013 : disangkal : disangkal : disangkal RIWAYAT PERKAWINAN Menikah untuk yang pertama kali dengan suami yang sekarang dan sudah 1 tahun.

PEMERIKSAAN FISIK Kepala Mata Telinga Kesadaran Tanda Vital : Mesocephal : Simetris. murmur (-). PENATALAKSANAAN - : Baik : BJ I-II regular. sekret (-/-)Keadaan Umum : Compos Mentis : Tekanan Darah 110/80 mmHg Nadi 72 x/menit Suhu 37 °C Pernapasan 20 x/menit Hidung Tenggorok Leher Thoraks Abdomen Ekstremitas Obstetri : Sekret (-) : dbn : Tidak ada pembesaran KGB. varises (-). benjolan di leher (-) : Jantung Paru : Hati Limpa : TFU 33 cm HIS (+) jarang DJJ 136x/menit. turgor kulit baik Infus RL 20 tpm Pemeriksaan penunjang laboratorium darah lengkap . anemis (-/-). wheezing (-/-) : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembesaran : Edema (-). Letak memanjang Pemeriksan VT tidak dilakukan (di Bidan pembukaan 1 cm) DIAGNOSIS AWAL G1 P0 A0 Hamil 32 minggu. pu-ka. ikterik (-/-) : Simetris. ronkhi (-/-). gallop (-) : Suara napas vesikuler. suspect partus prematurus imminens. usia ibu 20 tahun. janin tunggal hidup intrauterine.

6 18.4 °C Pernapasan 22 x/menit Hari ke 2 27/9/2013 06.00 Tanda Vital : Tekanan Darah 90/70 mmHg Nadi 70 x/menit Suhu 36.00 Tanda Vital : Tekanan Darah 110/70 mmHg Nadi 80 x/menit HASIL 11.2 H 74.2 27.3 H 4.400 80 .00 NILAI RUJUKAN 12 .0 .Hasil Laboratorium Darah Rutin Hemoglobin (Hb) Leukosit Eritrosit Hematokrit Trombosit MCV MCH MCHC Limfosit% Monosit% Granulosit% Golongan Darah Cloting Time Bleeding Time Follow Up Hari ke 1 post partus 12.41 36.0 300 85.10 4.0 AB 4.4 32.90 27 .8 L 7.00 1.34 32 – 36 25 – 35 4–6 50 – 80 3-5 1–3 .4 37 .2 – 5.42 200 .16 4.00 Tanda Vital : Tekanan Darah 100/80 mmHg Nadi 100 x/menit Suhu 36 °C Pernapasan 22 x/menit 18.4 L 13.

Subjektif ( S ) Pasien datang pukul 7. Hari pertama haid terakhir pasien adalah tanggal 17 Februari 2013. G1P0A0. darah tinngi. hari perkiraan lahir bayi adalah tanggal 22 November 2013.Suhu 36 °C Pernapasan 24 x/menit 12. haid teratur setiap bulan (siklus 28 hari ). terdapat kenceng – kenceng tetapi jarang.00 Tanda Vital : Tekanan Darah 100/80 mmHg Nadi 80 x/menit Suhu 35. perkawinan sudah 2 tahun berjalan Pasien menyangkal memeliki penyakit kencing manis. alergi.00. usia kehamilan 32 minggu diantar suaminya rujukan dari Bidan. 4 hari yang lalu pasien mengeluhkan mengalami diare Riwayat kehamilan dan persalinan. Pasien mengaku pada bulan yang sama saat dirawat sekarang pernah mendapat perawatan di RSUD Ambarawa dengan keluhan flek – flek namun keadaan pasien membaik setelah mendapatkan perawatan . lamanya sekitar 5 hari. Sebelumnya. flek berwarna coklat. pasien baru hamil pertama kali.41 WIB. pasien baru menikah pertama kali dengan suami yang sekarang. Pagi harinya dibawa ke Bidan dan dilakukan pemeriksaan dalam dikatakan pembukaan 1 cm. menarche usia 15 tahun. Riwayat haid dari pasien.8 °C Pernapasan 20 x/menit BAB II ANALISIS KASUS 1. Riwayat perkawinan. dan asma. dengan keluhan terdapat flek – flek sejak pukul 18. jantung. usia kehamilan 32 minggu.

