Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.1.1. Prospek Pasar
Dengan perkembangan zaman dan teknologi maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam
memilih dan membeli makanan, karena pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan
menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Sebagian masyarakat kelas bawah, memilih
makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah. Dua hal inilah yang menjadi
prioritas utama mereka dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan
yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami bermaksud untuk membuat
makanan yang memiliki rasa yang enak dengan harga yang cukup murah dan aman untuk
dikonsumsi karna tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya, serta memiliki kandungan
gizi yang cukup.

Dari uraian diatas maka sangat potensial bila kami mengembangkan usaha roti bakar ini,
karena sebagian dari masyarakat sangat menyukai roti bakar karena rasanya yang enak, gurih
dan nikmat. Roti bakar ini memiliki beraneka ragam rasa, sehingga konsumen dapat memilih
rasa yang sesuai dengan kesukaan mereka. Selain itu, roti bakar ini dapat dinikmati oleh
semua usia. Jadi, siapapun bisa untuk mengkonsumsi roti bakar ini baik orang yang sudah tua
maupun orang muda. Roti bakar ini dapat dinikmati dalam kondisi apapun, baik malam hari
maupun pagi hari. Roti ini akan lebih enak apabila dimakan sambil minum kopi ataupun teh,
terlebih ketika cuaca terasa dingin maka roti bakar sangat cocok sebagai makanan penghangat
tubuh.

1.1.2. Rencana Bisnis

Berdasarkan uraian diatas, maka kami optimis dan mengambil kesimpulan untuk
mengembangkan usaha roti bakar yang telah kami miliki. Dengan adanya program ini, maka
kami bermaksud untuk memperluas dan mengembangkan usaha ini, namun untuk
merealisasikan niat tersebut kami membutuhkan modal terutama modal Finansial untuk
mengembangkan usaha tersebut, melalui Program Pelajar Wirausaha (PPW) SMK Negeri
1 Lumajang, kami berharap pihak SMK Negeri 1 Lumajang dapat memberikan modal yang
kami butuhkan dalam pengembangan usaha ini.

Dengan perkembangan usaha ini kami juga berharap dapat membantu mereka yang
membutuhkan pekerjaan, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang. Dan apabila kami
telah berhasil dalam mengembangkan usaha ini dengan memiliki banyak grobak roti bakar
yang tersebar dimana-mana, maka kami mempunyai rencana untuk mendirikan pabrik
pembuatan roti bakar sendiri. Sehingga kebutuhan akan roti yang kami perlukan untuk
grobak kami dapat terpenuhi dan tak harus memesan dengan orang lain. Selain itu, kami juga
dapat memasok kebutuhan akan roti terhadap pedagang roti bakar yang lain. Untuk
mewujudkan niat ini, kami menerapkan sistem menabung yaitu dengan menyisihkan sebagian
penghasilan dari grobak roti bakar yang ada.
2


1.1.3. Manfaat Usaha
a. Manfaat Ekonomi
Usaha roti bakar ini cukup menjanjikan, karna keuntungan yang didapat cukup besar.
Kami menawarkan dan memberikan kemudahan bagi pelanggan dengan memberikan
harga yang murah tapi dengan produk yang tidak murahan dengan kata lain kualitas
produk selalu dijaga dan dijamin kesehatannya. Dengan usaha ini diharapkan dapat
memberikan keuntungan.
b. Manfaat Sosial
1. Bagi Pemilik
Dengan melihat peluang ini, diharapkan usaha ini dapat berkembang ke berbagai
daerah bahkan ke luar negri. Usaha roti bakar ini cukup menjanjikan bagi kita, karna
masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum menikmati enaknya roti bakar
ini, sehingga kita dapat memasarkannya ke daerah tersebut. Keuntungan yang dapat
diperoleh oleh pemilik usaha yaitu dapat menjadikan sebagai pengalaman dalam
berbisnis. Serta dapat menjadi pembelajaran dalam menjalankan bisnis-bisnis yang lain
yang lebih besar. Pembelajaran yang diperoleh seperti bagaimana cara melayani
konsumen, serta bagaimana supaya karyawan menjadi senang dengan kebijakan yang
kita tetapkan, dan lain sebagainya.

