Anda di halaman 1dari 4

EFEK OBAT

Oleh : Mimi Yati, S.Kep, Ners


1. efek terapeutik
efek terapeutik dari suatu obat disebut juga efek yang
diinginkan., adalah efek yang utama yang dimaksudkan, yakni
alasan obat diresepkan.
Contoh : Efek terapeutik dari morfn sulfat adalah sebagai
analgetik (penghilang rasa sakit)
Efek terapeutik dari diazepam adalag menghilangkan
kecemasan.
jenis obat ambaran contoh
paliatif
kuratif
supportif
substitutif
kemoterapi
restorati!e
menghilangkan
gejala penyakit
tetapi tidak
mempengaruhi
penyakit itu
sendiri.
"enyembuhkan
penyakit atau
kondisi.
"enunjang fungsi
tubuh samapi
pengobatan, atau
respon tubuh
mengambil alih
"engganti cairan
atau bahan tubuh
"enghancurkan
sel#sel ganas
"orphin sulfat,
aspirin untuk
nyeri.
$enicillin untuk
infeksi
%oerfnefrin
bitartat untuk
tekanan darah
rendah, aspirin
untuk
menurunkan suhu
tubuh,.
&iroksin untuk
hipotiroid
'usulfan untuk
leukimia
"engembalikan
kesehatan tubuh
(itamin, mineral
tambahan.
2. efek samping
Efek samping atau efek sekunder dari suatu obat adalah hal
yang tidak diinginkan. Efek samping biasanya dapat
diprediksikan dan mungkin berbahaya atau kemungkinan
berbahaya.
Contoh :
)igitalis meningkatkan kekuatan kontraksi miokard, tetapi
mempunyai efek sampingmenyebabkan mual dan muntah.
'eberapa efek samping obat dapat ditolerir dengan efek
terapeutik obat, efek samping yang berbahaya membenarkan
penghentian pemberian dari suatu obat.
3. toksisitas obat
efek yang merusak dari suatu obat terhadap organisme
atau jaringan sebagai akibat dari o!er dosis, atau pemasukan *
ingesti obat yang dimaksudkan untuk pemakaian luar, atau
peningkatan obat dalam darah karena kegagalan metabolisme
atau ekskresi (efek penumpukan).
'eberapa efek obat (toksis) tampak jelas segera setelah
pemberian obat, sebagian baru nampak setelah berminggu#
minggu penggunaan. +ntungnya kebyanyakan keracunan obat
dapat dihindarijika perhatian dengan seksama ditujukan pada
dosis dan penga,asan keracunan.
Contoh :
Efek toksis dari penumpukan morfn sulfat dalam tubuh
adalah depresi nafas.
4. alergi obat
-dalah reksi imunologik terhadap suatu obat dimana
seseorang telah peka sebelumnya. .ika klien pertama kali
terpajan dengan benda asing (antigen) tubuh mungkin bereksi
dengan menghasilkan antibody. /eorang klien dapat bereaksi
terhadap suatu obat karena antigen, dengan demikian
menimbulkan gejala seperti reaksi alergi.
0eaksi alergi dapat ringan atau berat. ejala atau reksi
ringan mempunyai gejala yang sangat ber!ariasi, mulai dari
ruam kulit sampai diare, dan dapat timbul kapan saja dari
beberapa jam sanpai 1 pekan setelah pemberian.
0eaksi alergi yang berat biasanya timbul segera setalah
pemberian obat. 2al ini disebut reaksi anaflaktik, dan dapat
menjadi fatal jika tidak ditangani dengan cepat. ejala yang
paling a,al adalah sesak nafas akut, hipotensi akut dan
takikardia.
Tabel respon alergi ringan yang umum
geala gambaran ! rasional
ruam "ulit
pruritus
angio#erma
rhinitis
airmata "eluar
mual, muntah
$hee%ing #an
#ispnea
#iare
bai" &esi"el intraepi#ermal maupun
ruam yang #i'iri"an #engan urti"aria
atau erupsi ma"ula, ruam biasanya
tera#i pa#a seluruh tubuh.
(atal pa#a "ulit #engan aatau tanpa
ruam
E#ema "arena pening"atan
permebilitas "apiler #arah.
Kelebihan ! pro#u"si 'airan hi#ung
yang berlebih.
)engeluaran air mata yang berlebih.
*angsangan pa#a pusat #i ota"
Sesa" na+as #an $h$$%ing selama
inhalasi #an e"su#asi "arena
a"umulasi 'airan, #an e#ema aringan
perna+asan.
,ritasi mu"osa usus besar.
5. toleransi obat
timbul pada orang yang mempunyai akti!itas fsik yang
kurang dan tidak terbiasa dengan respon terhadap obat dan
memerlukan peningkatan dosis untuk mempertahankan efek
terapeutik yang diberikan.
3bat yang umumnya bertahan lama adalah opiate,
barbiturate, ethyl alcohol, dan tembakau.
Efek akumulasi adalah peningkatan reaksi terhadap dosis
ulangan dari yang timbul jika kecepatan pemberian melebihi
kecepatan metabolisme atau ekskresi, sehingga jumlah obat
meningkat dalam tubuh jika dosis yang diberika tidak teratur.
6. interaksi obat
interaksi obat timbul jika pemberian suatu obat sebelumnya,
atau pada saat yang bersamaan, atau setelah pemberian obat
yang lain, akan merubah efek dari satu atau kedua obat.
Efek dari satu obat atau mungkin keduanya mungkin
meningkat (enguatkan efek) atau menurun (menghambat
efek). 4nteraksi obat mengkin menguntungkan atau malah
berbahaya.
Contoh :
dua jenis analgetik, seperti aspirin dan codein
seringkali diberikan bersama#sama karena keduanya
bekerja menghilangkan nyeri lebih baik.
7. $enyakit iatrogenik
adalah penyakit yang disebabkan oleh terapi medis yang
tidak disengaja, dapat karena terapi obat.
&oksisitas hepar seperti obstruksi biliaris, kerusakan ginjal,
dan malformasi (cacat) adalah bentuk penyakit iatrogenic
yang terjadi akibat terapi medis yang tidak disengaja.