memanjang : teraba bulat. Objektif ( O ) Status obstetric : Tinggi Fundus Uteri : 33 cm HIS DJJ Leopold I II III IV : jarang : 136 x/menit (10-12-12) : teraba bulat.2. usia kehamilan 32 minggu. keras (kepala) : belum masuk pintu atas panggul VT : pembukaan 1 cm di Bidan 3. Assessment ( A ) G1P0A0. 20 tahun. Planning ( P ) - Pimpin persalinan jika pembukaan lengkap karena kehamilan tidak dapat dipertahankan dengan kemajuan pembukaan - Famarkologik : o o Ciprofoxaxin 3 x 1 tab Antalgin 3 x 1 tab . lunak (bokong) : teraba punggung kanan. janin tunggal hidup intrauterine dengan partus prematurus imminens 4.

.1 PARTUS PREMATUR IMMINENS Partus Prematur Iminens adalah persalinan pada usia kehamilan antara 20 – 37 minggu dan diikuti dengan dilatasi serviks yang progresif atau penipisan serviks kurang dari 37 minggu usia gestasi. Menurut Wibowo (1997) yang mengutip pendapat Herron.dkk..BAB III TINJAUAN TEORI 2. dengan interval kontraksi 5 hingga 8 menit atau kurang dan disertai dengan satu atau lebih tanda berikut: (1) perubahan serviks yang progresif (2) dilatasi serviks 2 sentimeter atau lebih (3) penipisan serviks 80 persen atau lebih. persalinan prematur adalah kontraksi uterus yang teratur setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum 37 minggu .

riwayat abortus pada trimester I lebih dari 2 kali. jarak hamil dan bersalin terlalu dekat. riwayat abortus pada trimester II lebih dari 1 kali. anomali uterus. umur kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun. Faktor resiko minor Penyakit yang disertai demam. operasi abdominal pada kehamilan preterm. perdarahan antepartum. hipertensi. Faktor resiko mayor Kehamilan multiple. berat badan lahir 1000 sampai 2500 gram.3 PATOFISIOLOGI . riwayat persalinan pretem sebelumnya. faktor pekerjaan yang terlalu berat.Menurut Mochtar (1998) partus prematurus yaitu persalinan pada kehamilan 28 sampai 37 minggu. dan iritabilitas uterus. Sedangkan menurut Manuaba (1998). ganguan pembuluh darah (perokok).  Faktor kehamilan Hamil dengan hidramnion. serviks mendatar/memendek kurang dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu. hidramnion. perdarahan pervaginam setelah kehamilan 12 minggu. komplikasi hamil seperti pre eklampsi dan eklampsi. merokok lebih dari 10 batang perhari. Dari beberapa pengertian partus prematurus diatas dapat disimpulkan bahwa partus prematurus iminen adalah adanya suatu ancaman pada kehamilan dimana akan timbul persalinan pada umur kehamilan yang belum aterm (28 sampai 37 minggu) atau berat badan lahir kurang dari 2500 gram. faktor predisposisi partus prematurus adalah sebagai berikut:  Faktor ibu Gizi saat hamil kurang.  Faktor janin Cacat bawaan. serviks terbuka lebih dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu.2 ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO a. ketuban pecah dini. riwayat operasi konisasi. b. jantung. riwayat pielonefritis. riwayat abortus pada trimester II. hamil ganda. 2. penyakit menahun ibu seperti. infeksi dalam rahim 2.