2. Bagi Masyarakat
Dengan adanya roti bakar ini, dapat menjadi alternative bagi masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan makanan mereka. Selain itu juga secara tidak langsung dapat
membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, karna apabila
usaha ini telah berkembang maka membutuhkan tenaga kerja untuk membantu dalam
kelancaran usaha.

1.1.4. Tujuan Usaha
- Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
- Menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan kewirausahaan dalam melakukan
kegiatan usaha.
- Mewujudkan kemampuan dan kemantapan dalam berwirausahaan untuk meningkatkan
kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
- Membudayakan semangat, sikap, prilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan
mahasiswa dan masyarakat yang mampu di andalkan dan terdepan dalam berwirausaha


1.1.5. Visi
Menciptakan sebuah usaha yang unggul dengan kualitas yang terbaik.

1.1.6. Misi
- Memberikan kualitas yang terbaik
- Memberikan pelayanan yang terbaik


3

RINGKASAN USAHA

A. Biodata Pemilik
Nama Pemilik : Nida Firdausi
Alamat : Jln. Raya krajan barat Labruk kidul No.62 Lumajang
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/Tanggal lahir : Lumajang, 03 Mei 1997
Agama : Islam
Nomor Telepon : 0877524000467
e-mail : Nida.firdausi@gmail.com
Pengalaman : Jualan Roti Bakar

B. Manajemen
Nama Usaha : Roti Bakar Khas Lumajang
“SETETES TAPI BENING”
Nama Pemilik : Nida Firdausi
Bidang Usaha : Makanan
Bentuk Usaha : Perseorangan

C. Pemasaran
Produk yang Dipasarkan : Roti
Sasaran Konsumen/Pembeli : Seluruh Masyarakat
Wilayah Pemasaran : Lumajang dan sekitarnya
Rencana Penjualan/Bulan : 450 bungkus roti bakar/Bulan
Penetapan Harga Jual : Paling rendah Rp 8.000,- / bks










4

BAB II
USAHA YANG DIAJUKAN

2.1. Produk
Produk yang kami tawarkan dalam usaha ini kepada konsumen memiliki berbagai macam
rasa yang dimiliki, seperti :
- Coklat
- Kacang
- Keju
- Strowberry
- Nanas
- Blueberry
- Srikaya
Dengan memiliki berbagai macam rasa tersebut maka masyarakat dapat memilih rasa yang
mereka inginkan sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Produk yang kami
berikan tidak menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya seperti pormalin,
wantek, dll, sehingga baik untuk dikonsumsi oleh konsumen dan tidak merusak kesehatan.

2.2. Analisis SWOT
Adapun analisis SWOT terhadap bisnis ini adalah sebagai berikut:
1. Strengths (Kekuatan)
a. Penyajian dari roti bakar ini sangatlah sederhana tanpa memerlukan banyak waktu dalam
penyajiannya.
b. Harga dari roti bakar ini cukup murah, sehingga dapat terjangkau oleh semua kalangan
masyarakat/konsumen.
c. Roti bakar khas bandung yang kami sajikan ini memiliki rasa yang lebih nikmat dan
gurih, karna kualitas dan kebersihannya selalu kami utamakan.
d. Karna roti bakar ini mempunyai banyak rasa, sehingga konsumen dapat memilih rasa
yang sesuai dengan selera mereka masing-masing.
e. Perlengkapannya mudah di dapatkan.

2. Weakness (Kelemahan)
a. Faktor tempat juga sangat mempengaruhi kelancaran usaha ini, karna apabila tempatnya
kurang ramai maka permintaan akan sedikit.
b. Permintaan dari konsumen biasanya akan menurun, jika keaadaan cuaca sedang buruk.
c. Faktor kenaikann dari harga sembako juga dapat mengurangi permintaan dari
konsumen.
3. Opportunities (Peluang / kesempatan)
a. Melihat banyaknya masyarakat yang membutuhkan makanan terutama pada malam
hari, sehingga roti bakar bisa menjadi alternatif sebagai makanan pengganti makanan
pokok/cemilan.
5

