Anda di halaman 1dari 28

a.

Neraca Analitis Dua Lengan


Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda, misalnya emas, batu, kristal benda, dan lain-
lain. Batas ketelitian neraca analitis dua lengan yaitu 0,1 gram.
b. Neraca Ohauss
Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium.
Kapasitas beban yang ditimbang dengan menggunakan neraca ini adalah 311 gram. Batas
ketelitian neraca Ohauss yaitu 0,1 gram.
c. Neraca Lengan Gantung
Neraca ini berguna untuk menentukan massa benda, yang cara kerjanya dengan menggeser
beban pemberat di sepanjang batang.
d. Neraca Digital
Neraca diigital (neraca elektronik) di dalam penggunaanya sangat praktis, karena besar massa
benda yang diukur langsung ditunjuk dan terbaca pada layarnya.Ketelitian neraca digital ini
sampai dengan 0,001 gram.

Macam Neraca
a. Neraca Analitis Dua Lengan Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda,
misalnya emas, batu, kristal benda, dan lain-lain. Bata...

Jenis-jenis alat ukur massa
1. Neraca gantung neraca ini digunakan untuk mengukur massa jika kalianpernah melihat
maka kalian melihatnya di toko- toko beras, atau pupuk.
2. Neraca analog neraca adalah jenis neraca yang digunakan untuk mengukur massa tepung
sebelum measak roti atau juga bisa untuk mengukur massa di toko buah.
3. Neraca digital ini dapat kalain lihat di toko-toko buah atau kadang juga di temukan di
laboratorium karena hasil pengukuran yang digunakan lebih tepat dibandingkan dengan
alat ukur massa yang lain selain itu dengan alat ukur ini di dapatkan pengukuran lebih
teliti. dantentunya cara penggunaanya lebih mudah karena dapat terlihat langsung di
dalam neraca. walau kelebihannya alat ukurini lebih mahal di banding dengan yang
lainnya
4. Neraca sama lengan Neraca ini sering kalianlihat di toko emas, karena bisanya
digunakan untuk menimbang emas.
5. Neraca Ahaus (Neraca tiga lengan dan Neraca empat lengan) seperti foto di atas
Neraca ini biasanya terdapat di laboratorium untuk praktek-praktek IPA.



Macam- maca neraca
Pengukuran massa dengan Neraca Tiga lengan

Untuk menambah pengetahuan kalian, kalia ini saya akan membahsa bagimna cara mengukur
massa menggunakan neraca ahaus yaitu neraca tiga lengan, karena sering sekali soal pengukuran
ini keluar pada neraca tiga lengan atau empat lengan. Pengukurannya lain dengan neraca- neraca
yang ada dipasar, atau lihat di sekitar rumah kita. di sini saya akan menjelaskan cara penggunaan
neraca tiga lengan. Sebelumnya kita sudah mengenal bagian-baginnya.

Bagian - bagian Neraca Tiga lengan
1. Knop atau pemutar kalibrasi
2. Pemberat atau anting yang diletakkan di masing-masing lenganyang bisa di geser ke
kanan dan kekiri
3. Tempat beban temapt untuk memasang beban atau benda yang ingin di ukur
4. Titik nol garis kesetimbangan., titik ini untuk mengkalibrasi sebelum digunakan dan
untuk keseimbangan ketika pengukuran sudah di lakukan
5. Lengan neraca yang terdiri dari tiga lengan . Untuk neraca 3 lengan yang ada di
laboratorium saya seperti foto di atas terdiri dari tiga lengan dengan skala maksimal
berbeda.








Bagian dari neraca tiga lengan
Skala tiap lengan adalah sebagi berikut ini :
Lengan depan dengan skala maksmial 10gram dengan skala 0, 1, 2, 3,...10 gram, dan tiap
skal masih dibagi lagi menjadi skala lebih kecil yaitu 0,1 gram
Lengan tengah dengan skala maksmial 500 gram dengan skala 0,100, 200 ... 500 gram
Lengan kedua dengan sala maksimal 100 gram dengan skla 0, 10,20 ...100 gram