Cacat Kongenital . Faktor resiko minor adalah penyakit yang disertai demam. Bakteriologi Vagina 4. golongan ABO. Dua yang disebutkan terakhir merupakan prediktor paling kuat. riwayat abortus pada trimester I lebih dari 2 kali. Usia gestasi. Faktor resiko mayor adalah kahamilan multipel. Dilatasi serviks 2cm atau perubahan dilatasi pada waktu satu jam 4. USG untuk mengetahui 1. Pendataran serviks >50-80% b. merokok lebih dari 10 batang per hari. Amniosentesis : Surfaktan 5. riwayat abortus pada trimester II. hidramnion. anomali uterus. partus prematurus habitualis. HIS 1kali/10menit /selama 30detik 3. infeksi pelvis.Beberapa pemeriksaan dan faktor risiko dapat memperkirakan terjadinya partus prematurus. Partus prematurus dapat diperkirakan dengan mencari faktor resiko mayor atau minor. tes serviko vaginal fetal fibronectin. perdarahan pervagina. kontraksi. Kimia darah.faktor Rhesus 2. riwayat operasi konisasi dan iritabilitas uterus. dan ukuran servik yang pendek. antara lain ras kulit hitam.Jumlah Janin. Kriteria 1. perdarahan pervaginam pada kehamilan lebih dari 12 minggu. Pemeriksaan Laboratorium 1. Gas dan PH darah janin c. serviks terbuka lebih dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu. 2.besar janin.4 DIAGNOSIS a. indeks masa tubuh yang rendah. Urinalisis atau kultur Urin 3. operasi abdominal pada kehamilan preterm. riwayat abortus pada trimester II lebih dari 1 kali. kativitas Biofisik 2. bakterial vaginosis. riwayat persalinan preterm sebelumnya. Darah rutin. Pasien tergolong resiko tinggi bila dijumpai 1 atau lebih faktor resiko mayor atau bila ada 2 atau lebih faktor resiko minor atau bila ditemukan keduanya. Usia gestasi 22-36 2. riwayat pielonefritis.

preeklampsia berat ) 2) Penyakit jantung atau paru (misal Edema paru . Frekuensi dan kekuatan kontraksi 2. CTG guna menilai 1. plasenta previa . Faktor Maternal 1) Penyakit hipertensi dalam kehamilan yang berat ( misal eksaserbasi akut hipertensi kronik eklampsia.6 KONTRAINDIKASI MENGHENTIKAN PROSES PERSALINAN PRETERM a. DIC ) b. Kontraksi uterus dengan atau tanpa rasa sakit b. Rasa berat dipanggul c. Keluarnya cairan pervaginam e. Solusio plasenta. Kesejahteraan Janin 2. takiaritmia) 3) Dilatasi servik sudah > 4 cm 4) Perdarahan pervaginam ( misal.5 TANDA DAN GEJALA Partus prematurus iminen ditandai dengan : a. Faktor Janin 1) Bayi mati atau anomali kongenital yang lethal 2) Fetal distress 3) Infeksi intra uterine ( korioamnionitis ) . Nyeri punggung Gejala diatas sangat mirip dengan kondisi normal yang sering lolos dari kewaspadaan tenaga medis 2.3. penyakit katub jantung. Volume cairan tuba dan kelainan Uterus d. Letak dan Maturasi Plasenta 4. Kejang uterus yang mirip dengan dismenorea d. ARDS.

pendataran 50-80 persen atau lebih. Tanya dan cari gejala yang termasuk faktor risiko mayor dan minor d. tujuan utama adalah bagaimana mengetahui dan menghalangi terjadinya persalinan prematur. intensitas dan frekuensi kontraksi meningkat saat pasien melakukan aktivitas. c. b. Usia kehamilan antara 20 samapi 37 minggu e. Menurut Mansjoer (2000) manifestasi klinik persalinan pretem adalah: a. Pada fase aktif. pembukaan 2 cm atau lebih. cara edukasi pasien bahkan dengan monitoring kegiatan di rumah tampaknya tidak memberi perubahan dalam insidensi kelahiran prematur.4) Gawat janin berkaitan dengan usaha mempertahankan kehamilan 5) TBJ > 2500 gram 6) Eritroblastosis fetalis 7) PJT berat 2. f. b. Kontraksi uterus yang teratur sedikitnya 3 sampai 5 menit sekali selama 45detik dalam waktu minimal 2 jam . Mengukur panjang serviks dengan vaginal probe USG: panjang servik kurang dari 2 cm pasti akan terjadi persalinan prematur.7 PENILAIAN KLINIK Menurut Saifuddin (2001). Taksiran berat janin sesuai dengan usia kehamilan antara 20 sampai 37 minggu. kriteria persalinan prematur antara lain kontraksi yang teratur dengan jarak 7-8 menit atau kurang dan adanya pengeluaraan lender kemerahan atau cairan pervaginam dan diikuti salah satu berikut ini : a.8 PENCEGAHAN . Presentasi janin abnormal lebih sering ditemukan pada persalinan preterm 5. Pada periksa dalam.