b. Sebagian besar penjual roti bakar yang ada hanya menawarkan rasa yang umum seperti
rasa coklat, kacang, keju, srikaya, strawberry, blueberry dan nanas, maka saya
bermaksud untuk memberikan rasa yang baru yaitu rasa Durian. Dengan rasa tersebut
masyarakat yang mempunyai suka mengkonsumsi durian tidak perlu menunggu musim
durian tiba, sehingga cukup membeli roti bakar dengan rasa durian.
c. Karna roti bakar ini bisa dinikmati oleh semua usia dari yang muda sampai yang tua,
maka pasar sasarannya mencakup semua kalangan masyarakat.
4. Threats (Ancaman)
Melihat dari bnyaknya permintaan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan makanan
terutama roti bakar ini, maka persaingan dalam menjalankan usaha ini pun cukup banyak.
Dan apabila pelayanan dan kualitas yang kita berikan kepada konsumen kurang
memuaskan, maka konsumenpun akan merasa kecewa, sehingga usaha ini akan terancam
bangkrut. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka kami dalam menjalankan usaha ini
akan selalu memberikan pelayanan dan kualitas produk yang terbaik kepada semua
konsumen kami. Kualitas produk yang baik dan pelayanan yang terbaik menjadi prioritas
utama kami dalam menjalankan usaha ini.
2.3. Marketing Plan (Rencana Pemasaran)
2.3.1. Target Pasar
Usaha ini berlokasi di tempat-tempat yang strategis dan di pinggir-pinggir jalan utama,
seperti jalan kol H. Burlian, jalan Tanjung siapi-api, jalan Demang lebar daun, dan
lintas timur. Tempat-tempat lokasi tersebut yang banyak di lewati oleh masyarakat,
baik masyarakat lokal maupun non lokal sehingga usaha kami ini mudah untuk dikenal
oleh masyarakat. Yang menjadi target pasar kami yaitu masyarakat sekitar dan
masyarakat pengguna jalan tempat usaha kami berdiri.


2.3.2. Pesaing
Terdapat banyak pesaing dari usaha ini, akan tetapi di sinilah kreatifitas kita bagaimana
cara kita menarik konsumen agar dapat membeli produk kita tanpa membuat pesaing
kita merasa tidak senang dengan tindakan kita. Namun kekeluargaan harus tetap selalu
terjaga antara pesaing dan menciptakan persaingan yang sehat tanpa menjatuhkan
pesaing. Dengan cara mentaati peraturan dan undang-undang pasar yang telah di
tetapkan.

2.3.3. Sasaran Pembeli
Dalam menjalankan usaha ini sasaran pembeli kami yaitu mencakup semua kalangan
masyarakat, baik kalangan bawah, kalangan menengah dan kalangan atas. Dari semua
kalangan tersebut sebagian besar mampu untuk membeli produk yang kami tawarkan,
karna harga yang kami berikanpun cukup terjangkau untuk semua kalangan. Harga yang
kami berikan yaitu mulai dari Rp10.000 sampai dengan Rp15.000.

2.4. Strategi Pemasaran
Adapun strategi pemasaran yang dapat kami lakukan adalah:
1. Dari mulut ke mulut
6

Promosi ini merupakan promosi yang paling sederhana, serta tidak memerlukan banyak
biaya untuk melakukan promosi ini. Cukup dengan bercerita dengan teman-teman kita
atau keluarga untuk mempromosikan usaha kita, sehingga secara tidak langsung semua
konsumen/masyarakat akan mengetahui usaha kita. Dan apabila usaha kita sudah
diketahui dan disukai, maka konsumen tersebut akan memberitahukan kepada orang lain
untuk membeli roti bakar di tempat kita.

2. Dengan media Internet
Selain promosi dari mulut ke mulut, maka promosi juga dapat dilakukan dengan
menggunakan media internet, seperti dapat melalui facebook, twitter, blog,dll. Karna
sebagian besar masyarakat telah menggunakan media internet, sehingga masyarakat
dapat mengetahui usaha kita,

3. Pengembangan Pasar
Selain melakukan berbagai strategi pemasaran produk seperti diatas,selanjutnya untuk
mempromisikan usaha ini bisa menambah pasar baru untuk memperluas jangkauan yang
sudah dimiliki. Dalam hal ini, dapat dengan memperluas usaha roti bakar ini ke daerah-
daerah lain, dengan harapan usaha ini akan lebih dikenal oleh masyarakat dan juga dapat
menambahkan pendapatan serta dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan
memperkerjakan karyawan yang baru.