Langkah-langkah pengukuran massa dengan neraca tiga lengan adalah sebagi beriku
ini :
1. Setiap lengan jangan lupa berada pada skala 0
2. Kalibrasi terlebih dahulu, dengan cara memutar skrup knop pemutar kalibrasi di bagian
belakang, sampai seimbang atau jarum penunjuk menunjukkan anka titik nol, hal ini
dilakukan agar pengukrannya lebih tepat.
3. Meletakakn benda yang diukur massanya
4. Menggeser skalanya mulai dari lengan yang besar dan jangan sampai melebihi titik nol ,
baru skala yang kecil sampai menunjukkan keseimbangan di titik nol ( dua garis sejajar)
5. Membaca hasil pengukuran dengan menjumlahkan setipa skala mulai dari yang besar
hingga yang kecil agar lebih mudah seperti contoh di bawah ini

skala tengah 300 gram
skala belakang 80 gram
skala depan 2,5 gram
______________________ +
Hasil pengukuran 382,5 gram


KALIBRASI NERACA

a. Neraca Analitik ( analytical balance)
Kalibrasi anak timbangan dilakukan dengan anak timbangan standar yang bersertifikat kelas M, yang memperlihatkan nilai
nominal setiap anak timbangan, deviasi sistemik dari nilai nominal, kelas ketelitian, ketidak pastian, nilai masaa dan massa jenis
bahan atau volume
Cara kalibrasi anak timbang ( analytical balance) :
1. Periksalah titik nol, jarum penunjuk angka harus menunjukkan angka nol
2. Letakkan anak timbang standar yang teringan disebelah kiri dan anak timbang yang dipakai sehari-hari disebelah kanan
3. Baca dan catat hasilnya
4. Ulangi penimbangan dengan anak timbang standar yang lebih berat
5. Anak timbangan dianggap masih tepat bila berat yang ditunjukkan oleh anak timbangan tidak menyimpang lebih besar dari 0,1
% dari berat masing-masing anak timbangan standar
6. Contoh perhitungan penyimpangan anak timbang yang dipakai sehari-hari terhadap anak timbang berstandar M, setelah
dilakukan penimbangan pada anak timbang berbobot 50 mg
Penimbangan Anak
Timbangan M
(Bobot)
Anak timbang
berstandar M
Anak timbang yang dipakai
sehari-hari
Perhitungan penyimpangan
terhadap
anak timbang berstandar M
50 mg 50 mg 50,1

Bobot anak timbang sehari-hari 50,1 mg
Bobot anak timbang berstandar M 50 mg
Selisih penimbangan 50,1 50 = 0,1 mg
Prosentase Penyimpangan 0,1 % terhadap anak timbang berstandar M
berbobot 50 mg
50 x 0.1 = 0.05 mg
100
Range penyimpangan
50 + 0,05 mg
50 + 0,05 = 50,05 mg
50 - 0,05 = 49,95 mg
49,95 Sampai 50,05 mg
Kesimpulan :
1. Penyimpangan anak timbang sehari-hari terhadap anak timbang standar M = 0,1 mg dan melebihi prosentase
penyimpangan 0,1 % yaitu 0,05 mg (0,1 mg > 0,05 mg)
atau
2. Bobot anak timbang sehari-hari tidak berada dalam renge 49.95 sampai 50,05 mg,
3. Anak timbang tersebut tidak memenuhi syarat


b. Neraca elektrik (elektrical Balance)
Kalibrasi timbangan dilakukan setiap hari dengan memakai anak timbangan standar yang bersertifikat S.
Cara kalibrasi anak timbang ( Electrical balance) :
1. Lakukan penimbangan anak timbangan standar S
2. Catat hasil penimbangan
3. Ulangi sampai 5 kali
4. Hitung nilai rata-ratanya
5. Toleransi perbedaan berat yang masih dapat diterima adalah :
a) anak timbang berbobot 1 50 mg + 0,014 mg
b) anak timbang berbobot 100 500 mg + 0,025 mg
c) anak timbang berbobot 1 5 g + 0,054 mg








NERACA

1. NERACA DIGITAL/ELEKTRONIK




Fungsi

Dalam kehidupan sehari-hari, massa sering diartikan sebagai berat, tetapi dalam tinjauan
fisika kedua
besaran tersebut berbeda. Massa tidak dipengaruhi gravitasi, sedangkan berat
dipengaruhi oleh
gravitasi. Fungsi dari neraca elektrik maupun bukan elektrik secara umum adalah sebagai
alat pengukur
massa. Kegunaan neraca ini tergantung dari skala dari neraca tersebut misal
neraca/timbangan elektrik
yang ada di pasar swalayan dengan yang di laboratorium tentu sensitivitas dan skala
neracanya jauh
berbeda.
Proses

