Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ekonomi sebagai salah satu bidang ilmu pengetahuan sudah tentu
memiliki analisa maupun teori-teori ekonomi yang nantinya bisa diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hubungannya dengan kehidupan sehari-
hari setiap individu, perusahaan-perusahaan, maupun masyarakat secara
keseluruhan akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat
ekonomi. Yaitu, seperti persoalan yang menghendaki seseorang, atau suatu
perushaan atapun anggota masyarakat untuk membuat suatu keputusan
tentang cara yang terbaik untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi. Ataupun
membantu dalam mangambil keputusan untuk mengambil suatu peluang. Hal
ini dapat dipelajari melalui teori-teori ekonomi adalah perbuatan keputusan.
Seperti di Indonesia yang laju perekonomiannya tidak begitu baik.
Dimana pengangguran dan kemiskinan yang dapat menyebabkan semakin
merebaknya tindak kriminalitas dimasyarakat, serta ketergantungan akan
produk-produk luar negeri yang menyebabkan masyarakat menjadi lebih
konsumtif tidak mempergunakan modal yang dimiliki nya untuk investasi.
Hal itu bisa terjadi tidak lepas dari pengaruh kondisi perekonomian Indonesia
yang terpuruk dan kondisi politik yang carut-marut seperti kasus bank century
yang berlarut-larut, selain itu terjadinya maklar kasus (markus) yang
dilakukan oleh para pejabat, serta penggelapan unag pajak yang turut
memperburuk kondisi perekonomian di Indonesia. Adanya ancaman
terorisme baik dari dalam maupun luar negeri yang membuat para investor
asing takut untuk menginvestasikan modalnya diindonesia serta wisatawan-
wisatawan asing tidak mau untuk datang berlibur diindonesia karena adanya
teroris, sehingga hal tersebut mengurangi devisa Negara dan laju
pertumbuhan ekonomi menjadi terhalang.
Untuk menanggulangi hal tersebut sebaiknya para pelaku ekonomi di
Indonesia mempelajari serta menerapkan Ilmu ekonomi. Dimana Ilmu
ekonomi merupakan suatu bidang study yang sangat luas dan banyak
mengalami perkembangan. Ilmu ekonomi, yang dalam hal ini kita fokuskan
kepada teori-teori ekonomi, akan sangat bermanfaat terutama dalam
mengatasi problema atau masalah-masalah ekonomi di suatu negara.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun yang akan dibahas dalam makalah Ilmu Ekonomi ini adalah
tentang segala aspek yang mendasar dalam Ilmu Ekonomi secara teoritis oleh
penulis, mencakup definisi dan pengertian ilmu ekonomi, macam macam
bidang dari ilmu ekonomi, jenis dari ilmu ekonomi , teori ekonomi dan juga
perkembangan ilmu ekonomi.






















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi dan Pengertian
Dalam hal ini Profesor Paul Anthony Samuelson, seorang ahli
ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), telah
mengumpulkan sekurang-kurangnya enam buah definisi dari berbagai ahli
lain. Keenam definisi itu masing-masing adalah sebagai berikut.
1. Ilmu ekonomi, atau ekonomi politik (politicale conomy) adalah suatu studi
tentang kegiatan-kegiatan yang dengan atau tanpa menggunakan uang,
mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antar manusia.
2. Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan
pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber - sumber produktif (tanah,
tenaga kerja, barang-barang modal semisal mesin, dan pengetahuan
teknik) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagai
bagai barang (misalnya gandum daging, mantel, perahu layar, konser
musik, jalan raya, pesawat pembom) serta mendistribusikan
(membagikannya kepada pelbagai anggota masyarakat untuk mereka
pakai/konsumsi.
3. Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka
sehari hari, untuk mendapat dan menikmati kehidupan.
4. Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti
untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya.
5. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan.
6. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara-cara memperbaiki
masyarakat.
7. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam
memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah
adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas
dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu
kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos)
yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan (nomos), atau "peraturan,
aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah
tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud
dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep
ekonomi dan data dalam bekerja.
Dari berbagai batasan tentang Ilmu Ekonomi di atas
walaupun bunyi kalimatnya berbeda, tetapi inti pengertiannya
sama.
Ilmu ekonomi dapat terdiri dari :
1. Ekonomi diskriptif adalah Ilmu yang memaparkan secara apa adanya
tentang kehidupan ekonomi suatu daerah / Negara misalnya : Kajian
ekonomi tentang kehidupan nelayan di pantai, Ekonomi Jepang pasca
perang Dunia II, Tulisan tentang ekonomi Indonesia pasca Pelita. dll.
2. Ekonomi terapan yakni Ilmu yang membahas penerapan teori ekonomi
suatu rumah tangga ekonomi, misalnya : Ekonomi Perusahaan,
Ekonomi Moneter. Manajemen, Ekonomi Internasional, Ekonomi
Pembangunan, Akuntansi, Ekonomi Koperasi, Ekonomi pertanian dll.
3. Ekonomi Teori yakni Ilmu yang membahas gejala yang timbul sebagai
akibat perbuatan manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Ekonomi Teori terdiri dari :
4. Makro Ekonomi mempelajari persoalan ekonomi secara keseluruhan,
misalnya : pembentukan produksi nasional, distribusi Pendapatan
nasional, terjadinya pengangguran dan inflasi serta dampaknya dll.
5. Mikro Ekonomi mempelajari bagian dari teori ekonomi secara lebih
mendalam, dimulai Dari kehidupan rumah tangga perseorangan, rumah
tangga produksi, pemilik modal dan faktor produksi sama dengan
pembentukan harga pasar.