4. Pengembangan Produk
Mengembangkan dari usaha ini dapat menambahkan rasa yang mungkin tidak ada di
pesaing lain, seperti rasa durian dengan harga yang terjangkau, yang memberikan nilai
lebih dimata para konsumen. Sehingga jangkauan pasar mililiki semakin luas, dan tingkat
loyalitas konsumen pun setiap harinya kian meningkat. Kami juga menerima pemesanan
pada acara-acara arisan, ulang tahun, dan juga acara rapat pada perusahaan.

5. Langkah-langkah promosi
Untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang kami tawarkan kami
mempunyai cara-cara tertentu, adapun cara tersebut yaitu:
a. Pada malam minggu kami akan memberikan potongan harga kepada konsumen yang
membeli roti dengan harga diatas Rp 8.000,- maka, akan kami berikan diskon sebesar
10%.
b. Apabila konsumen membeli roti bakar diatas 4 bungkus, maka kami akan
menetapkan semua harga yang mereka pesan dengan harga yang paling rendah yaitu
Rp8.000,-
c. Selain itu, apabila konsumen membeli roti bakar diatas 8 bungkus, maka kami akan
menetapkan semua harga yang mereka pesan dengan harga yang paling rendah yaitu
Rp8.000,- dan memberikan gratis satu bungkus roti bakar.





7

2.5. Production Plan (Rencana Produksi)
a. Harga
Adapun produk yang kami tawarkan memiliki harga yang bervariasi tergantung dari rasa
yang diinginkan oleh konsumen, karna macam-macam dari rasa tersebut tidak sama.
Adapun daftar harga yang kami tetapkan adalah sebagai berikut:

1 Nanas + Strawbery Rp. 8.000
2 Nanas + Nanas Rp. 8.000
3 Strawbery + Strawbery Rp. 8.000
4 Kacang + Kacang Rp. 10.000
5 Kacang + Strawbery Rp. 8.000
6 Kacang + Nanas Rp. 8.000
7 Kacang + Blueberry Rp. 8.000
8 Coklat + Coklat Rp. 10.000
9 Coklat + Strawbery Rp. 8.000
10 Coklat + Nanas Rp. 8.000
11 Coklat + Kacang Rp. 16.000
12 Blueberry + Strawbery Rp. 8.000
13 Blueberry + Nanas Rp. 8.000
14 Blueberry + Blueberry Rp. 8.000
15 Blueberry + Coklat Rp. 9.000
16 Srikaya + Srikaya Rp. 10.000
17 Srikaya + Strawbery Rp. 8.000
18 Srikaya + Blueberry Rp. 8.000
19 Srikaya + Nanas Rp. 8.000
20 Srikaya + Kacang Rp. 10.000
21 Srikaya + Coklat Rp. 10.000
22 Keju + Coklat Rp. 10.000
23 Keju + Kacang Rp. 8.000
24 Keju + Strawbery Rp. 8.000
25 Keju + Nanas Rp. 8.000
26 Keju + Blueberry Rp. 8.000
27 Keju + Srikaya Rp. 10.000
28 Keju + Keju Rp. 10.000
29 Komplit Rp. 13.000

b. Kontrol Kualitas Produk
Dalam mengontrol kualitas produk dari usaha ini agar dapat di konsumsi oleh konsumen
dengan baik, maka dilakukan pengecekan setiap hari terhadap rasa –rasa dan roti yang
ada. Agar para konsumen tidak mendapatkan produk yang tak layak jual.

SDM Pendukung
Untuk mendukung kelangsungan usaha ini dibutuhkan beberapa elemen Sumber Daya
Manusia (SDM) yang terkait didalamnya. Adapun Sumber Daya (SDM) yang terlibat
dalam kelangsungan usaha ini, yaitu:


8

1. Distributor
Agar usaha ini dapat bertahan dan berjalan dengan baik, maka kami melakukan
kerjasama dengan distributor-distributor roti bakar , sehingga bahan-bahan dari roti
bakar ini mudah didapatkan. Distributor merupakan orang yang memasok barang-
barang yang kami butuhkan seperti pabrik roti.