Melakukan konsultasi terhadap penyakit yang dapat menyebabkan kehamilan dan persalinan preterm. Melakukan pengawasan hamil dengan seksama dan teratur b. Umur kehamilan. cukup lemak . Jangan kawin terlalu muda dan jangan pula terlalu tua (idealnya 20 sampai 30 tahun). Cuti hamil f. d. Pakailah kontrasepsi untuk menjarangkan anak 2.a. Perbaiki keadaan sosial ekonomi c. Partus prematurus menurut Mochtar (1998) dapat dicegah dengan mengambil langkahlangkah berikut ini : a. memperhatikan tentang berbagai kelainan yang timbul dan sgera melakukan konsultasi. Adapun hal yang perlu diketahui dalam penanganan umum persalinan preterm adalah : a. Berikan makanan ibu yang baik. Cegah infeksi saluran kencing d. b.9 PENANGANAN UMUM Prinsip penanganan Persalinan preterm lakukan evakuasi keadaan umum ibu . dan protein e. menganjurkan untuk pemeriksaan tambahan sehingga secara dini penyakit ibu dapat diketahui dan diawasi / diobati. upayakan melakukan konfirmasi umur kehamilan bayi. 1998). Meningkatakan keadaan sosial – ekonomi keluarga dan kesehatan lingkungan (Manuaba. Memberikan nasehat tentang gizi saat kehamilan. karena lebih bisa dipercaya untuk penentuan prognosis daripada berat janin. Prenatal care yang baik dan teratur g. meningkatkan pengertian KB-interval. c. Demam atau tidak . b.

kelainan kongenital dan sebagainya dengan USG) d. letak / presentasi. hidup/gawat janin/mati. Tokolitik . letak.10 PENATALAKSANAAN a.TB) Hidup/gawat janin/mati. taksiran berat janin. Bedrest b. 2. Tentukan kemungkinan penanganan selanjutnya (ada 3) 1) Pertahankan Janin hingga kelahiran aterm 2) Tunda persalinan 2-3 hari untuk memberikan obat pematangan paru janin 3) Biarkan terjadi persalinan Penataklaksanaan belum dalam persalinan : a. Deteksi dan management faktor Resiko c. Fasilitas dari petugas yang mampu menangani calon bayi terutama adanya seorang neonatologis.c. 2002).atau kelainan Kongenital dll 4) Letak plasenta : perlukah SC 5) Kesiapan Untuk Menangani bayi prematur b. Segera lakukan penilaian tentang 1) Usia gestasi ( untuk prognosis) 2) Demam ada/tidak 3) Kondisi janin (jumlah. bila perlu dirujuk (Saifuddin. Letak plasenta perlu diketahui untuk mengantisipasi irisan sectio cesarea e. Kondisi janin (jumlahnya.

Buatlah episiotomi medialis d. Kalau persalinan perlu diselesaikan. Berikan kortikosteroid untuk memperbaiki kematangan paru janin b.500 gram (Mansjoer.11 CARA PERSALINAN Lakukan persalinan pervaginam bila janin presentasi kepala atau dilakukan episiotomy lebar dan lakukan perlindungan forceps terutama pada kehamilan 35 minggu. pilihlah forceps diatas ekstraksi vakum e.Monitor keadaan janin dan ibu (nadi. Jangan memecah ketuban sebelum pembukaan lengkap c. Pimpinan partus prematurus bertujuan untuk menghindari trauma bagi anak yang masih lemah : a. balance cairan . Pemberian obat-obatan tokolitik (salbutamol. gawat janin dengan syarat partus pervaginam tidak terpenuhi . Ibu masuk rumah sakit (rawat inap).Nifedipin. lakukan evaluasi terhadap his dan pembukaan dan tindakan sebagai berikut: a. 2002). Partus tidak boleh berlangsung terlalu lama tapi sebaliknya jangan pula terlalu cepat b. tekanan darah. 2. janin letak lintang. 2002).Kemungkinan obat-obat tokolitik hanya berhasil sebentar tapi penting untuk dipakai memberikan kortikosteroid sebagi induksi maturasi paru bila usia gestosis kurang dari 34 minggu. Nitrat) tidak lebih dari 48 jam. pengeluaran cairan ketuban atau darah pervaginam. Berikan 2 dosis betamethason 12 mg IM selang 12 jam (atau berikan 4 dosis deksamethason 5 mg IM selang 6 jam) c. kontraksi uterus. tanda distres nafas. Lakukan persalinan dengan seksio sesarea bila janin letak sunggsang . placenta previa dan taksiran berat janin 1. DJJ. Jangan menggunakan narcose . Steroid tidak boleh diberikan bila ada infeksi yang jelas. gula darah) (Saifuddin.MgSo4.