2.2 Sejarah perkembangan ilmu ekonomi
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan
ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu
pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba
mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang
ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang
dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran
ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti
Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang
Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu
ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang
terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand
dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran
pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini.
Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme
pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar
tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi
terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes
mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest,
and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan
keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar
distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling
"bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari
keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan
lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah
lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels,
serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen
dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.




2.3 Macam - Macam Bidang Ekonomi
Ekonomi Keuangan dan Perbankan diarahkan untuk memahami pola
operasional kegiatan bank dan lembaga keuangan lain dengan penekanan
pada berbagai kasus yang terjadi di Indonesia.
Ekonomi Moneter membantu mahasiswa mengerti peranan uang
pengaruhnya terhadap perekonomian, serta fungsi dan peranan bank central
sehingga mampu menganalisis dan memecahkan fenomena-fenomena yang
ada pada perekonomian makro, seperti masalah penganguran, inflasi dan
pertumbuhan ekonomi.
Ekonomi Industri mempelajari perilaku perusahaan dalam suatu
industri dan berbagai kebijakan pemerintah dalam mengatur pasar dalam
suatu industri, misalnya dalam menentukan harga jual produk, melakukan
iklan penelitian dan pengembangan, serta membuat jaringan pemasaran.
Perdagangan Internasional membantu mahasiswa agar mampu
menganalisa dan memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di
bidang perdagangan internasional, misalnya ekspor impor, investasi, kegiatan
perusahaan multinasional, dll
Ekonomi Publik melalui peminatan ini mahasiswa dapat mempelajari
fungsi dan peranan pemerintah dalam perekonomian yang tercermin dalam
kebijkasanaan anggaran belanja pemerintah.

2.4 Jenis - Jenis Ilmu Ekonomi
Ekonomi Deskriptif
Analisis ekonomi yang menggambarkan keadaan sebenarnya terjadi
dalam perekonomian.
Teori Ekonomi
Pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang terjadi
dalam kegiatan ekonomi dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi
apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan.
Ekonomi Terapan
Cabang ilmu ekonomi yang menelaah tentang kebijakan yang perlu
dilaksanakan untuk mengatasi masalah ekonomi.
2.5 Teori Ekonomi
Teori Ekonomi Mikro
Bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis tentang bagian kecil dari
keseluruhan kegiatan perekonomian.
Teori Ekonomi Makro
Bagian dari ilmu ekonomi yang membuat analisis terhadap seluruh
kegiatan perekonomian (bersifat agregat). Analisisnya bersifat global dan
tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit
kecil dalam perekonomian.

