Anda di halaman 1dari 16

Regulasi Ekspresi Gen

Prokariotik
Regulasi ekspresi gen banyak dimengerti melalui
mekanisme yang dipelajari pada bakteri. Sistem
regulasi yang pertama dimengerti ialah system
regulasi operon laktosa pada bakteri E. coli oleh Jacob
dan Monod. Regulasi ini berperan dalam mengatur
produksi enzim galaktosidase, ketika bakteri harus
memilih menggunakan laktosa atau glukosa sebagai
sumber karbonnya.
Jacob, Monod & Lwoff
Regulasi
Sistem Regulasi Operon laktosa
Laktosa adalah gula bisakarida, yaitu gula yang tersusun atas dua
molekul gula sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa. Laktosa dapat
diuraikan menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim
galaktosidase.

4 Situasi yang mungkin terjadi
1. Ketika terdapat glukosa dan tidak terdapat laktosa maka E. Coli tidak
akan memproduksi -galactosidase.

2. Ketika terdapat glukosa laktosa maka E. Coli akan memproduksi -
galactosidase.

3. Ketika tidak terdapat glukosa dan tidak terdapat laktosa maka E. Coli
tidak akan memproduksi -galactosidase.

4. Ketika tidak terdapat glukosa dan terdapat laktosa maka E. Coli akan
memproduksi -galactosidase.
1. Ketika tidak terdapat Laktosa
Protein Represor tetap akan disintesis. Protein itu bertempat di
depan operon laktosa pada skuen DNA.
Protein Represor menghalangi Promotor dimana RNA
polimerase akan mulai transkripsi
Regulator
gene
lac operon
Operator
site
z y a
DNA
I
O
Repressor
protein
RNA
polymerase
Blocked
2007 Paul Billiet ODWS
2. Ketika terdapat Laktosa
Sel bakteri akan menghasilkan sebagian kecil gula allolactose
akan. Gula allolactose akan menempel pada sisi aktif Protein
Represor (allosteric site)
Hal ini akan menyebabkan Protein Represor berubah bentuk,
serta akan mengangkat Protein Represor. Sehingga RNA
polimerase dapat melakukan transkripsi
z y a
DNA
I O
2007 Paul Billiet ODWS
2. Ketika terdapat Laktosa
Sel bakteri akan menghasilkan sebagian kecil gula allolactose
akan. Gula allolactose akan menempel pada sisi aktif Protein
Represor (allosteric site)
Hal ini akan menyebabkan Protein Represor berubah bentuk,
serta akan mengangkat Protein Represor. Sehingga RNA
polimerase dapat melakukan transkripsi
Promotor site
z y a
DNA
I
O
2007 Paul Billiet ODWS
3. Ketika terdapat Glukosa dan Laktosa
Ketiak terdapat Glukosa dan Laktosa tetap akan dapat menhilangkan
Protein Represor, namun RNA tidak akan bisa melakukan transkripsi
dengan stabil.
2007 Paul Billiet ODWS
Promotor site
z y a
DNA
I O
Repressor protein
removed
RNA polymerase
4. Ketika tidak terdapat glukosa dan
terdapat laktosa
Protein lain akan dibutuhkan sebagai protein aktivator untuk
menstabilkan RNA polimerase.
Protein Aktifator hanya akan bekerja jika tidak terdapat
glukosa.
Jalan inilah yang menyebabkan E. coli akan menghasilkan
enzim untuk menghasilkan gula lainnya.
Promotor site
z y a
DNA
I O
Transcription
Activator
protein steadies
the RNA
polymerase
2007 Paul Billiet ODWS
Sistem Regulasi Operon Triptofan
Pada operon trp terdapat lima gen struktural yaitu trp-E, trp-D. trp-C,
trp-B, dan trp-A, dan satu gen pengawal yaitu trp-L yang berfungsi
dalam regulasi.
Gen trp-E sampai trp-A keseluruhannya menyandikan enzim yang
berperan dalam satu lintasan metabolisme triptofan. Trp-L
merupakan gen yang paling dekat pada promotor.

11
lima gen struktural operon laktosa
daerah
operator
daerah
promotor
Gen
represor
lima enzim yang
diperlukan untuk
sintesis triptofan
12
lima gen struktural operon laktosa
daerah
operator
daerah
promotor
Gen
represor
Protein dan DNA yang saling
mengikat (kuning) dan protein
yang saling mengikat dengan
protein lainnya (biru)
Terbentuknya lingkaran (loop)
dapat menyebabkan protein
saling berinteraksi karena
skuen DNA tidak bisa
membentuk lingkaran dengan
berputar
Sistem Regulasi Operon Triptofan
1. Operon Arabinose terdiri dari 4 gen, 3 gen di transkripsi
satu arah (araP
BAD
), yang keempat araC dibagi (araP
c
)
2. AraC mengontrol protein, berperan sebagai repressor atau
aktifator saat sedang berikatan.
Monomer AraC mengikat O
2
dan I
1
akan membentuk
lingkaran skuen (210) dan memblok akses RNA
polimerase
Ketika tidak terdapat Operon
Arabinosa
1. Arabinosa akan mengikat AraC menghasilkan AraC
yang berbeda.
2. Arabinosa-AraC akan berikatan di skuen I
1
/I
2
(sampai
skuen O
2
/I
1
)
3. RNA polimerase dapat mengakses promotor
4. Terdapat cAMP-CRP (tadak terdapat glukosa)
berikatan dengan Pc transkripsi dimulai
Ketika tidak terdapat Operon
Arabinosa