Pengukuran

Secara umum proses meninbang dengan neraca elektronik/digital adalah:
1. Pastikan bahwa timbangan sudah menyala.
2. Pastikan timbangan menunjukkan angka nol( jika tidak perlu di koreksi).
3. Letakakan benda yang massanya akan diukur pada piringan tempat benda.
4. Baca skala yang tertera pada display digital sesuai skala satuan timbangan tersebut.
5. Untuk pengukuran yang sensitivitasnya tinggi perlu menunggu 30 menit, karena hanya
dapat bekerja
pada batas temperatur yang ditetapkan.
Kalibrasi

1.Pengontrolan Timbangan /Neraca

Timbangan/Neraca dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah
terpasang atau dengan
dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr. Timbangan/Neraca elektronik,
harus menunggu
30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif,
hanya dapat
bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan
(angin)
sebelum menimbang angka nol harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi.
Penyimpangan berat dicatat
pada lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali
timbangan harus
dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka timbangan harus
diperbaiki oleh suatu
agen (supplier).
1Kebersihan timbangan

Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang
harus
dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan
timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan)
timbangan dapat diangkat dan
seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen
yang lunak,
campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan
setelah dipanaskan,
cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.
neraca digital biasanya untuk nimbang berat secara elektronik. contohnya kayak yang di
supermarket
dan hipermarket buat nimbang buah. tidak seperti di pasar-pasar tradisional yang
nimbang berat
pakai timbangan biji besi ato timbangan besi geser.

2. NERACA OHAUSS


Fungsi neraca Ohaus sebagai alat untuk mengukur massa benda dan prinsip neraca
Ohaus adalah sekedar membanding massa benda yang akan dikur dengan anak timbangan
atau prinsip kerja tuas;

Cara melakukan kalibrasi pada alat ukur besaran massa seperti neraca Ohaus adalah
dengan cara memutar skrup yang berada disamping atas piringan neraca ke kiri atau ke
kanan posisi dua garis pada neraca sejajar;

Cara membaca hasil pengukuran dari neraca Ohaus adalah
Neraca dua lengan: Baca posisi anting ;pada lengan belakang,
Baca posisi anting pada lengan depan sebelum ujung lengan depan tepat pada setimbang
(masih di atas tanda setimbang),
Baca skala utama setelah diputar ke kanan sebelum ujung lengan depan dengan tepat pada
posisi setimbang (masih di atas tanda setimbang),
Baca skala nonius yang berimpitan dengan salah satu garis skala utama,
Neraca tiga lengan: Baca posisi anting pada lengan belakang
Baca posisi anting pada lengan tengah
Baca posisi anting pada lengan;

Menulis hasil pengukuran dengan neraca ohaus dua lengan adalah sebagai berikut:
jumlahdari nilai posisi anting lengan belakang dan lengan depan, skala utama dan skala
nonius. Sedangkan menulis hasil pengukuran dengan neraca ohaus tiga lengan adalah
jumlah dari nilai anting pada lengan belakang, anting pada lengan tengah, anting pada
lengan.


Kalibrasi

Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan
rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang
terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan
tersertifikasi.
Sistem manajemen kualitas memerlukan sistem pengukuran yang efektif, termasuk di
dalamnya kalibrasi formal, periodik dan terdokumentasi, untuk semua perangkat
pengukuran. ISO 9000 dan ISO 17025 memerlukan sistem kalibrasi yang efektif.
Kalibrasi diperlukan untuk:
Perangkat baru
Suatu perangkat setiap waktu tertentu
Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi)
Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah
kalibrasi
Ketika hasil observasi dipertanyakan
Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi
dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang
digunakan dalam akurasi tertentu.
Adapun teknik pengkalibrasian pada neraca ohauss adalah dengan memutar tombol
kalibrasi pada ujung neraca ohauss sehingga titik kesetimbangan lengan atau ujung lengan
tepat pada garis kesetimbanagn , namun sebelumnya pastikan semua anting pemberatnya
terletak tepat pada angka nol di masing-masing lengan.

Cara pengukuran massa benda dengan neraca Ohaus

Dalam mengukur massa benda dengan neraca Ohaus dua lengan atau tiga lengan sama.
Ada beberapa langkah di dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan neraca
ohaus, antara lain:
Melakukan kalibrasi terhadap neraca yang akan digunakan untuk menimbang, dengan
cara memutar sekrup yang berada disamping atas piringan neraca ke kiri atau ke kanan
posisi dua garis pada neraca sejajar;
Meletakkan benda yang akan diukur massanya;
Menggeser skalanya dimulai dari yang skala besar baru gunakan skala yang kecil. Jika
panahnya sudah berada di titik setimbang 0; dan
Jika dua garis sejajar sudah seimbang maka baru memulai membaca hasil
pengukurannya.