2.6 Mengapa Belajar Ilmu Ekonomi
Seperti kita ketahui Ilmu ekonomi mempelajari daya upaya manusia
dalam memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan. Pada
hakekatnya yang dipelajari oleh Ilmu Ekonomi terbatas pada kesejahteraan
materiil, yaitu yang berhubungan dengan benda dan jasa.
Di dalam kehidupan di masyarakat ada bagian dari kebutuhan yang
tidak dapat dipenuhi dengan benda dan jasa, misalnya : kebutuhan untuk
hidup aman dan tentram, kebutuhan cinta kasih, kebutuhan berinteraksi dll.
Kebutuhan tersebut sangat berhubungan dengan kejiwaan yang tidak selalu
dapat dipenuhi dengan barang dan jasa.
Untuk selanjutnya, kesejahteraan materiil yang berhubungan dengan
barang dan jasa akan disebut kemakmuran. Dalam hal ini masyarakat dapat
dikatakan makmur apabila semua kebutuhan dapat terpenuhi secara layak.
Sehubungan itu secara kuantitas kemakmuran dapat diukur dengan
banyaknya barang dan jasa yang dapat dihasilkan serta digunakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
Sesuai dengan perkembangan penduduk serta perkembangan Ilmu
pengetahuan dan teknologi, jenis dan jumlah kebutuhan akan selalu
bertambah. Untuk mengimbangi perkembangan tersebut produksi barang dan
jasa perlu terus menerus ditingkatkan. Dalam hal ini Ilmu Ekonomi sangat
diperlukan untuk mengatasi persoalan yang berhubungan dengan upaya untuk
menciptakan kemakmuran masyarakat.
Kecuali hal tersebut di atas, Ilmu ekonomi juga memberi petunjuk
cara pembagian pendapatan yang diperoleh dari produksi barang dan jasa
secara adil dan merata. Dengan demikian Ilmu ekonomi dipelajari dalam
upaya meningkatnya kemakmuran dan pemerataan pendapatan di kalangan
masyarakat.
Menurut Case dan fair (dalam prinsip prinsip Ekonomi Mikro 2003)
ada empat alasan utama dalam mempelajari Ilmu Ekonomi yakni:
mempelajari kerangka berpikir, memahami masyarakat, memahami masalah-
masalah global, dan pemberi suara yang berpengetahuan. :
1. Mempelajari kerangka berpikir. Barang kali ini merupakan alasan yang
penting dalam mempelajari Ilmu Ekonomi. Satu cara yang baik dalam
mempelajari Ilmu Ekonomi adalah menelaah tiga konsepnya yang
mendasar yakni : biaya peluang, marjinalisme, dan pasar efisien
Biaya peluang (opportuinity cost) adalah apa yang kita korbankan bila
kita memilih atau mengambil keputusan. Biaya peluang timbul karena
sumber daya yang langka atau terbatas.
Marjinalisme : Dalam menitik beratkan biaya dan membuat
keputusan sangat penting memperhatikan marjinalisme yakni
tambahan pengorbanan jika hasil ditingkatkan satu satuan
Pasar yang efisien : Dalam kegiatan ekonomi laba merupakan satu
hal yang sangat penting. Setiap pelaku ekonomi akan berupaya
melakukan kegiatan ekonomi seefisien mungkin yakni bagaimana bisa
menekan biaya tetapi tetap berproduksi yang berkualitas sehingga
harga jualnya tinggi, sehingga akhirnya bisa mendatangkan laba yang
besar.
2. Memahami masyarakat : Alasan lain mempelajari Ilmu ekonomi adalah
untuk memahami masyarakat dengan lebih baik. Keputusan-keputusan di
masa lalu dan sekarang mempunyai dampak terhadap kehidupan ekonomi
di masyarakat. Keadaan lingkungan fisik, tingkat kesejahteraan,dan jenis
pekarjaan merupakan produk dari suatu sistem perekonomian.
3. Memahami masalah global: Kejadian Internasional sering kali
berdampak pada masalah ekonomi. Beberapa pihak mengklaim bahwa
pertimbangan ekonomi mendominasi hubungan Internasional. Yang pasti
para politisi menempatkan kesejahteraan ekonomi rakyat mereka berada di
puncak preoritas. Isu penting bahwa kesenjangan negara miskin dengan
negara kaya cukup tajam
4. Menjadi pemberi suara yang berpengetahuan : Pemahaman terhadap
Ilmu ekonomi adalah penting untuk menjadi pemberi suara yang
berpengetahuan atau mampu menyampaikan ekonomi secara ilmiah. Saat
berpartisipasi pada proses politik dan proses pendidikan, kita akan
memberikan suara atau ide kita dengan mempertimbangkan masalah-
masalah yang menuntut pemahaman dasar Ilmu ekonomi.