2. Tenaga Kerja
Dalam bisnis jualan roti bakar ini kita tidak memerlukan sumber daya manusia yang
ahli dan skill yang khusus seperti sarjana dll, akan tetapi yang diperlukan adalah
orang yang mau bekerja secara tekun / telaten, sabar, kerja keras dan tidak gengsi
karena ini merupakan pekerjaan remeh menurut pandangan masyarakat tertentu.

3. Masyarakat Sekitar
Selain SDM dari distributor dan tenaga kerja selanjutnya masyarakat juga berperan
penting dalam kelancaran usaha ini, karna kita juga harus memiliki hubungan baik
dengan masyarakat setempat, karna apabila kita tidak mempunyai hubunga baik
maka bisa saja usaha kita tidak disenangi sehingga dapat terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Sehingga disinilah kita sebagai wirausaha harus mempunyai sikap yang
baik dan jujur terhadap siapa saja.






















9


BAB III
ANALISIS KEUANGAN

3.1. Biaya Awal


Nomor

Nama Barang

Harga

Jumlah

Keterangan
1. Grobak Rp 3.200.000 1








Dapat di gunakan
dalam jangka waktu
yang panjang.



2. Kompor Rp 250.000 1
3. Tabung Gas 3 kg Rp 170.000 1
4. Besi Panggangan Rp 300.000 1
5. Alat Pembakar Rp 50.000 2
6. Alat Pemotong Rp 82.000 2
7. Top Les Rp 100.000 7
8. Lap Tangan Rp 30.000 3
9. Kotak Sampah dan Ember Rp 30.000 2
10. Bola Lampu Rp 100.000 3
11. Kabel Rp 50.000 1
12. Saklar lampu Rp 40.000 1
13. Merek Usaha/banner Rp 100.000 2 m
14. Roti Rp 60.000 20 Bungkus




Dalam jangka
pendek (Maksimal
5 hari)
15. Rasa-Rasa
1. Nanas
2. Keju
3. Strowberry
4. Blueberry
5. Kacang
6. Coklat
7. Srikaya
8. Margarin
9. Susu


Rp 12.000
Rp 18.000
Rp 12.000
Rp 15.000
Rp 20.000
Rp 16.000
Rp 20.000
Rp 16.000
Rp 9.000

1 kg
1 kotak
1 kg
1 kg
1 kg
1 kg
1 Bungkus
1 kg
1 Kaleng


TOTAL UNTUK MODAL AWAL

Rp 4.700.000





10



3.2. ANALISIS RISIKO BISNIS

- Modal Awal 5.000.000,-
Pendapatan
- Penjualan permalam rata-rata sebanyak 15 Bungkus,
- Harga rata-rata: Rp 11.500 X 15 = Rp 172.500,-
- Jadi, penghasilan bruto semalam = Rp 172.500,-

- Laba Kotor
Harian Rp 172.500,-
Bulanan Rp 5.175.000,-
- Biaya Operasional/bulan
Gaji Karyawan Rp 600.000,-
Biaya Transportasi Rp 200.000,-
Biaya Sewa Tempat Rp 200.000,-
*Biaya Bahan Rp 2.250.000,-
Total Biya Operasional Rp 3.250.000,-
- Laba Bersih/bulan Rp 1.925.000,-
Break Even Point ( BEP) = Modal Awal/LB(bulan)
= 4.700.000,- : 1.925.000,-
= 2,5 Bulan

*Biaya bahan yaitu modal yang ditaksirkan dalam pembuatan satu bungkus roti bakar.
Perhitungannya yaitu:
- Harga satu bungkus roti Rp3.000,-
- Modal dari rasa dan susu yang diberikan dalam satu bungkus roti bakar yang sudah
dibakar ditaksirkan sekitar Rp2.000,-
- Jadi, Biaya Bahan yaitu: Rp3.000,- + Rp2.000,- = Rp 5.000,- /bungkus
- Biaya bahan/bulan = 30 x 15 x Rp 5.000,- = Rp 2.250.000,-

3.3. LABA RUGI

KETERANGAN TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3
A. LABA KOTOR 62.100.000 68.100.000 74.100.000
B. BIAYA-BIAYA

 Biaya gaji karyawan
7.200.000 7.800.000 8.400.000
 Biaya transportasi
2.400.000 2.400.000 2.400.000
11