KALIBRASI NERACA


KALIBRASI TIMBANGAN ( NERACA )

Pengontrolan Timbangan

Timbangan dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau
dengan
dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr. Penyimpangan berat dicatat pada
lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali
timbangan harus
dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka timbangan harus
diperbaiki oleh
suatu agen (supplier).

Penanganan Timbangan

Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal dengan
Spirit level
(waterpass) sewaktu-waktu timbangan bergerak, oleh karena itu, harus dicek lagi. Jika
menggunakan timbangan elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur
temperatur. Jika
menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda hanya dapat bekerja pada batas
temperatur
yang ditetapkan.

Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka nol harus
dicek dan
jika perlu lakukan koreksi.

Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya, sehingga timbangan tetap
bersih
dan terawat dengan baik. Jika tidak, sipemakai harus melaporkan kepada manajer lab.
timbangan
harus dikunci jika anda meninggalkan ruang kerja.

Membersihkan Timbangan

Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang
harus
dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan
timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan)
timbangan
dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan
pembersih seperti
deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan
dihidupkan
dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.




Neraca Ohaus Dua Lengan dan Tiga Lengan - Ada beberapa alat ukur dari besaran
pokok massa, salah satunya neraca ohaus. Dialah Gustav Ohaus, seorang ilmuawan asal New
Jersey, Amerika Serikat. Ilmuan kelahiran 30 Agustur 1888 ini memperkenalkan Ohaus
Harvard Trip Balance pada tahun 1912 yang kemudian dikenal dengan nama neraca Ohaus.
Neraca ini mempunyai fungsi khusus untuk menimbang barang yang terbuat dari logam dengan
ketelitian mencapai 0,01 gram. Tentu saja berat loga yang dapat diukur dengan alat ini adalah
logam dengan massa yang cukup kecil. Untuk lebih jelas mengenai neraca ohaus, sobat hitung
dapat melihat uraian berikut.
Apa pengertian Neraca Ohaus?
Sama dengan pengertian alat ukur massa lainnya, neraca ohaus adalah alat ukur besaran massa.
Yang membedakan masing-masing alat ukur ini adalah ketelitiannya. Neraca Ohaus memiliki
ketelitian hingga 1/100 gram.
Bagian-bagian Neraca Ohaus
Cawan beban yang digunakan untuk menempatkan benda yang akan diukur.
Tombol kalibrasi yang digunakan untuk mengkalibrasi neraca ketika neraca tidak dapat
digunakan untuk mengukur.
Lengan neraca untuk neraca 3 lengan berarti terdapat tiga lengan dan untuk neraca ohauss
4 lengan terdapat empat lengan.
Pemberat (anting) yang diletakkan pada masing-masing lengan yang dapat digeser-geser
dan sebagai penunjuk hasil pengukuran.
Titik 0 atau garis kesetimbangan, yang digunakan untuk menentukan titik kesetimbangan.
Ada Berapa Jenis Neraca Ohaus?
Neraca logam ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Neraca Ohaus Dua Lengan

Anda pasti sering melihat neraca ohaus dua lengan ini di toko-toko emas. Bentuknya seperti
lambang dewi keadilan atau logo kemenkumham. Ada dua lengan dengan wadah kecil dari
logam untuk menimbang. Lengan satu digunakan untuk meletakkan benda/logam yang akan
ditimbang, lengan dua untuk meletakkann bobot timbangan. jadi neraca ini masi memerlukan
pemberat untuk ukuran timbangannya. Cara menggunakan neraca ohaus dua lengan sama seperti
menggunakan timbangan biasa. Yang perlu diperhatikan adalah memastikan bahwa timbangan
dalam posisi seimbang sebelum dilakuan pengukura massa.
2. Neraca Ohaus Tiga Lengan