C. Kesejahteraan dan Permasalahannya
Telah diuraikan di atas bahwa Ilmu ekonomi adalah Ilmu yang dipelajari dalam
rangka memenuhi kebutuhan untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran.
Indikator dari kesejahteraan terpenuhinya semua kebutuhan secara layak. Namun
untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bukan suatu hal yang mudah,
karena penuh dengan permasalahan-permasalahan yang harus ditanggulangi.
a) Permasalahan ekonomi dewasa ini
Dewasa ini semua Negara dan manusia di dunia harus menghadapi inti
permasalahan ekonomi yakni keterbatasan barang dan jasa sebagai alat pemuas
seiring dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
Pada umumnya negara-negara di dunia khususnya negara berkembang dan miskin
menghadapi masalah-masalah ekonomi berikut ini :
1. Problema kependudukan :
Sebagian besar negara di dunia menghadapi problema kependudukan atau
demografi yakni problema tentang cepatnya pertumbuhan penduduk, bahkan
terjadi ledakan penduduk yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan produksi dan
lapangan kerja sehingga berdampak makro di bidang sosial dan ekonomi.
Indonesia dalam bidang kependudukan juga menghadapi problema pokok yakni :
pertumbuhan penduduk yang termasuk tinggi, dan kepadatan penduduk yang tidak
merata. Problema ini tentu saja sangat berdampak pada banyak bidang, khususnya
bidang sosial dan ekonomi.
2. Pengangguran dan Inflasi :
Masalah pengangguran terjadi di banyak negara, khususnya negara miskin dan
berkembang, tentu saja termasuk Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang tidak
diimbangi dengan penyediaan kesempatan kerja merupakan faktor dominan
terjadinya pengangguran disamping karena faktor yang lain diantaranya :
rendahnya kualitas sumber daya manusia, rendahnya investasi, kemalasan
manusia, melemahnya kepercayaan pihak luar negeri dll. Tingginya pengangguran
sebagai tolok ukur rendahnya produksi dan berakibat pada minimnya jumlah
barang, bahkan terjadi kelangkaan produk yang dibutuhkan masyarakat, tentu saja
hal ini akan berdampak pada naiknya harga barang pada umumnya yang kita
kenal dengan inflasi. Negara manapun di dunia ini akan berusaha menstabilkan
perekonomiannya dengan upaya utamanya melalui pengendalian laju inflasi.
3. Pertumbuhan dan pencemaran :
Pertumbuhan ekonomi suatu negara akan selalu diiringi dan disebabkan oleh
pertumbuhan produksi. Pertumbuhan produksi ditandai dengan pertumbuhan
beberapa sektor produksi : ekstraktip, agraris, industri, perdagangan dan jasa.
Pertumbuhan sektor produksi tersebut khususnya sektor industri, agraris dan
ekstraktip sangat mempengaruhi kualitas lingkungan, sehingga sering kita jumpai
dampak negatif dari pertumbuhan sektor ini menimbulkan pencemaran di darat,
laut maupun udara yang sangat mengganggu pada kualitas pertumbuhan makhluk
hidup.
4. Masalah kemiskinan dan kesehatan :
Rendahnya produksi, rendahnya kesempatan kerja, tingginya angkatan kerja,
tingginya jumlah pengangguran akan berakibat pada rendahnya pendapatan
individu dan masyarakat yang tentu saja akan berakibat tingginya angka
kemiskinan.
Kemiskinan akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan untuk menjaga
kesehatannya. Kondisi ini banyak terjadi di negara-negara berkembang, lebih-
lebih pada negara-negara miskin.
5. Krisis energi :
Energi merupakan bagian yang sangat penting bagi perekonomian, khususnya
sektor industri. Keberadaan dan produktifitas industri suatu negara sangat
ditentukan oleh kemampuan untuk menyediakan energi khususnya sebagai
sumber tenaga. Kemampuan menyediakan energi ini sangat ditentukan oleh faktor
alam yang dimiliki suatu negara dan sumber daya alam yang dimiliki khususnya
minyak, batu bara dan gas. Banyak negara maju yang mengalokasikan dananya
cukup besar memenuhi kebutuhan energi

