Anda di halaman 1dari 4

Membuat Jam Matahari (Bencet) yang

Dilengkapi Garis Awal Ashar


Diterbitkan pada | April 3, 2014 - 6 | 1435 03 Komentar

Ilustrasi
Waktu kecil, usia TK/SD cita-cita saya adalah menjadi seorang pilot, tapi menanjak usia
remaja tepatnya waktu SMP saya terobsesi ingin menjadi seorang ahli geologi atau ahli
astronomi. Dengan harapan saya akan banyak bergelut dengan gunung, laut, dan langit
dengan segala isinya yang membuat saya semakin kagum dengan ciptaan Alloh. Akan
tetapi Alloh mentakdirkan saya menjadi seorang guru Teknologi Informasi, jadi cita-cita
itu harus saya pendam. Alhamdulillah disela-sela pekerjaan sebagai seorang guru
terkadang saya sempatkan untuk mencari tahu tentang sesuatu yang berhubungan dengan
ilmu astronomi, dan yang paling saya suka adalah ilmu falak yang berhubungan dengan
ibadah seorang muslim.

Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing tentang pembuatan Jam Matahari (dalam
bahasa jawa disebut Bencet) sederhana yang dilengkapi dengan garis awal ashar. Hal ini
dilatar belakangi dengan dibangunnya masjid sekolah tempat saya mengajar yang hampir
selesai proses pembangunannya. Saya punya angan-angan, bagaimana kalau di pelataran
masjid dibangun sebuah jam matahari yang dapat mempermudah orang dalam
menentukan waktu dzuhur dan waktu ashar. Meskipun sekarang sudah digantikan dengan
jadwal sholat, tetapi bencet tetap bermanfaat karena bisa jadi patokan dan bencet
merupakan khazanah kebudayaan Islam di Indonesia yang patut dilestarikan. Oleh karena
itu kemudian saya mencari referensi dan Alhamdulillah dapat sebuah artikel di internet
yang sangat pas dengan rencana saya.
Menurut Bapak Manshur Alkaf, konsep bencet dengan garis awal ashar ini sederhana
saja. Pertama ditentukan dulu panjang bayang bayang awal waktu Ashar dan azimutnya

bagi satu kota, Malang tepatnya SMKN 9 Malang misalnya, untuk berbagai deklinasi
yang berlainan.
Langkah selanjutnya dilakukan pengukuran pada Bencet, dengan cara memberi tanda
titik pada ujung tiap tiap bayang-bayang sesuai azimuthnya masing masing. Kemudian
titik-titik tersebut dihubungkan satu sama lain sehingga membuat garis dari utara ke
selatan dengan fariasi lengkungannya, itulah garis awal Ashar.
Untuk menentukan panjang bayang bayang awal Ashar (dan menentukan besarnya sudut
t ) kita pergunakan rumus awal waktu shalat Ashar, sedang untuk untuk menghitung
azimuth -azimuth bayang-bayang kita dapat menggunakan rumus mengukur azimuth
matahari / bulan guna keperluan rukyatul hilal. Atau mengukur azimuth matahari dengan
theodolit untuk kepentingan mengukur arah kiblat. Karena bayang-bayang arahnya
berlawanan dengan matahari itu sendiri, maka hasilnya ditambah atau dikurang dengan
180.
Untuk menghitung panjang bayang-bayang awal Ashar, diperlukan data lintang tempat,
deklinasi matahari dan panjang tongkat yang akan di cari panjang bayang-bayangnya,
sedang untuk menghitung Azimuth bayang bayang awal Ashar, selain data tersebut,
diperlukan pula data sudut waktu awal Ashar, oleh karena itu perlu terlebih dulu
menghitung sudut waktu awal Ashar. Untuk itu dapat dipergunakan rumus awal waktu
Ashar.
Dengan demikian , rumus yang kita perlukan adalah sebagai berikut :
1. Zm (jarak zenith matahari saat berculminasi) : zm = | |
2. Panjang bayang bayang awal Ashar dengan rumus : Panjang bayang-bayang =
tg zm + 1
3. Tinggi matahari awal Ashar,dipergunakan rumus : cotg ha = tg zm +1
4. Sudut waktu awal Ashar : sin t = sin sin + cos cos cos h
5. Azimuth bayang bayang cotgA= sin /tg t costan /sin t
Perhitungan dilakukan beberapa kali berturut turut dari keadaan matahari yg berdeklinasi
paling utara sampai matahari berada di paling selatan. Dengan lintang tempat tertentu di
mana Bencet akan ditempatkan yaitu SMKN 9 Malang misalnya, dan tinggi tongkat
istiwa (pada bencet/jidar ) yang tetap yaitu 10 cm misalnya.
Sebagai contoh untuk posisi SMKN 9 Malang adalah -75854 (minus maksudnya
Lintang Selatan) sedang matahari saat berada pada titik balik utara adalah 2330 dan
panjang tongkat pada bencet adalah 10 cm maka jarak zenithnya (zm) adalah |-758542330 | = |-312854| = 312854. Panjang bayang-bayang adalah (tg 312854+ 1 )
x 10 = 16.12 cm.
Menghitung sudut waktu Ashar, dilakukan terlebih dulu dengan menghitung tinggi awal
Ashar (ha), dengan rumus Cot ha sama dengan tg zm + 1, sudut waktunya diselesaikan
dengan rumus sin t = sin sin +cos .cos .cos h.

Cotg Ha = tg 312854+ 1 . Hasilnya ha = 314827.16


Dari data ha tersebut, dengan menggunakan rumus sin t = sin sin +cos .cos .cos h
maka hasilnya adalah 454535.02
Berdasarkan data tersebut dengan rumus ke-5 ,imuth bayang-bayang dapat dicari dan
hasilnya adalah 1262146.60.
Berikut saya cantumkan hasil perhitungan panjang bayang dan azimuthnya untuk
koordinat SMKN 9 Malang untuk berbagai deklinasi. Dari angka angka tersebut, dapatlah
dibuat garis Awal Ashar pada bencet yang gambar kasarnya seperti dibawah ini :
Daftar bayang-bayang & azimuth SMKN 9 Malang dengan beberapa deklinasi

Tabel bayang & Azimuth dengan beberapa deklinasi


Anda dapat mendownload file excel yang saya gunakan untuk menghitung tabel di atas
dengan mengklik paragraph ini.
Dari tabel tersebut, dapat dibuat garis bayang-bayang awal Ashar seperti gambar
dibawah, ini saya gambar menggunakan Corel Draw.

Bencet dengan Garis Awal Ashar


Itulah gambar sederhana Bencet dilihat dari atas, dan apabila bayang-bayang matahari
disore hari telah menyentuh garis lengkung disebelah timur yang saya katakan sebagai
garis awal ashar maka berarti sudah tidak boleh sholat dzuhur atau waktu shalat Ashar
telah masuk. Maka jangan sekali-kali menunda-nunda sholat dzuhur, karena jika bayangbayang sudah mencapai garis merah itu, maka anda sudah telat meskipun belum
terdengar adzan ashar. Semoga bisa membuka wacana. Wallohualam.
Rujukan :

http://manshuralkaf.wordpress.com/2011/07/26/melengkapi-bencet-dengan-garisawal-ashar/
http://maps.google.com