neraca ohaus 3 lengan
Sepeti namanya, neraca ini mempunyai tiga lengan dan satu cawan tempat benda. Neraca yang
dalam bahasa inggris disebut ohaus triipel beam ini mempunyai bagian-bagian sebagai :
1. Lengan Depan memiliki anting logam yang dapat digeser dengan skala 0, 1, 2, 3, , 10 gram.
Masing-masing skala bernilai 1 gram.
2. Lengan Tengah, tiap skala dalam lengan ini bernilai 10 gram.
3. Lengan Belakang, sama seperti lengan depan dan tengah tetapi dengan nilai tiap skalanya 100
gram dari 100 gram hingga 500 gram (setengah kilo)
Cara Menggunakan Neraca Ohaus Tiga Lengan
Mengukur berat benda dengan neraca ohaus sangat mudah. Cukup lepas pengunci kemudian
taruh beda dalam cawan atau wadah. Jangan lupa terlebih dahulu lakukan kalibrasi dengan cara
dengan cara memutar sekrup yang berada disamping atas piringan neraca ke kiri atau ke kanan
posisi dua garis pada neraca sejajar. Pastikan benar-benar sejajar agar tidak terjadi keslahan
penimbangan. Setelah itu geser anting di ketiga lengannya mulai dari lengan belakang ke lengan
depan. Setelah itu jumlahkan nilai dari ketiga lengan tersebut.
Gambar ilustrasi cara memakai neraca ohaus

Kita akan menimbang sebuah gantungan kunci dengan neraca ohaus dan skala yang terbaca
dalam lengan-lengannya sebagai berikut
dari gambar diatas, cara membaca skala neraca ohaus :
Anting lengan depan = 5,8 gram
Anting lengan tengah = 40,0 gram
Anting lengan belakang = 300 gram
+
Jadi total berat gantungan kunci tersebut = 345,8 gram












Updates

Explore


Upload
Go Pro

Share
Email
Embed
Like
Save







1
/5

Share

Related
More
Besaran, satuan, dan pengukuran 1249 views Like
Ppt kd 5.6 433 views Like
Ppt kd 5.6 287 views Like
HUKUM NEWTON TENTANG GERAK 8517 views Like
Analisa pengaruh neraca pembayaran. (Makalah Ekonomi Internasional)
6264 views Like
Makalah kimia Pengenalan alat-alat di Laboratorium Kimia (Irdan Arjulian)
75311 views Like
Modul audit jadi 9375 views Like
Alhamdulillah jadi 376 views Like
Bab iii metode penelitian 281 views Like
Siklus akuntansi perusahaan jasa p pt. 4413 views Like
Neraca Pembayaran 705 views Like
ITP UNS SEMESTER 2 Satop acara 5 Kesetimbangan Massa 1219 views Like
Kelas10 smk fisika-smk-teknologi_endarko 1261 views Like
Neraca pembayaran 2 462 views Like
Pmk 01 pmk.06_2013 371 views Like
mengenal keuangan 475 views Like
Ppt kd 5.6 449 views Like
Bab neraca pembayaran 1258 views Like
@sresthaa neraca pembayaran 307 views Like
Siklusakuntansi 110607022635-phpapp02 307 views Like
Makalah 522 views Like
Materi skl 1 (besaran dan pengukuran) 1198 views Like
Ppt kd 5.7 342 views Like
Limbah 535 views Like
Ok contoh-laporan-analisis-keuangan 10361 views Like
Analisis neraca pembayaran indonesia (full) 5048 views Like
Sistem Informasi Manajemen Akt BMN 591 views Like
Pengertian leasing 574 views Like
Besaran dan-pengukuran 194 views Like
Viii.g.7 204 views Like
Pengelolaan usaha ku 813 views Like
Akuntansi Keuangan Daerah - Diklat RTM- Part II 941 views Like
KAJIAN PENDEKATAN KEYNESIAN DAN MONETARIS TERHADAP DINAMIKA
CADANGAN DEVISA ... 557 views Like
Buku Pegangan Guru BAB I 13402 views Like
Materi praktikum kimia dasar 4279 views Like
Cover filsafat kas, modal pendapatan 472 views Like
Magfirah dinna septiani xii ips 1 tugas persentasi 227 views Like
Ulyatinnew 120831072854-phpapp01 536 views Like
Psak30 leasing 182 views Like
Follow
Laporan Praktikum Pegenalan Neraca di Laboratorium
Tweet
by Ernalia Rosita, Student at Pasundan University on Nov
23, 2013
421 views
Laporan Praktikum Kimia Dasar tentang Pengenalan Neraca Di Laboratorium. Universitas
Pasundan, 2013.
No comments yet
Zea Chairunnisa