b) Politik Ekonomi
Politik ekonomi dapat diartikan kebijakan negara di bidang ekonomi. Kebijakan di
bidang ekonomi suatu negara pada umumnya diarahkan pada antisipasi dan
penanggulangan masalah-masalah perekonomian yang dihadapinya, tentu saja
dengan memperhatikan skala preoritas. Pada akhirnya kebijakan ekonomi suatu
negara bertujuan untuk menciptakan kestabilan ekonomi dalam rangka
menciptakan kemahmuran suatu negara.
Empat kriteria yang biasanya digunakan untuk menentukan kebijakan ekonomi
antara lain :
1. Efisiensi : Dalam Ilmu ekonomi efisiensi diartikan perekonomian
yang menghasilkan apa yang diinginkan masyarakat dan negara dengan
menekan biaya serendah mungkin untuk menghasilkan produk yang
berkualitas.
2. Keadilan : Keadilan dapat diartikan pembagian dan
pendistribusian yang merata sesuai dengan hak dan kewajibannya. Negara
akan berusaha untuk mendistribusikan kemakmuran secara merata sesuai
dengan hak dan kewajibannya.
3. Pertumbuhan : Kebijakan ekonomi suatu negara akan selalu
ditujukan pada pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Dengan
adanya pertumbuhan ekonomi sangat diharapkan terjadinya pertumbuhan
pendapatan percapita dan terciptanya kemakmuran secara merata.
4. Stabilitas: Semua negara mengharapkan adanya
stabilitas,khususnya di bidang ekonomi. Stabilitas memiliki tolok ukur
kemampuan suatu negara untuk menanggulangi rintangam dan
kegoncangan khususnya bidang ekonomi. Stabilitas ekonomi suatu negara
sangat tergantung pada kemampuan negara untuk menanggulangi laju
inflasi atau mengupayakan laju inflasi tetap rendah
Kebijakan ekonomi suatu negara dapat meliputi : kebijakan moneter, kebijakan
fiscal, kebijakan ekonomi Internasional, kebijakan harga kebutuhan pokok dll.



BAB III
PENUTUP


a. kesimpulan
Inti masalah ekonomi pada hakekatnya terletak pada keterbatasan sarana untuk
memenuhi kebutuhan hidup. Sarana yang berupa barang dan jasa yang sering
disebut dengan alat pemuas kebutuhan adanya sangat terbatas sedang kebutuhan
manusia sangat tidak terbatas. Keberadaan sumberdaya alam bisa berupa biotik
dan abiotik, khususnya kekayaan alam abiotik jika terus menerus diambil maka
akhirnya bisa habis, sehingga tidak tertutup kemungkinan suatu saat dunia akan
benar-benar mengalami krisis karena kelangkaan bahkan kehabisan hasil tambang.
Sesuai dengan perkembangan penduduk serta perkembangan Ilmu pengetahuan
dan teknologi, jenis dan jumlah kebutuhan akan selalu bertambah. Untuk
mengimbangi perkembangan tersebut produksi barang dan jasa perlu terus
menerus ditingkatkan. Dalam hal ini Ilmu Ekonomi sangat diperlukan untuk
mengatasi persoalan yang berhubungan dengan upaya untuk menciptakan
kemakmuran masyarakat.
b. saran
Dari makalah yang telah penulis buat, mungkin terdapat kesalahan dan
kekurangan baik itu dari penulisan atau dari kata-katanya, penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca, agar dapat memberikan
motivasi atau nasihat guna memperbaiki makalah ini nantinya.



DAFTAR PUSTAKA

Case & Fair, 1999, Mikro Ekonomi Intermediate ( terjemahan ), Jakarta :
Gramedia.
Case & Fair, 2003, Prinsip prinsip ekonomi mikro ( terjemahan ), Jakarta :
Gramedia.
P.A. Samuelson, W.D. Nardhaus, 2000, Macro Economics, 17
th
Edition, New
York: McGraw Hill Company, Inc. All Right Reserved
Richard.G, Peter O, Pengantar Ilmu Ekonomi (Terjemahan Anas Malik). Jakarta :
Bina Aksara.
Sadono Sukirno, 2004, Makro Ekonomi Teori Pengantar, Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.
Suparlan, B, 1995. bahan ajar Ekonomi SMA, Malang : YA3
Suparlan, B, 2005, Model pembelajaran ekonomi dan Akuntansi, Jakarta Pusat
Kurikulum