 Biaya sewa tempat
2.400.000 2.400.000 2.400.000
 Biaya bahan
27.000.000 28.000.000 29.000.000
TOTAL BIAYA 39.000.000 40.600.000 42.200.000
E. LABA BERSIH 23.100.000 27.500.000 31.900.000

3.4. ARUS KAS
PROYEKSI ARUS KAS
( dalam Rp )
Keterangan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
A. Penerimaan
 Penerimaan Pinjaman 5.000.000
 Pendapatan 62.100.000 68.100.000 74.100.000
Total Penerimaan 67.100.000 68.100.000 74.100.000
B. Pengeluaran
 Pembelian Peralatan 5.000.000 1.500.000 1.000.000
 Biaya gaji 7.200.000 7.800.000 8.400.000
 Biaya Transportasi 2.400.000 2.400.000 2.400.000
 Biaya Pemasaran 500.000 400.000 300.000
 Biaya Bahan 27.000.000 28.000.000 29.000.000
 Biaya Sewa Tempat 2.400.000 2.400.000 2.400.000
Total Pengeluaran 44.500.000 42.500.000 43.500.000

Selisih kas 22.600.000 25.600.000 30.600.000
Saldo kas awal 0 22.600.000 48.200.000
Saldo kas akhir 22.600.000 48.200.000 78.800.000

3.5. NERACA

PROYEKSI NERACA
( dalam Rp. )
Keterangan Tahun
1
Tahun
2
Tahun
3
1. AKTIVA
A. Aktiva Lancar
- Kas
- Piutang


22.600.000
-


48.200.000
-


78.800.000
-
12

- Persediaan
Total Aktiva Lancar

B. Aktiva Tetap
- Tanah
- Bangunan ( Sewa )
- Mesin dan peralatan
- Investasi
- Kendaraan
- Dan Lain-lain
Total Aktiva Tetap
Akumulasi Penyusutan
Nilai Buku Aktiva Tetap

C. Investasi Pra-operasi
Akumulasi amortisasi
Nilai Buku Aktiva Tak Berwujud
Total Aktiva (A+B+C)
-
22.600.000


-
-
5.000.000
-
-
-
5.000.000
-
-

-
-
-
27.600.000
-
48.200.000


-
-
5.000.000
-
-
-
5.000.000
-
-

-
-
-
53.200.000
-
78.800.000


-
-
5.000.000
-
-
-
5.000.000
-
-

-
-
-
83.800.000
2. KEWAJIBAN DAN MODAL
A. Kewajiban Lancar
- Kewajiban Dagang
- Kredit Modal Kerja
Total Kewajiban Lancar

B. Kewajiban Jk. Panjang
Kredit Investasi
Total Kewajiban Jk. Panjang

C. Modal
- Modal Sendiri
- Laba Periode Lalu
- Laba
Total Modal
Total Kewajiban dan Modal
(A+B+C)


-
-
-

-
-
-


1.000.000
-
23.100.000
24.100.000
24.100.000


-
-
-

-
-
-


10.000.000
-
27.500.000
37.500.000
37.500.000



-
-
-

-
-
-


20.000.000
-
31.900.000
51.900.000
51.900.000

ROI = (laba / total aktiva) x 100% 83,69 % 51,69% 38,06%
















13

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Dengan selesainya penyusunan proposal usaha ini saya dapat menarik kesimpulan bahwa
dalam pembuatan/penyusunan proposal usaha hendaknya kita harus mengumpulkan data-data yang
valid dan selengkap mungkin agar dalam penyusunan proposal usaha kita tidak mengalami
kesulitan.Dan dengan ada nya tugas penyusunan proposal ini saya dapat mengetahui cara mengelola
usaha roti bakar dengan baik


SARAN
Semoga proposal ini dapat memberi motivasi wirausahawan baru untuk mendirikan
usaha dan lebih kreatif Untuk membuka usaha baru yang mempunyai masa depan bagus. Jaga
kualitas roti bakar Harus menerima kritik dan saran dari orang lain dengan lapang dada,karena hal itu
dapat membangun serta menyukseskan usaha kita Jangan mudah menyerah dalam mendirikan usaha
dan harus tekun serta gigih dalam bekerja Belajar lah dari kesalahan dan kegagalan