Subscribe to comments
Laporan Praktikum Pegenalan Neraca di
Laboratorium Document Transcript
1. LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR PENGENALAN NERACA DI LABORATORIUM
Oleh : Nama : Ernalia Rosita NRP : 133020175 Kelompok :G Meja : 11 ( Sebelas ) Tanggal
Percobaan : 09 Oktober 2013 Asisten : Vanidya Afsarah Permadi LABORATORIUM KIMIA DASAR
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2013
2. PENGENALAN NERACA DI LABORATORIUM ERNALIA ROSITA 133020175 Jurusan Teknologi
Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan ABSTRAK Neraca adalah sebuah alat yang
berfungsi untuk mengukur suatu zat, benda, bahan, atau unsur dalam skala tertentu. Neraca
digunakan untuk mengukur massa benda, bukan berat benda. Pada pelajaran fisika dijelaskan
bahwa massa adalah jumlah molekul pada suatu benda, sedangkan berat adalah massa benda
dikalikan dengan percepatan gravitasi yang dialami. Neraca terdiri dari dua jenis, yaitu neraca
kasar dan neraca halus. Neraca kasar biasanya di gunakan dalam suatu perdagangan ataupun
perindustrian. Neraca halus terdiri dari dua jenis, yaitu neraca rem dan neraca ayun.
Timbangan/neraca dikategorikan kedalam sistem mekanik dan juga elektronik. Tujuan
percobaan dari pengenalan neraca adalah untuk mengenal macam-macam neraca yang ada di
laboratorium dan agar dapat menggunakan neraca tersebut pada saat penimbangan ketika
praktikum. Prinsip percobaan dari pengenalan neraca adalah berdasarkan atas keseimbangan
gaya-gaya yang bekerja pada kedua lengan neraca dan merupakan aplikasi dari Hukum Newton
II dan Hukum Newton III. Key words: Neraca, Macam neraca, Hukum Newton II, Hukum Newton
III. PENDAHULUAN Menentukan massa suatu benda atau zat diperlukan ketelitian agar hasil
yang di dapat lebih akurat. Neraca adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur suatu zat,
benda, bahan, atau unsur dalam skala tertentu. Neraca digunakan untuk mengukur massa
benda, bukan berat benda. Pada pelajaran fisika dijelaskan bahwa massa adalah jumlah molekul
pada suatu benda, sedangkan berat adalah massa benda dikalikan dengan percepatan gravitasi
yang dialami. Neraca terdiri dari dua jenis, yaitu neraca kasar dan neraca halus. Neraca kasar
biasanya di gunakan dalam suatu perdagangan ataupun perindustrian. Neraca halus terdiri dari
dua jenis, yaitu neraca rem dan neraca ayun. Timbangan/neraca dikategorikan kedalam sistem
mekanik dan juga elektronik. Tujuan percobaan pengenalan neraca di laboratorium adalah
untuk mengenal macam-macam neraca yang ada di laboratorium dan agar dapat menggunakan
neraca tersebut pada saat penimbangan ketika praktikum. Prinsip percobaan neraca di
laboratorium adalah berdasarkan atas keseimbangan gaya-gaya yang bekerja pada kedua lengan
neraca dengan persamaan: 1. Hukum Newton II, tentang keseimbangan gaya-gaya yang bekerja
pada kedua lengan neraca dan merupakan aplikasi dari : F = m.a 2. Hukum Newton III, tentang
keseimbangan gaya-gaya dengan persamaan : Faksi = Freaksi HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil
Pengamatan Tabel 1. Hasil Pengamatan Pengenalan Neraca di Laboratorium No. Neraca Triple
Beam 1. Hasil Pengamatan Alas : Gelas Kimia Sampel : Garam Kotor Dik : W1 = 61,8 gram W2 =
74,6 gram Dit : Ws...? Jawab : Ws = W2W1 = 74,6 61,8 = 12,8 gram
3. Digital Tertutup 2. Alas : Kertas Sampel : Garam Kotor Dik : W1 = 48,688 gr W0= 0,822 gr Dit :
Wzat...? Jawab: Wzat = W1-W0 =48,6880,822 = 47,866 gram alkali sebagai sumber energinya,
neraca tertutup menggunakan daya listrik dan neraca triple beam tidak menggunakan energi
apapun karena bersifat manual. Perbedaan yang mencolok pada neraca digital terbuka dan
tertutup adalah penutup neraca yang terbuat dari kaca. Neraca digital tertutup memiliki
penutup kaca sedangkan neraca terbuka tidak. (Sumber: Ernalia Rosita, 133020175, Meja 11,