Sindroma gangguan pernapasan. Tali pusat secepat mungkin digunting untuk menghindarkan ikterus neonatorum yang berat (Sastrawinata . 2002). d. 1500 sampai 2.000 gram lebih dari 90 persen dan 1. Pendarahan otak ini menyebabkan bayi prematur tumbuh menjadi anak yang relatif kurang cerdas. 1984). Prematurnya masa gestasi akan dapat mengakibatkan ketidakmatangan pada semua sistem organ. sistem pencernaan dan sistem saraf pusat (otak). Ini menyebabkan paru-paru tidak dapat berkembang sempurna. c. Anemia dan infeksi .f. terutama pada bayi premature yang lahir kurang dari 34 minggu.12 PROGNOSIS Pada pusat pelayanan yang maju dengan fasilitas yang optimal. e. Ketidakmatangan pada sistemsistem organ itulah yang membuat bayi prematur cenderung mengalami kelainan dibandingkan bayi normal. Kelainan usus Ini disebabkan akibat imaturitas atau kurang mampu dalam menerima nutrisi.500 gram mempunyai harapan hidup lebih dari 97 persen. b. dibanding anak yang lahir normal. Kelainan itu bisa berupa : a. Kelainan jantung Yang sering terjadi adalah Patent Ductus Arteriosus. Baik itu pada sistem pernapasan (organ paru-paru). bayi yang lahir dengan berat 2.500 gram sebesar 65-80 persen (Mansjoer.000 sampai 1. sehingga jumlah surfaktan (cairan pelapis paru-paru) kurang dari normal. Kelainan ini terjadi karena kurang matangnya paru-paru. system peredaran darah (jantung).000 sampai 2. 2. yaitu adanya hubungan antara aorta dengan pembuluh darah jantung yang menuju paru-paru. Perdarahan otak Biasanya terjadi pada minggu pertama kelahiran.

Jakarta : EGC. No. Seperti mudah dingin. Jakarta : EGC. Mufdillah. S. Elstar Offset. Ilmu Kebidanan. Manuaba. Sinopsis Obstetri. mudah infeksi karena sensor otaknya belum sempurna. Ilmu Kebidanan. Dampak Infeksi Genital Terhadap Persalinan Kurang Bulan. M. Jogjakarta : Nuha Medika. 2004. Rustam. lupa napas. 2006. Obstetri Patologi. 145 Tahun 2004. FKUI : Media Aesculapsius. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. 2008. 2007) DAFTAR PUSTAKA Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Masjoer. 2001. Ida Bagus Gde.pd. membuat bayi premature menghadapi berbagai masalah. . S. pengosongan lambung terhambat (refluks). Prawirohardjo. Cermin Dunia Kedokteran. Cermin Dunia Kedokteran No. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. dkk. Mochtar. SR. Panduan Asuhan Kebidanan Ibu Hamil . kuning dan kebutaan (Rinawati.SiT. 151. Risiko Partus Prematurus Iminen pada Kehamilan dengan Infeksi Saluran Kemih. Arif dkk. 1998. Kapita Selekta Kedokteran. Bandung Krisnadi. Sarwono. Bagian Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan FK Udayana RS Sanglah Denpasar. 1998.Belum matangnya fungsi semua organ tubuh.Sc. 1984. Nuada I.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->