Kelompok G, 2013) B. Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan dari percobaan neraca di
laboratorium, terdapat dua jenis neraca yang digunakan, yaitu neraca triple beam dan neraca
digital tertutup. Dari percobaan yang dilakukan didapatkan hasil penimbangan menggunakan
neraca triple beam dengan alas gelas kimia dan sampel garam kotor sebesar Ws=12,8 gram,
W1=61,8 gram dan W2=74,6 gram. Adapun hasil pengamatan menggunakan neraca digital
tertutup dengan alas kertas dan sampel garam kotor sebesar Wzat=47,688 gram, W0=0,822
gram dan W1=48,688 gram. Neraca triple beam memiliki tiga lengan. Lengan 1 untuk skala
ratusan, lengan 2 untuk skala puluhan, dan lengan 3 untuk skala satuan. Lengan neraca dapat
digeser-geser sebagai petunjuk hasil pengukuran. Gambar 1. Neraca Triple Beam Sedangkan
pada neraca digital terbuka dan tertutup terdapat elevasi dan deviasi atau dilambangkan
dengan huruf e dan d. Elevasi atau evelation dalam bahasa Inggris diartikan sebagai tingkat
posisi maksimal, sedangkan deviasi merupakan kebalikannya, yaitu tingkat kekurangan miminal.
Di neraca digital juga terdapat istilah waterpass, yang berarti level atau posisi dari suatu neraca
tersebut pada saat digunakan. Semetara itu, perbedaan lain terdapat pada sumber energi.
Neraca digital terbuka menggunakan baterai Gambar 2. Neraca Digital Tertutup dan Neraca
Digital Terbuka Dari segi kegunaannya, setiap neraca mempunyai kegunaan masing-masing.
Neraca digital terbuka digunakan untuk memperhitungkan benda yang massanya cukup besar.
Neraca digital tertutup digunakan untuk memperhitungkan benda yang massanya sedikit.
Sedangkan neraca triple beam digunakan untuk memperhitungkan benda yang massanya cukup
besar dan biasanya digunakan dalam suatu perdagangan atau perindustrian karena termasuk
dalam neraca kasar. Neraca kasar adalah neraca yang biasanya digunakan dalam suatu
perdangangan atau perindustrian karena dapat menimbang dalam jumlah besar. Sedangkan
neraca halus adalah neraca yang biasanya menggunakan satuan miligram (mg) dan hanya dapat
menimbang dalam jumlah sedikit tetapi memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. Neraca halus
terdiri dari dua jenis, yaitu neraca rem dan neraca ayun. Gambar 3. Neraca Ayun Setiap neraca
memiliki berat beban maksimal masing-masing. Neraca triple beam, neraca digital tebuka dan
neraca digital tertutup mempunyai perbedaan dalam berat beban maksimal benda yang dapat
ditimbang. Neraca triple beam mempunyai berat beban maksimal sebesar 610 gram dengan
ketelitiannya mencapai 0,1 gram. Neraca digital terbuka mempunyai berat beban maksimal
sebesar 5 kg dengan ketelitiannya mencapai 0,001 gram. Sedangkan neraca digital tertutup
mempunyai berat beban
4. maksimal sebesar 410 gram dengan ketelitiannya yang mencapai 0,001 gram. Dalam
penimbangan suatu benda menggunakan neraca, ada aturan umum yang berlaku. Adapun
aturan umum saat penimbangan: 1. Neraca harus dalam keadaan siap pakai. 2. Neraca harus
dalam keadaan bersih. Jika neraca dalam keadaan kotor, praktikan dianjurkan untuk
membersihkannya terlebih dahulu agar hasil penimbangan yang dilakukan lebih akurat. 3. Anak
timbangan harus dalam keadaan lengkap. 4. Mempersiapkan alat bantu penimbangan. Praktikan
dianjurkan untuk memakai alas penimbangan. 5. Memeriksa kedataran neraca dan
kesetimbangan neraca. Dalam penggunaan neraca digital terbuka dan tertutup praktikan harus
mengatur waterpass yang ada pada neraca. 6. Melakukan penimbangan dan memperhitungkan
hasil penimbangan menggunakan neraca. 7. Menulis dan melaporkan hasil penimbangan
menggunakan neraca. 8. Mengembalikan neraca pada keadaan semula kemudian
membersihkan kembali neraca sampai bersih dan siap pakai. Dalam penimbangan, praktikan
harus memperhatikan hal-hal yang berpengaruh saat penimbangan. Adapun hal-hal yang
berpengaruh saat penimbangan adalah: 1. Waterpass, jika waterpass tidak benar maka berat
pada piringan tidak akan stabil. Menggeser, memutar waterpass pun harus dilakukan secara
hati-hati, karena semakin sering digeser dan diputar neraca akan semakin cepat rusak. 2. Meja
timbang, gunakan meja timbang yang stabil, terbuat dari bahan yang kokoh dan padat.
Hindarkan meja timbangan yang goyang dan menyebabkan getaran. Terbuat dari bahan anti
magnetik, hindarkan dari bahan-bahan elektrostatis (plastik/gelas) dan jangan menempelkan
langsung dengan dinding dan lantai yang dapat memberikan getaran. 3. Ruang kerja, bebas dari
getaran dan bebas dari penyimpangan, tempatkan meja timbang dibagian sudut ruangan, itu
adalah bagian yang paling sedikit efek getarannya, dan ruangannya seharusnya menggunakan
pintu geser. 4. Suhu, jaga suhu ruangan tetap sekonstan mungkin. Hasil penimbangan
dipengaruhi oleh fluktuatif suhu (typical drift: 1-2 ppm/oC. Jangan menimbang didekat sumber
panas atau jendela. 5. Kelembaban, sebaiknya kelembaban relatif berkisar 45 dan 60%, jangan
pernah mengoperasikan timbangan dibawah atau diatas kelembaban 20-80 persen. 6. Cahaya,
jika memungkinkan, tempatkan timbangan jauh dari jendela. Cahaya matahari langsung dapat
mempengaruhi hasil penimbangan. 7. Udara, jangan menempatkan timbangan langsung
dibawah aliran udara AC atau peralatan lainnya yang menyebabkan aliran udara. Tempatkan
timbangan dengan jarak yang cukup dari sumber panas (radiator). Jangan menempatkan
timbangan dekat pintu. 8. Tangan, usahakan untuk menggunakan tissue pada saat akan
menempatkan benda ke timbangan, karena sentuhan tangan secara langsung dapat juga
mempengaruhi hasil penimbangan dari lemak, keringat, ataupun zat lainnya yang akan
menempel pada benda. Dalam melakukan penimbangan dengan neraca, ada beberapa
kesalahan yang dapat terjadi saat penimbangan. Kesalahan-kesalahan dalam penimbangan yang
dapat terjadi diantaranya yaitu: 1. Alat yang digunakan kurang bersih. Seperti masih
tertinggalnya debu, kotoran, sampel penimbangan, dll. Oleh karena itu, sebelum dan sesudah
melakukan penimbangan pastikan alatalat yang digunakan sudah benar-benar bersih. 2. Posisi
mata pisau atau waterpass. Saat melakukan penimbangan dengan neraca triple beam terkadang
posisi mata pisau tidak tepat sejajar diangka 0 (nol), sedangkan jika dengan neraca digital
kesalahan yang terjadi yaitu waterpassnya tidak diset di angka 0 (nol). 3. Menutup kaca penutup
pada neraca digital tertutup. Saat menggunakan neraca digital tertutup terkadang
5. kesalahan lupa untuk menutup kaca penutup ini dapat terjadi. Jika praktikan lupa
menutupnya, penimbangan akan menjadi kurang akurat atau kurang tepat. KESIMPULAN
Berdasarkan pengenalan neraca di laboratorium dan percobaan penimbangan suatu sampel
menggunakan neraca di laboratorium, praktikan mengenal dua jenis neraca yang digunakan.
Neraca yang digunakan pada saat praktikum adalah neraca triple beam dan neraca digital
tertutup. Praktikan mengetahui banyak hal mengenai neraca seperti tujuan percobaan, prinsip
percobaan dan prinsip kerja, cara menghitung berat beban benda hasil penimbangan, kegunaan
masing-masing neraca, cara penggunaan, ketelitian setiap neraca sampai hal-hal yang harus
diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan pada saat penimbangan. Praktikan kini mampu
menggunakan neraca serta berhasil mencapai tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengenal
macam-macam neraca yang ada di laboratorium dan agar dapat menggunakan neraca tersebut
pada saat penimbangan ketika praktikum. DAFTAR PUSTAKA Achmad, Hiskia. 1993. Penuntun
Dasar-Dasar Praktikum Kimia Departemen Pendidikan Indonesia, Bandung. Kartini, Nani. 1996.
Sains Kimia. Bumi Aksara, Jakarta. Magdalenis. 2012. Penimbangan (Neraca).
http://gamapenta.blogsot.com. Diakses : 13 Oktober 2013. Sutrisno, E. T. dan Nurminabari, I. S.
2013. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan, Bandung.